JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 PENGARUH PENGGUNAAN CHATGPT TERHADAP POLA BERPIKIR MAHASISWA ITEB BINA ADINATA DENGAN METODE KUANTITATIF Helly Jaihan Amir1. Andi Anwar2,Andi Farsha Manangngi3,Juniarti Iryani4 Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adinata hellyjaihanamir@gmail. com1,andianwar. 221003@gmail. com2,andimanangi234@gmail. juniartiiryani1629@gmail. DOI: https://doi. org/10. 58217/joceip. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ChatGPT terhadap pola berpikir mahasiswa ITEB Bina Adinata. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner online yang disebarkan kepada mahasiswa. Sebanyak 26 responden berpartisipasi dalam pengumpulan data, yang dipilih menggunakan teknik convenience Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara penggunaan ChatGPT dan pola berpikir mahasiswa, terutama pada dimensi berpikir kritis dan reflektif. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi berbasis kecerdasan buatan seperti ChatGPT berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kualitas berpikir mahasiswa di era digital. Keywords ChatGPT, pola berpikir, mahasiswa, pendidikan tinggi, berpikir reflektif PENDAHULUAN Pola berpikir mahasiswa merupakan aspek fundamental dalam pendidikan tinggi karena menjadi landasan bagi pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif dalam menghadapi berbagai persoalan Kemampuan ini tidak hanya mendukung pemahaman materi, tetapi juga penting dalam membentuk sikap ilmiah, pengambilan keputusan, serta kreativitas dalam menyelesaikan masalah. Di era digital, perkembangan teknologi informasi secara signifikan memengaruhi cara mahasiswa belajar dan berpikir. Salah satu teknologi yang semakin populer di kalangan mahasiswa adalah ChatGPT, sebuah model bahasa berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan oleh OpenAI. ChatGPT mampu merespons instruksi dalam bentuk teks interaktif yang menyerupai komunikasi manusia, dan sering digunakan oleh mahasiswa untuk memahami materi, menyusun tugas, serta mencari referensi akademik (Syahri et al. , 2. Meskipun kemudahan, penggunaan ChatGPT tidak selalu beriringan dengan peningkatan kualitas berpikir Beberapa mahasiswa cenderung mendapatkan jawaban, tanpa melalui proses analisis dan evaluasi mendalam. Kondisi ini berpikir kritis, kemandirian intelektual, dan daya eksplorasi informasi (Nada et al. Ketergantungan terhadap teknologi juga dapat menghambat proses berpikir mandiri, yang merupakan esensi utama dari pembelajaran di perguruan tinggi. Mahasiswa ITEB Bina Adinata tidak luput dari fenomena ini. Dengan semakin mudahnya akses terhadap teknologi AI seperti ChatGPT, sebagian mahasiswa tampak mulai menggantikan proses berpikir mendalam dengan penggunaan instan Hal kekhawatiran akan terjadinya degradasi dalam kualitas berpikir akademik, terutama dalam menyusun argumen, menilai literatur, dan merumuskan pemahaman secara kritis dan reflektif. Situasi ini menunjukkan perlunya kajian empiris yang menelusuri secara spesifik dampak penggunaan ChatGPT terhadap kualitas pola berpikir Penelitian sebelumnya memberikan gambaran yang beragam. (Syahri et al. menemukan adanya pengaruh JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 signifikan antara penggunaan ChatGPT dan pola pikir mahasiswa, khususnya dalam dimensi logika dan sistematika berpikir. Sementara itu, (Ratnawati et al. , 2. ChatGPT meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam konteks pembelajaran matematika. Namun, studi lain (Meihan et al. , 2023. Nada et al. penggunaan yang tidak bijak, yang dapat mereduksi kemampuan berpikir reflektif dan Meskipun beberapa studi telah dilakukan, sebagian besar penelitian masih bersifat umum dan belum secara khusus meneliti konteks lokal di perguruan tinggi seperti ITEB Bina Adinata. Gap ini menjadi celah penting untuk diisi, terutama mengingat meningkatnya intensitas penggunaan ChatGPT oleh mahasiswa dalam kegiatan akademik Maka dari itu, diperlukan kajian yang lebih fokus dan kontekstual untuk memahami bagaimana penggunaan ChatGPT benar-benar memengaruhi proses berpikir mahasiswa di lingkungan kampus. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: "Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan ChatGPT terhadap pola berpikir mahasiswa ITEB Bina Adinata?" Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menguji secara kuantitatif pengaruh penggunaan ChatGPT terhadap pola berpikir mahasiswa, khususnya pada dimensi berpikir kritis, reflektif, dan analitis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan literatur terkait integrasi AI dalam pendidikan tinggi, serta menjadi dasar bagi institusi dalam merancang strategi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi secara bijak dan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 26 mahasiswa yang telah mengisi Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling, yaitu teknik kemudahan akses oleh peneliti (Sugiyono. Tabel 1. Kategori tanggapan populasi Interval Kategorisasi skor (%) Sangat setuju Netral tidak setuju (Arikunro, 2. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online yang disebarkan melalui Google https://bit. ly/FormChatGPTMahasiswa. Kuesioner terdiri dari 10 pernyataan tertutup menggunakan skala Likert . isalnya: 1 = Tidak Setuju hingga 3 = Sangat Setuj. Instrumen ini digunakan untuk mengukur sejauh mana penggunaan ChatGPT berpengaruh terhadap pola berpikir mahasiswa, baik secara positif maupun Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk melihat kecenderungan umum dari respon mahasiswa terhadap tiap Penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional (Sukardi, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa ITEB Bina Adinata dari berbagai program studi. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria mahasiswa aktif dan telah menggunakan ChatGPT (Arikunto, 2. Data dikumpulkan melalui kuesioner online berbasis Google form yang terdiri dari 10 pernyataan skala Likert dan 1 pertanyaan Instrumen penelitian divalidasi secara isi dan diuji reliabilitas menggunakan CronbachAos Alpha. Teknik analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif . ean, frekuens. dan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian korelasional (Sugiyono, 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan ChatGPT dengan pola berpikir mahasiswa ITEB Bina Adinata. Penelitian ini melibatkan seluruh mahasiswa aktif ITEB Bina Adinata dari berbagai program studi sebagai populasi. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 intensitas penggunaan ChatGPT dengan pola berpikir mahasiswa (Sugiyono, 2016. Table 2. Indikator Penelitian Variabel Indikator Penggunaa n ChatGPT Frekuensi & Intensitas Penggunaan Pengguna ChatGPT Kemudahan Dalam Belajar Pola Berpikir Mahasiswa Berpikir Kritis Pola Berpikir Mahasiswa Berpikir Logis Pola Berpikir Mahasiswa Berpikir Reflektif Penggunaa n ChatGPT Ketergantunga n Dan Sumber Belajar Pola Berfikir Mahasiswa Berpikir Kritis Dan Argumentasi Pola Berpikir Mahasiswa Verivikasi Dan Evaluasi Informasi Pernyataan Dalam Kuesioner Saya Menggunakan ChatGPT Sebagai Salah Satu Sumber Utama Dalam Menyelesaikan Tugas Kuliah. ChatGPT Mempermudah Saya Memahami Materi Perkuliahan. Saya Menjadi Lebih Kritis Terhadap Jawaban Yang Saya Terima Dari ChatGPT. ChatGPT Membantu Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Saya. Saya Memperoleh Banyak Wawasan Baru Dari Penggunaan ChatGPT. Saya Menjadi Lebih Jarang Mencari Informasi Dari Sumber Lain Karena Terbiasa Menggunakan ChatGPT. ChatGPT Membantu Saya Dalam Menyusun Argumen Atau Pendapat Dalam Tugas. Saya Selalu Memverifikasi Kebenaran Jawaban Dari ChatGPT Pola Berpikir Mahasiswa Kemandirian Berpikir Pola Berpikir Mahasiswa Dampak Umum Terhadap Pola Berpikir Sebelum Menggunakanny Saya Merasa Ketergantungan Terhadap ChatGPT Menurunkan Kemampuan Berpikir Mandiri Saya. Penggunaan ChatGPT Memberikan Dampak Positif Terhadap Pola Berpikir Saya Sebagai Mahasiswa. Hasil Dan Pembahasan Hasil Hasil penelitian ini diperoleh dari data kuesioner yang diberikan kepada 26 responden mahasiswa. Instrumen yang terhadap penggunaan ChatGPT dalam aktivitas akademik, khususnya dalam kaitannya dengan pola berpikir. Setiap pernyataan dalam kuesioner dianalisis berdasarkan skor rata-rata yang diperoleh dari skala Likert 3 poin, lalu dikonversi menjadi persentase untuk menentukan kategori sikap. Sebagaimana dikemukakan oleh (Arikunto, 2. ,penyajian kuantitatif dalam bentuk tabel dan persentase memudahkan peneliti dalam kecenderungan tertentu dalam hasil Oleh karena itu, data berikut rata-rata pernyataan, lengkap dengan kategori tingkat persetujuan responden. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Table 3. Data Hasil Penelitian. Pernyataan Saya menggunakan ChatGPT sebagai salah satu sumber utama dalam tugas kuliah. ChatGPT mempermudah saya memahami materi Saya menjadi lebih kritis terhadap jawaban yang saya terima dari ChatGPT. ChatGPT berpikir logis saya. Saya memperoleh banyak wawasan baru dari ChatGPT. Saya menjadi lebih jarang mencari informasi dari sumber lain karena terbiasa ChatGPT. ChatGPT membantu saya dalam menyusun argumen atau pendapat dalam Saya selalu jawaban dari ChatGPT sebelum Saya merasa terhadap ChatGPT berpikir mandiri 75,64% Kategori Sangat 76,92% Sangat 75,64% Sangat 73,08% Sangat 82,05% Sangat 64,10% Netral 75,64% Sangat 84,62% Sangat 65,38% Netral Penggunaan ChatGPT dampak positif terhadap pola berpikir saya sebagai mahasiswa. 75,64% Sangat Berdasarkan Tabel 3, dapat responden memberikan penilaian yang tinggi terhadap penggunaan ChatGPT dalam proses akademik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai persentase rata-rata lebih dari 70% pada sebagian besar pernyataan, yang dikategorikan dalam AuSangat SetujuAy. Pernyataan dengan skor tertinggi adalah AuSaya jawaban dari ChatGPT sebelum menggunakannyaAy . ,62%) dan AuSaya memperoleh banyak wawasan baru dari penggunaan ChatGPTAy . ,05%). Ini menunjukkan bahwa ChatGPT telah mendorong perilaku berpikir reflektif dan evaluatif pada mahasiswa. Sementara itu, terdapat dua pernyataan yang berada pada kategori AuNetralAy, yaitu AuSaya menjadi lebih jarang mencari informasi dari sumber lain karena terbiasa menggunakan ChatGPTAy . ,10%) dan AuSaya merasa ketergantungan terhadap ChatGPT menurunkan kemampuan berpikir mandiri sayaAy . ,38%). Hal ini mengindikasikan adanya kekhawatiran penggunaan AI yang tidak terkontrol, seperti penurunan eksplorasi mandiri dan kemandirian berpikir. Secara keseluruhan, tanggapan responden mengindikasikan bahwa penggunaan ChatGPT berdampak mahasiswa, terutama dalam aspek berpikir kritis, logis, dan reflektif, meskipun tetap diperlukan kontrol agar tidak menimbulkan ketergantungan. Pembahasan Temuan dalam penelitian ini ChatGPT JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 kemampuan berpikir logis dan reflektif Namun, penggunaan yang bersifat pasif, seperti hanya menyalin jawaban tanpa proses evaluasi, berpotensi menghambat perkembangan kognitif. Oleh pembimbingan dari dosen menjadi penting agar pemanfaatan AI bersifat mendidik. Rata-rata tanggapan responden yang tinggi pada pernyataan seperti AuSaya selalu memverifikasi kebenaran jawaban dari ChatGPTAy . dan AuSaya memperoleh baruAy . mengindikasikan bahwa mahasiswa telah menggunakan ChatGPT secara aktif dalam proses berpikir reflektif dan kritis. Temuan ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh (Ratnawati et al. penggunaan ChatGPT dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, khususnya pada mereka yang secara aktif mengevaluasi informasi dalam konteks pemecahan masalah geometri. Dalam konteks ini. ChatGPT tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu teknis, tetapi juga sebagai fasilitator dalam proses berpikir, yang mendorong mahasiswa untuk menganalisis, menyusun ulang, dan merefleksikan informasi yang diperoleh. Oleh karena itu, pemanfaatan ChatGPT yang tepat dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pola pikir kritis dan reflektif mahasiswa. Namun demikian, hasil penelitian juga mengungkapkan adanya potensi risiko dari penggunaan ChatGPT secara berlebihan. Hal ini tercermin dari skor rata-rata yang relatif rendah pada pernyataan seperti AuSaya menjadi lebih jarang mencari informasi dari sumber lain karena terbiasa menggunakan ChatGPTAy . dan AuSaya merasa ketergantungan terhadap ChatGPT menurunkan kemampuan berpikir mandiri sayaAy . Temuan ini mengindikasikan inisiatif dan kemandirian berpikir pada sebagian mahasiswa akibat ketergantungan terhadap kecerdasan buatan. Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh (Anto Rodrigues Vasconcelos & p. dos Santos, 2. , yang menyoroti bahwa kolaborasi berlebihan dengan AI dapat melemahkan kapasitas refleksi serta menurunkan tanggung jawab intelektual individu dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan ChatGPT sebaiknya diarahkan secara bijak dan didukung oleh strategi literasi digital serta pembinaan dosen agar mahasiswa dapat mengambil manfaat optimal tanpa kehilangan kemampuan berpikir mandiri. Institusi pendidikan disarankan untuk mengembangkan pedoman penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu berpikir kritis, bukan sebagai pengganti literasi akademik, sehingga teknologi ini benar-benar berfungsi sebagai penunjang dalam proses pembelajaran yang bermakna. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penggunaan ChatGPT dan pola berpikir mahasiswa ITEB Bina Adinata. Penggunaan ChatGPT secara aktif dan reflektif terbukti mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis, logis, dan mandiri Hal ini menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan memiliki potensi sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif jika digunakan secara tepat. Sebagai mahasiswa disarankan untuk memanfaatkan ChatGPT sebagai media pendukung untuk memperdalam pemahaman, bukan sekadar memperoleh jawaban instan. Dosen perlu memberikan panduan penggunaan teknologi AI dalam proses akademik yang menekankan pentingnya berpikir analitis dan evaluatif. Sementara itu, institusi pendidikan tinggi sebaiknya menyusun kebijakan integrasi teknologi berbasis AI secara terstruktur, termasuk pelatihan literasi digital dan etika penggunaannya dalam pembelajaran. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel dan lingkup program studi yang masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih luas dan beragam, serta mengeksplorasi pengaruh jangka panjang penggunaan ChatGPT terhadap perkembangan kognitif mahasiswa JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 lintas disiplin. Penelitian lebih lanjut juga perlu menggali variabel-variabel mediasi seperti motivasi belajar, literasi digital, dan strategi berpikir tingkat tinggi untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. PENELITIAN: STUDI PENELITIAN KUANTITATIF. Jurnal Inovasi Pendidikan Dan Teknologi Informasi (JIPTI), 5. Article https://doi. org/10. 52060/jipti. DAFTAR PUSTAKA