Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 2 September 2024. Hal. BPPMSTAKTerpaduPesat Penerapan Discovery Learning dalam Penanaman Nilai Agama dan Moral sebagai Upaya Meningkatkan Iman Anak Usia 5-6 Tahun Dewinta Tabelak1A. Romini2 TK Kristen Imanuel Terpadu. Kab. Semarang. , . tabelakdewinta@gmail. Article History Submitted: 19 Juli 2024 Accepted: 14 Agustus 2024 Published: Oktober 2024 Keywords: Discovery Learning Method. Religious Values. Morals. ChildrenAos Faith. Kata-kata kunci: Metode Discovery Learning. Nilai Agama. Moral. Iman Anak. Abstract Early Childhood Education is important for developing teaching and learning activities to improve attitudes and behavior. For this reason, it is necessary to apply varied learning methods to help achieve educational goals and one of the methods used for children to learn independently is the discovery learning method in cultivating Religious and Moral Values. The discovery learning method is a learning method that helps think critically, is child-centered and creative with meaningful knowledge in real life. Kindergarten B children's faith problems include not yet believing that Jesus is God and Savior personally, not being able to pray in their own words, keeping themselves busy when praying, not participating in group worship activities, not knowing their religion, not respecting their elders. and does not love friends. Therefore, this research aims to increase the faith of children aged 5-6 years in the Imanuel Integrated Christian Kindergarten in Jlegong Hamlet. Ngadikerso Village. Sumowono District. Semarang Regency. Central Java Province by applying the Discovery Learning method in Planting NAM using the Action Research method. Class (PTK). The research results show that the discovery learning method in cultivating NAM is able to increase children's faith. The total final result obtained on children's faith for three cycles and nine actions was 68. 74, with description Developing According to Expectations (BSH). Abstrak Pendidikan Anak Usia Dini penting untuk mengembangkan kegiatan belajar mengajar demi meningkatkan sikap dan perilaku. Untuk itu, perlu menerapkan metode pembelajaran yang bervariatif untuk membantu mencapai tujuan pendidikan dan salah satu metode yang digunakan agar anak belajar mandiri yaitu metode discovery learning dalam penanaman Nilai Agama dan Moral (NAM). Metode discovery learning merupakan metode pembelajaran yang membantu berfikir kritis, berpusat pada anak dan kreatif dengan pengetahuan yang bermakna dalam kehidupan nyata. Permasalahan iman anak TK B yaitu belum percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, belum bisa berdoa dengan kata-kata sendiri, menyibukkan diri sendiri saat berdoa, kurang mengikuti kegiatan beribadah bersama, tidak mengenal agama yang dianut, kurang menghormati orang yang lebih tua dan tidak mengasihi teman. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan iman anak usia 5-6 tahun di TK Kristen Imanuel Terpadu Dusun Jlegong. Desa Ngadikerso. Kecamatan Sumowono. Kabupaten Semarang. Provinsi Jawa Tengah dengan menerapkan metode Discovery Learning Dalam Penanaman NAM dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode discovery learning dalam penanaman NAM mampu meningkatkan iman anak. Total hasil akhir yang diperoleh pada iman anak selama tiga siklus dan sembilan tindakan adalah 68,74, dengan keterangan Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Copyright: @2024. Authors. 99 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga PENDAHULUAN Perkembangan zaman mengungkapkan bahwa adanya perubahan dalam pribadi seseorang terutama iman pada anak. Perubahan zaman secara keseluruhan saat ini sangat berpengaruh terhadap setiap orang termasuk di dalamnya anak. Pengaruh dari era perubahan keseluruhan secara negatif dapat menghancurkan bahkan menghambat perkembangan anak dalam kaitannya dengan perkembangan perilaku dan kognitif, sehingga anak dapat memiliki karakter atau perilaku berdasarkan keinginannya sendiri (Nggebu & Chung, 2. Pada masa sekarang menjadi tantangan bagi setiap kalangan baik itu orang dewasa maupun anak usia dini terutama pengaruhnya terhadap pertumbuhan spiritual. Pertumbuhan spiritual mengacu pada proses memelihara dan memperluas keyakinan, nilai, dan praktik spiritual seseorang, termasuk di dalamnya menanamkan nilai agama dan moral sebagai upaya untuk meningkatkan iman anak mulai dari sejak usia dini. Sejatinya Nilai Agama dan Moral merupakan sebuah dasar yang dijadikan sebagai pedoman untuk membentuk pola tingkah laku dan perkembangan anak sejak dini agar hidup menjadi teratur, damai, sejahtera dan bermartabat. Nilai agama dan moral sangat besar pengaruhnya dalam kaitannya dengan kehidupan manusia yang berbangsa dan bernegara (Athfal et al. , 2. Untuk itu perlu sekali anak memiliki dasar NAM sejak dini. Penanaman NAM merupakan tanggung jawab semua pihak, yaitu pemerintah dalam hal ini pendidikan di sekolah oleh guru, masyarakat, dan orang tua. Secara khusus adalah tanggung jawab guru di sekolah yaitu dapat membantu anak bertumbuh dalam imannya, memahami akan keselamatan dan berpegang teguh dalam Tuhan untuk menjalani setiap kehidupan di masa depan (Mukti et al. ,2. Gabriela (Van Brummele. mengatakan bahwa guru agama Kristen merupakan sebuah teladan kasih dan buah roh. Selanjutnya Nisma Simorangkir . alam Prijant. mengatakan bahwa guru Kristen yang bisa mengajarkan anak untuk memiliki sikap sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan (Adhielvra & Susanti, 2. Jadi disimpulkan bahwa guru Kristen adalah seseorang yang menjadi teladan dalam kebenaran dan mengajarkan anak sesuai firman Tuhan. Wesley Brill mengatakan bahwa iman merupakan sebuah karunia dari Allah dan tindakan Diketahui bahwa dasar Iman merupakan Firman Allah yang terdapat dalam kitab Roma 4:20,21. Tujuan iman berbicara tentang pribadi Yesus Kristus dengan iman yang menyelamatkan yaitu percaya Yesus Kristus sebagai Juruselamat (Adhielvra & Susanti, 2. Melalui paparan diatas dapat disimpulkan bahwa iman adalah percaya kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat dan karunia Allah yang dilakukan melalui suatu kepercayaan dan keyakinan orang Kristen. Hal ini harus dilakukan oleh orang dewasa agar dapat meningkatkan iman anak. UndangUndang pasal 1 butir 1 No. 35 tahun 2014 tentang perlingdungan anak yaitu Auanak merupakan seseorang yang belum berusia 18 . elapan bela. tahun termasuk anak yang masih dalam kandunganAy (Tamba, 2. Ketetapan UU tersebut menjelaskan bahwa anak yang masih dalam kandungan sampai anak berusia 18 tahun dikategorikan sebagai anak yaitu usia 5 Ae 6 tahun adalah fase kanak-kanak awal. Tahap perkembangan anak di usia ini terutama pada aspek NAM sangat baik jika ditanamkan sikap jujur . idak berbohon. , gambaran perilaku benar atau salah, serta mengetahui perintah yang dilarang (Wardhono & Istiana, 2. Dalam Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, setiap anak diperhatikan pertumbuhan kerohaniannya terutama dalam peningkatan iman anak, melalui aspek NAM. Tentu dalam proses belajar ada banyak cara yang dilakukan oleh 100 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga pendidik untuk meningkatkan iman anak yaitu dengan penerapan metode dalam pembelajaran (Budiana, 2. Salah satu metode yang bisa digunakan guru adalah discovery learning. Discovery learning adalah metode pembelajaran yang dilakukan dengan proses mencari dan menemukan sendiri. Kelebihan dari metode ini yaitu hasil yang didapatkan akan bertahan lama karena kegiatannya dilakukan sendiri melalui belajar berpikir analisis dan memecahkan sendiri masalah yang dihadapi (Wau, 2. Jadi metode discovery learning diartikan sebagai proses pembelajaran yang dilakukan secara mandiri dengan berpikir analisis dan dapat memecahkan masalah tersendiri. Berdasarkan pengamatan peneliti kepada anak kelas B di TK Kristen Imanuel Terpadu Jlegong terdapat permasalahan-permasalahan yang dialami anak maupun pendidiknya terutama penanaman NAM sebagai upaya untuk meningkatkan iman anak untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Permasalahan yang diamati peneliti untuk meningkatkan iman anak yaitu anak belum percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, belum bisa berdoa dengan kata-kata sendiri, menyibukkan diri sendiri sehingga tidak fokus atau serius saat berdoa untuk memulai dan mengakhiri kegiatan . erbisik dengan teman, tidak tutup mata, masih mencolek tema. , kurang mengikuti kegiatan beribadah bersama, tidak mengenal agama yang dianut, kurang menghormati orang yang lebih tua dan tidak mengasihi teman contohnya dalam masalah kecil anak cenderung berkelahi. Dalam hal ini peneliti juga melihat bahwa proses pembelajaran yang dilakukan pendidik saat ini yaitu menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada pendidik sehingga membuat anak kurang digali potensinya. Oleh sebab itu, penelitian ini mengajukan sebuah metode untuk digunakan dalam proses pembelajaran yaitu metode discovery learning agar dapat diterapkan dalam penanaman Nilai Agama Moral sebagai upaya untuk meningkatkan iman anak. METODE Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan kelas (PTK). PTK adalah salah satu bagian penelitian tindakan dari . ction researc. Menurut Suharsimi Arikunto, penelitian tindakan kelas adalah salah satu pencermatan terhadap proses pembelajaran melalui sebuah tindakan yang sengaja dibuat dalam kelas secara bersamaan (Parnawi, 2. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas adalah suatu penelitian yang dilakukan guru di kelas untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas serta proses pembelajaran dan mengetahui akibat dari tindakan pada suatu objek. Salah satu model yang diterapkan dalam penelitian tindakan ini adalah model Kemmis dan Mc Taggart yang merupakan suatu pengembangan konsep dasar oleh model Kurt Lewin yang membedakan tahap acting . dan observing . menjadi satu kesatuan model. Model Kemis dan Mc Tanggart dapat mengembangkan model Kurt Lewin dengan memperkenalkan empat cara dalam proses penelitian tindakan yaitu: Pertama. Perencanaan . yaitu mengindentifikasi masalah yang dilakukan dan dapat mempersiapkan semua keperluan yaitu: materi pembelajaran, metode atau teknik mengajar, serta instrument pengamatan yang akan digunakan dalam penelitian (Rahman & Saifuddin, 2. Jadi perencanaan adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan tujuan dan mengarah kedepan. Perencanaan pembelajaran yang dilakukan yaitu menyiapkan desain pembelajarannya seperti RPP, persiapan sumber belajar, instrumen penilaian, dan alat pendukung lainnya (Warsiman, 2. Kedua. Tindakan . atau Pelaksanaan adalah kegiatan yang diimplementasikan hasil dari semua strategi yang telah dibuat melalui perencanaan. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu pembelajarannya pada kurikulum yang berlaku dan sesuai hasil yang diinginkan untuk dapat meningkatkan efektivitas pelajar dan membantu peneliti untuk mempertajam dan memperkuat refleksi dan evaluasi pada 101 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga kegiatan yang terjadi dalam kelas(Rahman & Saifuddin, 2. Ketiga. Pengamatan . Susilo, dkk mengutip dari Nurkancana. Observasi adalah salah satu cara yang dipakai untuk mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan dan penialain pada objek yang diamati (Rahardjo & Gudnanto, 2. Sedangkan Ambrudin, dkk (Uswatun Hasana. , observasi adalah suatu proses pengamatan yang dilakukan secara langsung pada objek yang diteliti untuk mendapatkan data (Amruddin, 2. Dan Keempat. Refleksi . yaitu suatu tindakan dengan mengingat dan memikirkan kembali tindakan yang telah dicatat melalui observasi ( Z A M, 2. Refleksi dapat dilakukan setelah proses kegiatan untuk melihat dan mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dalam proses kegiatan yang telah berlangsung (Suyadi, 2. Melalui paparan diatas metode PTK digunakan atau dikerjakan dengan tahapan perencanaan. Tindakan, pengamatan dan refleksi dan juga tujuan dan manfaat penelitian tindakan kelas sangat penting agar dengan menggunakan penelitian ini sehingga dapat meningkatkan dan menghasilkan hasil yang baik dalam proses pembelajaran. PEMBAHASAN DAN HASIL Metode Discovery Learning Metode Discovery learning merupakan suatu proses pembelajaran dengan menggunakan teori belajar konstruksi yang dilakukan siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dari pengalaman nyata dan ilmu yang baru (Kemendikbu. Metode berasal dari bahasa Inggris. Method, yang berarti melalui, melewati, jalan, atau cara agar mendapatkan sesuatu. Melalui pengertian ini dapat diartikan bahwa metode adalah salah satu cara yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan atau visi (Susana, 2. Menurut Kristin yang menjelaskan bahwa discovery learning merupakan suatu cara agar dapat memahami arti dan konsep serta hubungan dalam proses pembelajaran agar menghasilkan suatu kesimpulan sendiri dengan baik. Selanjutnya Surus dan Oktavia juga mengatakan bahwa discovery learning merupakan sebuah proses pembelajaran yaitu anak diminta untuk mengatur dan menemukan sendiri cara belajar (Arfanda, 2. Jadi, discovery learning merupakan salah satu metode pembelajaran yang membuat anak atau peserta didik dapat menemukan masalah konsep dan prinsip tersendiri atau menemukan materi/pembelajaran yang baru dengan menhasilkan kesimpulan sendiri. Supuwiningsih (Hosna. bahwa discovery learning merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk mengembangkan cara belajara aktif anak dalam belajar dan menemukan serta menyelidik sendiri sehingga lebih lama mengingat pembelajaran yang ada dan tidak melibatkan orang lain (Supuwiningsih, 2. Menurut Auvisena (Djamara. mengemukakan beberapa tujuan dari metode discovery learning yaitu: Pertama, membangun sikap aktif kratif dan inovatif dalam proses kegiatan pembelajaran. Kedua, peserta didik dapat membangun sikap percaya diri dan terbuka dengan orang lain. Ketiga, peserta didik dapat membangun komitmen di sekeliling siswa lain. Keempat, eserta didik terlibat dalam proses belajar dengan sunguh-sungguh dan memberikan tanggung jawab yang terbaik dalam menemukan sesuatu dalam proses belajar (Auvisena et al. , 2. Disimpulkan bahwa discovery learning adalah salah satu metode pembelajaran yang digunakan guru untuk mengatur proses pembelajaran dan mengembangkan cara belajar aktif anak dengan menemukan dan menyelidiki sendiri. 102 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Nilai Agama dan Moral Kata nilai berasal dari bahasa Latin yaitu valere, artinya berguna, mampu, akan, berdaya, berlaku dan kuat. Nilai adalah salah satu hal yang memiliki sebuah kelebihan atau keunggulan. Selain itu agama adalah sebuah tuntutan hidup yang diharuskan untuk dapat membantu manusia dari kerusuhan (Lase, 2. Afi Parnawi (Sprange. tentang nilai yaitu salah satu aturan yang digunakan sebagai suatu panduan bagi diri seseorang agar dapat mempertimbangkan dan memilih keputusan yang tepat dalam situasi atau kondisi tertentu (Parnawi 2. Berdasarkan pengertian diatas bahwa nilai adalah suatu hal penting atau aturan yang digunakan sebagai panduan bagi diri Syani mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa Agama adalah sebuah tata cara yang mengatur keimanan atau kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus dan kaidah yang memiliki hubungan dengan pergaulan antar manusia (Syani & Marsi, 2. Selain itu Lisa Karyawati mengatakan bahwa agama adalah Pendidikan Kristen yang mampu meningkatkan pengetahuan Firman Tuhan terhadap seseorang agar dapat dilakukannya dalam kehidupan seharihari dengan melakukan buah-buah roh (Karyawati, 2. Jadi disimpulan bahwa agama adalah sebuah cara yang harus dilakukan oleh orang percaya yaitu percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Kurnia bahwa moral merupakan suatu standar baik atau buruknya seseorang sebagai pribadi atau sebagai masyarakat dan warga negara. Selain itu. Ousku dan Whellan mengatakan bahwa moral merupakan prinsip baik dan buruk yang melekat atau dimiliki oleh seseorang. Adapun beberapa pakar yaitu Newman, dkk dapat mengembangkan nilai moral dengan tujuan agar bisa membentuk watak, sifat atau karakteristiks seseorang individu (Karyawati 2020, . Sehingga dapat disimpulkan bahwa moral adalah salah satu hal yang mengacu pada baik buruknya seseorang terhadap nilai-nilai susila dan juga kendali dalam bertingkah laku. Ananda (Lickon. bahwa secara umum, tujuan pengembangan Nilai Agama pada diri seseorang yaitu memberikan dasar keimanan dengan sebuah takwa kepada Tuhan dan keindahan akhlak, cakap, percaya diri, serta adanya kesiapan untuk hidup bersama di tengah masyarakat. Dengan tujuan umum yang ada diatas, terdapat beberapa tujuan khusus yaitu: Pertama, mengembangkan iman percaya dan cinta terhadap Tuhan. Kedua, membiasakan anak-anak agar melakukan ibadah kepada Tuhan. Ketiga, membiasakan agar perilaku dan sikap anak didasari dengan nilai-nilai Agama. Keempat, membantu anak agar tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan (Ananda, 2. Iman Kristen Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata iman dapat disimpulkan sebagai suatu kepercayaan agama kepada Allah dengan ketetapan hati dan keteguhan batinnya seseorang. Selanjutnya juga iman dalam kitab suci, iman adalah suatu hal yang dapat dilakukan dengan mendengarkan firman Tuhan (Roma. Iman adalah salah satu sarana untuk mencari Allah dan menemukan harapan (Sutaryo, 2. Jadi iman adalah salah satu tindakan kepercayaan, ketetapan dan keteguhan batin yang dilakukan dengan merespon apa yang dikerjakan Allah. Berkhof memberi pengertian bahwa Emunah . ditujukan dalam Habakuk 2:4, artinya AokesetiaanAo. Selain itu. Stevanus berpendapat bahwa dalam Perjanjian Baru kitab Roma 1:17 memberikan pengertian yaitu ImanAy. Oleh sebab itu. Yotham mengatakan juga bahwa selain kata Emunah ada juga kata Batakh. AuBatakh merujuk pada rasa percaya dan bukan kepada kepercayaan yang intelektualAy. Dalam kitab Roma 4:20,21 mengatakan bahwa Firman Tuhan adalah dasar dari Iman. Tujuan Iman Kekristenan, yaitu pribadi Kristus oleh karena iman kepada Yesus yang 103 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga menyelamatakan (Tatang et al. , n. Iman menurut Ichwei G. Indra. Audalam Ibrani. 11:1 terdapat dua hal tentang iman, yaitu pertama iman merupakan pokok dari segala hal yang diharapkan. Kedua iman merupakan bukti dari segala sesuatu yang dilihat oleh seseorang (Pattinasarany dkk. Dari setiap paparan diatas dapat disimpulkan bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu pengharapan melalui kepercayaan dan keyakinan yang tidak terlihat dengan percaya kepada Tuhan. Adapun beberapa pemahaman iman yaitu: Pertama, iman terdapat dalam hati manusia, tetapi pengharapan terdapat dalam pikiran manusia dalam kitab Roma 10:10, dan kitab I Tes 5:8. Kedua, iman yaitu hal yang aktif, artinya bekerja dari dalam dan mengubah seorang pribadi. Ketiga, iman memiliki hubungan atau jaminan dengan saat ini. Orang yang beriman akan percaya baru melihat sepertis ucapan Yesus, jika engkau percaya baru melihat kemuliaan. Yohanes 11:3940. Ibrani. 11: 7 (Nathanael, 2. Berdasarkan setiap pengertian iman yang ada dapat disimpulkan bahwa iman adalah sebuah rasa kepercayaan yang benar kepada Tuhan dan juga dasar dari segala sesuatu yang diharapkan oleh seseorang. Menurut Thomas H. Groome mengatakan bahwa iman Kristen adalah anugerah dari Tuhan yang membuat pribadi seseorang memiliki hubungan hidup dalam Tuhan Yesus Kristus, menerima dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat (Sianipar, 2. Begitu pula seorang anak yang bertumbuh dalam keluarga Kristen harus mengalami pertumbuhan iman yaitu bertumbuh dalam Tuhan Yesus Kristus. Pertumbuhan iman anak ditunjukkan melalui kehidupan sehari-hari dengan contoh membaca Firman Tuhan, berdoa, mengikuti sekolah minggu, memberi persembahan kepada Tuhan dan mengasihi teman lainnya (Simatupang, 2. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa iman Kristen adalah seseorang yang percaya, setia, mengasihi sesama, menerima dan percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat serta tinggal di dalam-Nya. Anak dan Karakteristiknya Anak adalah suatu anugerah dan amanah yang diberikan dari Tuhan agar dijaga, dididik, dibimbing dan diperhatikan setiap pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh sebab anak adalah suatu harapan bagi generasi bangsa untuk menjadi manusia yang memiliki fungsi untuk lingkungan baik itu dalam keluarga, sekolah, masyarakat atau bangsa dan negara. Anak usia dini adalah anak yang masih memiliki usia 0-6 tahun (Khadijah & Amelia, 2. Dari pengertian anak diketahui bahwa masa yang sangat tepat untuk membangun kepribadian dan karakter yaitu pada masa anak usia dini, sebab pada masa ini adalah suatu masa dimana terjadinya proses pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berjalan dengan baik. Untuk mengetahui setiap karakteristik anak pada usia 5-6 tahun terdapat beberapa karakteristik dari perkembangan nilai agama dan moral yaitu: Pertama, anak mengenal agama yang di anut. Kedua, anak mengikuti kegiatan beribadah. Ketiga, anak memiliki perilaku yang Keempat, anak memiliki sikap tolong menolong. Kelima, memiliki sikap sopan santun. Keenam, hormat atau taat kepada orang lain. Ketujuh, anak memiliki toleransi dengan agama orang lain (Sudirman, 2. Selain itu, karakteristik anak usia 5-6 tahun ini juga diungkapkan oleh Syamsuar Mochtahar yaitu: setiap gerakan yang dilakukan anak lebih terkordinasi, memiliki perkembangan bahasa yang cukup baik, bermain bersama teman dan dapat berkawan dengan baik, memiliki kepekaan/mampu berinteraksi dengan orang lain terhadap keadaan sosial yang ada, mengetahui perbedaan jenis kelamin dan status yang dimiliki oleh seseorang dan mengenal angka dan berhitung 1-10 (Elia. Liala & M S Indonesia, 2. 104 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Pra-Siklus Untuk mengetahui gambaran awal iman anak pada usia 5-6 tahun maka dilakukan kegiatan pra siklus dengan tujuan menemukan gambaran iman yang ingin diperoleh dalam meningkatkan Iman anak yang percaya kepada Tuhan sebagai Juruselamat di TK Kristen Imanuel Terpadu. Kode RFP MAP MAH DBH ATB GPP OCA Tabel 1 Lembar Hasil Observasi Pra Ae Siklus Indikator Y Nilai (Iman Ana. Indikator Total Skor Skala Penilaian Skor Keterangan Pada pra siklus diperoleh gambaran awal iman anak usia 5-6 tahun di TK Kristen Imanuel Terpadu Jlegong, bahwa tujuh anak yang di teliti (RFP. MAP. MAH. DBH. ATB. GPP. OCA) dengan tingkat iman anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) berjumlah 5 orang anak dan Mulai Berkembang (MB) ada 2 orang anak. Siklus I Berikut hasil data penelitian siklus I pada iman anak usia 5 Ae 6 tahun dengan mingimplementasikan metode discovery learning dalam penanaman Nilai Agama dan Moral (NAM). Kode RFP MAP MAH DBH ATB GPP OCA Tabel 2 Lembar Hasil Observasi Siklus II Indikator Y (Iman Ana. Nilai Indikator Total Skor Skala Penilaian Skor Keterangan BSH Implementasi metode discovery learning dalam penanaman Nilai Agama dan Moral (NAM) pada siklus I, berjalan dengan baik sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian 105 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga (RPPH). Berdasarkan hasil data yang didapatkan, penerapan metode discovery learning dalam penanam Nilai Agama dan Moral (NAM) masih berada pada kategori Mulai Berkembang (MB). Siklus II Berikut hasil data penelitian siklus II pada iman anak usia 5 Ae 6 tahun dengan mingimplementasikan metode discovery learning dalam penanaman Nilai Agama dan Moral (NAM). Kode RFP MAP MAH DBH ATB GPP OCA Tabel 3 Hasil Observasi Siklus II Indikator Y (Iman Ana. Nilai Indikator Total Skor Skala Penilaian Skor Keterangan BSH BSH BSH BSH Implementasi metode discovery learning dalam penanaman Nilai Agama dan Moral (NAM) pada siklus II Tindakan i, berjalan dengan baik sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Kegiatan main di sentra main peran dapat di selesaikan dengan tuntas oleh anak-anak dan kegiatan proses belajar mengajar sudah baik sesuai struktur belajar, alat peraga, alat main di kelas sentra sudah digunakan dan dimanfaatkan dalam proses belajar dengan Berdasarkan hasil data yang didapatkan Tingkat pengaruh metode discovery learning dalam penanam Nilai Agama dan Moral (NAM) dalam meningkatkan iman anak sudah meningkat. Dari hasil data yang ada rata-rata tingkat iman anak Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil skor yang diperoleh pada tindakan ini sudah mengalami peningkatan dari tindakan sebelumnya. Peningkatan iman anak yang dicapai pada tindakan ini, kegiatan tanya jawab peneliti dan anak serta melalui kegiatan main yang dikerjakan. Siklus i Berikut hasil data penelitian siklus i pada iman anak usia 5 Ae 6 tahun dengan mingimplementasikan metode discovery learning dalam penanaman Nilai Agama dan Moral (NAM). Kode RFP MAP MAH Tabel 4 Hasil Observasi Siklus i Indikator Y Nilai Indikator (Iman Ana. Skala Penilaian Skor 106 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Keterangan BSB BSB BSB DBH ATB GPP OCA Total Skor BSB BSB BSB Implementasi metode discovery learning dalam penanaman Nilai Agama dan Moral (NAM) pada siklus i Tindakan I, berjalan dengan baik sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Kegiatan main di sentra main peran dapat di selesaikan dengan tuntas oleh anakanak dan peneliti sudah melakukan proses belajar yang sesuai dan anak mampu mengenal dan membedakan makhluk ciptaan Tuhan melalui media alat peraga yang diberikan. Refleksi dalam perbaikan alat peraga dan alat APE sudah baik sehingga anak-anak senang dan semangat belajar serta bisa mencapai indikator. Berdasarkan hasil data yang didapatkan Tingkat pengaruh metode discovery learning dalam penanam Nilai Agama dan Moral (NAM) dalam meningkatkan iman anak sudah mulai meningkat. Dari hasil data yang ada rata-rata tingkat iman anak Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil skor yang diperoleh pada tindakan ini sudah meningkat dari tindakan Peningkatan iman anak yang dicapai pada tindakan ini, kegiatan tanya jawab peneliti dan anak, menonton video, berdoa dan bernyanyi serta melalui kegiatan main yang dikerjakan. Semua anak sudah percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, beberapa anak memiliki sikap sayang teman, memiliki sikap hormat kepada orang yang lebih tua, memiliki sikap berdoa yang benar pada aturan yang ada dan percaya bahwa Tuhan Allah sumber berkat. Interpretasi Berdasarkan hasil data yang diperoleh dari siklus I Ae siklus i, terjadi peningkatan iman anak usia 5 Ae 6 tahun dengan menerapkan metode discovery learning dalam penanam NAM di TK Kristen Imanuel Terpadu. Dusun Jlegong. Desa Ngadikerso. Kecamatan Sumowono. Kabupaten Semarang. Provinsi Jawa Tengah. Berikut adalah hasil data rekapitulasi siklus I Ae siklus i yang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel Rekapitulasi Hasil Akhir Penelitian Iman Anak TK B Jumlah Nilai Siklus Kode Jumlah Nilai RataRata Keterangan RFP i MAP BSB MAH BSB DBH 76,63 BSB ATB 56,06 BSH GPP BSH OCA BSB Jumlah Skor 57,53 BSH 481,22 107 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Rata-Rata 68,74 BSH Berdasarkan tabel rekapitulasi hasil akhir penelitian tentang Upaya meningkatkan iman anak melalui metode discovery learning dalam penanaman nilai agama dan moral pada anak kelas B di TK Kristen Imanuel Terpadu Jlegong mencapai nilai hasil akhir yaitu 68,74 dengan keterangan Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Hasil akhir tersebut menunjukkan bahwa dengan melalui penerapan metode discovery learning dalam penanaman nilai agama dan moral efektif dalam meningkatkan iman anak kelas B di TK Kristen Imanuel Terpadu Jlegong. Peningkatan iman yang telah dicapai anak yaitu pertama. Anak sudah percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dengan perkataan sendiri. Kedua, anak sudah terbiasa memiliki sikap sayang teman, anak selalu memiliki sikap hormat kepada orang yang lebih tua, anak selalu memiliki sikap berdoa dengan benar pada aturan yang ada, anak sudah memiliki sikap percaya kepada Tuhan bahwa Allah sumber berkat. Hasil akhir ini menunjukkan dengan adanya penerapan metode discovery learning dalam penanaman Nilai Agama dan Moral (NAM) dapat meningkatkan iman anak usia 5-6 tahun secara efektif di TK Kristen Imanuel Terpadu Jlegong. KESIMPULAN Nilai Agama dan Moral (NAM) dapat meningkatkan iman anak. NAM meliputi nilai-nilai kebenaran pada anak usia dini yang perlu ditanamkan seperti budi pekerti, sikap sopan santun, dan kemauan melaksanakan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman Nilai Agama dan Moral dapat meningkatkan iman anak melalui beberapa cara yaitu mengenalkan Tuhan kepada anak dengan mengajarkan doa, bernyanyi, mengadakan karyawisata, bercerita, berdoa, dan bersyukur dengan akhlak yang baik. Cara yang tepat untuk menanamkan akhlak kepada anak dilakukan dengan membiasakan setiap anak untuk membaca doa sebelum dan sesudah Seorang pendidik memiliki cara lain untuk menanamkan NAM yaitu dengan memberikan contoh atau teladan, arahan dan pengertian bahwa suatu teknik pembimbingan dan pembelajaran moral kepada anak sangat penting. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah berlangsung, peneliti menarik kesimpulan bahwa berdasarkan hasil data penelitian siklus dalam penerapan metode discovery learning dalam penanaman Nilai Agama dan Moral dapat meningkatkan iman anak TK B di TK Kristen Imanuel Terpadu Jlegong berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Melalui penerapan metode discovery learning dalam penanaman NAM dapat mencapai indikator yang telah ditetapkan. Peningkatan iman anak yang telah dicapai yaitu: pertama. Anak sudah percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dengan perkataan sendiri. Kedua, anak sudah terbiasa memiliki sikap sayang teman, anak selalu memiliki sikap hormat kepada orang yang lebih tua, anak selalu memiliki sikap berdoa dengan benar pada aturan yang ada, anak sudah memiliki sikap percaya kepada Tuhan bahwa Allah sumber berkat. Dengan menerapkan metode discovery learning dalam penanaman NAM, di TK Kristen Imanuel Terpadu Jlegong dapat meningkatkan iman anak usia 5-6 tahun dengan penerapan sesuai prosedur metode pembelajaran discovery learning. Dalam penelitian yang telah dilakukan dengan baik sehingga pada hasil akhirnya dapat meningkatkan iman anak sebesar 68,74 dengan keterangan Berkembang Sesuai Harapan (BSH). 108 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa metode discovery learning menjadi salah satu metode pembelajaran yang digunakan pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini dengan menjadi sebuah alternatif untuk meningkatkan berbagai aspek perkembangan, keterampilan dan karakter anak, secara khusus pada iman anak. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa metode discovery learning dalam penanaman NAM memiliki keterkaitan yang sangat signifikan sehingga memberikan pengaruh yang sangat baik terhadap peningkatan iman anak. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua guru TK Kristen Imanuel Terpadu Jlegong yang telah membantu dan menolong penulis dalam menyelesaikan tulisan ini dengan baik tepat waktunya. DAFTAR PUSTAKA