PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Implementasi Kepemimpinan Kristen dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan yang Dikelola Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Pipin Sumantrie, 2Ewin Johan Sembiring Akademi Keperawatan Surya Nusantara Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara pipinsitorus99@gmail. com, 2ewinjohan@gmail. Abstract: The role of education is a very important process in improving the human resources of a The educational backwardness of a country is a serious obstacle in improving the welfare of a In educating the nation's children, the role of the private sector is needed in providing The role of the private sector in this case is education managed by the Seventh-day Adventist Church, especially the North Sumatra Region, has contributed to providing education, but has not been optimal in providing quality education standards, this can be seen by looking at indicators, infrastructure that is lacking adequate, accreditation status has not been maximized, and has not become the main choice of students, especially in the area of North Sumatra. This is a serious concern for the management of educational institutions under the Adventist Education Foundation. this case the Church has a role in improving the quality of education through the role of Christian Christian leaders will certainly be able to improve the quality of education of an institution, especially one managed by the Church. Keywords: Christian leadership. seventh-day adventist church Abstrak: Peranan pendidikan merupakan suatu proses yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia suatu bangsa. Keterbelakangan pendidikan suatu negara merupakan suatu hambatan serius dalam meningkatkan kesejahteraan suatu bangsa. Dalam mencerdaskan anak bangsa, peran swasta dibutuhkan dalam penyelenggaraan pendidikan. Peran swasta dalam hal ini pendidikan yang dikelola oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, khususnya Wilayah Sumatera Utara, telah berkontribusi dalam menyelenggarakan pendidikan, namun belum secara maksimal dalam memberikan standar pendidikan yang berkualitas, hal ini dapat dilihat dengan melihat indikator, sarana prasarana yang kurang memadai, status akreditasi belum maksimal, serta belum menjadi pilihan utama peserta didik, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Hal ini menjadi salah satu perhatian yang serius bagi pengelola institusi pendidikan di bawah Yayasan Pendidikan Advent. Dalam hal ini. Gereja memiliki peranan dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui peran pemimpin yang Kristiani. Pemimpin yang Kristiani dipastikan akan dapat meningkatkan mutu pendidikan suatu Institusi khususnya yang dikelola oleh Gereja. Kata kunci: Kepemimpinan Kristen. gereja masehi advent hari ketujuh Pendahuluan Institusi pendidikan merupakan salah satu pilar yang dapat meningkatkan derajat suatu bangsa. Presiden Republik Indonesia yang pertama. Ir. Sukarno, pernah menyampaikan sebuah selogan AuRaihlah ilmu sampai ke negeri CinaAy. Peranan pendidikan merupakan suatu proses yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia. Dalam suatu bangsa, keterbelakangan pendidikan, merupakan suatu hambatan serius dalam meningkatkan PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 kesejahteraan bangsa tersebut. Setiap masyarakat berhak mendapatkan suatu pendidikan yang layak, dan berkualitas, hal ini sejalan dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, yang menyatakan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara, kemudian diperkuat dalam pasal 31 ayat 1, yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran, sementara pada ayat 2 dituliskan bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang diatur dalam undang-undang No 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam implementasi mencerdaskan anak bangsa, pemerintah dalam penyelenggara pendidikan dibantu oleh pihak swasta yang berkomitment dalam menyelenggarakan Dalam hal ini Gereja Masehi Advent hari Ketujuh (GMAHK) termasuk, salah satu Yayasan Gereja yang ikut mencerdaskan bangsa melalui pengelola pendidikan. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Sumatera Kawasan Utara, telah menyelenggarakan pendidikan sejak 199 tahun yang lalu. Sekitar tahun 1921 Sekolah bahasa Inggris (Batakland English Schoo. telah dibuka oleh Missionaris Advent yang datang ke Sumatera di Desa Sipogu, atas kebaikan Kepala Desa Sipogu bernama Mangaraja Laut yang menyediakan sebidang tanah. Dalam tempo waktu yang relative singkat terdaftar 175 pelajar yang datang dari berbagai penjuru Tanah Batak. Sekolah Batakland English School (BES) bertambah maju dan pada tahun 1922 Pemerintah setempat memberikan sewa tanah seluas 20 hektar sebagai kampus BES, namun setelah penjajahan Jepang pada tahun 1942 Pimpinan Sekolah BES Pdt G. A Wood ditangkap dan dipenjarakan dan akhirnya meninggal, aktifitas pendidikan di BES dihentikan, dan setelah Belanda masuk kembali Tapanuli, sekolah BES sudah terbakar, dan tidak ada aktifitas pendidikan dijalankan. (Tambunan 1. Setelah Kemerdekaan. Institusi pendidikan di Sumatera Utara yang di kelolah GMAHK mulai berkembang dan bertambah di berbagai wilayah Sumatera Utara, mulai dari tingkatan. Sekolah Dasar (SD). Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menegah Atas (SMU), sebanyak 57 Institusi yang terdiri dari SD berjumlah 39 sekolah. SMP berjumlah 21 sekolah. SMA 9 sekalah, dan Perguruan Tinggi (PT) Advent sebanyak 3 PT, dengan jumlah guru dan Dosen sebanyak 500 orang. Dalam perjalanan pengelola pendidikan di wilayah Sumatera Utara. Yayasan pendidikan GMAHK khususnya di wilayah Sumatera Utara, mengalami berbagai permasalahan pengelolaan, hal ini dapat dilihat dari tutupnya beberapa sekolah yang terdapat di beberapa daerah, jumlah murid yang sedikit, bahkan fasilitas yang terbatas. Masih tertinggalnya pengelolaan mutu pendidikan pada Institusi Pendidikan yang di kelolah oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), khususnya Wilayah Sumatera Utara, dengan melihat Indikator, sarana prasaran yang kurang memadai, status akreditasi yang belum maksimal, serta jumlah peminat peserta didik yang kurang, yang terdapat di dilayah Sumatera Utara, dibandingkan pada yayasan pendidikan di bawah payung keagamaan lain, seperti Katolik. Muhamadiah, dan denominasi lainnya, hal ini menjadi salah satu perhatian yang serius bagi pengelola institusi pendidikan di bawah Yayasan pendidikan GMAHK. Sistem manajemen/kepemimpinan pendidikan yang kurang professional, keterbatasan SDM yang sesuai dengan profesi, serta keterbatasan anggaran operasional yang memadai. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 menjadi permasalah klasik yang dialami oleh sekolah-sekolah yang di kelola oleh Yayasan GMAHK, khususnya wilayah Sumatera Kawasan Utara. II. Metode Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini, pendekatan yang dilakukan adalah dengan survey awal, wawancara, dan studi pustaka . ibrary researc. Survey awal yang dilakukan oleh peneliti ialah dengan melihat secara langsung, beberapa institusi yang berkaitan dengan tema penelitian penulis, dalam melakukan teknik wawancara, peneliti melakukan secara langung dengan informan, yang terkait dengan sistem manajemen serta pengelolaan sistem Studi pustaka sangat membantu peneliti dalam mengumpulkan informasi, sehubungan dengan data-data terkait penelitian yang diantaranya asal mula pendidikan berlangsung, sistem pendidikan yang berlaku, serta doktrin dalam menjalankan pendidikan Adapun analisa yang dilakukan adalah dengan cara deskriptif kualitatif, dimana melihat peran kepemimpinan Kristen dalam meningkatkan mutu pendidikan yang dikeloa oleh Gereja. Hasil dan Pembahasan Kepemimpinan Ralph M. Stagdlil dalam (Sopiah 2. melakukan survey mengenai riset dan teori kepemimpinan menyatakan bahwa jumlah batasan atau defenisi yang berbeda-beda mengenai kepemimpinan hampir sama banyaknya dengan jumlah orang yang mencoba memberikan batasan tentang konsep tersebut. Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai kepemimpinan manajerial dalam proses mengarahkan dan mempengaruhi aktifitas yang berkaitan dengan tugas dari anggota kelompok. Ada tiga implikasi penting dari batasan kepemimpinan, yaitu: Pertama. Kepemimpinan harus melibatkan orang lain, yaitu bawahan atau pengikut. Karena kesediaan mereka menerima pengarahan dari pemimpin, anggota kelompok membantu menegaskan status pemimpin dan memungkinkan terjadinya proses kepemimpinan. Tanpa bawahan maka semua sifat kepemimpinan seorang manager akan menjadi tidak relevan. Kedua. Kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan yang tidak sama diantara pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan beberapa aktifitas anggota kelompok, yang caranya tidak sama antara pemimpin yang satu dengan pemimpin yang lain. Ketiga. Disamping secara sah mampu memberikan perintah atau pengarahan kepada bawahan atau pengikutnya, pemimpin juga dapat mempengaruhi bawahan dengan berbagai cara. Selanjutnya (Sopiah 2. mengemukakan bahwa terdapat lima dasar kekuasaan dalam menjalankan suatu kepemimpinan: Kekuasaan imbalan. Kekuasaan paksaan. Kekuasaan yang sah. Kekuasaan referensi, dan kekuasaan ahli. Semakin besar sumber kekuasaan yang tersedia bagi manager maka semakin besar potensinya untuk menjalankan kepemimpinan yang efektif. Selain dasar dalam kepemimpinan, cultur organisasi, sifat dari tugas, aktifitas kerja, serta faktor pengalaman manajerial seseorang. Tak ada satu ciripun yang berlaku sama PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 untuk semua pemimpin yang efektif. Tak satupun gaya yang paling efektif untuk semua Bagaimana situasi kerja mempengaruhi seorang manager bergantung kepada persepsinya mengenai situasi yang bersangkutan. Seorang manager yang salah mengartikan suatu situasi mengkin hanya dapat memahami dimensi yang sesungguhnya secara bertahap. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pemimpin mencakup kepribadian, pengalaman masa lampau, dan harapan dari pemimpin tersebut, harapan dan prilaku atasan, karakteristik, harapan dan prilaku bawahan, persyaratan tugas, kultur, kebijaksanaan organisasi dan harapan serta perilaku rekan. Pada gilirannya faktor-faktor ini juga mempengaruhi pemimpin. Proses pengaruh tersebut bersifat timbal balik antara pemimpin dan anggota kelompok, saling mempengaruhi hingga mempengaruhi efektifitas kelompok secara keseluruhan. Hubungan pemimpin dengan anggota berkaitan dengan derajat kualitas emosi dari hubungan tersebut, yang mencakup tingkat keakraban dan penerimaan anggota terhadap Semakin yakin dan percaya anggota kepada pemimpinnya, semakin efektif kelompok dalam mencapai tujuannya. Dalam hubungan pemimpin dengan anggotanya perlu diperhatikan antisipasi kepuasan anggota dan harus dipadukan dengan tujuan kelompok, motivasi anggota dipertahankan tinggi, kematangan anggota dalam pengambilan keputusan dan adanya tekat yang kuat dalam mencapai tujuan. (Slamet 2. Faktor-faktor penting yang terdapat dalam pengertian kepemimpinan: pendayagunaan pengaruh, hubungan antar manusia, proses komunikasi dan pencapaian suatu tujuan. Kepemimpinan tergantung pada kuatnya pengaruh yang diberi serta intensitas hubungan antara pemimpin dengan (Ginting 1. Gaya kepemimpinan yang ada dalam suatu kelompok atau masyarakat tergantung pada situasi yang terdapat pada kelompok/ masyarakat tersebut. Dalam situasi yang sangat menguntungkan atau sangat tidak menguntungkan cenderung gaya kepemimpinannya bersifat Pada situasi dimana hubungan antara anggota dengan pemimpinnya sedang-sedang saja atau anggota kelompok sangat dipentingkan maka gaya kepemimpinan lebih diarahkan pada gaya kepemimpinan demokratis. Sebagai pemimpin kelompok, seseorang harus berperan mendorong anggota beraktivitas sambil memberi sugesti dan semangat agar tujuan dapat tercapai. Segala masukan yang datang dari luar, baik berupa ide atau gagasan, tekanan- tekanan, maupun berupa materi, semuanya harus diproses di bawah koordinasi pemimpin. Untuk ini, pemimpin perlu berperan sebagai: pengerak, pengawas, martir, pemberi semangat, bertanggung jawab. Menurut Covey dalam (Yuliani 2. terdapat peran seorang pemimpin dalam suatu kelompok/organisasi yaitu sebagai Pathfinding . encarian alu. , dimana seorang pemimpin harus dapat melakuakan suatu kebutuhan pelanggan melalui suatu perencanaan strategis yang disebut the strategic pathway . alur strateg. , selanjutnya seorang pemimpin harus dapat menyelaraskan struktur, sistem dan operasional organisasi dalam pencapaian visi dan misi dalam memenuhi kebutuhan - pelanggan dan pemegang saham lain yang terlibat. Dan yang terakhir harus dapat melakukan pemberdayaan, dengan melibatkan orang lain dalam mencapai visi dan misi yang telah di tentukan oleh pimpinan. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Selanjutnya (Sulaksana 2. menyatakan bahwa pemimpin kelompok memiliki peranan diantaranya adalah: . Membantu kelompok dalam mencapai tujuannya, . Memungkinkan para anggota memenuhi kebutuhan, . Mewujudkan nilai kelompok, . Merupakan pilihan para anggota kelompok untuk mewakili pendapat mereka dalam interaksi dengan pemimpin kelompok lain, . Merupakan seorang fasilitator yang dapat menyelesaikan konflik kelompok. Kepemimpinan Kristen Setiap manusia dijadikan oleh Allah sebagai seorang pemimpin (Ul. Naskah Firman Tuhan mengatakan AuTuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setiaAy. (Sembiring 2. menjelaskan bahwa, seorang pemimpin Kristen harus memiliki keyakinan pribadi bahwa dalam pelayanannya merupakan panggilan Allah, dan seorang pemimpin harus menyadari akan karunia roh yang dimilikinya. Di dalam Galatia 5:13 AuSaudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasihAy, selanjutnya naskah Alkitab dalam 1 Petrus 4:10-11 menekankan bahwa AuLayanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allahl jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! AminAy. Tambunan menjelaskan kata AupemimpinAy berasal mula dari bahasa Yunani diterjemahkan dari kata benda: hodegos . emimpin, penuntun, pembimbin. Dalam bentuk kata kerja dipakai kata: hodegein . emimpin, menuntun, membimbin. Dalam Perjanjian Baru kata hodegos dan hodegein dipakai secara bervariasi. Pada satu pihak kedua kata itu dipakai dalam pengertian yang negatif. Namun di pihak lain, kedua kata itu juga dipakai dalam arti yang positif . (Tambunan 2. Maka dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan itu berkaitan dengan pengaruh, pemimpin yang ideal adalah seseorang yang memiliki hidup dan karakter yang dapat mendorong orang lain untuk meneladaninya. Selanjutnya. Jeff Hammond, dalam (Tambunan 2. menjelaskan: AuSeorang pemimpin harus mempengaruhi sikap dan tindakan orang, seorang pemimpin adalah seorang yang orang lain mau ikutiAy. Kalau pemimpin tidak memiliki kemampuan untuk memberikan dorongan kepada yang lain untuk mengikut dia, maka sesungguhnya pemimpin tersebut adalah pemimpin yang gagal. Pemimpin harus mampu mengarahkan orang lain mengikut dia tanpa ada unsur paksaan, baik itu melalui iming-iming hadiah, maupun ancaman tetapi karena wibawa dan cara hidup yang benar dan layak diteladani dari pemimpin tersebut. (Tambunan 2. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Dalam mencari dan menentukan seorang pemimpin, maka para calon-calon pemimpin tersebut haruslah memenuhi persyaratan-persyaratan rohani yang di tuntut dalam Firman Allah, didalam 1 Timotius 3:8-13, menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang yang benar, dan telingannya kepada permohonan mereka yang meminta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat. Tugas dan tanggung jawab seorang pemimpin dalam menjalanakan pekerjaannya harus memiliki kriteria-kriteria yang sesuai dengan standar Kristus. (Sembiring 2. menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, yang dapat dipercayakan oleh Tuhan sebagai berikut: Seorang pemimpin harus memulai dengan rendah hati, pergunakanlah kedudukan untuk memperbaiki orang lain dan memuliakan Allah. Pemimpin harus menonjolkan sifatsifat rohani sebagai cirri kepemimpinan. Seorang pemimpin harus memimpin dengan berpedoman kepada Firman Allah, banyak berdoa, dan memohon pimpinan dan kuasa Roh Kudus. Seorang pemimpin melaksanakan tugas kepemimpinannya dimasa senang maupun susah. Seorang pemimpin harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan sungguhsungguh dan kesetiaan. Seorang pemimpin melancarkan semua gerak sarana, orang maupun barang, dengan tujuan untuk memuliakaj Tuhan tentunya. Seorang pemimpin penuh pertimbangan semua ide-ide manusia dengan hikmat Allah. Seorang pemimpin menghindari keinginan untuk mengeksploitir pelayanan atau kedudukan untuk kepentingan pribadi. Selain memiliki kemapuan dalam dalam kepemimpinan dan sifat religius, seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang luas, sehubungan dengan teknologi yang ada pada saat ini. (Ronda 2. Para pemimpin patut menghadirkan keberanian untuk melakukan terobosan pelayanan dalam masuk ke dunia digital. Kemudian para pemimpin perlu belajar dan terus belajar perkembangan dunia digital agar dapat mengusasi perkembanagan teknologi yang ada pada saat ini. (Ronda 2. Mutu Pendidikan Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat diperhatikan oleh Tuhan Allah, agar rencana-Nya yang besar itu dapat bagi umat manusia di muka dunia, maka tidaklah menjadi suatu yang mengherankan keterlibatan umat-umat Allah haruslah terlibat di dalamnya. Hal ini memungkinkan bahwa setiap orang percaya adalah komponen penting dalam rencana agung Tuhan Allah. Itulah sebabnya, ketika kata "pendidikan" dikumandangkan, maka yang terlibat di dalamnya seharusnya bukan hanya guru dan murid, melainkan seluruh orang percaya di muka bumi. Tugas pengajaran tidak hanya dibebankan pada pundak guru, hal ini adalah tugas setiap orang percaya sebagai pendidik, termasuk juga tugas utama orangtua. (Anon 2. Dalam menjalankan Institusi pendidikan sangat perlu memperhatikan standar mutu (Prawirosentono 2. , menjelaskan bahwa mutu suatu produk adalah Aukeadaan fisik, fungsi dan sifat suatu produk bersangkutan yang dapat memenuhi selera dan kebutuhan konsumen dengan memuaskan sesuai nilai uang yang telah dikeluarkanAy Selanjutnya, (Pohan. I 2. menjelaskan lebih kauh bahwa mutu adalah ketersediaan dalam menyediakan keinginan ataupun kebutuhan konsumen, melalui barang atau jasa yang terbaik mutunya. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Mutu adalah seluruh karakteristik dari suatu produk barang/jasa yang memuaskan kebutuhan tersurat atau tersirat. Pengertian mutu memiliki variasi sebagaimana didefinisikan oleh masing-masing pihak. Produsen . enyedia barang/jas. atau konsumen . engguna/pemakai barang, jas. akan memiliki definisi yang berbeda mengenai mutu barang/jasa. Perbedaan ini mengacu kepada orientasi masing-masing pihak mengenai barang/jasa yang menjadi objeknya. Dengan kata lain jika kita berbicara tentang mutu, maka kita akan berbicara tentang kepuasan konsumen. Sesuatu yang bermutu baik itu Barang/jasa adalah yang dapat memberikan kepuasan baik bagi pelangan maupun konsumennya. (Suhardan et al 2. Dalam meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Anon 2. dikemukakan bahwa: pengelolaan satuan pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi, akuntabilitas, jaminan mutu, dan evaluasi yang transparan. Dengan menyelenggarakan penjaminan mutu diharapkan PTS mampu berkembang secara berkelanjutan. Pendidikan kesehatan yang profesional harus fokus tentang bagaimana siswa dapat belajar untuk pemecahan masalah serta memiliki kualitas perbaikan terus-menerus (Continuous Quality Improvement/CQI). Perbaikan harus didasarkan pada membangun pengetahuan dan mengaplikasikannya dengan tepat, pengetahuan diperlukan untuk perbaikan terus menerus. Penerapan CQI dalam program pendidikan para mahasiswa akan memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan teknik untuk memecahkan suatu permasalahan yang mereka temukan ditempat mereka bekerja. Agar CQI dapat terlaksana bagi para mahasiswa maka metode Personal Improvement Project (PIP) adalah cara yang efektif dilaksanakan oleh para siswa. Selain itu, komitmen dosen adalah penting untuk mengintegrasikan pembelajaran CQI ke silabus. (Pagitt and Janes 2. Kualitas suatu institusi pendidikan sangat perlu ditingkatkan melalui penjaminan mutu. Hal ini dilakukan, bukan saja untuk kepentingan perguruan tinggi yang bersangkutan tetapi juga untuk kepentingan stakeholders dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Perguruan tinggi yang menjamin mutu pendidikannya dan sekaligus mutu lulusannya akan diminati (Hanushek 2. menekankan bahwa fokus pada sekolah lebih dari pada kualitas sekolah adalah seperti memperluas kuantitas tanpa benar-benar memperluas modal manusia. Dalam menjalankan suatu Institusi pendidikan peningkatkan kualitas pendidikan sangat perlu diperhantikan, dimana komponen sumber daya pendidikan menjadi suatu indicator penting. Sumber daya pendidikan meliputi segala sesuatu yang bernilai dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan dan mengembangkan sikap yang diinginkan dalam (Council 1. Dalam melihat indikator mutu pendidikan terdapat dua kategori yang dapat dijadikan standar yaitu Institusi/lembaga sebagai penyedia jasa pendidikan . ervice provide. , dan siswa sebagai pengguna jasa . ostumer/stakeholde. Selanjutnya indikator peningkatan mutu pendidikan di sekolah dilihat pada setiap komponen pendidikan antara lain: kualitas alumni, keprofesionalan staf pengajar, pimpinan institusi, staf sekolah . enaga administrasi, laporan dan teknisi, tenaga kependidikan, proses belajar mengajar, sarana dan prasarana, pengelolaan PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 keuangan institusi, implementasi kurikulum, sistem penilaian dan komponen-komponen (Sallis 2. Filosofi Pendidikan Advent Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) adalah satu denominasi Kristen di dunia, yang oleh keyakinan dan praktik keagamaan yang terikat satu sama lain menunjuk ke universalan, satu organisasi gereja yang meliputi seluruh dunia dan bekerja melalui wilayahwilayah. Gereja yang bersifat misionaris ini mendirikan sekolah-sekolah, mulai dari Taman Kanak-kanak hingga Perguruan Tinggi/Universitas . 5 sekolah yang terdiri dari 101 Perguruan Tinggi/Universitas, 37 Sekolah Pelatihan Pekerja Ladang Misi, 1385 Sekolah Lanjutan, 5322 Sekolah Dasar, dengan jumlah siswa dan mahasiswa 1. 758 orang, statistic Departeman Pendidikan Advent General Confrence/AS). Demikianlah sekolah-sekolah itu dijalankan menurut petunjuk Alkitab . yang diperluas melalui tulisan-tulisan Roh Nubuat yang tujuan utamanya ialah membentuk tabiattabiat yang menyerupai tabiat Kristus dan kehidupan-Nya di dalam diri setiap peserta didik. (Tambunan 2. Selanjutnya (Tambunan 2. mengemukakan bahwa sistem pendidikan Advent bertujuan untuk memperkembangkan di dalam diri anak didik satu kesanggupan untuk menghormati hak, kesempatan, dan tanggung jawab orang lain, mempersiapkan anak didik secara keseluruhan, menyanggupkan dia dapat hidup lebih berdaya guna di dunia sekarang, dan dunia akan datang, menolong untuk memperoleh, bukan hanya saja pengetahuan,keterampilan, dan kemampuan yang memadai dalam pelbagai disiplin ilmu secara akademis, tetapi juga membangun keyakinan, cita-cita yang tinggi supaya menjadi seoarang anggota masyarakat yang berdaya guna, menuntun anak didik agar dapat berpikir kritis dan sanggup memilih dan menentukan yang baik pada dirinya, menolong anak didik bertumbuh dalam satu hubungan yang akrap dengan Allah, menolong anak didik agar menyadari kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga Negara yang baik, dengan demikian ia dapat berpikir lebih positif untuk dapat memenuhi tujuan umum dan tujuan khusus masyarakat luas dan masyarakat gereja dimana ia tinggal. Dengan demikian sistem pendidikan Advent tidak hanya sekedar sistem persekolahan, tetapi lebih dari pada itu, yaitu segala usaha yang dapat di buat untuk membentuk kehidupan yang seimbang dan harmoni diantara kuasa-kuasa fisik, mental dan spiritual. Jemaat Masehi Advent Hari Ketujuh, menyadari bahwa Allah. Khalik semesta alam adalah sumber pengetahuan dan akal budi. Dalam gambar-Nya. Allah menjadikan manusia Tetapi oleh karena dosa, manusia kehilangan keaslian dirinya, dan pendidikan Kristen melalui iman dalam Kristus, memulihkan gambar Pencipta-Nya pada manusia, memperkembangkan pada dirinya suatu persiapan praktis untuk melayani sesame. Jemaat GMAHK percaya bahwa pengetahuan akan pribadi Allah tidak pernah dapat diperoleh melalui akal manusia semata, tetapi Allah telah menghubungkan sifat, maksud dan rencanaNya dengan perantaraan wahyu ilahi. Kitab Suci diberikan melalui ilhaman Allah yang berisi wahyu kehendak-Nya kepada manusia. Dalam hal ini jemaat GMAHK menerima wahyu PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 sebagai penuntun utama dalam filsafat pendidikan. Mereka percaya bahwa guru-guru adalah hamba-hamba Allah dan para siswa dan mahasiswa adalah anak-anak Allah. (Tambunan Raja Salomo, raja yang paling arif yang pernah hidup di dunia ini, pernah mengatakan,AyDidiklah orang muda pada jalannya, maka pada masa tuanya dia tidak akan meninggalkannyaAy, peran pendidikan sangat penting dalam membentuk karakter dan tabiat manusia melalui pendidikan dan pelatihan maka kebaikan, kesalehan, kebenaran, kesucian, pengendalian diri, ketuhanan, mengasihi Allah serta mengasihi sesama manusia. (White 2. Selanjutnya (White 2. mengatakan tidak ada pekerjaan yang setiap kali dikerjakan oleh manusia, menurut kepedulian dan keterampilan yang lebih besar dari pada melatih dan mendidik orang-orang muda dan anak-anak dengan tepat. Pelatihan seorang anak haruslah dilakukan dengan cara yang berbeda dari pelatihan yang dilakukan terhadap hewan-hewan yang tidak dapat berpikir. Hewan itu hanyalah dibiasakan dengan kebiasaan majikannya. tetapi seorang anak haruslah diajar untuk mengendalikan dirinya sendiri. Kemauannya haruslah dilatih untuk menuruti perintah dan akal sehatnya serta hati nuraninya, sejauh memungkinkan, setiap anak haruslah dilatih untuk mandiri, dengan menyuruhnya mengadakan latihan didalam banyak macam pelajaran, dia akan belajar mengenali kekuatan dan kelemahannya sendiri. Seorang guru yang bujak akan mengarahkan perhatian khusus untuk mengembangkan bagian mana yang paling lemah, agar anak tersebut dapat membentuk tabiat yang seimbang dan harmonis. (White 2. menjelaskan bahwa pendidikan yang benar adalah lebih daripada mengejar suatu arah pelajaran tertentu. Itu ada kaitannya dengan segenap jiwa raga, dan mencakup sepanjang masa kemungkinan adanya manusia. Itu adalah perkembangan yang harmonis dari pada kekuatan-kekuatan jasmani, pikiran dan rohani. Itu menyiapkan anak didik supaya senang bekerja di dunia ini dan lebih tinggi kesenangannya dalam pekerjaan yang lebih luas di dunia yang akan datang. Sumber pendidikan seperti ini diungkapkan dalam kata-kata Firman kudus yang menunjuk kepada Yang Makakuasa: Dalam Dialah Autersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuanAy (Kolose 2:. Au Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertianAy (Ayub 12:. Karena Allah adalah sumber semua pengetahuan yang benar, sebagaimana yang kita lihat, maka tujuan pertama pendidikan itu ialah mengarahkan pikiran kita kepada pengungkapan-Nya sendiri mengenal diri-Nya. Kitab suci adalah standar kebenaran yang sempurna, dan dengan demikian itu harus di beri tempat yang paling tinggi dalam pendidikan. Untuk mencapai pendidikan yang sesuai dengan namanya, kita harus menerima pengetahuan tentang Allah, sang pencipta, dan tentang Kristus, san Penebus, sebagaimana itu semuanya dinyatakan dalam firman yang kudus. Pendidikan manakah yang lebih tinggi dari pada ini? Apakah yang dapat menyamai nilainya? Au Untuk gantinya tidak dapat diberikan emas murni, dan harganya tidak dapat di timbang dengan Ia tidak dapat dinilai dengan emas Ofir, ataupun dengan permata krisopras yang mahal atau dengan permata lazurit. tidak dapat diimbang olem emas, atau kaca, ataupun ditukar dengan permata dari emas tua. Baik gewang, baik hablur, tidak terhitung lagi. hikmat adalah lebih baik dari pada mutiaraAy (Ayub 28:15-. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Di era globalisasi ini jelaslah bahwa pengaruh filsafat humanistik telah menyebar dan berdampak pada sekolah-sekolah Kristen bahkan Perguruan Tinggi Kristen. (Chadwick 1. mengemukakan bahwa pendidikan kristen pada saat ini sudah semakin sekular di mana pendidikan digambarkan sebagai kekristenan yang berlapis coklat AuChocolate-Coating Christianity. Ay Maksudnya, keseluruhan praksis pendidikan di sekolah Kristen telah dibangun di atas basis filosofi pendidikan sekular, cuma telah ditambahkan dengan program-program pendidikan Kristen, seperti: kebaktian sekolah di tenggah minggu, saat teduh setiap pagi, pelajaran khusus agama Kristen, retreat tahunan, dll. Dengan demikian, maka program-program pendidikan Kristen ini tidak mewarnai seluruh dinamika kehidupan dan proses belajar-mengajar baik dalam diri para murid maupun para gurunya. Sebab itu, dapat dikatakan bahwa sekolah-sekolah Kristen tersebut hampir tidak berbeda dengan sekolah-sekolah umum. Lebih lanjut Chadwick menyatakan bahwa banyak sekolah Kristen baik di level sekolah dasar maupun sekolah menengah, bahkan perguruan tinggipun, hanya sekadar menyandang nama Kristen saja (Darmawan 2. mengatakan bahwa dunia masa kini, telah mempengaruhi banyak hal dalam dalam falsafah Pendidikan Kristen termasuk mempengaruhi gereja dan pengajarannya. Dengan mengedepankan pemahaman relativisme, postmodern mengancam dan secara tidak langsung menyerang iman Kristen. Dasar-dasar iman Kristen yang kebenarannya absolut, kemudian di era postmodern dipandang sebagai sesuatu yang relatif. Pendidikan Kristen sebagai bagian yang tak terpisahkan dari gereja, merupakan bagian yang berperan penting dalam menghadapi berbagai tantangan pada gereja di era postmodern. Gereja harus tetap konsisten pada prinsip bahwa Pendidikan Kristen adalah pendidikan yang berdasarkan Alkitab dan berpusat pada Kristus sehingga akan dibangun manusia yang dewasa dan mampu melihat, menganalisa dan melakukan filter terhadap berbagai ajaran yang menyerang Kekristenan termasuk dari postmodernisme. Pendidikan yang benar tidak mengabaikan nilai pengetahuan ilmiah atau syarat-syarat keterpelajaran, tetapi diatas informasi dihargai kuasa, diatas kuasa, kebaikan, diatas kecakapan intelektual, tabiat. Dunia ini tidak begitu membutuhkan orang-orang yang kecerdasan tinggi sebagai tabiat yang agung. Dunia membutuhkan orang-orang yang kemampuan mereka dikendalikan oleh prinsip yang teguh. (Ellen G 2. IV. Kesimpulan Mengingat pendidikan adalah perhatian . Tuhan Allah dalam menyelenggarakan rencana-Nya yang besar bagi dunia, guna mengembalikan peta Allah yang hilang, maka tidaklah menjadi suatu yang mengherankan bahwasanya setiap orang percaya haruslah terlibat di dalamnya. Maka yang terlibat di dalamnya seharusnya bukan hanya guru dan murid, melainkan seluruh orang percaya di muka bumi. Tugas pengajaran tidak hanya dibebankan pada pundak guru, hal ini adalah tugas setiap orang percaya sebagai pendidik, termasuk juga tugas utama orangtua. Bagi pemimpin yang dipercayakan pada suatu institusi perlu untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya yang dikelolah oleh organisasi Gereja, maka Tugas dan tanggung jawab seorang pemimpin/pengajar dalam PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 menjalanakan pekerjaannya harus memiliki kriteria-kriteria yang sesuai dengan standar Kristus. Dimana pemimpin/pengajar tersebut harus memiliki kerendahan hati, menonjolkan sifat-sifat rohani, dan selalu berpedoman kepada Firman Tuhan banyak berdoa, dan memohon pimpinan dan kuasa Roh Kudus. Gereja dan pendidikan harus sejalan dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Alkitab haruslah menjadi sumber utama dalam menyampaikan ilmu pengetahuan kepada para pelajar di bangku sekolah/perkuliahan. Referensi