Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI). Vol 5 No 1 PENGARUH KECERDASAN LOGIS MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Shella Anggita 1. Sarwo Edy 2. Syaiful Huda 3* 1,2,3. Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Gresik 1,2,3, e-mail: shellaanggita46@gmail. com , sarwo@umg. id, syaifulhuda@umg. Corresponding author : shellaanggita46@gmail. Abstrak Abstrak: Penelitian ini berupaya mengkaji dampak kecerdasan logis matematis terhadap komunikasi matematika dan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif yang memanfaatkan analisis jalur. Populasi penelitian terdiri dari semua siswa SMP kelas tujuh di Kabupaten Balongpanggang, dengan sampel 227 siswa yang dipilih dengan seleksi acak kelompok Instrumen penelitian terdiri dari uji deskriptif yang dirancang sesuai dengan indikator masingmasing variabel. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kecerdasan logis matematika secara signifikan mempengaruhi keterampilan komunikasi matematika dan pemecahan masalah. Selain itu, kemampuan komunikasi matematika secara substansial mempengaruhi keterampilan pemecahan masalah matematika. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kecerdasan logis matematis dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah siswa dalam pendidikan matematika. Kata kunci: Kecerdasan Logis Matematika. Keterampilan Komunikasi Matematika. Keterampilan Pemecahan Masalah Matematika Abstract: This study seeks to examine the impact of mathematical logical intelligence on the mathematics communication and problem-solving abilities of junior high school pupils. This research employs a quantitative methodology utilizing path analysis. The study population comprises all seventhgrade junior high school students in Balongpanggang District, with a sample of 227 students selected by proportional cluster random selection. The research instrument consists of a descriptive test designed according to the indicators of each variable. Data analysis results indicate that mathematical logical intelligence significantly influences mathematics communication and problem-solving skills. Moreover, mathematical communication abilities substantially influence mathematical problem-solving skills. These findings underscore the significance of mathematical logical intelligence in enhancing students' communication and problem-solving abilities in mathematics education. Keywords: Logical-Mathematical Intelligence. Mathematical Communication Skills. Mathematical Problem-Solving Skills PENDAHULUAN Merangkul Indonesia Gold 2045. Standar pendidikan dasar dan menengah memiliki fungsi tertentu, terutama dalam kaitannya dengan pemecahan masalah, yang meliputi keterampilan dalam matematika, penjelasan model, dan interpretasi solusi. Branca menegaskan bahwa pemecahan masalah adalah esensi dari matematika (Sumarno. , 2. Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI). Vol 5 No 1 meskipun banyak siswa yang terus mengalami kesulitan di bidang ini. Hal ini sejalan dengan pernyataan Prabawanto . bahwa pendidikan matematika sering bermanifestasi melalui tantangan kehidupan nyata yang membutuhkan keterampilan pemecahan masalah dan Lovitt mengusulkan empat tahap dalam proses pemecahan masalah menyusun strategi solusi, mengeksekusi solusi, dan meninjau hasilnya. Pemecahan masalah matematika dapat dianggap sebagai aktivitas kognitif yang rumit yang melibatkan mengatasi tantangan yang dihadapi, yang memerlukan penggunaan beberapa solusi untuk penyelesaian. (Abdurrahman, 2. Mendidik siswa dalam pemecahan masalah matematika melampaui sekadar menyelesaikan masalah yang ditugaskan. Ini bertujuan untuk membiasakan mereka dengan proses pemecahan masalah, membekali mereka untuk menghadapi beragam kompleksitas yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Mengartikulasikan mencakup pembinaan kemahiran siswa dalam penalaran kritis, rasional, dan Akibatnya, peserta didik keterampilan kognitif mereka dalam pemecahan masalah dalam matematika. Ini menunjukkan bahwa setiap siswa telah secara efektif memanfaatkan semua Probondani, 2016 (Saiful, 2. Keterampilan komunikasi yang efektif harus diberikan kepada siswa selama proses pemecahan masalah. Kemampuan komunikasi yang efektif memungkinkan siswa untuk memahami bahasa matematika yang diungkapkan melalui simbol, notasi, tabel, grafik, dan terminologi lainnya dengan lebih mudah. Dalam konteks pendidikan matematika, kemampuan komunikasi yang relevan Kemampuan komunikasi matematika mengacu pada kapasitas siswa untuk mengartikulasikan hasil penalaran mereka atau menyampaikan konsep matematika mereka dalam format lisan dan tertulis. Penelitian ini akan matematika dalam menulis. Menurut temuan penelitian yang dilakukan oleh Komunikasi Matematika Pemecahan Masalah, individu dengan kemahiran matematika tinggi melakukan komunikasi matematika tertulis dengan mengartikulasikan pemahaman mereka tentang masalah menggunakan bahasa logis dan kalimat yang koheren. Akibatnya, keterampilan komunikasi yang efektif untuk mengartikulasikan ide-ide mereka dengan jelas. Demikian pula, standar isi pendidikan dasar dan menengah dalam matematika (Permendiknas No. 22 Tahun 2. menetapkan bahwa tujuan utama pengajaran matematika adalah untuk memungkinkan siswa mengartikulasikan gagasan menggunakan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk menjelaskan suatu situasi atau masalah. (NCTM. , 2000. Pertiwi, 2. Hal ini sejalan dengan tujuan menyeluruh pendidikan matematika yang didirikan oleh Dewan Nasional Guru Matematika (NCTM, 2. , yaitu untuk memfasilitasi komunikasi. Kemampuan sebagai saluran transfer pengetahuan yang memudahkan proses pembelajaran Perkembangan kemampuan komunikasi matematika siswa dapat terjadi melalui proses pendidikan di sekolah, khususnya dalam konteks pengajaran matematika. Hal ini terjadi karena matematika mencakup ilmu logika, yang meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Karena pentingnya keterampilan komunikasi matematika. Akibatnya, pengajaran matematika harus dibuat dengan cermat untuk mencapai tujuan Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI). Vol 5 No 1 peningkatan keterampilan komunikasi matematika secara optimal. Selain itu, setiap pelajar mungkin memiliki pendekatan kognitif yang berbeda untuk menyelesaikan masalah Perbedaan ini muncul dari jenis kecerdasan unik yang dimiliki oleh setiap murid. menegaskan bahwa individu memiliki minimal sembilan jenis kecerdasan yang berbeda, yang meliputi: kecerdasan linguistik . erkaitan dengan matematis-logis . erkait penalaran kritis dan analisis numeri. , kecerdasan visual-spasial . erkait dengan afinitas untuk citra, presentasi, dan konten vide. , kecerdasan musik . erkait erat dengan persepsi pendengaran dan musi. , kecerdasan kinestetik . erkait dengan gerakan fisi. Kecerdasan interpersonal . engenai interaksi sosial intrapersonal . elibatkan kerja mandiri dan kepercayaan dir. , kecerdasan naturalistik . erkait dengan ala. , dan . erkaitan dengan kapasitas untuk mengatasi dilema eksistensial makhluk hidu. (Gardner. Untuk matematika, siswa harus terlebih dahulu memahami tantangan yang disajikan, membutuhkan pemahaman yang kuat, keterampilan analitis, perhitungan, dan Siswa harus memahami korelasi antara fakta yang disajikan dalam masalah untuk memahami secara akurat esensi pemecahan masalah. Kemampuan ini dapat dieksekusi paling efektif oleh individu yang memiliki kecerdasan matematis-logis. Penelitian dilakukan oleh Yang menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi memenuhi semua kriteria kecerdasan logis matematis ketika mengatasi kesulitan matematika. Hal ini disebabkan oleh perlunya penalaran kognitif dalam kecerdasan logis matematis. Kecerdasan logis matematika dapat diterapkan di lembaga pendidikan jika pendidik kecerdasan ini melalui interaksi dengan siswa mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam belajar matematika. Pendidik dapat mengidentifikasi beragam konsep atau mata pelajaran yang membutuhkan pengoptimalan oleh siswa dan menentukan taktik yang paling cocok untuk pembelajaran yang efektif. (Budiningsih, 2005. Setia Widya Rahayu. Kemampuan logis matematis pada sistematis dan rasional. Kecerdasan ini kemahiran numerik dan penalaran logis. Seseorang yang memiliki kecerdasan logis matematis menunjukkan kapasitas persamaan dan pola matematika, dan mendekati pemecahan masalah melalui penyelidikan ilmiah (Mukarromah, 2019. Novitasari, 2. Peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh kecerdasan logis matematika pemecahan masalah Matematika. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif yang memanfaatkan analisis Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur, yang berusaha untuk memastikan efek langsung dan tidak langsung antara variabel independen . ecerdasan logis . eterampilan komunikasi matematik. , dan variabel dependen . eterampilan (Ghazali, 2. Populasi dan Sampel Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa SMP kelas VII di Kabupaten Balongpanggang. Kabupaten Gresik, 2022/2023. Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI). Vol 5 No 1 mencakup empat sekolah resmi dan berjumlah 527 siswa. Sampel terdiri dari 227 siswa, diperoleh dengan metode sampling acak cluster proporsional, dihitung menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 5% (Arikunto. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen yang dirancang sebagai uji deskriptif, dibangun sesuai dengan masing-masing Pemeriksaan terdiri dari tiga pertanyaan, yang meliputi: A Kecerdasan sebagaimana diuraikan oleh (Hasanah, perbandingan, operasi matematika, penalaran induktif dan deduktif, perumusan hipotesis, dan verifikasi. Keterampilan komunikasi matematika tertulis, seperti yang ditunjukkan oleh (Ansari, 2. , mencakup kapasitas untuk mengartikulasikan konsep matematika secara visual, memahami ide-ide matematika dalam bentuk tertulis, dan menggunakan notasi dan bahasa matematika dalam pembuatan Kemahiran dalam pemecahan masalah matematika, didasarkan pada tahapan (Polya, 1. : memahami memverifikasi hasil. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan dalam beberapa Nilai tes siswa dinilai dan diubah menjadi nilai standar menggunakan prosedur konversi ke skala 4 (Arikunto. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak AMOS 24 untuk Pemodelan Persamaan Struktural (SEM), yang mencakup evaluasi pengukuran dan kecukupan model . dan untuk memeriksa hubungan kausal antar variabel (Ghazali, 2. Validitas dan menggunakan SPSS 25. 0, menggunakan tes Pearson Product Cronbach's Alpha. Moment HASIL DAN DISKUSI Deskripsi Sampel Sampel untuk penelitian ini terdiri dari 227 siswa kelas tujuh dari empat SMP di Kabupaten Balongpanggang. Distribusi sampel dari masing-masing sekolah dirinci pada Tabel 1. Nama Sekolah Jumlah Sampel UPT SMP Negeri 9 Gresik UPT SMP Negeri 27 Gresik UPT SMP Negeri 31 Gresik SMP Muhammadiyah 18 2 Balongpanggang Hasil Uji Validitas dan Keandalan Instrumen Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Instrumen kemampuan pemecahan masalah matematika terdiri dari tiga pertanyaan deskriptif, dengan skor maksimum 3 dan skor minimum 0 untuk setiap tanggapan. Tes Validitas Hasil penilaian validitas untuk instrumen yang mengukur kemahiran pemecahan masalah matematika disajikan dalam tabel berikut: Tabel 2. Hasil Uji Validitas Instrumen Keterampilan Pemecahan Masalah Matematika Butir MOH 1 MOH 2 MOH 3 Korelasi Total Item Nilai Dikorek yeeyeOyeOyeiyenyeayeO 0,582 0,619 0,630 yeeyeiyeCyeEyeIyes Keteranga 0,361 0,361 0,361 Sah Sah Sah Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI). Vol 5 No 1 Kemenk KKM 5 MOH 6 KKM 7 MOH 8 MOH 9 KLM 10 KLM 11 KLM 12 0,630 0,361 Sah 0,589 0,504 0,663 0,494 0,697 0,697 0,589 0,699 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Sah Sah Sah Sah Sah Sah Sah Sah Sumber: Data primer diproses, 2023 Menurut Tabel 2, dapat disimpulkan bahwa semua klaim mengenai instrumen matematika memiliki status yang valid, karena semua nilai koefisien korelasi (Pearso. melebihi 0,361. Uji Reliabilitas Hasil penilaian keandalan instrumen untuk kemahiran pemecahan masalah matematika disajikan dalam tabel Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Secara Keseluruhan Statistik Reliabilitas Cronbach Alfa Cronbach Berdasarkan Alfa Item Standar ,829 ,857 N item Sumber: Hasil keluaran SPSS 25 Berdasarkan Tabel 3, dapat dikatakan instrumen secara keseluruhan baik, karena nilai Alpha Cronbach0,829 Ou 0,70. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis untuk Setiap Item Statistik Total Item Varia Korela Alpha Skala ns Korel Cronb berar Skala Itemasi ti jika jika Total Gand item Item yang dihap Dihap Dikore Kuad dihapu KPM 16,47 7,085 ,441 ,823 KPM KPM KPM KPM KPM KPM KPM KPM KPM KPM KPM 17,13 7,292 ,520 ,814 17,20 7,545 ,557 ,813 17,20 7,545 ,557 ,813 18,20 8,028 ,547 ,821 18,13 8,120 ,455 ,824 16,30 6,907 ,548 ,811 18,10 7,955 ,424 ,823 18,07 6,685 ,580 ,809 18,07 6,685 ,580 ,809 18,20 8,028 ,547 ,821 17,77 6,461 ,563 ,813 Sumber: Hasil keluaran SPSS 25 Perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel 4 menunjukkan bahwa setiap komponen instrumen yang menilai kemampuan menunjukkan keandalan. Karena nilai Cronbach's Alpha jika Item Dihapus kurang dari 0,829, seperti yang terlihat pada Tabel 3. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan nilai Rasio Kritis (CR) yang Nilai Rasio 0,05 Kritis (CR) untuk Bobot Regresi: (Nomor grup 1 Ae Model defaul. dari model fit (Full Model_. Jika nilai Rasio Kritis (CR) adalah OuA1,967, hipotesis nol ditolak, menunjukkan bahwa hipotesis penelitian Probabilitas (P) <= 0,05 HCA Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Bobot Model_2 Lengkap untuk Pengujian Hipotesis Bobot Regresi: (Nomor grup 1 - Model Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI). Vol 5 No 1 M