Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: x-x Vol. No. : 57-68 http://urj. uin-malang. id/index. php/uajmpi Evaluasi Education Management Information System (EMIS) Dalam Pengolahan Data Pendidikan Islam di Kementerian Agama Kabupaten Malang Anisah Rachmadani Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia Email: anisahrachmadani@gmail. ABSTRACT Information and communication technology that is developing rapidly is a sign of big changes, so it requires the right attitude to deal with it. Islamic educational institutions must also be able to adapt to the flow of technological developments. So that measurement or assessment is needed in order to determine the level of compatibility of the technology that is developing with the management of information systems in the Educational Institutions of the Ministry of Religion. The purpose of the study was to describe and critically analyze the description of the application of EMIS applications and the results of the application of EMIS applications at the Ministry of Religion of Malang Regency. The research was conducted at the Ministry of Religion of Malang Regency, section of Religious Education. This type of research is a qualitative research through a qualitative descriptive approach. With data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of this study are the implementation of the EMIS application is carried out well, starting from entering data, checking the correctness of the data, to the output of the output, as well as utilizing the EMIS output data. And the application of EMIS produces a difference that is better than before using EMIS, namely simplifying the management information system regarding Madrasah, providing valid and up-to-date data. However, experiencing difficulties on the network which is difficult for remote Madrasahs and maintance when many users are accessing it. Keywords: Evaluation of EMIS Implementation. Data Processing ABSTRAK Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat adalah tanda perubahan besar, sehingga membutuhkan sikap yang tepat untuk menghadapinya. Lembaga Pendidikan islam juga harus mampu menyesuaikan arus perkembangan teknologi tersebut. Sehingga dibutuhkan pengukuran atau penilaian agar bisa mengetahui tingkat kesesuaian teknologi yang berkembang dengan manejemen sistem informasi yang ada di Lembaga Pendidikan Kementrian Agama. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan dan menganilisi secara kritis tentang gambaran penerapan aplikasi EMIS dan hasil dari penerapan aplikasi EMIS di Kemenag Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan di Kementrian Agama Kabupaten Malang seksi Pendidikan Agama. Jenis penelitian adalah penelitian yang bersifat kualitatif melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah penerapan aplikasi EMIS terlaksana dengan baik mulai dari memasukkan data, pengecekan kebenaran data, sampai keluaran output-nya, serta pemanfaatan data keluran EMISnya. Serta penerapan EMIS menghasilkan perbedaan yang lebih baik dari sebelum menggunakan EMIS yakni mempermudah sistem informasi manajemen mengenai Madarasah, memberikan data yang valid dan mutakhir. Akan tetapi, mengalami kendala di jaringan yang sulit untuk Madrasah terpencil dan maintance ketika banyaknya pengguna yang mengakses. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Kata Kunci: Evaluasi Penerapan EMIS. Pengolahan Data PENDAHULUAN Information technology . eknologi informas. adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data. Megolah data meliputi mendapatkan informasi, memproses informasi, menyusun informasi sehingga mengahsilkan data yang berkualitas. Teknologi yang dimaksud ini adalah teknologi yang menggunakan perangkat komputer untuk mengolah Perangkat-perangkat komputer ini dihubungkan sesuai kebutuhan dengan sistem jaringan, sehingga data dapat tersebar dan terakses secara global. Information technology . ekonologi informas. berupa perangkat komputer ini berkembang dengan sangat cepat. Sejarah komputer zaman modern sangat singkat. Sejarah komputer zaman modern berawal dari terciptanya komputer generasi pertama hingga terciptanya komputer yang canggih seperti saat ini. Bersaman dengan perkembangan komputer, berkembang pula sistem jaringannya. Sistem jaringan tersebut adalah internet . nterconnected network. sebagai alat menyampaikan informasi yang efektif. Komputer sebagai teknologi informasi dan internet sebagai teknologi komunikasi digabungkan, sehingga membentuk teknologi informasi dan komunikasi . nformation and communicationtechnologh. yang semakin berkembang di zaman modern ini. Perkembangan terknologi informasi dan komunikasi yang pesat ini menjadi suatu tanda perubahan yang besar, sehingga membutuhkan sikap yang tepat untuk Apabila teknologi informasi dan komunikasi ini diibaratkan sebagai arus ombak yang besar, maka ada tiga sikap untuk menghadapi perkembangan teknologi ini. Sikap pertama adalah memberi dinding yang kuat dan kokoh untuk menghindari akibat buruk dari ombak tersebut. Sikap kedua adalah pasrah mengikuti arus ombak besar tersebut, sehingga akibat baik maupun buruk diterima semua tanpa ada pemilahan. Serta sikap yang ketiga adalah memanfaatkan arus tersebut sebagai pendorong untuk menjadi lebih maju dengan meminimalisir akibat buruk yang akan diterima. Dari ketiga pilihan tersebut, tentu pilihan yang paling menguntungkan adalah pilihan ketiga. Dunia pendidikan sekarang ini telah banyak memunculkan teknologi informasi dan komunikasi berupa aplikasi yang dibuat untuk membantu pendidikan di Indonesia. Berbagai macam teknologi informasi dan komunikasi berupa aplikasi telah dibuat sesuai berdasarkan dengan kebutuhan dan bidangnya. Berbagai macam aplikasi tersebut contohnya adalah e-learning. Dapodik. Siakad. SISPENA. A-GTK. SIMPATIKA, dan lain Lembaga Kemenag sendiri juga menggunakan aplikasi untuk menunjang Di lembaga Kemenag seksi pendma, menggunakan aplikasi EMIS untuk menunjang pelayananannya. Hal tersebut mejadi perhatian, karena banyak masalah masih terjadi di dalam dunia pendidikan mengenai teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan sebagai alat bantu kegiatan dunia pendidikan. Sehingga dalam penelitian ini akan membahas tentang masalah Bagaimana penerapan aplikasi Education Management Information System (EMIS) di Kemenag Kabupaten Malang serta bagaimana hasil penerapan aplikasi Education Management Information System (EMIS) di Kemenag Kabupaten Malang. Evaluasi Education Management Information System (EMIS) Anisah Rachmadani KAJIAN LITERATUR Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Gordon B. Davis mengatakan bahwa sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem manusia dan mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan proses pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi (Eti Rochaety, 2. Menurut teori Komarudin sistem informasi manajemen adalah suatu sistem informasi yang memungkinkan pimpinan organisasi mendapatkan informasi dengan kuantitas dan kualitas yang tepat untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan (Eti Rochaety, 2. Menurut Soetedjo Moeljodihardjo sistem informasi manajemen, yaitu suatu metode yang menghasilkan informasi yang tepat waktu . bagi manajemen tentang Iingkungan eksternal dan operasi internal sebuah organisasi, dengan tujuan untuk menunjang pengambilan keputusan dalam rangka memperbaiki perencanaan dan pengendalian (Eti Rochaety, 2. Sehingga dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem infromasi manajemen adalah suatu sistem untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data. Dengan demikian dapat diartikan bahwa sistem informasi manajemen pendidikan merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan bidang pendidikan. Pengolahan Data Cara pengolahan Terdapat empat kelompok cara pengolahan, yaitu (Zulkifli Amsyah, 2. Klasifikasi (Clasificatio. Kalkulasi (Calculatio. Sortir (Sortin. Penyimpulan (Summarizin. Kegiatan pengolahan Pengolahan, tranformasi, atau manipulasi adalah proses perubahan bentuk . menjadi bentuk lain . Sebagaimana bahan mentah ditranformasikan menjadi barang jadi pada suatu proses manufaktur, demikian pula data mentah yang ditranformasikan menjadi informasi melalui kegiatan pengolahan data. (Zulkifli Amsyah, 2. Lihat gambar berikut: Gambar 1. Perubahan Bentuk Data Masukan bahan Keluaran Barang jadi Masukan data Pengolahan Keluaran Barang yang diolah atau diproses oleh perusahaan manufaktur baru mempunyai nilai kalau sudah dipergunakan oleh yang memerlukan, demikian pula informasi baru bernilai bilamana dapat mendukung keperluan manajemen dalam membuat keputusan dan Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. melaksanakan pekerjaan. Sebagaiamana bagan pengolahan data seperti di bawah ini (Zulkifli Amsyah, 2. Gambar 2. Pengolahan Data Data relevan yang akan diolah Data Baru Pengolahan Data Data yang sudah Klasifikasi dan sortir data Data Internal Analisis data Pesaing, pemerintah ekonomi, dll. Pembuatan Data Eksternal Membandingkan hasil pengolahan dengan yang Informasi Pemakai Komunikasi data dan Komunikasi umpan Jenjang pengolahan Pada pekerjaan manajemen sistem informasi, pengetahuan mengenai jenjang pengolahan adalah merupakan hal penting untuk diketahui, sebab pengolahan data menjadi informasi adalah merupakan perubahan bentuk hasil pengolahan atau jenjang pengolahan. Pada pegolahan komputer, jenjang pengolahannya dimulai dengan bit, byte . , field, record, file, dan database. Pada aplikasi atau pelaksanaan pengolahan sistem informasi jenjang pengolahan umumnya dimulai dari jenis/kolom . tem/fiel. , catatan/arsip . , berkas catatan/berkas arsip . , dan kumpulan berkas catatan/kumpulan file . (Zulkifli Amsyah, 2. Evaluasi Education Management Information System (EMIS) Anisah Rachmadani Gambar 3. Jenjang Pengolahan Data Kumpulan File 1 File (Fil. n File 1 Catatan (Recor. n Catatan 1 Jenis Data (Item/Fiel. n Jenis Data METODE Pendekatan dan metode penelitian pada penelitian ini menggunakan metode penlitian kualitatif deskriptif evaluatif. Lokasi penelitian ini berada di Kemenag Kabupaten Malang yang beralamat di Jalan Kolonel Sugiono No. 266 Gadang Kecamatan Sukun Kota Malang Provinsi Jawa Timur. Subjek penelitiannya adalah Operaor EMIS di seksi Pendma Kemenag Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah yang pertama observasi yakni pemilihan, pengubahan, pencatatan dari pengkodean serangkaian perilaku dan suasana yang berkenaan dengan organisasi, sesuai dengan tujuan-tujuan empiris. wawancara dilakukan terhadap operator aplikasi EMIS Kemenag Kabupaten Malang dan salah satu operator sekolah naungan Kemenag Kabupaten Malang. Narasumber utama dari wawancara untuk penelitian ini adalah operator aplikasi EMIS Kemenag Kabupaten Malang. ketiga dokumentasi yakni cara pengumpulan data mengenai hal-hal berupa benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan lain sebagainya. Adapun analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah analisis data model Miles dan Huberman (Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman. Langkah-langkah analisis model Miles dan Huberman adalah reduksi data (Data Reductio. , penyajian data (Data Displa. , verifikasi (Conclusions Drawing/Verifyin. HASIL Penerapan Education Management Information System (EMIS) di Kemenag Kabupaten Malang Tujuan utama dibuatnya Education Management information System (EMIS) adalah untuk memudahkan proses pengolahan informasi dan pemanfaatan hasilnya. Apabila tujuan tersebut telah terpenuhi, maka Education Management Information System (EMIS) telah menjadi sistem yang berhasil. Kemenag Kabupaten Malang juga menerapkan EMIS dengan tujuan agar madrasah yang berada di bawah naungan Kementrian Agama Kabupaten Malang ini bisa jadi lebih mudah dalam melaporkan perkembangan madrasahnya. Karena selama ini, sebelum ada EMIS . istem yang lam. cukup merepotkan untuk mengetahui Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. perkembangan terakhir dan terkini . er-updat. dari madrasah-madrasah di Kabupaten Malang ini. Education Management Information System (EMIS) dikelola oleh Operator Kemenag dibagian Pendma (Pendidikan Madrasa. Operator Kemenag Pusat untuk wilayah nasional. Operator Kemenag Kanwil untuk wilayah provinsi. Operator Kemenag Kabupaten/kota untuk wilayah kabupaten atau kota. Operator Lembaga RA/Madrasah untuk mengelola EMIS di setiap lembaga pendidikan. Ruang lingkup data-data yang diolah dalam Education Management Information System (EMIS) adalah data umum lembaga . , data siswa, data guru dan tenaga kependidikan (GTK), data sarana prasarana di sekolah, kemudian lulusan atau output sekolah. Data-data tersebut di-input setiap semester oleh operator Madrasah. Alur pengolahan data dengan Education Management Information System dimulai dari lembaga-lembaga pendidikan meng-input data lewat aplikasi EMIS. Akun tiap lembaga di aplikasi tersebut dibuat oleh Kemenag Kabupaten/Kota. Data-data yang telah di-input tersebut kemudian dicek kebenarannya oleh Kemenag Kabupaten/kota. Apabila data sudah sesuai dan lengkap, maka Kemenag Kabupaten/Kota meng-approve persutujuan data yang di-input oleh lembaga. Data-data tersebut secara otomatis akan terdeteksi dan di-monitoring pada akun Kemenag Kanwil serta akun Kemenag Pusat. Hasil pengolahan data-data dengan Education Management Information System (EMIS) tersebut digunakan atau dimanfaatkan oleh Madrasah dan Kemenag untuk menjadi bahan informasi dalam mengatur atau me-manage lembaga pendidikan agar semakin berinovasi membangun Madrasah. Selain Madrasah dan Kemenag data-data tersebut dapat diakses pihak lain seperti Kemendiknas. Kemensos, dan kementrian lainnya melalui aplikasi yang sudah tersinkron dengan Education Management Information Systerm (EMIS). Sehingga data tersebut dapat digunakan oleh pihak-pihak tersebut untuk pendataan-pendataan lain di lembaga tersebut, contohnya seperti pendataan BOS, bantuan-bantuan pendidikan, dan Hasil Penerapan Education Management Information System (EMIS) di Kemenag Kabupaten Malang Pengolahan data pendidikan islam sebelum menggunakan EMIS tidak praktis. Karena masih dikerjakan manual, hasilnya membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengolah Data yang didapat juga sering tidak akurat dan tidak update juga data tidak ringkas. Berbeda ketika EMIS sudah diterapkan untuk membant mengolah data. Setelah pengolahan data Madrasah menggunakan EMIS proses mengolah data menjadi cepat, sehingga datadata yang dihasilkan akurat, update, dan ringkas. EMIS memiliki kelebihan yaitu mempermudah kegiatan pengolahan data karena menggunakan teknologi dan jaringan internet, sehingga kinerja dan performa operator Data yang diperoleh cepat dan akurat, sehingga seksi pendma di Kemenag bisa bekerja dengan terorganisir. Dengan begitu Kemenag dapat memiliki data yang valid dan mutakhir mengenai madrasah-madrasah diwilayah naungan Kemenag. Bagi Madrasah EMIS juga memiliki kelebihan yakni dapat memberikan data-data yang bisa membantu Madrasah dalam membuat keputusan untuk membangun sekolah, mendapatkan bantuanbantuan berupa dana. Madrasah lebih mudah dan efektif dalam mengelola data Madrasah. Adapun kekurangan EMIS yang dirasakan baik oleh operator Kemenag Kabupaten atau operator Madrasah adalah ketika EMIS digunakan oleh operator lembaga, operator Evaluasi Education Management Information System (EMIS) Anisah Rachmadani kabupaten/kota, dan operator kanwil secara bersamaan dapat membuat server lemot atau down, dan juga ketika server sedang ada perbaikan dan pembaharuan atau maintance. Kendala yang ada pada Education Management Information System adalah permasalahan di sumber daya manusia dan jaringan internet di beberapa wilayah. beberapa Madrasah, sumber daya manusianya yakni operator madrasah masih ada yang sulit untuk menggunakan EMIS karena minim kemampuan dalam menggunakan teknologi. Serta di wilayah-wilayah tertentu seperti plosok-plosok . kesulitan dalam jaringan internet . inyal interne. Hal ini memang merupakan masalah yang sering dihadapi dalam menerapkan perkembangan teknologi untuk membantu manajemen. Sehingga Pendma Kemenag Kabupaten Malang mengadakan peng-input-an bersama di tempat yang memiliki jaringan internet sangat baik. Adapun kendala lain yakni sering terjadinya maintance . erawatan pada serve. , sehingga pendma Kemenag Kabupaten Malang melakukan himbauan ke seluruh operator agar mengerjakan data-data EMIS lebih awal dari pemberitahuan adanya maintance. PEMBAHASAN Penerapan Education Management Information System (EMIS) di Kemenag Kabupaten Malang Berdasarkan hasil penelitian tujuan utama dibuatnya Education Management information System (EMIS) adalah untuk memudahkan proses pengolahan informasi dan pemanfaatan Apabila tujuan tersebut telah terpenuhi, maka Education Management Information System (EMIS) telah menjadi sistem yang berhasil. Kemenag Kabupaten Malang juga menerapkan EMIS dengan tujuan agar madrasah yang berada di bawah naungan Kementrian Agama Kabupaten Malang ini bisa jadi lebih mudah dalam melaporkan perkembangan madrasahnya. Karena selama ini, sebelum ada EMIS . istem yang lam. cukup merepotkan untuk mengetahui perkembangan terakhir dan terkini . er-updat. dari madrasah-madrasah di Kabupaten Malang ini. Dari data di atas menjelaskan bahwa tujuan utama Education Management information System (EMIS) adalah untuk memudahkan proses pengolahan informasi dan pemanfaatan Kemenag Kabupaten Malang menerapkan EMIS agar madrasah yang berada di bawah naungan Kementrian Agama Kabupaten Malang ini bisa jadi lebih mudah dalam melaporkan perkembangan madrasahnya. Hal tersebut sesuai dengan teori dari Soetedjo Moeljodihardjo yang mengatakan bahwa sistem informasi manajemen, yaitu suatu metode yang menghasilkan informasi yang tepat waktu . bagi manajemen tentang Iingkungan eksternal dan operasi internal sebuah organisasi, dengan tujuan untuk menunjang pengambilan keputusan dalam rangka memperbaiki perencanaan dan pengendalia (Eti Rochaety, 2. Sehingga tujuan EMIS sesuai dengan tujuan dari sistem informasi manajemen yakni menghasilkan data/informasi yang tepat waktu/update dengan cara yang mudah. Berdasarkan terori Komarudin, yakni Ausistem informasi manajemen adalah suatu sistem informasi yang memungkinkan pimpinan organisasi mendapatkan informasi dengan kuantitas dan kualitas yang tepat untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusanAy (Eti Rochaety, 2. , tujuan EMIS ini selaras dengan tujuan sistem informasi manajemen menurut teori Komaruddin tesebut yang memudahkan pengolahan informasi dan pemanfaatan hasilnya untuk pengambilan keputusan Madrasah maupun Kemenag. Menurut Herson Anwar. AuSalah satu faktor penentu keberhasilan dalam penerapan sebuah sistem yaitu ketika sistem dapat diterima oleh penggunaAy (Herson Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Anwar, 2. Maksud dari Herson sebuah sistem diterapkan itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Sama halnya dengan EMIS pada penelitian ini, memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan penggunanya yakni Madrasah. Sistem EMIS ini diterapkan agar Madrasah bisa lebih mudah menglola data lembaganya, melaporkan, serta memanfaatkan Sehingga tujuan EMIS yang ditemukan dalam penelitian kali ini sesuai dengan tujuan diterapkannya suatu sistem informasi manajemen. Begitu juga dengan Fuadi Aziz, dari hasil penelitiannya mengatakan bahwa tujuan EMIS adalah menggabungkan informasiinformasi yang disajikan dengan ringkas tapi menyeluruh, sehingga dapat membantu manajemen pendidikan dan kegiatan pendidikan (Fuadi Aziz, 2. Sehingga temuan penelitian ini diperkuat oleh penelitian lain yang dilakukan oleh Fuadi Aziz. Alur pengolahan data dengan Education Management Information System berdasarkan hasil penelitian, dimulai dari lembaga-lembaga pendidikan meng-input data lewat aplikasi EMIS. Akun tiap lembaga di aplikasi tersebut dibuat oleh Kemenag Kabupaten/Kota. Datadata yang telah di-input tersebut kemudian dicek kebenarannya oleh Kemenag Kabupaten/kota. Apabila data sudah sesuai dan lengkap, maka Kemenag Kabupaten/Kota meng-approve persutujuan data yang di-input oleh lembaga. Data-data tersebut secara otomatis akan terdeteksi dan di-monitoring pada akun Kemenag Kanwil serta akun Kemenag Pusat, kemudian data-data itu diolah. Hasil pengolahan data-data dengan Education Management Information System (EMIS) tersebut digunakan atau dimanfaatkan oleh Madrasah dan Kemenag untuk menjadi bahan informasi dalam mengatur atau me-manage lembaga pendidikan. Selain Madrasah dan Kemenag data-data tersebut dapat diakses pihak lain seperti Kemendiknas. Kemensos, dan kementrian lainnya melalui aplikasi yang sudah tersinkron dengan Education Management Information Systerm (EMIS). Sehingga data tersebut dapat digunakan oleh pihak-pihak tersebut untuk dijadikan sumber data di lembaga tersebut, contohnya seperti pendataan BOS, bantuan-bantuan pendidikan, dan sebagainya. Penjelasan hasil penelitian tersebut selaras dengan kegiatan pengolahan menurut Zulkifli Amsyah. Menurut Zulkifli kegiatan pengolahan adalah proses perubahan bentuk . menjadi bentuk lain . (Zulkifli Amsyah, 2. Sebagaimana bahan mentah ditranformasikan menjadi barang jadi pada suatu proses manufaktur, demikian pula data mentah yang ditranformasikan menjadi informasi melalui kegiatan pengolahan data. Lihat gambar berikut: Gambar 4. Perubahan Bentuk Data Masukan bahan Keluaran Barang jadi Masukan data Pengolahan Keluaran EMIS juga menggunakan proses yang sama dengan proses pengolahan data berdasarkan teori tersebut. Data Madrasah di-input atau dimasukkan melalui aplikasi EMIS kemudian diolah oleh Kemenag Kabupaten. Kemanag Kanwil, dan Kemenag Pusat, sehingga menghasilkan keluaran yakni data-data yang dapat digunakan oleh Madrasah. Kemenag, dan yang tersinkron dengan EMIS. Proses pengolahan data EMIS ini serupa Evaluasi Education Management Information System (EMIS) Anisah Rachmadani dengan penelitian yang dilakukan oleh Bryan J. Kaleb dan kawan kawan. Dikatakan dalam penelitian Bryan. Auaplikasi SIDJP yang digunakan pegawai bisa merekam hasil pekerjaan dari pegawai sehingga ada data historisnya yang bisa jadi alat untuk mengukur prestasi pegawaiAy (Bryan J Kaleb dkk, 2. Dari penelitian Bryan proses merekam hasil kerja karyawan merupakan proses memasukkan data mentah yang sama halnya di dalam EMIS kegiatan operator input data madrasahnya merupakan proses memasukkan data mentah. Kemudian aplikasi EMIS sama halnya dengan SDIJP informasi yang diinput sebelumnya diolah oleh operator sehingga menghasilkan data keluaran yang siap digunakan. Jadi alur pengolahan data EMIS sama atau sesuai dengan aplikasi sistem informasi manajemen lain. Hasil Penerapan Education Management Information System (EMIS) di Kemenag Kabupaten Malang Hasil penelitian menjelaskan pengolahan data di lembaga pendidikan islam sebelum menggunakan EMIS masih tidak praktis. Karena masih dikerjakan manual, hasilnya membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengolah data. Data yang didapat juga sering tidak akurat dan tidak update. Berbeda ketika EMIS sudah diterapkan untuk membantu mengolah data. Setelah pengolahan data Madrasah menggunakan EMIS proses mengolah data menjadi cepat, sehingga data-data yang dihasilkan akurat, update, dan Menurut peneliti hal ini menggambarkan bahwa sistem informasi manajemen tanpa aplikasi EMIS sebelumnya tidak memenuhi efektivitas sistem informasi menurut Aulia Lorie Pangestika dan dan Yeni Priatna Sari. AuEfektivitas penerapan sistem informasi merupakan hasil yang di peroleh dari suatu instansi mencerminkan sejauh mana instansi tersebut mampu menghasilkan laporan keuangan secara tepat waktu, lengkap, akurat dan dapat diandalkan sesuai ketentuan yang berlakuAy (Aulia Lorie Pangestika dan Yeni Priatna Sari. Sehingga apabila dalam suatu instansi sistem informasinya masih belum efektif, maka diperlukan perbaikan atau peninjauan kembali agar dapat menghasilkan data yang lebih berkualitas dan efektif untuk suatu instansi. Sehingga dalam hal ini sekarang sistem informasi manajemen Kemenag berkembang dengan menggunakan teknologi yakni aplikasi EMIS. Setelah menggunakan aplikasi EMIS pengolahan data menjadi cepat, data yang dihasilkan akurat, update, dan ringkas. Hasil data dari EMIS yang tepat dan akurat tersebut dapat memenuhi harapan Kemenag seperti yang dijelaskan dalam penelitian Rasdiana Sina dkk. AuKementerian Agama telah menggunakan sistem informasi manajemen (SIM) pendidikan yang diharapkan menjadi solusi untuk kemajuan lembaga-lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. SIM Pendidikan tersebut diharapkan mampu menampung dan mengolah data serta menghasilkan informasi yang tepat dan akurat setiap saat. Ay (Rasdiana Sina dkk, 2. Dijelaskan dalam penelitian Rasdina bahwa sistem informasi manajemen yang dimaksud adalah EMIS. EMIS ini dikatakan berhasil memenuhi harapan Kemenag karena telah menghasilkan data yang akurat dan tepat. Sama halnya dengan kondisi EMIS di Kemenag berdasarkan penelitian ini dengan penelitian Rasdina. EMIS menghasilkan data yang akurat dan tepat sehingga dapat memenuhi harapan Kemenag. Jadi hasil penelitian Rasdina tersebut memperkuat fakta bahwa sistem informasi manajemen di Kemenag dapat menghasilkan data yang akurat dan tepat menggunakan EMIS. Dari data hasil penelitian juga menjelaskan aplikasi EMIS memiliki kelebihan yaitu mempermudah kegiatan pengolahan data karena menggunakan teknologi dan jaringan internet, sehingga kinerja dan performa operator maksimal. Data yang diperoleh cepat dan akurat, sehingga seksi pendma di Kemenag bisa bekerja dengan terorganisir. Dengan begitu Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Kemenag dapat memiliki data yang valid dan mutakhir mengenai madrasah-madrasah diwilayah naungan Kemenag. Bagi Madrasah EMIS juga memiliki kelebihan yakni dapat memberikan data-data yang bisa membantu Madrasah dalam membuat keputusan untuk membangun sekolah dan Madrasah lebih mudah serta efektif dalam mengelola data Madrasah. Temuan penelitian mngenai kelebihan EMIS tersebut selaras dengan data yang ada pada penelitian Samsuri. AuData EMIS diperbaharui secara berkala setiap semester. Hal ini bertujuan agar dapat memperoleh informasi-informasi terbaru sehingga mempermudah kepala seksi dalam mengontrol dan menganalisis informasi sebagai bahan pengambilan keputusanAy (Samsuri, 2. Tidak hanya digunakan untuk pengmabilan keputusan di sekolah namun juga pengambilan keputusan di Kemenag juga. Contohnya seperti untuk data KIP dan data BOS, pengmabilan keputusan madrasah mana saja yang mendapat dana dan berapa jumlahnya di bantu dengan data-data dari EMIS. Data untuk membantu pengambilan keputusan juga diperlukan data akurat, update, dan cepat, sehingga keputusan dapat diambil dengan baik. Dalam penelitian Yuliana Tri Handayani dkk menjelaskan. AuPeran EMIS disini adalah sebagai sumber data yang dapat digunakan sebagai pendukung dalam pengambilan keputusan atau kebijakan dan juga dalam sistem pelaporan lembaga. Ay (Yuliana Tri Hnadayani dkk, 2. Menurut penelitian tersebut EMIS memiliki peran sebagai sumber data untuk pengambilan keputusan di Kemenag kabupaten Tuban, hal selaras dengan hasil penelitian yang diteliti oleh penulis saat ini. Di Kemenag Kabupaten Malang EMIS juga dijadikan sumber data untuk mengatur Lembaga Pendidikan melalui suatu keputusan yang diambil. Adapun kekurangan EMIS yang dirasakan baik oleh operator Kemenag Kabupaten atau operator Madrasah adalah ketika EMIS digunakan oleh operator lembaga, operator kabupaten/kota, dan operator kanwil secara bersamaan dapat membuat server lemot atau down, dan juga ketika server sedang ada perbaikan dan pembaharuan atau maintance. Selain itu, hasil penelitian juga menerangkan mengenasi kendala yang ada pada Education Management Information System adalah permasalahan di sumber daya manusia yang kurang kemampuan dalam menggunakan teknologi dan jaringan internet . inyal interne. di beberapa wilayah yang sulit. Adapun kendala lain yakni sering terjadinya maintance . erawatan pada serve. , sehingga pendma Kemenag Kabupaten Malang mengatasi kendala tersebut dengan melakukan himbauan ke seluruh operator agar mengerjakan data-data EMIS lebih awal dari pemberitahuan adanya maintance. Kendala tersebut juga dikemukakan pada penelitian milik Wahir Tupono. AuDalam pengelolaan ada beberapa kendala karena berbasis aplikasi dekstop dan juga online. Selain harus akurat data yang diunggah, juga harus memiliki fasilitas jaringan internet yang memadahi. Disisi lain karena EMIS berbasis nasional, maka sering terjadi kesalahan atau error system. Ay(Wahir Tupono dkk, 2. Kendala EMIS pada penelitian Wahir menyebutkan tentang jaringan Karena EMIS berbasis online, adanya jaringan internet memanglah hal utama yang Begitu juga error system yang sering terjadi karena EMIS digunakan secara Banyaknya yang mengakses EMIS menjadikan server penuh sehingga menimbulkan error. Kendala-kendala emis yang ditemukan pada penelitian yang diteliti oleh penulis ini sama dengan temuan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahir Tupomo dan kawan-kawan. Penjelasan-penjelasan hasil penelitian tersebut selaras dengan tujuan penggunaan EMIS menurut teori dari Fuadi Aziz. Fuadi Aziz mengemukakan bahwa tujuan penggunaan EMIS dalam sistem informasi manajemen pendidikan di lingkungan kementrian agama Evaluasi Education Management Information System (EMIS) Anisah Rachmadani adalah sebagai berikut (Fuadi Aziz, 2. Menggabungkan informasi-informasi yang disajikan dengan ringkas tapi menyeluruh. Memperbaiki kapabilitas dan kualitas dalam mengolah, meyimpanan, serta menganalisis informasi. Meningkatkan kemampuan untuk me-manage alur informasi pada lembaga satu dengan lembaga lain yang saling memiliki Memudahkan lembaga atau perorangan pada semua jenjang untuk mengakses dan menggunakan informasi yang sesuai kebutuhan mereka. Mengatur proses segala kegiatan pengolahan dan penyebaran infromasi untuk manajemen pendidikan islam. Mengombinasikan sumber-sumber informasi kuantitatif dan kualitatif yang ada pada sistem. Membuat alur informasi jadi lebih sederhana agar mudah digunakan pada proses pengambilan keputusan. Membuat alur informasi menjadi lebih sederhana dengan cara menghapus proses duplikasi dan perbedaan pengisian informasi. Mengintegerasikan bermacam-macam sistem informasi sesuai kebutuhan. Memperbaiki proses pengelolaan, pendistribusian, serta pemanfaatan informasi untuk menjawab kebutuhan informasi yang Teori Aziz tersebut telah ditunjukkan dari hasil penelitian bahwa setelah menggunakan EMIS lembaga pendidikan islam mampu menghasilkan data dengan ringkas dan menyeluruh, meningkatkan kapabilitas dan kualitas data, pengolahan jadi lebih mudah dan sederhana. Sehingga EMIS telah memenuhi tujuannya. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. REFERENSI