Volume 5 Nomor 1 . Juni GENITRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN ISSN: 2964-7010 Pendampingan Penggunaan Barcode Dalam Pemberian Edukasi Dan Penyuluhan Kesehatan Di Praktek Mandiri Perawat Ns. I Nyoman Dharma Wisnawa. Kep. Kes. Gusti Ayu Mutiara Karismayani1. Rai Riska Resty Wasita 1. Made Dewi Sariyani1 . I Gusti Ngurah Manik Nugraha1 Nyoman Ngurah Adisanjaya 1. I Wayan Widi Karsana 1. Putu Okta Wijayanti1. S1 Perekam Informasi dan Kesehatan. Universitas Dhyana Pura Bali. Indonesia Jl. Tegal Jaya. Badung. Bali. Indonesia Corresponding author: Rai Riska Resty Wasita Email: riskaresty@undhirabali. ABSTRAK Praktik Keperawatan Mandiri Ns. I Nyoman Dharma Wisnawa. Kep. Kes secara rutin melaksanakan pencatatan data kesehatan dan pelayanan keperawatan yang disertai dengan kegiatan edukasi kesehatan kepada Namun, pelaksanaan edukasi kesehatan selama ini masih dilakukan secara lisan tanpa dukungan media berbasis teknologi, sehingga informasi yang disampaikan cenderung mudah dilupakan oleh pasien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan akses pasien terhadap materi edukasi kesehatan melalui pemanfaatan teknologi digital berupa QR code. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pendampingan dan pelatihan teknis bagi tenaga kesehatan dan staf dalam pembuatan konten edukasi menggunakan aplikasi Canva, serta pembuatan dan pencetakan QR code yang terhubung dengan materi edukasi kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan pasien dalam mengakses media edukasi melalui QR code. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar pasien belum memahami cara penggunaan QR code sebagai media edukasi kesehatan. Setelah dilakukan pendampingan dan edukasi mengenai penggunaan QR code, hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang Nilai rata-rata . pre-test sebesar 8,56 meningkat menjadi 34,72 pada post- test. Hasil uji statistik menunjukkan nilai Sig. -taile. sebesar 0,000 (< 0,. , yang menandakan adanya perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan pasien sebelum dan sesudah pendampingan. Dengan demikian, pemanfaatan QR code sebagai media edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan akses pasien terhadap informasi kesehatan secara berkelanjutan. Kata kunci: Edukasi Kesehatan. QR Code. Teknologi Digital. Pengabdian Masyarakat. Keperawatan Mandiri ABSTRACT The Independent Nursing Practice of Ns. I Nyoman Dharma Wisnawa. Kep. Kes routinely conducts health data documentation and nursing services accompanied by daily health education for patients. However, health education has primarily been delivered orally without utilizing available digital technology, causing patients to easily forget the information provided. This community service activity aimed to improve patientsAo knowledge and access to health education materials through the utilization of digital technology in the form of QR codes. The implementation method involved mentoring and technical training for healthcare providers and staff on developing health education content using the Canva application, as well as creating and printing QR codes linked to educational materials. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test design to assess patientsAo knowledge of accessing health education media via QR codes. The pre-test results indicated that most patients were not familiar with using QR codes to access health education materials. After receiving guidance on proper QR code usage, the post-test results demonstrated a significant increase in patientsAo knowledge. The mean pretest score was 8. 56, which increased to 34. 72 in the post-test. Statistical analysis showed a Sig. -taile. value 000 (< 0. , indicating a statistically significant difference between pre- test and post-test results. These findings suggest that the use of QR codes as a health education medium is effective in enhancing patientsAo knowledge and access to health information in a sustainable manner. Keywords: Health Education. QR Code. Digital Technology. Community Service. Independent Nursing Practice Copyright @2026 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index PENDAHULUAN Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak hanya bertumpu pada pelayanan kuratif dan rehabilitatif, tetapi juga sangat bergantung pada aspek promotif dan preventif (Maria , 2. Dalam konteks ini, edukasi kesehatan menjadi strategi utama untuk membentuk perilaku hidup sehat di tengah masyarakat. Edukasi kesehatan yang efektif haruslah mudah diakses, relevan, dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Promosi kesehatan secara tidak langsung juga termasuk ke dalam informasi kesehatan yang didalamnya sudah bisa disisipkan penggunaan berbagai media yang memanfaatkan teknologi yang ada (Octaviana et al. , 2. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa penyampaian edukasi kesehatan di berbagai fasilitas layanan kesehatan, khususnya di klinik-klinik primer, masih menghadapi berbagai kendala baik dari sisi sumber daya manusia, keterbatasan waktu tenaga kesehatan, hingga keterbatasan media penyampaian yang digunakan. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, peluang untuk meningkatkan kualitas layanan edukasi kesehatan semakin terbuka lebar. Inovasi digital dapat menjadi solusi praktis untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efisien. Salah satu inovasi dalam metode penyuluhan sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas edukasi, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital seperti scan barcode (QR cod. (Purnaningrum dkk. , 2. code merupakan bentuk digitalisasi informasi yang dapat memuat data dalam jumlah besar dan dapat diakses hanya dengan menggunakan perangkat smartphone (Cook dkk. , 2. Melalui pemindaian QR code, pasien dan keluarga dapat dengan mudah Kesehatan (Agustiningsih & Wijayanti, 2. Dengan memindai QR code, pengguna dapat langsung diarahkan ke konten digital seperti video edukasi, artikel kesehatan, formulir konsultasi, hingga jadwal pelayanan (Karia dkk. , 2. Penerapan barcode dalam layanan edukasi kesehatan di fasilitas kesehatan merupakan pendekatan yang sangat potensial. Di satu sisi, masyarakat kini semakin akrab dengan penggunaan ponsel pintar dan teknologi digital. Yang artinya, sebagian besar masyarakat sebenarnya memiliki kemampuan dan perangkat yang memadai untuk mengakses informasi kesehatan secara digital. Di sisi lain, tenaga kesehatan juga mengalami tekanan waktu yang tinggi akibat beban kerja klinis yang padat setiap bagian media edukasi berbasis QR code, konten edukasi dapat disiapkan terlebih dahulu dan diakses kapan saja oleh pasien tanpa harus bergantung pada interaksi langsung dengan tenaga Kesehatan. Praktik Keperawatan Mandiri Ns. I Nyoman Dharma Wisnawa. Kep. Kes melayani perawatan luka modern (Diabete. Komplementer dan Skrining Kesehatan Jiwa. Praktik buka setiap hari, pukul 15. 00 wita. Praktik mitra berada di tengah Kota Denpasar yaitu di Jl. Gandapura iD No. 11 Kesiman Kertalangu. Denpasar Timur. Mitra memiliki kegiatan yang rutin dalam melaksanakan pencatatan data kesehatan bagi pasien dan pelayanan Hal ini tentu saja dibarengi dengan kegiatan edukasi kesehatan kepada pasien setiap Terkadang, apabila pasien ramai, perawat tidak melakukan evaluasi terhadap penerimaan edukasi yang telah dilakukan pada pasien. Hal ini menyebabkan penyampaian edukasi tidak berjalan dengan maksimal. Selain itu tingkat literasi kesehatan yang dimiliki oleh pasien berbeda-beda sehingga teknik penyampaian edukasi secara oral tidak dapat diterima dengan cepat oleh setiap pasien. Penyampaian lisan sangat tergantung pada keterampilan komunikasi tenaga kesehatan. Jika tidak disampaikan secara jelas, ada risiko pasien salah menangkap informasi, yang dapat menyebabkan kesalahan dalam penerapan instruksi atau pengobatan. Pemberian edukasi secara konvensional . pada masa ini sudah dirasa kurang menarik dan tidak efektif lagi. Dengan melihat potensi dan masalah di atas, pemberian edukasi dan penyuluhan kesehatan di praktek mandiri perawat dipandang sangat relevan. Praktek mandiri perawat tidak hanya dapat dijadikan sebagai tempat pelayanan kesehatan secara kuratif, tetapi juga dapat menjadi tempat pusat pelayanan kesehatan preventif dan promotive. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan permasalahan klinik mengenai media edukasi dan kegiatan promotif kesehatan secara sesaat, tetapi juga membangun sistem keberlanjutan melalui keterlibatan aktif klinik dan pasien dalam pengembangan media edukasi METODE Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan kualitatif Pre-eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest Design . articipatory Kegiatan dilaksanakan selama bulan Oktober hingga Desember 2025 di Praktik Keperawatan Mandiri Ns. I Nyoman Dharma Wisnawa. Kep. Kes menjadi mitra dalam program ini. Tujuan utama kegiatan ini adalah Copyright @2026 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga kesehatan . dalam menggunakan media digital sebagai sarana edukasi kesehatan dan menyediakan media edukasi digital yang dapat diakses pasien melalui QR code di area klinik. Secara sistematis, pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai Tahapan awal kegiatan dimulai dengan sosialisasi kepada pihak klinik, yang melibatkan kepala klinik, tenaga kesehatan . okter, perawat, bida. , serta staf administrasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan urgensi media edukasi kesehatan berbasis teknologi di era digital, memperkenalkan konsep penggunaan barcode (QR cod. sebagai sarana inovatif untuk menyampaikan tujuan, manfaat, dan alur kegiatan pengabdian yang akan dijalankan. Sosialisasi dilakukan secara partisipatif dengan membuka ruang diskusi untuk menggali harapan, kendala, dan kesiapan dari pihak klinik. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis bagi tenaga kesehatan dan staf klinik. Materi pelatihan yang akan diberikan meliputi pengenalan teknologi QR code meliputi cara kerja, jenis-jenis barcode, dan manfaatnya dalam pelayanan kesehatan, langkah-langkah membuat QR code, pembuatan konten edukasi digital dan menautkan konten ke dalam QR code agar dapat diakses dengan mudah oleh pasien. Pelatihan dilakukan dengan cara simulasi langsung, sehingga dapat mencoba membuat QR code dan mengujinya menggunakan ponsel. Pihak klinik selaku mitra akan menyediakan tempat pelatihan dan pendampingan serta SDM yang akan dilatih untuk pelatihan pembuatan media edukasi Kesehatan dan Penerapan penggunaan barcode di lingkungan klinik akan mencakup Pembuatan dan pencetakan QR code yang berisi tautan menuju materi edukasi. Penempatan QR code di berbagai lokasi strategis dan penyusunan panduan singkat penggunaan barcode bagi pasien. Dalam tahap ini, tim pengabdian juga akan membantu memastikan bahwa perangkat yang digunakan untuk mengakses barcode dapat digunakan secara optimal, termasuk mendampingi staf dalam memberikan penjelasan kepada pasien. Setelah implementasi berjalan, akan dilakukan pendampingan intensif selama beberapa waktu untuk memantau sejauh mana barcode digunakan oleh pasien, mendampingi tenaga kesehatan dalam menyampaikan edukasi tambahan dan menjawab pertanyaan pasien dan mengidentifikasi kendala teknis atau non-teknis yang muncul saat penggunaan melalui kegiatan pre dan post-test saat sebelum dan sesudah menggunakan barcode. Agar program tidak berhenti setelah kegiatan pengabdian selesai, akan dilakukan perencanaan keberlanjutan melalui penyerahan template konten edukasi dan panduan pembuatan QR code kepada pihak klinik agar mereka bisa memperbarui atau menambah konten secara mandiri. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PKM ini terbagi menjadi 3 tahapan yaitu tahap pertama persiapan, tahap kedua pelaksanaan, dan tahap ketiga evaluasi. Setiap tahapan dilaksanakan dalam waktu yang berbeda. Tahap awal kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan koordinasi dan perizinan dengan pihak Praktik Mandiri Perawat Ns. I Nyoman Dharma Wisnawa. Kep. Kes. Selanjutnya permasalahan dan kebutuhan terkait media edukasi serta penyuluhan kesehatan yang digunakan di praktik Pada tahap perencanaan, tim menyusun materi edukasi dan penyuluhan kesehatan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pasien. Materi tersebut kemudian dikonversi ke dalam format digital yang mudah diakses melalui perangkat seluler. Tahap berikutnya adalah pembuatan barcode yang terintegrasi dengan materi edukasi dan penyuluhan Setelah itu, dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada perawat dalam penggunaan barcode sebagai media edukasi kesehatan. Tim pengabdian kemudian mendampingi penerapan barcode secara langsung dalam proses pelayanan dan penyuluhan kepada pasien. Pada tahap implementasi, pasien diarahkan untuk memindai barcode guna mengakses materi edukasi kesehatan secara mandiri. Selanjutnya pemanfaatan barcode dan respon pasien selama kegiatan berlangsung. Tahap akhir kegiatan adalah evaluasi efektivitas penggunaan barcode serta penyusunan laporan hasil pengabdian masyarakat. Adapun jumlah peserta yang ikut dalam pengabdian ini adalah 5 orang nakes yang terdiri dari 2 perawat, 2 bidan dan 1 asisten bidan. Seluruh peserta merupakan tenaga kesehatan yang secara aktif memberikan pelayanan kesehatan sekaligus edukasi kepada pasien dalam praktik sehari-hari. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta, dilakukan pre-test penggunaan barcode sebagai media edukasi kesehatan. Hasil pre-test pendampingan pada Tabel 1 menunjukkan bahwa pernyataan yang berkaitan dengan pengetahuan tentang media edukasi barcode didominasi oleh pilihan STS. Hal ini mencerminkan bahwa sebelum dilakukan pendampingan, tenaga kesehatan belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai teknologi barcode Copyright @2026 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index dan belum memanfaatkan media tersebut dalam kegiatan edukasi kesehatan. Sebaliknya, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Seluruh responden memberikan jawaban Setuju (S) dan Sangat Setuju (SS) pada setiap pernyataan, dengan total skor post-test yang mencapai nilai maksimal. Hal ini menandakan bahwa setelah pelaksanaan pendampingan, tenaga kesehatan telah memiliki pemahaman yang baik mengenai pembuatan barcode, cara penggunaannya dalam edukasi kesehatan, serta manfaat barcode dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses edukasi kepada pasien Kemudian dilakukan uji Paired Sample T-Test untuk membandingkan skor penggunaan barcode edukasi kesehatan sebelum dan setelah pendampingan, dimana diharapkan adanya peningkatan setelah pendampingan Dari hasil perhitungan data, mean pre-test yang 80 dan pada post-test 40. Dari sini dapat ditunjukkan bahwa rata-rata tes terakhir lebih tinggi dari test sebelumnya. Hasil analisis menyimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata pre-test dan post-test pengetahuan nakes dalam menggunakan barcode sebagai media edukasi kesehatan karena nilai Sig. -taile. adalah sebesar 0,016 < 0,05. Tabel 1. Hasil pre-post test pendampingan penggunaan barcode sebagai media edukasi pada nakes Tabel 3. Hasil Uji T Nakes Pada tahap pre-test pendampingan penggunaan barcode pada pasien (Tabel . bahwa dari 25 orang responden sebagian besar menunjukkan tingkat ketidaksetujuan (STS dan TS) yang tinggi terhadap pernyataan-pernyataan pengetahuan, keterampilan, dan pemanfaatan barcode sebagai media edukasi kesehatan, yang mencerminkan rendahnya pengetahuan awal dan minimnya pengalaman tenaga kesehatan dalam penggunaan teknologi barcode dalam pelayanan kesehatan. Namun setelah pendampingan terjadi peningkatan pada aspek pengetahuan dan pemahaman, serta mencerminkan perubahan sikap yang positif. Tabel 2. Hasil pre-post test pendampingan penggunaan barcode sebagai media edukasi pada pasien Hasil pre-test menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tenaga kesehatan terkait pemanfaatan barcode sebagai media edukasi kesehatan masih berada pada kategori rendah. Sebagian besar peserta belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai konsep dasar teknologi barcode, mekanisme kerja barcode dalam mengakses informasi digital, serta potensi pemanfaatannya sebagai media edukasi kesehatan yang inovatif dan efisien. Selain itu, tenaga kesehatan juga belum memahami secara teknis proses pembuatan media edukasi kesehatan berbasis barcode, mulai dari perancangan konten edukasi hingga integrasinya ke dalam barcode yang dapat diakses oleh pasien. Secara keseluruhan, perbandingan hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya perubahan yang positif dan bermakna pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan terhadap penggunaan barcode sebagai media edukasi kesehatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan teknologi barcode ke dalam pelayanan dan edukasi kesehatan kepada pasien. Dalam hasil pre-test pendampingan penggunaan barcode sebagai media edukasi kepada pasien, pasien masih belum mengetahui cara menggunakan barcode untuk mengakses media edukasi kesehatan. Pasien belum menerima informasi edukasi kesehatan dengan baik saat belum bisa mengakses barcode yang Setelah dilakukan pendampingan cara menggunakan barcode dengan benar, dapat dilihat dari hasil post-test jika terjadi peningkatan pengetahuan pasien untuk mengakses media edukasi melalui barcode yang tersedia. Dari hasil perhitungan data pada Tabel 4, mean pre-test yang didapatkan 8. 56 dan pada post-test Hal ini dapat disimpulkan bahwa rata-rata tes terakhir lebih tinggi dari test sebelumnya. Copyright @2026 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index Tabel 4. Hasil Uji T Pasien Hasil uji T pasien menunjukkan menyimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata pre-test dan post-test peningkatan pengetahuan pasien untuk mengakses media edukasi melalui barcode yang tersedia karena nilai Sig. -taile. adalah adalah sebesar 0,000 < 0,05. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tiffany dan Hudiyawati . , yang menegaskan bahwa penggunaan media edukasi digital yang mudah diakses, seperti pemindaian barcode, mampu meningkatkan efektivitas kegiatan penyuluhan kesehatan melalui penyediaan informasi yang lebih komprehensif dan interaktif. Lebih lanjut, integrasi QR code dengan platform web health memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses kembali serta memperdalam materi edukasi secara mandiri kapan saja, sehingga berkontribusi dalam mendukung terjadinya perubahan perilaku kesehatan yang Media digital yang diakses melalui pemindaian barcode tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi secara pasif, tetapi juga memungkinkan penyediaan konten yang bersifat interaktif dan diperbarui secara berkala, sehingga dapat self-management, pengingat dalam penerapan pola hidup sehat. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilaporkan oleh Maskur et al. , yang menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan motivasi serta kemampuan masyarakat dalam mengelola kondisi kesehatannya secara mandiri. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi perlu diarahkan agar tidak menjadi kendala dalam pelayanan kesehatan, melainkan berperan sebagai instrumen pemberdayaan yang efektif dalam kegiatan penyuluhan kesehatan. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Jumlah tenaga kesehatan yang terlibat relatif kecil, yaitu lima orang, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas. Penelitian ini juga hanya mengevaluasi hasil implementasi barcode dalam jangka pendek dan belum menilai keberlanjutan penggunaan barcode setelah kegiatan berakhir. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya perlu melibatkan sampel yang lebih besar serta melakukan evaluasi jangka panjang terhadap penggunaan barcode dalam pelayanan SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan PKM berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan serta pasien dalam menggunakan barcode sebagai meia edukasi Kesehatan. Nakes dan pasien menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap materi edukasi setelah mendapatkan pendampingan langsung cara memindai dan mengakses konten edukasi. Implementasi barcode terbukti mempercepat proses akses informasi dan meningkatkan efisiensi alur edukasi. Integrasi barcode dengan RME melaui materi edukasi yang diakses dalam bentuk barcode dapat dikaitkan langsung ke sistem RME, sehingga setiap pasien yang memindai dan membaca materi edukasi tercatat otomatis sebagai bagian dari dokumentasi pelayanan kesehatan. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasi diucapkan kepada Praktik Mandiri Perawat Ns. I Nyoman Dharma Wisnawa. Kep. Kes. atas kesempatan dan ijin untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta kepada LPPM Universitas Dhyana Pura yang sudah memberikan dukungan dana sehingga pengabdian ini bisa terlaksana. DAFTAR PUSTAKA