AL-MUHITH JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN HADITS E-ISSN: 2963-4024 . edia onlin. P-ISSN : 2963-4016 . edia ceta. DOI : 10. 35931/am. PENERAPAN HADIS TEMATIK DI BIDANG AQIDAH : MEMBANGUN KEYAKINAN UMAT DALAM KONTEKS KIAMAT Hilda Cahyani Widiyastuti Universitas Islam Negri Sultan Maulana Hasanuddin Banten hilda@uinbanten. Muhammad Alif Universitas Islam Negri Sultan Maulana Hasanuddin Banten alif@uinbanten. MusAoidul Millah Universitas Islam Negri Sultan Maulana Hasanuddin Banten musidulmillah@uinbanten. Abstrak Artikel ini membahas penerapan hadis tematik dalam bidang aqidah, yang fokus pada upaya membangun keyakinan umat Islam dalam konteks hari kiamat. Hadis sebagai sumber ajaran Islam yang otentik memiliki peranan penting dalam memperkuat aqidah dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang aspekaspek eskatologis. Melalui penjabaran konsep penghentian dalam hadis, artikel ini mengkaji berbagai hadis yang menjelaskan tanda-tanda dan proses terjadinya kiamat. Selain itu, artikel ini juga menyoroti metode pendidikan aqidah yang efektif melalui pengajaran hadis tematik, serta pentingnya diskusi dan kajian untuk memperkuat keyakinan umat. Tantangan dalam penerapan hadis tematik, seperti kurangnya pemahaman dan penyebaran informasi yang tidak akurat, diidentifikasi dan diusulkan solusi untuk Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keyakinan umat Islam dalam menghadapi realitas akhir, serta mendorong masyarakat untuk lebih mendalami ajaran agama melalui hadis yang sahih. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menerapkan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hadis tematik memudahkan pemahaman umat terhadap tanda-tanda kiamat secara sistematis, menumbuhkan kesadaran spiritual, dan memotivasi amal saleh. Pengajaran ini berfungsi sebagai pengingat lintas generasi, relevan dengan fenomena modern, serta menjadi pedoman praktis menghadapi tantangan zaman. Dengan pendekatan tematik, aqidah lebih mudah dipahami, khususnya oleh generasi muda, sehingga iman tertanam dalam hati dan tercermin dalam tindakan. Metode ini diharapkan membentuk generasi tangguh secara spiritual dan moral, berakhlak mulia, serta bertanggung jawab sosial. Lembaga pendidikan diharapkan mengintegrasikan pendekatan ini sebagai fondasi pembelajaran keagamaan yang kuat. Keyword: Kiamat,Umat. Aqidah Abstract This article discusses the application of thematic hadith in the field of aqidah, focusing on efforts to strengthen the faith of Muslims in the context of the Day of Judgment. As an authentic source of Islamic teachings, hadith plays a vital role in reinforcing aqidah and providing a profound understanding of eschatological aspects. Through the explanation of the concept of final events in hadith, the article examines various narrations that describe the signs and processes of the Last Day. In addition, it highlights the effectiveness of thematic hadith in aqidah education, as well as the importance of discussions and scholarly studies to strengthen faith. Challenges in implementing thematic hadithAisuch as limited understanding and the spread of inaccurate informationAiare identified, with proposed solutions to address Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat Therefore, the article aims to enhance MuslimsAo understanding and conviction in facing eschatological realities, while encouraging society to deepen their engagement with authentic hadith. The research employs a qualitative method. The findings reveal that the thematic hadith approach helps believers grasp the signs of the Day of Judgment systematically, fosters spiritual awareness, and motivates righteous deeds. This teaching serves as a cross-generational reminder, remains relevant to modern phenomena, and acts as a practical guide in confronting contemporary challenges. With this approach, aqidah becomes more accessible, particularly for the younger generation, enabling faith to be internalized in the heart and reflected in daily actions. Ultimately, the method is expected to cultivate a spiritually and morally resilient generation, one that is virtuous and socially responsible. Educational institutions are encouraged to integrate this approach as a strong foundation for religious learning. Keyword: The Apocalypse. Community. Faith A Author. 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Dalam kehidupan seorang muslim,aqidah memegang peranan yang sangat fundamental sebagai pondasi keimanan dan penopang seluruh ajaran islam. Aqidah yang benar akan membimbing umat dalam beribadah,berakhlak,serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan mempunyai keyakinan yang kokoh. Salah satu bagian terpenting dalam aqidah adalah keyakinan terhadap hari kiamat,yang merupakan bagian integral dari rukun iman. Keimanan kepada hari kiamat tidak hanya membentuk pola pikir dan perilaku umat, tetapi juga menjadi pondasi utama agar senantiasa berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan,karena setiap amal akan mendapatkan balasan yang setimpal di akhirat kelak. Namun ditengah maraknya arus globalisasi dan perkembangan zaman, tidak sedikit umat yang mengalami keraguan atau bahkan kelalaian terhadap realitas hari kiamat. Oleh karena itu, membangun dan memperkuat keyakinan umat terhadap hari kiamat menjadi sangat dibutuhkan agar aqidah tetap terjaga dan tidak mudah terbawa oleh pengaruh negatif lingkungan. Dalam konteks ini, hadis tematik . awdhuAo. memegang peranan penting sebagai sumber pengetahuan dan penguatan keimanan. Melalui kajian-kajian hadis secara khusus yang membahas tentang kiamat,ummat dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam, kontekstual,serta aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian,penguatan aqidah melalui pemahaman hadis tematik tentang kiamat menjadi salah satu upaya strategis untuk menjaga keutuhan iman dan membentuk karakter muslim yang tangguh di era modern. Eskatologi adalah ketika manusia dihadapkan dengan keadaan yang telah dilakukannya dan kemudian ia mendapatkan balasan atas apa yang telah dilakukannya. Atau lebih jelasnya sebuah ilmu yang mengkaji tentang Auhari kebangkitanAy atau biasa disebut dengan Auyaumul BaAoats. Hanifah Dzakirah et al. AuKeyakinan Beriman Kepada Hari Akhir Dalam Perspektif Islam,Ay Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam 2, no. , https://doi. org/10. 61132/ikhlas. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat Eskatologi berasal dari kata escaton yang artinya Audoktrin tentang hari akhirAy sebuah kejadian yang membahas keyakinan tentang kejadian di akhir hidup ummat manusia,seperti kematian,harikiamat,hari kebangkitan,hisab dan keadaan dimasa yang akan mendatang. Eskatologi dalam al-qurAoan adalah sesuatu hal yang berhubungan dengan azab neraka. Karena surga dan neraka adalah balasan bagi umat manusia semasa hidupnya di dunia. Dan ketika itu tidak ada kedzaliman dari tuhan,melainkan manusia menerima balasan sesuai dengan perbuatannya semasa hidupnya di dunia. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menerapkan metode kualitatif. Metode ini dipilih karena dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai aqidah dan Selain itu, penelitian kualitatif memberikan kesempatan bagi peneliti untuk mengeksplorasi data dengan cara yang lebih dinamis dan sesuai dengan konteks di lapangan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui kajian literatur,pengumpulan dokumen-dokumen seperti artikel dan buku-buku. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif-analisis, yaitu dengan mengkaji,menginterpretasikan, dan menyimpulkan dari data yang telah terkumpul. Proses analisis dilaksanakan secara terstruktur melalui pengurangan data, penyajian data, dan penarikan Keabsahan data dipastikan dengan menerapkan triangulasi baik dari sumber maupun HASIL DAN PEMBAHASAN Kiamat dalam Perspektif Aqidah Islam Keyakinan beriman kepada hari akhir adalah salah satu rukun iman yang fundamental dalam islam. Dalam islam mengajarkan, hari akhir mencakup beberapa peristiwa penting seperti. Hancurnya alam semesta, bangkitnya manusia dari alam kubur, hari ditimbangnya amal baik dan amal buruk manusia selama di dunia, di tentukannya manusia tersebut di syurga ataupun di Dari kesimpulan yang di dapat menegaskan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara,sedangkan kehidupan di akhirat adalah tujuan akhir yang kekal. Dalam Al-qurAoan, hari akhir terbagi menjadi beberapa bagian seperti yaumul qiyamah . ari kiama. , yaumul hisab . ari perhitunga. , dan yaumul din . ari pembalasa. Masing-masing nama tersebut mencerminkan kejadian-kejadian penting dari hari akhir, seperti hancurnya seluruh yang ada di bumi, perhitungan amal perbuatan, dan penegakan keadilan illahi. Ayat-ayat yang Abdillah. AuEskatologi: Kematian Dan Kemenjadian Manusia,Ay Jaqfi: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam 1, no. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat menjelaskan hari akhir seringkali menyertai peringatan kepada manusia untuk bertakwa dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari tersebut. Eskatologi menurut sudut pandang teolog merupakan studi atau pengetahuan yang membicarakan tentang kebangkitan. Eskatologi adalah topik yang ada dalam setiap keyakinan, khususnya agama-agama besar. Dalam konteks islam, eskatologi adalah salah satu aspek keimanan, yang berarti meyakini adanya hari kiamat tanpa keyakinan ini, iman seorang muslim dianggap tidak sah. Eskatologi secara umum mengacu kepada kenyataan atau peristiwa yang terjadi di hari akhir. Kehidupan manusia, dan hal ini selaras dengan firman Allah yang terdapat dalam surat Al-israAo ayat 49 & 51 yang berbunyi: eo a AaOCEaeeOa aa aEIaca aIa acOAA a a eOaaE eIA U a U a . a eOa Ee UCa acIacaaOE aea a ea49. AUa acIaca EIe a eOa eOIa Ee UCaOe UA aN OaCa eEa OeeOA a aO aC eOEaeOIaI eIaOacaeO aacIaCa aEaEac eOaE eIa acOEaIacaAOaIeA a aeO aN eIaOO aC eaOEaeOIaI OA a A eOIaEeOEA a A eIaOac aE eOIaaC aOeUaA Artinya: Mereka berkata. AuApabila kami telah menjadi tulang-belulang dan kepingankepingan . ang berseraka. , apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?Ay3 atau . makhluk lain yang tidak mungkin hidup kembali menurut pikiranmu . aka Allah akan tetap menghidupkannya kembal. Ay Kemudian, mereka akan bertanya. AuSiapa yang akan menghidupkan kami kembali?Ay Katakanlah. AuYang telah menciptakan kamu pertama kali. Ay Mereka akan menggelenggelengkan kepalanya kepadamu . arena takju. dan berkata. AuKapan . kan terjad. ?Ay Katakanlah. AuBarangkali waktunya sudah dekatAy. Ada satu aspek yang kerap terlupakan dalam diskusi eskatologi, yaitu kemtian. Kematian berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan kehidupan di dunia dengan dunia setelahnya. Ini merupakan akhir dari perjalanan roh manusia di bumi. Meskipun demikian, roh akan meneruskan eksistensinya di dunia akhirat, yang berarti kembali ke hadapan allah. Proses transisi dari kehidupan dun ia menuju kehidupan yang lain ini dikenal denganistilah maut. Banyak individu yang merasa cemas ketika harus menghadapi kematian, padahal sejatinya kematian merupakan non eksistensi ini merupakan peralihan dari satu fase menuju fase lainnya. Manusia tidak mengalami kematian secara total, melainkan hanya berpindah dari satu kondisi ke kondisi yang lain. Oleh karena itu, peristiwa ini tergolong relatif. Menurut iman Hussein Thaba ThabaAoi, rasa takut manusia terhadap kematian adalah pertanda bahwa perasaan ini lahir dari keinginan QurAoan NU. AuAl-IsraAo Ayat 49,Ay QurAoan NU, n. QurAoan NU. AuAl-IsraAo Ayat 51,Ay QurAoan NU, n. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat manusia untuk hidup abadi. Selain itu, dengan paham bahwa tidak ada yang terjadi sia-sia di alam semesta ini, hasrat ini dapat menjadi bukti bagi kelangsungan hidup manusia setelah mati. Kewajiban Meyakini Hari Kiamat Sebagai Bagian Dari Rukun Iman Keyakinan beriman kepada hari akhir dalam islam tidak hanya berfungsi sebagai ajaran teologis, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan seorang muslim. Dari aspek spiritual, moral, hingga sosial, keyakinan ini memberikan panduan yang jelas tentang bagaimana menjalani kehidupan dunia dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran akan kehidupan yang lebih kekal di akhirat. Dengan memahami dan mengamalkan ajaran ini, umat islam diharapkan dapat mencapai kebahagiaan yang kekal baik di dunia maupun di akhirat. Salah satu dari enam pilar utama iman dalam Islam adalah iman kepada hari kiamat, atau hari akhir, yang harus diyakini oleh setiap muslim agar iman mereka sah dan sempurna. Menurut Rukun Iman. Hari Kiamat adalah hari ketika semua makhluk akan dibangkitkan kembali oleh Allah SWT untuk meminta pertanggungjawaban atas semua perbuatan mereka di dunia ini. Pada hari itu, alam semesta akan hancur dan diperbarui, dan setiap orang akan dihukum sesuai dengan perbuatan baik dan buruknya. Kewajiban Meyakini Hari Kiamat: Meyakini sepenuh hati bahwa kiamat pasti akan terjadi. menerima semua peristiwa hari kiamat yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan hadis, termasuk kebangkitan, hisab, surga, dan neraka. percaya bahwa kehidupan akhirat adalah tempat pembalasan yang sebenarnya dan bahwa kehidupan dunia hanyalah Meyakini hari kiamat merupakan komponen iman yang harus ada dalam hati. Untuk mempersiapkan diri untuk hari pembalasan, iman kepada hari kiamat harus diucapkan dengan lisan dan dipraktikkan dalam perbuatan, yaitu dengan mematuhi perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Keimanan seseorang tidak lengkap tanpa keyakinan kepada hari kiamat, dan ini dapat menyebabkan motivasi yang lemah untuk berbuat baik dan menjauhi Menjadi pendorong moral dan etika: Mengetahui tentang hari pembalasan membuat seseorang lebih berhati-hati dalam bertindak dan merasa lebih bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. memotivasi ketakwaan: Keyakinan akan hari kiamat meningkatkan ibadah karena membuat orang takut kepada Allah dan percaya pada rahmat-Nya. Menghilangkan putus asa dan pesimis: Meyakini hari kiamat adalah pengingat bahwa keadilan Allah akan ditegakkan, sehingga ketidakadilan dan kezaliman di dunia tidak akan ada lagi. Membentuk kesadaran spiritual: Menjadikan kehidupan dunia sebagai ladang amal dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat yang abadi. Abdillah. AuEskatologi: Kematian Dan Kemenjadian Manusia. Ay Wanda Nurul Istiqomah et al. AuHari Akhir Perspektif Hadis Sunni Dan Syiah,Ay Journal Khafi. Journal Of Islamic Studiens 1, no. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat Implikasi Keimanan Terhadap Kiamat Dalam Membentuk Karakter Dan Perilaku Umat Umat Islam dimotivasi untuk terus berbuat baik dan menghindari dosa karena mereka tahu bahwa setiap amal perbuatan akan diperhitungkan di hari kiamat. Karena kesadaran ini, seseorang menjadi lebih bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, karena setiap tindakan akan menerima balasan yang adil dari Allah SWT (QS. Al-Hajj:. Kita juga takut akan azab Allah bagi mereka yang berbuat dosa dan berharap bahwa Dia akan merahmati mereka yang berbuat baik. Keimanan kepada hari kiamat memberi Anda kekuatan mental dan spiritual untuk menghadapi tantangan hidup. Jika seseorang percaya bahwa setiap kesabaran akan dibalas dengan pahala di akhirat, mereka akan lebih sabar dan tidak mudah menyerah pada cobaan duniawi. Rasa tanggung jawab sosial dan rasa keadilan juga ditumbuhkan oleh iman ini. Seorang Muslim yang menyadari kewajibannya di akhirat akan berusaha menegakkan keadilan, membantu sesama, dan mempertahankan hubungan yang baik dengan masyarakat dan lingkungannya. Umat Islam menjadi lebih berhati-hati dan mampu mengontrol nafsu mereka karena percaya bahwa segala perbuatan akan dipertanggungjawabkan. Mereka berusaha menghindari perilaku buruk seperti minuman keras dan zina, serta perilaku lain yang dapat merusak moral dan Meyakini hari kiamat membuat kita sadar bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan tidak akan sampai ke sana. Ini mendorong orang untuk memprioritaskan amal saleh sebagai bekal kehidupan abadi di akhirat daripada bergantung pada kesenangan duniawi. Iman kepada hari kiamat menjadi pendorong utama untuk memperbanyak kebaikan sosial dan ibadah. Seorang Muslim dimotivasi untuk melakukan k ebaikan dan menghindari perbuatan sia-sia karena mereka tahu ada balasan di akhirat. Karena iman yang kuat kepada hari kiamat, seseorang menjadi religius, yaitu dia selalu mengingat Allah, menjalin hubungan dengan-Nya, dan selalu mengikuti ajaran Islam. Karakter ini membuat orang lebih tangguh secara spiritual dan menjadi benteng dari pengaruh negatif zaman. Hadis-Hadis Tematik tentang Kiamat Hadis tentang munculnya tanda-tanda besar dan kecil kiamat a ca caAOEaNEEaEA a AaIIa eA aUAaE aa eIaOa eAaEaaEe aIA a AaCEa aA:AaCEAUAOaIA ca AA e Aaua acIA:AOacaEEaaEeONaOEacIA aa aOOeNAUAeE eI aA aAEacIA e aOOa eAUAOO eaa e eN aEA Artinya: Dari Anas bin Malik berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:"Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat merebaknya kebodohan dan diminumnya khamer serta praktek perzinahan secara terang-terangan. Yang dimaksud dengan diangkatnya ilmu ialah pengetahuan agama, terutama syariat, akan semakin hilang dari dunia ini. Situasi ini terjadi akibat meninggalnya para cendekiawan yang menguasai pengetahuan agama, mengakibatkan masyarakat kehilangan rujukan ilmu yang benar. Akibatnya, pemahaman terhadap agama melemah dan orang-orang semakin menjauh dari ajaran islam yang sejati. Setelah pengetahuan ini dihapuskan, ketidaktahuan akan agama semakin meluas. Banyak individu tidak lagi memiliki pemahaman yang baik tentang ajaran agama islam, sehingga timbul berbagai penyimpangan dan kesesatan. Ketidaktahuan ini tidak hanya berkaitan dengan hal duniawi, tetapi terpenting adalah dalam aspek agama. Khamer merujuk pada semua minuman yang memabukkan. Salah satu indikasi kiamat adalah meningkatnya jumlah orang yang mengkonsumsi khamer secara terbuka, tanpa rasa malu atau takut, padahal tindakan ini jelas dilarang dalam islam. Zina yang sebelumnya dilakukan secara diam-diam, menjelang hari kiamat akan dilakukan secara terbuka dan dianggap wajar oleh Fenomena ini menggambarkan hilangnya rasa malu dan lemahnya iman di kalangan masyarakat pada akhir zaman ini. Hadis tentang kondisi umat menjelang kiamat a AaEeCaaEAUAaOeaaEOa acaIaaI UIA a aAOaOIa aNaeCA aAOaeE eI aA e AaEA Artinya: Au Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara apiAy HR. Tirmidzi no 2260. Dijelaskan dalam tuhfaftul ahwazi bahwa pada masa itu, individu yang tetaap teguh pada keyakinan mereka dan menjauh dari kehidupan duniawi menghadapi ujian dan ketahanan yang luar biasa. Hal ini diumpamakan seperti seseorang yang berusaha menggenggam bara Ath Thibiy mengungkapkan bahwa ini berarti seperti seseorang yang tidak mampu memegang api tanpa membakar tangannya,serupa dengan mereka yang berusaha mempertahankan iman mereka di era sekarang, hingga terkadang merasa tak berdaya dalam menjaga agama mereka. Ini disebabkan oleh banyaknya perilaku maksiat di sekitar mereka, banyaknya pelanggar aturan,penyebaran kefasikan yang luas, dan semakin lemahnya iman. Sementara itu. Al- Qari menyatakan bahwa seperti halnya tidak mungkin memegang bara api tanpa melibatkan kesabaran yang ekstra dan menghadapi tantangan yang berat. AuHadis Anas Bin Malik No 216,Ay Shamela, n. AuHadis Tentang Kondisi Umat Menjelang Kiamat,Ay Shamela, n. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat Demikian pula bagi mereka yang ingin tetap setia pada ajaran Nabi Muhammad shallallahu Aoalaihi wa sallam saat ini, memerlukan tingkat kesabaran yang luar biasa. Inilah kenyataan bagi orang yang berkomitmen pada ajaran islam saat ini, yang berupaya menjalankan ibadah sesuai sunnah Rasul shallallahu Aoalaihi wa sallam, sungguh merupakan perjalanan yang sulit dan penuh beban. Terkadang mereka harus menahan hinaan. Seringkali diasingkan oleh orangorang di sekitar mereka. Kadang menjadi bahan pembicaraan yang tidak menyenangkan. Bahkan ada yang menghadapi ancaman terhadap nyawa dan keluarga mereka. Itulah resiko yang harus dihadapi. Meski demikian, nantikanlah balasan dari Allah yang luar biasa bagi mereka yang bersabar. Beberapa hadis diatas serta penjelasannya dari para ulama berfungsi sebagai pengingat dan motivasi untuk umat islam agar tetap kokoh,bersabar dan konsisten dalam menjalankan perintah agama meskipun menghadapi berbagai rintangan dan tekanan. Di era yang dipenuhi dengan berbagai fitnah, mempertahankan keimanan dan pengetahuan agama menjadi sebuah perjuangan yang signifikan, tetapi allah telah menyiapkan pahala yang sangat mulia bagi Teruslah pengetahuanmu, dan bersabarlah dalam menghadapi cobaan, karena allah tidak akan mengabaikan hambanya yang berjuang di jalannya. Penerapan Hadis Tematik dalam Membangun Keyakinan Umat Terhadap Hari Kiamat Makna Integrasi Nilai Aqidah Di Hari Kiamat Integrasi berarti mengintegrasikan nilai-nilai aqidah, terutama keyakinan tentang kiamat,ke pendidikan,baik nonformal,seperti pesantren,majlis taAolim, dan kegiatan dakwah. Tujuannya agar siswa tidak hanya memiliki pengetahuan duniawi, tetapi juga memiliki keyakinan yang kuat, termasuk keyakinan akan hari kiamat. Integrasi Dalam Pendidikan Formal Kurikulum terpadu: Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI),nilai-nilai tentang kiamat dimasukkan ke dalam pelajaran,terutama tentang akidah akhlak. Selain itu, nilai-nilai ini dapat dikaitkan dengan bidang lain, seperti bahasa . elalui teks dan cerit. , sejarah . elalui kisah nabi dan tanda-tanda kiama. , dan bahkan sains. elalui penciptaan alam dan tanda-tanda kiamat secara ilmia. Pendekatan interelasi dan interkoneksi : pendekatan ini memasukkan ayat-ayat Al-QurAoan dan hadis tentang kiamat ke dalam berbagai mata pelajaran,sehingga siswa dapat secara menyeluruh mengaitkan ilmu pengetahuan denfan keyakinan agama Sekolah islam terpadu: sekolah ini memadukan pendidikan agama dan umum dalam Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat satu kurikulum yang menginternalisasi nilai-nilai islam,seperti aqidah kiamat, sehingga pembelajaran menjadi menyeluruh dan tidak membedakan agama dan ilmu dunia. Integrasi Dalam Pendidikan Nonformal Pesantren dan majlis taAolim: Akidah tentang kiamat diajarkan secara mendalam dalam pendidikan di pesantren dan majlis taAolim melalui pengajian kitab-kitab akidah,ceramah,dan Ini membantu siswa memahami tanda-tanda kiamat, pentingnya mempersiapkan diri untuk akhirat ,dan akibat iman atau kekufuran. Penguatan karakter dan moral: pendidikan nonformal menekankan pembentukan karakter yang kuat yang didasarkan pada keyakinan aqidah, seperti kesadaran akan kiamat sebagai dorongan untuk meningkatkan amal soleh dan menghindari dosa. Integrasi dengan kehidupan sehari-hari: peserta didik diajarkan untuk mengaitkan nilai-nilai aqidah kiamat dengan perilaku sehari-hari. Ini termasuk menjadi jujur,sabar menghadapi ujian, dan menghindari perbuatan dosa yang merupakan tanda-tanda Hikmah Dan Manfaat Integrasi Nilai Aqidah Kiamat Meningkatkan kesadaran spiritual: ketika siswa belajar bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara dan bahwa ada kehidupan abadi di akhirat, ini mendorong mereka untuk beribadah dan berprilaku baik. Mencegah penyimpangan moral: jika siswa tahu tentang khamer,perzinahan,dan menyebarkan kebodohan. Membentuk karakter umat yang tangguh: karena mereka tahu bahwa akan ada ujian berat menjelang akhir zaman,siswa belajar untuk sabar, tetap teguh,dan kuat dalam mempertahankan iman mereka di tengah tantangan zaman. Mencegah dikotomi ilmu: mengintegrasikan aqidah dengan ilmu pengetahuan menghindarkan siswa dari membedakan antara ilmu agama dan ilmu dunia,yang membantu mereka memperoleh pemahaman yang seimbang. Metode tematik menggabungkan pembelajaran aqidah dengan topik yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan masalah modern yang dihadapi generasi muda, seperti masalah digital, sosial, dan moral. Tauhid, misalnya, dapat dikaitkan dengan toleransi dan kritik terhadap fanatisme di media sosial, sehingga iman menjadi lebih hidup dan relevan. Metode . enghayatan ima. , dan psikomotorik . erilaku Islam. dalam satu proses pembelajaran yang Shokhibul Arifin. AuNilai-Nilai Pendidikan Yang Terkandung Dalam Iman Kepada Hari Akhir,Ay Jurnal Mas Mansyur 1, no. Ayyu Zahara. Ahmad Sastra, and Nesia Andriana. AuPokok Akidah Islam Iman Kepada Hari Akhir Menurut Ibnu Abil Izz Al-Hanafi Dalam Kitab-Minhah Al-Ilahiyah Fi Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah,Ay Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 10, no. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat lebih komprehensif. Oleh karena itu, generasi muda tidak hanya memiliki pemahaman teoretis tentang aqidah, tetapi mereka juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. masalah modern yang dihadapi generasi muda, seperti masalah digital, sosial, dan moral. Tauhid, misalnya, dapat dikaitkan dengan toleransi dan kritik terhadap fanatisme di media sosial, sehingga iman menjadi lebih hidup dan relevan. Metode . enghayatan ima. , dan psikomotorik . erilaku Islam. dalam satu proses pembelajaran yang lebih komprehensif. Oleh karena itu, generasi muda tidak hanya memiliki pemahaman teoretis tentang aqidah, tetapi mereka juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggabungkan pendekatan tematik dengan media digital seperti konten interaktif di platform media sosial, podcast, dan video pendek, pendekatan ini dapat membantu menyampaikan nilai-nilai iman secara menarik dan mudah dipahami sekaligus memenuhi kebutuhan gaya belajar Gen Z. Pembelajaran aqidah dengan pendekatan tematik dapat mengangkat masalah aktual seperti bahaya radikalisme, hoaks, dan kesehatan mental, sehingga generasi muda dapat memahami bahwa iman bukan sekadar praktik ritual. itu adalah prinsip hidup yang membimbing cara berpikir dan bertindak. Pendekatan tematik menggunakan cerita dan pengalaman yang dekat dengan dunia anak-anak dan remaja, jadi sangat cocok untuk mereka. Sejak dini, ini membantu membangun iman yang kokoh. Keimanan, akhlak, tanggung jawab sosial, dan etika lingkungan adalah beberapa masalah modern yang dibahas dalam hadis tematik. Metode ini memungkinkan umat Islam memahami dan mengaplikasikan ajaran Nabi Muhammad SAW sesuai dengan tantangan Dengan demikian, nilai-nilai agama akan menjadi teori dan praktik dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat diajak untuk lebih memahami makna keimanan, yang mencakup keyakinan dalam hati, ucapan yang baik, dan perbuatan baik, melalui studi hadis tematik. Religiusitas, yang merupakan kesadaran dan pemahaman yang kuat tentang ajaran Islam, meningkat di pendalaman ini. Ini tercermin dalam intensitas ibadah, pencegahan pergaulan bebas, dan minat yang kuat dalam studi keagamaan. Religiusitas yang kuat adalah dasar bagi masyarakat yang setia dan bertanggung jawab. Hadis tematik menekankan prinsip-prinsip sosial Islam seperti solidaritas, empati, tolong-menolong, dan tanggung jawab terhadap sesama dan lingkungan. Masyarakat tidak hanya menjadi orang-orang yang religius, tetapi juga menjadi anggota masyarakat yang peduli. Abdul Muhaimin Mohd Rapingi and Mohd Yusuf Ismail. AuTanda-Tanda Besar Kiamat: Analisis Metode Dan Kronologi,Ay Journal Of Hadith Studies 7, no. , https://doi. org/10. 33102/johs. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat bertanggung jawab, dan berpartisipasi aktif dalam menjaga keseimbangan alam dan harmoni Hadis tematik memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan modern, sehingga perubahan sosial berjalan selaras dengan prinsip Kajian hidup hadis yang holistik dan komprehensif dapat mengawal perubahan sosial ke arah yang lebih baik dengan merekonstruksi dan memperkuat tradisi keagamaan yang sudah ada, sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan zaman. Hadis tematik mengingatkan orang-orang betapa pentingnya memiliki iman yang teguh untuk bertahan hidup di akhirat. Hadis-hadis tematik mengajarkan nilai-nilai keimanan, yang meningkatkan kesadaran bahwa hidup di dunia hanyalah sementara dan bahwa setiap tindakan kita akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Kesadaran ini mendorong orang untuk menjalani kehidupan yang bertanggung jawab, menghindari perbuatan buruk, dan meningkatkan amal shaleh. Memperkuat Keyakinan Adanya Kehidupan Setelah Kematian dengan Pemanfaatan Hadits Tematik dalam Bidang Aqidah Salah satu teknik ilmiah untuk meneliti hadis adalah metode hadis tematik . , yang menghimpun semua hadis yang berkaitan dengan topik tertentu untuk dianalisis secara menyeluruh dan metodis. Salah satu prinsip utama keyakinan Islam adalah keyakinan akan kehidupan setelah kematian, atau al-uayAt baAoda al-mawt. Konsep ini tidak hanya mencakup peristiwa apokaliptik itu sendiri, tetapi juga proses perhitungan, jannah, nAr, hukuman kubur, dan kebangkitan berikutnya. Menerapkan teknik tematik pada hadis tentang kehidupan setelah kematian memberi orang pemahaman yang menyeluruh dan komprehensif yang membantu mereka mengembangkan keyakinan yang kuat pada kehidupan setelah kematian. Pernyataan Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hadis yang mendukung gagasan tentang kehidupan setelah kematian. a aOaaIacNA a AacaEEaaIA aNIaUA U Aac IaNIA e Aacaac IA a aOaOae aIaIIOaac IaNA a aAIae aIaOA a e ca AOacaIae aA a a acaEA a AI eOaEaaeIIaCEaEIaaeI aIa uaOCAaEOaC eaaEOa acaO a acEaaEeO NaCOEaENaeE aa eIacaaOEIA aca AOaIIaNaA CEaua acIaOEA a AOacaEEaEO aNaOEacIaCEaua acIaEeCaa acO aEaIaeI aEA a a a AaI eIaII aaEA e aca cacaEEaAEA e A eEOaO eEA a AaIeINaAIa NaA acaEEA a AacaIeINaaCEA a AaOCEa aA ca AOEA a AeEaua eIaaIaIeINaIa eNaaOe aaIeINaaOua eIaaEeaO eI aA a e Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat a AauaacEaEeCaeA a ca caEA ca AaIeIUaCA aOaacEaI e aNA U AaIeIaNa CEaNa aA a eAOacaEEaaEeONaOEacIaIaOA U AOa UIa aA a ae a a a a a aAOAA a aAuaacEaI eIaOaNIae aIaOA Artinya: Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ma'in telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Yusuf telah menceritakan kepadaku 'Abdullah bin Bahir ia mendengar Hani` budak 'Utsman, berkata: 'Utsman menangis bila berdiri diatas makam hingga jenggotnya basah. Dikatakan padanya: Surga dan neraka disebutkan tapi aku tidak menangis sementara kau menangis karena 'Utsman berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Sesungguhnya makam adalah tempat akhirat pertama, bila seseorang selamat darinya maka setelahnya lebih mudah dan bila tidak selamat darinya maka setelahnya lebih sulit. 'Utsman berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Aku tidak melihat suatu pemandang pun melainkan pemakaman lebih mengerikan. " Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Hisyam bin Yusuf. Hadits ini menunjukkan bahwa persepsi tentang kehidupan setelah kematian merupakan realitas spiritual yang membutuhkan keimanan yang utuh, bukan sekadar simbolis. Hadits ini dapat dihubungkan dengan hadits-hadits lain tentang situasi manusia di padang Mahsyar, proses kebangkitan, serta penderitaan dan kegembiraan akhirat dengan menggunakan pendekatan Dalam hadis yang lain Nabi Muhammad SAW bersabda: a eNEaeIa eA a Aac IaO aae aI aI eaOa eaacIaaI acI aae aIa eAaCEaac aaIaaOa aIaCEaa eA aca O eOIa Ee aCOI aa EOa ea eOa a eAA a AcaEEaa EeO aNa OEacIa O aCA ca acaa AEacOA ca a EIA a ACEa a eA a AOEa aeaO aa EIA aAE aC eA aaI aC aOa CEa eN UEa eOa eOaNaaEeOaONaI eE UI aEA Artinya: Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ja'far berkata: telah menceritakan kepadaku Abu Hazim mengatakan, aku mendengar Sahal bin Sa'd mengatakan, aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pada hari kiamat manusia dikumpulkan diatas tanah putih cemerlang bagaikan roti yang bersih. " Kata Sahal, disana tak ada satu tanda pun bagi seseorang. Ab sA Muuammad ibn sA ibn Saurah ibn MsA al-Uauuak al- Tirmiiy. Al-JAmi Al-Kabr Wahuwa Sunan Al-Tirmiiy, ed. Aumad Muuammad SyAkir. Muuammad FuAoAd Abd al-Baq, and IbrAum Uwah Aus, vol. 1Ae5 (MuafA al-BAb al-alabiy PP - Mesir, 1. , https://shamela. ws/book/1435. Ab AbdillAh Muuammad ibn IsmAl ibn IbrAhm ibn al-Mugrah al-Jufiy al- BukhAriy. AlJAmi Al-Musnad Al-auu Al-Mukhtaar Min Umr Rasl AllAh allA AllAh alaih Wasallam Wa Sunanih Wa AyyAmih, ed. Muuammad Zuhair ibn NAir al- NAir, vol. 9 (DAr auq al-NajAt, 1. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat Gagasan bahwa kehidupan setelah kematian bukan hanya metafora spiritual, melainkan kebangkitan sejati dan lengkap yang memerlukan persiapan tindakan sejak di dunia diperkuat oleh hadis ini. Selain meningkatkan pemahaman orang tentang apa yang menanti mereka di akhirat, pendekatan tematik terhadap hadis seperti ini menumbuhkan perspektif kehidupan setelah kematian yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Mengetahui bahwa ada kehidupan setelah kematian menginspirasi orang untuk menjalani kehidupan yang bermoral, menjauhi dosa, dan melakukan lebih banyak tindakan baik sebagai persiapan untuk akhirat. Keyakinan bahwa keadilan ilahi akan sepenuhnya tercapai di akhirat semakin diperkuat oleh keyakinan akan kehidupan setelah kematian. Setiap manusia akan diberi pahala sesuai dengan perbuatannya, sekecil apa pun, menurut beberapa hadis. Menurut Nabi Muhammad SAW: a a aAOEaO eIaOIaeIa eAa eIaEaeaE aa eIaa aONA e Aac IA a aOaOae aIaOacOaOCa eO aaOe aIA a Aa eaCEaOaac Ia u eaA aEaaCOCa uaaEa eNEaNaOa eOIaEe aCOI aa acA e AOacaEEaaEeO aNaOEacIaCEaEaac acIA ca cacaEEaEA ca AaNOea acIa aOEA a A eIa AOaCaEaEacaa e a aaI eIaEacaaEeC eacI a Artinya: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah dan Ibnu Hujr mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Isma'il yaitu Ibnu Ja'far dari Al A'laa dari Bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Semua hak itu pasti akan dipenuhi pada hari kiamat kelak, hingga kambing bertanduk pun akan dituntut untuk dibalas oleh kambing yang tidak bertanduk". Hadits ini menunjukkan betapa sempurna dan sempurnanya keadilan Allah di akhirat, khususnya bagi non-Muslim. Hadits ini menunjukkan bahwa, dalam kerangka Islam, kehidupan setelah kematian merupakan tempat untuk penghakiman universal yang adil sekaligus tempat untuk melanjutkan hidup. Hadits-hadits yang menjelaskan secara spesifik tentang keadilan ini disajikan secara tematis, yang memperkuat keyakinan bahwa tidak ada perbuatan baik sekecil apa pun yang akan luput dari perhatian Allah. Hal ini mendukung gagasan 'adl IlAh . eadilan Tuha. dalam konteks keimanan pada hari akhir dan konsisten dengan penegasan Al-Qur'an yang terdapat dalam QS. al-Zalzalah: 7-8. Tantangan dan Solusi Aktualisasi Hadis Tematik di Bidang Aqidah Tantangan: Termasuk kekurangan sumber pendidikan yang mengaitkan aqidah dengan ilmu pengetahuan,ketidakmampuan guru untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip aqidah secara Muslim Ibn al-ajjAj. Al-Musnad Al-auu Al-Mukhtaar Bi Naql Al-Adl an Al-Adl IlA Rasl AllAh allA AllAh alaih Wasallam, ed. Muuammad ibn Rifat ibn UmAn ilmiy. Muuammad Izzat ibn UmAn al- ZafarAn, and Ab Nimah AllAh Muuammad Syukriy, vol. 1Ae8 (DAr auq al-NajAt PP - Beirut, 1. , https://shamela. ws/book/711. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat efektif ke dalam berbagai mata pelajaran,dan kurangnya koordinasi antara lembaga pendidikan formal dan nonformal. Materialisme: seiring berjalannya waktu,nilai-nilai matrelialistis yang mengutamakan kekayaan,kesenangan duniawi,dan konsumsi sebagai tujuan hidup semakin mendominasi era Dengan sikap matrealisme ini,orang sering mengabaikan prinsip-prinsip agama dan Akibatnya,iman mereka menjadi lebih lemah dan kesadaran akan akhirat berkurang. Kondisi ini sesuai dengan hadis yang menyatakan bahwa AualwahnAy yang artinya cinta dunia dan takut mati akan muncul di akhir zaman dan akan melemahkan keimanan dan keberanian umat islam. Pengaruh Media Sosial: Media sosial telah mengubah cara umat islam,khususnya generasi muda, mempelajari dan memahami agama. Di satu sisi, media sosial menawarkan akses yang luas terhadap informasi keagamaan dan membantu memperkuat identitas islam melalui diskusi dan konten dakwah positif. Di sisi lain, media sosial juga menjadi sumber hoaks,informasi yang tidak akurat,dan tafsir agama yang salah yang dapat membingungkan orangorang,terutama remaja yang tidak cukup terdidik dalam agama. Banyak pengaruh agama menyebarkan ideologi tanpa dasar yang kuat,yang dapat menyesatkan pengikutnya. Media sosial juga dapat menyebabkan isolasi sosial dan konflik karena tafsir yang berbeda yang muncul dalam diskusi online. Akibatnya literasi digital dan bimbingan dari tokoh agama sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengarahkan pemahaman agama yang benar. Krisis Spiritual: Di tengah derasnya arus dunia modern dan teknologi,iman dan akidah yang lemah menyebabkan krisis spiritual. Banyak orang kehilangan makna hidup mereka,tidak lagi takut kepada Allah,dan kehilangan hubungan mereka dengan sang pencipta. Merajalelanya perilaku maksiat secara terbuka,seperti minum khamer dan perzinahan,menunjukkan kurangnya rasa malu dan kurangnya kesadaran agama, yang memperparah fenomena ini. Selain itu krisis spiritual ditandai dengan peningkatan spektisisme dan relativisme dalam beragama serta penurunan kualitas ibadah dan akhlak. Solusi: pelatihan guru yang berkelanjutan,pembuatan bahan ajar yang komprehensif, dan kerja sama keluarga,sekolah,dan pesantren dalam menanamkan nilai-nilai aqidah kiamat. Materialisme: Menanamkan nilai-nilai spiritual dan tauhid dengan kuat agar manusia tidak terjebak hanya pada aspek duniawi,melainkan menyadari bahwa tujuan hidup adalah beribadah kepada Allah (QS. As-Shof. dan mencapai kebahagiaan akhirat. Pendidikan islam harus menjauhkan diri dari materialisme dengan mendefinisikan pendidikan sebagai proses pengabdian dan kerja keras kepada Allah,bukan sekedar meraih keuntungan material. Abuddin Nata. AuProblema Akidah Tauhid Dalam Kehidupan Bangsa Dan Solusinya Melalui Pendidikan,Ay RiAoayah Jurnal Sosial Dan Keagamaan 6, no. wandi Ruswannur. AuTantangan Dan Solusi Akhir Zaman,Ay Journalnusantara. com, n. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat Pengembangan spiritualitas dan tasawuf sebagai obat untuk sikap rakus dan kecemasan yang disebabkan oleh kejaran duniawi, membantu seseorang mengendalikan nafsu dan menghindari Membanhun kesadaran bahwa materi adalah sarana dan amanah,bukan tujuan akhir,sehingga manusia dapat mengelola dunia dengan bijaksana tanpa kehilangan orientasi Pengaruh Media Sosial: Meningkatkan literasi digital dan keagamaan sehingga orang dapat memilih informasi yang tepat dan menghindari hoaks dan interpretasi agama yang salah. Untuk mendorong ulama dan tokoh agama untuk memberikan penjelasan agama yang benar dan moderat melalui media sosial, sehingga orang tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang Menggunakan media sosial sebagai alat dakwah positif yang menanamkan iman dan mendidik,bukan sekedar hiburan atau konten yang melanggar hukum. Krisis Spiritual: Melalui pendidikan agama yang menyeluruh,memperkuat iman dan akhlak, mengintegerasikan tauhid dan akhlak sehingga moral umat terjaga dan kesadaran akan akhirat Meningkatkan kesadaran akan pentingnya ibadah,doa dan dzikir sebagai penenang dan penopang iman di tengah tantangan dunia kontemporer. Membuat komunitas keagamaan yang kuat sehingga orang dapat mendapatkan dukungan sosial dan spiritual saat menjalankan ajaran islam. Mengajarkan orang-orang untuk kembali ke nilai-nilai islam yang murni dan menghindari perilaku yang merupakan tanda-tanda kiamat agar iman mereka tidak mudah Metode tematik menggabungkan berbagai elemen pembelajaran, yaitu ilmu . a'li. , keterampilan . , dan karakter . , ke dalam satu tema yang konsisten dan Oleh karena itu, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis tentang aqidah, tetapi mereka juga menginternalisasi prinsip-prinsip iman dalam sikap dan tindakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Kontekstual dan Relevan dengan Kehidupan: Pembelajaran tematik bersifat kontekstual dan fungsional, sehingga materi aqidah dapat dikaitkan dengan masalah aktual yang dihadapi masyarakat modern, seperti kesulitan moral, krisis spiritual, dan dampak budaya materialistis. Ini membuat pemahaman aqidah lebih hidup dan aplikatif. Memudahkan Pemahaman Anak dan Remaja: Metode tematik menggabungkan berbagai disiplin ilmu dalam satu tema yang menarik dan mudah dipahami, yang membuatnya sangat cocok untuk anak usia dini dan usia sekolah dasar. Ini penting untuk pendidikan agama agar anak-anak dapat memahami iman secara menyeluruh. Metode tematik memungkinkan penggabungan nilai-nilai Islam dalam ilmu pengetahuan umum . slamisasi ilm. Ini memungkinkan siswa melihat hubungan harmonis antara pengetahuan dunia dan agama. Ini penting untuk mengatasi perbedaan antara ilmu dan agama yang sering terjadi di zaman sekarang. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat Dengan menggunakan pendekatan tematik, pendidikan aqidah berkonsentrasi pada aspek afektif, psikomotorik, dan kognitif. Ini memungkinkan pembentukan karakter Islami yang kuat dan keimanan yang kokoh. Melalui penerapan, contoh, dan penguatan nilai-nilai tauhid dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Pembelajaran tematik integratif di Aceh mengakomodasi nilainilai lokal dan hukum syariah, sehingga pendidikan aqidah lebih relevan dan kontekstual dengan budaya dan hukum setempat. KESIMPULAN Pertama, hadis tematik memudahkan pemahaman dan penghayatan umat. Hadis tentang kiamat disampaikan dalam urutan yang sistematis daripada secara terpisah dan acak. Hal ini memudahkan orang untuk memahami tanda-tanda kiamat dan peristiwa yang akan terjadi, serta konsekuensi moral dan spiritualnya. Sebagaimana dijelaskan dalam penelitian, memahami hadis akhir zaman sangat penting agar umat dapat mempersiapkan diri secara fisik dan emosional untuk menghadapi masa sulit. kedua,Hadis tentang kiamat yang diajarkan secara tematik berfungsi sebagai pengingat yang terus menerus bagi umat Islam dari generasi ke generasi. Pengajaran yang terus menerus ini menanamkan kesadaran spiritual yang kuat dan kesiapan mental untuk kehidupan akhirat. Hadis tematik menjadi alat yang berguna untuk mengajarkan nilai-nilai iman yang kokoh. Ketiga, hadis tematik memberikan relevansi dan konteks saat ini. Hadis-hadis tematik tentang kiamat dapat dikaitkan dengan fenomena sosial, budaya, dan teknologi modern, seperti penurunan moralitas dan penyebaran maksiat, serta masalah lainnya yang muncul di era modern. Metode ini membantu umat Islam memahami bahwa tanda-tanda kiamat benar-benar ada dan berkaitan dengan dunia saat ini. Akibatnya, masyarakat dimotivasi untuk bertindak nyata untuk memperbaiki diri sendiri dan lingkungan sosialnya. Keempat, keyakinan yang dibangun melalui hadis tematik tentang kiamat menumbuhkan dipertanggungjawabkan di akhirat. Ini juga menumbuhkan motivasi untuk beramal saleh dan membentuk karakter religius. Kesadaran ini menjadi pendorong utama bagi anggota masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah, menghindari dosa, dan memperbanyak amal kebaikan. Hadis tematik membantu membangun karakter religius yang teguh dan perilaku sosial yang baik. Kelima. Hadis tematik, selain berfungsi sebagai alat untuk persiapan dan antisipasi tandatanda kiamat, juga berfungsi sebagai pedoman praktis bagi orang-orang untuk mengetahui dan mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi tanda-tanda yang semakin dekat. Kesadaran ini penting agar masyarakat tidak terjebak dalam keputusasaan atau kelalaian. sebaliknya, mereka Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat harus selalu waspada dan berusaha memperbaiki diri. Ini mendorong sikap proaktif untuk menjaga iman dan etika di tengah tantangan zaman. Dengan berkembangnya tantangan zaman modern yang semakin kompleks, sangat penting bagi umat Islam untuk memiliki metode pembelajaran yang efektif dan relevan untuk memperkuat aqidah dan membentuk karakter generasi muda yang tangguh secara spiritual dan Diharapkan metode tematik dapat berfungsi sebagai pedoman utama dalam proses pendidikan keagamaan. Pertama dan terpenting, harapan utama adalah bahwa metode tematik dapat membuat pembelajaran aqidah lebih mudah dipahami dan digunakan oleh berbagai orang, terutama anakanak dan remaja. Dengan menggunakan pendekatan yang terstruktur berdasarkan tema-tema penting, generasi muda dapat memahami konsep-konsep keimanan secara menyeluruh dan kontekstual, sehingga iman mereka tidak hanya menjadi pengetahuan teoritis, tetapi benar-benar tertanam dalam hati mereka dan tercermin dalam tindakan mereka setiap hari. Kedua, diharapkan bahwa teknik ini akan membangun fondasi mental dan spiritual generasi muda sehingga mereka dapat bertahan dalam menghadapi berbagai godaan dan ujian modern, seperti materialisme, pengaruh negatif media sosial, dan krisis moral. Jika generasi muda memiliki iman yang kuat, mereka akan lebih siap menjalani kehidupan dunia dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, dan mereka akan lebih sulit terpengaruh oleh faktor-faktor yang tidak baik. Ketiga, metode tematik diharapkan menghasilkan karakter yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab terhadap masyarakat. Generasi yang dibentuk tidak hanya mengejar tujuan duniawi, tetapi juga mengingat tujuan akhirat, kehidupan yang kekal. Kesadaran ini akan mendorong mereka untuk berbuat baik setiap saat, menjaga hubungan baik dengan sesama, dan berkontribusi positif kepada masyarakat. Diharapkan bahwa pendekatan tematik akan berfungsi sebagai landasan kuat untuk membangun generasi yang siap untuk menghadapi kehidupan Memiliki pemahaman yang mendalam tentang aqidah, termasuk keyakinan akan hari kiamat dan balasan amal, akan memotivasi generasi muda untuk beribadah, menghindari perbuatan jahat, dan terus memperbaiki diri sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat. Terakhir, harapannya adalah bahwa metode tematik ini akan secara luas digunakan oleh lembaga pendidikan formal dan nonformal, menjadi komponen penting dari kurikulum dan program pembinaan keagamaan. Oleh karena itu, pendekatan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pembelajaran, tetapi juga berfungsi sebagai pondasi utama dalam pembentukan generasi Islam yang beriman, berpengetahuan, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan dunia dan Dengan menerapkan pendekatan tematik yang konsisten dan terarah, umat Islam berharap dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Hilda Cahyani Widiyastuti. Muhammad Alif. MusAoidul Millah: Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat secara spiritual dan moral, sehingga mereka dapat membawa perubahan positif bagi diri mereka sendiri, keluarga, masyarakat, agama, dan agama secara keseluruhan. DAFTAR PUSTAKA