Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin PENGEMBANGAN NIAI-NIAI SPIRITUA PROGRAM PESANTREN KILAT PONDOK PESANTREN SIROJU HAROMAIN PONGANGAN INDAH MANYAR GRESIK Muhaiminah email: muhaiminah85@gmail. (Universitas Qomaruddin Gresi. Abstract In Isam, knowedge and education are highy vaued. Isam does not consider earning ony as a right but more than that, namey, as an obigation. The purpose of organizing a short-term Isamic boarding schoo is to deepen, strengthen and improve the appreciation and practice of Isamic teachings, especiay in terms of Isamic jurisprudence. Monotheism. Isamic History. Akhaqu Karimah and aso Ahussunnah wa Jama'ah. I aso want to appy Isamic teachings in everyday ife to form a soid spiritua mentaity, have a strong personaity, and face various chaenges. This study uses a quaitative approach with a case study type. In data coection techniques, researchers used interview, observation, and documentation methods, using a sampe of Siroju Haromain students at the short-term Isamic boarding schoo, which numbered around 35. The resuts are that this program focuses on instiing spiritua vaues in its students. This program emphasizes three main aspects: Isami. Sharia, and character vaues by introducing nobe moras as a compement to mastery of reigious knowedge and strengthening the image of students as individuas with nobe moras in the eyes of society. The strategy focuses on three aspects: structured and schedued reigious activities, systematic reigious earning, and patient and diigent teachers and mentors. Keywords: Deveopment. Spiritua Vaues. Pesantren Kilat. Abstrak Dalam Isam imu pengetahuan dan pendidikan memiiki kedudukan yang tinggi. Isam tidak menganggap beajar hanya sebagai hak akan tetapi lebih dari itu, yaitu sebagai sebuah kewajiban. Tujuan dari penyeenggaraan pesantren Kilat adaah untuk mendalami, memantapkan dan meningkatkan penghayatan dan pengamaan ajaran agama isam terutama dalam hai mu fiqih. Ketauhidan. Sejarah Isam. Akhaqu Karimah dan juga Ahussunnah wa JamaAoah. Dan juga menerapkan ubudiyah pengamaan ajaran agama Isam dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka membentuk menta spiritua yang tangguh, memiiki kepribadian yang kokoh dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Peneitian ini menggunakan pendekatan kuaitatif dengan jenis studi kasus. Dalam teknik pengumpuan data, peneiti menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan menggunakan sampe santri Siroju Haromain saat pondok pesantren Kilat yang berjumah sekitar 35 santri. Hasi yang diperoeh bahwa program ini berfokus pada penanaman niai-niai spiritua kepada para santrinya. Program ini menekankan pada tiga aspek utama yakni. niai-niai Keisaman, niai-niai SyariAoat, serta niai-niai Karakter dengan menanamkan akhak muia sebagai peengkap penguasaan imu agama, dan memperkuat citra santri sebagai individu yang berakhak muia di mata Strategi yang digunakan berfokus pada tiga aspek. kegiatan keagamaan yang terstruktur dan terjadwa, pembeajaran keagamaan yang sistematis, serta pengajar dan pembimbing yang sabar dan Kata Kunci: Pengembangan. Nilai-Niai Spiritua. Pesantren Kilat. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Pendahuuan Pendidikan adaah proses pembinaan manusia secara jasmani dan rohani, artinya setiap upaya dan usaha untuk meningkatkan kecerdasan anak didik berkaitan dengan peningkatan kecerdasan inteegensi, kecerdasan emosiona dan kecerdasan spirituanya. 1 Ha ini dapat dibuktikan dengan adanya perbedaan yang mendasar antara manusia dengan binatang. Binatang mendapatkan anugerah aami berupa insting. Akan tetapi manusia seain memperoeh anugerah berupa insting, manusia juga dianugerahi aka untuk berpikir sebagai bentuk kemuiaan dan kesempurnaan manusia. Dalam pepatah dikatakan manusia adaah AuHayawanun NathiqAy yaitu binatang yang beraka/berfikir. Dalam Isam ilmu pengetahuan dan pendidikan memiiki kedudukan yang tinggi. Isam tidak menganggap beajar hanya sebagai hak akan tetapi lebih dari itu, yaitu sebagai sebuah Pendidikan harus mampu meningkatkan potensi peserta didik agar ia siap dalam menghadapi tantangan di era Gobaisasi ini tanpa rasa tertekan serta mampu mengembangkan fitrahnya sebagai Khaifah di muka bumi dan mampu untuk meningkatkan hubungan baik dengan masyarakat, ingkungan sekitar serta seau meningkatkan ketaqwaan kepada Aah SWT. Saah satu ciri khas dan keungguan sebuah sekoah yang berorientasi pada niai-niai Isam adaah kemampuannya dalam menciptakan ingkungan beajar yang kondusif bagi siswa untuk mengaktuaisasikan potensi diri secara optima. Sekoah tersebut mampu memberikan perhatian yang individua terhadap setiap siswa, sehingga potensi intelektual, emosional, dan spiritual mereka dapat berkembang secara seimbang. Dengan demikian, siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiiki akhak yang muia dan keimanan yang kokoh. Ideanya, dunia pendidikan seharusnya menjadi tempat di mana anak-anak dapat mengembangkan seuruh potensi dirinya, baik dari segi kognitif, emosiona, maupun sosia. Namun, dalam kenyataannya, seringkai kita menemukan bahwa sistem pendidikan kita lebih berfokus pada aspek akademik semata. Keberhasilan siswa seringkai diukur dari niai rapor yang hanya mencerminkan kemampuan kognitif, sementara aspek penting ainnya seperti kecerdasan emosiona dan sosia seringkai terabaikan. Padaha, kecerdasan emosiona dan sosia sangat penting untuk membentuk individu yang seimbang dan mampu berinteraksi dengan ingkungan sosianya. 1 Hasan Basri, filsafat Pendidikan Islam (Bandung: Pustaka Setia, 2. ,h. 2 Aliy AsAoad. Trjm TaAlimul MutaAoalim (Kudus: Menara Kudus, 2. , h. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Hal ini tidak dapat dibenarkan sepenuhnya, sebab beberapa peneitian justru menunjukkan bahwa kecerdasan emosiona, kecerdasan sosia, dan kecerdasan spiritual yang lebih berpengaruh bagi kesuksesan seorang anak. Sedangkan kecerdasan inteektua hanya memberikan kontribusi sedikit saja. Tanpa di sadari penemuan-penemuan dibidang psikoogi, terdapat banyak kecerdasan yang teah ditemukan oeh para imuan. Ada IQ (Inteigence Quotien. EQ (Emotiona Quotien. , dan SQ (Spiritua Quotien. , banyak yang menyatakan bahwa kecerdasan spiritua sebagai puncak dari segaa kecerdasan. Maka kecerdasan spiritua berpusat pada ruang spiritua yang memberi kemampuan kepada setiap individu untuk menyeesaikaan masaah dalam konteks niai penuh makna dan memberi kemampuan menemukan angkah yang lebih bermakna dan berniai diantara angkah-angkah yang ain. Dengan demikian kecerdasan spiritua merupakan andasan yang sangat penting sehingga kecerdasan inteektua dan kecerdasan emosiona dapat berfungsi secara efektif 3 Adapun parameter pribadi ber-SQ (Spiritua Quotien. menurut Danah Zohar dan Ian Marsha antara ain. kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada dan mempunyai kepeduian yang tinggi. tingkat kesadaran diri yang tinggi. kemampuan untuk menghadapi masaah dan memiiki banyak cara aternatif untuk menyeesaikan suatu permasaahan. kuaitas hidup yang diihami oeh visi dan niai-niai. keengganan untuk menyebabkan kerugian yang tidak peru. kecenderungan untuk meihat keterkaitan antara berbagai ha . andangan hoisti. , berpikir uas dan menyeuruh. Dalam ingkup pendidikan sebagian siswa masih memiiki permasaahan yang berkaitan dengan indikator kecerdasan spiritua, diantaranya pemahaman dan kesadaran dalam ha keagamaan yang masih kurang, masih adanya permasaahan siswa dalam ha ubudiyah, dan masih ditemukannya siswa yang meanggar peraturan sekoah. Untuk mengatasi permasaahan tersebut maka pondok pesantren berinisiatif untuk mengadakan program pondok pesantren Kilat untuk para siswa yang tidak tingga di ingkup pesantren, yang mana dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan spiritua dan kedisipinan. Istiah pesantren Kilat mengandung dua kata yaitu AuPesantrenAy dan AuKilatAy. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia AuPesantren berarti asrama tempat santri atau tempat murid-murid Pondok pesantren adaah suatu embaga pendidikan agama isam yang di dalamnya 3 Montyl P Satiadarma dan Fidellis. Melndidik Kelcelrdasan: Peldoman Bagi Orang Tula dan Gulrul dalam Melndidik Anak Celrdas (Jakarta: Pulstaka Popullelr Obor, 2. , h. 4 Danah Zohar. SQ: Kelcelrdasan Spiritulal, 14. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin terdapat seorang kyai . yang tugasnya mendidik dan mengajar para santri yang bertempat tingga dengan menggunakan asrama . untuk tingga dan masjid untuk ibadaah dan mengaji . Sedangkan Kilat adaah karena para santri mondok . dalam waktu yang singkat. Tujuan dari penyeenggaraan pesantren Kilat adaah untuk mendalami, memantapkan dan meningkatkan penghayatan dan pengamaan ajaran agama isam terutama dalam hai mu fiqih. Ketauhidan. Sejarah Isam. Akhaqu Karimah dan juga Ahussunnah wa JamaAoah. Dan juga menerapkan ubudiyah pngamaan ajaran agama Isam dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka membentuk menta spiritua yang tangguh, memiiki kepribadian yang kokoh dan mampu menghadapi berbagai tantangan negatif baik yang datang dari uar dirinya maupun dalam dirinya. Dari beberapa tujuan dalam penyeenggaraan pondok pesantren Kilat tersebut diharapkan mampu menambah pemahaman dalam beragama dan siswa yang mengikuti program pondok pesantren Kilat memiiki kesadaran dalam beragama serta mempunyai hati yang bersih, dan terhindar dari perbuatan tercea. Hal-hal diatas merupakan suatu ha yang sangat menarik untuk diteiti, karena program pesantren Kilat pada zaman sekarang ini muai banyak diminati oeh para orang tua yang menginginkan anaknya untuk memperdalam imu agama. Pelndelkatan ylang digulnakan dalam pelnellitian ini adalah pelndelkatan kulalitatif, ylaitul pelnellitian ylang telmulan-telmulannyla tidak dipelrolelh mel aluli proseldulr statistik ataul belntulk hitulngan lainnyla. 6 Pelnellitian kulalitatif melnghasilkan data delskriptif belrulpa kata-kata telrtullis ataul lisan dari orang- orang dan pelrilakul ylang dapat diamati. 7 Data dianalisis selcara indulktif, dan dalam hal ini, jelnis pelnel itian ylang digulnakan adalah stuldi kasuls, ylaitul sulatul delskriptif intelnsif dan analisis felnomelna telrtelntul. Stuldi kasuls melrulpakan elksplorasi dari sistelm telrikat ataul selbulah kasuls . taul banylak kasul. dari waktul kel waktul mellaluli pelngulmpullan data melndalam dan melndeltail ylang mellibatkan sulmbelr-sulmbelr informasi ylang banylak delngan kontelks ylang kayla. Dalam pelnellitian ini, analisis data dilakulkan seljak pelngulmpullan data. Selcara kelsellulrulhan, dan dicelk kelmbali, belrullangkali pelnel iti melncocokkan data ylang dipelrolelh, di sistelmatiskan, 5 Delp. Agama RI. Pola Pelnylellelnggaraan Pelsantreln Kilat: Pelndidikan Singkat Ilmul- Ilmul Agama Islam (Jakarta: Dirjeln Kellelmbagaan Agama Islam, 2. ,53-54 6 Anslelelm Staulss dan Jullielt Corbin. Dasar-dasar Pelnellitian Kulalitatif, telrj. Mulhammad Shadiq dan Imam Multtaqieln ( YLogylakarta: Pulstaka Bellajar, 2. , h. 7 Lelxyl J. Molelong. Meltodel Pelnellitian Kulalitatif. ,h. 8 Abdull Manab. Pelnellitian Pelnellitian Kulalitatif (YLogylakarta: Kalimeldia,2. , h. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin diintelrpreltasikan selcara logis delmi kelabsahan dan kreldibilitas data ylang dipelrolelh dari pelnellitian Melnulrult Milels dan Hibelrman belrpelndapat bahwa telknik analisis data mellipulti : data collelction . elngulmpullan dat. , data reldulction . eldulksi dat. , data displayl . elnylajian dat. , selrta conclultion drawing & velrifyling . elrifikasi ataul kelsimpul a. Hasil dan Pembahasan Telaah Teoritis Nilai-nilai Spiritulal Secara etimologis, spiritual, spiritualitas atau spiritualisme berasal dari kata spirit. Makna dari spirit, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa spirit memiliki arti semangat, jiwa, sukma dan roh. Dan spiritual diartikan sesuatu yang berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan . iwa atau rohan. 10 Spiritual merupakan dasar bagi tumbuhnya harga diri nilai-nilai, moral dan rasa memiliki. Ada beberapa pendapat mengenai pengertian dari spiritual, spiritualitas atau spirtualisme. Menurut Mimi Doe dan Marsha Walch, spiritualitas adalah dasar tumbuhnya harga diri, nilai-nilai, moral, dan rasa memiliki dan memberi arah dan arti pada kehidupan, suatu kesadaran yang menghubungkan seseorang dengan Tuhan, atau apapun yang disebut dengan sumber keberadaan dan hakikat kehidupan. 11 Pengertian lainnya adalah kesadaran manusia akan adanya relasi manusia dengan Tuhan atau sesuatu yang dipersepsikan sebagai sosok tansenden. 12 Sehingga, spiritualitas merupakan bentuk kesadaran manusia akan adanya hubungan dengan Tuhan, atau kekuatan yang lebih besar, di mana, nilainilai tersebut terealisasikan dan diekspresikan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Spiritualitas juga memiliki berbagai nilai tertentu yang terkandung didalamnya. Dimana nilai-nilai tesebut dapat menjadi warna tersendiri didalam kehidupan dan tingkah laku Nilai-nilai dalam spiritualitas dibentuk dalam waktu yang tidak singkat. Nilai-nilai tersebut meliputi. pengetahuan akan cara menghargai dan memuliakan orang lain. akan latar belakang histori kejadiannya akan posisi, fungsi, serta peranannya sebagai makhluk serta mampu menghargai kehidupan antar makhluk. Nilai spiritulal Islam melmiliki arah tuljulan, ylang selcara telruls melnelruls melningkatkan dan melmbimbing seltiap manulsia melncapai kelbijaksanaan dalam melnelmulkan hulbulngan ylang lelbih delkat delngan Allah. Spiritulal dapat melmbantul seltiap mulslim melnghilangkan ilulsi dari 9 Hulsaini ULsman dan Pulrnomo Seltiadi Akbar. Meltodologi Pelnellitian Sosial, (Jakarta: PT Bulmi Aksara, 2. , h. 10 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ke-2 (Jakarta: Balai Pustaka, 1. , h. 11 Mimi Doe dan Marsha Walch, 10 Prinsip Spiritual parentingA, h. 12 Abdul Jalil. Spiritual EnterpreneurshipA, h. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin gagasan salah ylang belrasal dari alat indra, pelrasaan, dan pikiran selmata. Delngan kata lain spiritulal Islam melrulpakan roh agama bagi selorang mulslim, melskipuln melmpulnylai belbelrapa arti, di lular dari konselp. Nilai tersebut adalah immatelri belrulpa kelylakinan batin, ylang belrsulmbelr pada nilai- nilai ylang telrkandulng dalam al-QulrAoan dan as-Sulnnah Nilai spiritulal Islam melmiliki kaitan delngan kelmampulan selsorang melmaknai hidulp dan kelhidulpannyla dalam pelrspelktif agama, telrleltak dalam hati batin ylang dianggap melmpulnylai kelkulatan sakral, sulci dan agulng. Hati adalah hakelkat spiritulal bathiniah, inspirasi, krelativitas dan bellas kasih, ylang telrselmbulnyli di balik dulnia matelrial ylang komplelks selbagai pelngeltahulan spiritulal. Telaah Teroritis Pesantren Kilat Istilah pelsantreln kilat melngandulng dula kata ylaitul pelsantreln dan kilat. Dalam Kamuls Belsar Bahasa Indonelsia AuPelsantreln belrarti asrama telmpat santri ataul telmpat mulrid-mulrid Pondok pelsantreln adalah sulatul lelmbaga pelndidikan agama islam ylang di dalamnyla telrdapat selorang kylai . ylang tulgasnyla melndidik dan melngajar para santri ylang belrtelmpat tinggal delngan melnggulnakan pondokan ulntulk tinggal dan masjid ulntulk ibadaah dan belajar mengajar atau mengaji. Seldangkan kilat adalah karelna para santri mondok . di waktul ylang singkat. Dalam pelngelrtian khulsuls pelsantreln kilat adalah Aukelgiatan pelndidikan agama islam ylang diikulti olelh siswa Madrasah Ibtidaiylah seldelrajat. Madrsah Tsanawiylah seldelrajat, dan Madrasah Aliylah Seldelrajat ylang melmel ulk agama islam13 lamanyla belrkisar dari 7 sampai 30 hari14 Dalam pengertian lain, pesantren kilat adalah "Kegiatan pendidikan agama Islam yang diikuti oleh siswa SD. SMP, dan SMA yang memeluk agama Islam serta dilaksanakan oleh sekolah pada waktu libur"15 Dalam buku AuKonsep. Panduan dan Pengembangan Pesantren kilatAy ada berbagai unsur penting dalam kegiatan pesantren sehingga kegiatan ini dapat dikatakan sebagai sebuah program pendidikan dan pelatihan sejak perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi. Kegiatan ini juga melibatkan banyak unsur, banyak material, banyak orang, dan banyak aturan. Peserta adalah individu yang memiliki peran sentral dalam keberhasilan suatu kegiatan Dengan mendaftarkan diri, peserta tidak hanya menunjukkan minat dan antusiasme, tetapi juga secara resmi menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif dalam setiap sesi, mengikuti semua materi, dan berusaha mencapai tujuan pelatihan. Hal ini 13 Gulstiawan. Pelran Pelsantreln Kilat Dalam Pelningkatan Pelngalaman Ibadah Siswa SDN Kalibarul 03 Pagi Cilincing Jakarta ULtara (Skripsi. ULIN Sylarif Hidaylatulah,2. 14 Ahmad Tafsir. Ilmul Pelndidikan Dalam Pelrspelktif Islam (Bandulng: RelmajaRosdakaryla, 2. , h. 15 Dep. Agama RI. Pendidikan Agama Islam Modul Pesantren Kilat untuk SD, (Jakarta. Dirjen Bimbaga Islam, 2002, h. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin menciptakan suatu ikatan formal antara peserta dan penyelenggara, di mana peserta bertanggung jawab atas partisipasinya dan penyelenggara bertanggung jawab untuk memberikan layanan pelatihan yang berkualitas. Kualifikasi tentang peserta antara lain. beragama Islam. memiliki kemampuan dasar minimal tentang pengetahuan agama Islam. mempunyai kemampuan untuk mendalami pengetahuan agama Islam. serta memiliki motivasi komitmen serta daya tahan fisik yang mendukung. Pemandu adalah sosok yang strategis dalam sebuah program pelatihan. Ia tidak hanya memiliki keahlian teknis dalam bidang yang dilatih, tetapi juga memiliki kemampuan interpersonal yang baik untuk membangun hubungan yang positif dengan peserta. Sebagai seorang pendidik, pemandu diharapkan mampu menginspirasi peserta untuk mencapai potensi maksimal mereka. Oleh karena itu, pemandu harus senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, dan etika dalam setiap tindakannya. Sekali lagi harus ditegaskan bahwa pemandu dalam dunia pelatihan khususnya pesantren kilat adalah kumpulan kekuatan beberapa orang yang mempunyai beragam keahlian sebagai satu tim untuk mengelola kegiatan agar mencapai tujuan yang disepakati. Kualifikasi seorang pemandu dalam sebuah program Pesantren Kilat meliputi. mempunyai akhlaq yang baik. mempunyai kepribadian sesuai dengan misi pelatihan. mempunyai wawasan tentang pendidikan dan pembelajaran. mempunyai wawasan tentang psikologi organisasi. serta memiliki kepribadian seorang pemimpin dan pembina. Materi adalah bahan atau muatan yang akan diberikan kepada peserta untuk dijadikan masukan sehingga peserta keluar dengan satu perubahan. Materi diturunkan dari adanya tujuan kegiatan pesantren kilat. Dari tujuan ini maka dijabarkan apa yang menjadi sasaran kegiatan-kegiatan dengan dasar seperti itu maka disusun bangunan kurikulum kegiatan pesantren kilat. Penataan materi yang baik dalam kegiatan pesantren kilat maka harus dilihat dari arah sasaran utama kegiatan. Biasanya kegiatan Pesantren mengarahkan pada upaya penciptaan kualitas individu yang mandiri mampu belajar dan mengembangkan diri dalam organisasi serta menguatkan komitmen untuk perjuangan kehidupan beragama. Dari sini yang dapat dilihat bahwa materi yang perlu dikembangkan adalah tentang aqidah syariat dan akhlak memang ketiga materi ini sangat konvensional artinya materi yang sejak lama telah dikenal dalam agama Islam. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin . Media dapat diartikan sebagai satu instrumen yang secara sengaja dibuat untuk kepentingan kegiatan pendidikan dan pelatihan. sebagai contoh media poster atau gambar yang dengan sengaja dirancang untuk mendukung penyampaian sebuah pesan dalam kegiatan pelatihan. Media tidak mesti sesuatu yang mahal yang paling utama adalah kesesuaian dengan materi dan tujuan serta kemampuan pemandu untuk menggunakannya. Sistem sebagai salah satu tatanan bagaimana merangkai sebuah pelatihan, maka di dalamnya harus dikembangkan bentuk kegiatan desain pelatihan yang baik. Pada umumnya diawali dari analisis karakteristik peserta. Dari sini muncul bagaimana gambaran awal peserta sebagai inpurt pelatihan, pada berikutnya adalah analisis terhadap kebutuhan baik itu kebutuhan organisasi maupun kebutuhan dari peserta identifikasi terhadap kebutuhan ini menjadi dasar utama menyusun kurikulum. Evaluasi adalah satu instrumen untuk mendatangkan keberhasilan kegiatan pelatihan baik berupa proses outcome maupun output . Latihan yang baik harus diawali dari sebuah tes awal atau pretest dan diakhiri dengan tes akhir atau post test . Dimana kegiatan ini berfungsi untuk mengetahui karakteristik calon peserta secara luas karena dengan itulah kegiatan usaha yang dilihat dapat dilaksanakan dengan baik dan dengan adanya hasil tes akhir dapat menggambarkan bagaimana apakah kegiatan ini berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan atau tidak. Pengembangan tes atau evaluasi harus berdasarkan pada beberapa pertimbangan penting antaralain. tujuan evaluasi yang jelas. sistem pelaksanaan evaluasi seperti waktu tempat suasana dan sebagainya. validitas dan reabilitas tes atau tes baku yang telah dipercaya. atau daya kemampuan hasil tes Apakah mampu memprediksi atau tidak. pemandu untuk melakukannya. serta rekomendasi tindak lanjut pasca evaluasi. Gambaran Umum Pondok Pesantren Sirojul Haromain Pondok Pesantren Sirojul Haromain didirikan oleh KH. Umar Toha (Nadzir/ Imam Masjid JamiAo Gresi. pada tahun 2021. Di atas tanah wakaf seluas 2400 meter persegi, sebuah mimpi mulia mulai terwujud. Tanah ini, yang dengan penuh ketulusan diwakafkan oleh H. SyafiAo menjadi pondasi bagi berdirinya sebuah pesantren yang akan melahirkan generasi penerus bangsa yang berilmu, berakhlak mulia, dan berlandaskan Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah An Nahdliyah. 16 Drs. Mardianto. Pesantren Kilat : Konsep. Panduan dan Pengembangan (PT. Ciputat Press Jakarta,2. , h. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Seiring berjalannya waktu, pembangunan pesantren terus berlanjut. Satu demi satu bangunan didirikan dengan penuh ketelitian dan perhitungan matang. Setiap sudut pesantren dirancang dengan cermat untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inspiratif bagi para santri. Lebih dari sekadar tempat belajar ilmu agama, pesantren ini diharapkan menjadi rumah kedua bagi para santri. Di sini, mereka akan ditempa dengan berbagai ilmu pengetahuan, nilai-nilai moral, dan akhlak mulia yang akan menjadi bekal mereka dalam menjalani kehidupan. Pondok ini hadir sebagai solusi pendidikan dengan mengutamakan pendidikan agama dan akhlakul karimah dan berbasis pendidikan modern Pesantren ini berkomitmen untuk menghantarkan santri berlandaskan visi misi Pesantren dan mampu menguasai kitab-kitab Salaf serta menjadi penghafal Alquran. Eksistensi Pondok Pesantren yang mendorong kemajuan Pendidikan di Indonesia, sudah tentu harus diakui bahwa sebagian masyarakat percaya karena Pendidikan Agama merupakan bagian penting dalam kehidupan. Pondok Pesantren Soirojul Haromain sampai saat ini masih tetap konsekuen atas prinsip dasar itu yaitu menjadikan Pendidikan agama menjadi pondasi untuk menjawab tantangan yang timbul yaitu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus diimbangi sesuai dengan perkembangan zaman. Tingginya minat masyarakat untuk masuk ke Pesantren ini adalah sebagai indikasi positif yang timbul dari kalangan Umat Islam khususnya untuk memperdalam pengetahuan agama, dalam kaitan ini pesantren terus berbenah baik sarana fasilitas sebagai pendukung dalam melaksanakan program pendidikan yang benarAebenar sesuai dengan Ilmu Pengetahuan dan teknologi sehingga tidak ketinggalan dan mampu bersaing di masyarakat. Paparan Data Temuan Penelitian Di era modern ini, kegiatan pesantren kilat liburan sekolah menjadi pilihan populer bagi orang tua untuk mengisi waktu luang anak-anak mereka dengan kegiatan yang Berbeda dengan pembelajaran di sekolah formal, program ini biasanya menekankan pada praktik dan kolaborasi antar peserta. Hal ini terbukti efektif, terutama untuk materi yang dianggap sulit oleh para peserta, seperti fiqih dan tahsin Al-Qur'an. Pondok pesantren Sirojul haromain mengadakan sebuah program kegiatan keagamaan untuk anak pada usia sekolah yang dilaksanakan pada momen liburan, dimana kegiatan ini memanfaatkan momen liburan sekolah untuk memperkuat aspek kecerdasan spiritual untuk anak seusia mereka dengan tujuan Ketika libur sekolah anak anak tidak hanya bermain saja. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Kegiatan ini dipandu oleh jajaran ustadzah di pondok pesantren Sirojul Haromain Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kegiatan ini bertujuan untuk menambahkan pemahaman terhadap anak usia sekolah serta bertujuan untuk menjadi penguat dan penambahan atas materi pelajaran pendidikan agama Islam yang ada di sekolah seperti materi fiqih tauhid akhlak dan lain-lain. Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih satu minggu selama momen liburan sekolah. Metode pengajaran yang digunakan para ustadzah biasanya lebih santai dan menyenangkan dibandingkan di sekolah formal. Para ustadzah lebih banyak menggunakan metode praktik dan collaborative learning, di mana para peserta diajak untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini membuat para peserta merasa lebih nyaman, lebih percaya diri, dan lebih mudah memahami materi. Dalam metode praktik, para peserta didik langsung diajak untuk mempraktikkan materi yang mereka pelajari. Hal ini membuat mereka lebih mudah memahami konsep dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengajaran yang inovatif dan menyenangkan pada saat program pesantren kilat ini membuat para peserta didik lebih antusias dan termotivasi dalam belajar. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif bagi perkembangan mereka di masa depan. Program kegiatan menjadi komponen penting bagi suatu program kegiatan pendidikan untuk mencapai arah tujuan. Begitu juga kegiatan pesantren kilat ini juga terdapat program dimana program ini telah di susun sedemikian rupa untuk dilaksanakan, sehingga dapat membantu pelaksanaan sebuah program pesantren kilat ini untuk mencapai tujuan utama. Dengan adanya program kerja ini seluruh jajaran kepengurusan dan peserta program pesantren kilat yang melakukan pembelajaran dapat melaksanakan kegiatan secara efektif dan lebih terstruktur. Diantara program kegiatan yang deberlakukan untuk menunjang nilai-nilai spiritual santri adalah sebagai berikut: Sholat berjamaah 5 waktu. Dengan output peningkatan keimanan dan ketakwaan, penguatan kedisiplinan. pembangunan tradisi positif, serta penciptaan suasana kondusif. Sholat Tahajud dengan output peningkatan keterampilan manajemen waktu. memperkuat kedekatan dengan Allah SWT. Sholat Dhuha dengan output meningkatkan fokus dan konsentrasi, serta meningkatkan keberkahan dan kelancaran rezeki. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Tadarrus Al QurAoan dengan output pada peningkatan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an. Serta meningkatan solidaritas dan ukhuwah Islamiyah karena dengan tadarrus secara bersama-sama dapat mempererat tali persaudaraan dan solidaritas di antara para santri serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan pesantren. Shobah al-Lughoh (Kelas Bahasa arab pag. dengan output pada peningkatan kemampuan berbahasa arab, melatih keterampilan komunikasi dan kolaborasi, melatih keterampilan motorik dan fisik, serta meningkatkan kepercayaan diri. Pembacaan Rotibul Haddad degan output pada peningkatan kesadaran spiritual dan kedekatan dengan Allah SWT, serta banyak nilai-nilai siswa, seperti keimanan, ketakwaan, rasa tanggung jawab, disiplin, nilai kepemimpinan, kesucian diri, serta keistiqomahan dalam beribadah. Pembelajaran Fiqih Thoharoh dengan output pada pemahaman konsep thaharah yang benar, kemampuan melakukan thaharah dengan benar, serta peningkatan kebersihan dan Pembelajaran Fiqih Sholat beserta tashih praktek dengan output untuk memastikan peserta didik telah melaksanakan sholat dengan benar. serta dengan adanya tashih praktek sholat diharapkan dapat membantu peserta didik untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam sholat sehingga sholatnya menjadi lebih sempurna. Pembelajaran fiqih haid dengan output pada pemahaman mendalam tentang haid dan nifas, serta pengetahuan tentang hukum-hukum islam terkait haid dan nifas. Pengembangan Kreatifitas dengan output pada peningkatan kemampuan berpikir kreatif, peningkatan keterampilan berbagai bidang, serta meningkatkan kemampuan memecahkan masalah agar santri terlatih untuk berpikir kritis dan analitis dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Nilai-nilai Spiritual Program Pesantren Kilat di Pondok Pesantren Sirojul Haromain Pongangan Indah Manyar Gresik. Banyak sekali yang bisa dilakukan oleh sebuah lembaga pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai spiritual kepada murid atau santri nya. Salah satunya yaitu dengan program keagamaan yang di terapkan saat pesantren kilat yang dilakukan oleh pondok pesantren Sirojul Haromain. Dalam kegiatan ini, warga pondok pesantren baik itu santri, guru Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin pembimbing, bahkan orang tua dari santri meyakini bahwa kegiatan keagamaan ini jika benarbenar dilaksanakan maka dapat menjadikan banyak perubahan hidup yang positif dalam setiap individu. Kegiatan tersebut bersifat keagamaan yang berorientasi pada nilai-nilai sebagai berikut: Nilai-nilai Keislaman. Pondok Pesantren Sirojul Haromain, dalam program pesantren kilatnya, menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman sebagai landasan pengembangan spiritual para Nilai-nilai ini ditanamkan melalui berbagai kegiatan dan pendekatan, dengan tujuan utama membentuk pribadi santri yang bertaqwa kepada Allah SWT dengan cara memperkuat keyakinan serta menumbuhkan rasa cinta kepada Allah SWT. Islam juga menanamkan keyakinan teguh bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang patut disembah. Kepercayaan ini mendorong individu untuk. patuh dan tunduk kepada perintah Allah SWT. Segala perintah dan larangan Allah SWT dijalankan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, tanpa keraguan atau rasa dipaksa. menjauhi segala larangan Allah SWT. Individu dengan tauhid yang kuat akan menjauhi segala perbuatan dosa dan maksiat, karena mereka sadar bahwa Allah SWT mengetahui dan melihat segala perbuatan manusia. Dan . menjadikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam hidup. Segala aktivitas dan perbuatan diarahkan untuk mendapatkan ridha Allah SWT, bukan untuk mencari pujian atau keuntungan duniawi semata. Ketika tauhid tertanam kuat dalam diri, individu akan terhindar dari godaan hawa nafsu dan kesyirikan. Mereka akan menjalani hidup dengan penuh keyakinan, ketenangan, dan kebahagiaan, karena mereka yakin bahwa Allah SWT akan selalu membimbing dan melindungi mereka. Dalam rangka menanamkan nilai-nilai keislaman dalam program pesantren kilat di Pondok Pesantren Sirojul Haromain adalah dengan adanya kegiatan keagamaan seperti pembiasaan Sholat Tahajud. Sholat dhuha. Sholat berjamaAoah 5 waktu, pembacaan rotibul Haddad serta tadarrus al-QurAoan setelah subuh. Program pembiasaan tersebut dilaksanakan agar santri selalu mengingat Allah dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim Selain itu nilai-nilai ini juga dapat menjadikan setiap santri sebagai muslim yang memiliki pribadi yang ikhlas dalam menerima ketentuan dari Allah serta mampu memberikan ketenangan dan ketentraman bagi setiap orang yang melaksanakannya. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin . Nilai-nilai SyariAoat. Nilai Syariat memang memegang peranan krusial dalam penanaman nilai-nilai spiritual di Pondok Pesantren Sirojul Haromain. Sebagai pedoman fundamental dalam beribadah dan menentukan sah atau tidaknya sebuah ibadah, nilai syariat menjadi landasan utama dalam membentuk spiritual santri. Acuan ibadah yang benar menjadi aspek penting peran nilai syariAoat pada program pesantren kilat di pondok pesantren Sirojul Haromain seperti santri diajarkan tentang tata cara ibadah yang sesuai dengan syariat Islam dengan pemberian materi Fiqih ibadah seperti praktik tatacara berwudhu yang baik dan benar serta tuntunan praktik sholat yang benar sesuai syariat yang diajarkan didalam kitab-kitab Fiqih. Hal ini membantu santri untuk memahami makna dan tujuan di balik setiap ibadah, sehingga mereka dapat menjalankannya dengan penuh khusyuAo dan keikhlasan. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai syariat, santri Pondok Pesantren Sirojul Haromain diharapkan dapat menjadi pribadi yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat. Nilai-nilai syariat ini menjadi kompas moral yang memandu mereka dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat. Nilai-nilai Karakter Dalam konteks Pendidikan karakter, proses pembelajaran merupakan transfer of knowledge dan transfer of values, yakni internalisasi nilai-nilai karakter kedalam diri peserta Nilai Karakter menjadi pemegang peranan krusial bagi seorang santri. Hal ini dikarenakan santri tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu agama, tetapi santri juga dituntut untuk memiliki akhlaq yang mulia. Pandangan positif masyarakat terhadap santri erat kaitannya dengan citra mereka sebagai individu yang berakhlak mulia. Kehidupan di lingkungan pesantren yang sarat dengan nilai-nilai agama dan pembelajaran akhlak memperkuat persepsi ini. Penanaman nilai karakter yang ada di program pesantren kilat Sirojul Haromain seperti santri harus belajar disiplin dengan istiqomah bangun malam untuk sholat tahajud, dilanjut sholat subuh berjamaAoah dan mengikuti serangkaian kegiatan dengan tertib dan tepat waktu. Tujuan penanaman kedisiplinan pada program pesantren kilat di SIrojul Haromain ini adalah untuk membentuk pribadi santri yang taat aturan dan bertanggung jawab serta membiasakan santri untuk hidup teratur dan tertib, sehingga Ketika dirumah 17 Suyadi. Pd. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin santri dapat mulai terbiasa hidup dengan kedisiplinan sebagaimanayang telah di lakukan pada saat mengikuti program pesantren kilat. Selain kedisiplinan, santri juga dituntut untuk mandiri dalam segala hal, untuk anak seusia mereka yang notabenya segala hal harus diatur oleh ibu atau ayah, pada saat berada di pesantren mereka harus mengurus dirinya sendiri, mulai dari management waktu, management keuangan, management problem dan lain-lain. Metode yang digunakan adalah dengan pemberian tanggung jawab kepada santri sesuai dengan kemampuan mereka, misalnya piket kebersihan kamar atau kelas. Membiasakan santri untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, seperti bangun pagi, mandi, memakai baju, dan lain sebagainya, dan pemecahan masalah bersama dengan membimbing santri dalam memecahkan masalah, namun tetap memberikan kesempatan kepada mereka untuk mencoba menyelesaikannya sendiri terlebih dahulu. Maka dengan adanya kerjasama antara pihak pondok pesantren kilat, orang tua, dan para santri, diharapkan nilai karakter kemandirian ini dapat tertanam dengan baik pada diri para santri dan menjadi bekal mereka di masa depan. Strategi Pengembangan Nilai Spiritual Program Pesantren Kilat di Pondok Pesantren Sirojul Haromain Pongangan Indah Manyar Gresik. Mayoritas peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah anak usia sekolah dasar Dimana pada usia tersebut mereka masuk fase anak-anak atau masa anak anak . ate childhoo. Fase ini berlangsung antara usia 6 sampai 7 tahun dengan ciri-ciri utama sebagai berikut. memiliki dorongan untuk keluar dari rumah dan memasuki kelompok sebaya . eer group. keadaan fisik yang memungkinkan/mendorong anak memasuki dunia permainan dan yang membutuhkan keterampilan jasmani, memiliki dorongan mental untuk memasuki dunia konsep, logika, symbol, dan komunikasi yang luas. Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa perkembangan kedua ini meliputi kegiatan belajar dan mengembangkan hal-hal sebagai berikut. belajar keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain, seperti lompat jauh, lompat tinggi, mengejar, menghindari kejaran, dan seterusnya. membina sikap yang sehat . terhadap dirinya sendiri sebagai individu yang sedang berkembang, seperti kesadaran tentang harga diri . elf-estee. dan kemampuan diri . elf efficac. belajar bergaul dengan teman teman sebaya sesuai dengan etika moral yang berlaku di masyarakatnya. belajar memainkan peran sebagai seorang pria jika ia seorang pria, dan sebagai wanita jika ia sebagai wanita. mengembangkan dasar-dasar 152 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin keterampilan membaca, menulis, dan menghitung. mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan kehidupan sehari-hari. mengembangkan kata hati, moral dan skala nilai yang selaras dengan keyakinan dan kebudayaan yang berlaku di masyarakatnya. mengembangkan sikap objektif/lugas baik positif maupun negatif terhadap kelompok dan Lembaga dan . belajar mencapai kemerdekaan atau kebebasan pribadi sehiga menjadi dirinya sendiri yang inependen . dan bertanggung jawab. Adapun strategi yang dilakukan oleh pondok pesantren Sirojul Haromain saat program pesantren kilat untuk mengembangkan nilai-nilai spiritual kepada santri yang ratarata mereka masih berada di sekolah dasar salah satunya dengan kegiatan yg sudah terstruktur dan terjadwal seperti shalat BerjamaAoah, tadarus Al-quran, pembacaan Ratib dan Aurad. Hal ini sebagaimana yang telah di kemukakan oleh salah satu ustadzah yakni Ustadzah Malihatul Muluhah selaku salah satu Ustadzah yang mengisi materi di program pesantren kilat, yaitu: AuMenyusun jadwal program kegiatan yang menunjang hal tersebut, seperti sholat berjamaah, baca wirid, tadarrus Al Quran, materi pagi yang berisi ketauhidan, meneladani kisah Nabi dan Rasul, hadits Rasul, belajar tata cara wudlu` dan sholat, membaca maulid Diba`. kegiatan dilakukan secara bersama -sama dengan kontinue dan jadwal yang pasti. dengan penuh disiplin dan tanggung jawabAy 19 Begitu juga yang dikatakan ustadzah Shofiyyah beliau juga mengungkapkan bahwa: AuMelalui kegiatan yg sudah terstruktur dan terjadwal seperti shalat BerjamaAoah, tadarus Alquran, pembacaan Ratib dan Aurad. Juga mengeksplor nilaiA spiritual melalu materi pembelajaran keagamaan yang nantinya menguatkan pondasi spiritual seseorang. Ay 20 Strategi pengembangan nilai-nilai spiritual di Pondok Pesantren Sirojul Haromain dapat dilihat melalui kegiatan keagamaan yang berada di pondok dengan seluruh santri pondok sebagai pelaku pengembangan nilai- nilai spiritual tersebut berlangsung. Semua rangkaian kegiatan keagamaan di pondok seperti Tadarus al-QurAoan. Tahlilan. Majelis Sholawat. Pembacaan Kitab Dzikir Ratib al-Hadad. Khitobah. Pembacaan Sholawat alBarzanji. Pembacaan Sholawat Simtudduror. Pengajian Kitab Salaf dan Sholat berjamaah merupakan rangkaian kegiatan pondok pesantren dalam rangka mengembangkan nilai-nilai 18 Bisri Mustofa. Pd. Si. Psikologi Pendidikan : Pendekatan. Orientasi dan perspektif baru sebagai landasan pengembangan strategi dan proses pembelajaran . eori dan Prakti. , (Yogyakarta:Penerbit Prama Ilmu,2. -IBID 19 Ustadzah Shofiyyah . Wawancara. Via Google Form, dikirimkan 21 Juli 2024. Pukul : 10. 20 Ustadzah Malihatul Muluhah. Wawancara. Via Google Form, dikirimkan 21 Juli 2024. Pukul : 12. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin spiritual. Dengan adanya kegiatan-kegiatan diatas dimaksudkan untuk menjadikan Pondok Pesantren sirojul haromain yang diridhoi dan dapat menciptakan generasi penerus yang shalih dan shalehah. Tidak hanya mengembangkan pengetahuan agama saja, akan tetapi Pondok Pesantren Sirojul Haromain ingin menumbuhkan karakter dan jiwa keagamaan santri, semua itu dianggap penting untuk menjadi tameng santri di zaman yang semakin modern sehingga antara memprioritaskan dunia dan untuk akhiratnya. Menumbuhkan karakter dan jiwa keagamaan yang baik dengan waktu yang singkat bukanlah hal yang mudah. Pada awalnya memang ada unsur paksaan dari pondok dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan dengan harapan agar santri terbiasa, dan menjadi pembiasaan yang baik untuk santri, sehingga dalam pelaksanaanya santri di wajibkan melakukan kegiatan keagamaan dengan berjamaah. Selain strategi yang matang, peran para pengajar dan pembimbing di Pondok Pesantren Sirojul Haromain sangatlah krusial dalam pengembangan nilai-nilai spiritual pada program pesantren kilat. Mereka menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia kepada para santrinya. Sebagaimana yang dikatakan oleh ustadzah Malihatul Muluhah bahwa: AuPeran pengajar dan pembimbing sangat penting, terlebih mengingat usia mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, sabar adalah hal yang terus diperhatikan. Ay 21 Selain itu Ustadzah Shofiyyah Juga mengatakan: AuSebagai informator yang memberikan informasi seputar nilai-nilai spiritual, motivator yang selalu mengajak santri agar terus mengembangkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari dan konselor yang membantu memecahkan persoalan sehari-hariAy22 Menjalankan peran ini dengan efektif membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Hal ini dikarenakan proses pengembangan spiritual merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan waktu yang lama. Berikut beberapa alasan mengapa kesabaran dan ketelatenan penting bagi guru dalam membimbing spiritualitas santri. Setiap santri memiliki tingkat pemahaman dan kecepatan belajar yang berbeda-beda. Guru perlu bersabar dalam menjelaskan konsep-konsep spiritual dan memberikan waktu bagi para santri untuk memahami dan mengamalkannya. 21 Ustadzah Malihatul Muluhah. Wawancara. Via Google Form, dikirimkan 21 Juli 2024. Pukul : 12. 22 Ustadzah Shofiyyah . Wawancara. Via Google Form, dikirimkan 21 Juli 2024. Pukul : 10. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Pengembangan spiritual membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan. Guru perlu konsisten dalam membimbing para santri, memberikan dorongan dan motivasi, serta membantu mereka mengatasi hambatan yang mungkin dihadapi. Membangun kepercayaan dan hubungan yang baik dengan para santri sangatlah penting. Guru perlu bersabar dan telaten dalam membangun hubungan dengan para santri, sehingga mereka merasa nyaman dan terbuka untuk berbagi pengalaman spiritual mereka. Kesabaran dan ketelatenan dapat membantu guru dalam memahami kebutuhan dan kondisi individual para santri. Dengan demikian, guru dapat memberikan bimbingan yang lebih tepat dan efektif. Dengan menunjukkan kesabaran dan ketelatenan, guru dapat menjadi motivator dan informator yang efektif dalam membimbing spiritualitas para santrinya. Guru yang sabar dan telaten akan membantu para santri dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai spiritual dengan lebih baik, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Pondok Pesantren Sirojul Haromain berkomitmen dalam menanamkan nilai-nilai spiritual kepada para santrinya. Namun, dalam perjalanannya, berbagai kendala dan tantangan pun dihadapi. Adapun tantangan yang dihadapi sebagaimana yang diungkapkan oleh ustadzah Lawwahatul Izzah yakni : AuKendala yang dihadapi tentu saja ada salah satunya adalah penanaman spiritual itu harus agak dipaksa agar santri terbiasa sehingga lama-lama mereka akan cinta dengan aktivitas-aktivitas spiritualAy23 Hal ini sepadan dengan yang dikatakan ustadzah Malihatul Muluhah bahwa : AuUsia yang kecil, membuat susana hati mereka mudah berubah. Keragaman karakter dan ego yang tinggi kadang membuat mereka tidak langsung mudah menerima intruksiAy24 Dari hasil wawancara dengan dua ustadzah tersebut bahwa usia peserta yang masih kecil adalah menjadi tantangan bagi para pengajar untuk menanamkan nilai spiritual kepada santri disebabkan beberapa hal seperti. Kapasitas Pemahaman Terbatas. Anak-anak pada usia dini masih memiliki keterbatasan dalam memahami konsep-konsep abstrak, seperti nilai-nilai spiritual. Bahasa dan metode 23 Ustadzah Lawwahatul Izzah. Wawancara. Via Google Form, dikirimkan 22 Juli 2024. Pukul : 24 Ustadzah Malihatul Muluhah. Wawancara. Via Google Form, dikirimkan 21 Juli 2024. Pukul : 12. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin pengajaran yang digunakan perlu disesuaikan dengan tingkat usia dan perkembangan kognitif mereka. Kurang abstrak. Nilai-nilai spiritual seperti keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia merupakan konsep abstrak yang sulit dipahami oleh anak-anak secara konkret. Pengajar perlu menggunakan contoh-contoh yang nyata, relevan, dan dekat dengan kehidupan anakanak untuk membantu mereka memahami dan mengamalkan nilai-nilai tersebut. Keterbatasan Rentang Perhatian. Anak-anak pada usia dini memiliki rentang perhatian yang pendek. Pengajar perlu menggunakan metode pembelajaran yang kreatif, variatif, dan interaktif untuk menarik perhatian dan menjaga fokus mereka selama proses pembelajaran. Pengaruh Emosional. Emosi anak-anak masih mudah labil dan terpengaruh oleh faktor Pengajar perlu memahami karakteristik emosional anak-anak dan mampu mengendalikan situasi dengan sabar dan telaten. Kesimpulan Pondok Pesantren Sirojul Haromain menyelenggarakan program pesantren kilat dengan fokus utama menanamkan nilai-nilai spiritual kepada para santrinya. Program ini menekankan pada tiga aspek utama yakni. Pertama, nilai-nilai Keislaman: dengan menanamkan tauhid sebagai pondasi keimanan, membiasakan ibadah wajib dan sunnah, serta menumbuhkan sifat ikhlas dalam menerima ketentuan Allah SWT dan memberikan ketenangan bagi diri sendiri dan orang Kedua, nilai-nilai Syari'at. Dengan Menjadikan syariat sebagai pedoman fundamental dalam beribadah dan menentukan sah atau tidaknya sebuah ibadah, memberikan materi Fiqih ibadah seperti tata cara berwudhu dan sholat yang benar sesuai syariat Islam, serta membantu santri memahami makna dan tujuan di balik setiap ibadah, sehingga mereka dapat menjalankannya dengan khusyu' dan keikhlasan. Ketiga, nilai-nilai Karakter dengan menanamkan akhlak mulia sebagai pelengkap penguasaan ilmu agama, dan memperkuat citra santri sebagai individu yang berakhlak mulia di mata masyarakat. Pondok Pesantren Sirojul Haromain memiliki strategi yang matang untuk menanamkan nilai-nilai spiritual kepada para santrinya dalam program pesantren kilat. Strategi ini difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama. Kegiatan keagamaan yang terstruktur dan terjadwal, kedua. Pembelajaran keagamaan yang sistematis. Ketiga. Pengajar dan pembimbing yang sabar dan 156 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Daftar Pustaka