Anggaran : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Volume. 3 Nomor. 3 September 2025 e-ISSN : 3031-3384. p-ISSN : 3031-3392. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/anggaran. Available online at: https://journal. id/index. php/anggaran Pengaruh Sales Growth. Likuiditas, dan Leverage terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2021-2023 Frida Fitriani Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Alamat: Jl. Dukuh Kupang XXV No. Dukuh Kupang. Kec. Dukuhpakis. Surabaya. Jawa Timur Email : aff016@mhs. Abstract: This study aims to analyze the effect of sales growth, liquidity, and leverage on tax avoidance in food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) during the period 2021-2023. Using a sample of 10 companies, this research collected financial data and annual reports to evaluate the relationship between these variables. The results of analysis indicate that sales growth and leverage have a significant effect on tax avoidance. Furthermore, the simultaneoustest results how that three variables collectively have a significant effect on tax avoidance. This study provides insights for stakeholders in understanding the dynamics of taxation within this industry and highlights the importance of considering other financial factors that may influence tax avoidance Keywords: Sales growth. Liquidity . Leverage. Tax avoidance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sales growth, likuiditas, dan leverage terhadap tax avoidance pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021-2023. Menggunakan sampel dari 10 perusahaan, penelitian ini mengumpulkan data keuangan dan laporan tahunan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel-variabel tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa sales growth dan leverage berpengaruh secara signifikan, sedangkan likuiditas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tax avoidance. Selain itu, hasil uji simultan menunjukkan bahwa ketiga variable secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pemangku kepentingan dalam memahami dinamika perpajakan di industry ini serta pentingnya mempertimbangkan factor-faktor keuangan lain yang dapat memengaruhi tax avoidance. Kata kunci: Sales growth. Likuiditas. Leverage. Tax avoidance LATAR BELAKANG Pajak memiliki peranan yang sangat penting bagi perekonomian negara, termasuk Indonesia. Sebagai sumber pendapatan utama bagi negara, pajak berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur. Pendidikan, dan kesehatan. Menurut dokumen rancangan akhir Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025Ae2045 oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappena. , rasio pajak pada tahun 2025 diperkirakan sebesar 10,70Ae11,20% dari PDB, dengan target pada tahun 2045 untuk mencapai 18,0Ae20,0 persen dari PDB. Namun, penghindaran pajak atau biasa disebut tax avoidance menjadi isu yang perlu diperhatikan, terutama dalam konteks perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di sector strategis seperti makanan dan Received: April 30, 2025. Revised: Mei 31, 2025. Accepted: Juni 13, 2025. Online Available: Juni 26, 2025. Pengaruh Sales Growth. Likuiditas, dan Leverage terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2021-2023 Tax avoidance adalah praktik yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi kewajiban pajak mereka dengan cara yang legal, namun terkadang dapat menimbulkan kontroversi terkait etika bisnis Hanlon & Heitzman . Definisi ini sejalan dengan pendapat Setiyawati . , yang menyatakan bahwa tax avoidance mencakup strategi yang memanfaatkan celah hukum dalam peraturan perpajakan untuk meminimalkan pajak yang harus dibayarkan. Dalam konteks perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tax avoidance sangatlah penting. Perusahaan makanan dan minuman yang ada di Indonesia memiliki relevansi yang tinggi dalam perekonomian, mengingat sector ini menyumbang signifikan terhadap PDB dan lapangan kerja. Menurut Badan Pusat Statistik . , perusahaan dengan sector makanan dan minuman berkontribusi sekitar 30% dari total industri pengolahan. Namun, sector ini juga menghadapi berbagai tantangan terkait penghindaran pajak, seperti pengelolaan biaya dan pemanfaatan insentif pajak yang tidak optimal. Hal ini tentu menimbulkan masalah yang kompleks, dimana perusahaan harus menyeimbangkan antara kepatuhan pajak dan strategi penghindaran pajak yang legal. Dalam penelitian ini terhadap gap research yang perlu diidentifikasi. Banyak studi sebelumnya yang membahas pengaruh factor-faktor keuangan terhadap tax avoidance, namun sedikit yang secara spesifik memfokuskan pada perusahaan makanan dan minuman yang ada di Indonesia. Kasmir . mendefinisikan bahwa sales growth yaitu rasio yang menggambarkan kemampua perusahaan dalam mempertahankan posisi ekonominya ditengah pertumbuhan perekonomian dan sector usahanya. Sales growth mencerminkan persentasi kenaikan penjualan tahun ini dan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Semakin tinggi sales growth, maka laba yang diperoleh perusahaan juga akan naik. Otomatis menjadikan kewajiban pajak lebih besar, hal ini memungkinkan perusahaan mencari cara legal untuk mengurangi pajak, seperti melakukan penghindaran pajak. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan dapat mempengaruhi perilau perusahaan dalam melakukan tax avoidance. Perusahaan dengan tingkat likuiditas yang tinggi akan menunjukkan bahwa kondisi dan kinerja perusahaan semakin baik oleh kreditur dan investor dikarenakan perusahaan tersebut dianggap mempu menyelesaikan kewajibannya secara tepat waktu sehingga rasio likuiditas dapat mempengaruhi pandangan investor terhadap suatu perusahaan (William & Tanusdjaja, 2. Secara logika, perusahaan dengan likuiditas yang tinggi, tidak perlu melakukan penghindaran pajak,karena kas yang ada bisa cukup untuk memenuhi kewajiban pajak. ANGGARAN Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 3031-3384. p-ISSN : 3031-3392. Hal. Fenomena tax avoidance juga dipengaruhi oleh leverage. Tingginya tingkat leverage merupakan salah satu variable yang sering digunakan untuk menghindari jumlah pajak yang besar (Kuswoyo,2. Perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi, lebih cenderung terdorong untuk melakukan penghindaran pajak. Hal tersebut bisa saja dilakukan perusahaan guna mempertahankan arus kas yang cukup untuk membayar kewajiban bunga. Dengan menghindari pajak, perusahaan dapat mempertahankan likuiditas dan menguarngi beban Secara keseluruhan, latar belakang ini memberikan gambaran bahwa penghindaran pajak merupakan isu ang kompleks dan memerlukan perhatian khusus. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami pengaruh sales growth, likuiditas, dan leverage terhadap tax avoidance. Serta memberikan rekomendasi bagi perusahaan untuk meningkatkan kepatuhan pajak mereka. KAJIAN TEORITIS Teori Agensi (Agency Theor. Teori agensi . gency theor. menjelaskan hubungan antara agen . dan principal . dalam pengambilan keputusan perusahaan Jensen dan Meckling . Dalam konteks perusahaan, pemilik mengharapkan manajemen bertindak demi kepentingan mereka sendiri, tetapi agen sering memiliki kepentingan sendiri yang mungkin bertentangan dengan tujuan pemilik. Menurut Jensen dan Meckling . , konflik ini dapat menyebabkan biaya agensi, yang dapat memengaruhi keputusan bisnis seperti strategi pajak. Dalam konteks tax avoidance, manajemen mungkin membuat keputusan yang menguntungkan mereka sendiri tetapi merugikan pemilik bisnis. Terutama jika strategi tersebut beresiko tinggi dan dapat mengurangi nilai perusahaan dalam jangka Panjang (Graham et al. Tax avoidance Tax avoidance adalah strategi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengurangi pajak secara legal (Desai & Dharmapala, 2. Hal ini tentu melibatkan perencanaan pajak yang cermat dan pemanfaatan celah hukum dalam undang-undang perpajakan. Menurut Hanlon dan Heitzman . , tax avoidance dapat memberikan manfaat jangka pendek bagi perusahaan, tapi juga dapat memengaruhi reputasi perusahaan dimata public terutama kepada para pemegang saham. Dalam konteks perusahaan makanan dan minuman, citra perusahaan Pengaruh Sales Growth. Likuiditas, dan Leverage terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2021-2023 sangatlah penting, sehingaa perusahaan perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari strategi penghindaran pajak yang mereka pilih. Sales growth Sales growth merupakan sebuah ukuran peningkatan persentase penjualan suatu perusahaan dari periode satu ke periode lainnya Damodaran . Pertumbuhan penjualan pada suatu perusahaan dapat menceerminkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, karena permintaa produk akan meningkat seiring dengan peningkatan daya beli konsumen. Menurut penelitian oleh Desai dan Dharmapala . , perusahaan yang mengalami pertumbuhan penjualan secara signifikan cenderung lebih agresif dalam melakukan penghindaran pajak. Pada perusahaan makanan dan minuman, pertumbuhan penjualan yang konsisten dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengeksplorasi strategi penghindaran pajak yang lebih kompleks. Dengan harapan untuk meningkatkan profitabilitas bersih mereka. Likuiditas Likuiditas mengacu pada kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya (Santoso, et al. , 2. Perusahaan dengan likuiditas yang tinggi biasanya lebih fleksibel dalam mengambil keputusan, termasuk keputusan terkait pajak. Menurut penelitian oleh Alon et. , perusahaan dengan likuiditas yang baik cenderung mampu mengelola kewajiban pajak mereka dengan lebih efisien. Dalam industry makanan dan minuman, likuiditas menjadi factor penting dalam mempengaruhi strategi pajak. Perusahaan dengan likuiditas yang baik,dapat lebih mudah berinvestasi dalam strategi penghindaran pajak yang legal, seperti memanfaatkan pengurangan pajak. AuLikuiditas perusahaan mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola kewajiban jangka pendeknya. Dalam konteks pajak, perusahaan dengan likuiditas yang baik memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk menjalankan strategi penghindaran pajak tanpa mengganggu operasional harian. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen kas yang baik dapat menjadi salah satu alat untuk mengoptimalkan beban pajak peusahaan secara illegalAy (Martini, , 2. Leverage Leverage atau penggunaan utang dalam struktur modal dapat mempengaruhi penghindaran Menurut penelitian oleh Graham . , perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi seringkali terlibat dalam praktik penghindaran pajak yang lebih agresif. Dalam konteks perusahaan makanan dan minuman yang ada di Indonesia, penggunaan utang untuk membiayai ekspansi dapat memberikan keuntungan pajak yang signifikan, sehingga perusahaan dapat ANGGARAN Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 3031-3384. p-ISSN : 3031-3392. Hal. meningkatkan profitabilitas bersih mereka. Namun, penggunaan utang juga membawa resiko, terutama jika perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban bunga yang jatuh tempo. Hipotesis H1: Sales growth berpengaruh terhadap tax avoidance Peningkatan penjualan biasanya diikuti oleh peningkatan laba. Semakin besar laba, maka semakin besar pula pajak yang harus dibayar. Untuk mengurangi beban pajak yang tinggi, perusahaan dapat menggunakan strategi tax avoidance. Tujuannya adalah supaya laba bersih perusahaan tetap tinggi, sehingga perusahaan dapat mempertahankan keuntungan yang menarik bagi investor. Beberapa penelitian sebelumnya yang membahas pengaruh sales growth terhadap tax avoidance seperti Setiyawati . Ayustina & SyafiAoi . , dan Haudi et al. menjelaskan bahwa sales growth tidak berpengaruh pada tax avoidance. Likuiditas berpengaruh terhadap tax avoidance H2: Likuiditas berpengaruh terhadap tax avoidance Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka Likuiditas yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki cukup dana untuk membayar utang jangka pendek, sedangkan jika likuiditas rendah, menunjukkan bahwa perusahaan cukup kesulitan dalam membayar utang jangka pendeknya. Perusahaan dengan likuiditas yang rendah dapat mengurangi pembayaran pajak melalui tax avoidance untuk menjaga arus kas agar tetap aman dan memastikan perusahaan memiliki dana yang cukup untuk keperluan lainnya. Beberapa penelitian sebelumnya yang membahas pengaruh likuiditas terhadap tax avoidance masih inkonsisten. Pada penelitian Muthmainah & Hermanto . menjelaskan bahwa likuiditas tidak berpengaruh pada tax avoidance. Sedangkan pada penelitian Devi et al. menjelaskan bahwa likuiditas berpengaruh terhadap tax H3: Leverage berpengaruh terhadap tax avoidance Secara umum, leverage yang tinggi mendorong perusahaan untuk melakukan penghindaran pajak guna menjaga arus kas tetap cukup dalam memenuhi kewajiban. Leverage dapat mempengaruhi keputusan perusahaan dalam melakukan tax avoidance karena adanya beban utang, bunga, dan kewajiban pajak. Pada penelitian yang dilakukan oleh Setiyawati . dan Pandoyo & Kusnadi . , menjelaskan bahwaa leverage berpengaruh terhadap tax avoidance. Pengaruh Sales Growth. Likuiditas, dan Leverage terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2021-2023 Kerangka Konseptual Gambar 1. Kerangka Konseptual METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis mengenai pengaruh sales growth, likuiditas, dan leverage terhadap tax avoidance pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021Ae2023. Data yang digunakan bersifat sekunder dan diperoleh dari laporan tahunan Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu, seperti pelaporan dalam rupiah, data lengkap, dan tidak mengalami kerugian selama periode studi. Sampel yang diambil sebanyak 10 perusahaan, yang dianggap cukup representatif. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sales growth, likuiditas . engan current rati. , leverage . engan debt to equity rati. , dan tax avoidance . engan rumus selisih laba sebelum pajak dan laba kena pajak terhadap total ase. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan metode analisis regresi berganda dengan bantuan software statistik seperti SPSS. Sebelum analisis utama dilakukan, uji asumsi klasik seperti uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi dilakukan untuk memastikan validitas model. Regresi berganda digunakan untuk menguji pengaruh simultan dan parsial variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil analisis akan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik, dilengkapi dengan uji t untuk masing-masing variabel dan uji F untuk signifikansi model secara keseluruhan. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tax avoidance di sektor industri makanan dan minuman. ANGGARAN Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 3031-3384. p-ISSN : 3031-3392. Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Uji normalitas merupakan langkah awal yang penting dalam analisis statistik, terutama untuk memastikan bahwa data yang digunakan dalam penelitian terdistribusi normal. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Unstandardiz ed Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation ,0000000 1,56075665 Most Extreme Absolute ,101 Differences Positive ,101 Negative -,094 Test Statistic Asymp. Sig. -taile. ,101 ,200c,d Test distribution is Normal. Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS23 Dalam penelitian ini, hasil uji normalitas menunjukkan nilai Asymp Sig sebesar 0,200. Nilai ini lebih besar dari 0,05, yang mengindikasikan bahwa data yang diperoleh terdistribusi Hal ini penting karena banyak metode analisis statistik, termasuk analisis regresi, mengasumsikan bahwa data mengikuti distribusi normal. Menurut Ghozali . , distribusi normal adalah salah satu asumsi dasar yang harus dipenuhi agar hasil analisis dapat diinterpretasikan dengan baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi asumsi normalitas, sehingga analisis lebih lanjut dapat dilakukan dengan lebih akurat. Pengaruh Sales Growth. Likuiditas, dan Leverage terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2021-2023 Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hubungan yang kuat antar variabel independen yang dapat mempengaruhi hasil analisis regresi Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS23 Dalam penelitian ini, hasil uji multikolinearitas menunjukkan nilai Tolerance untuk sales growth sebesar 0,920, likuiditas sebesar 0,783, dan leverage sebesar 0,807. Sementara itu, nilai Variance Inflation Factor (VIF) untuk ketiga variabel tersebut masing-masing adalah 1,086, 1,278, dan 1,239. Karena nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas dalam model ini. Hal ini sejalan dengan pendapat Gujarati . yang menyatakan bahwa multikolinearitas dapat menyebabkan estimasi koefisien regresi menjadi tidak efisien. Dengan demikian, analisis yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dianggap valid dan dapat diandalkan. ANGGARAN Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 3031-3384. p-ISSN : 3031-3392. Hal. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat variasi yang tidak konstan dalam residual dari model regresi. Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Standardi Unstandardized Coefficie Collinearity Coefficients Statistics Std. Model (Constant Sales Likuidita Leverage Error Tolera Beta Sig. VIF 1,651 ,367 4,497 ,000 -,067 ,055 -,203 -1,213 ,236 ,920 1,086 -,157 ,061 -,471 -2,589 ,016 ,783 1,278 ,258 ,267 ,173 ,343 ,807 1,239 ,966 Dependent Variable: abs_res Sumber: Hasil Uji Data SPSS23 Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa nilai p untuk sales growth adalah 0,086, likuiditas 0,568, dan leverage 0,266. Semua nilai ini lebih besar dari 0,05, yang berarti tidak terdapat masalah heteroskedastisitas dalam model yang digunakan. Menurut Wooldridge . , heteroskedastisitas dapat menyebabkan estimasi koefisien regresi menjadi tidak efisien dan dapat mempengaruhi validitas hasil analisis. Dengan tidak adanya heteroskedastisitas, hasil analisis regresi dalam penelitian ini dapat dianggap lebih stabil dan dapat diandalkan. Pengaruh Sales Growth. Likuiditas, dan Leverage terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2021-2023 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara residual yang satu dengan yang lainnya dalam model regresi Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi Model ,427a Adjusted R Std. Error of Durbin- Square the Estimate Watson R Square ,183 ,088 1,64834 1,235 Predictors: (Constan. Leverage. Sales growth. Likuiditas Dependent Variable: Tax avoidance Sumber: Hasil Uji Data SPSS23 Dalam penelitian ini, nilai Durbin Watson yang diperoleh adalah 1,235. Dengan N=30 dan K=3, nilai DL adalah 1,213 dan DU adalah 1,649. Hasil ini menunjukkan bahwa 1,213 < 1,235 < 1,649, yang berarti tidak ada kepastian atau kesimpulan yang pasti mengenai adanya autokorelasi dalam data. Menurut Gujarati . , autokorelasi dapat menyebabkan estimasi koefisien regresi menjadi tidak efisien dan dapat mempengaruhi hasil analisis. Oleh karena itu, meskipun tidak ada kesimpulan yang jelas, penting untuk terus memantau kemungkinan adanya autokorelasi dalam analisis lanjutan. Uji Hipotesis Tabel 6. Hasil Uji t Variabel B (Koefisie. t hitung Sig. Sales growth -0,96 -4,359 0,000 Likuiditas 0,070 1,410 0,170 Leverage 0,602 2,776 0,010 Sumber: Hasil Uji Data SPSS23 Uji t parsial dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-masing variable independent secara individu terhadap variable dependen dalam model regresi. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh hasil sebagai berikut: Sales growth memiliki nilai signifikan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan sales growth berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Artinya, peningkatan sales growth dapat memengaruhi strategi perusahaan dalam melakukan tax ANGGARAN Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 3031-3384. p-ISSN : 3031-3392. Hal. Likuiditas memiliki nilai signifikansi sebesar 0,170 yang lebih besar dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance pada perusahaan makanan dan minuman yang menjadi sampel penelitian ini. Leverage memiliki nilai signifikansi sebesar 0,010 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikan, leverage berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Artinya semakin tinggi nilai leverage perusahaan maka semakin besar kemungkinan perusahaan melakukan tax Tabel 7. Hasil Uji F Uji Uji F Sig. Uji F 11,524 0,000 Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah variable independent yang digunakan dalam penelitian secara simultan berpengaruh terhadap tax avoidance. Pengujia dilakukan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Berdasarkan hasil yang telah diolah, diperoleh nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara simultan, variable sales growth, likuiditas, dan leverage berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap pengaruh sales growth, likuiditas, dan leverage terhadap tax avoidance pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2021-2023, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Sales growth berpengaruh terhadap tax avoidance. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penjualan perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaan melakukan tax Likuiditas tidak berpengaruh sinifikan terhadap tax avoidance. Artinya, tingkat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tidak secara langsung memengaruhi praktik tax avoidance yang dilakukan Leverage berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Hal ini mengindikasikan semakin tinggi tingkat leverage perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaan melakukan tax avoidance. Selain itu, hasil uji F menunjukkan bahwa secara simuktan sales growth, likuiditas, dan leverage berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Pengaruh Sales Growth. Likuiditas, dan Leverage terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2021-2023 UCAPAN TERIMA KASIH