PEMANFAATAN APCA (APLIKASI CANVA) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DAN KREATIVITAS SISWA USE OF APCA (CANVA APPLICATION) TO INCREASE LEARNING INTEREST AND CREATIVITY OF STUDENTS Anita Widyastuti SD Negeri 2 Pagutan. Kecamatan Manyaran. Kabupaten Wonogiri Email: anitawidyastuti1@gmail. Diterima: 16 Februari 2024 Direvisi: 28 Mei 2024 Disetujui: 31 Mei 2024 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan aplikasi canva sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar dan kreativitas siswa kelas VI SDN 2 Pagutan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas melalui tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan Subjek dari penelitian ini berjumlah 8 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi langsung, kuesioner, dan dokumentasi. Prosedur penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Dari hasil analisis data, presentase minat belajar siswa meningkat dari kondisi pra siklus 62,50% atau 5 siswa masuk kategori minat belajar rendah, meningkat pada siklus I menjadi 75,00% atau 6 siswa masuk dalam kategori minat belajar tinggi, serta bertambah di siklus II dimana tidak ada lagi minat belajar siswa rendah maupun sedang melainkan meningkat menjadi 87,50% atau 7 siswa yang masuk kategori minat belajar tinggi, dan bertambah pada kategori minat belajar sangat tinggi sejumlah 12,50% atau 1 siswa. Peningkatan kreativitas siswa juga dapat dilihat dari hasil pra siklus sejumlah 37,50% atau 3 siswa masuk pada ketegori kurang kreatif dan meningkat pada siklus I menjadi 50,00% atau 4 siswa masuk dalam kategori cukup kreatif. Kreativitas pada siklus II juga meningkat menjadi 50,00% atau 4 siswa masuk kategori kreatif dan bertambah 37,50% atau 3 siswa masuk kategori sangat kreatif. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa APCA . plikasi canv. dapat meningkatkan minat belajar dan kreativitas siswa. Kata kunci: Aplikasi canva, media pembelajaran, minat belajar dan kreatifitas. ABSTRACT This research aims to determine the use of the Canva application as a learning medium to increase learning interest and creativity in class VI students at SDN 2 Pagutan. This research is Classroom Action Research through the planning, action, observation and reflection stages. The subjects of this research were 8 students. The data collection techniques used were direct observation, questionnaires and documentation. This classroom action research procedure was carried out in two cycles, namely pre-cycle, cycle I, and cycle II. From the results of data analysis, the percentage of students' interest in learning increased from the pre-cycle condition of 62. 50% or 5 students were in the low interest in learning category, increased in the first cycle to 75. 00% or 6 students were in the category of high interest in learning, and increased in the cycle II where there was no longer any interest in learning from low or medium students but increased to 87. 50% or 7 students in the high interest in learning category, and an increase in the category of very high interest in learning by 50% or 1 student. The increase in student creativity can also be seen from the pre-cycle results of 50% or 3 students falling into the less creative category and increasing in the first cycle to 00% or 4 students falling into the quite creative category. Creativity in cycle II also increased to 00% or 4 students in the creative category and increased to 37. 50% or 3 students in the very creative category. Based on these data, it can be concluded that APCA (Canva applicatio. can increase students' interest in learning and creativity. Keyword: Canva application, learning media, interest in learning and creativity PENDAHULUAN Abad ke-21 menjadi saksi lonjakan yang sangat pesat dalam perkembangan Pesatnya teknologi ini tentunya membawa dampak perubahan dalam berbagai sektor kehidupan Pemanfaatan APCA (Aplikasi Canv. untuk AA. Anita Widyastuti masyarakat, salah satunya dalam dunia Diharapkan dengan adanya perubahan perkembangan teknologi semua elemen masyarakat dapat mengikuti arus perubahan dan mampu beradaptasi agar dapat memaksimalkan manfaatnya. Apalagi sebagai seorang guru yang berkecimpung dalam dunia pendidikan juga dituntut untuk sedang berkembang pesat, serta informasi dan komunikasi sebagai fasilitas yang lebih dan serba canggih untuk (Nugraha, 2. Guru yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pasti akan mulai meninggalkan media konvensional yang dulu ia gunakan dan akan beralih menggunakan media yang interaktif dan Pengembangan pendidikan merupakan salah satu hal kewajiban sehingga bisa terus berinovasi dan menciptakan sesuatu hal yang bisa memungkinkan teknologi pembelajaran yang (Mahayani et al. , 2. Masalah yang dihadapi bangsa Indonesia dalam dunia pendidikan saat ini adalah masih rendahnya mutu pendidikan. Sehingga upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia "Kurikulum Merdeka" yang saat ini tengah digaung-gaungkan. Kurikulum ditetapkan saat ini adalah AuKurikulum MerdekaAy yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi (Agustian & Salsabila, 2. Pendidikan Indonesia memiliki tujuan bagaimana menciptakan generasi emas yang mampu berpikir secara kritis, beradaptasi dengan perubahan, dan berkontribusi positif dalam menghadapi tantangan masa depan. Sehingga tidak hanya guru yang harus mampu beradaptasi dengan perubahan tetapi siswa juga dituntut menggunakan teknologi dalam proses pendidikan Indonesia dapat tercapai. Guna mengikuti arus perubahan dalam dunia pendidikan guru dapat memanfaatkan teknologi dalam proses menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan alat yang sangat mendukung proses kegiatan belajar mengajar sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi Sebagai seorang guru kita harus dapat menentukan media yang cocok untuk digunakan dalam pembelajaran. Karena dengan media pembelajaran yang cocok akan mampu membangkitkan minat dan keinginan belajar, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa dampak psikologis terhadap siswa itu sendiri. Namun kenyataan di lapangan, proses pembelajaran khususnya di kelas VI SDN 2 Pagutan masih belum memaksimalkan penggunaan teknologi sebagai media Media pembelajaran yang digunakan masih menggunakan media Siswa biasanya cepat bosan apabila materi pembelajaran dijelaskan dengan ceramah tanpa adanya bantuan media pembelajaran yang menarik. Sehingga hal itulah yang menjadi penyebab rendahnya minat belajar dan kreatifitas Oleh karena itu, sesuai dengan berbasis teknologi sangatlah diperlukan guru untuk membuat siswa menjadi aktif dan lebih menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Salah satu media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat dijadikan solusi untuk mengatasi permasalahan di atas yaitu canva. Karena aplikasi canva sangat mudah digunakan oleh siapapun terutama guru dan siswa. Canva adalah aplikasi desain grafis yang cukup sederhana dan mudah digunakan (Pelangi, 2020. Canva, 2. Dengan fitur-fitur yang ada Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 1 Ae Juni 2024 di dalam aplikasi canva, guru dapat mendesain media pembelajaran sekreatif Hal yang sama juga bisa mengembangkan kreatifitasnya dalam Oleh karena itu pemanfaatan aplikasi canva dapat dijadikan solusi untuk meningkatkan minat belajar dan kreatifitas siswa karena kegiatan pembelajaran di kelas akan menjadi lebih komunikatif dan LANDASAN TEORI Dalam Wikipedia. Canva adalah aplikasi desain grafis yang digunakan untuk membuat grafis media sosial, presentasi, poster, dokumen dan konten visual lainnya. Aplikasi ini juga menyediakan beragam contoh desain untuk digunakan. Melansir dari Kumparan. com dan Canva. Canva merupakan sebuah aplikasi desain, editor foto dan editor video gratis dan berbayar yang sangat mudah digunakan dan sederhana, serta tersedia di gawai dan Triningsih . menyampaikan bahwa canva mempermudah guru serta peserta didik dalam melaksanakan proses keterampilan, kreativitas, beserta manfaat lain, hal ini dikarenakan hasil desain menggunakan canva mampu meningkatkan ketertarikan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dan meningkatkan motivasi peserta didik dengan penyajian bahan ajar serta materi secara menarik. Aplikasi canva memuat banyak sekali template bahkan ribuan, sehingga sangat memudahkan guru dalam mendesain pembelajaran yang inovatif baik dalam bentuk poster, powerpoint, maupun video Dengan begitu siswa akan menjadi lebih tertarik belajar dan tentunya pembelajaran akan menjadi lebih interaktif, selain itu juga menjadikan guru lebih kreatif dalam mendesain pembelajaran. Aplikasi canva dapat diakses melalui laptop atau smartphone, serta banyak tutorial penggunaannya dalam platform youtube, sehingga tidak ada kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi canva (Garis Pelangi, 2. Berikut langkah-langkah menggunakan aplikasi canva baik dengan menggunakan smartphone maupun laptop : Langkah pertama yaitu dengan mendownload aplikasi canva di playstore untuk pengguna smartphone atau https://w. com/ bagi pengguna Gambar 1. Tampilan awal canva Langkah kedua yaitu membuat akun menggunakan akun facebook, google, atau gmail. Gambar 2. Tampilan beranda canva Langkah ketiga yaitu membuat desain melalui canva ataupun dengan bantuan template yang tersedia, dan juga terdapat berbagai macam element, gambar dan juga font, tentunya fitur disesuaikan dengan kebutuhan yang dapat digunakan dengan sangat mudah. Pemanfaatan APCA (Aplikasi Canv. untuk AA. Anita Widyastuti Gambar 3. Tampilan membuat Gambar 4. Tersedia ribuan template Langkah terakhir, menyimpan atau mengunduh hasil desain yang telah selesei dibuat. Caranya cukup dengan meng-klik tanda panah yang berada di pojok kanan atas . , kemudian unduh dengan jenis file yang dikehendaki, dan desain akan tersimpan di galeri atau file penyimpanan. Gambar 5. Tampilan menyimpan/ mengunduh desain Minat belajar adalah suatu rasa ketertarikan dan keinginan terhadap suatu hal yang bangkit karena adanya suatu Seseorang akan melakukan menghasilkan sesuatu bagi dirinya karena adanya minat. Apabila seseorang telah memiliki keinginan yang besar terhadap sesuatu hal maka apapun akan dilakukan demi mencapainya. Minat dapat mendorong kita untuk membuat suatu pilihan (Frenzel et al. , 2010: . Menurut Slameto . minat belajar adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang Minat menjadi kunci utama dalam Pembelajaran akan terjadi jika siswa memiliki minat untuk belajar. Ketika siswa memiliki minat yang tinggi terhadap materi yang dipelajari, mereka termotivasi untuk belajar. Minat belajar merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa. Minat belajar pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya. Minat belajar dan kreativitas sangatlah berkaitan dan saling Ketika siswa tertarik pada materi pembelajaran, mereka akan lebih cenderung untuk terlibat dalam aktivitas Sebaliknya, kegiatan kreatif yang menarik dapat meningkatkan minat belajar Dikutip dari spada uns. id dalam psikologi seni. Pengertian Kreativitas Menurut Torarance . , adalah proses kemampuan individu untuk memahami kesenjangan-kesenjangan atau hambatanhambatan dalam hidupnya. Ini melibatkan kemampuan untuk melihat masalah dengan cara yang unik dan menemukan solusi yang Kreativitas bukan hanya sekedar menghasilkan sesuatu yang baru, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam tentang tantangan-tantangan kemampuan untuk mengatasi hambatanhambatan tersebut melalui inovasi dan pemikiran kritis. Dalam konteks pendidikan, penting bagi para pendidik untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, menggunakan strategi pembelajaran yang Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 1 Ae Juni 2024 efektif serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui berbagai strategi dan alat bantu yang inovatif agar mereka dapat berkembang menjadi individu yang inovatif dan siap menghadapi tantangan masa Faktor internal seperti kepribadian, motivasi, dan keterampilan berpikir, serta faktor eksternal seperti lingkungan belajar, dukungan sosial, dan metode pengajaran memainkan peran yang sangat penting dalam mengembangkan kreativitas siswa. Secara keseluruhan, penggunaan aplikasi canva dalam proses pembelajaran memiliki potensi besar untuk meningkatkan minat belajar dan kreativitas siswa. Hal ini disebabkan oleh kemudahan akses, fitur yang mendukung kolaborasi dan ekspresi kreatif, serta kemampuan untuk membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Menurut Suyadi . 0: . Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah pencermatan yang dilakukan oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya . uru, peserta didik, kepala sekola. dengan menggunakan metode refleksi diri dan bertujuan untuk melakukan perbaikan di berbagai aspek pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN 2 Pagutan yang berjumlah 8 siswa. Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan minat belajar dan kreativitas siswa dengan menggunakan APCA . plikasi canv. Dalam penelitian tindakan ini guru bertindak sebagai peneliti sehingga guru dapat melakukan observasi secara langsung di dalam kelas selayaknya guru mengajar seperti biasa. Dengan begitu siswa tidak akan mengetahui jika guru sedang melakukan penelitian, sehingga diharapkan data yang diperoleh objektif dan Penelitian ini mengacu pada Model Kemmis & McTaggrat yang terdiri atas Perencanaan (Plannin. Tindakan (Actin. Pengamatan (Observin. dan Refleksi (Reflectin. Rencana penelitian diawali dengan observasi masalah pembelajaran yang terjadi di kelas VI SDN 2 Pagutan dan dilanjutkan dengan merencanakan tindakan yang akan dilakukan untuk menghadapi masalah tersebut. Rencana tindakan tersebut dilanjutkan dengan menerapkan tindakan yang sudah direncanakan serta mengamati rencana tindakan yang sudah diterapkan dan siklus terakhir adalah dengan refleksi. Adapun rincian yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut : Perencanaan (Plannin. Dalam tahap ini, peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Perencanaan pada penelitian ini meliputi : Peneliti peningkatan minat belajar dan menggunakan aplikasi canva pada Menyusun rencana pembelajaran (RPP) penggunaan Canva Peneliti observasi mengenai aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran. Tindakan (Actin. Tahap pelaksanaan tindakan ini merupakan implementasi . dari isi rancangan awal, yaitu dengan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun dengan mengintegrasikan penggunaan Canva. Pengamatan (Observin. Observasi . dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan Pada tahap ini peneliti . melakukan pengamatan dan mencatat semua yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung, yang tujuannya untuk mengumpulkan datadata yang akan diolah untuk menentukan tindakan yang akan Pada Pemanfaatan APCA (Aplikasi Canv. untuk AA. Anita Widyastuti dasarnya penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan aplikasi canva dalam pembelajaran sudah seperti yang diharapkan atau Refleksi (Reflectin. Refleksi merupakan kegiatan untuk melihat berbagai kekurangan yang dilaksanakan guru untuk selanjutnya mengenali hal-hal yang masih perlu dilakukan pada siklus berikutnya. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini yaitu observasi pembelajaran, angket siswa, serta wawancara mendalam. Kegiatan observasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi proses pembelajaran. Peneliti melakukan pengambilan data melalui kuesioner sebanyak dua kali, yang pertama pada akhir siklus I dan yang kedua pada akhir siklus II. Peneliti juga menggunakan dokumentasi berupa foto mendeskripsikan temuan dan hasil dalam HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan di SDN 2 Pagutan dengan subyek penelitian siswa kelas VI yang berjumlah 8 Pelaksanaan dilaksanakan dalam dua siklus. Pra siklus Pembelajaran di kelas VI dengan materi reklame pada mata pelajaran SBdP sebelumnya hanya mengunakan media berbahan kertas karton dan belum memanfaatkan teknologi. Minat belajar dan kreatifitas siswa pada pelajaran tersebut terlihat rendah. Terbukti menunjukkan bahwa lima dari delapan siswa memenuhi kategori minat belajar yang rendah dan tiga dari delapan siswa dalam kategori kurang kreatif. Berikut paparan hasil observasi minat belajar dan kreativitas siswa : Tabel 1. Observasi awal minat Skor Kriteria Pra Siklus Minat Belajar 81-100 Sangat Tinggi Tinggi 1 12,50% Sedang 2 25,00% Rendah 5 62,50% < 20 Sangat Rendah Tabel 2. Observasi awal kreativitas Skor Kriteria Pra Siklus KreatiF 90-100 Sangat Kreatif 80-89 Kreatif Cukup Kreatif 2 25,00% Kurang Kreatif 3 37,50% < 20 Sangat Kurang 3 37,50% Kreatif Berdasarkan tersebut, maka disusunlah rencana pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi canva agar dapat meningkatkan minat belajar dan kreatifitas siswa pada mata pelajaran SBdP dengan materi Canva adalah sebuah program untuk mendesain secara online yang seperti presentasi, resume, poster, pamflet, grafik, spanduk, dan sebagainya yang ada diaplikasi Canva (Khairani Mudinillah. Dengan menggunakan akun belajar. id dari Kemendikbudristek, guru dapat dengan mudah menggunakan Canva for education untuk mendesain materi pembelajaran yang menarik dan juga Kemudahan penggunaan Canva for education ini sangat bisa dirasakan manfaatnya bukan hanya pada guru saja namun juga siswa. Selain siswa dapat login canva dengan akun yang sudah mengundang siswanya untuk bergabung atau join ke kelas Canva for education Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 1 Ae Juni 2024 dan secara otomatis mereka bisa Hasil penelitian minat belajar dan menikmati fitur yang ada di dalamnya kreativitas siswa diperoleh dari hasil secara gratis. Dengan begitu aplikasi lembar mengamatan dan kuesioner tersebut dapat dengan mudah digunakan minat belajar yang mengarahkan pada pada gawai yang mereka miliki empat indikator minat belajar yang dimanapun dan kapanpun, sehingga ditetapkan yaitu : rasa senang terhadap baik guru maupun siswa dapat kegiatan belajar, memperhatikan saat melaksanakan proses pembelajaran belajar, berpartisipasi aktif dalam proses yang berbasis teknologi dengan mudah. pembelajaran, dan inisiatif mencari Dengan kemudahan tersebut siswa juga informasi baru. Berikut indikator dapat mengasah keterampilan dan kreativitas yang terdiri dari : kelancaran kreativitas mereka. mengemukakan ide, keluwesan dalam Siklus I Dari penelitian tindakan dalam menghasilkan ide sendiri, dan mampu APCA menguraikan ide secara rinci. Kegiatan . plikasi canv. pada mata pelajaran wawancara yang dilakukan di akhir SBdP materi reklame di SDN 2 Pagutan siklus penelitian juga dilaksanakan sebagai penguat informasi dari hasil penelitian tersebut. Berikut adalah hasil observasi serta kuesioner minat belajar kreatifitas siswa dalam menggunakan serta kreativitas siswa : aplikasi canva untuk membuat reklame. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Minat Belajar Siswa Pra Siklus. Siklus I. Siklus II Skor Minat Kriteria Pra Siklus Siklus I Siklus II Belajar < 20 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah 12,50% 25,00% 62,50% Hasil rerata observasi menunjukkan peningkatan dari pra siklus ke siklus I. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi minat belajar dapat diperoleh dari pra siklus 62,50% atau 5 75,00% 25,00% 12,50% 87,50% siswa masuk dalam ketegori minat belajar rendah, dan meningkat pada siklus I menjadi 75,00% atau 6 siswa masuk dalam kategori minat belajar Tabel 4. Distribusi Frekuensi Kreativitas Siswa Pra Siklus. Siklus I. Siklus II Skor Kriteria Pra Siklus Siklus I Siklus II KreatiF 90-100 Sangat Kreatif 37,50% Kreatif 25,00% 50,00% Cukup Kreatif 25,00% 50,00% 12,50% Kurang Kreatif 37,50% 25,00% < 20 Sangat Kurang 3 37,50% Kreatif Pemanfaatan APCA (Aplikasi Canv. untuk AA. Anita Widyastuti Dari pra siklus ke siklus I, hasil ratarata observasi dan angket kreativitas siswa juga mengalami peningkatan. Menurut tabel distribusi frekuensi kreativitas siswa dapat diperoleh hasil kreativitas siswa pada pra siklus 37,50% atau 3 siswa masuk pada ketegori kurang kreatif dan meningkat pada siklus I menjadi 50,00% atau 4 siswa masuk dalam kategori cukup Minat belajar dan kreativitas siswa pada penggunaan APCA . plikasi canv. pada mata pelajaran SBdP dengan materi peningkatan yang lebih baik dibandingkan pada pra siklus. Banyak siswa yang minat pembelajarannya sehingga siswa sangat Mudah bagi mereka dalam mempelajari dan menggunakan aplikasi canva sehingga kreatifitas mereka pun juga meningkat. Yang awal mula hanya manual dalam membuat reklame sekarang dari isi dan desain pun mereka bisa memilih sesuai keinginan, banyak template yang menarik yang bisa digunakan yang tersedia pada canva. Siklus II Minat belajar dan kreatifitas siswa dalam menggunakan APCA . plikasi canv. pada mata pelajaran SBdP materi reklame pada siklus II juga mengalami peningkatan, dimana tidak ada lagi minat belajar siswa yang rendah maupun Pada siklus I terdapat 75,00% atau 6 siswa masuk dalam kategori minat belajar tinggi, dan pada siklus II meningkat menjadi 87,50% atau 7 siswa yang masuk kategori minat belajar tinggi, dan bertambah pada kategori minat belajar sangat tinggi sejumlah 12,50% atau 1 Kreativitas siswa juga tidak jauh berbeda dari minat belajarnya, pada siklus II juga terdapat peningkatan. Pada siklus I terdapat 50,00% atau 4 siswa masuk dalam kategori cukup kreatif, dan pada siklus II ini meningkat menjadi 50,00% atau 4 siswa masuk kategori kreatif dan bertambah 37,50% atau 3 siswa masuk kategori sangat kreatif. Implementasi APCA plikasi canv. pada kegiatan pembelajaran di kelas VI SDN 2 Pagutan pada mata pelajaran SBdP materi reklame memberikan dampak yang positif pada hasil peningkatan minat belajar dan kreativitas siswa. Siswa mengalami peningkatan yang signifikan, mereka mampu untuk berinovasi dan mengekspresikan diri secara kreatif. Peningkatan tersebut peneliti simpulkan dapat terjadi karena adanya minat belajar dari siswa itu sendiri untuk berproses, adanya motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik, dan adanya produk yang dikehendaki. Kreativitas siswa juga muncul karena masing-masing siswa memiliki karakteristik, mereka unik, mereka mempunyai bakat yang berbeda, sehingga hal tersebutlah yang menjadikan siswa mampu dalam mengembangkan kreatifitas masing-masing. Berikut adalah beberapa hasil karya siswa yang menjadi bukti kreativitas mereka, baik sebelum penelitian dan sesudah penelitian : Gambar 6. Hasil produk sebelum Gambar 6. Hasil produk setelah penelitian yang dikirim ke guru Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 1 Ae Juni 2024 Gambar di atas merupakan bukti bahwa siswa dapat mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan sangat baik. Tentunya sebelum mengerjakan tugas yang diberikan, mereka sudah terlebih dahulu mendapat panduan dari guru tentang bagaimana cara menggunakan APCA . plikasi canv. Sebelumnya semua siswa di kelas VI diarahkan untuk join ke kelas canva yang sudah dibuat. Kesepakatan kelas sudah dibuat antara guru dan siswa, yaitu apabila pembelajaran akan menggunakan HP maka mereka akan membawanya ke sekolah, tergantung juga materi apa yang akan dipelajari, tentunya ada kesepakatan terlebih Siswa terlihat sangat antusias dan aktif sekali di dalam kelas, mereka mengerjakan tugas dengan menggunakan aplikasi Canva yang ada di HP mereka. Karena dengan Canva for education banyak sekali template yang disediakan, jadi mereka dapat memakai sesuai kebutuhan dan dengan kreativitas masing-masing. Setelah semua siswa menyelesaikan tugasnya dengan membuat reklame sesuai kreasi masingmasing, kemudian hasilnyapun dikirim untuk di cetak. Mereka sangat senang sekali ternyata mereka dapat menghasilkan karya digital dengan kreasi mereka masing-masing meskipun masih dalam desain yang Gambar 7. Pembuatan produk dengan APCA Hasil wawancara dengan siswa juga menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dalam kegiatan pembelajaran, termotivasi dalam kegiatan belajar, serta kreativitas implementasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran yaitu penggunaan APCA . plikasi canv. Tentunya keberhasilan di kelas menjadi lebih mungkin tercapai ketika pembelajaran dengan bijak. Sebagai seorang guru harus terampil menggunakan berbagai alat dan teknologi pembelajaran agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan menarik. Dengan pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya menjadi tugas rutin saja, namun harus dijadikan sebuah petualangan ilmu yang mampu memotivasi, merangsang minat, dan juga menumbuhkan Oleh karena keberhasilan di kelas tidak hanya bergantung pada materi ajar yang diberikan, melainkan juga pada kemampuan seorang guru dalam memanfaatkan media pembelajaran secara efektif guna menciptakan pengalaman belajar yang inspiratif dan berkesan. Penelitian Relevan sebelumnya yaitu AuPenggunaan Aplikasi Canva dalam Media Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar oleh F N Miftahul Janah ,dkk mendapatkan pembelajaran Canva, terdapat peningkatan motivasi, literasi sains, serta hasil belajar siswa sehingga layak digunakan pada proses pembelajaranuntuk meningkatkan kapasitas pembelajaran matematika menjadi lebih baik, selain itu dapat menjadi rujukan atau referensi bagi guru dalam menentukan media pembelajaran agar dapat mengaktifkan peran siswa didalam kelas. Penelitian relevan lainnya yaitu. AuPenggunaan Aplikasi Canva Pembelajaran di Sekolah Dasar Anisatun oleh Hidayatullah, dkk . mendapatkan hasil penggunaan aplikasi canva oleh guru kelas V SD Negeri Sambirejo 02 Semarang dalam pembelajaran abad 21 yaitu peserta didik menjadi aktif, peserta didik menjadi kreatif, dan peserta didik menjadi percaya diri. Gambar 8. Cetakan produk dari APCA Pemanfaatan APCA (Aplikasi Canv. untuk AA. Anita Widyastuti KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan APCA . plikasi canv. mampu meningkatkan minat belajar dan kreatifitas siswa kelas VI SDN 2 Pagutan. Hal ini ditunjukkan dari presentase minat belajar siswa meningkat dari kondisi pra siklus 62,50% atau 5 siswa masuk kategori minat belajar rendah, meningkat pada siklus I menjadi 75,00% atau 6 siswa masuk dalam kategori minat belajar tinggi, serta bertambah di siklus II dimana tidak ada lagi minat belajar siswa rendah maupun sedang melainkan meningkat menjadi 87,50% atau 7 siswa yang masuk kategori minat belajar tinggi, dan bertambah pada kategori minat belajar sangat tinggi sejumlah 12,50% atau 1 Peningkatan kreativitas siswa juga dapat dilihat dari hasil pra siklus sejumlah 37,50% atau 3 siswa masuk pada ketegori kurang kreatif dan meningkat pada siklus I menjadi 50,00% atau 4 siswa masuk dalam kategori cukup kreatif. Kreativitas pada siklus II juga meningkat menjadi 50,00% atau 4 siswa masuk kategori kreatif dan bertambah 37,50% atau 3 siswa masuk kategori sangat Dengan adanya hasil penelitian ini, ternyata memanfaatkan media pembelajaran dilakukan di dalam proses pembelajaran apalagi saat ini siswa tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya gadget. Sebagai seorang guru, harus bisa mengarahkan kepada mereka untuk dapat menggunakan gadget untuk kegiatan yang positif, salah satunya untuk pembelajaran di kelas. Untuk itu guru harus mampu mengembangkan kreativitas untuk merancang media pembelajaran berbasis teknologi untuk memotivasi siswa agar aktif di dalam kelas. Apalagi dengan adanya kurikulum merdeka ini merupakan kesempatan bagi guru untuk dapat merencanakan dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Dan aplikasi canva merupakan salah aplikasi yang dapat digunakan guru sebagai media pembelajaran, karena sudah terbukti dapat membangkitkan minat belajar dan juga kreativitas siswa. DAFTAR PUSTAKA