BALANCE : JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS Vol 10. No 1. Juni 2025. Hal 93 - 106 Pengaruh Keefektifan Audit Sistem Informasi. Risiko Keamanan Audit Sistem Informasi, dan Strategi Audit Sistem Informasi terhadap Pendeteksian Salah Saji Oleh : Info Artikle : Betri1 Universitas Muhammadiyah Palembang. Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia sirajuddin@gmail. Diterima : 15 April 2025 Direview : 6 Mei 2025 Disetujui : 17 Mei 2025 Welly2 Universitas Muhammadiyah Palembang. Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia Welly. lht@gmail. Ida Zuraidah3 Universitas Muhammadiyah Palembang. Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia Id4. syoib@gmail. Lis Djuniar4 Universitas Muhammadiyah Palembang. Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia lisdjuniar@gmail. Ambo Upek5 Universitas Muhammadiyah Palembang. Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia amboufe5@gmail. Co Author *betri. sirajuddin@gmail. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of information systems audit effectiveness, information systems audit security risk, and information systems audit strategy on the detection of misstatements in Public Accounting Firms in Palembang City. This is an associative research using a quantitative approach. The population consists of 60 auditors, with a saturated sampling technique. Primary data were collected through questionnaires and interviews, and processed using SPSS version 23. The results show that all variables are valid and reliable. Simultaneously, audit effectiveness, security risk, and audit strategy significantly affect misstatement detection. Partially, security risk and audit strategy have a significant influence, while audit effectiveness does not have a significant effect. These findings highlight the importance of audit strategy and security risk management in detecting misstatements in information systems audits within public accounting firms. Keywords: Information System Audit. Misstatement Detection. Information system Audit Security Risk. Information System Audit Strategy aktfeb@gmail. ISSN PRINT : 2548-7523 | E-ISSN : 2613-8956 http://jurnal. um-palembang. id/balance Betri. Welly. Ida. Lis. Ambo ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keefektifan audit sistem informasi, risiko keamanan audit sistem informasi, dan strategi audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji pada Kantor Akuntan Publik di Kota Palembang. Jenis penelitian ini adalah asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi terdiri dari 60 auditor dengan teknik sampel jenuh. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara, serta diolah menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel yang digunakan valid dan reliabel. Secara simultan, keefektifan audit sistem informasi, risiko keamanan, dan strategi audit sistem informasi berpengaruh terhadap pendeteksian salah Secara parsial, risiko keamanan dan strategi audit sistem informasi memiliki pengaruh signifikan terhadap pendeteksian salah saji, sedangkan keefektifan audit sistem informasi tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya strategi dan pengelolaan risiko keamanan dalam mendeteksi salah saji pada proses audit sistem informasi di kantor akuntan publik. Kata Kunci: Audit Sistem Informasi. Pendeteksian Salah Saji. Risiko Keamanan Audit Sistem Informasi. Strategi Audit Sistem Informasi PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan manusia, termasuk dalam dunia bisnis dan organisasi. Sistem Informasi kini menjadi salah satu komponen vital dalam operasional organisasi, baik untuk mendukung pengambilan keputusan, pengelolaan data, maupun penyimpanan informasi. Namun, seiring dengan kompleksitas penggunaan sistem informasi, muncul berbagai tantangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah potensi terjadinya kesalahan atau salah saji dalam data yang dihasilkan oleh sistem tersebut. Salah saji ini dapat merugikan organisasi, baik dalam hal finansial, reputasi, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Untuk memastikan keakuratan dan integritas data dalam sistem, audit sistem informasi menjadi hal yang sangat penting (Hall, 2. Audit sistem informasi bertujuan untuk mengevaluasi dan menilai efektivitas serta kepatuhan sistem informasi terhadap kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. Proses audit ini diharapkan dapat mendeteksi adanya kesalahan atau kelemahan dalam sistem yang dapat menyebabkan salah saji. Keefektifan audit, baik dari segi metodologi maupun pelaksanaannya, akan sangat memengaruhi hasil pendeteksian salah saji. Namun, efektivitas audit sistem informasi tidak dapat dipisahkan dari faktor risiko keamanan yang ada dalam sistem. Risiko-risiko keamanan, seperti serangan siber, kebocoran data, atau akses tidak sah, dapat merusak integritas data dan bahkan memengaruhi kualitas hasil audit itu sendiri. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk tidak hanya fokus pada strategi audit yang efektif, tetapi juga pada pengelolaan risiko keamanan untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat dipercaya dan akurat. Keefektifan audit sistem informasi adalah kemampuan auditor untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa sistem informasi yang digunakan dalam organisasi berfungsi secara efektif, aman, dan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan (Suharsono, 2. Risiko keamanan audit Sistem Informasi adalah potensi ancaman yang dapat merusak integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data dalam sistem informasi yang diaudit. Risiko ini bisa berasal dari serangan siber, kesalahan manusia, atau kegagalan teknologi. Audit sistem informasi bertujuan mengidentifikasi dan mengelola risiko Auditor internal harus bersikap hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan informasi yang yang diperolehnya dalam pelaksanaan tugasnya. Auditor internal tidak boleh menggunakan informasi rahasia untuk dapat mendapatkan keuntungan pribadi, secara melanggar hukum atau dapat yang menimbulkan kerugian terhadap organisasinya (Darmawan, 2. Dalam melaporkan hasil pekerjaanya, auditor internal harus mengungkapkan semua fakta-fakta penting yang diketahuinya yaitu fakta-fakta yang jika tidak diungkap dapat mendistorsi laporan atas kegiatan yang di review atau menutupi adanya praktik yang melanggar hukum (Betri & Maidiana, 2. Betri. Welly. Ida. Lis. Ambo Strategi audit sistem informasi adalah rencana untuk menilai dan mengevaluasi pengelolaan, penggunaan, dan kontrol sistem informasi di suatu organisasi, dengan tujuan memastikan efektivitas, efisiensi, dan kepatuhan (Supriyadi, 2. Pendeteksian salah saji . raud detectio. adalah mengidentifikasi adanya manipulasi, kecurangan, atau penyajian informasi yang tidak benar dalam laporan keuangan atau data lainnya yang disampaikan oleh suatu entitas. Proses ini bertujuan untuk menjaga integritas dan keandalan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan (Yasin, 2. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Lonto & Pandowo, 2. menemukan bahwa penggunaan teknologi informasi dalam audit internal secara signifikan meningkatkan efektivitas pendeteksian salah saji. Teknologi seperti perangkat lunak audit membantu auditor memahami pola data dan menemukan anomali yang menunjukkan potensi salah saji. Sedangkan (Muyasaroh, 2. mengidentifikasi bahwa keterbatasan anggaran dan kurangnya investasi pada perangkat audit berbasis teknologi menghambat optimalisasi efektivitas audit dalam mendeteksi salah saji. Selanjutnya penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Febriani, 2. menemukan bahwa proses penilaian risiko yang baik membantu auditor mendeteksi salah saji, baik yang disengaja . maupun tidak disengaja . Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis risiko dapat meningkatkan akurasi dan efektivitas audit. Sedangkan (Febriani, 2. menemukan bahwa bias auditor dapat memengaruhi hasil evaluasi risiko, yang pada gilirannya dapat menghambat kemampuan mendeteksi salah saji secara akurat. Selanjutnya, penelitian sebelumnya dilakukan oleh (Yuliana, 2. menunjukkan bahwa audit berbasis teknologi, seperti penggunaan data analytics dan artificial intelligence, meningkatkan efektivitas deteksi salah saji dalam laporan Teknologi ini mempermudah auditor untuk menganalisis data besar dan menemukan pola yang sulit diidentifikasi secara manual. Sedangkan (Siregar, 2. mengungkapkan bahwa keuntungan, auditor yang tidak terampil dalam menggunakan alat-alat canggih ini mungkin tidak dapat memanfaatkan potensinya secara maksimal. Tanpa pelatihan yang tepat, teknologi bisa gagal dalam mendeteksi salah saji. Berdasarkan fenomena yang terkait dalam risiko keamanan audit sistem informasi ini. Populix melaporkan bahwa keamanan siber dan kesehatan menjadi dua kekhawatiran utama masyarakat di era digital, dengan 67% responden khawatir akan ancaman siber dan 49% soal kesehatan. CEO Populix. Timothy Astandu, menyebut pembobolan data dan peretasan sebagai ancaman utama, diperparah oleh kurangnya pengetahuan dan sumber daya. Ancaman lain yang diidentifikasi meliputi virus, phishing, ransomware, hingga Timothy menekankan pentingnya edukasi dan solusi keamanan siber yang mudah diakses. Selain itu, tantangan ini berdampak pada aspek emosional, finansial, dan sosial masyarakat. Di sisi lain, 47% responden juga khawatir akan stabilitas ekonomi di tengah kenaikan biaya hidup, mendesak pemerintah untuk menjaga stabilitas dan keterampilan tenaga kerja (Kompas. Berdasarkan kasus yang terkait dalam penelitian ini adalah kasus Ashley Madison, yang dikenal sebagai platform untuk perselingkuhan, digugat senilai US$576 juta . ekitar Rp8 triliu. oleh dua firma hukum Kanada. Charney Lawyers dan Strosberg LLP. Gugatan ini diajukan setelah peretasan besar-besaran oleh kelompok bernama Impact Team yang membocorkan data pribadi sekitar 37 juta pengguna dari 37 negara. Data yang bocor mencakup nama, email, foto, dan alamat rumah, yang menyebabkan kerusakan reputasi banyak pengguna, termasuk mereka yang bekerja sebagai PNS, tentara, hingga eksekutif perusahaan. Para penggugat menuduh Ashley Madison gagal melindungi privasi pengguna, meskipun beberapa dari mereka telah membayar biaya tambahan untuk menghapus data mereka. Salah satu korban adalah Eliot Share, seorang pria Kanada yang hanya mencoba bergabung secara iseng setelah kematian istrinya, tanpa pernah berhubungan langsung dengan orang lain. Akibat kebocoran data ini, kehidupan pribadinya ikut Gugatan ini mewakili ribuan korban yang merasa hak privasinya telah dilanggar. (Espos. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka peneliti merumuskan bagaimana pengaruh keefektifan audit sistem Betri. Welly. Ida. Lis. Ambo informasi, risiko keamanan sistem informasi dan strategi audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji. KAJIAN PUSTAKA Teori Keagenan (Agency Theor. Teori keagenan merupakan teori utama yang mendasari pengelolaan . , teori ini berlaku apabila terjadinya pemisahan antara pemilik . emegang saha. dan manajemen perusahaan. Pemilik adalah . , sedangkan manajemen adalah agen . Pemegang saham mendelegasikan tugas dan wewenangnya kepada manajemen untuk mengelola perusahaan yang mereka miliki (Soemarso, 2. Teori keagenan menyatakan bahwa perlunya jasa auditor yang dapat menjadi penengah antara hubungan antara pemilik . Manajemen kepentingan pribadi yang dapat bertentangan dengan kepentingan pemilik perusahaan sehingga muncul masalah yang disebut dengan masalah agensi . gency proble. akibat adanya asymmetric (Tandiontong, 2. Keefektifan. Risiko Keamanan dan Strategi Audit Sistem Informasi serta Pendeteksian Salah Saji Keefektifan audit sistem informasi merupakan kemampuan audit untuk mengidentifikasi dan mengatasi risiko keamanan, integritas, dan ketersediaan data (Mulyadi. Auditing Sistem Informasi, 2. Keefektifan audit sistem informasi adalah kemampuan audit untuk meningkatkan kualitas sistem informasi, mengurangi risiko, dan meningkatkan kepercayaan pengguna (Dwi, 2. Risiko keamanan audit sistem informasi merupakan kemungkinan terjadinya kejadian yang dapat mengganggu keamanan dan integritas data (Supriyanto, 2. Risiko keamanan audit sistem informasi adalah kemungkinan terjadinya kejadian yang dapat menyebabkan kerugian atau kerusakan pada sistem informasi. (Wahyudi, 2. Strategi audit sistem informasi adalah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi dan mengatasi risiko keamanan dan integritas data (Sutarman, 2. Strategi audit sistem informasi adalah pendekatan yang efektif untuk mengaudit sistem informasi dan memastikan kepatuhan terhadap standar. (Sudarto, 2. Pendeteksian salah saji adalah proses identifikasi dan pengungkapan dalam pelaporan keuangan dan data (Sugiyarto, 2. Pendeteksian salah saji merupakan proses penyimpangan dalam sistem informasi (Budiarto. Pengembangan Hipotesis Pengaruh Keefektifan Audit Sistem Informasi terhadap Pendeteksian Salah Saji Keefektifan audit sistem informasi berhubungan dengan kemampuan auditor dalam menilai dan menguji sistem informasi yang digunakan dalam organisasi. Proses ini mencakup penilaian terhadap kontrol internal yang mengatur pengolahan transaksi dan data keuangan, serta pengujian terhadap integritas dan akurasi data yang dihasilkan oleh sistem Audit sistem informasi yang efektif akan memperhatikan faktor-faktor seperti ketepatan pemrosesan data, keandalan kontrol internal, serta potensi risiko sistem yang bisa mempengaruhi hasil laporan keuangan. Dengan penerapan audit yang baik, auditor dapat mengidentifikasi kesalahan atau kesalahan material yang mungkin terjadi dalam sistem yang dapat berujung pada salah saji dalam laporan keuangan (Sari, 2. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Lonto & Pandowo, 2. menemukan bahwa penggunaan teknologi informasi dalam audit internal secara signifikan meningkatkan efektivitas pendeteksian salah saji. (Prasetyo, 2. juga menemukan bahwa kompetensi auditor berpengaruh signifikan terhadap kecurangan. Namun, pemanfaatan teknologi informasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendeteksian salah saji. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi informasi dapat mendukung proses audit, kompetensi auditor tetap menjadi faktor kunci dalam mendeteksi kecurangan. Hal ini menunjukkan bahwa variabel keefektifan audit sistem informasi berpengaruh positif terhadap pendeteksian salah saji. H1 : Keefektifan Audit Sistem Informasi Berpengaruh Positif Pendeteksian Salah Saji. Betri. Welly. Ida. Lis. Ambo Pengaruh Risiko Keamanan Audit Sistem Informasi terhadap Pendeteksian Salah Saji Risiko keamanan dalam audit sistem informasi mengacu pada ancaman yang dapat mempengaruhi data yang digunakan dalam audit, seperti serangan siber, kebocoran data, atau kerusakan sistem yang dapat menyebabkan perubahan atau kehilangan data yang vital. Dalam dunia yang semakin terhubung digitalnya, ancaman terhadap keamanan sistem informasi sangat berisiko mengganggu proses audit. Risiko keamanan menjadi aspek krusial dalam audit karena jika data yang digunakan untuk audit telah dikompromikan atau diubah oleh pihak yang tidak berwenang, maka hasil audit bisa menjadi tidak Hal ini akan meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan atau salah saji dalam laporan keuangan yang diaudit (Tanjung, 2. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Febriani, 2. menemukan bahwa proses penilaian risiko yang baik membantu auditor mendeteksi salah saji, baik yang disengaja . maupun tidak disengaja . Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis risiko dapat meningkatkan akurasi dan efektivitas audit. (Muawanah, 2. juga menemukan bahwa integrasi teknologi Artificial Intelligence dalam audit sistem informasi tidak hanya meningkatkan efisiensi proses audit, tetapi juga memperkuat akurasi dalam mendeteksi anomaly serta memberikan transparansi yang lebih tinggi dalam pencatatan transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa variabel risiko keamanan audit sistem informasi berpengaruh positif terhadap pendeteksian salah saji. H2: Risiko Keamanan Audit Sistem Informasi Berpengaruh Positif terhadap Pendeteksian Salah Saji. eefektifan Audit Si Informa i eamanan Audit tem Informa i Strategi Audit Si Informa i Pengaruh Strategi Audit Sistem Informasi terhadap Pendeteksian Salah Saji Strategi audit sistem informasi mencakup pendekatan dan metodologi yang digunakan oleh auditor untuk mengaudit sistem informasi yang ada dalam organisasi. Ini melibatkan penggunaan alat dan teknik tertentu yang dapat membantu auditor dalam menganalisis dan mengevaluasi keandalan serta efektivitas sistem Sebuah strategi audit yang baik akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk risiko yang ada dalam sistem informasi dan pemilihan teknologi yang tepat untuk mendeteksi kesalahan (Pramudya, 2. Berdasarkan penelitian sebelumnya dilakukan oleh (Yuliana, 2. menunjukkan bahwa audit berbasis teknologi, seperti penggunaan data analytics dan artificial intelligence, meningkatkan efektivitas deteksi salah saji dalam laporan keuangan. Teknologi ini mempermudah auditor untuk menganalisis data besar dan menemukan pola yang sulit diidentifikasi secara manual. (Rifky & Trinanda, 2. juga menemukan bahwa strategi audit yang mencakup penggunaan sistem deteksi dini, pemetaan proses bisnis berbasis IT, dan analisis data secara digital terbukti memperkuat proses Selain itu, strategi yang sistematis dan terencana mempermudah auditor dalam mengenali titik rawan kesalahan penyajian. Hal ini menunjukkan bahwa variabel strategi audit sistem informasi berpengaruh positif terhadap pendeteksian salah saji. H3 : Strategi Audit Sistem Informasi Berpengaruh Positif Pendeteksian Salah Saji. Pendetek ian Salah Saji Sumber: Penulis . Gambar 1. Model Kerangka Pemikiran Betri. Welly. Ida. Lis. Ambo METODOLOGI PENELITIAN Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan hubungan antara dua variabel atau lebih sehingga terbentuk suatu teori yang dapat digunakan untuk menerangkan, menjelaskan, dan mengendalikan suatu fenomena. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Karena penelitian ini menjelaskan keterkaitan atau pengaruh keefektifan audit sistem informasi, risiko keamanan audit sistem informasi, dan strategi audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji. Tabel 1. Daftar Kantor Akuntan Publik di Kota Palembang No. Kantor Akuntan Drs. Achmad Djunaidi B Aisyah. CPA Drs. Charles Panggabean dan Rekan Drs. Edward L Tobing dan Madilah Bohori Drs. Suparman. Ak Terry Fatriansyah Perdana Drs. Muhamd Zen & Rekan Delfi Panjaitan Alamat Jl. Letkol Iskandar No. Ilir Timur I. Palembang Jln. Candi Angkoso (Vetera. No. 324 F. Rt. Ilir Timur I. Palembang Jl. Letkol Iskandar RT 011 RW 003 Kel. 24 Ilir. Kec. Ilir Barat I Jl. Kebon Jahe 569. Palembang, 30129. Kebun Bunga. Sukarami. Palembang Bukit Sangkal. Kalidoni. Palembang City Jl. Kandis Jaya I No. Swadaya. Talang Aman. Kemuning. Palembang Jl. Dr. Isa No. 1117 Kel. Kuto Batu. Kec. Ilir Timur Tiga. Palembang 30114 Jl. Riau No. 38, 26 Ilir D. Ilir Bar. Kota Palembang Jl. Siaran Lr. Cempaka No. 1 RT 001 RW 007 Kel. Sako. Kec. Sako Palembang 30163 Sumber: IAPI Sumsel . Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 9 Kantor Akuntan Publik yang terdapat di Kota Palembang dengan 60 orang auditor. Berdasarkan penjelasan diatas, maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh, yaitu setiap anggota populasi bisa dikatakan No. sampel (Sugiyono, 2019:. Responden dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik yang mempunyai 60 auditor di Kota Palembang terdiri dari 7 KAP yang menerima penelitian ini. Tabel 2. Daftar Hasil Penyebaran Kuesioner Nama KAP Kuesioner yang Kuesioner yang tidak Kembali Drs Charles Panggabean dan Rekan Drs. Muhmmd Zen dan Rekan Delfi Panjaitan Adi dan Deki Aisyah. CPA Terry Fatriansyah Perdana Jumlah Data di Olah Sumber: Hasil Pengolahan Data . Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, data ini diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara wawancara kepada responden yaitu auditor KAP di Kota Palembang dan kuesioner yang dilakukan dengan memberi seperangkat pertanyaan Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Betri. Welly. Ida. Lis. Ambo pengujian statistika dari hasil kuesioner kemudian hasil pengujian tersebut akan dijelaskan menggunakan kalimat-kalimat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh keefektifan audit sistem informasi, risiko keamanan audit sistem informasi, dan strategi audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji. Untuk memastikan bahwa variabel bebas memilikipengaruh terhadap variabel terikat, dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t guna mengetahui signifikansi pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Setelah itu, dilakukan analisis untuk menarik kesimpulan, serta perhitungan koefisien determinasi guna mengetahui sejauh mana variabel bebas memengaruhi variabel Analisis data dalam penelitian ini dibantu oleh program statistical Package for the Social Sciences (SPSS) yaitu uji validitas, reliabilitas dan asumsi klasik serta uji hipotesis. audit sistem informasi, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah pendeteksian salah saji. Penelitian ini digunakan menggunakan analisis jalur yang merupakan perluasan dari analisis linear berganda dengan membentuk tiga persamaan structural. Persamaan sub struktur pertama merupakan pengaruh keefektifan audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji, persamaan sub struktrur kedua merupakan pengaruh risiko keamanan audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji, dan persamaan sub struktur ketiga merupakan pengaruh strategi audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah Statistik Deskriptif Hasil pengujian statistik deskriptif yang terdiri dari nilai rata-rata . , minimum, maksimum dan standar deviasi dari masing-masing variabel yang disajikan tabel 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Variabel independen dalam penelitian ini adalah keefektifan, risiko keamanan, dan strategi Variabel Keefektifan ASI Risiko Keamanan ASI Strategi ASI Pendeteksian Salah Saji Sumber: Data Diolah . Tabel 3. Statistik Deskriptif Minimum Maximum Berdasarkan tabel 3, dapat diketahui bahwa variabel keefektifan audit sistem informasi mempunyai nilai minimum sebesar 27, nilai maksimum sebesar 50, dengan mean sebesar 40,77, dan standar deviasi sebesar 4,962. Risiko keamanan audit sistem informasi mempunyai nilai minimum sebesar 16, nilai maksimum sebesar 40, dengan mean sebesar 29,80, dan standar deviasi sebesar 4,558. Strategi audit sistem informasi mempunyai nilai minimum sebesar 23, nilai maksimum sebesar 40, dengan mean sebesar 33,66, dan standar deviasi sebesar 3,895. Pendeteksian salah saji mempunyai nilai minimum sebesar 24, nilai maksimum sebesar 50, dengan mean sebesar 38,18, dan standar deviasi sebesar 5,750. Mean 40,77 29,80 33,66 38,18 Std. Deviation 4,962 4,558 3,895 5,750 Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur mengungkapkan konsep yang diukur. Validitas diuji dengan membandingkan r hitung dan r tabel . f = n. Jika r hitung > r tabel, pertanyaan dianggap Berdasarkan hasil uji masing-masing item pernyataan pada smuan variabel yang diteliti menunjukan lebih besar dari rtabel sebesar 0,2632 . araf signifikan dengan n = . sehingga dapat disimpulkan bahwa item-item dari pernyataan pada semuan variabel dinyatakan valid dan dapat Betri. Welly. Ida. Lis. Ambo Tabel 4. Uji Reliabilitas Variabel Keterangan Alpha Keefektifan Audit Sistem Informasi Risiko Keamanan Audit SI Strategi Audit Sistem Informasi Pendeteksian Salah Saji 0,824 0,771 0,798 0,806 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Hasil Pengolahan Data . Uji Reliabilitas Berdasarkan tabel 4 diatas menunjukan bahwa pada pengujian ini dilakukan secara variabel bukan secara item pertanyaan dalan setiap Hasil analis menunjukan bahwa nilai lebih besar dari 0,6, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen atau variabel tersebut dapat dikatakan reliabel. Tabel 5. Hasil Uji Normalitas ONE-SAMPLE KOLMOGOROV-SMIRNOV TEST Unstandardized Residual NORMAL PARAMETERS A,B Mean Std. Deviation MOST EXTREME DIFFERENCES Absolute Positive Negative TEST STATISTIC ASYMP. SIG. -TAILED) Sumber: Hasil Pengolahan Data . Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data Berdasarkan tabel 5, hasil uji normalitas diketahui nilai signifikan 0,025 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi Tabel 6. Hasil Uji Multikolineritas Collinearity Statistics Struktur Model Tolerance VIF KASI 0,418 2,394 RKASI 0,918 1,089 SASI 0,413 2,422 Sumber: Data Diolah . Uji Multikolineritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk melihat adanya korelasi yang kuat antarvariabel Berdasarkan tabel 5, dapat diketahui bahwa dari uji asumsi klasik berupa uji multikolinearitas diperoleh hasil bahwa tidak terjadi multikolinearitas dalam penelitian ini. Berdasarkan tabel tersebut,setiap variabel memiliki nilai tolerance di atas 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10. Uji Heteroskedastisitas Hasil Uji Heteroskedastisitas nilai prediksi variabel dependen dengan residualnya diperoleh hasil tidak adanya pola yang jelas dan titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Betri. Welly. Ida. Lis. Ambo Uji Koefisien Determinasi (R. Uji koefisien determinasi (R. digunakan untuk mengukur kemampuan model dalam menerangkan atau menjelaskan variasi variabel dependen. Koefisien determinasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah R Square untuk substruktur 1 dan 2, serta Adjusted R Square untuk substruktur 3. Tabel 7. Hasil Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. X3. TTL. X2. TTL. X1. TTL Dependent Variable: Y. TTL Sumber: Pengolahan Data . Berdasarkan tabel 7 diatas diperoleh R Square sebesar 0,553, hal ini menunjukkan bahwa 55,3% pendeteksian salah saji pada Kantor Akuntan Publik di kota Palembang dipengaruhi oleh keefektifan audit sistem informasi, risiko keamanan audit sistem informasi dan strategi audit sistem informasi sedangkan sisanya sebesar 44,7% dipengaruhi variabel lain diluar penelitian ini seperti faktor manusia, teknologi, kebijakan internal, serta kondisi ekonomi dan sosial. Tabel 8. Hasil Uji Regresi Linear Berganda MODEL (Constan. KASI X1 RKASI X2 SASI X3 COEFFICIENTSA Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. DEPENDENT VARIABLE: PSS. Sumber: Pengolahan Data . Uji Hipotesis Analisis Regresi Berganda Berdasarkan dari hasil regresi linear berganda yang diolah pada variabel keefektifan audit sistem informasi, risiko keamanan audit sistem informasi dan strategi audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji. Persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = 1X1 2 X2 2X3 e Y = 4,723 0,179X1 0,834X2 0,472X3 5,308 Berdasarkan persamaan yang telah dibuat dapat diketahui nilai konstanta adalah sebesar 4,723 yang artinya jika seluruh variabel keefektifan audit sistem informasi, risiko keamanan audit sistem informasi dan strategi audit sistem informasi, maka nilai variabel dependen yaitu pendeteksian salah saji adalah sebesar 4,723. Nilai koefisien regresi keefektifan audit sistem informasi (X. sebesar 0,179 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan variabel keefektifan audit sistem informasi (X. mengalami kenaikan 1% maka pendeteksian salah saji (Y) akan mengalami penurunan sebesar 0,770. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara keefektifan audit sistem informasi, maka pendeteksian salah saji (Y) mengalami Hasil ini didukung dengan tingkat signifikan 0,287 > 0,05 yang artinya keefektifan audit sistem informasi tidak berpengaruh terhadap pendeteksian salah saji. Kesimpulan hipotesis yang kedua yaitu pengaruh keefektifan audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji diterima. Betri. Welly. Ida. Lis. Ambo Nilai koefisien risiko keamanan audit sistem informasi (X. sebesar 0,834 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan variabel risiko keamanan audit sistem informasi (X. mengalami kenaikan 1% maka pendeteksian salah saji (Y) akan mengalami penurunan sebesar 0,834. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara risiko keamanan audit sistem informasi, maka pendeteksian salah saji (Y) mengalami penurunan. Hasil ini didukung dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 yang artinya keefektifan audit sistem informasi memiliki pengaruh terhadap pendeteksian salah saji. Kesimpulan hipotesis yang kedua yaitu pengaruh risiko keamanan audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji diterima. Nilai koefisien regresi strategi audit sistem informasi (X. sebesar 0,472 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan variabel strategi audit sistem informasi (X. mengalami kenaikan 1% maka pendeteksian salah saji (Y) akan mengalami penurunan sebesar 0,472. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara strategi audit sistem informasi, maka pendeteksian salah saji (Y) mengalami penurunan. Hasil ini didukung dengan tingkat signifikan 0,031 > 0,05 yang artinya strategi audit sistem informasi memiliki pengaruh terhadap pendeteksian salah saji. Kesimpulan hipotesis yang kedua yaitu pengaruh keefektifan audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji diterima. Berdasarkan hasil pengujian dalam tabel dapat dijelaskan bahwa keefektifan audit sistem informasi diperoleh dengan nilai t hitung > ttabel yaitu 1,075 < 1,674 dan nilai signifikan 0,287 > 0,05, maka hipotesis pertama menyatakan H01 diterima dan ha1 ditolak sehingga terdapat tidak berpengaruh secara signifikan keefektifan audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji pada Kantor Akuntan Publik di Kota Palembang. Risiko keamanan audit sistem informasi diperoleh dengan nilai thitung > ttabel yaitu 6,838 > 1,674 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05, maka hipotesis kedua menyatakan H02 ditolak dan ha2 diterima sehingga terdapat pengaruh secara signifikan risiko keamanan audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji pada Kantor Akuntan Publik di Kota Palembang. Strategi audit sistem informasi diperoleh dengan nilai thitung > ttabel yaitu 2,215 > 1,674 dan nilai signifikan 0,031 < 0,05, maka hipotesis ketiga menyatakan H03 ditolak dan ha3 diterima sehingga terdapat pengaruh secara signifikan strategi audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji pada Kantor Akuntan Publik di Kota Palembang. Pembahasan Pengaruh Keefektifan Audit Sistem Informasi terhadap Pendeteksian Salah Saji Berdasarkan hasil uji hipotesis pada penelitian ini menunjukkan Ho diterima dan ha ditolak, artinya keefektifan audit sistem informasi (X. tidak pendeteksian salah saji. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai thitung lebih kecil dari ttabel. Hasil ini menunjukkan bahwa keefektifan audit sistem informasi tidak berpengaruh terhadap pendeteksian salah saji. Kemungkinan disebabkan oleh keterbatasan implementasi audit, teknologi, atau faktor lain yang kebih dominan. Hasil penelitian ini mendukung pendapat yang dikemukakan oleh (Mulyadi, 2. , yang menyatakan bahwa penggunaan sistem informasi dalam audit dapat meningkatkan efektivitas pendeteksian salah saji dalam laporan keuangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi oleh auditor menghasilkan kesalahan, dengan hasil uji t yang menunjukkan nilai p-value lebih kecil dari 0,05. (Suryo, 2. juga mendukung teori tersebut, yang menyatakan bahwa sistem informasi audit berpengaruh positif terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kesalahan. Hasil penelitian ini tidak didukung pendapat yang dikemukakan oleh (Hidayat, 2. menyatakan bahwa meskipun teknologi informasi digunakan dalam audit, tidak ada perbedaan signifikan dalam pendeteksian salah saji. Penelitian ini tidak mendukung teori yang menganggap audit berbasis sistem informasi selalu efektif dalam mendeteksi kesalahan, karena faktor lain, seperti kontrol internal yang lemah, turut mempengaruhi Hasil penelitian tidak menjawab fenomena yang ada pada variabel keefektifan audit sistem informasi yaitu evaluasi pengendalian internal. Hal ini karena auditor senior biasanya memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih dalam Betri. Welly. Ida. Lis. Ambo mengenai kebijakan pengendalian internal yang ada di organisasi. Ketergantungan pada auditor senior menunjukkan pentingnya peran mereka dalam mengevaluasi sejauh mana pengendalian internal tersebut efektif dalam mencegah kesalahan atau Hasil akhir menunjukkan bahwa keefektifan audit sistem informasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendeteksian salah saji. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan teori agensi yang menyatakan bahwa semakin ketat pengawasan dari prinsipal, maka semakin kecil kemungkinan agen melakukan penyimpangan. Namun demikian, audit sistem informasi yang dilakukan secara menyeluruh dan tepat waktu dapat membantu mendeteksi potensi kesalahan sejak Dengan begitu, kepercayaan prinsipal terhadap informasi yang disampaikan oleh agen bisa tetap Artinya, meskipun pengawasan langsung kurang efektif, audit yang baik tetap bisa menjadi alat kontrol yang penting. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Muyasaroh, 2. mengidentifikasi bahwa keterbatasan anggaran dan kurangnya investasi pada alat audit berbasis teknologi dapat membantu mengoptimalkan efektivitas audit dalam mendeteksi salah saji. Pengaruh Risiko Keamanan Audit Sistem Informasi terhadap Pendeteksian Salah Saji Berdasarkan hasil hipotesis pada penelitian ini menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima artinya risiko keamanan audit sistem informasi (X. terdapat berpengaruh positif terhadap pendeteksian salah saji. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel. Hasil ini menunjukkan bahwa risiko keamanan audit sistem informasi berpengaruh signifikan terhadap pendeteksian salah saji. Semakin tinggi risikonya, semakin teliti auditor dalam mendeteksi kesalahan. Oleh karena itu, penting bagi kantor akuntan publik untuk memperkuat keamanan data dan meningkatkan efektivitas audit. Hasil penelitian ini mendukung pendapat yang dikemukakan oleh (Sulaiman, 2. yang menyatakan nahwa risiko keamanan dalam audit pendeteksian salah saji. Pengelolaan risiko keamanan yang baik memungkinkan auditor mendeteksi kesalahan atau manipulasi dalam data Hasil penelitian ini tidak didukung pendapat yang dikemukakan (Darmawan, 2. yang menunjukkan bahwa meskipun risiko keamanan dipertimbangkan dalam audit, faktor lain seperti kontrol internal lebih mempengaruhi salah saji. (Prabowo, 2. juga menyatakan bahwa meskipun risiko keamanan diperiksa, auditor sering kali gagal mendeteksi salah saji karena faktor manusia atau proses yang tidak jelas. Hasil penelitian ini telah menjawab fenomena yang terkait dengan variabel risiko keamanan audit sistem informasi, khususnya mengenai kehilangan atau kerusakan data. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa kehilangan atau data seringkali disebabkan oleh kesalahan manusia, serangan siber, dan kegagalan Dampak dari masalah ini meliputi keterlambatan dalam proses audit, kerugian finansial dan penurunan reputasi. Meskipun kebijakan pencadangan data sudah diterapkan, namun implementasinya masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah proaktif seperti peningkatan kesadaran, penguatan sistem keamanan, dan pencadangan data yang lebih efektif untuk mengurangi risiko ini. Hasil penelitian ini mendukung teori agensi yang menyatakan bahwa tingginya risiko keamanan dalam sistem informasi bisa meningkatkan potensi penyimpangan oleh agen, terutama ketika kontrol internal lemah. Karena itu, audit sistem informasi yang berfokus pada evaluasi risiko keamanan punya peran penting dalam mendeteksi kemungkinan salah saji dan membantu menjaga kepentingan prinsipal. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Febriani, 2. menjelaskan bahwa proses penilaian risiko yang baik membantu auditor dalam mengidentifikasi setiap aktivitas yang mencurigakan, baik itu penipuan atau bukan. Hal ini menunjukkan bahwa audit berbasis risiko dapat meningkatkan akurasi dan efektivitas audit. Pengaruh Strategi Audit Sistem Informasi terhadap Pendeteksian Salah Saji Berdasarkan hasil hipotesis pada penelitian ini menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima artinya risiko keamanan audit sistem informasi (X. Betri. Welly. Ida. Lis. Ambo terdapat berpengaruh positif terhadap pendeteksian salah saji. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan strategi audit sistem informasi yang efektif dapat meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi salah saji atau kesalahan dalam sistem informasi. Temuan ini memberikan bukti bahwa strategi audit yang kuat sangat penting dalam menjaga integrasi dan akurasi informasi dalam suatu kantor akuntan publik. Hasil penelitian ini mendukung pendapat yang dikemukakan oleh (Suryani, 2. yang mengemukakan bahwa strategi audit sistem informasi yang berbasis risiko dapat meningkatkan kemampuan auditor dalam mendeteksi salah saji dengan focus pada area berisiko tinggi, berkat penggunaan teknologi informasi dan penilaian risiko yang matang. Hasil penelitian ini tidak didukung pendapat yang dikemukakan oleh (Prasetyo, 2. menunjukkan bahwa faktor seperti sumber daya dan pengalaman auditor lebih mempengaruhi pendeteksian salah saji daripada penerapan strategi berbasis risiko. (Haryanto, 2. juga menemukan bahwa meskipun strategi berbasis risiko diterapkan, kesalahan manusia dan kurangnya pelatihan teknologi menghambat pendeteksian salah saji. Hasil penelitian ini telah menjawab fenomena yang ada pada variabel strategi audit sistem informasi yaitu efisiensi alokasi sumber daya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa efisiensi alokasi sumber daya memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja dan Dengan optimalisasi penggunaan tenaga kerja, teknologi, dan anggaran, proses audit dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat. Namun, masih terdapat tantangan dalam pendistribusian sumber daya yang menunjukkan perlunya strategi yang lebih terarah untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan audit. Hasil penelitian ini mendukung teori agensi, di mana strategi audit sistem informasi yang dirancang dengan baik dapat menjadi alat penting bagi prinsipal untuk mengawasi agen dan mendeteksi adanya salah saji dalam pelaporan. Audit yang efektif membantu mengurangi asimetri informasi dan mencegah terjadinya penyimpangan perilaku oleh agen, sehingga kepercayaan antara kedua pihak tetap terjaga. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Yuliana, 2. menunjukkan bahwa audit berbasis teknologi meningkatkan efektivitas pendeteksian aktivitas mencurigakan dengan menganalisis data besar dan mengidentifikasi pola yang sulit ditemukan secara manual. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keefektifan audit sistem informasi, risiko keamanan audit sistem informasi dan strategi audit sistem informasi terhadap pendeteksian salah saji. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: Keefektifan audit sistem informasi tidak berpengaruh terhadap pendeteksian salah saji. Risiko keamanan audit sistem informasi berpengaruh positif terhadap pendeteksian salah Strategi audit sistem informasi berpengaruh positif terhadap pendeteksian salah saji. Rekomendasi Berdasarkan kesimpulan yang telah disampaikan maka peneliti mengajukan saran sebagai berikut: Bagi yang ditenlit direkomendarikan untuk Kantor Akuntan Publik menggunakan hasil penelitian ini sebagai evaluasi untuk meningkatkan efektivitas audit sistem informasi, mengelola risiko keamanan, dan mengembangkan strategi audit yang lebih Hal ini akan membantu Kantor Akuntan Publik mendeteksi salah saji dengan lebih baik, meningkatkan kepercayaan klien, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang Sedangkan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan variabel lain dan memperluas cakupan wilayah penelitian untuk memperoleh kesimpulan yang lebih umum dan menghasilkan hasil yang lebih valid. Penelitian berikutnya dapat menambahkan variabel lain seperti keefektifan audit sistem informasi (Salihi, 2. , risiko keamanan audit sistem informasi (Alim, 2. , strategi audit sistem informasi (Yoga, 2. , serta pendeteksian salah saji (Suryaningrum. Betri. Welly. Ida. Lis. Ambo DAFTAR PUSTAKA