Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Analisa Kadar Lumpur Agregat Halus Dengan Volume Endapan Di Kota Payakumbuh Dan Kabupaten Limapuluh Kota Fanny Yuliana Batubara 1. Synthia Ona Guserike Afner2. Surya Eka Priana3. Fatardho Zudri4 Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh1,2,4. Program Studi Teknik Sipil. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat3 email: fanny. yoeliana@gmail. com1 synthiaafner87@gmail. com2, ekaprianasuryauj@gmail. , fatardho@gmail. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract : Pasir merupakan bahan pengisi dalam adukan yang berfungsi untuk mengurangi penyusutan, butiran yang cukup keras dan gradasi yang bervariasi,untuk menghasilkan spesi yang tahan terhadap pengaruh cuaca serta tahan juga pengaruh lain. Daerah Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota merupakan daerah penghasil pasir sungai. Pasir sungai merupakan pasir yang bersumber dari penggaliaan atau penambangan. Sungai-sungai yang terjal memiliki aliran yang deras, sehingga deposit dari partikel batu-batuannya akan bervariasi cukup besar pada suatu jarak tertentu yang biasanya butir halusnya tidak banyak dan batu-batuannya cukup bersih. Penelitian ini dilaksanakan adalah untuk mengetahui banyaknya kadar lumpur pada agregat halus . yang ada di Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Ada beberapa pengujian untuk yang dilakukan untuk mengetahui kualitas pasir. Salah satu pengujian yang dilakukan adalah dengan pengujian kadar lumpur dalam pasir dengan cara endapan lumpur. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kondisi pasir disaat hari hujan, sangat mempengaruhi besaran kadar lumpur yang ada pada pasir tersebut. Pada hari hujan kadar lumpur pada pasir memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan di hari panas. Untuk pasir taram memiliki nilai kadar lumpur 1 % pada musim panas sedangkan di musim hujan terdapat 4,2 %. Pasir Agam memiliki nilai kadar lumpur 2,1 % pada musim panas sedangkan di musim hujan terdapat 7,4 %. Pasir Sinamar memiliki nilai kadar lumpur 13,3 % pada musim panas sedangkan di musim hujan terdapat 9,1 %. Pasir Lampasi memiliki nilai kadar lumpur 1 % pada musim panas sedangkan di musim hujan terdapat 2,1 %. Keywords: Pasir, kadar lumpur, endapan PENDAHULUAN Tugas seorang perencana, insinyur, dan pemilik struktur menjadi semakin kompleks, jika suatu pembangunan yang ditinjau dari segi pembuatan beton struktural memiliki persyaratan teknis, ekonomis, lingkungan dan sosial secara optimal selama siklus hidupnya. Mereka dituntut untuk dapat material dan struktur yang memiliki durabilitas tinggi sekaligus ramah lingkungan (Baroghel. Untuk mendapatkan struktur beton yang berkualitas, dibutuhkan komponen pembentuk beton salah satunya agregat halus. Agregat halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi secara alami dari batu atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butiran terbesar 5,0 mm (SNI 03-3976-1. Pasir sebagai bahan pengisi dalam adukan berfungsi untuk mengurangi penyusutan, butiran yang cukup menghasilkan spesi yang tahan pengaruh ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 cuaca serta tahan juga pengaruh lain (Supribadi, 1. PBI 1971 (Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1. dan PUBI 1982 (Peraturan Bahan Bangunan Indonesia 1. 3 mendefinisikan bahwa pasir berasal dari batuan. Persyaratan pasir sesuai standar tersebut yakni berbutir tajam dan memiliki Aplikasi yang dapat dilaksanakan dengan menganalisa setiap bahan yang digunakan dalam sebuah konstruksi, misal bahan semen, air, pasir, tulangan dan lain sebagainya agar memperoleh kualitas bahan sebelum digunakan untuk sebuah konstruksi (Umam et al. , 2. Sebagai tambahan pengaruh-pengaruh diperhatikan untuk memperoleh mutu yang baik dalam sebuah konstruksi, misalnya dalam pembuatan beton (Matarul et al. , 2. Kualitas pasir yang baik sangat mempengaruhi mutu beton. Pada dasarnya beton itu terdiri dari campuran air, semen, pasir, agregat halus dengan tingkat presentase yang berbeda sesuai dengan standar mutu yang Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Dari standar mutu tersebut penggunaan bahan yang ideal untuk sebuah konstruksi (Komunikasi & Sipil, 2. Untuk mendapatkan kualitas pasir yang baik maka perlu diketahui karakterisitik pasir yang digunakan, sehingga dapat ditentukan jenis pasir yang paling baik untuk dimanfaatkan. Daerah Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota merupakan daerah penghasil pasir sungai. Pasir sungai merupakan pasir yang bersumber dari penggaliaan atau penambangan. Sungai-sungai yang terjal memiliki aliran yang deras, sehingga deposit dari partikel batu-batuannya akan bervariasi cukup besar pada suatu jarak tertentu yang biasanya butir halusnya tidak banyak dan batubatuannya Pemeriksaan dianggap penting terhadap material penyusun dikarenakan, untuk mendapatkan estimasi akademik yang dapat diaplikasikan dalam sebuah pembangunan yang berkelanjutan (Umam et al. , 2. Ada beberapa pengujian untuk yang dilakukan untuk mengetahui kualitas pasir. Salah satu pengujian yang dilakukan adalah dengan pengujian kadar lumpur dalam pasir dengan cara endapan lumpur. Pengujian harus memenuhi SNI SAe04Ae1989AeF yaitu Kadar lumpur pada agregat normal mengandung agregat halus . maksimal 5% dan untuk agregat kasar . maksimal 1%. Penggunaan campuran beton pada lumpur sangat mempengaruhi kualitas beton karena lumpur tidak dapat menjadi satu dengan semen sehingga menghalangi penggabungan antara semen dengan agregat. Hal ini mempengaruhi kekuatan tekan beton akan berkurang karena tidak adanya saling mengikat. Penelitian ini dilaksanakan adalah untuk mengetahui banyaknya kadar lumpur pada agregat halus . yang ada di Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Ada 4 pelabuhan pasir yang diambil untuk sample data pengujian kadar lumpur ini, yaitu Pelabuhan Pasir Lampasi. Sinamar. Agam, dan Taram. Jika Agregat halus untuk bahan bangunan mengandung lumpur pasir melebihi 5% maka pasir tersebut harus dicuci sebelum digunakan sebagai bahan bangunan campuran beton. Oleh sebab itu, peneliti membuat judul penelitiannya tentang AuPengujian kadar lumpur pada pasir di Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Peralatan yang dipakai dalam percobaan ini yakni baki, gelas ukur dan peralatan Bahan yang dipakai terdiri Air, lima jenis pasir yaitu: Pasir Lampasi. Taram. Agam. Sinamar dan Gurun yang diambil pada saat cuaca normal dan cuaca hujan. Rancangan Percobaan Penelitian Agregat . erikil maupun pasi. harus memenuhi syarat mutu sesuai dengan SNI SAe 04Ae1989AeF. AySpesifikasi Bahan Bangunan Bagian AAy. Salah satu syarat yang harus dipenuhi yaitu kadar lumpur, untuk masingAe masing agregat kadar lumpur yang diijinkan Kadar lumpur agregat normal menurut SNI SAe04Ae1989AeF adalah : Agregat Halus (Pasi. : kadar lumpur atau bagian yang lebih kecil dari 70 mikro . ,075 m. maksimum 5 %. Agregat Kasar (Spli. : kadar lumpur atau bagian yang lebih kecil dari 70 mikro . ,075 m. maksimum 1%. Kandungan lumpur pada agregat halus diperiksa dengan menggunakan sistem Sistem ini digunakan dengan cara mengocok gelas ukur yang berisi pasir sebanyak 150 cc dan air hingga mencapai tinggi 250 cc selama 30 menit. Setelah itu didiamkan selama 24 jam, kemudian diamati dan dihitung kandungan lumpurnya dengan rumus : Kandungan Lumpur : (SNI SAe04Ae1989AeF ) Dimana : h1 = tinggi lumpur . ht1= tinggi total pasir lumpur sebelum kocokan . ht2= tinggi total pasir lumpur setelah kocokan . hp = tinggi pasir . HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Cuaca Panas Persentase kandungan lumpur yang didapat dari uji sample pada saat kondisi panas dapat dilihat pada tabel 1 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 1 Kandungan Lumpur pada Kondisi Cuaca panas Kandu N Jenis ht1 ht2 hp Lum o Pasir . (%) 1 Taram 2 Agam 3 Sinamar 16 104 120 104 4 Lampas 104 105 104 Berdasarkan hasil pemeriksaan yang terdapat pada Tabel 1 Kadar lumpur pada masing-masing pasir yang digunakan yang berasal dari 4 sumber tambang pasir di Kabupaten Limapuluh Kota, kandungan lumpur yang memenuhi syarat SNI sebagai bahan beton terdapat pada sumber penambangan pasir Taram. Batang Agam dan Lampasi dengan kandungan lumpur masingmasing 1,0%, 2,1%, dan 1,0%. Sedangkan pada Batang sinamar tidak memenuhi syarat sebagai bahan untuk beton dengan kandungan 3 %. Tabel 2. Kandungan Lumpur pada Kondisi Cuaca Hujan N Jenis ht1 ht2 hp Kandu o Pasir Lum (%) 1 Taram 2 Agam 106 106 100 3 Sinamar 10 110 110 100 4 Lampasi 110 110 94 Gambar 2. Pengujian pemerikasaan kandungan lumpur pada musim panas di 4 sumber tambang pasir di kabupaten Limapuluh Kota pada saat Cuaca Hujan. Pasir Taram . Pasir Agam . Pasir Sinamar . Pasir Lampasi Gambar 1. Pengujian pemerikasaan kandungan lumpur pada musim panas di 4 sumber tambang pasir di kabupaten Limapuluh Kota pada saat Cuaca Pasir Taram . Pasir Agam . Pasir Sinamar . Pasir Lampasi Kondisi Cuaca Hujan Persentase kandungan lumpur yang didapat dari uji sample pada saat kondisi hujan dapat dilihat pada tabel 2 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 PENUTUP Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kondisi pasir disaat hari hujan, sangat mempengaruhi besaran kadar lumpur yang ada pada pasir tersebut. Pada hari hujan kadar lumpur pada pasir memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan di hari panas. Untuk pasir taram memiliki nilai kadar lumpur 1 % pada musim panas sedangkan di musim hujan terdapat 4,2 %. Pasir Agam memiliki nilai kadar lumpur 2,1 % pada musim panas sedangkan di musim hujan terdapat 7,4 %. Pasir Sinamar memiliki nilai kadar lumpur 13,3 % pada musim panas sedangkan di musim hujan terdapat 9,1 %. Pasir Lampasi memiliki nilai kadar lumpur 1 % pada musim Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL panas sedangkan di musim hujan terdapat 2,1 DAFTAR PUSTAKA