CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. com/index. php/caradde Volume 7 | Nomor 3 | April . 5 e-ISSN: 2621-7910 dan p-ISSN: 2621-7961 DOI: https://doi. org/10. 31960/caradde. Membangun Budaya Anti Tawuran di Kalangan Remaja SMP Melalui Sosialisasi Edukatif Azrita Mardhalena1. Anny Riwayati2*. Sugino3. Dwi Nur Handayani4 Kata Kunci: Remaja. SMP. Tawuran. Keywords : Teenagers. Junior High School. Brawl. Corespondensi Author Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Tanjungpura Email : riwayati@fisip. Article History Received: 01-11-2024. Reviewed: 10-01-2025. Accepted: 01-02-2025. Available Online: 20-02-2025. Published: 04-04-2025. Abstrak. Tujuan dari Pengabdian Kepada Mayarakat (PKM) ini adalah memberikan edukasi kepada remaja tingkat SMP untuk tidak melakukan tawuran. Metode yang dilakukan dengan cara ceramah serta memberikan motivasi. Tumbuh kembang anak selalu menjadi perhatian bagi orang tuanya. Ketika memasuki dunia remaja, lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap karakter anak. Salah satunya yaitu di lingkungan sekolah, jadi perlu ada kerjasama antara sekolah dengan orang Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah tumbuhnya sikap percaya diri untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Anak Remaja berani menolak melakukan tawuran alias anti tawuran. Serta sebelum melakukan sesuatu harus bisa mengilmuinya terlebih dahulu untuk menimbang itu baik atau buruk. Terwujudnya institusi pendidikan yakni lingkungan Sekolah Menengah Pertama yang aman dan menyenangkan dalam tempat belajar sebagai proses mencari jati diri bagi anak remaja. Dengan anak remaja yang semangat dalam menuntut ilmu itu potensi kuat negara ini memiliki generasi yang kuat akarnya. Abstract. The purpose of this Community Service Program (PKM) is to educate junior high school students on avoiding involvement in gang fights. The method used includes lectures and motivational sessions. A child's growth and development are always a concern for parents. As they enter adolescence, their environment significantly influences their character. One of the most impactful environments is the school, making collaboration between schools and parents essential. The outcome of this community service activity is the development of self-confidence to engage in beneficial activities while avoiding harm to oneself and others. Adolescents become courageous in rejecting gang fights and adopting an antiviolence mindset. Additionally, they learn to assess actions before taking them by understanding their consequencesAi whether good or bad. This initiative aims to create a safe and enjoyable learning environment in junior high schools, supporting students in their journey of self-discovery. With motivated students who are eager to learn, the nation has the potential to cultivate a strong and deeply rooted future This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. @2025 by Author Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3. April 2025 tawuran sangat merugikan baik dari sisi pelaku maupun korban. Salah satunya akan berakibat kerusakan fisik dan mental yang serius seperti trauma bahkan bisa sampai Tawuran antar sekolah juga bisa berujung panjang menjalar ke konflik antar kelompok masyarakat. Akhir tahun 2022 di Kapuas Hulu. Kalimantan Barat terjadi perkelahian antar Diketahui sebelum remaja tersebut melakukan tawuran, mereka meminum minuman keras. Hal ini terlihat bahwa yang dilakukan mereka agar muncul keberanian dan tidak ada rasa takut dengan cara minum minuman keras terlebih dahulu. Karena efek dari minuman tersebut bisa membuat saraf dan otak tidak bisa berpikir jernih lagi. Dari penangkapan yang dilakukan Satpol PP terdiri dari pelajar SMP sebanyak 12 orang dan SMA ada dua orang. Pemerintah selalu menghimbau kepada orang tua dan masyarakat untuk selalu mengawasi anakanaknya agar tidak melakukan tawuran. Hal yang sudah dilakukan oleh Pemerintah yaitu melakukan penjagaan ketat di ruas-ruas daerah yang berpotensi dijadikan area tawuran oleh pelajar. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tawuran memiliki arti perkelahian massal atau perkelahian yang dilakukan beramai-ramai. Tawuran merupakan sebuah tindakan yang tidak dibenarkan dengan kata lain merupakan perilaku yang menyimpang. Anak-anak remaja yang sering melakukan tawuran karena mereka sering membuat genggeng (Paramaswasti et al. , 2. Bagi mereka, tawuran merupakan suatu yang membanggakan dan tidak merasa melakukan hal yang tidak benar. Tawuran ini sering disebut dengan kenakalan remaja, dalam bahasa latin dinamakan juvenile delinquency. Dimana juvenile memiliki makna anak muda, sedangkan delinquency berasal dari delinquere yang memiliki makna terabaikan. Fenomena di Indonesia, tawuran yang dilakukan oleh anak remaja dari tahun ke tahun selalu terjadi terlihat dari berita yang Ini merupakan kasus yang sangat meresahkan dan merupakan tantangan bagi lembaga sekolah untuk mencegah terjadinya tawuran diantara siswa didiknya. Tawuran permasalahan sosial tetapi juga masuk ke PENDAHULUAN Manusia memiliki beberapa fase dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Fase pertama dimulai dari bayi atau balita di rentang usia 0-5 tahun. Fase berikutnya yaitu di rentang usia 6-10 tahun yang disebut dengan fase anak-anak. Kemudian tumbuh menjadi fase remaja yaitu di rentang usia 1116 tahun. Selanjutnya berada di fase dewasa yaitu usia 17-40 tahun. Fase terakhir dari pertumbuhan dan perkembangan manusia yaitu memasuki masa manula . asa tu. dimulai dari usia 40 sampai ke atas. Fase yang sangat rentan dan mudah emosi yaitu pada saat di fase remaja yaitu pada saat usia 11-16 tahun. Dalam fase ini merupakan siklus dimana karakter manusia sedang dibentuk secara otomatis dari pergaulan dan pengaruh lingkungan yang mengitari sehari-hari dalam kehidupannya baik dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sering pada fase ini disebut sebagai fase pencarian jati diri bagi seorang remaja. Dalam pencarian jati diri pada fase remaja ini merupakan saat dimana remaja ingin mengalami kebebasan dari pengawasan ketat orang tua dan guru. Masa-masa dimana mereka mau memiliki ruang privasi tanpa ikut campur orang tua. Mereka lebih nyaman bergaul dengan teman-temannya yang sefrekuensi sehingga bisa membentuk kelompok-kelompok diantara mereka. Ada hal negatif yang bermunculan pada saat pertumbuhan dan perkembangan fase remaja yaitu perbuatan yang menyimpang dari etika seperti melakukan kejahatan. Wujud dari salah satu kejahatan tersebut adanya tawuran yang dilakukan oleh remaja (Isnawan, 2. Tentu pada fase remaja ini masih belum bisa mengontrol emosi dan amarah, serta masih mudah tersinggung saat kena gesekan sehingga salah satu luapan mereka melalui tawuran. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di sepanjang tahun 2021 ada 188 desa maupun kelurahan di seluruh Indonesia yang menjadi arena perkelahian massal antar pelajar. Hal ini sangat berdampak akan kualitas generasi bangsa Apabila tawuran pelajar terus saja ada membuat mereka menjadi pribadi yang rapuh tanpa bisa berpikir panjang. Efek dari Mardhalena, et al. Membangun Budaya Anti Tawuran. permasalahan moral (Triandiva, 2. Seharusnya seorang terpelajar memiliki sifat dan karakter yang mencerminkan akhlak yang Remaja adalah aset negara yang harus dikawal pertumbuhannya karena merekalah di waktu mendatang sebagai calon pemimpin negara ini. Tanda-tanda remaja dimulai dengan munculnya pubertas yaitu kalau lakilaki dengan terjadinya mimpi basah sedangkan perempuan datangnya menstruasi. Penting Pemerintah memaksimalkan potensi yang positif bagi anak remaja agar tumbuh sebagai generasi yang positif dan tidak ada kenakalan remaja yang terjadi. Kegagalan yang terjadi pada anak remaja dengan tidak bisa mengembangkan identitas diri maka akibatnya mereka akan melakukan hal-hal menyimpang dalam Energi besar yang dimiliki oleh seorang remaja akan habis digunakan untuk melakukan tindakan kriminal dan menutup diri dari masyarakat. Tawuran pelajar sudah menjadi budaya turun menurun sebagai wujud dari solidaritas. Mereka akan melakukan pembalasan apabila individu yang masuk dalam gengnya mengalami cidera atau masalah kecil seperti ledekan. Solidaritas yang dimiliki dalam kelompoknya sebagai wujud dari penerimaan, apabila mereka tidak melakukannya maka terjadi penolakan dalam individu tersebut masuk dalam kelompoknya. Tawuran ini juga dikatagorikan sebagai tindakan kriminal karena mereka merusak fasilitas umum dan memakan korban yang terluka bahkan bisa sampai kematian. Aksi dalam tawuran yang dilakukan, mereka tidak melakukannya dengan tangan kosong melainkan dengan membawa alat-alat tajam seperti pisau, celurit, batu, dll. Berdasarkan data Komisi Nasional Perlindungan anak, korban jiwa akibat tawuran tidak hanya satu atau dua tapi lebih seperti kasus yang pernah terjadi di tahun 2011 ada 339 kasus tawuran mengakibatkan 82 korban jiwa di dalamnya. Semakin melakukan kejahatan seperti tawuran maka mereka semakin keluar dari batas dan nilai moral yang ada di masyarakat (Hidayah. Perbuatan tersebut sangat mengancam masyarakat baik dari segi harta maupun jiwa sehingga masyarakat menjadi resah dan tidak merasa tentram. Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa perubahan-perubahan biologis, kognitif, dan sosio-emosional. Dalam transisi ini banyak remaja yang identitasnya sehingga berakibat mereka melakukan hal-hal yang membuat mereka bangga seperti ikut dalam tawuran. Mencegah dan mengatasi tawuran yang ada di kalangan anak remaja menjadi kewajiban semua lapisan masyarakat baik dari keluarga, sekolah, kalangan akademisi maupun aparat kepolisian untuk ikut andil. Kami sebagai tim akademisi yang memiliki tugas salah satunya yaitu melakukan pengabdian kepada masyarakat akan turut andil dalam melakukan pencegahan tawuran yang terjadi di kalangan remaja. Program yang kami angkat dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu AuSosialisasi Perilaku Anti Tawuran Pada Anak Remaja Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)Ay METODE Metode yang dilakukan dalam PKM ini dengan cara ceramah. Dalam kegiatan PKM kali ini menghadirkan 2 sumber pembicara dari generasi x dan y agar saling melengkapi dan bisa diterima oleh audiens. Langkahlangkah dalam mengatasi permasalahan tentang tawuran remaja sehingga bisa terpecahkan, solusinya yaitu sebagai berikut : Memberikan edukasi kepada anak-anak tentang bahaya tawuran serta hukuman pidana yang akan didapatkannya. Mengajak anak-anak untuk mengenal tentang dirinya karena masa remaja yaitu masa pubertas dimana masa tersebut masih mencari jati dirinya. Memberikan motivasi kepada anak-anak bahwa permasalahan yang terjadi pada diri kita pasti akan ada solusinya. Jauhi hal negatif yang akan merusak masa depan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen FISIP Untan di SMP Negeri 3 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Kalimantan Barat. Sosialisasi berlangsung di AULA SMP dengan peserta kurang lebih Adapun langkah-langkah kegiatan edukasi anti tawuran sebagai berikut: Tahap Persiapan Pada tahap persiapan, tim PKM melakukan survei terlebih dahulu ke pihak Kami meminta izin kepada pihak Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3. April 2025 sekolah untuk melakukan edukasi anti tawuran kepada para siswa-siswi di SMP Negeri 3 Sungai Raya. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan edukasi anti tawuran yang diisi oleh dua pemateri dari dosen FISIP Untan berlangsung di AULA SMP yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah. Acara dikawal oleh pihak sekolah dengan pembawa acara dibawakan oleh guru. Acara sebelum penyampaian materi dibuka dengan sambutan oleh Ketua PKM. Selanjutnya Ketua PKM memperkenalkan anggota seluruh tim PKM. Tahap Evaluasi Evaluasi dibuat oleh tim PKM dengan membuat pelaporan dan dokumentasi. Penyambutan pihak sekolah sangat luar biasa menerima kami untuk melakukan edukasi tentang anti tawuran terhadap anak-anak. Wawancara yang dilakukan kepada guru dan kepala sekolah serta siswa yang ikut dalam acara PKM ini. Secara sederhana tahapan pelaksanaan PKM bisa dilihat pada bagan berikut: mengadakan sosialisasi tentang anti tawuran kepada para siswa. Pihak sekolah menyetujui dan akhirnya kita menentukan tanggal acara dan tempat diselenggarakan sosialisasi. Perlengkapan dalam sosialisasi disediakan oleh pihak sekolah dengan mulai dari proyektor, speaker, dll. Tahap yang kedua yaitu tahap Pelaksanan sosialisasi tentang anti tawuran dipandu oleh guru dari pihak Para guru menggunakan pakaian adat karena acara berlangsung saat bertepatan pada hari jadi Kubu Raya. Pembukaan yang dipandu oleh guru sangat semangat menghidupkan suasanan para siswa. Mereka sangat antusias menyambut sosialisasi ini, salah satunya ada pendampingan dari pihak bapak ibu guru. Sosialisasi dibuka oleh Ketua tim PKM dengan memperkenalkan timnya kepada para Ketua tim memberikan pembuka tentang kenakalan remaja salah satunya yaitu Pemberian gambaran tentang tawuran secara umum membuat para siswa lebih penasaran. Ditambah lagi akan dibawakan oleh 2 pemateri langsung dari para Pemateri akan dibawakan oleh dosen yang senior yaitu penuh kebapakan dan satunya dari dosen generasi milenial. Dari latar belakang yang berbeda akan membuat suasana dan sudut pandang yang semakin Kedua materi yang sudah disebutkan oleh ketua tim PKM semakin menambah antusias para siswa untuk mengikuti sosialisasi tentang tawuran ini. Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan PKM HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh dosen FISIP Untan dilaksanakan di SMP Negeri 3 Sungai Raya dihadiri sekitar 100 peserta. PKM kali ini akan melakukan edukasi kepada remaja tentang bahaya tawuran. Fenomena di Kalimantan Barat masih sering ditemukan banyak yang melakukan tawuran antar Tawuran yang terjadi sangat membuat masyarakat resah tidak merasa Bahkan sering terjadi sarana umum banyak yang rusak. Tujuan kita melakukan PKM tentang sosialisasi Austop tawuranAy, salah satunya adalah membantu Pemerintah agar bisa menciptakan keamanan dan tentram di tengah-tengah masyarakat. Pemateri pertama dibawakan oleh dosen yang usianya cukup kebapakan bahkan bagi murid SMP bisa memanggil sebagai Sang Bapak memberikan materi dengan membawa peserta untuk berfikir sebagai anak memiliki sosok orang tua. Sebelum memberikan gambaran tentang dampak negatif dengan melakukan tawuran, para peserta untuk mengingat pada ayah ibunya di rumah. Bagaimana mereka menyayangi mereka bahkan sampai mereka menyekolahkan anaknya dibangku SMP ini. Auorang tua kalian adalah orang yang hebatAy itulah pernyataan pemateri pertama. Peserta terbawa suasana sampai menganggukkan kepala dengan mengingat para orang tuanya. Tahapan pelaksanaan dalam PKM ini dilakukan melalui 3 tahap. Tahap pertama melakukan persiapan dengan melakukan koordinasi kepada pihak sekolahan akan Mardhalena, et al. Membangun Budaya Anti Tawuran. Tawuran ini sangat merugikan bagi kita Terutama kalau kita mengalami cidera yang permanen. Seperti kaki kita terluka saat tawuran dan mengalami cidera sampai tidak bisa berjalan dengan normal. Bayangkan saja saat kalian akan melakukan pernikahan, saat kita melamar pekerjaan. Sang Bapak mempraktekkan jalan dengan kaki yang sudah tidak normal lagi. Sang anak sontak tertawa dan menganggukkan kepala. Itu masih masih cidera di bagian tubuh yang kelihatan, mental juga akan merasakan sepanjang hidup kalian. Saat tawuran akan meninggalkan bekas rasa bersalah dan Perbedaan antara tawuran dan berkelahi yaitu beda tipis. Kalau tawuran dilakukan secara berkelompok dan membawa benda tajam, kalau berkelahi bisa langsung spontan Sama-sama keduanya memiliki dampak yang bisa merugikan diri kita sendiri. Anak-anak diajak berpikir tentang cita-cita mereka di masa mendatang. Apakah cita-cita itu akan dikubur dengan melakukan aksi Secara disebabkan oleh 2 pendorong yang mamacunya yaitu dari internal dan eksternal. Apapun seseorang yang memiliki prinsip jangan mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang negatif seperti yang akan merusak cita-cita Anak-anak juga diberikan edukasi bahwa tawuran akan mendapatkan hukuman dari yang berwajib alias bisa dipidanakan sesuai hukum yang sudah dibuat oleh Pemerintah. Selain itu kalian juga akan meninggalkan jejak di kepolisian dan akan terlihat saat membuat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisia. Saat ada sesi tanya jawab, pemateri memberikan hadiah sebagai apresiasi kepada peserta karena atas keberanian mereka menjawab dan berani tampil. Pidato yang sangat bergelora dari Presiden pertama kita yaitu Soekarno. AuBeri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan duniaAy. Anakanak harus bersyukur dan memahami akan perjuangan pahlawan yang sudah berusaha memerdekan negara ini, jangan kalian hancurkan dengan melakukan hal yang merusak seperti tawuran. Pemateri kedua mengajak anak-anak untuk mengenal diri kita sendiri dan tahu akan kemampuan yang kita Asah skill tersebut, karena skiil akan menjadi professional karena seringnya dilakukan minimal sampai 10. 000 jam. Jangan mudah menyerah dalam menghadapi masalah yang terjadi pada diri kita. Sesi materi ditutup dengan pembacan puisi AuakuAy karya Chairil Anwar. Gambar 2. Penyampaian Materi oleh Pemateri Pertama Setelah disambung oleh pemateri kedua dalam memberikan edukasi tentang tawuran. Pemateri kedua dibawakan oleh dosen yang dari generasi milenial jadi melengkapi dari pemateri pertama. Pemaparan disampaikan dengan menampilkan slide power point. dalam slide ada gambar ilustrasi tentang Anak-anak diajak untuk berpikir apa yang saudara lihat tentang gambaran orang Ada yang mengatakan membawa benda-benda berkelompok, merusak barang-barang yang ada di sekitar tawuran, ada resiko tinggi mengalami cidera. Satu per satu anak sudah bisa menyebutkan tentang apa itu AutawuranAy. Setelah itu pemateri memberikan pertanyaan. Auapa kalian pernah berkelahi antar teman?Ay. Dengan kompak para anak remaja yang lakilaki berkata AupernahAy. Memang benar tawuran sering dilakukan oleh remaja laki- Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3. April 2025 Berdasarkan Filsafat Ilmu Bimbingan Konseling bahwa dalam menangani tawuran pelajar perlu pembinaan melalui Bimbingan Konseling (Handayani et al. , 2. Sekolahan biasanya ada yang menjadi Guru BK, sehingga Guru BK bisa memberikan alternatif dalam menangani tawuran pelajar. Berdasarkan guru-guru yang menemani acara PKM bahwa kalau di Sekolah seringnya Guru BK sangat ditakuti oleh para siswa. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di SMP Negeri 3 Sungai Raya dan diikuti oleh sekitar 100 Penyambutan yang diberikan oleh sekolah sangat luar biasa, dewan guru sangat senang dengan adanya sosialisasi yang diadakan oleh Dosen Perguruan Tinggi. Gambar 3. Penyampaian Materi oleh Pemateri Kedua Acara sosialisasi ditutup oleh Ketua Tim PKM. Kemudian disambung dengan acara sesi foto bersama baik dengan para siswa dan guru serta Kepala Sekolah. Acara berlangsung sangat meriah dengan sambutan para guru dan para siswa. Pihak SMP juga sangat senang karena ada edukasi dari pihak Perguruan Tinggi untuk melakukan sosialisasi tentang AuStop TawuranAy. Maraknya media dan pergaulan di kalangan remaja, rentan sekali adanya tawuran. Tahapan yang terakhir yaitu evaluasi. Kami sebagai tim PKM melakukan evaluasi terhadap sosialisasi yang diadakan di SMP 3 Negeri Sungai Raya. Sambutan setelah sosialisasi hadir kepala sekolah yang barusan mengikuti acara di Kabupaten. Antusias semangat dari Ibu Kepala Sekolah dan guruguru yang mendampingi kita membuat sosialisasi ini menjadi mantap dilakukan. Mereka juga mengatakan senang sekali adanya sosialisasi dari tim Perguruan Tinggi. Anak-anak yang mengikuti sosialisasi juga semangat dengan serentak untuk mengatakan Austop tawuranAy. Apapun permasalahan kalian, kalian tidak sendiri karena di sekolah guru-guru mendengarkan kalian. Gambar 4. Foto bersama Kepala Sekolah dan Guru Dalam acara edukasi tentang anti tawuran remaja. Pihak PKM menampilkan 2 pemateri dari dosen. Dimana kedua pemateri ini memiliki gaya yang berbeda. Pemateri pertama diisi oleh sosok Bapak yang usianya diperkirakan seusia dengan ayah para siswa bahkan bisa jadi seperti kakeknya sendiri. Materi yang dibawakan sangat mengena di hati para siswa karena sosok kebapakannya. Sang Bapak mengajak para siswa untuk mengingat sosok ayah ibunya di rumah yang sudah berhasil membawa anak-anak untuk bisa duduk di bangku sekolah. Kemudian orang tua di sekolah yaitu para bapak ibu guru yang hebat, mengajari kita dengan sabar untuk mentransfer ilmu. Edukasi secara preventif sudah dilakukan oleh sekolah dalam mengimbau siswanya tidak terlibat tawuran. Pembahasan Ideologi Bangsa Indonesia adalah Pancasila. Apabila para remaja masih melakukan tawuran itu menunjukkan bahwa generasi bangsa masih jauh dari profil Pendekatan yang dilakukan oleh sekolah dalam menangani tawuran pelajar dengan memberlakukan tata tertib sekolah. Mardhalena, et al. Membangun Budaya Anti Tawuran. Seperti adanya himbauan dari pihak sekolah bahwa siswa diminta untuk langsung pulang ke rumah setelah pembelajaran sudah selesai (Delvira et al. , 2. Selanjutnya disambung oleh pemateri Usia dari pemateri kedua termasuk kategori generasi milenial. Skema materi yang disampaikan memiliki keunikan yang berbeda Dalam menyampaikan materi lebih menggebu-gebu semangatnya karena merasa masih jiwa Sehingga para siswa jadi bisa belajar dari pertama dan kedua. Pemateri kedua menampilkan materi dalam bentuk power Materi yang tampil lebih banyak gambarnya dengan tujuan agar para siswa melihat gambar secara langsung dan mengatuhi gambaran tentang tawuran, apakah banyak sisi negatif dan positifnya?. Para siswa sangat berantusias, dilihat dari mereka selalu ada yang berani mengangkat tangan untuk ijin menjawab dari pertanyaan yang diberikan oleh pemateri. Sosok remaja adalah sangat berani dan tidak ada rasa takut terbukti banyak yang melakukan tawuran. Usia remaja merupakan usia peralihan dari kanak-kanak menuju Saat para siswa ditanya apakah sudah pernah melakukan tawuran? Mereka serentak menjawab tidak pernah. Kemudian ada pertanyaan apakah sudah pernah berkelahi? Serentak menjawab sudah pernah. Menurut mereka yang mendorong mereka melakukan perkelahian yaitu dari segi komunikasi antar Selain itu, ada debat sedikit sehingga saling tidak terima. Penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh Triandiva . bahwa tawuran pelajar ada dua faktor pemicunya yaitu dari internal dan eksternal. Dari sisi internal penyebabnya karena krisis identitas dan emosi yang tidak Sedangkan dari sisi eksternal penyebabnya yaitu kurangnya bimbingan dan kasih sayang dari keluarganya, pengaruh bergaul dengan teman. Setiap individu memliki karakter yang dimiliki oleh dirinya tetapi dengan kita hdup dengan sosial maka peran ketertiban sosial ini berlaku (Haryono et al. , 2. Siapa yang melanggar pasti akan kena hukuman terutama mendapatkan sanksi Penelitian yang dilakukan oleh Shetgiri et al. ada alasan kenapa anak-anak di rentang usia 13 sampai 17 tahun bisa terlibat dalam perkelahian yaitu pertama untuk melakukan bela diri. Kedua untuk menjaga harga diri agar masih terjaga kehormatan dirinya dan yang ketiga yaitu karena marah. Dalam penelitian tersebut diberikan saran bahwa pencegahan tawuran bisa dengan strategi sebagai berikut. Pertama ada program manajemen emosi dan penyelesaian konflik. Kedua ada hubungan yang terbangun antara remaja dengan orang dewasa yang peduli. Ketiga ada dokter yang memberikan konsekuensi perkelahian. Berikut tabel dari suasana di objek PKM berdasarkan yang diamati : Hal Keluhan Guru Sebelum PKM Banyak anakanak jahil sehingga Sesudah PKM Anak-anak apa dampak Fungsi Guru Anak-anak Anak-anak mulai tertarik Guru BK mendekat ke Guru karena sudah tahu tentang Guru BK Makna Masih belum Mulai membedakan antara Keduanya Sumber : Diolah oleh penulis PKM yang dilakukan oleh FISIP Untan dengan memberikaan edukasi tentang bahayanya tawuran dan dampak yang akan terjadi di masa depan. Pemberian edukasi ini penting sebagai pencegahan daripada saat sudah terjadi tawuran. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sanson . bahwa Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3. April 2025 sebuah peringatan dalam perbuatan negatif bisa membuat tertekan orang tersebut. Pemateri pertama menyampaikan bahwa salah satu dampak tawuran bisa terkena cidera di anggota badan secara permanen sehingga saat di masa yang akan datang menjadi menyesal karena anggota tubuhnya sudah tidak sempurna lagi. Pemateri kedua menambahkan bahwa tawuran pelajar akan meninggalkan rekam jejak di kepolisian yang tercatat di SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisisa. Dimana SKCK ini akan digunakan saat mau melamar pekerjaan. Dalam hukum, remaja yang melakukan tawuran masih kategori usia anak sehingga masih mendapatkan hukuman sesuai dengan sistem peradilan anak (Kusuma, 2. Skema edukasi yang diberikan oleh tim PKM tentang stop tawuran di kalangan remaja bisa dilihat sebagai berikut: bahwa Guru BK itu seseorang yang sangat menakutkan dan bisa menjadi musuh bukan menjadi teman. Dianggap Guru BK hanya kesalahan yang dilakukan oleh remaja Peristiwa yang manusia alami bisa dikelompokkan menjadi dua jenis (Wilopo, 2. , seperti di bawah ini: Peristiwa yang bisa kita kendalikan, biasanya berasal dari diri kita Peristiwa yang tidak bisa kendalikan, datangnya berasal dari luar diri kita sehingga kita tidak akan tahu ada terpaan apa saja dari luar. Manusia pada fase remaja memiliki perhatian khusus yang harus diberikan oleh orang tua. Perhatian yang dilakukan oleh orang tua sangat beragam bentuknya. Tantangan yang banyak dimiliki oleh orang tua zaman sekarang karena adanya kekhawatiran orang tua dalam soal perekonomian membuat tekanan dalam diri orang tua tersebut. Perlakuan yang menyimpang yang dimiliki oleh seorang remaja seperti tawuran bisa dicegah dengan perlakuan yang hangat dari orang tua. Ada kedekatan dan ketegasan tetapi tidak boleh mengekang perilaku alami remaja (Firdaus. Manusia memiliki kelebihan yaitu memiliki akal, manusia bisa berpikir salah satunya untuk mengembangkan keilmuan sehingga bisa menilai mana yang baik dan buruk akan perbuatannya (Aulia et al. , 2. Anak-anak diajak berfikir tentang peristiwa yang sudah kita alami. Mereka harus mempunyai semangat agar tidak menjadi pribadi yang terpuruk. Saat pemateri menyiapkan hadiah untuk dua orang yang berani tampil di depan dan berpendapat tentang gambar seorang tokoh yang ditampilkan di depan. Anak-anak berlomba untuk mengangkat tangannya, sangat luar biasa keberanian mereka. Seperti inilah anak muda harus bisa berlomba-lomba dalam Anak remaja pada dasarnya bisa (Aqshalnawitri et al. , 2. Ada 6 artikel penelitian yang sudah diulas oleh Aazami et . bahwa keluarga memiliki peran penting dalam perkembangan remaja. Jadi perlu kerjasama di masyarakat, sekolahan. Gambar 5. Skema edukasi tentang Austop tawuranAy Para siswa sangat berantusias dalam mengikuti edukasi tentang Austop tawuranAy. Saat ditanya tentang cita-cita mereka, serentak menyebutkan tentang apa yang dicita-citakannya. Pemateri memberikan motivasi kepada anak-anak untuk melakukan hal-hal baik, dapatkan keahlian yang baik serta tinggalkan jejak yang baik saat muda Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nurhaeni et al. bahwa ada keterkaitannya antara remaja yang terlibat tawuran dengan pola asuh orang tua. Pencegahan dari tawuran tersebut bisa dicegah dengan adanya dukungan positif dari orang tua juga ada peran dari Guru BK (Bimbingan dan Konsellin. di sekolah. Masa sekarang banyak yang menyalah artikan tentang Guru BK. Remaja selalu menganggap Mardhalena, et al. Membangun Budaya Anti Tawuran. keluarga agar remaja bisa dihargai. Selain itu, anak remaja juga harus bisa mengendalikan diri sendiri dan menjaganya agar tidak terjerumus dalam keburukan. Setiap manusia harus memiliki karakter yang prioritas. Dimana karakter baik akan dibawa selamanya dimanapun berada, sedangkan karakter buruk akan menyesatkan dia dalam melangkah. Pemerintah selalu mengupayakan adanya pendidikan karakter yang diterapkan di masing-masing jenjang sekolahan berdasarkan Pancasila (Sujarwo et , 2. Aplikasi dari pendidikan karakter yaitu munculnya budi pekerti. Manusia memiliki kelebihan dari makhluk hidup lainnya yaitu manusia memiliki akal untuk bisa berpikir. Adanya sifat baik dan buruk sudah masuk di dalam akal untuk bisa dipertimbangkan (Nubatonis et al. , 2. Teknologi yang berkembang sekarang membuat media sosial tidak bisa terlepas dari kehidupan setiap individu. Waktu yang digunakan selama 24 jam per hari bisa habis untuk scroll media sosial daripada berinteraksi dengan orang yang berada di sekelilingnya. Perkembangan teknologi juga membuat hukum menjadi dinamis untuk mengatur hukuman kejahatan yang ada di media sosial baik dari penggunanya maupun konten yang ada di media sosial (Safitri et al. , 2. Anakanak remaja yang masih mencari jati dirinya tanpa pengawalan dari Pemerintah dan lingkungan sekitarnya akan rawan ke arah yang sesat. Konten-konten yang ada di media sosial harus yang mendidik. Karena tontonan yang salah akan membuat remaja tidak terkontrol emosinya. Dimana usia remaja harus banyak tenaga yang dikeluarkan dan disalurkan di tempat yang benar, bukan malah untuk aksi tawuran. Remaja berpikir tawuran itu tidak hal yang buruk, mereka malah merasa gagah dan berani. Tawuran pelajar merupakan kebiasaan yang terjadi antar sekolah karena ada dendam atau konflik diantara siswa dari sekolah Kemudian konflik tersebut turun temurun ke penerus antar kelompok siswa. Sehingga persoalan tersebut menjadi rantai yang tidak terputus. Sejarah yang ditularkan menjadi motivasi dalam terjadinya tawuran (Malihah et al. , 2. Sekolah harus menjadi tempat yang paling nyaman dan aman untuk menampung kegelisahan yang ada pada diri remaja setelah dari orang tua. Pendidikan yang diberikan oleh sekolah tidak hanya sebatas materi tantang keilmuan tetapi harus ada pendidikan untuk perbaikan akhlak seorang remaja. PKM ini memberikan gambaran di lapangan yang terjadi banyak anak yang tidak konsultasi dengan guru BK karena masih ada rasa takut. Pertemanan yang diciptakan harus lebih mengarah ke sikap yang positif agar tidak rugi secara jangka panjang. Remaja merupakan generasi penerus bangsa ke depannya yang akan memimpin. Edukasi yang diberikan oleh Dosen Perguruan Tinggi Universitas Tanjungpura ikut andil dalam mewujudkan bangsa ini memiliki remaja yang berakhlak baik. Tunjukkan kepada dunia bahwa remaja yang di negara ini bukan remaja yang lemah tetapi kuat tidak mudah ikut-ikutan dengan melakukan kenakan remaja yang tidak wajar. Edukasi kali ini mengajak remaja untuk bisa membuat kebiasan menjadi kekuatan. Jadi lakukanlah kebiasaan yang baik seperti membaca buku, ikut ekstra yang ada di sekolah sesuai dengan minat yang dimiliki. Penutupan materi terakhir ditutup dengan pembacaan puisi karya Chairil Anwar yang berjudul AuAKUAy. Dimana Chairil Anwar ini sastrawan di tahun 1945, tahun disaat kemerdekaan Bangsa ini diperoleh. Puisi ini berisikan tentang semangat seorang pemuda, jadi diharapkan remaja bangsa ini juga harus tetap semangat jangan mudah Edukasi tentang Austop tawuranAy menekankan bahwa tawuran dikatakan sebagai bentuk kenakalan remaja yang sudah tidak wajar. Tawuran sudah masuk ke ranah kekerasan dan kejahatan sehingga akan diproses ke dalam hukum pidana. Jadi mari kita jauhi dan jangan sampai terlibat dalam aksi tawuran, kalau kalian ada masalah silahkan sharingkan kepada guru atau orang SIMPULAN DAN SARAN Pengabdian Kepada Masayarakat (PKM) yang sudah dilaksanakan di SMP Negeri 3 Sungai Raya disambut baik oleh pihak sekolahan. Remaja adalah fase menuju dewasa dari kanak-kanak, maka diperlukan pendampingan agar mereka bisa terarah ke hal-hal yang baik. Peran guru BK perlu ditekankan kepada siswa, apabila ada problematika yang dialami bisa lebih terbuka kepada guru BK. Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3. April 2025 tua kalian, jangan menyimpan sendiri atau memutuskan hal yang salah. Masa remaja adalah masa yang sangat mengesankan dan akan selalu diingat di masa mendatang. Dalam melakukan pencegahan adanya tawuran, perlu adanya edukasi terhadap anakanak. Terutama bagi anak remaja bagaimana mereka mencari jati dirinya. Kami dari pihak PKM memberikan saran bahwa perlu ada pengawalan baik dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta pemerintah. Ada hubungan yang hangat antara remaja dengan kedua orangtuanya serta di sekolah ada peran dari Guru BK. Mereka harus dikawal agar tumbuh menjadi generasi bangsa yang kuat serta memiliki akhlak yang mulia. Pendidikan di Indonesia tidak boleh hanya mengajarkan tentang ilmu saja, tetapi perlu adanya penekanan terhadap akhlak. Ilmu dipraktekkan, agar tidak sia-sia. Dunia pendidikan tidak hanya dikhususkan untuk anak tetapi sekolah harus memfasilitasi tentang ilmu parenting terhadap kedua orang Agar ada keselarasan antara di rumah dan di sekolahan. Aulia. Asbari. , & Santoso. Hakikat Manusia Sebagai Homo Faber. Jurnal Pendidikan Transformatif (Jupetr. , 02. , 68Ae73. Delvira. Husen. , & Casmana. Penyelesaian Tawuran Pelajar di Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan. Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora, 1. , 14Ae20. https://doi. org/10. 56393/antropocene. Firdaus. ParentsAo Characteristics and Communication Pattern that Shape the Attitude of Troubled Teens in Addressing Student Brawl. Reseacrch Gate. September. Handayani. Naqiyah. , & Nursalim, . Penanganan Tawuran Pelajar Ditinjau dari Filsafat Ilmu Bimbingan Konseling. Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling, 9. , 98Ae113. Haryono. Legiani. , & Carolina. The Social Construction of Reality: Junior High School Students Brawl in Balaraja Tangerang. JCIC : Jurnal CIC Lembaga Riset Dan Konsultan Sosial, 5. , 13Ae20. https://doi. org/10. 51486/jbo. UCAPAN TERIMA KASIH