Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam Volume 8 No. ISSN: 2338-4131 (Prin. 2715-4793 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 37542/r1nn8971 Peningkatan Hasil Belajar SKI melalui Pendekatan Mind Mapping pada Siswa MTs YAPIMA Depok Mutiyara Indah Karamatih1 Fuji Zakiyatul Fikriyah2 Universitas PTIQ Jakarta1,2 ik@gmail. fuji@ptiq. Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the mind mapping approach in improving learning outcomes of Islamic Cultural History (SKI) subjects in grade VII students at MTs Yapima Depok. The method used is classroom action research (CAR) Kemmis Mc. Taggart model which is implemented in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The results of the study indicate that the application of mind mapping can improve students' understanding and retention of SKI subject matter. There was a significant increase in the average value of students from pre-cycle to cycle II, as seen in the classical completeness obtained by students in cycle I reaching 64% and in cycle II reaching In addition, students showed higher enthusiasm and participation during the learning Thus, the mind mapping approach is proven to be effective as a learning strategy that can improve SKI learning outcomes at the MTs level. Keywords: Mind Mapping. Learning Outcomes. Islamic Cultural History. Active Learning Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada siswa kelas VII di MTs Yapima Depok. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis Mc. Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mind mapping mampu meningkatkan pemahaman dan retensi siswa terhadap materi pelajaran SKI. Terjadi peningkatan signifikan pada nilai rata-rata siswa dari prasiklus ke siklus Mutiyara Indah K. Fuji Zakiyatul F II, dapat dilihat pada ketuntasan klasikal yang diperoleh siswa pada siklus siklus I mencapai dan pada siklus II sebesar 100%. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang lebih tinggi selama proses pembelajaran. Dengan demikian, pendekatan mind mapping terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar SKI di tingkat MTs. Kata Kunci: Mind Mapping. Hasil Belajar. SKI. Pembelajaran Aktif. Pendahuluan Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan bagian yang esensial dalam Pendidikan Agama Islam. Bidang studi ini mengantarkan siswa untuk menelusuri dan memahami jejak perjalanan peradaban Islam sepanjang sejarah, mulai dari fase kemunculannya hingga transformasinya di era modern. 1 Bahkan perintahnya secara eskplisit disebutkan dalam Al-Quran surat Al-AAoraf ayat 176. Namun demikian, proses pembelajaran SKI sering kali menghadirkan tantangan tersendiri bagi siswa, terutama karena karakter materi yang kompleks, luas, dan padat informasi sejarah. 2 Hal ini kerap menjadi kendala dalam pencapaian hasil belajar yang optimal. Permasalahan ini diperparah dengan masih dominannya metode ceramah dalam proses pembelajaran yang menjadikan suasana belajar kurang interaktif dan membosankan bagi 3 Terbatasnya pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif dan komunikatif juga menjadi tantangan lain yang berpotensi menurunkan tingkat ketertarikan dan antusiasme siswa pada proses pembelajaran SKI. 4 Di MTs Yapima Depok, kenyataan tersebut tercermin dari rendahnya capaian hasil belajar siswa dalam mata pelajaran SKI. Berdasarkan data kelas VII, masih banyak siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dari total 25 siswa, tercatat 17 siswa memperoleh nilai di bawah KKM yang ditetapkan. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, hal ini menunjukkan bahwa para siswa di MTs Yapima Depok cenderung memiliki minat dan perhatian yang lemah terhadap objek yang Sehingga tidak mengherankan jika para siswa tersebut belum mampu memperoleh Muaripin. AuKajian Pengembangan Bahan Ajar Melalui Analisis KI dan KD dalam Mata Pelajaran SKI pada Madrasah Tsanawiyah (MT. Ay. Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan. Vol. XII. No. 33 tahun 2018. Nurul Istiqomah. Lisdawati. Adiyono. AuReinterpretasi Metode Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam: Optimalisasi Implementasi dalam Kurikulum 2013 di Madrasah AliyahAy. Iqro: Journal Of Islamic Education. Vol. No. 1 tahun 2023, h. Jon Helmi. AuPenerapan Konsep Silberman dalam Metode Ceramah pada Pembelajaran PAIAy. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan. Vol. No. 2 tahun 2016, h. Abdul Rasyid. AuProblematika Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Tsanawiyah AlKhairaat Pakuli Kabupaten SigiAy. Scolae: Journal Of Pedagogy. Vol. No. 1 tahun 2018, h. 22 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 8 No. Pengingkatan Hasil Belajar SKI Melalui Pendekatan Mind Mapping pada Siswa MTS Yapima Depok hasil yang baik dari belajarnya yang tercermin pada nilai KKM. 5 Akumulasi dari berbagai kendala tersebut bermuara pada rendahnya capaian pembelajaran siswa dalam mata pelajaran SKI. Kondisi ini mengisyaratkan pentingnya terobosan-terobosan strategis untuk mengatasi berbagai hambatan yang ada, sehingga proses pembelajaran SKI dapat berjalan secara optimal dan menghasilkan peningkatan prestasi belajar siswa. Salah satu pendekatan yang berpotensi menjadi solusi atas masalah tersebut adalah metode mind mapping. Mind mapping atau pemetaan konsep hadir sebagai salah satu alternatif metode yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan daya serap dan retensi memori siswa dalam pembelajaran SKI. Teknik ini mengadopsi pendekatan visual yang memungkinkan siswa untuk menyusun informasi dalam bentuk peta konsep yang terstruktur, dengan mengintegrasikan kata-kata kunci, cabang ide, dan elemen simbol. 6 Metodologi ini tidak hanya membantu memperjelas hubungan antar konsep, tetapi juga meningkatkan daya ingat dan pemahaman siswa terhadap materi yang kompleks. Berbagai studi telah menunjukkan efektivitas penerapan mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif, rasa ingin tahu, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Dalam konteks pembelajaran SKI, mind mapping diyakini dapat meningkatkan rasa ingin tahu, kolaborasi, dan toleransi di antara siswa. 7 Lebih lanjut, mind mapping juga dianggap mampu mendorong partisipasi aktif dan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran SKI. Kompleksitas materi SKI yang sarat dengan informasi kronologis dan detail peristiwa sejarah menjadi tantangan tersendiri bagi siswa dalam memahami dan menginternalisasi materi secara komprehensif. Situasi ini diperparah dengan pendekatan pembelajaran yang cenderung konvensional, didominasi metode ceramah, yang berakibat pada menurunnya minat dan motivasi belajar siswa. Dalam aktivitas pembelajaran, teramati bahwa mayoritas siswa yang belum mencapai KKM menunjukkan tingkat partisipasi yang rendah dalam proses belajar mengajar. Mereka cenderung pasif, kurang responsif terhadap penjelasan guru, dan menunjukkan minimnya Jamil Abdul Aziz. Komunikasi Interpersonal Guru dan Minat Belajar Siswa. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Islam. Volume 2 No. 02 tahun 2019. Ria Agustina dan Zuhri Saputra Hutabarat. Teknik Peta Pikiran (Mind mappin. : Motivasi Belajar Melalui Keterampilan Menulis, (Purbalingga: Eureka Media Aksara, 2. , h. Rois Sholikhudin. AuMeningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IX-F Menggunakan Metode Mind mapping pada Mata Pelajaran SKIAy. Jurnal Central Publisher. Vol. No. 3 tahun 2023, h. Abdu Dzil Jalali Wal Ikrom. AuImplementasi Metode Mind mapping pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dalam Meningkatkan Efektivitas Belajar Siswa Kelas VII Di MTs YKUI Maskumambang GresikAy. Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam. Vol. No. 1 tahun 2024, h. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 8 No. 01 2025 | 23 Mutiyara Indah K. Fuji Zakiyatul F antusiasme dalam mengikuti pembelajaran. Lebih lanjut, siswa mengalami kelelahan akibat beban pencatatan materi yang berlebihan. Menghadapi realitas tersebut, diperlukan inisiatif strategis untuk meningkatkan capaian pembelajaran siswa dalam mata pelajaran SKI. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah mengimplementasikan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif, seperti mind mapping, untuk memfasilitasi pemahaman dan daya ingat siswa terhadap materi SKI. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan proses penerapan mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar SKI pada siswa kelas VII MTs Yapima Depok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas metode tersebut sebagai strategi pembelajaran yang mampu mengatasi tantangan dalam memahami materi SKI dan mendorong peningkatan prestasi akademik siswa. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action research (CAR) yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart dengan menggunakan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan utama: perencanaan . , pelaksanaan tindakan . , observasi . , dan refleksi . Adapun pada PTK model Kemmis, pelaksanaan tindakan dan observasi dilakukan secara Rangkaian siklus ini ini akan terus berlanjut sampai tercapai indikator keberhasilan yang ditargetkan. Model ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk secara langsung memperbaiki praktik pembelajaran di kelas berdasarkan hasil refleksi dari siklus Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengajaran guru serta memperbaiki proses pembelajaran dan pencapaian akademik siswa pada mata pelajaran SKI kelas VII-A MTs Yapima Depok dengan menerapkan metode mind Diagram alur penelitian secara umum dapat divisualisasikan sebagai berikut: 10 Fahmi, et. Penelitian Tindakan Kelas Panduan Lengkap dan Praktis, (Indramayu: CV Adanu Abimata, 2. , h. Christiana Demaja W Sahertian. Teknik Merancang Penelitian Tindakan Kelas, (Malang: Literasi Nusantara, 2. , h. 24 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 8 No. Pengingkatan Hasil Belajar SKI Melalui Pendekatan Mind Mapping pada Siswa MTS Yapima Depok Gambar 1. Model PTK Kemmis dan McTaggart Secara umum, penelitian ini dilakukan melalui dua tahap prosedural, yaitu tahap pratindakan atau prasiklus dan tahap pelaksanaan tindakan. Tahap pratindakan penelitian dimulai dengan observasi awal untuk mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran SKI. Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran yang berlangsung dan menganalisis hasil belajar siswa sebelumnya. Setelah masalah teridentifikasi, peneliti menyusun proposal penelitian, menentukan jadwal pelaksanaan, dan mempersiapkan berbagai instrumen yang diperlukan. Selama proses pembelajaran, observer melakukan observasi langsung di kelas, mencatat interaksi siswa dan cara mereka mengonstruksi mind Catatan-catatan kualitatif ini memberikan wawasan tentang bagaimana siswa beradaptasi dengan metode baru ini dan kesulitan apa yang mereka hadapi. Kemudian, penelitian ini diimplementasikan menjadi dua siklus. Permasalahan yang ditemukan pada siklus I menjadi fokus utama untuk diselesaikan pada siklus II. Kegiatan dalam siklus II mengikuti tahapan yang sama seperti pada siklus I, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, namun dilakukan dengan beberapa penyesuaian yang diperlukan untuk mengatasi kendala yang muncul di siklus sebelumnya. Lebih lanjut, peneliti menerapkan parameter kesuksesan dalam penelitian ini sebagai tolak ukur keberhasilan penelitian. 11 Tingkat keberhasilan pada riset ini dapat diamati melalui evaluasi performa akademik peserta didik. Di MTs Yapima Depok, standar ketuntasan yang diberlakukan untuk siswa kelas VII dalam pembelajaran SKI ditetapkan pada nilai 72. Penelitian tindakan kelas ini akan dianggap berhasil apabila 100% siswa kelas VII-A berhasil melampaui standar ketuntasan minimal dalam mata pelajaran SKI. Apabila target tersebut belum tercapai dalam siklus pertama, maka investigasi akan berlanjut ke siklus selanjutnya hingga mencapai sasaran 100% yang telah ditetapkan. Suprapto. Penelitian Tindakan Kelas, (Purbalingga: CV Diva Pustaka, 2. , h. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 8 No. 01 2025 | 25 Mutiyara Indah K. Fuji Zakiyatul F Adapun untuk mengetahui data mengenai peningkatan hasil belajar siswa pada penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa cara sebagai berikut: Mengitung Nilai Hasil Belajar Siswa Menghitung nilai hasil belajar yang diperoleh masing-masing siswa menggunakan rumus di bawah ini:12 Skor = yaeya yaeya Keterangan: Sp = Skor perolehan Sm = Skor maksimal Menghitung Rata-Rata Nilai Rumus untuk menghitung rata-rata nilai siswa di kelas VII-A MTs Yapima Depok adalah:13 yoya XE = yas Keterangan: XE = Rata-rata nilai X = Jumlah seluruh nilai N = Jumlah siswa Menghitung Persentase Ketuntasan Rumus untuk menghitung persentase ketuntasan adalah: yaI yas x 100% Keterangan: P = Persentase ketuntasan F = Jumlah siswa yang mencapai nilai ketuntasan N = Jumlah seluruh siswa Sumardi. Teknik Pengukuran dan Penilaian Hasil Belajar, h. Nana Sudjana. AuDasar-Dasar Proses Belajar Mengajar,Ay (Bandung: CV Sinar Baru Algensindo, 2. , 26 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 8 No. Pengingkatan Hasil Belajar SKI Melalui Pendekatan Mind Mapping pada Siswa MTS Yapima Depok Hasil Penelitian dan Pembahasan Peningkatan Hasil Belajar Berdasarkan hasil observasi awal pada tahap prasiklus, diketahui bahwa proses pembelajaran SKI di kelas VII-A MTs Yapima Depok masih menghadapi beberapa Peneliti menemukan perilaku siswa yang mencerminkan rendahnya minat belajar, seperti sering keluar kelas saat pelajaran berlangsung dan kurang memperhatikan penjelasan guru karena sibuk berbincang dengan teman. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa guru SKI di kelas tersebut hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan metode yang kurang bervariasi ini berdampak pada penurunan semangat belajar siswa, sehingga mereka lebih banyak menjadi pendengar pasif dan minim keterlibatan aktif dalam pembelajaran. 14 Akibatnya, siswa mengalami kesulitan dalam mempertahankan konsentrasi, apalagi mengingat materi SKI yang cukup padat. Kondisi ini akhirnya berpengaruh besar terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Analisis komparatif hasil tes yang dilakukan pada tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II pada pembelajaran SKI dengan pendekatan mind mapping dapat dilihat pada table 1 berikut: Tabel 1 Data Analisis Hasil Tes Prasiklus. Siklus I, dan Sikus II No. Aspek yang diamati Jumlah siswa yang 1 mencapai kriteria 2 Jumlah siswa yang belum mencapai kriteria 3 Jumlah skor total yang diperoleh seluruh siswa 4 Ketuntasan Belajar Klasikal 5 Kategori Prasiklus Siklus I Siklus II Sangat Kurang Kurang Sangat Baik Sumber: Hasil Analisis Data Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 1, terlihat bahwa masih banyak siswa kelas VII-A yang memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dari total Musthofa dan Nur Illahi. AuMetode Pembelajaran dalam Pendidikan IslamAy. Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah. Vol. No. 1 tahun 2023, h. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 8 No. 01 2025 | 27 Mutiyara Indah K. Fuji Zakiyatul F keseluruhan siswa, hanya 8 siswa . %) yang berhasil mencapai nilai di atas KKM, sementara 17 siswa lainnya . %) belum mencapai KKM yang ditetapkan. Data pratindakan ini mengindikasikan bahwa tingkat ketuntasan belajar klasikal berada pada kategori sangat Temuan ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk melakukan intervensi guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Selanjutnya, data hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada siklus I, dengan 16 siswa . %) mencapai ketuntasan, sementara 9 siswa . %) belum tuntas. Meskipun terjadi peningkatan, hasil belajar pada siklus I belum mencapai target keberhasilan yang ditetapkan peneliti. Peningkatan ini merupakan dampak dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang lebih efektif dibandingkan sebelumnya, sehingga berpengaruh positif terhadap tingkat ketuntasan belajar siswa. Proses pembelajaran pada siklus I menunjukkan penerapan mind mapping telah memberikan hasil positif, namun masih perlu perbaikan dalam beberapa aspek terutama dalam hal interaksi edukatif antar siswa, konsentrasi dan manajemen waktu ketika mengerjakan tugas. Dari permasalahan di atas, untuk siklus ke II, peneliti menerapkan strategi penugasan mind mapping secara berkelompok disertai dengan presentasi materi dari hasil karya mind map yang telah dibuat. Hal ini bertujuan meningkatkan kolaborasi antar siswa dan efisiensi pengerjaan Siswa akan berdiskusi, bertukar ide, dan membagi peran dalam kelompok. Selanjutnya pada siklus II, ditemukan bahwa hasil belajar siswa mencapai tingkat Hal ini ditunjukkan dengan pencapaian ketuntasan klasikal yang sempurna yaitu 100%, dimana seluruh siswa kelas VII-A yang berjumlah 25 orang berhasil memenuhi standar. Capaian ini membuktikan bahwa baik secara kolektif maupun individual, nilai rata-rata siswa telah melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh institusi Implementasi penelitian tindakan kelas pada siklus ketiga memperlihatkan perkembangan yang maksimal, tercermin dari peningkatan signifikan dalam dua aspek utama: aktivitas dan hasil belajar siswa. Kualitas aktivitas pembelajaran siswa terkategori dalam dua predikat tertinggi yakni baik dan sangat baik. Sementara itu, hasil belajar siswa menunjukkan nilai rerata 91,6 dengan tingkat keberhasilan kolektif mencapai sempurna 100%, dimana seluruh siswa kelas VII-A berhasil melampaui standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang diberlakukan sekolah. Melihat tercapainya seluruh indikator keberhasilan yang diharapkan, maka rangkaian tindakan perbaikan pembelajaran dinyatakan selesai pada siklus 28 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 8 No. Pengingkatan Hasil Belajar SKI Melalui Pendekatan Mind Mapping pada Siswa MTS Yapima Depok Observasi Aktivitas Mengajar Guru Selain mengamati aktivitas belajar siswa, penelitian ini juga melakukan observasi terhadap aktivitas mengajar guru. Observasi ini bertujuan untuk menilai sejauh mana guru menerapkan pendekatan Mind Mapping dalam proses pembelajaran SKI, serta untuk mengetahui peningkatan kualitas pengelolaan kelas, metode penyampaian materi, dan interaksi guru dengan siswa. Data yang diperoleh dari observasi ini menjadi acuan untuk melakukan refleksi dan perbaikan tindakan pada setiap siklus, guna meningkatkan efektivitas pembelajaran secara keseluruhan. Tabel 3 Data Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru Siklus I dan Siklus II Skor No. Aspek yang Diamati Siklus Siklus 1234 1 2 3 4 Pendahuluan Guru memasuki kelas tepat waktu dan mengucapkan salam Oo Oo Guru mengkondisikan siswa agar siap mengikuti pelajaran Oo Oo Guru mengecek kehadiran siswa Oo Oo Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Oo Oo Kegiatan Inti Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan disampaikan dengan Oo Oo pengalaman peserta didik dengan materi sebelumnya Guru mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang Oo Oo Oo Oo akan dilakukan Guru memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran SKI dengan metode mind mapping Guru memberikan contoh cara membuat mind map kepada siswa mengenai Oo Oo materi khulafaur rasyidin Guru menjelaskan materi khulafaur rasyidin yang telah digambarkan dalam Oo Oo mind map 10 Guru menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa Oo Oo 11 Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya Oo Oo 12 Guru menjawab pertanyaan siswa dengan jelas Oo Oo IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 8 No. 01 2025 | 29 Mutiyara Indah K. Fuji Zakiyatul F Penutup 13 Guru menyimpulkan materi pembelajaran Oo 14 Guru memberikan tes tertulis untuk mengukur pemahaman siswa mengenai Oo Oo Oo materi khulafaur rasyidin 15 Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya Oo 16 Guru menutup pelajaran dengan doAoa dan salam Jumlah Skor yang Diperoleh Kriteria Keberhasilan Oo Oo Oo Baik Sangat Baik Berdasarkan data yang ditampilkan pada tabel 3 di atas, kinerja guru pada siklus I terlaksana dengan baik, dengan mayoritas aspek mendapat skor 3 (Bai. atau 4 (Sangat bai. Guru menunjukkan performa sangat baik dalam manajemen kelas, implementasi metode mind mapping, dan interaksi dengan siswa. Namun, beberapa aspek seperti penyimpulan materi masih perlu ditingkatkan. Selanjutnya pada siklus II, hasil observasi menunjukkan peningkatan signifikan dan mencapai kategori sangat baik. Pada siklus II, tingkat partisipasi siswa meningkat melalui aktivitas kelompok dalam pembuatan dan presentasi mind map. Guru juga memberikan pendampingan selama proses pembuatan mind map, sehingga memudahkan siswa memahami teknik pembuatan mind map yang tepat untuk materi khulafaur rasyidin. Hasil ini menunjukkan bahwa guru dapat dikatakan telah memenuhi peran utamanya sebagai fasilitator dalam ruang kelas untuk memfasilitasi peserta didik selama kegiatan belajar mengajar agar mencapai hasil yang maksimal, sebagaimana tugasnya sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, penilai dan pengevaluasi. Observasi Aktivitas Belajar Siswa Untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa, dilakukan observasi secara sistematis selama pelaksanaan tindakan. Observasi ini bertujuan untuk memantau perubahan perilaku belajar siswa, tingkat partisipasi dalam kegiatan pembelajaran, serta peningkatan hasil belajar setelah penerapan pendekatan mind Data yang diperoleh dari observasi ini menjadi dasar dalam mengevaluasi keberhasilan tindakan yang telah dilakukan pada setiap siklus. Jamil Abdul Aziz. Ahmad Solihin, dan Guntur Wijaya. Peran Guru Akidah Akhlak Dalam Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama Pada Siswa. Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam. Volume 7 No. 30 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 8 No. Pengingkatan Hasil Belajar SKI Melalui Pendekatan Mind Mapping pada Siswa MTS Yapima Depok Tabel 2 Data Hasil Obsevasi Aktivitas Siswa Siklus I dan Siklus II Skor No. Aspek yang Diamati Siklus Siklus Memperhatikan penjelasan guru Respon terhadap pertanyaan Jumlah siswa yang konsentrasi saat mengerjakan tugas Jumlah siswa yang memiliki kemampuan menyelesaikan tugas tepat waktu 52% Jumlah siswa yang memiliki kemampuan berbagi pengetahuan dengan teman 48% Kriteria Keberhasilan Cukup Sangat Baik Sumber: Hasil Analisis Data Data observasi aktivitas belajar oleh siswa yang dimuat pada Tabel 2 menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pembelajaran SKI melalui pendekatan mind mapping. Berdasarkan pengamatan aktivitas siswa pada siklus pertama, tampak bahwa predikat baik hanya tercapai dalam aspek atensi siswa terhadap penyampaian materi oleh guru. Sementara itu, beberapa aspek kegiatan lainnya masih terkategori cukup baik dan kurang baik, ditandai dengan persentase kegiatan yang belum mencapai 70%. Kondisi ini tentu memberikan dampak pada hasil belajar siswa. Perkembangan semakin nyata pada siklus kedua, dimana aktivitas siswa menunjukkan kemajuan yang substansial dengan hanya menyisakan dua kategori tertinggi yaitu baik dan sangat baik. Adanya peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II tentu tidak terjadi begitu saja, melainkan sebagai hasil dari beberapa faktor yang saling berkaitan. Pada siklus II, penerapan pendekatan mind mapping dilakukan dengan lebih optimal. Guru mampu memperjelas instruksi dan memberikan contoh mind mapping yang lebih konkret, sehingga siswa lebih memahami cara mengembangkan ide-ide mereka dalam bentuk peta pikiran. Selain itu, pengalaman siswa pada siklus I membuat mereka lebih siap dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran pada siklus II. Jika sebelumnya siswa masih terlihat ragu dan IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 8 No. 01 2025 | 31 Mutiyara Indah K. Fuji Zakiyatul F pasif, pada siklus II mereka mulai menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang lebih aktif. Aktivitas belajar meningkat karena siswa merasa lebih tertantang untuk berkreasi dalam menyusun mind mapping mereka sendiri, baik secara individu maupun dalam kelompok. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran memang berpengaruh terhadap hasil belajar. Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian Ulfatus Sa'adah dan Jati Ariati, yang menemukan adanya hubungan signifikan antara student engagement . eterlibatan sisw. dengan prestasi akademik pada mata pelajaran matematika. Semakin tinggi student engagement, semakin tinggi pula prestasi akademik siswa. Perbaikan strategi guru juga menjadi faktor penting dalam peningkatan ini. Guru lebih efektif dalam mengelola waktu, memberikan kesempatan berdiskusi, serta membangun suasana kelas yang lebih interaktif. Sangat penting bagi guru untuk menentukan penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan menyenangkan agar menciptakan proses pembelajaran yang efektif. 17 Pada akhirnya, pendekatan ini akan membuat siswa merasa lebih dihargai dan lebih berani untuk berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, seiring berjalannya waktu, siswa mulai beradaptasi dengan metode baru ini. Jika pada awalnya mereka membutuhkan waktu untuk memahami konsep mind mapping, pada siklus II mereka sudah lebih akrab dengan teknik ini dan mampu menggunakannya dengan lebih efektif. Adaptasi ini turut berkontribusi terhadap peningkatan konsentrasi dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran SKI. Dengan berbagai perbaikan dan adaptasi tersebut, peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II dapat dikatakan sebagai hasil dari kombinasi antara perbaikan strategi pembelajaran, meningkatnya motivasi dan kepercayaan diri siswa, serta pemahaman yang lebih baik terhadap metode mind mapping itu sendiri. Kesimpulan Berdasarkan temuan dari penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan di kelas VII-A MTs Yapima Depok, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan mind mapping secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar SKI siswa. Hal ini dapat dibuktikan pada meningkatnya presentase ketuntuntasan pembelajaran, dari kategori sangat kurang ketika prasiklus hingga bisa mencapai kategori sangat baik pada siklus II. Temuan penelitian Ulfatus SaAoadah dan Jati Ariati. AuHubungan antara Student Engagement (Keterlibatan Sisw. dengan Prestasi Akademik Mata Pelajaran Matematika pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 9 SemarangAy. Jurnal Empati. Vol. No. 1 tahun 2018, h. Arsyad. Zaenal Abidin Riam. Hayatun Nufus. Penerapan Metode Fun Learning Untuk Meningkatkan MinatBelajar Al-QurAoan Peserta Didik di Pondok Tahfizh dan Tilawah Bayt El Hikmah Depok. Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam. Volume 7 No. 02 tahun 2024. 32 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 8 No. Pengingkatan Hasil Belajar SKI Melalui Pendekatan Mind Mapping pada Siswa MTS Yapima Depok mengungkapkan bahwa pada siklus I, ketuntasan klasikal mencapai 64% . dari 25 sisw. dengan kategori kurang yang menunjukkan adanya efektivitas awal penerapan metode mind mapping dalam pembelajaran. Kemudian pada siklus II, hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang maksimal pada ketuntasan hasil belajar siswa yakni mencapai 100%, dimana seluruh siswa di kelas VII-A telah mencapai ketuntasan dalam pembelajaran SKI. Dengan demikian. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan retensi materi SKI yang tercermin dalam peningkatan hasil belajar siswa. Keberhasilan peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode mind mapping menunjukkan bahwa teknik ini dapat menjadi alat yang efektif dalam membantu siswa mengorganisir dan memahami informasi yang kompleks pada mata pelajaran SKI. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pendekatan mind mapping terbukti memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI. Namun demikian, penelitian ini tentu masih memiliki ruang untuk dikembangkan lebih Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar penelitian-penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan dan pendekatan yang digunakan. Pertama, bagi peneliti lain disarankan untuk menerapkan pendekatan mind mapping di sekolah atau madrasah lain, hal ini penting untuk mengetahui apakah efektivitas pendekatan ini bersifat umum atau hanya relevan dalam konteks tertentu. Kedua, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan pendekatan mind mapping dengan metode pembelajaran lain, seperti pembelajaran berbasis proyek, pendekatan kontekstual, atau model pembelajaran kooperatif. Dengan perbandingan ini, akan diketahui pendekatan mana yang lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Daftar Pustaka