Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 053 Ae 065 PENYULUHAN MASYARAKAT DALAM MITIGASI BENCANA PADA IBU BALITA DI RW 3 KAMPUNG TANJUNG, CUPAK TANGAH. KECAMATAN PAUH KOTA PADANG Zulfita1. Yovita Yulia M. Zai2. Novria Hesti3. Desi Wildayani4. Mardhiyatul Husni5. Desy Novianti6. Alwiyah Rahmi7. Helena Yustiana8. Fratiwi Wulandari9. Wiya Sofyana10. Putri Regina11. Jesica Putri12. Elvi Rawita13. Vannesya Rivani14. Siti Nur Hafiza15 . Habibillah Iskandar16 1, 3-14 Program Studi S1 Kebidanan/Universitas Mercubaktijaya 2, 15, 16 Program Studi S1 Logistik/Universitas Mercubaktijaya E-mail korespondensi: yovitayuliamzai@mercubaktijaya. Abstrak RW 3 Kampung Tanjung. Cupak Tangah merupakan daerah yang rawan bencana, khususnya banjir dan gempa bumi. Kelompok rentan seperti ibu yang memiliki balita memiliki tingkat kesiapsiagaan yang rendah terhadap bencana. Hingga saat ini, belum ada program penyuluhan mitigasi bencana yang dilakukan di wilayah ini. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu balita dalam menghadapi bencana melalui penyuluhan dan edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 18 Desember 2024 di Mushalla Jabbal Rahmah. RW 3 Kampung Tanjung. Cupak Tangah. Kecamatan Pauh. Kota Padang. Sasaran kegiatan adalah Ibu balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dengan media leaflet, booklet, video edukasi, serta sesi tanya jawab dan simulasi evakuasi bencana. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman ibu balita tentang mitigasi bencana. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu dalam menghadapi bencana. Selain itu, pemerintah kelurahan dan masyarakat menunjukkan dukungan dalam upaya mitigasi bencana melalui pembentukan jalur evakuasi dan kesiapan fasilitas tanggap darurat. Kata Kunci: Mitigasi Bencana. Ibu Balita. Penyuluhan. Kesiapsiagaan Abstract RW 3 Kampung Tanjung. Cupak Tangah, is prone to disasters, particularly floods and earthquakes. Vulnerable groups, such as mothers with toddlers, have low disaster preparedness. Until now, there have been no disaster mitigation counseling programs in this area. Therefore, this community service activity aims to improve mothers' knowledge and readiness in disaster mitigation through counseling and education. This activity was conducted on December 18, 2024, at Mushalla Jabbal Rahmah. RW 3 Kampung Tanjung. Cupak Tangah. Kecamatan Pauh. Kota Padang. The target participants were 10 mothers with toddlers. The methods used included counseling with leaflets, booklets, educational videos, question-and-answer sessions, and disaster evacuation simulations. Evaluations were carried out using pre-tests and post-tests. This activity successfully increased mothers' understanding of disaster mitigation. Based on the evaluation results, there was an improvement in knowledge and awareness of disaster preparedness. Additionally, local government and community support was evident in establishing evacuation routes and preparing emergency response facilities. Keywords: Disaster Mitigation. Mothers with Toddlers. Counseling. Preparedness ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 053 - 065 Pendahuluan Indonesia merupakan negara kepulauan yang secara geografis terletak di antara tiga lempeng tektonik utama dunia, sehingga memiliki risiko tinggi terhadap berbagai bencana alam, termasuk banjir dan gempa bumi (BNPB, 2. Kota Padang, sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat, juga tidak terlepas dari ancaman bencana. Pada tahun 2024, tercatat lebih dari 8. 000 warga terdampak banjir dengan 2. 947 orang terpaksa mengungsi akibat genangan air yang mencapai ketinggian 1,5 meter (Rika Widianita. RW 3 Kampung Tanjung, yang terletak di Kelurahan Cupak Tangah. Kecamatan Pauh, merupakan salah satu daerah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Wilayah ini berbatasan langsung dengan aliran sungai sehingga berpotensi mengalami banjir saat curah hujan tinggi. Selain itu, daerah ini juga berada di zona rawan gempa bumi akibat aktivitas sesar Sumatra. Meskipun memiliki risiko tinggi, belum pernah ada program penyuluhan terkait mitigasi bencana yang secara spesifik menyasar kelompok rentan, seperti ibu yang memiliki balita. Masyarakat RW 3 Kampung Tanjung memiliki tingkat kesiapsiagaan yang masih rendah dalam menghadapi bencana, terutama pada kelompok ibu balita. Padahal, kelompok ini merupakan kelompok yang sering menghadapi keterbatasan dalam kesiapsiagaan bencana (Saifudin, 2. Berdasarkan survei awal yang dilakukan oleh tim pengabdian, diketahui bahwa sebagian besar ibu balita di wilayah ini belum memahami langkah-langkah mitigasi bencana, seperti cara evakuasi yang aman dan persiapan tas siaga bencana. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada peningkatan pemahaman ibu balita mengenai mitigasi bencana melalui edukasi dan simulasi Intervensi yang dilakukan meliputi pemberian materi edukasi, pemutaran video mitigasi bencana, serta simulasi evakuasi darurat agar para ibu memiliki keterampilan praktis dalam menghadapi bencana. Pemilihan kelompok ibu balita sebagai subjek pengabdian didasarkan pada beberapa faktor utama. Pertama, ibu balita memiliki peran krusial dalam melindungi anak-anak mereka saat terjadi bencana. Kedua, di RW 3 Kampung Tanjung, belum ada program mitigasi bencana yang secara khusus menargetkan ibu balita. Ketiga, penguatan kapasitas ibu dalam mitigasi bencana dapat memberikan efek jangka panjang bagi keluarga dan komunitas secara keseluruhan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan ibu balita dalam menghadapi bencana melalui edukasi dan pelatihan berbasis komunitas. Diharapkan, setelah mengikuti program ini, ibu balita memiliki pemahaman yang lebih baik tentang risiko bencana, langkah-langkah mitigasi, serta mampu merespons dengan cepat dan tepat saat bencana terjadi. Selain itu, dengan adanya dukungan dari pihak kelurahan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), diharapkan program ini dapat berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak kelompok rentan di masa mendatang. Mitigasi bencana merupakan salah satu aspek penting dalam upaya pengurangan risiko bencana, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi. Menurut United Nations Office for Disaster Risk Reduction (United Nations, 2. , mitigasi bencana yang efektif harus mencakup aspek edukasi, persiapan komunitas, serta koordinasi dengan pihak berwenang. Edukasi berbasis komunitas memiliki dampak yang signifikan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 053 - 065 dalam meningkatkan kesiapsiagaan kelompok rentan, termasuk ibu balita. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini disesuaikan dengan metode yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Dengan mempertimbangkan kondisi objektif masyarakat RW 3 Kampung Tanjung dan dukungan teori yang ada, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun ketangguhan komunitas terhadap bencana. Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, yang melibatkan masyarakat RW 3 Kampung Tanjung secara aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan. Subjek pengabdian dalam kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita, yang merupakan kelompok rentan terhadap bencana. Melalui penyuluhan dan simulasi mitigasi bencana, ibu balita diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam seperti banjir dan gempa bumi. Kegiatan ini dilaksanakan di Mushalla Jabbal Rahmah. RW 3 Kampung Tanjung. Cupak Tangah. Kecamatan Pauh. Kota Padang, yang dipilih karena merupakan pusat aktivitas sosial masyarakat serta lokasi yang mudah diakses oleh peserta. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama satu hari, yaitu pada 18 Desember 2024. Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan program, edukasi mitigasi bencana, diskusi interaktif, serta simulasi evakuasi darurat. Untuk memastikan keberlanjutan program, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk: Ibu Balita: Sebagai peserta utama yang akan menerima edukasi dan pelatihan. Kader Posyandu: Berperan dalam membantu sosialisasi program serta menjadi penghubung antara tim pengabdi dan masyarakat. Pihak Kelurahan dan RW: Mendukung implementasi program serta penyediaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang: Memberikan arahan teknis dalam pelaksanaan simulasi evakuasi. Mahasiswa Universitas Mercubaktijaya: Terlibat dalam pendampingan, dokumentasi, serta evaluasi program. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukatif dan partisipatif, dengan metode sebagai berikut: Observasi dan Identifikasi Kebutuhan: o Survei awal dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat tentang mitigasi bencana. o Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner dan wawancara singkat dengan ibu balita. Perancangan Kegiatan: o Menyusun materi edukasi dalam bentuk booklet, leaflet, dan video interaktif. o Merancang simulasi evakuasi sesuai dengan kondisi lingkungan RW 3 Kampung Tanjung. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 053 - 065 Pelaksanaan Edukasi dan Simulasi: o Sesi Penyuluhan: Pemberian materi tentang jenis bencana, cara mitigasi, dan langkah-langkah kesiapsiagaan. o Pemutaran Video Edukasi: Menggunakan media visual untuk memperjelas konsep mitigasi bencana. o Diskusi dan Tanya Jawab: Interaksi antara peserta dan narasumber untuk mendalami pemahaman tentang materi yang diberikan. o Simulasi Evakuasi Bencana: Latihan langsung bagaimana merespons bencana, mulai dari tanda-tanda awal hingga evakuasi ke titik aman. Evaluasi Kegiatan: o Melakukan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman o Mengadakan sesi refleksi untuk menilai efektivitas kegiatan dan mendapatkan umpan balik dari peserta. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat digambarkan dalam diagram berikut. Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri atas: identifikasi kebutuhan, . perancangan program, . edukasi dan simulasi, . Identifikasi Kebutuhan Perancang Program Evaluas Edukasi Simulasi Gambar 1. Diagram Tahapan Kegiatan yang dilakukan Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di RW 3 Kampung Tanjung. Cupak Tangah. Kecamatan Pauh. Kota Padang, yang merupakan wilayah dengan risiko tinggi terhadap bencana banjir dan gempa bumi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu balita dalam menghadapi bencana. Rangkaian kegiatan yang telah dilakukan mencakup: Sosialisasi dan Penyuluhan Materi mitigasi bencana disampaikan kepada peserta dengan menggunakan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 053 - 065 media leaflet, booklet, dan video edukasi. o Pemateri berasal dari tim pengabdi dan perwakilan BPBD Kota Padang. Simulasi Evakuasi Bencana Simulasi dilakukan untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta tentang langkah-langkah tanggap darurat. Fokus utama simulasi adalah rute evakuasi, tindakan penyelamatan anak balita, serta cara menghadapi banjir dan gempa bumi. Pemberian Paket Darurat Bencana Tim pengabdi mendistribusikan tas siaga bencana yang berisi perlengkapan darurat, seperti senter, makanan ringan, air minum, obat- obatan, dan buku panduan mitigasi bencana. Evaluasi Pemahaman Peserta Pre-test dan post-test dilakukan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. o Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman tentang mitigasi bencana, yang ditunjukkan dalam Tabel 1 berikut: Tabel 1. Perbandingan Pemahaman Peserta Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Kategori Pemahaman Minimum Maksimum Mean (Pre-tes. Mean (Post-tes. Std. Deviation Rendah Sedang Tinggi Sumber: Data Hasil Pengabdian, 2024 Pelaksanaan program ini menghasilkan perubahan sosial yang positif di komunitas RW 3 Kampung Tanjung, yang meliputi: Peningkatan Kesadaran dan Perilaku Kesiapsiagaan o Ibu balita yang mengikuti kegiatan ini menunjukkan perubahan sikap terhadap kesiapsiagaan bencana. o Sebagian besar peserta menyusun rencana evakuasi keluarga dan menyiapkan tas siaga bencana setelah mengikuti kegiatan. Terbentuknya Kelompok Siaga Bencana o Kader Posyandu bersama ibu balita membentuk kelompok kecil siaga bencana yang bertugas menyebarkan informasi kesiapsiagaan kepada masyarakat o Kelompok ini bekerja sama dengan pihak kelurahan dan BPBD Kota Padang untuk merancang jalur evakuasi darurat di lingkungan mereka. Munculnya Pemimpin Lokal (Local Leade. o Seorang kader Posyandu. Bu Siti, secara aktif menjadi penggerak dalam menyosialisasikan kesiapsiagaan bencana kepada ibu-ibu di komunitas. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 053 - 065 Bu Siti juga menjadi penghubung antara masyarakat dan pihak kelurahan serta BPBD Kota Padang untuk pelaksanaan kegiatan lanjutan. Komitmen Pemerintah Kelurahan o Pihak Kelurahan Cupak Tangah menunjukkan dukungan dengan mengusulkan program mitigasi bencana secara berkelanjutan dalam musyawarah perencanaan pembangunan daerah (Musrenban. Gambar 2. Pembukaan oleh Pembawa Acara Gambar 3. Sambutan oleh Lurah Cupak Tangah Gambar 4. Pengantar oleh Perwakilan Tim PKM Mitigasi Bencana ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 053 - 065 Gambar 5. Penyampaian Materi Penyuluhan oleh Bu Yovita dan Bu Wiya Gambar 6. Pemutaran Video Mitigasi Bencana Gambar 7. Penyampaian Tanggapan dari Kader-Kader Posyandu Setempat ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 053 - 065 Gambar 8. Umpan Balik Pertanyaan dari Perwakilan Ibu Balita Gambar 9. Penyerahan Cindera Mata untuk Lurah dan Paket untuk Warga Setempat Gambar 10. Foto Bersama Tim PKM MItigasi Bencana bersama Lurah. Kader Posyandu, dan Warga setempat ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 053 - 065 Gambar 11. Foto Bersama Tim PKM MItigasi Bencana dengan Kader-Kader Posyandu Gambar 12. Foto Bersama Tim PKM MItigasi Bencana Universitas Mercubaktijaya Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi berbasis komunitas dapat meningkatkan kesiapsiagaan kelompok rentan terhadap bencana. Dengan adanya kesadaran baru, terbentuknya kelompok siaga bencana, serta dukungan pemerintah setempat, diharapkan keberlanjutan program ini dapat diperluas ke wilayah lain yang memiliki risiko bencana serupa. Diskusi Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat di RW 3 Kampung Tanjung menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesiapsiagaan ibu balita dalam menghadapi bencana. Peningkatan ini ditunjukkan oleh perbedaan nilai pre-test dan post-test serta perubahan perilaku komunitas dalam menyusun rencana evakuasi dan membentuk kelompok siaga bencana. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 053 - 065 yang menekankan pentingnya edukasi berbasis komunitas dalam mitigasi bencana (JASMINE, 2. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif, di mana ibu balita tidak hanya sebagai penerima informasi tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan simulasi evakuasi. Hal ini sesuai dengan teori empowerment-based disaster preparedness, yang menyatakan bahwa keterlibatan masyarakat dalam mitigasi bencana dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko (United Nations, 2. Pelaksanaan kegiatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti BPBD Kota Padang, kader Posyandu, dan pemerintah kelurahan, juga memperkuat efektivitas Menurut (Koem, 2. , mewujudkan ketahanan bencana berbasis komunitas, berdampak pada peningkatan pemahaman komunitas masyarakat tentang dampak dan risiko yang ditimbulkan oleh bencana alam. Pendekatan partisipatif mendorang masyarakat khususnya forum komunitas melibatkan diri dalam setiap kegiatan yang memiliki relevansi dalam upaya pengurangan risiko bencana. Salah satu temuan utama dari pengabdian ini adalah pentingnya pendekatan edukasi berbasis pengalaman. Simulasi evakuasi yang dilakukan selama kegiatan membantu peserta memahami langkah-langkah kesiapsiagaan secara lebih nyata. Temuan ini diperkuat oleh penelitian (Sudiadharma et al. , 2. , yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis praktik lebih efektif dibandingkan metode ceramah konvensional dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat terhadap Selain itu, hasil pengabdian ini juga mengungkapkan bahwa ibu balita dapat menjadi agen perubahan dalam komunitas. Setelah mengikuti program, mereka mulai mengambil inisiatif dalam menyusun rencana evakuasi keluarga, menyiapkan tas siaga bencana, dan berbagi informasi dengan sesama warga. Perubahan ini mendukung teori social learning, yang menjelaskan bahwa individu cenderung mengadopsi perilaku baru melalui observasi dan pengalaman langsung. Transformasi sosial yang muncul dari program ini meliputi: . Peningkatan Kesadaran Kolektif Ae Sebelumnya, masyarakat kurang menyadari pentingnya kesiapsiagaan bencana. Namun, setelah intervensi, kesadaran tentang risiko bencana dan cara menghadapinya meningkat signifikan. Hal ini sejalan dengan konsep community resilience, di mana pemahaman kolektif menjadi faktor utama dalam membangun ketahanan masyarakat (Monica & Rahdriawan, 2. Terbentuknya Struktur Sosial Baru Ae Kegiatan ini menghasilkan kelompok siaga bencana berbasis komunitas yang dipimpin oleh kader Posyandu dan ibu balita. Keberadaan kelompok berbasis masyarakat ini dapat menjadi motor penggerak dalam keberlanjutan program mitigasi . Dukungan Pemerintah Lokal Ae Pemerintah Kelurahan Cupak Tangah menunjukkan komitmen dengan mengintegrasikan program mitigasi bencana ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan rekomendasi (Zakina & Pamungkas, 2. , yang menekankan pentingnya integrasi kebijakan mitigasi bencana ke dalam perencanaan pembangunan lokal. Studi terdahulu menunjukkan bahwa kurangnya edukasi dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam rendahnya kesiapsiagaan bencana (Setyoaji et , 2. Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan intervensi berbasis komunitas, masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana. Selain itu, penggunaan media edukasi ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 053 - 065 seperti booklet dan video edukasi dalam program ini mendukung penelitian (Silalahi et , 2. , yang menyatakan bahwa media visual dapat meningkatkan daya serap informasi dan mengubah perilaku masyarakat lebih efektif dibandingkan penyuluhan verbal semata. Dengan demikian, program ini telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana, serta menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki risiko bencana serupa. Kesimpulan dan Saran Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di RW 3 Kampung Tanjung. Cupak Tangah. Kecamatan Pauh. Kota Padang telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan kesiapsiagaan ibu balita dalam menghadapi bencana. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait mitigasi bencana, yang ditunjukkan melalui perbedaan skor pre-test dan post-test serta perubahan perilaku dalam mempersiapkan diri menghadapi bencana. Secara teoritis, hasil ini memperkuat konsep empowerment-based disaster preparedness, yang menekankan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan mitigasi bencana dapat meningkatkan ketahanan Pendekatan edukasi berbasis pengalaman, seperti simulasi evakuasi dan pemanfaatan media visual, terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan dibandingkan metode penyuluhan konvensional. Pendekatan edukasi berbasis pengalaman, seperti simulasi evakuasi dan pemanfaatan media visual, terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan dibandingkan metode penyuluhan Selain itu, program ini juga berhasil menciptakan perubahan sosial yang positif. Peningkatan kesadaran kolektif tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana dalam komunitas ibu balita. Terbentuknya kelompok siaga bencana berbasis komunitas, yang dipimpin oleh kader Posyandu dan ibu balita. Dukungan aktif dari pemerintah kelurahan, yang mulai mengintegrasikan program mitigasi bencana dalam rencana pembangunan daerah. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan kolaboratif dalam mitigasi bencana dapat menghasilkan perubahan sosial yang signifikan dan Saran Untuk meningkatkan efektivitas program pengabdian masyarakat di masa mendatang, beberapa saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Pelaksanaan Program Berkelanjutan o Program mitigasi bencana sebaiknya tidak hanya dilakukan satu kali, tetapi berkelanjutan dengan sesi edukasi berkala dan latihan simulasi rutin. o Melibatkan lebih banyak kelompok rentan, seperti lansia dan penyandang ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 053 - 065 disabilitas, dalam program mitigasi bencana. Penguatan Kapasitas dan Kemandirian Masyarakat o Melibatkan lebih banyak pemimpin lokal . ocal leade. untuk mengelola dan menjalankan program secara mandiri. o Mengadakan pelatihan lanjutan bagi kader Posyandu dan ibu balita untuk memperdalam pemahaman tentang mitigasi bencana. Kolaborasi dengan Lembaga Terkait o Meningkatkan kerja sama dengan BPBD. PMI, serta akademisi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) agar program mitigasi bencana lebih komprehensif. o Mengusulkan integrasi program mitigasi bencana dalam kebijakan kelurahan dan kecamatan, sehingga dapat didukung dengan anggaran dan kebijakan yang lebih luas. Pemanfaatan Teknologi dan Media Edukasi o Mengembangkan modul edukasi berbasis digital, seperti aplikasi mitigasi bencana yang dapat diakses oleh masyarakat. o Memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi kesiapsiagaan bencana kepada komunitas yang lebih luas. Dengan implementasi saran ini, diharapkan program pengabdian masyarakat dalam mitigasi bencana tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan ketangguhan komunitas yang berkelanjutan dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang. Ucapan Terima Kasih