Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 Maret 2021 | pp. 84 Ae 93 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Hubungan Promosi Kesehatan Media Massa dan Motivasi Diri Terhadap Perilaku Pernikahan Dini di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor Tahun 2021 Alisca Putri Isabella. Triana Indrayani*. Retno Widowati Universitas Nasional. Jakarta. Indonesia Corresponding author: Triana Indrayani . rianaindrayani@civitas. Received: January 18 2021. Accepted: February 24 2021. Published: March 1 2021 ABSTRAK Indonesia menempati urutan ke 37 di dunia untuk kasus pernikahan dini, dan urutan kedua di ASEAN . Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan di bawah usia 18 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan promosi kesehatan, media massa, dan motivasi diri terhadap perilaku pernikahan dini di desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor Tahun 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan data primer. Penelitian ini menggunakan cross sectional dengan tekhnik pengambilan sample total sampling. Populasi sample penelitian ini adalah wanita yang sudah menikah pada bulan Desember 2020- Januari 2021 yaitu sebanyak 55 responden. Analisa menggunakan analisis univariat dan bivariat . ji chi squar. Penelitian diperoleh bahwa dari 55 responden yang melakukan perilaku pernikahan dini adalah 29 . ,7%) orang dan yang tidak melakukan perilaku pernikahan dini adalah 26 orang . ,3%). Hasil uji chi square 3 variabel mempuyai hubungan yang bermakna yaitu promosi kesehatan . value = 0,. OR = 10,4 sedangkan media massa . value = 0,. OR = 6,5 dan motivasi diri . value = 0,. OR = 0,09. Dapat ditarik simpulan bahwa terdapat hubungan antara promosi kesehatan, media massa dan motivasi diri terhadap perilaku pernikahan dini. Kata Kunci: Promosi Kesehatan. Motivasi Diri. Pernikahan Dini This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Pernikahan adalah hal yang dinantikan dalam kehidupan manusia karena melalui sebuah pernikahan dapat terbentuk sebuah keluarga yang akan melanjutkan garis keturunannya. Diperlukan persiapan matang dalam memasuki jenjang pernikahan, tidak hanya persiapan materi dan fisik namun juga persiapan mental (Desiyanti, 2. Pernikahan dini mengacu kepada sebuah pernikahan yang berada di bawah batas umur dewasa atau pernikahan yang melibatkan satu atau dua pihak yang masih anak-anak. Secara umum, sebuah pernikahan dikategorikan sebagai pernikahan dini . arly marriag. atau juga disebut sebagai pernikahan anak-anak . apabila ada salah satu pihak yang masih berumur di bawah 18 tahun (BKKBN, 2. Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan KejadianA. Kasus pernikahan usia dini banyak terjadi di berbagai penjuru dunia dengan berbagai latar belakang dan telah menjadi perhatian komunitas internasional mengingat risiko yang timbul akibat dari pernikahan dini, diantaranya yaitu hubungan seksual pada usia dini, kehamilan pada usia muda dan infeksi penyakit menular seksual. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu risiko komplikasi yang terjadi di saat kehamilan dan saat persalinan pada usia muda sehingga dapat meningkatkan angka kematian ibu dan bayi (Eddy & Shintia, 2. Negara-negara di dunia, termasuk Indonesia telah berkomitmen untuk ikut menghapus praktik pernikahan dini pada tahun 2030. Komitmen itu telah digariskan dalam konsep Sustainable Development Goals (SDG. , yang merupakan kelanjutan dari (Milenium Development Goal. (MDG. Goal atau tujuan kelima poin ketiga SDGs tersurat komitmen untuk menghapus segala bentuk praktik berbahaya terhadap anak seperti kawin paksa dan pernikahan dini (Puslitbang Depkes RI, 2. Prevalensi pernikahan dini cenderung bervariasi di setiap negara. International Center for Research on Women (ICRW) menyebutkan 51 juta anakperempuan telah menikah pada usia 15-19 tahun (ICRW, 2. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memprediksikan lebih dari 140 juta anak perempuan akan menikah dalam satu dekade menjelang tahun 2021. Hal Ini setara dengan 14 juta pengantin anak setiap tahun atau hampir 39. 000 perempuan menikah setiap hari. Suatu studi yang dilakukan oleh The Council on Foreign Relations (CFR), fenomena pernikahan dini banyak ditemukan di berbagai belahan dunia seperti di Asia Selatan . ,8%). Sub Sahara Afrika . ,3%). Amerika Latin . %). Asia Timur dan Pasifik . ,6%) dan Timur Tengah dan Afrika Utara. Fenomena menikah dini pada umumnya banyak terjadi di negara-negara berkembang, sedangkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Inggris. Kanada dan Austria, hanya sedikit kasus yang ditemukan (Rachel V, 2. Berdasarkan data United Nations Development Economic and Social Affairs (UNDESA 2. Indonesia termasuk negara dengan persentase pernikahan usia muda tinggi di dunia yaitu di ranking 37. Posisi ini merupakan yang tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja (BKKBN, 2. Pada kenyataannya menurut data Riskesdas . , perempuan muda di Indonesia dengan interval usia 10-14 tahun yang telah menikah terdapat sebanyak 0. 2 persen atau lebih dari 22. 000 wanita muda berusia 10-14 tahun di Indonesia sudah menikah sebelum usia 15 tahun. Pada interval usia yang lebih tinggi, perempuan muda berusia 15-19 yang telah menikah memiliki angka 11,7% jauh lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki muda berusia 15-19 tahun sejumlah 1,6 %. Sementara untuk interval usia diantara kelompok umur perempuan 20-24 tahun ditemukan bahwa lebih dari 56,2% sudah menikah (Depkes RI, 2. Provinsi dengan persentase perkawinan dini (<15 t. tertinggi adalah Kalimantan Selatan . %). Jawa Barat . ,5%), serta Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah masing-masing 7 % dan Banten 6,5%. Sementara Provinsi dengan persentase perkawinan dini untuk interval 1519 tahun tertinggi adalah Provinsi Kalimantan Tengah . ,1%). Jawa Barat . ,2 %), serta Kalimantan Selatan . ,4%). Bangka Belitung . ,9%) dan Sulawesi Tengah . ,3%) (Depkes RI, 2. Promosi kesehatan adalah proses pemberdayaan masyarakat agar dapat memelihara dan meningkatkan kesehatannya dan tidak hanya terbatas pada kegiatan pemberian informasi tetapi juga menyangkut penggalangan berbagai dukungan dimasyarakat. Promosi kesehatan diperlukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, disamping pengetahuan, sikap dan perbuatan (Maulana, 2. Berdasarkan penelitian Nurjanah, et al . menyimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan tentang perilaku pernikahan dini, dengan hasil uji independent sampel uji t mengahsilkan . value = 0,000 < 0,. Menurut Dalyono . Media massa merupakan suatu sumber informasi dalam kehidupan modern. Media massa biasa dianggap sebagai sumber berita dan hiburan. Istilah media massa biasanya merujuk pada penyebaran informasi melalui buku, radio, televisi, film. Journal for Quality in Women's Health Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan KejadianA. CD. DVD, dan sebagainya. Media massa merupakan salah satu sarana untuk pengembangan kebudayaan, bukan hanya budaya dalam pengertian seni dan simbol tetapi juga dalam pengertian pengembangan tata cara, mode, gaya hidup dan norma-norma. Menurut Dalyono . juga menyatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini adalah karena hamil di luar nikah dan hal ini berkaitan dengan perilaku seks Berdasarkan penelitian yang di lakukan oleh Darmasih . menyatakan ada hubungan yang signifikan antara sumber informasi/media massa terhadap perilaku seks pra Berdasarkan hasil . value= 0,000 < 0,. dengan nilai koefisien . dapat dinyatakan bahwa semakin sedikit sumber informasi yang diperoleh remaja tentang seks pranikah, maka perilaku seks pranikah remaja semakin baik dan sebaliknya. Setiap ada peningkatan sumber informasi sebesar . maka terjadi kenaikan perilaku seks pranikah sebesar . dan sebaliknya. Faktor lain yang menyebabkan terjadinya perilaku pernikahan dini adalah motivasi diri. Motivasi merupakan suatu dorongan dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan terhadap setiap perilaku yang akan dilakukannya. Motivasi dibagi menjadi dua jenis yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik berasal dari dalam diri manusia, biasanya timbul dari perilaku yang dapat memenuhi kebutuhan sehingga manusia menjadi puas. Motivasi ektrinsik berasal dari luar yang merupakan pengaruh dari orang lain atau lingkungan. Menurut Hotnanatalia . bahwa salah satu faktor penyebab terjadinya perilaku pernikahan dini adalah karena adanya kemauan sendiri dari pasangan. Menurut laporan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojong Gede dari Januari sampai dengan Desember tahun 2020 tercatat 1300 pasangan yang menikah, di Desa Waringin Jaya dari Januari sampai dengan Desember 2020 tercatat sebanyak 215 pasangan yang Sebanyak 35 pasangan . ,2%) diantaranya adalah pasangan yang menikah di usia dini (KUA Bojong Gede, 2. Di Desa Waringin Jaya pernikahan usia muda masih tinggi. Menurut Kepala Desa Waringin Jaya rata-rata pertahun lebih dari 35 pasang yang menikah pada usia muda. Pada tahun 2019 terdapat 34 pasang yang menikah muda. Menurut Penghulu Desa masih banyak pernikahan yang dilakukan oleh pasangan dibawah umur dengan menuakan usia mereka dan setiap bulannya pengulu desa mengatakan menikahkan 3 sampai 4 orang pasangan usia dini. Pengetahuan masyarakat yang kurang tentang kesehatan reproduksi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya pernikahan dini di Kecamatan Bojong Gede khusus nya di Desa Waringin Jaya, kurang pengetahuannya masyarakat disebabkan karena promosi kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dianggap masih kurang. Pada studi pendahuluan yang dilakukan di Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor, peneliti telah melakukan wawancara terhadap 10 responden dengan 6 . %) diantaranya ingin menikah muda karena kemauan sendiri dan 4 . %) lainnya tidak ingin menikah muda. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuHubungan Promosi Kesehatan. Media Massa dan Motivasi Diri Terhadap Perilaku Pernikahan Dini di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor Tahun 2021Ay METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian deskriptif analitik menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 55 orang dengan pengambilan sampel secara total sampling. Penelitian ini dilakukan di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor. Waktu penelitian dilakukan dari bulan JanuariFebruari 2021. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Promosi Kesehatan. Media Massa dan Motivasi Diri dan Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah perilaku pernikahan dini. Instrumen dalam penelitian ini adalah alat-alat yang digunakan untuk Journal for Quality in Women's Health Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan KejadianA. mengumpulkan data. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistic Chi-Square HASIL PENELITIAN Tabel 1. Distribusi Frekuensi Perilaku Pernikahan Dini di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Perilaku pernikahan Dini Jumlah Melakukan Pernikahan Dini Tidak melakukan Pernikahan Dini Total Berdasarkan tabel 4. 1 diatas menunjukan dari 29 orang yang menjadi responden . ,7%) mempunyai perilaku melakukan pernikahan dini. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Promosi Kesehatan di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Promosi Kesehatan Jumlah Promosi baik Promosi kurang baik Total Berdasarkan tabel 4. 2 responden yang memperoleh promosi kesehatan baik ada 30 orang . ,5%) Tabel. Distribusi Frekuensi Paparan Media Massa di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Paparan Media Massa Jumlah Terpapar Tidak terpapar Total Berdasarkan tabel 4. 3 diatas jumlah responden yang terpapar media massa ada sebanyak 35 orang . ,6%). Tabel. Distribusi Frekuensi Motivasi Diri di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Motivasi Diri Jumlah Motivasi diri rendah Motivasi diri tinggi Total Berdasarkan tabel 4. 4 diatas jumlah responden yang memiliki motivasi diri tinggi untuk melakukan pernikahan dini ada sebanyak 30 orang . ,4%) Tabel 5. Hubungan Promosi Kesehatan dengan Perilaku Pernikahan Dini di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Promosi Perilaku pernikahan dini Total Melakukan Tidak melakukan Kurang 30 100 0,00 10,405 Baik Total Hasil analisis bivariat pada tabel 4. 5 diatas menunjukan bahwa dari 55 responden yang mendapat promosi kesehatan kurang sebanyak 23 . 7 %) yang melakukan pernikahan dini, sedangkan dari 25 responden yang mendapat promosi kesehatan baik sebanyak 19 orang yang Journal for Quality in Women's Health Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan KejadianA. tidak melakukan pernikahan dini. Dari uji chi square didapatkan A value = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa A< . , sehingga dapat disimpulkan ada hubungan promosi dengan perilaku pernikahan dini di desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021. Di peroleh nilai OR 10, 4 artinya responden dengan promosi kesehatan yang kurang ber resiko 10 kali untuk melakukan pernikahan dini. Tabel 6. Hubungan Media Massa dengan Perilaku Pernikahan Dini di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Media Massa Perilaku pernikahan dini Total Melakukan Tdk melakukan Terpapar 35 100 0,02 6,545 Tidak Terpapar Total Hasil analisis bivariat pada tabel 4. 6 diatas menunjukan bahwa dari 35 responden yang terpapar media massa sebanyak 24 . ,6%) yang melakukan pernikahan dini dan dari 20 responden yang tidak terpapar media massa sebanyak 15 . ,0 %) tidak melakukan pernikahan Dari uji chi square didapatkan A value= 0,002. Hal ini menunjukkan bahwa A< . , sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara media massa dengan pernikahan dini di desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021. Diperoleh nilai OR 6,5 artinya wanita yang tidak terpapar media massa berrisiko 6 kali untuk tidak melakukan pernikahan dini. Tabel 7. Hubungan motivasi diri dengan Perilaku Pernikahan Dini di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Motivasi Diri Perilaku pernikahan dini Total P-value OR Melakukan Tidak melakukan Tinggi 25 100 0,00 0,096 Rendah Total Hasil analisis bivariat pada tabel 4. 7 menunjukan bahwa dari 25 responden dengan motivasi diri tinggi sebanyak 23 orang . ,7%) yang melakukan pernikahan dini, dan dari 30 responden dengan motivasi rendah sebanyak 19 orang . ,1%) yang tidak melakukan pernikahan dini. Dari hasil uji chi square didapatkan A value = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa A < . , sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara motivasi diri dengan perilaku pernikahan dini di desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021. Didapatkan hasil OR 0,096 artinya wanita yang mempunyai motivasi tinggi tidak ber resiko untuk melakukan pernikahan dini PEMBAHASAN Gambaran Perilaku Pernikahan Dini di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Berdasarkan hasil penelitian frekuensi perilaku pernikahan dini di desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021, mayoritas responden melakukan pernikahan dini sebanyak 29 responden . ,7 %) artinya bahwa masih banyak yang melakukan pernikahan dini di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021. Journal for Quality in Women's Health Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan KejadianA. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hairi . , bahwa di desa Bajur Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan masih banyak yang melakukan pernikahan dini dengan presentase sebesar 72,8 %. Gambaran Promosi Kesehatan di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Berdasarkan hasil penelitian frekuensi promosi kesehatan terhadap perilaku pernikahan dini di desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021, mayoritas responden mendapatkan promosi kesehatan yang kurang yaitu sebanyak 30 responden . ,5%) artinya promosi kesehatan di Desa Waringin Jaya harus lebih ditingkatkan lagi. Promosi Kesehatan yang disusun untuk membawa perubahan atau perbaikan didalam masyarakat ataupun dalam organisasi dan lingkungan. Atau dengan kata lain tidak hanya peningkatan perilaku, sikap, dan pengetahuan mengenai kesehatan saja, tetapi meningkatkan dan memperbaiki lingkungan baik lingkungan fisik ataupun nonfisknya dengan tujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Penelitian ini sejalan dengan teori yang di kemukakan oleh Lawrence dalam Notoatmodjo . yaitu promosi kesehatan yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan, kepatuhan dan kesadaran masyarakat untuk kesehatan dirinya sendiri. Sehingga hasil akhir nya diharapkan masyarakat memiliki kesehatan reproduksi yang baik dan bisa menerapkan pengetahuan yang mereka dapatkan dari promosi kesehatan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kartika . , bahwa di desa desa Trunamnggala Kecamatan Cimalaka mayoritas pelaku pernikahan dini adalah mereka yang kurang mendapatkan promosi kesehatan. Dari penelitian ini, peneliti berasumsi bahwa promosi kesehatan yang kurang baik mendukung terjadinya perilaku pernikahan dini. Peneliti berpendapat bahwa promosi kesehatan mempengaruhi pengetahuan tentang pernikahan dini. Jika promosi kesehatanya kurang maka pengetahuan akan dampak pernikahan dini juga kurang yang menyebabkan perilaku pernikahan Promosi kesehatan yang baik akan mengunggah kesadaran, memberikan atau meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan dan peningkatan kesehatan bagi dirinya sendiri, keluarganya maupun masyarakatnya. Disamping itu, dalam konteks promosi kesehatan juga memberikan pengertian tentang tradisi, kepercayaan masyarakat dan sebagainya, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan kesehatan. Sehingga jika peromosi kesehatan baik maka akan kecil kemungkinan masyarakat melakukan pernikahan Gambaran Media Massa di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Berdasarkan distribusi frekuensi media massa pernikahan dini di desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 didapatkan sebanyak 35 responden . ,3%) terpapar media massa desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021, artinya hanya sedikit respoden yang tidak terpapar media massa. Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditunjukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melewati media cetak atau elektronik ataupun online, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mestika, 2. bahwa ada hubungan antara media massa dengan pernikahan usia dini pada remaja putri. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan uji korelasi dapat diketahui bahwa nilai p=0,045 yang berarti lebih kecil dari = 0,05 serta OR sebesar 2,254 yang berarti bahwa remaja putri yang terpapar media massa mempunyai resiko 2,254 kali menikah dini dibanding remaja putri yang tidak terpapar media massa. Dalam penelitian ini, peneliti berasumsi bahwa jika tidak terpapar media Journal for Quality in Women's Health Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan KejadianA. massa maka tidak akan terjadi perilaku pernikahan dini. Gambaran Motivasi Diri di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Berdasarkan distribusi frekuensi motivasi diri di desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Bogor tahun 2021 didapatkan sebanyak 30 . ,5%) responden yang mempunyai motivasi tinggi terhadap pernikahan dini di desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor, artinya hanya sedikit responden yang memiliki motivasi rendah. Motivasi merupakan suatu dorongan dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut melakukan kegiatan- kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan terhadap setiap perilaku yang akan dilakukannya. Motivasi berfungsi sebagai penggerak, artinya menggerakkan tingkah laku seseorang. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewa . dimana responden lebih sedikit yang memiliki motivasi rendah untuk menikah dini yaitu sebanyak . ,4%) dan 106 responden . ,6%) memiliki motivasi tinggi untuk menikah dini, dalam penelitian ini, peneliti beasumsi bahwa motivasi diri yang tinggi mendukung untuk terjadinya perilaku pernikahan dini dan sebaliknya jika motivasi diri nya rendah maka kemungkinan tidak terjadi pernikahan dini lebih besar. Hubungan Promosi Kesehatan dengan Perilaku Pernikahan Dini Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Berdasarkan analisis hubungan promosi kesehatan dengan perlaku pernikahan dini di desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor, di peroleh jumlah responden 25 orang . ,5%) yang mendapatkan promosi kesehatan yang kurang Hasil uji statistik diperoleh p value = 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara promosi kesehatan dengan perilaku pernikahan dini. Promosi kesehatan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pengetahuan masyarakat mengenai perilaku pernikahan dini. Promosi kesehatan adalah upaya yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk memberi pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dengan kesehatan reproduksi termasuk didalamnya pengetahuan tentang pernikahaan dini (Notoatmodjo, 2. Penelitian ini sejalan dengan teori yang di kemukakan oleh Lawrence dalam Notoatmodjo . yaitu promosi kesehatan yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan, kepatuhan dan kesadaran masyarakat untuk kesehatan dirinya sendiri. Sehingga hasil akhir nya diharapkan masyarakat memiliki kesehatan reproduksi yang baik dan bisa menerapkan pengetahuan yang mereka dapatkan dari promosi kesehatan. Penelitan yang dilakukan oleh Fatmawati . di peroleh hasil penelitian P- value 0,001 yang artinya ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pernikahaan dini. Dan penelitian (Rufaida et al. , 2. diperoleh hasil Hasil uji independen sampel uji t menghasilkan nilai p 0,000 (< 0,. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan tentang pernikahan usia muda. Peneliti berpendapat bahwa promosi kesehatan mempengaruhi pengetahuan tentang pernikahan dini. Jika promosi kesehatanya kurang maka pengetahuan akan dampak pernikahan dini juga kurang yang menyebabkan perilaku pernikahan dini. Peneliti berpendapat bahwa promosi kesehatan mempengaruhi pengetahuan tentang pernikahan dini. Jika promosi kesehatanya kurang maka pengetahuan akan dampak pernikahan dini juga kurang yang menyebabkan perilaku pernikahan dini. Promosi kesehatan yang baik akan mengunggah kesadaran, memberikan atau meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan dan peningkatan kesehatan bagi dirinya sendiri, keluarganya maupun masyarakatnya. Journal for Quality in Women's Health Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan KejadianA. Disamping itu, dalam konteks promosi kesehatan juga memberikan pengertian tentang tradisi, kepercayaan masyarakat dan sebagainya, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan Sehingga jika peromosi kesehatan baik maka akan kecil kemungkinan masyarakat melakukan pernikahan dini. Promosi kesehatan yang baik akan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan reproduksi, dengan promosi kesehatan yang baik dapat membuat masyarakat mengetahui bagaimana cara menjaga dan merawat kesehatan reproduksinya serta hal-hal yang dapat membahayakan terhadap kesehaan reproduksinya termasuk salah satunya adalah pernikahan dini. Hubungan Media Massa dengan Perilaku Pernikahan Dini di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Berdasarkan analisis hubungan media massa dengan perlaku pernikahan dini di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 di peroleh jumlah responden 35 orang . ,6%) terpapar oleh media massa. Hasil uji statistik diperoleh p value = 0,002 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara media massa dengan perilaku pernikahan dini. Media massa menurut Cangra . adalah salah satu sumber informasi yang bisa didapatkan oleh masyarakat. Media massa bisa menimbulkan keterpaparan dalam hal yang negatif, seperti keterpaparan pornografi, keterpaparan informasi yang salah yang mengakibatkan perilaku pernikahan dini. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Hotnatalia . salah satu faktor penyebab pernikahan dini adalah media massa. Media massa mempengaruhi perilaku seksual pranikah perilaku seksual ini lah yang mengakibatkan berbagai dampak yang merugikan. Salah satunya adalah hamil diluar nikah dan berujung dengan pernikahan dini. Hal ini sesuai dengan penelitian Sekarini . dengan hasil p value 0,015 yang berarti ada hubungan antara keterpaparan media cetak dan elektronik terhadap perilaku seksual. Penelitian dari (Ayu et al. mendapatkan hasil ada hubungan antara paparan fornografi di media massa dengan perilaku seksual pranikah dengan hasil p value 0,019. Peneliti berpendapat bahwa media massa berpengaruh terhadap perilaku seks pranikah melalui paparan pornografi dan pemberian informasi yang tidak benar. Perilaku seks pranikah bisa menyebabkan hal negatif seperti hamil di luar nikah sehingga bisa mengakibatkan pernikahan di usia dini. Media massa yang dapat mempengaruhi pengetahuan masyarakat tentang inovasi baru. Dalam penyampaian informasi sebagai tugas pokoknya, media massa juga membawa pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang. Adanya informasi baru mengenai suatu hal dapat merubah pengetahuan, sikap dan perilaku. Semakin banyak keterpaparan informasi khsusunya yang berkaitan dengan pornographi dan perilaku seks bebas membuat sebagian masyarakat tersugesti untuk mencoba dan ini menjadi salah satu penyebab besarnya angka kejadian pernikahan dini. Hubungan Motivasi Diri dengan dengan Perilaku Pernikahan Dini di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 Berdasarkan analisis hubungan motivasi diri dengan perlaku pernikahan dini di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor tahun 2021 di peroleh jumlah responden . ,5%) mempunyai motivasi diri yang tinggi. Hasil uji statistik diperoleh p value = 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara motivasi diri dengan perilaku pernikahan dini. Menurut Setyaningrum . motivasi perilaku pernikahan dini adalah dorongan yang timbul dari dalam diri remaja yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal sehingga seseorang memiliki keinginan untuk melakukan pernikahan di usia muda. Penelitian ini sejalan dengan hasil uji statistik penelitian Dewa . menunjukan nilai p value 0,005 yang artinya Journal for Quality in Women's Health Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan KejadianA. p value lebih kecil dari nilai alpha . < ) dengan nilai = 0,05 sehingga Ho ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara motivasi remaja terhadap pernikahan dini di Desa Sukowono Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Menurut peneliti motivasi diri berasal dari keinginan yang kuat dalam diri sendiri sehingga memacu seseorang untuk mewujudkan keinginanyaa. Jika seseorang memiliki keinginan yang kuat, maka seseorang itu akan termotivasi untuk mewujudkannya. Keinginan untuk menjauhkan diri dari dosa serta hidup dengan orang yang dicintai menjadi motivasi diri yang tinggi untuk melakukan pernikahan dini. KESIMPULAN Berdasarkan distribusi frekuensi perilaku pernikahan dini dari responden yang menunjukkan bahwa . ,7%) mempunyai perilaku pernikahan dini. Berdasarkan distribusi frekuensi promosi Kesehatan yang memperoleh promosi Kesehatan baik ada . ,5%) dengan A value = 0,000, dan berdasarkan distribusi frekuensi media massa yang terpapar media massa ada 35 orang . ,6%) dengan A value = 0,002, kemudian berdasarkan distribusi frekuensi motivasi diri sebanyak 30 orang . ,4%) motivasi diri tinggi dengan A value = 0,000. Terdapat hubungan antara promosi Kesehatan, media massa, dan motivasi diri dengan perilaku pernikahan dini. DAFTAR PUSTAKA