Arviani. eScience Humanity Journal 4 . May-nov 2024 GENDER AND CULTURAL REPRESENTATION IN THE FILM YUNI Cindi Arviani1*. Ahmad Tamrin Sikumbang 2 1,2. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan cindi0603203059@uinsu. *) corresponding author Keywords Abstract Film, patriarchal culture, representation, women The researcher took the film Yuni 2021 as research material because the film shows a life that relates to gender equality issues that occur in a community environment and shows a strong representation of patriarchal culture, namely the voices of todays women who are fighting fortheir dreams and higher education. The purpose of the researcher in taking this study is to find out how gender and culture are represented in the 2021 film AuYuniAy. This research method uses a qualitative descriptive method using the semiotic approach of Charles Sanders Pierce with a triangle of meaning in the form of signs, objects, and interpretations. The film AuYuniAy also features scenes that depict patriarchal culture, especially in Indonesian territory. In addition to the difference in social status between men and women, this patriarchal culture shows an obsession with control or a strong desire to control everything. This leads to a gap between men and women. This representation shows how women are seen in patriarchal culture and how the film AuYuniAy seeks to portray womens struggle against patriarchal culture. INTRODUCTION Dengan format informasi audio visual, film menjadi seni alternatif yang populer dan diminati masyarakat. (Effendi, 1. juga mengungkapkan bahwa film dianggap sebagai alat ekspresi budaya dan gabungan dari berbagai teknologi seperti fotografi dan rekaman suara, seni rupa, seni teater, sastra, arsitektur, dan seni musik. Gambar yang bergerak disebut film. Film sebagai media komunikasi massa,memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat dan dapat diakses oleh semua orang. Oleh karena itu, film dianggap sebagai transformasi kehidupan masyarakat karena mereka adalah potret dari masyarakat di mana mereka dibuat dan selalu merekam dan memproyeksikan realitas yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Film juga sebagai media yang dapat menyampaikan pesan, karena pesan- pesan dalam film disajikan dalam bentuk cerita sehingga memiliki daya pengaruhnya menjadi lebih besar bagi penonton. Dalam sebuah film, beberapa mengambil pesan yang sering terjadi dalam sebuah kehidupan. Dan ada juga film yang mengambil pesan tentang gender lingkup manapun seperti dalam keluarga, lingkungan pekerjaan, maupun dalam lingkungan pendidikan. Gender sendiri masih banyak dibincangkan karena adanya sikap dan prilaku yang mencerminkan membeda-bedakan hak dan kewajiban yang dimiliki setiap orang. Gender mengacu pada peran dan tanggung jawab yang ditentukan oleh 271 | P a g e Arviani. C eScience Humanity Journal 4 . May-nov 2024 masyarakat bagi perempuan dan laki-laki. Konsep gender juga mengacu pada harapan tentang sikap dan perilaku perempuan dan laki- laki yang disesuaikan dengan peran dan tanggung jawab mereka . eminitas dan maskulinita. Dalam laporan statistik gender tahun 2012, ditemukan bahwa 86 negara dari total 126 negara yang mengirimkan jawaban, memiliki fokus statistik gender di kantor statistik nasional. Kebanyakan negara . %) telah mengintegrasikan perspektif gender ke dalam sistem statistik nasional, termasuk area tradisional dan area yang sedang berkembang. Laporan ini juga menunjukkan bahwa 93% penduduk dunia telah diwakili dalam survei, dengan 97% penduduk yang diwakili melalui sensus penduduk, 93. 9% melalui survei demografi dan kesehatan, dan 87. 9% melalui survei tenaga kerja (United Nations, 2. Dalam sintesis, laporan statistik gender tahun 2013 menunjukkan peningkatan kesetaraan gender di dunia, dengan 86 negara yang telah mengintegrasikan perspektif gender ke dalam sistem statistik nasional dan 93% penduduk dunia yang diwakili dalam survei. Meskipun demikian, masih ada beberapa kasus kesenjangan gender diberbagai negara yang masih terlihat jelas, contohnya Indonesia. Isu gender banyak di angkat pada film di Indonesia salah satunya film Yuni 2021. Dalam film ini, peranan wanita dianggap hanya pelengkap saja, sementara peranan laki-laki dianggap lebih penting dan mempunyai lebih banyak kemungkinan dalam kehidupan. Film AuYuniAy melatarbelakangi sebuah budaya patriarki yang masih dominan di masyarakat Indonesia, terutama di daerah Serang. Banten. Film ini mengangkat isu diskriminasi gender yang dialami oleh perempuan di daerah tersebut, termasuk kebiasaan dan tradisi yang membatasi ruang gerak perempuan. Film ini juga menampilkan perjuangan sosok perempuan untuk melawan budaya patriarki dan mempertahankan hak-hak mereka. Kisah nyata di balik film AuYuniAy mengangkat masalah perempuan yang sering terjadi di daerahdaerah yang dipengaruhi oleh budaya patriarki. Misalnya, mitos bahwa wanita tidak akan menemukan jodoh atau keharusan untuk menikah setelah lulus sekolah. Film ini juga menampilkan perbedaan latar belakang budaya dan pengalaman nasib yang sama antara Yuni dan perempuan lainnya. (Sakina &. , 2. juga mengungkapkan bahwa perjuangan para perempuan untuk keluar dari budaya patriarki telah dilakukan oleh R. Kartini sampai sekarang. Sampai saat ini perempuan juga masih melakukan perjuangan terhadap hak yang ingin dimiliki dengan keluar dalam budaya patriarki. Penelitian tentang representasi gender dan budaya dalam film yuni 2021 dapat memberikan wawasan yang penting mengenai representasi budaya patriarki, tekanan sosial dan stigma masyarakat dan isu kesetaraan gender dalam konteks film Indonesia. Peneliti mengambil film Yuni 2021 sebagai bahanpenilitian ialah karena dalam film tersebut menampilkan sebuah kehidupan yang relate dengan isu-isu kesetaraan gender yang terjadi dalam sebuah lingkungan masyarakat dan menunjukkan representasi budaya patriarki yang kuat yakni tentang suara perempuan masa kini yang berjuang untuk memperjuangkan impian dan pendidikan tinggi. Dalam film ini menceritakan sosok Yuni, seorang siswi SMA yang cerdas dan berprestasi, memiliki mimpi untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Namun, ia dihadapkan dengan stigma dan anggapan masyarakat yang menganggap perempuan tidak perlu sekolah tinggi untuk menjadi ibu dan istri. Yuni dilamar oleh seorang laki-laki yang tidak dikenalnya dan kemudian kembali dilamar setelah menolak pertama. Tekanan sosial dan stigma masyarakat membuat Yuni harus menghadapi keputusan yang sulit. Film ini juga menampilkan budaya daerah dan mengkritik mitos patriarki yang menganggap perempuan tidak akan pernah menikah jika menolak lamaran sebanyak tiga kali. Tidak diragukan lagi, film tersebut mengandung banyak pesan moral yang tidak boleh ditiru. Sebaliknya, masalah dan karakternya disesuaikan dengan situasi di dunia nyata. Selain itu, film Yuni 272 | P a g e Arviani. C eScience Humanity Journal 4 . May-nov 2024 mendapatkan penghargaan Platform Prize di Festival Film Internasional Toronto 2021, dan Arawinda Kirana mendapatkan Piala Citra sebagai Pemeran Utama Perempuan Terbaik di Festival Film Indonesia 2021. Dalam penelitian film ini, peneliti membuat penelitian yang mendalam yang terkandung dalam film tersebut. Peneliti mengkaji pesan yang terkandung dalam film dari segi budaya patriarki yang dialami oleh pemeran yuni dengan budaya lingkungan sekitar yang mempengaruhi pola pikir hingga tumbuh pemeran utama. Serta perjuangan yang dilalui oleh pemeran yuni untuk keluar dari lingkungan patriarki dan memilih untuk mengutamakan kepentingan diri sendiri. THEORY OF THE RESEARCH Representasi Budaya Patriarki Film "Yuni" menggambarkan budaya patriarki yang dominan di masyarakat. Penelitian yang dilakukan oleh Ayu Damayanti . dalam jurnal Mlangun mengidentifikasi adanya ketergantungan perempuan dan pembatasan ruang gerak mereka, dengan laki-laki memegang status superior. Ini mencerminkan hegemoni patriarki yang masih kuat dalam konteks budaya tertentu di Indonesia (Jurnal Mlangu. Resistensi terhadap Domestifikasi Studi lain oleh Kirana Putri. Sunarto, dan Pudjo Santosa . dalam Interaksi Online memfokuskan pada resistensi perempuan terhadap Dalam film "Yuni," karakter perempuan berusaha melawan ketidakadilan gender yang diakibatkan oleh budaya patriarki melalui tindakan resistensi tertutup . eperti bergosip dan mengelu. serta resistensi terbuka . eperti penolakan langsung dan Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika John Fiske untuk mengeksplorasi berbagai level pengkodean dalam adegan film tersebut (UNDIP E-Journa. Pengaruh pada Perempuan Film ini secara jelas menampilkan bagaimana perempuan berusaha menavigasi dan melawan sistem patriarki yang membatasi mereka. Yuni, sebagai karakter utama, menjadi simbol perlawanan terhadap norma-norma sosial yang membelenggu perempuan. Ini mencerminkan perjuangan perempuan di dunia nyata dalam menuntut kesetaraan dan keadilan gender. METHOD OF THE RESEARCH Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce dengan segitiga makna berupa tanda . , objek . , dan intrerpretan . Pendekatan analisis semiotik merupakan metode atau pendekatan yang digunakan untuk menganalisis dan memberikan makna kepada simbol yang ada pada lambang atau pesan teks (Kartini et al. , 2. Dimana dalam proses penelitian ini, peneliti menggunakan cara analisis yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu : . Tanda, berupa teks dari film Auyuni 2021Ay. Objek, yang mengandung budaya patriarki, pendidikan dan pernikahan dini. Intrerpretan, memberikan makna kemudian menafsirkan data ke dalam bentuk narasi. Selanjutnya peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa: . Analisis dokumen, dimana data yang dianalisis berasal dari dokumentasi film Yuni 2021 . Riset kepustakaan, riset kepustakaan ini jenis penelitian di mana orang mengumpulkan data dan membaca literatur tentang subjek yang diteliti dari berbagai sumber, termasuk internet, jurnal dan buku. Sumber data primer yang menjadi subjek adalah isi film yang berupa dialog, gambar, teks dan video dalam film Yuni 2021. Sedangkan data sekunder dipeloreh dari referensi seperti jurnal, skripsi, internet, dan buku yang berkaitan dengan topik penelitian. 273 | P a g e Arviani. eScience Humanity Journal 4 . May-nov 2024 RESULT AND DISCUSSION Drama Indonesia AuYuniAy dirilis pada tahun 2021 dan ditulis dan disutradarai oleh Kamila Andini. Dengan produser Ifa Isfansyah, film ini diproduksi oleh Fourcolours Films dan dirilis di bioskop Indonesiapada 9 Desember 2021. Ini terinspirasi dari kisah nyata seorang perempuan Indonesia yang mengalami pernikahan dini dan tidak dapat mengejar Dalam film ini. Arawinda Kirana berperan sebagai Yuni, seorang siswa SMA yang pintar yang bercita-cita untuk mencapai gelar tertinggi. Kevin Ardilova berperan sebagai Yoga Apriyatna, adik kelas Yuni Dimas Aditya berperan sebagai Damar, guru bahasa Indonesia di sekolah Yuni Marissa Anita berperan sebagai Lilis/Lies, ibu Yuni dan Neneng berperan sebagai wanita dalam film. Film ini juga tayang di Singapura pada 3 Februari 2022 melalui distributor Antisipasi Pictures dan secara online pada 21 April 2022, bertepatan dengan hari lahir Kartini, pahlawan perjuangan emansipasi wanita. Film tersebut juga menerima penghargaan berupa: Festival Film Internasional Toronto: Menang Platform Prize 2. Jogja-NETPAC Asian Film Festival: Menang Silver Hanoman Award 3. Festival Film Indonesia: Nominasi Film Cerita Panjang Terbaik. Sutradara Terbaik. Pemeran Utama Perempuan Terbaik, dan beberapa kategori lainnya 4. Pemeran Utama Perempuan Terbaik: Arawinda Kirana menang di Festival Film Indonesia 2021 Representasi perempuan dalam film Yuni memberikan suara tentang masalah perempuan yang tertindas oleh masyarakat patriarki, termasuk pernikahan dini, stigma budaya, dan pendidikan. Film ini menunjukkan bagaimana perempuan mempertahankan diri dari ketidakadilan dalam sistem budaya patriarki yang telah ada sejak lama. Namun, bahasa dan budaya yang digunakan dalam film Yuni adalah bahasa Jawa Banten dan Sunda Banten, yang secara tidak langsung menggambarkan budaya daerah tersebut. Film ini berfokus pada gadis sekolah menengah yang berasal dari wilayah Serang. Banten, di mana orang-orang berbicara dalam bahasa daerah Jawa Serang, atau Jaseng. Film Yuni mengisahkan tentang Yuni, seorang remaja cantik yang memiliki kemampuan akademik yang baik dan bagus. Yuni mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, tetapi ia menghadapi dilema ketika mendapat tiga lamaran di waktu yang berbeda. Film ini menampilkan isu-isu sosial yang terkait dengan perempuan, seperti stigma budaya, pendidikan dan pernikahan Penelitian ini menggunakan analisis semiotika untuk menganalisis adegan dalam film Yuni 2021 dan menunjukkan bagaimana makna yang terkait dengan budaya patriarki dan gender dipresentasikan melalui tanda dan lambang yang ditunjukkan dalam film. Selanjutnya peneliti akan membahas beberapa scene yang ada dalam film AuYuni 2021Ay yang mengandung budaya patriarki dalam stigma kebudayaan daerah setempat, pendididkan dan pernikahan dini. Scene pertama . amaran pertam. , pada saat disekolah sebelumnya yuni mendapatkan informasi dari salah satu gurunya bahwasannya ia ditawari untuk melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu perkuliahan, saat itu yuni bingung dengan biaya untuk masuk ke perkuliahan namun ia mendapatkan beasiswa karena yuni termasuk siswi yang memiliki kemampuan akademik yang baik dan bagus. Sesampainya ia dirumah, alangkah terkejutnya ia mendapatkan keadaan rumah yang sedang kedatangan tamu, saat yuni mengetahui tujuan para tamu tersebut datang untuk melamarnya, yuni sangat bimbang akan lamaran tersebut. Karena setelah kejadian lamaran tersebut, yuni saat disekolah menemui guru yg kemarin menginformasikan adanya beasiswa untuk kuliah tapi dengan syarat salah satunya ialah yuni tidak menikah maka akan mendapatkan beasiswa Selanjutnya saat yuni pulang sekolah dan bertemudengan orang yang melamar 274 | P a g e Arviani. C eScience Humanity Journal 4 . May-nov 2024 yuni kemarin dengan tegas yuni menolak lamaran dari orang tersebut. Pada saat kejadian penolakan lamaran yang dilakukan yuni, menjadi pembicaraan hangat dikalangan masyarakat sekitar yang didengarnya saat berada disekolah dan ia sangat sedih dengan gosip yang dilontarkan oleh teman sekolahnya tersebut. Disini dilihatkan bahwasannya yuni memperjuangkan tekatnya untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan dengan menolak lamaran dari orang tersebut. Perjuangan seorang yuni untuk mendapatkan haknya dalam mendapatkan beasiswa saat masuk keperkuliahan. Scene kedua . amaran kedu. beberapa waktu kemudian, disaat rumor yuni tentang menolak lamaran menghilang dan yuni melanjutkan kehidupannya sebagai remaja yang masih mengeksplore dunia tetiba ia dikejutkan dengan kedatangan tamu yang tujuannya tidak lain ialah untuk melamar yuni. Kali ini yuni dilamar oleh aki-aki dan diberikan mahar berupa uang dalam amplop yang nominalnya lumayan. Dan disini yuni bingung untuk menerima lamaran tersebut atau tidak, karena ia didalam posisi ingin melanjutkan kejenjang perkuliahan dan ia tidak ingin menikah dengan orang yang tidak ia Saat disekolah ia jumpa dengan teman-temannya. Dan dalam perbincangan mereka, salah satu teman yuni menyampaikan bahwasaanya lamaran kali ini lebih bagus daripada yang sebelumnya dan disambung dengan salah satu temannya mengingatkan bahwasannya jika seorang perempuan menolak lamaran untuk yang kedua kalinya itu pamali. Tetapi yuni datang ketempat orang yang melamar ini untuk mengembalikan uang maharnya tersebut dan sang pelamar melontarkan kalimat bahwasannya apakah uang mahar tersebut kurang dan ia akan mengusahakannya. Dan disini lagi-lagi yuni menolak dan menegaskan untuk tidak mau masuk kedalam pernikahan dini terlebih lagi ia tidak mau menikah dengan orang yang tak ia cintai. Dengan tekat kuat ia menolak lamaran yang kedua kali ini dan mengesampingkan mitos pamali yang disampaikan oleh salah satu temennya saat berada disekolah pada saat itu. Disini yuni berusaha untuk mengesampingkan budaya patriarki yang sudah menjadi kepercayaan masyarakat sekitar akan mitos tersebut. Dengan kata lain, mitos tersebut membuat para perempuan yang tinggal didaerah tersebut untuk melarang keras penolakan lamaran yang datang. Disini perempuan dianggap tidak memiliki hak untuk membuat pilihan terhadap memilih pasangan. Scene ketiga . ernikahan yang gaga. pada scene ini bermula pada saat yuni memiliki seorang guru yang dikaguminya yaitu pak damar selaku guru Bahasa Indonesia. Pak damar memberikan beberapa tugas tambahan dikarenakan yuni memiliki nilai Bahasa Indonesia yang kurang bagus. Pada suatu hari saat yuni sedang memikirkan prihal masalah yang sedang dihadapinya secara tidak sengaja ia melihat pak damar sedang lewat di pusat perbelanjaan. Karena yuni mengagumi pak damar dan ingin mengetahui apa yang dilakukan olek pak damar saat itu, maka yuni mengikuti pak damar. Secara tidak sengaja yuni mengetahui fakta bahwa pak damar seorang guru yang ia kagumi itu adalah seorang transgender, betapa kagetnya saat yuni mengetahuinya. Setelah kejadian itu, yuni didatangi dikediaman yuni oleh pak damar dengan tujuan melamar tetapi untuk mengancam yuni agar tidak mengungkap fakta bahwa dia seorang transgender diketahui oleh ibunya. Hal itu pula menjadi hambatan serta beban pikiran yuni untuk mengejar cita-cita yang sebelumnya ingin Pada saat disekolah pak damar menjumpai yuni dan mengajak berbicara prihal lamaran serta memohon agar menerima lamarannya dan menikah dengannya. Setelah yuni berpikir akhirnya ia menyetujuinya dan bicara kepada ibunya. Tetapi pada saat hari-h, yuni kabur dengan meninggalkan sebuah catatan yang berisikan puisi AuHujan Bulan JuniAy karya 275 | P a g e Arviani. C eScience Humanity Journal 4 . May-nov 2024 Sapardi Djoko Damono. Bait yang di sorot dalam film yuni ialah bait ketiga, yang berbunyi AuTak ada yang lebih arif darihujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga ituAy bait ini mempunyai makna bahwa hujan bulan Juni memiliki sifat yang bijak dan tabah, serta memiliki kemampuan untuk menghapus jejak dan membiarkan kata yang tak terucapkan. Hal ini disorot dalam film Yuni untuk menggambarkan perasaan Yuni yang harus dewasa sebelum waktunya dan menghadapi berbagai cobaan dalam kehidupan. Dari beberapa scene diatas dapat diketahui bahwa perjuangan yuni untuk menggapai citacitanya serta menentang budaya patriarki di lingkungannya sangat kuat dan pernikahan dini yang sudah biasa dilakukan oleh Masyarakat sekitar. DISCUSSION Film Yuni juga menampilkan adegan yang menggambarkan budaya patriarki, terutama di wilayah Indonesia. Budaya patriarki ini menunjukkan adanya obsesi terhadap kendali atau keinginan kuat untuk mengendalikan segalanya, serta perbedaan status sosial antara laki-laki dan perempuan yang melahirkan kesenjangan antara kaum laki-laki dan Beberapa scene dalam film yuni ini menggunakan barang atau aksesoris dengan warna ungu, ternyata warna ungu dalam film yuni tidak hanya pemanis saja melainkan warna ungu ini memiliki makna yang berhubungan erat dengan feminisme. Warna ini menandakan perjuangan melawan kekerasan terhadap perempuan dan upaya perempuan mencapai keseimbangan gender. Penggunaan warna ungu ini juga menunjukkan bagaimana film Yuni berupaya untuk menggambarkan perjuangan perempuan melawan budaya CONCLUSION Penelitian ini menunjukkan bahwa film AuYuniAy menampilkan representasi budaya patriarki dan gender yang menentang adanya budaya patriarki melalui upaya persamaan Representasi ini menunjukkan bagaimana perempuan dipandang dalam budaya patriarki dan bagaimana film AuYuniAy berupaya untuk menggambarkan perjuangan perempuan melawan budaya patriarki sampai akhir. Dalam film ini juga tidak adanya memperlihatkan kesetaraan gender, yaitu perempuan dan laki-laki tidak dianggap memiliki hak yang sama dan tidak dihargai dengan cara yang sama. REFERENSI