PENGARUH HASIL POLLING TERHADAP PEMBENTUKAN OPINI PEMILIH PEMULA Dyah Tantri Efrina Putri Universitas Padjajaran Sekretariat KPU Kota Tangerang Email : d_tantri83@yahoo. Editor: Rina Martini Ae Universitas Diponegoro LATAR BELAKANG Reformasi tidak dapat dipungkiri menjadi kran pembuka demokratisasi di Indonesia yang setelah sekian lama mengalami mati suri. Setidaknya pintu menuju demokratisasi sejak saat itu menjadi terbuka Di tingkat makro, terlihat adanya transformasi sistem politik dari corak otoriter mengarah demokratis. Secara lebih parsial, kecenderungan itu terlihat dari beberapa indikator seperti. adanya perubahan relasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, yang awalnya sentralistis menuju desentralisasi. adanya sistem multipartai. pelaksanaan pemilu yang relatif lebih demokratis. adanya pers yang bebas. serta upaya menjadikan birokrasi dan militer sebagai kekuasaan professional namun netral secara politik (Marijan, 2. Terjadinya perubahan pelembagaan politik menjadi hal yang cukup Terlihat dari meningkatnya jumlah partai politik yang mewarnai pemilu pasca jatuhnya rezim Soeharto jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah partai di tahun 1950-an. Wajah-wajah baru dalam pertarungan di arena sistem perpolitikkan pun mulai bermunculan baik dalam skala nasional ataupun lokal. Demokrasi tidaklah semata-mata hanya merupakan pemilu yang bebas, namun demokrasi juga menuntut adanya pertanggungjawaban dari para wakil kepada yang diwakili (Hungtinton, 1. Dan dalam konteks yang lebih esensial, demokrasi menuntut adanya kesempatan kepada rakyat untuk berpartisipasi di dalam semua proses politik (Sen, 2. Partisipasi politik menurut Samuel P. Huntington dan Nelson terbagi dalam beberapa bentuk, antara lain: . Kegiatan pemilihan seperti memberikan suara dalam Pemilu, mencari dana partai, menjadi tim sukses, mencari dukungan bagi calon legislatif atau eksekutif atau tindakan lain yang berusaha mempengaruhi hasil pemilu. Lobby. Kegiatan Organisasi. Contacting. Tindakan kekerasan (Samuel. Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Huntington, 1990, p. Menjadi sangat menarik, saat partisipasi politik yang pada awalnya hanya berada dalam skala subyektif individu, namun saat ini hasilnya dapat berpengaruh terhadap suatu isu politik. Opini publik yang dahulu hanya dimiliki oleh para kalangan elit dan penguasa, tidak dapat dipungkiri sejak paham demokrasi terus bergulir secara dinamis, opini publik malah banyak merujuk pada pendapat masyarakat Opini publik menjadi barometer aspirasi masyarakat yang dapat menjadi kekuatan dalam pengambilan keputusan berdasarkan perilaku dan preferensi jutaan warga yang memiliki hak suara. Opini publik dapat diartikan sebagai apa yang dipikirkan, pandangan dan perasaan yang sedang berkembang di kalangan masyarakat tertentu mengenai setiap isu yang menarik perhatian rakyat (Eriyanto, 1999, p. Sifat polling yang memberikan hak yang sama kepada semua orang untuk menilai dan bersikap membuat polling dipandang sebagai representasi opini publik. Dalam polling, setiap individu memiliki posisi yang sama ketika mereka terpilih sebagai responden, sehingga agregat status sosial ekonomi tidak menjadi penting karena mereka diperlakukan secara anonim (Faizaliskandiar, 1. Polling dan politik merupakan kedua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya memiliki hubungan simbiosis mutualisme yang sama-sama saling menguntungkan. Hal ini terlihat menjelang Pemilu tahun 1999, awal mula reformasi diagungkan. Partai politik berebut hati rakyat, tokoh lama dan baru berebut kekuasaan, lembaga polling pun menjamur. Adanya perubahan sistem pemilu secara langsung tahun 2004 membuat keberadaan polling semakin menarik. Terutama dalam memetakan kekuatan dan peluang para kandidat yang ikut berkontestansi. Polling dapat dilakukan sebelum pemilihan dilakukan . ra electio. , saat tahapan berlangsung . n electio. dan setelah pemilihan berlangsung . uick count atau exit pol. Pra election berguna untuk mengetahui kandidat mana yang paling memiliki derajat elektabilitas yang tinggi, sehingga dapat menjadi strategi partai politik dalam mengusung nama kandidat. Sedangkan polling pada saat tahapan pemilihan berlangsung . n electio. , untuk mengetahui sejauh mana derajat elektabilitas yang dimiliki oleh para Sedangkan pasca election, hasil polling dalam bentuk quick count ataupun exit poll dapat menjadi alat kontrol dan memunculkan mekanisme check and balance terhadap hasil suara pemilu. Sehingga polling dapat memunculkan pemerintahan yang cerdas, bersih dan bijaksana. Meningkatkan kualitas demokrasi agar menjadi lebih transparansi sehingga secara tidak langsung memperkuat dan mendukung warga negara untuk berperan dalam demokrasi atau disebut dengan civic Karena tidak dapat dipungkiri dengan maraknya prediksi- Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 prediksi yang diberikan oleh para lembaga penyelenggara polling, menjadikan aktivitas politik dalam Pemilu menjadi semakin menarik. PERMASALAHAN Fenomena ini pun turut dirasakan oleh warga Jakarta yang akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur untuk periode 2017-2022 pada Februari 2017. Satu tahun sebelum hari pemungutan suara dilaksanakan, telah banyak hasil polling dipublikasikan oleh lembaga survei. Sesuai Undang- Undang No. 10 Tahun 2016 tentang Pilgub. Walikota dan Bupati dan PKPU No. 5 Tahun 2015 tentang Sosialisasi dan Parmas dalam Pilkada, setidaknya terdapat 32 . igapuluh du. lembaga survei yang telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta. Hal ini tidak lain untuk meningkatkan elektabilitas salah satu kandidat dalam ajang kontestasi politik. Secara konseptual, terdapat dua strategi dalam polling yaitu bandwagon and underdog effect. Bandwagon effect merupakan fenomena dimana pemilih memilih kandidat atau partai politik yang akan diprediksi Sebaliknya underdog effect merupakan fenomena dimana pemilih memilih kandidat atau partai politik yang diprediksi kalah. Strategi inilah yang dipergunakan oleh banyak polling dalam memenangkan dan menggiring opini publik (Hennessy, 1. Dalam penggiringan opini publik, strategi bandwagon effect lebih seringkali digunakan daripada underdog effect. Seperti yang terjadi pada kasus kemenangan Jokowi pada Pemilihan Presiden 2014. Popularitas Jokowi terus meningkat, hasil polling yang di-release oleh beberapa lembaga survei menempatkan Jokowi pada posisi atas, melampaui nama capres lainnya seperti Aburizal Bakri. Prabowo Subiyanto bahkan Megawati Pendekatan psikologis dalam melihat perilaku pemilih dimanfaatkan oleh Megawati dan PDIP dalam mengusung Jokowi menjadi Presiden. Informasi positif terus dibangun secara kontinu dengan pemberitaan media yang cukup tinggi. Strategi bandwagon effect dimunculkan dimana adanya fenomena psikologi massa yang melakukan pilihan mengikuti pilihan yang cenderung Publik akan memilih figur yang tampaknya akan memiliki dukungan tinggi, karena publik ingin menjadi bagian dari mayoritas Peran media dan sosial media cukup besar dalam hal ini. Karena mereka dapat memberi instrumen publik untuk mempropagandakan calon yang diinginkannya. Bandwagon effect inilah yang dimiliki oleh Jokowi untuk meningkatkan elektabilitasnya dalam Pemilihan Presiden 2014 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa sebanyak 7. 589 orang, dengan jumlah Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 TPS sebanyak 13. 023 (Jakarta, 2. , dimana kelompok pemilih pemula . -21 tahu. , memiliki sumbangsih sebanyak 598. 198 orang atau Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Perludem, pemilih pemula memiliki karakter sebagai berikut: . Critical Voters, . Social Influencer, . Swing Voters (Setiawati, 2. Sehingga mereka dapat mempengaruhi kelompok usia dewasa karena sebagian besar masih bertempat tinggal bersama orangtua. Selain jumlahnya yang terus bertambah, potensi daya kritis mereka dapat menentukan sebuah hasil Pilkada DKI Jakarta ini. Oleh karena itu, perilaku pemilih pemula selalu menjadi kajian yang Berbagai penelitian terdahulu telah dilakukan untuk mengetahui karakteristik pemilih muda sebagai subjek pemberi suara terutama dalam Pilkada DKI Jakarta. Agar penelitian ini lebih terarah, terfokus dan tidak meluas maka penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut : Apakah hasil polling dapat mempengaruhi pembentukan opini publik dalam segmentasi pemilih pemula pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Putaran Pertama Tahun 2017? Seberapa besar pengaruh yang diberikan dari hasil polling dalam membentuk opini publik dalam segmentasi pemilih pemula pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Putaran Pertama Tahun 2017? KERANGKA TEORI Polling Polling didefinisikan sebagai suatu penelitian . dengan menanyakan kepada masyarakat mengenai pendapatnya terhadap suatu isu/masalah dengan menggunakan kuesioner sebagai alatnya. Polling secara metodologis adalah sebuah teknik untuk menyelidiki apa yang dipikirkan orang terhadap isu/masalah yang muncul. Polling dilakukan untuk mengetahui bagaimana pendapat yang berkembang dalam masyarakat terhadap suatu isu. Dengan kata lain polling adalah suatu metode untuk mengetahui pendapat umum. Polling merupakan ekspresi sekaligus metode untuk mengetahui pendapat umum terhadap suatu isu (Eriyanto. Metodologi Polling. Memberdayakan Suara Rakyat, 1999, p. Polling merupakan mengemukakan pendapatnya atau sebagai wahana penyaluran sikap Mindra Faizaliskandiar menggambarkan keunggulan polling (Faizaliskandiar, 1. :AuKeunggulan polling sehingga mudah diterima luas oleh masyarakat adalah karena hanya lewat polling, pendapat masyarakat dapat tersalurkan dan gaungnya dapat menyelusup jauh hingga ke puncak tertinggi kekuasaan. Dalam polling, individu-individu mengemukakan pendapatnya secara anonim Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 sehingga kekhawatiran akan ekses negatif dari pendapat yang berbeda dari penguasa menjadi hilang. Ay Keuntungan lain dari polling adalah sifatnya yang anonimitas membuat responden dapat memberikan pendapat secara langsung, bebas, rahasia tanpa harus diketahui identitasnya oleh pihak yang dinilai. Sifat polling memberikan hak yang sama kepada semua orang untuk menilai dan bersikap, sehingga polling dapat dikatakan sebagai alat representatif dari pendapat khalayak. Dalam polling setiap individu memiliki posisi yang sama ketika mereka terpilih sebagai responden, sehingga agregat status sosial ekonomi menjadi tidak penting karena mereka diperlakukan secara Oleh karena itu, penyelenggaraan polling merupakan upaya menempatkan pendapat umum pada status yang setara dengan diskursus elit dalam proses mendefinisikan suatu realitas sosial (Kompas, 1. Polling merupakan penerjemahan Aukehendak rakyatAy dalam bentuk yang riil. Melalui polling publik dapat berbicara untuk dirinya sendiri dan menjadi jembatan penghubung antara masyarakat dengan pemimpin Berkat polling, meminta pendapat rakyat secara langsung setiap saat dapat dilakukan. Gallup mengatakan : AuKebutuhan akan suatu cara untuk mengukur pendapat umum dipengaruhi oleh era terakhir demokrasi yang dibuat James, orang dapat diketahui setiap saat. Tahap terakhir sebagaimana diramalkan Bryce saat ini sudah ditangan. Dengan kemajuan beberapa tahun terakhir, sangat mungkin mengetahui pendapat masyarakat Amerika setiap saat. Kenyataanya, hanya ada perbedaan kecil dalam hal kecepatan antara media pada saat memberitakan suatu peristiwa dengan kecepatan pendapat yang dikumpulkan atas peristiwa yang sama. Survei nasional dapat dilaksanakan beberapa jam seperti pada peristiwa pemogokan pegawai pos diseluruh negeri pada tahun 1971. Juga Gallup yang mengukur pendapat dari berbagai negara membutuhkan kurang dari 72 jam, waktu yang sama dengan peluncuran Sputnix pada tahun 1967 (Gallup, 1. Ay. Polling memiliki karakteristik, antara lain (Eriyanto. Metodologi Polling Memberdayakan Suara Rakyat, 1999, hal. Polling adalah menggeneralisasi sikap/pendapat populasi. Polling hanya bisa digunakan untuk menggambarkan sikap/perilaku. Namun, tidak dapat menjelakan lebih rinci tentang alasan atas pendapat yang dipikirkan tersebut. Polling digunakan untuk menggambarkan secara sistematis fakta atau karakteristik secara akurat untuk mendapatkan informasi tentang suatu fenomena. Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 . Meskipun prinsip dan metode yang digunakan adalah survei, namun polling lebih sederhana karena menuntut hasil yang cepat dan dapat . Dalam terbatas/pendek karena keterkaitan isu yang sedang berkembang. Opini Publik Pendapat Umum merupakan suatu ekspresi tentang sikap mengenai suatu masalah yang bersifat kontroversial (Santoso, 1987, p. Opini berupa reaksi pertama dimana orang mempunyai perasaan ragu-ragu dengan sesuatu yang lain dari kebiasaan, ketidakcocokan dan adanya perubahan penilaian. Unsur-unsur ini mendorong orang untuk saling Irish dan Proto (Susanto, 1985, p. menyatakan bahwa suatu pendapat harus dinyatakan terlebih dahulu agar dapat dinilai sebagai pendapat umum atau opini publik. Hal ini disebabkan karena sesuatu yang belum dinyatakan belum bisa disebut opini karena belum mengalami proses komunikasi, melainkan masih merupakan sikap. Suatu pendapat akan menjadi isu apabila mengandung unsur kemungkinan pro dan kontra suatu pendapat . entang suatu kejadia. yang telah dinyatakan dan dengan demikian ia akan menimbulkan adanya pendapat baru yang menyenangkan atau tidak baginya. Jadi timbulnya opini publik adalah efek komunikasi dalam bentuk pernyataan yang bersifat kontroversial dari sejumlah orang sebagai pengekspresian sikap. Dengan kata lain, opini publik adalah suatu pemahaman pada sebagian orang dalam komunitas yang terus menerus menaruh perhatian terhadap beberapa pengaruh atau masalah yang sarat nilai dimana baik individu maupun pemerintah harus menghargainya paling tidak berkompromi berupa perilaku terbuka berdasarkan ancaman untuk dikeluarkan atau diasingkan dari masyarakat. Opini publik atau pendapat umum diartikan sebagai apa yang dipikirkan, sebagai pendangan dan perasaan yang sedang berkembang di kalangan masyarakat tertentu mengenai setiap isu yang menarik perhatian rakyat (Eriyanto. Metodologi Polling Memberdayakan Suara Rakyat, 1993, p. Opini publik adalah kegiatan dari komunikasi politik. Opini adalah ekspresi mengenai sekelompok orang mengenai suatu isu. Sedangkan, publik adalah sekelompok orang yang memiliki kepentingan yang sama dan yang memiliki keterikatan atau terpengaruh terhadap hal itu. Pendapat umum diartikan sebagai apa yang dipikirkan, sebagai pandangan dan perasaan yang sedang berkembang di kalangan masyarakat tertentu mengenai setiap isu yang menarik perhatian rakyat. Ada 3 . elemen pokok pendapat umum : . Adanya isu/masalah agar supaya sesuatu dapat dinilai sebagai pendapat umum. Adanya suatu kelompok orang Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 yang dapat dikenal yang berkepentingan dengan persoalan tersebut. Adanya preferensi. Suatu pendapat akan menjadi suatu isu apabila ia mengandung unsur memungkinkan pro dan kontra suatu pendapat. Disini mengacu kepada totalitas pendapat para anggota masyarakat bersangkutan tentang suatu ide (Allport, 1. Menurut Leonard W. Doob terdapat 2 . jenis opini publik : Pertama, opini publik yang internal yang belum di ekspresikan dan Kedua, opini publik yang tersembunyi . yang tidak di ekspresikan (Nasution. Adapun terdapat 5 . faktor dalam mendefinisikan opini publik, dengan memperhatikan unsur-unsur antara lain : . Adanya Isu (Presence of an issu. Hakikat masyarakat . he nature of public. Kompleks preferensi pada masyarakat. Ekspresi pendapat . xpression of opinio. Jumlah orang yang telibat . umber of persons involve. Pemilih Pemula Pemilih pemula adalah warga Indonesia yang pada hari pemilihan atau pemungutan suara adalah Warga Negara Indonesia yang sudah genap berusia 17 tahun dan atau lebih atau sudah/pernah kawin yang mempunyai hak pilih, dan sebelumnya belum termasuk pemilih karena ketentuan Undang-Undang Pemilu. Berdasarkan pengertian tersebut, maka terdapat empat alasan mendasar yang menyebabkan pemilih pemula mempunyai kedudukan dan makna strategis dalam Pemilihan Umum . Alasan kuantitatif Bahwa pemilih pemula ini merupakan kelompok pemilih yang mempunyai jumlah secara kuantitatif relatif banyak dari setiap pemilihan umum. Pemilih pemula adalah merupakan satu segmen pemilih yang mempunyai pola perilaku sendiri dan sulit untuk diatur atau . Kekhawatiran bahwa pemilih pemula akan lebih condong menjadi golput dikarenakan kebingungan karena banyaknya pilihan partai politik yang muncul yang akhirnya menjadikan mereka tidak memilih sama sekali. Masing-masing organisasi sosial politik mengklaim sebagai organisasi yang sangat cocok menjadi penyalur aspirasi bagi pemilih pemula yang akhirnya muncul strategi dari setiap partai politik untuk mempengaruhi pemilih pemula. Seperti yang dikatakan peneliti The Political Literacy Intitute. Rosit bahwa terdapat ruang-ruang tempat belajar politik untuk kalangan ini, antara lain (Rosit, 2. : . Ruang keluarga, . Teman sebaya atau peer group, . Media Massa. Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode verifikatif. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan dan menjelaskan keadaan objek penelitian berdasarkan data yang dikumpulkan kemudian disusun secara sistematis dan selanjutnya dianalisis untuk diambil kesimpulan. Metode verifikatif digunakan untuk menguji teori dan penelitian akan mencoba menghasilkan informasi ilmiah yakni status hipotesis, yang berupa kesimpulan sementara, untuk mengetahui pengaruh Hasil polling terhadap pembentukan opini publik pemilih pemula pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Putaran Pertama Tahun 2017. Metode verifikatif akan menghasilkan kesimpulan apakah hipotesis diterima atau ditolak. Operasionalisasi Variabel Operasionalisasi variabel dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memudahkan atau mengarahkan dalam menyusun alat ukur data yang diperlukan berdasarkan kerangka konseptual penelitian yang telah dikemukakan batasan operasional dari masing-masing variabel penelitian. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang digunakan yaitu: Variabel . ariabel mempengaruhi atau yang sebab perubahannya atau timbulnya variabel Dalam hal ini yang dijadikan variabel independennya adalah hasil polling . ariabel X). Variabel dependen . ariabel terika. , yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam hal ini yang menjadi variabel dependennya adalah opini pemilih pemula . ariabel Y). Tabel 1 Operasionalisasi Variabel Variabel Konsep Variabel Dimensi Indikator Polling Polling merupakan ekspresi Lembaga Pengetahuan sekaligus metode untuk Penyelenggara tentang Lembaga Polling mengetahui pendapat Penyelenggara umum terhadap suatu isu. Polling (Eriyanto. Metodologi Keyakinan tentang Polling Memberdayakan Lembaga Variabel (X) Suara Rakyat, 1999, p. Penyelenggara Atau teknik untuk Polling menyelidiki apa yang dipikirkanOrang terhadap isu/masalah yang muncul (Faizaliskandiar, 1. Skala Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Variabel Opini Publik Variabel (Y) Konsep Variabel Opini Publik adalah apa yang dipikirkan sebagai perasaan yang sedang mengenai setiap isu yang menarik perhatian rakyat Dimensi Indikator Hasil Polling Mengikuti hasil polling yang dikeluarkan oleh Lembaga Penyelenggara Polling Memahami hasil polling yang dikeluarkan oleh Lembaga Penyelenggara Polling Ketertarikan terhadap hasil Polling yang dikeluarkan oleh Lembaga Penyelenggara Polling Akses Kemudahan informasi hasil polling yang dikeluarkan oleh Lembaga Penyelenggara Polling Peringkat Opini Kemampuan Kandidat Keyakinan pasangan calon yang terbaik Opini pasangan calon terendah adalah yang terburuk. pasangan calon Skala Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Variabel Konsep Variabel Dimensi Indikator Skala Keyakinan ibu kota oleh pasangan calon Keyakinan terhadap kinerja Para pasangan calon Visi Misi Keyakinan misi dari pasangan calon Keyakinan program kerja dari para pasangan calon Pilihan Keyakinan terhadap pilihan dari para pasangan calon Sumber : Operasionalisasi variabel penelitian Berdasarkan operasionalisasi variabel penelitian di atas, kemudian diuraikan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan dalam bentuk kuesioner, di mana pertanyaan ini berbentuk pertanyaan tertutup yang masing-masing jawabannya diukur berdasarkan pengukuran skala Likert, dengan kisaran 1-5. Variabel-variabel penelitian diukur dalam skala dengan bobot perincian nilai berikut. Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Variabel Tabel 2 Bobot Variabel Bobot (Positi. Bobot (Negati. Hasil Polling (X) Opini Pemilih Muda (Y) Sumber : Bobot variabel penelitian Populasi. Sampel dan Teknik Penarikan Sampel Populasi : Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih muda dalam rentan usia 17-21 tahun dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta pada Putaran Pertama Tahun 2017 yaitu sebanyak 598. 198 pemilih. Adapun sasaran populasi secara umum di Provinsi DKI Jakarta disampaikan dalam tabel di bawah Tabel 3 Populasi. Sampel dan Teknik Penarikan Sampel Nama Kabupaten/Kota Laki-laki Wanita Total Dari Total DPT (%) Jakarta Barat 8,09 Jakarta Pusat 8,59 Jakarta Selat 8,23 Jakarta Timur 8,65 Jakarta Utara 8,57 Kepulauan Seribu 11,01 8,42 Total Sampel n= N NeA 1 Keterangan: n : Ukuran sampel minimum. N : Jumlah populasi . opulasi samplin. e : Nilai kritis . atas ketelitia. yang diinginkan . ersen kelonggaran ketelitian karena pengambilan sampel populas. , di mana batas kesalahan ditentukan sebesar 10. Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Sehingga dengan mempergunakan rumus tersebut diperoleh jumlah sampel minimum, yaitu: N = 598,198 = 99,983 OO 100 598, 198 . A 1 Dengan demikian, berdasarkan perhitungan pengambilan sampel minimum diperoleh hasil sebanyak 100 orang dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Putaran Pertama Tahun 2017. Namun, dikarenakan kebutuhan data untuk mendekati keakuratan hasil maka peneliti mengambil sampel lebih dari penentuan sampel minimum yaitu sebanyak 218 sampel responden pemilih pemula. Teknik Penarikan Sampel Teknik penarikan sampel dilakukan menggunakan proportionate random sampling, karena jumlah populasi berstrata secara proporsional berdasarkan Kota/Kabupaten dan anggota populasi berdasarkan Kota/Kabupaten bersifat heterogen, sehingga dipilih kecamatan secara random dan diambil sampel secara proporsional. Selain itu, jumlah sampel minimum juga telah diketahui, maka dapat dilakukan pengambilan sampel dengan menggunakan prinsip proporsional yang dilakukan dengan rumus yang dikemukakan oleh Miller, sebagai berikut: ycu ycu1 = ycA1 ycUn Keterangan: n1 : Ukuran sampel tiap strata. N1 : Ukuran sampel keseluruhan. n : Ukuran sampel pertama tiap strata. N : Ukuran sampel pertama keseluruhan. Adapun uraian hasil pengambilan ditampilkan pada tabel, sebagai berikut : Tabel 4 Distribusi Pengambilan Sampel No Nama Kab/Kota Jumlah Perhitungan Sampel Penarikan Pemilih (Minimu. Sampel 1 Jakarta Barat 133. 731/598. 198 x 100 2 Jakarta Pusat 191/598. 198 x 100 3 Jakarta Selatan 131. 144/598. 198 x 100 4 Jakarta Timur 173. 635/598. 198 x 100 5 Jakarta Utara 580/598. 198 x 100 Kep. Seribu 917/598. 198 x 100 Jumlah Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Dengan demikian, berdasarkan perhitungan pengambilan sampel diperoleh hasil sebanyak 218 orang yang terdaftar sebagai pemilih muda dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Putaran Pertama Tahun 2017 yang terbagi secara proporsional ke dalam 6 wilayah kota/kabupaten yang ada pada wilayah kerja KPU Provinsi DKI Jakarta. Adapun dalam pemilihan sampel di setiap kota/kab dilakukan secara random walk. Uji Validitas dan Reabilitas Uji Validitas Menurut Sugiyono . ,AuUji validitas adalah suatu derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi dengan data yang dapat dikumpulkan oleh penelitiAy. Validitas dalam penelitian dijelaskan sebagai salah satu derajat ketepatan pengukuran tentang isi dari pernyataan yang penulis buat. Teknik uji yang digunakan adalah teknik korelasi melalui koefisien korelasi product moment. Skor ordinal dari setiap item pertanyaan yang diuji validitasnya dikorelasikan dengan skor ordinal keseluruhan item, jika koefisien korelasi tersebut itu positif, maka item tersebut valid, sedangkan jika negatif maka item yang tersebut tidak valid dan akan dikeluarkan dari kuesioner atau digantikan dengan pernyataan perbaikan. Rumus uji validitas antara lain: ycuycuyc Oe ycu yc yca= Oo. cuycu ) Oe . 2 Oe . cuycu 2 ) Oe . 2 Keterangan: r : Koefisien korelasi pearson product moment Xi : Skor responden i pada pertanyaan X Yi = Skor total pertanyaan n : Jumlah responden Uji Reliabilitas Reliabilitas diartikan sebagai tingkat kepercayaan dari hasil suatu Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi adalah pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya . Reliabilitas merupakan salah satu ciri atau karakter utama instrumen pengukuran yang baik. Ide pokok dalam konsep reliabilitas adalah sejauh hasil pengukuran dapat dipercaya yang berarti skor hasil pengukuran tersebut dari kekeliruan pengukuran. Tinggi rendahnya reliabilitas secara empiris ditunjukan oleh suatu angka yang disebut koefisien reliabilitas (Alpha Cronbac. Apabila datanya benar sesuai dengan kenyataannya maka berapa kali pun diambil tetap akan sama. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan Alpha bu Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Teknik perhitungan reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji CronbachAos Alpha dengan rumus: yco sycn 2 r11 = ( yco Oe 1 1 Oe ycyc 2 Keterangan: xyc 2 . 2 ycyc = ycu ycu ycu2 ycycn = yayaycn yaycU2 Oe 2 ycu ycu r11 : Reliabilitas instrumen : Banyak butir pertanyaan StA : Varians total SiA : Mean kuadrat kesalahan Jki : Jumlah kuadrat seluruh skor item JKs : Jumlah kuadrat subjek Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Linear Sederhana dalam analisis data. Hal ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel hasil polling (X) dan opini pemilih pemula (Y). Dampak dari penggunaan regresi ini dapat digunakan untuk memutuskan apakah naik dan menurunnya variabel dependen dapat dilakukan dengan cara menaikan atau menurunkan variabel independen, atau untuk meningkatkan keadaan variabel dependen dapat dilakukan dengan meningkatkan variabel independen atau sebaliknya. Model regresi yang digunakan adalah : = a bx Keterangan : X : Variabel Hasil Polling . : Variabel Opini Pemilih Pemula . a : Intersep model Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Dimana untuk mencari nilai-nilai a dan b dalam buku Sugiyono . digunakan rumus sebagai berikut: (Y. (XiA) Ae (X. (XiY. nXiA Ae (X. A nXiYi Ae (X. (Y. nXiA - (Xi Koefisien Korelasi Pearson Untuk mengetahui korelasi kedua variabel digunakan rumus Koefisien Korelasi Pearson, yang digunakanuntuk mengetahui kuatnya pengaruh antara hasil polling terhadap opini pemilih pemula dengan rumus sebagai: Keterangan: nxy Oe x Oe y Oo{. cu 2 ) Oe . 2 } {. cu 2 ) Oe . 2 } r : Koefisien Korelasi Pearson X : Variabel Hasil Polling . Y : Variabel Opini Pemilih Pemula . n : jumlah responden yang diteliti Untuk sedikit keterangan, jika r = 1, hubungan X dan Y sempurna dan positif . endekati 1, hubungan sangat kuat dan positi. , jika r = -1, hubungan X dan Y sempurna dan negatif . endekati -1, hubungan sangat kuat dan negati. , lalu jika r = 0, hubungan X dan Y lemah sekali atau tidak ada hubungan. Agar lebih mempermudah disajikan tabel sebagai berikut: Tabel 5 Kriteria Nilai Korelasi Interval Koefisien Tingkat Keeratan 0,00 Ae 0,199 0,20 Ae 0,399 0,40 Ae 0,599 0,60 Ae 0,799 0,80 Ae 1,000 Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat Sumber : diperoleh dari sumber Sugiyono . 4: . Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Analisis Koefisien Determinasi Untuk menjelaskan seberapa besar perubahan-perubahan nilai pada variabel Y dapat diprediksi oleh perubahan variabel X, maka perlu diadakan Analisis determinasi dalam buku Riduwan . dilakukan dengan rumus: KD = r2 x 100% Keterangan: KD : Koefisien Determinasi r2 : Kuadrat Koefisien Korelasi Adapun hasil perhitungan tersebut akan memberikan interpretasiinterpretasi seperti yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 6 Intepretasi Koefisien Determinasi Nilai RA (%) Interpretasi 0,00 Ae 19,99 20,00 Ae 39,99 40,00 Ae 59,99 60,00 Ae 79,99 80,00 Ae 100 Pengaruh rendah sekali Pengaruh rendah Pengaruh sedang Pengaruh tinggi Pengaruh tinggi sekali Sumber : diperoleh dari sumber Riduwan . Uji Hipotesis Peneliti menganalisa data yang diperoleh dari responden setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan riset yang diajukan, maka digunakan metode analisis data untuk memperoleh suatu kesimpulan. Sebelum dilakukan analisis data, perlu dilakukan rancangan pengujian hipotesis terhadap alat pengumpulan data. Untuk mengetahui Pengaruh Hasil Polling terhadap Pembentukan Opini Pemilih Pemula pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Putaran Pertama Tahun 2017, maka dilakukan suatu uji hipotesis melalui asumsi sebagai berikut: Keputusan : Jika ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco , terdapat pengaruh signifikan antara X dan Y Sehingga pembuktian hipotesis berkaitan dengan ada tidaknya pengaruh antara variabel X . asil pollin. terhadap variabel Y . embentukan opini pemilih pemul. Ho : = 0, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil polling terhadap opini pemilih pemula. Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 H1 : O 0, terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil polling terhadap opini pemilih pemula. Dengan menguji dua arah dalam tingkat signifikansi = . %), dan derajat kebebasan df = n-k-1, dimana n = jumlah observasi dan k = parameter termasuk konstanta. Uji t dilakukan untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel Penggunaan uji t untuk mendapatkan thitung menggunakan rumus (J. yca ycycu = ycIycayc ycIycayc = Dengan ketentuan : : koefisien regresi Sby : simpangan baku variabel y : jumlah sampel Ooycyce 2 Xycn2 Pengambilan kesimpulannya adalah sebagai berikut : Terima Ho : thitung O ttabel ( = 0,. f = n-. Tolak Ho : thitung > ttabel ( = 0,. f = n-. HASIL DAN PEMBAHASAN Lembaga Survei Politik di Indonesia Saat masa Orde Baru tumbang, lembaga survei mulai bangkit kembali. Hal itu terlihat menjelang Pemilu tahun 1999, dimana terdapat beberapa lembaga survei seperti LP3ES. RPC. IFES. Litbang Kompas yang turut mewarnai jajak pendapat terkait Pemilu 1999. Namun, gong maraknya lebih terlihat pada saat Pemilu 2004. Pemilu yang memilih secara langsung, membuat keberadaan lembaga survey kian menarik Terutama dalam memetakan kekuatan dan peluang para kandidat yang ikut berkontestansi di ajang Pemilu 2004. Sebut saja LP3ES. IFES. LPSPEU. Balitbang PDIP. DRI. IRI. LSI dan Soegeng Sarjadi Syndicated yang turut andil. Sebagian meramalkan Golkar sebagai pemenang yang terbukti benar. Selama masa Reformasi, jumlah lembaga survei semakin banyak, terutama menjelang Pemilu Tahun 2014. Komisi Pemilihan Umum mencatat setidaknya terdapat 56 . ima puluh ena. lembaga survei dan hitung cepat yang Meningkatnya jumlah lembaga survei menandakan bahwa mereka memiliki peranan yang diperhitungkan. Politik bergerak semakin dinamis, sehingga tidak dapat hanya mengandalkan kelincahan gerak para Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 elit politik, perilaku dan preferensi jutaan warga yang memiliki hak suara menjadi sangat penting. Lembaga survei memanfaatkan kedinamisan politik sebagai suatu sandaran baru yang dapat menjembatani para politisi di satu sisi dan para pemilih di sisi lainnya. Bahkan, sebagian pengamat politik menyatakan bahwa lembaga survei opini publik dapat menjadi pilar demokrasi kelima karena dapat memperkuat konsolidasi dan pembangunan demokrasi, menjadi lebih transparansi, mampu mengagregasi dan mengartikulasi kebijakkan sesuai aspirasi masyarakat. Dahulu, ketertarikan pemilih hanya pada masa kampanye, namun saat ini dengan berbagai macam prediksi, popularitas kandidat hingga derajat elektabilitas menambah ketertarikan para pemilih untuk datang ke bilik suara. Terdapat beberapa lembaga survei yang dapat memberikan prediksi dengan tingkat akurasi tinggi, namun sebaliknya ada juga yang jauh dari kenyataan. Ada yang bersifat professional obyektif namun aja juga yang bersifat sangat subyektif. Dalam dunia survei, terkenal dengan istilah Aujump on the bandwagonAy atau lebih dikenal dengan Aubandwagon effectAy yang merupakan fenomena dimana banyak orang berduyun-duyun bergabung atau mengaitkan diri mereka kepada suatu AukesuksesanAy seseorang, tanpa memahami apa alasan mereka bergabung. Pemilih memilih kandidat atau partai politik yang di prediksi menang. Sebaliknya ada pula sebutan dengan underdog effect, dimana pemilih memilih kandidat atau partai politik yang diprediksi kalah. Strategi itulah yang dipergunakan oleh lembaga survei dalam memenangkan publik. Hasil Polling Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Putaran Pertama Tahun 2017 Lingkaran Survei Indonesia. Jaringan Isu Publik. Poltraking. PT. Sands Analitik Indonesia. PT. Cyrus Nusantara. Populi Center. Charta Politika Indonesia. Saiful Mujani Research & Consulting. Indo Barometer. CSIS. Lembaga Survei Indonesia merupakan sebagian lembaga survei yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta. Populi Center dan SMRC merupakan dua lembaga survei yang paling aktif me-release hasil polling. Populi Center dan SMRC melakukan pra election polling. Satu bulan sebelum pendaftaran pasangan calon dari jalur partai politik melakukan polling mengenai tokoh yang paling layak memimpin DKI, yang memiliki derajat elektabilitas paling tinggi. Dari hasil polling yang di-release dapat disimpulkan bahwa: Basuki Tjahaja Purnama (BTP) menempati posisi pertama dengan presentase 48. 2%, disusul Risma diposisi kedua dengan 26. Sandiaga di angka 9. 2% dan Yusril di angka 7% (Center, 2. Sedangkan SMRC juga melakukan polling dengan tema yang sama dengan hasil sebagai berikut : Basuki Tjahaja Purnana (BTP) Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 memiliki elektabilitas tertinggi dengan 53. Diurutan kedua yaitu Yusril Ihza Mahendra dengan elektabilitas 10. Tri Rismaharini 5. 7% dan Sandiaga Uno 5. 1 % (SMRC. Pemilih DKI dan Kinerja Petahana, 2. Alasan elektabilitas petahana BTP paling tinggi dikarenakan pemilih Jakarta merasa puas dengan kinerja dari Gubernur BTP, terutama di bidang Kesehatan . 3%). Pendidikan . 3%) dan Penghijauan . 3%). Selain kinerja, sifat ketokohan juga mempengaruhi seperti tegas berwibawa, jujur dan bersih dari Korupsi serta pengalaman tokoh di pemerintahan juga menjadi alasan responden memilih BTP sebagai Gubernur DKI yang paling layak pada periode selanjutnya. Polling pra election menjadi penting dilakukan untuk mengetahui kandidat atau tokoh seperti apa yang diinginkan oleh warga Jakarta. Hasil polling dapat membantu tim kemenangan partai politik untuk menentukan kandidat mana yang pantas diusung untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Tabel 7 Hasil Polling Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Putaran Pertama Tahun 2017 Lembaga Survei BTP Risma Sandiaga Yusril Ihza Populi Center SMRC Sumber : Data Litbang Populi Center dan SMRC, polling dilakukan pada bulan JuniAgustus tahun 2016. Jakarta Pra election polling sangat baik dilakukan untuk mengetahui tingkat elektabilitas suatu kandidat. Sifat dan tingkah laku para kandidat menjadi salah satu pertimbangan pemilih memutuskan kandidat mana yang akan Sistem politik yang sangat dinamis menjadikan para kandidat harus berhati-hati dalam bersikap baik secara lisan, tulisan ataupun tingkah laku. Kandidat sedang dinilai dan menjadi sorotan utama para pemilih, khususnya warga Jakarta. Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok terkena permasalahan terkait penistaan agama yang dilakukannya di Kepulauan Seribu saat meninjau program pembedayaan budi daya kerapu di akhir bulan September 2016 Elektabilitas Ahok terjun drastis mengalami penurunan. Hal ini dibuktikan dari hasil polling yang di-release oleh SMRC pada tanggal 8 Desember 2016 dengan tajuk AuProtes Sosial dan Legitimasi Kepemimpinan NasionalAy. Adapun hasil polling menyimpulkan sebagai berikut : Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Hasil Polling SMRC. Ahok Terkait Permasalahan Penistaan Agama Tabel 8 : Hasil Polling SMRC terhadap Ahok terkait Permasalahan Penistaan Agama Hasil Polling Tidak Tidak Tahu Apakah responden menyetujui Ahok menistakan agama? Apakah responden mengaku menonton video versi Audibohongi Al-Maidah 51Ay Apakah responden menonton video Ahok secara penuh? Sumber : Data Litbang SMRC hasil polling direlease tanggal 8 Desember 2016, di Hotel Century Atlet. Jakarta Polling dapat dikatakan sebagai barometer atas suara rakyat. Dengan membaca hasil polling yang telah di-release oleh beberapa lembaga survei, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar warga Jakarta merasa kecewa dengan apa yang telah dilakukan Ahok dalam hal penistaan agama. Namun, politik memanglah dinamis dan penuh misteri, sesuai hasil rapat internal PDIP. Ahok-Djarot tetap diusung sebagai kandidat yang akan maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur. Karena Ahok-Djarot tetap dirasa memiliki derajat elektabilitas paling tinggi. Ahok-Djarot juga didukung oleh Partai Golkar. Partai Hanura dan Partai Nasdem. Selain Ahok-Djarot yang akan mendaftar sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Nama pasangan Agus Harimurti YudhoyonoSylviana Murni muncul sebagai kandidat yang turut mendaftar. Agus-Sylvi diusung oleh Partai Demokrat. PAN, p dan PKB. Sedangkan pasangan ketiga yang mendaftar melalui jalur partai politik adalah Anies BaswedanSandiaga Uno sebagai pasangan yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS. Ketiga pasangan tersebutlah yang dirasa memiliki derajat elektabilitas yang paling tinggi untuk menjadi DKI-1 menurut pertimbangan partai politik pendukung yang mengusungnya. Ketiga pasangan inilah yang pada akhirnya mendaftar sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta Nomor 55/Kpts/KPU- Prov-010/TAHUN 2016 tentang Penetapan Pasangan Calon mengumumkan bahwa tiga kandidat ini telah memenuhi syarat sebagai peserta dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017. Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Sejak saat itu, lembaga penyelenggara polling semakin aktif melakukan dan me-release polling. Populi Center dan SMRC kembali melakukan polling dalam masa tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2017. Polling dilakukan tepatnya setelah acara debat publik dilakukan, karena debat publik menurut warga Jakarta merupakan suatu hal yang sangat penting dan berpengaruh terhadap pilihan mereka. SMRC yang melakukan polling dengan tema AuDebat dan Elektabilitas Paslon Pilkada DKIAy yang dilakukan pada 14-22 Januari 2017 kepada 800 orang responden yang tersebar di 6 wilayah DKI Jakarta dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sebanyak 62% warga Jakarta menonton debat berpendapat bahwa Ahok-Djarot dinilai lebih baik dari pasangan Anies-Sandi dan Agus-Sylvi. Karena unggul di debat, elektabilitas Ahok-Djarot unggul atau meningkat. Dibandingkan dengan bulan Desember 2016 lalu, dukungan Ahok-Djarot pasca debat naik 6%. Agus-Sylvi turun 8. 3% dan Anies-Sandi naik 2% (SMRC, 2. Hasil Polling SMRC Terkait Performa Kandidat Debat Publik Pertama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017 Tabel 9 Hasil Polling SMRC Terkait Performa Kandidat Debat Publik Pertama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017 Kandidat Hasil Polling Agus-Sylvi BTPAniesDjarot Sandiaga Performa kandidat dalam Debat Elektabilitas Kandidat Sumber : Litbang SMRC, polling dilakukan pada tanggal 14-22 Januari 2017. Jakarta Populi Center juga melakukan polling terkait evaluasi masyarakat terhadap performa pasangan calon dalam debat pertama, dengan 600 responden yang menyebar di 6 . wilayah DKI Jakarta. Polling dilakukan dengan menggunakan metode acak bertingkat . ultistage random samplin. dan margin error A4% pada tingkat kepercayaan 95%. Dari hasil polling yang di-release, disimpulkan bahwa 33. 8% warga Jakarta menginginkan pemerintah yang bersih dan bebas korupsi. Hal ini berbanding lurus dengan keinginan warga Jakarta agar Gubernur selanjutnya memiliki kemampuan memberantas korupsi dengan persentase sebesar 23%. Warga Jakarta pun semakin rasional, terlihat dari pertimbangan mereka dalam menentukan pilihan, visi misi dan program menjadi pertimbangan utama yaitu sebesar 49. 2%, dilanjutkan dengan kriteria gaya Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 dan sifat kepemimpinan sebesar 18% dan tingkat kesukaan terhadap cagub/cawagub sebesar 17. Hasil Polling Populi Center. Performa Kandidat Debat Publik Pertama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun Tabel 10 Hasil Polling Populi Center. Performa Kandidat Debat Publik Pertama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017 Kandidat Agus- Sylvi BTPAniesDjarot Sandiaga Hasil Polling Performa kandidat dalam Debat Permasalahan DKI Jakarta Pemahaman tentang Program dan DKI Jakarta yang jelas Solusi Visi. Misi dan Program yang realistis Kemantapan Pilihan Elektabilitas Kandidat Sumber: Litbang Populi Center, polling dilakukan pada tanggal 28 Januari 2017, 6 Februari 2017. Jakarta Setelah debat kedua dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 27 Januari 2017. Populi Center melakukan polling kembali mengenai dampak debat kedua pilkada DKI. Hasil polling mendapatkan beberapa temuan, antara lain : Sebesar 74. warga Jakarta menyaksikan debat kedua. Debat bermanfaat untuk mengetahui visi misi dan program kerja kandidat . 7%), sebagai pertimbangan untuk memutuskan pilihan . 3%) dan mengetahui latar belakang tiap kandidat . 7%). Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Hasil Polling Populi Center Terkait Performa Kandidat Debat Publik Kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun Tabel 11 Hasil Polling Populi Center Terkait Performa Kandidat Debat Publik Kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017 No. Pertanyaan Hasil Polling Performa Agus-Sylvi : 12. Ahok-Djarot : 37. Anies-Sandy : 28% Program kandidat yang diinginkan Pemberantasan Korupsi oleh masyarakat Peningkatan Kesehatan : 15. 5% Penertiban Kampung Kumuh : 12. Kemantapan Pilihan Mantap akan pilihannya : 72. Masih mungkin berubah : 23. Estimasi Elektabilitas kandidat Agus-Sylvi : 19% Ahok-Djarot : 46% Anies-Sandi : 34% kandidat dalam Debat Kedua Sumber : Litbang Populi Center, release hasil polling tertanggal 6 Februari 2017. Jakarta SMRC melakukan polling kembali terkait trend pilihan kepada kandidat yang layak menjadi DKI 1, polling dilakukan selama bulan Oktober 2016 hingga April Dalam kurang lebih sebulan, dukungan kepada pasangan Ahok-Djarot naik 1%, sementara pasangan Anies-Sandiaga turun sekitar 2. 8% (SMRC, Kecenderungan Pilihan Gubernur Warga DKI, 2. Hasil Polling SMRC Terkait Trend Pilihan Kepada Kandidat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017 Grafik 1. Hasil Polling SMRC Terkait Trend Pilihan Kepada Kandidat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017 Sumber : Litbang SMRC, polling dilakukan Oktober 2016-April 2017,Jakarta Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Melihat dari beberapa hasil polling yang di-release oleh dua lembaga survei yang dirasa peneliti merupakan lembaga survei yang paling aktif melakukan polling dalam tahapan pra election, untuk mengetahui bakal calon dengan tingkat elektabilitas paling tinggi, on election dalam pemaparan dan pemahaman terkait visi misi program para kandidat yang dituangkan dalam wadah debat publik/debat terbuka, serta tahapan pasca Dari ketiga tahapan, on election adalah tahapan yang paling menentukan dalam mempengaruhi opini para pemilih. Para pemilih termasuk pada segmentasi pemilih pemula dapat melihat paparan, pemahaman dari para kandidat terkait permasalahan dan penyelesaian di kota Jakarta. Visi misi dan program kerja para kandidat dapat terlihat pada tahapan ini. Hasil polling menunjukkan pasangan Ahok-Djarot berada pada posisi teratas, disusul oleh pasangan Anies-Sandy kemudian pasangan AgusSylvi. Hal ini terlihat dari hasil polling yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei termasuk Populi Center dan SMRC setelah diadakannya debat publik. Pasangan Ahok-Djarot dirasa lebih memahami permasalahan yang tejadi di kota Jakarta, terbukti selama kepemimpinnya, kota Jakarta menjadi lebih baik. Selain itu penyelesaian terkait permasalahpermasalahan juga dapat dikatakan berhasil. Namun, hasil polling yang dilakukan oleh SMRC pada tanggal 31 Maret Ae 5 April 2017, pasangan Ahok-Djarot berada pada posisi kedua setelah pasangan Anies-Sandy yang menduduki posisi pertama. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kasus penistaan agama yang dialami Ahok yang telah memasuki masa persidangan. Naik turunnya hasil polling yang di-release oleh lembaga survei dapat mempengaruhi dan dapat pula tidak mempengaruhi para pemilih. Oleh karena itu, harus dilakukan penelitian selanjutnya tidak hanya sebatas melihat fenomena hasil polling yang di-release. Uji Validitas Masing-masing indikator pada variabel hasil Polling (X) dan Opini Publik Pemilih Pemula (Y) memiliki nilai koefisien validitas > 0,3, maka disimpulkan bahwa masing-masing indikator pada variabel Polling (X) dan Opini Publik Pemilih Muda (Y) adalah valid. Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Tabel 12 Uji Validitas Variabel Item Koefisein Titik Kritis Kesimpulan Validitas 0,847 Valid 0,737 Valid 0,778 Valid 0,738 Valid Polling (X) 0,770 Valid 0,649 Valid 0,729 Valid 0,718 Valid 0,671 Valid 0,604 Valid 0,602 Valid 0,681 Valid Opini Publik 0,777 Valid Pemilih Muda (Y) 0,784 Valid 0,772 Valid 0,685 Valid 0,666 Valid Sumber : data diperoleh dari uji validitas penelitian Uji Reabilitas Tabel 13 Uji Reabilitas Variabel Koefisien Titik Reliablitas Kritis Polling (X) 0,895 Opini Publik Pemilih Muda (Y) 0,835 Sumber : data diperoleh dari uji realibilitas penelitian Kesimpulan Reliabel Reliabel Berdasarkan tabel di atas, masing-masing indikator pada variabel hasil polling (X) dan Opini Publik Pemilih Pemula (Y) memiliki nilai koefisien reliablitas > 0,7, maka disimpulkan bahwa masing-masing indikator pada variabel polling (X) dan Opini Publik Pemilih Muda (Y) adalah Realiabel. Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Data Responden Objek penelitian atau responden dalam penelitian ini adalah para pemilih pemula dengan usia . tahun yang terdaftar dalam Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur Provinsi DKI Jakarta Putaran Pertama Tahun 2017. Adapun selanjutnya peneliti melakukan klasifikasi data responden berdasarkan : Usia. Jenis Kelamin. Pendidikan dan Pekerjaan Diagram 1 Responden Berdasarkan Umur Sedangkan data responden berdasarkan jenis kelamin, lebih banyak responden pria dibandingkan dengan responden wanita. Pria sebanyak 122 reponden atau 56% dan wanita sebanyak 96 responden atau 44 % dari total 128 reponden yang mejadi sampel penelitian Diagram 2 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Pengklasifikasian selanjutnya adalah berdasarkan pendidikan para Dikarenakan responden merupakan para pemilih pemula dengan usia 17-21 tahun, sebagian besar mengenyam pendidikan tingkat Responden dengan pendidikan SLTA mendapatkan persentase tertinggi yaitu 72. 9% atau sebanyak 159 responden, sedangkan pendidikan D1-D3 sebesar 9. 2% atau 20 responden, dilanjutkan oleh jenjang Strata 1 Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 (S. dengan 18 responden atau 8. Pendidikan lainnya seperti : kursus, mengikuti pembinaan/diklat sebanyak 21 responden atau 9. Diagram 3 Responden Berdasarkan Pendidikan Pengklasifikasian responden selanjutnya adalah berdasarkan Mayoritas responden merupakan pelajar. Responden pelajar sebanyak 98 orang atay 45%, dilanjutkan oleh Mahasiswa sebanyak 70 responden atau 32,1% dan pekerjaan lainnya seperti : SPG. Nelayan. Buruh dll sebanyak 50 responden atau 22,9% Diagram 4 Responden Berdasarkan Pekerjaan Dari beberapa pengklasifikasian responden diatas menurut . jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini adalah Pemilih pemula pada usia 19 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan SLTA dan pelajar sebagai pekerjaannya. Koefisien Determinasi Besarnya pengaruh Hasil Polling terhadap Opini Pemilih Pemula, ditunjukkan oleh koefisien determinasi dengan rumus sebagai berikut : KD = r2 x 100% = . 2 X 100% = 30,5% Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Koefisien determinasi dari hasil perhitungan didapat sebesar 30,5%. Hal ini menunjukkan bahwa Polling memberikan pengaruh sebesar 30,5% terhadap Opini Pemilih Pemula, sedangkan sisanya sebesar 69,5% dapat dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak diteliti. Regresi Linear Sederhana per Wilayah Tabel 14 Analisis Regresi Linear Sederhana Wilayah Jakbar Jakpus Jaksel Jaktim Jakut (Constan. Polling (X) (Constan. Polling (X) (Constan. Polling (X) (Constan. Polling (X) (Constan. Polling (X) (Constan. Polling (X) Unstandardized Coefficients Std. Error 2,567 0,354 2,629 0,345 -0,237 1,083 1,492 0,600 1,633 0,559 3,444 0,184 0,351 0,100 0,464 0,138 0,134 0,037 0,432 0,112 0,766 0,202 0,469 0,132 Sig. 7,309 3,555 5,660 2,508 -1,764 29,286 3,456 5,368 2,132 2,765 7,348 1,395 0,000 0,001 0,000 0,021 0,085 0,000 0,001 0,000 0,042 0,010 0,000 0,180 Sumber : data diambil dari Analisis Regresi Linear Sederhan a Dari output software SPSS 13 di atas diperoleh model regresi sebagai Y = a bX Nilai konstanta a memiliki arti bahwa ketika hasil Polling bernilai nol atau Opini Pemilih Pemula tidak dipengaruhi oleh hasil polling, maka ratarata Opini Pemilih Pemula bernilai konstanta a. Sedangkan koefisien regresi b memiliki arti bahwa jika variable Polling meningkat sebesar satu satuan, maka Opini Pemilih Pemula akan meningkat sebesar koefisien regresi b. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, yang artinya Polling memberikan pengaruh positif terhadap Opini Pemilih Pemula . emakin tinggi/kuat polling, maka semakin meningkat Opini Publik Pemilih Mud. Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 Uji Hipotesis Tabel 15 Uji Hipotesis Wilayah Sig. Hipotesis Kesimpulan Jakbar Jakpus Jaksel Jaktim Jakut Seribu 3,555 2,508 29,286 5,368 2,765 1,395 0,001 0,021 0,000 0,000 0,010 0,180 Ho ditolak Ho ditolak Ho ditolak Ho ditolak Ho ditolak Ho diterima Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Tidak Signifikan Sumber : data diperoleh dari data hipotesis penelitian Berdasarkan perhitungan di atas, dapat diperoleh wilayah Jakarta Barat. Jakarta Pusat. Jakarta Selatan. Jakarta Timur dan Jakarta Utara nilai sig hitung < 0. 05, maka Ho ditolak. Artinya, terdapat pengaruh asil polling terhadap Pembentukan Opini Pemilih Pemula. Sedangkan Kepulauan Seribu nilai sig hitung > 0. 05, maka Ho diterima. Artinya, tidak terdapat pengaruh Hasil Polling terhadap Pembentukan Opini Pemilih Pemula. Analisis Korelasi Untuk mengetahui hubungan antara Hasil Polling dengan Pembentukan Opini Pemilih Pemula, digunakan analisis korelasi pearson. Berikut ini adalah hasil pengolahan software SPSS 13 untuk koefisien korelasi mengenai hubungan antara Hasil polling dengan Opini Pemilih Pemula. Wilayah Jakbar Jakpus Jaksel Jaktim Jakut Kepulauan Seribu Tabel 16 Analisis Korelasi Pearson 0,481 0,489 0,976 0,583 0,463 0,312 R Square 0,231 0,239 0,953 0,340 0,215 0,098 Sumber : diperoleh dari data analisis korelasi pearson Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai koefisien korelasi . untuk Jakarta Barat sebesar 0,481, yang berarti terdapat hubungan yang cukup kuat antara Hasil Polling dengan Pembentukan Opini Pemilih Pemula. Sedangkan nilai koefisien korelasi . untuk Jakarta Pusat sebesar 0,489, yang berarti terdapat hubungan yang cukup kuat antara Hasil Polling dengan Pembentukan Opini Pemilih Pemula. Nilai koefisien korelasi . Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 untuk Jakarta Selatan sebesar 0,976, yang berarti terdapat hubungan yang kuat antara Hasil polling dengan Pembentukan Opini Pemilih Pemula. Nilai koefisien korelasi . untuk Jakarta Timur sebesar 0,583, yang berarti terdapat hubungan yang cukup kuat antara Hasil polling dengan Pembentukan Opini Pemilih Pemula. Nilai koefisien korelasi . untuk Jakarta Utara sebesar 0,463 yang berarti terdapat hubungan yang cukup kuat antara Hasil polling dengan Pembentukan Opini Pemilih Pemula. Nilai koefisien korelasi . untuk P. Seribu sebesar 0,312 yang berarti terdapat hubungan yang lemah antara Hasil polling dengan Pembentukan Opini Pemilih Pemula. Koefisien Determinasi Besarnya pengaruh Polling terhadap Opini Publik Pemilih Muda, ditunjukkan oleh koefisien determinasi dengan rumus sebagai berikut : KD = r2 x 100% Tabel 17 Koefisien Determinasi Wilayah R Square Sisa Jakbar Jakpus Jaksel Jaktim Jakut Kepulauan Seribu 0,481 0,489 0,976 0,583 0,463 0,312 0,231 0,239 0,953 0,340 0,215 0,098 23,1% 23,9% 95,3% 34,0% 21,5% 9,8% 76,9% 76,1% 4,7% 66,0% 78,5% 90,2% Sumber : dari diperoleh dari Koefisien Determinasi Koefisien determinasi dari hasil perhitungan untuk wilayah Jakbar didapat sebesar 23,1%. Hal ini menunjukkan bahwa Hasil Polling memberikan pengaruh sebesar 23,1% terhadap Pembentukan Opini Pemilih Pemula. Koefisien determinasi dari hasil perhitungan untuk wilayah Jakpus didapat sebesar 23,9%. Hal ini menunjukkan bahwa Hasil Polling memberikan pengaruh sebesar 23,9% terhadap Pembentukan Opini Pemilih Pemula. Koefisien determinasi dari hasil perhitungan untuk wilayah Jaksel didapat sebesar 95,3%. Hal ini menunjukkan bahwa Hasil Polling memberikan pengaruh sebesar 95,3% terhadap Pembentukan Opini Pemilih Pemula. Koefisien determinasi dari hasil perhitungan untuk wilayah Jaktim didapat sebesar 34,0%. Hal ini menunjukkan bahwa Hasil Polling memberikan pengaruh sebesar 34,0% terhadap Pembentukan Opini Pemilih Pemula. Koefisien determinasi dari hasil perhitungan untuk wilayah Jakut didapat sebesar 21,5%. Hal ini menunjukkan bahwa Hasil Polling memberikan pengaruh sebesar 21,5% terhadap Pembentukan Opini Pemilih Pemula. Koefisien determinasi dari hasil perhitungan untuk wilayah Kepulauan Seribu didapat sebesar 9,8%. Hal ini menunjukkan bahwa Hasil Polling Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 memberikan pengaruh sebesar 9,8% terhadap Pembentukan Opini Pemilih Pemula. KESIMPULAN Melalui uji hipotesis dihasilkan bahwa terdapat hubungan antara hasil polling dengan pembentukan opini pemilih pemula dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017. Melalui analisis korelasi pearson menyatakan bahwa hasil polling berpengaruh terhadap pembentukan opini pemilih pemula sebesar 5% dan sesuai dengan interpretasi koefisien diterminasi, pengaruh yang diberikan adalah pengaruh dengan varian rendah. Persentase 5% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan pembagian wilayah di Jakarta, memiliki hubungan antara hasil polling dan pembentukan opini pemilih pemula. Sedangkan Kepulauan Seribu tidak memiliki hubungan antara hasil polling dengan pembentukan opini pemilih pemula. Sesuai dengan koefisien determinasi dihasilkan. Jakarta Barat sebesar 1% . engaruh renda. Jakarta Pusat sebesar 23. 9% . engaruh renda. Jakarta Selatan sebesar 95. 3% . engaruh tinggi sekal. Jakarta Timur sebesar 34% . engaruh renda. , sedangkan Kepulauan Seribu tidak memiliki pengaruh antara hasil polling dan pembentukan opini pemilih pemula. SARAN Membangun kesadaran terutama bagi para pemilih pemula bahwa polling merupakan satu-satunya bentuk ekspresi publik yang menggunakan metodologi ilmiah. Sehingga polling dapat dijadikan wahana pembentukan keyakinan dan kepercayaan para pemilih. Dikarenakan hasil polling yang selama ini di-release oleh lembaga penyelenggara polling sangat terbatas dalam hal sosialisasi. Oleh karena itu kedepannya hasil polling dapat tersosialisasi secara luas, terutama untuk segmentasi pemilih pemula. Misalnya hasil polling yang di-release melalui media sosial. facebook, youtube, internet atau sarana lainnya. Adanya kemudahan dalam mengakses hasil polling yang telah di-release oleh lembaga polling juga harus dipebaiki. Sekolah dan kampus juga dapat menjadi prasarana pemilih pemula dalam mendapatkan hasil polling bkarena dapat meningkatkan pemahaman pengetahuan dan pendidikan politik bagi pemilih pemula. Meningkatkan peran dan wewenang lembaga penyelenggara polling. Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Perseps. dalam melakukan polling dan release hasil polling. Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2. September 2020 DAFTAR PUSTAKA