Meta Rosdiana. Dkk KARAKTERISTIK WANITA PENDERITA KANKER SERVIKS DI RUMAH SAKIT MUHAMMADYAH PALEMBANG TAHUN 2022 Meta Rosdiana1. Nelly Mariyam2. Sri Muliasari3. Annisa Khoiriah4. Latifah5 1,2,3,4,5 STIK Siti Khadijah Palembang Email : rosdiana. meta76@gmail. com, 2nellymariyam88@gmail. com, 3srimuliasari@gmail. annisakhr@gmail. com, 4latifahbilly41@gmail. Abstrak Kanker serviks mempunyai insiden yang tertinggi hampir 27% diantara penyakit kanker lain dan kanker paling tinggi keempat yang menyerang wanita sekitar 7,5% kematian pada wanita di dunia menurut World Health Organization (WHO). Untuk mengetahui karakteristik wanita penderita kanker serviks di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2022. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan menggunakan pendekatan crossectiona, dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembng, ditujukan pada wanita usia 35 tahun, berpendidikan SMA, dan paritas 3 anak. Hasil penelitian karakteristik wanita penderita kanker serviks lebih banyak pada wanita yang berumur 35 tahun . ,7%), pada mereka berpendidikan SMA . ,6%), serta dengan paritas 3 anak . ,6%). Kesimpulan dari penelitian ini kejadian kanker serviks di Rumah Sakit Muhammadiyah Palemabang tahun 2022 banyak terjadi pada wanita yang berumur tua, berpendidikan rendah, serta paritas tinggi. Saran diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk bisa memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat khususnya tentang kanker serviks. Kata kunci : umur, pendidikan, paritas, kanker serviks Abstract Cervical cancer has the highest incidence of almost 27% among other cancers and the fourth highest cancer that attacks women, around 7. 5% of deaths in women in the world according to the World Health Organization (WHO). To find out the characteristics of women with cervical cancer at Muhammadiyah Palembang Hospital in 2022. The research method used descriptive using a cross-sectional approach, carried out at Muhammadiyah Palembang Hospital, aimed at women aged 35 years, with high school education, and parity 3 children. The results of the research on the characteristics of women with cervical cancer were more in women aged 35 years . 7%), in those with high school education . 6%), and with parity of 3 children . 6%). The conclusion from this study is that the incidence of cervical cancer at the Muhammadiyah Palembang Hospital in 2022 occurs mostly in women who are old, have low education, and have high parity. Suggestions are expected for health workers to be able to provide health promotion to the public, especially regarding cervical cancer. Keywords: age, education, parity, cervical cancer Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Meta Rosdiana. Dkk PENDAHULUAN Kanker leher rahim atau kanker serviks adalah bagian dari system reproduksi perempuan yang terletak dibagian bawah yang sempit dari rahim . Rahim adalah suatu organ berongga yang berbentuk buah per pada perut bagian bawah, adapun penghubung rahim menuju vagina adalah mulut rahim . Kanker leher rahim muncul karena adanya pertumbuhan sel tidak normal sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan pada leher rahim atau menghalangi leher rahim (Edianto, 2. Menurut Sarjadi . lebih dari90% penyebab kanker serviks saat ini akibat Human Papilloma Virus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual. Selain HPV ada beberapa faktor resiko untuk terjadinya kanker serviks yaitu insiden lebih timggi pada yang menikah dari pada yang tidak menikah, wanita menikah usia muda < 16 tahun, tingginya paritas. Golongan sosial ekonomi rendah yang berkaitan dengan pendidikan yang rendah, hygiene seksual jelek, pekerjaan dan penghasilan yang tidak tetap,kurangnya deteksi dini ang dilakukan sehingga banyak wanita yang datang kerumah sakit sudah dalam keadaan stadium lanjut, wanita yang mengalami inveksi HPV. Menurut data World Health Organization (WHO) menyatakan saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas diantara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan didunia. Prevalensi kasus kanker serviks di dunia mencapai 1,4 juta dengan 493. 000 kasus baru dan 000 kematian. Dari data tersebut lebih dari 80% penderita berasal dari negara berkembang (Nadia, 2. Menurut data Globocon 2018 kasus kanker serviks di Indonesia mencapai 469 jiwa. Akibat kanker serviks 279 pertahun ini artinya ada sekitar 50 perempuan Indonesia meninggal dunia akibat kanker serviks (Hayu et al. , 2. Menurut data Sumatera Selatan pada tahun 2019 terdapat 887 kasus kanker serviks, tahun 2020 terdapat 953 kasus kanker serviks. Sedangkan di Palembang jumlah kasus kanker serviks cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya, pada tahun 2021 berjumlah 468 kasus dan tahun 2022 sebanyak 589 kasus kanker serviks (DepKes, 2. Dari beberapa rumah sakit di Palembang peneliti mengambil sampel data dari RSI Siti Khadijah Palembang pada tahun 2020 terdapat 18 kasus kanker serviks, pada tahun 2021 terdapat 33 kasus kanker serviks, pada tahun 2022 terdapat 30 kasus kanker serviks. (RSI Khadijah Palembang, 2. Sedangkan di RS Muhammadyah Palembang lebih tinggi yaitu pada tahun 2020 terdapat 6 kasus kanker serviks, tahun 2021 terdapat 79 kasus kanker serviks, tahun 2022 terdapat (RS. Muhammadyah Palembang, 2. Faktor-faktor kejadian kanker serviks diantaranya umur karena kejadian kanker serviks sering ditemukan pada usia 35-55 tahun dan terus menerus sesudah usia tersebut, kankerserviks sering dijumpai pada wanita yang berumur sebab sistem tubuhnya udah mulai menurun sehingga rentan terkena kanker serviks, berpendidikan tinggi pemahaman terhadap informasi serta pengetahuan pun semakin tinggi sedangkan seseorang yang pendidikan rendah cenderung tidak peduli terhadap informasi serta program kesehatan yang ada sehingga mereka tidak mengenal bahaya yang mungkin terjadi, paritas . umlah persalinan yang pernah dialami penderita dengan bayi hidup atau mat. karena pada wanita hamil kekebalannya menurun dan progesteron pada kehamilan dapat menginduksi onkogen HPV menjadi stabil sehingga terjadi integrasi DNA viruske dalam genon penjamu dan menurunya kekebalan mukosa zona transformasin sehingga membuat se- sel yang ada menjadi Menurut penelitian terkait dari hasil Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Meta Rosdiana. Dkk penelitian Joni . tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker Diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks diantaranya umur, pendidikan, paritas, dan ganti pasangan. Dari jumlah penderita kanker sebanyak 83 orang, berdasarkan hasil uji statistik didapatkan pendidikan, paritas dan ganti pasangan dengan penderita kanker serviks. Berdasarkan data diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitiantentang karakteristik wanita penderita kanker serviks di Rumah Sakit Muhammadyah Palembang tahun 2022. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan penderita diantaranya umur, pendidikan, dan paritas. Berdasarkan latar belakang dan uraian diatas maka yang menjadi permasalahan yaitu masih tingginya angka kejadian kanker serviks dan untuk mengetahui karakteristik wanita penderita kanker Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakterisrtik wanita penderita kanker servika di Rumah Sakit MuhammadiyahPalembang tahun 2022. seluruh penderita kanker serviks yang datang berobat dan rawat inap dibagian ginekologi RS Muhammadyah Palembang Tahun 2022 sebanyak 49 orang. Sampel adalah objek yang diteliti dan (Notoatmodjo, 2. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling, dimana sampel dalam penelitian ini adalah semua jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 49 orang. Prosedur Membagikan kuesioner Kanker Serviks Muhammadiyah Palembang. Data. Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data Data penelitian ini diambil menggunakan data primer karena dilakukan wawancara secara langsung kepada responden dengan menggunakan kuesioner. Teknik Analisis Data Analisis Univariat Analisis univariat adalah analisis yang karakteristik variabel bebas dan variabel Dengan melakukan analisis ini maka dapat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi respon subjek dari setiap variabel. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Metode penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan menggunakan pendekatan crossectional dengan distribusi frekuensi faktor resiko kejadian penyakit dengan cara memilih kasus . ang mengalami kanker servik. diukur pada Waktu dan Tempat Penelitian Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di bagian ginekologi RS Muhamadiyah Palembang bulan Desember 2022. Target/Subjek Penelitian Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2. , yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah HASIL PENELITIAN Pada penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Analisis univariat dilakukan pada tiap variabel dari hasil penelitian yaitu variabel independen dan variabel dianalisi untuk mengetahui distribusi. Dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu resiko tinggi jika umur ibu > 35tahun dan resiko rendah jika umur ibu < 35tahun. Tabel 1 Distribusi Frekuensi umur responden di RS Muhammadiyah Palembang Tahun 2022 Umur Resiko Tinggi Resiko Rendah Persentase Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Meta Rosdiana. Dkk Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa sebagian besar responden adalah ibu yang beresiko tinggi dengan jumlah 41 responden . ,7%) lebih banyak dari padaibu resiko rendah dengan jumlah 8 responden 16,3%. Variabel pada kelompok ini dibagi menjadi 2 katagori yaitu pendidikan tinggi jika > SMA dan pendidikan rendah jika < SMA. Tabel 2 Distribusi frekuensi pendidikan responden di RS Muhammadiyah Palembang Tahun 2022 Pendidikan Persentase Tinggi Rendah Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa sebagian besar responden adalah dengan ibu yang berpendidikan rendah yang berjumlah 38 responden . ,6%) dari pada ibu yang berpendidikan tinggi yang berjumlah 11 responden . ,4%). Pada penelitian ini, variabel di kelompokan menjadi 2 katagori meliputi paritas tinggi jika > 3 anak dan paritas rendah < 3 anak. Tabel 3 Distribusi frekuensi paritas responden di RS Muhammadiyah Palembang 2022 Pendidikan Persentase Tinggi Rendah Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa sebagian besar responden adalah ibu paritas tinggi yang berjumlah 39 responden . ,6%) dari pada ibu paritas rendah yang berjumlah 10 responden . ,4%). PEMBAHASAN Umur Dari hasil analisis univariat terdapat variabel umur, responden dengan ibu dengan resiko tinggi ternyata banyak yang menderita kanker serviks, dibandingkan ibu yang beresiko rendah. Umur adalah jumlah tahun hidup responden sejak lahir sampai di diagnosa menderita suatu penyakit (Hidayati, 2. Umur adalah variabel yang selalu diperhatikan didalam penyelidikan-penyelidikan epidemiologi (Notoatmodjo, 2. Umumnya insiden kanker serviks sangat rendah dibawah umur 20 tahun dan sesudahnya meningkat dengan cepat dan menetap pada usia 50 tahun. Sedangkan kanker serviks mulai naikpada umur lebih awal dan puncaknya pada umur 30-34 tahun dan mencapai puncak menetap pada usia 35-55 tahun dan terus menerus sesudah usia tersebut. karena kejadian kanker serviks sering ditemukan pada usia 35-55 tahun dan terus menerus sesudah usia tersebut, kanker serviks sering dijumpaipada wanita yang berumur sebab sistem tubuhnya sudah mulai menurun sehingga rentan terkena kanker serviks. Hasil penelitian diatas sejalan dengan penelitian Marta . , yang dilibatkan jumlah sampel penderita kanker serviks sebanyak 118 responden, 96 responden yang beresiko tinggi dan 22 responden yang beresiko rendah. Dari hasil uji statistik didapat bahwa umur penderita berkaitan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker serviks. Hasil penelitian diatas sejalan dengan penelitian Joni . , yang dilibatkan jumlah sampel penderita kanker serviks sebanyak 83 responden , dari jumlah responden tersebut terdapat 62 responden yang beresiko tinggi dan 21 responden yang beresiko rendah. Berdasarkan hasil uji bahwa umur penderita > 35 tahun dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker serviks. Berdasarkan penelitian terkait maka peneliti berasumsi bahwa wanita yang berumur > 35 tahun memiliki frekuensi lebih banyak yang terkena kanker serviks, karena pada rentan umur tersebut sistem kekebalan tubunya Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Meta Rosdiana. Dkk mulai menurun sehingga rentan beresiko kanker serviks. Pendidikan Dari hasil analisis univariat terdapat variabel pendidikan, responden dengan ibu pendidikan rendah ternyata lebih banyak yang terkena kanker serviks dibandingkan dengan pendidikan tinggi. Pendidikan adalah jenjang terakhir yang ditempuh oleh responden (Hidayati. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau pengajaran dan pelatihan. Pendidikan pendidikan atau pelatihan yangdiberikan secara teroganisasi dan berjenjang, baik yang bersifat umum, maupun yang bersifat khusus. Pendidikan in formal adalah pendidikan dan pelatihan yang terdapat diluar lingkungan sekolah, dalam bentuk yang tidak terorganisasi. Hasil penelitian diatas sejalan dengan penelitian Marta ( 2. , yangdilibatkan jumlah sampel penderitakanker serviks sebanyak 118 responden, 84 responden yang berpendidikan rendah dan 34 responden yang berpendidikan tinggi. Dari hasil uji statistik didapat bahwa tingkat pendidikan pada berkaitan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker serviks. Hasil penelitian diatas sejalan dengan penelitian Joni . , yang dilibatkan jumlah sampel penderita responden, dari jumlah responden tersebut terdapat 34 responden dengan berpendidikan rendah lebih tinggi dengan jumlah 49 responden. Berdasarkan hasil uji statistik pada sampel didapatkan bahwa tingkat pendidikan rendah penderita dikaitkan dengan pendekatan resiko kanker serviks. Berdasarkan hasil penelitian, teori, penelitian terkait maka peneliti berasumsi bahwa pendidikan yang rendah frekuensinya lebih banyak yang terkena kanker serviks, karenataraf berhubungan dengan informasi dan pengetahuan yang terbatas. Informasi yang di miliki terbatas menyebabkan seseorang tidak mengenal bahaya yang mungkin bisa terjadi seperti kanker serviks, walaupun sudah adasarana yang baik belum tentu mereka mengerti dan Karena informasi yang dimiliki rendah sehingga banyak wanita yang belum mengenal pentingnya memelihara kesehatan seperti melakukan penyuntikan vaksin kanker serviks sebelum nikah, dan melakukan pap smear rutin setelah menikah semua ini bisa mencegah terkenanya kanker serviks. Paritas Dari hasil analisis univariat terdapat variabel paritas, responden dengan ibu paritas tinggi lebih banyak yang terkana kanker serviks, dibandingkan dengan ibu yang paritas rendah. Paritas adalah jumlah persalinan yang pernah dialami oleh respondendengan bayi hidup atau mati (Hidayati, 2. Kanker serviks dijumpai pada wanita yang sering partus atau melahirkan, kategori partus sering belum ada keseragaman akan tetapi menurut beberapa pakar berkisar 3-5 kali melahirkan . Penderita kanker serviks 7,9% adalah multipara dan 51% pada nulipara, dimana bila persalinan pervaginam banyak maka cenderung akan timbul kelainan yang abnormal pada leher rahim . Kanker serviks banyak di temukan pada paritas tinggi tetapi tidak jelas bagaimana hubungan jumlah persalinan dengan kejadian kanker serviks, karena pada wanita yang tidak melahirkan juga dapat terjadi kanker serviks (Sarjadi, 2. Hasil penelitian diatas sejalan dengan penelitian Marta ( 2. , yang Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Meta Rosdiana. Dkk dilibatkan jumlah sampel penderita kanker serviks sebanyak 118 responden, 89 responden yang paritas tinggi rendah dan 29 responden yang paritas rendah. Dari hasil uji statistik didapat bahwa paritas penderita berkaitan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker Hasil penelitian diatas sejalan dengan penelitian Joni . , yang dilibatkan jumlah sampel penderita kanker serviks sebanyak 83 responden, dari jumlah responden tersebut terdapat wanita dengan paritas tinggi lebih banyak dengan jumlah 48 responden dari pada wanita dengan paritas rendah Berdasarkan hasil uji bahwa paritas tinggi penderita berhubungan dengan kejadian kanker serviks. Berdasarkan hasil penelitian, teori, penelitian terkait maka penelitiberasumsi ternyata lebih tinggi frekuensi kanker serviks pada pasien yang pernah melahirkan dari pada yang belum Pada wanita dengan paritas yang tinggi lebih dari tiga mempunyai resiko kanker serviks lebih tinggi dari pada wanita paritas kurang dari tiga, karena pada wanita hamil mengalami mengakibatkan penurunan kekebalan tubuh, serta wanita yang multipara bisa memacu sel-sel organ vagina mengalami perkembangan yang abnormal sehingga bisa menimbulkan resiko kanker servik KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penderita kanker serviks banyak dialami pada wanita yang berumur > 35 tahundibandingkan pada wanita yang berumur < 35 Penderita kanker serviks banyak dialami pada wanita yang pendidikan tinggi. Penderita kanker serviks banyak dialami pada wanita yang paritas tinggi dibandingkan dengan paritas Saran Hasil penelitian ini merupakan salah satu sumber informasi untuk mengupayakan peningkatan pelayanan karakteristik wanita penderita kanker serviks. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan bisa melakukan penelitian dengan cakupan wilayah yang lebih luas dan mempertimbangkan homogenitas sampel pada penelitian. DAFTAR PUSTAKA Aziz MF, 2008 Deteksi Dini Kanker Serviks. Jakarta: EGC. Diananda, 2009 Panduan Lengkap Mengenai Kanker. Yogyakarta: Mirzamedia Pustaka. Edianto D, 2009 Kanker Serviks Buku Acuan Nasional Onkologi Ginekologi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka