Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3999 Ae 4007 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Perencanaan Keuangan Pribadi Mahasiswa dengan Model Time Value of Money Aulia Eka Fatmawati1. Fajar Ramadhan2 Universitas Singaperbangsa Karawang1,2 2310631020012@student. id1, fajar. ramadhan@feb. ABSTRACT Personal financial planning is a crucial aspect that must be well-managed by students to effectively achieve both short-term and long-term financial goals. This study aims to analyze students' personal financial planning using the Time Value of Money (TVM) model through a quantitative approach. The TVM model was chosen for its ability to calculate the value of money at different points in time, enabling students to make rational financial decisions based on future monetary projections. The research employed a primary data collection method through questionnaires distributed to active students across various faculties. The collected data were analyzed using descriptive and inferential statistical techniques to assess students' understanding of the TVM concept and its application in personal financial planning. The results indicate a significant positive correlation between knowledge of TVM and students' ability to develop optimal financial plans. This study provides practical insights to help students manage their finances by considering both time and risk factors, thereby enhancing financial literacy and fostering financial independence. The findings also have implications for the development of campus-based financial education programs. Keywords: Personal financial planning. Time Value of Money. Financial management ABSTRAK Perencanaan keuangan pribadi merupakan aspek penting yang harus dikelola dengan baik oleh mahasiswa agar dapat mencapai tujuan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan keuangan pribadi mahasiswa menggunakan model Time Value of Money (TVM) dengan pendekatan Model TVM dipilih karena mampu menghitung nilai uang pada waktu yang berbeda sehingga dapat membantu mahasiswa dalam mengambil keputusan finansial yang rasional berdasarkan proyeksi nilai uang di masa depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pengumpulan data primer melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa aktif di berbagai fakultas. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa terhadap konsep TVM serta aplikasinya dalam perencanaan keuangan pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara pengetahuan mengenai TVM dan kemampuan mahasiswa dalam menyusun rencana keuangan yang optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam membantu mahasiswa mengelola keuangan dengan mempertimbangkan faktor waktu serta risiko, sehingga diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan dan kemandirian finansial Implikasi dari hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai dasar pengembangan program edukasi keuangan di lingkungan kampus. Kata kunci: Perencanaan keuangan pribadi. Time Value of Money. Pengelolaan keuangan 3999 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3999 Ae 4007 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. PENDAHULUAN Perencanaan keuangan pribadi merupakan elemen krusial dalam mencapai kestabilan dan kesejahteraan finansial, terlebih bagi mahasiswa yang sedang berada dalam masa transisi menuju kedewasaan dan kemandirian ekonomi. Mahasiswa dihadapkan pada berbagai tantangan finansial, mulai dari kebutuhan hidup harian, biaya pendidikan, hingga pengelolaan dana hibah atau penghasilan sampingan yang Sayangnya, banyak mahasiswa belum memiliki perencanaan keuangan yang matang, yang mengakibatkan penggunaan uang yang tidak terkontrol dan berdampak jangka panjang terhadap kestabilan finansial mereka. Hal ini diperparah oleh gaya hidup konsumtif dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya menyusun anggaran atau alokasi dana yang bijak. Menurut Dewi. Gama, dan Astiti . , mahasiswa yang memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah cenderung terpengaruh oleh gaya hidup hedonis dan tidak mampu mengelola keuangannya secara efektif. Fenomena ini menunjukkan bahwa edukasi tentang perencanaan keuangan sangat penting diterapkan sejak dini, terutama melalui pendekatan berbasis Time Value of Money (TVM), yang memberikan pemahaman tentang nilai waktu atas uang dan potensi pertumbuhannya jika dikelola dengan baik. Lebih lanjut, pendekatan kuantitatif dalam memahami perencanaan keuangan mahasiswa menjadi sangat relevan dalam menggambarkan hubungan antara literasi keuangan, perilaku konsumtif, dan kemampuan pengelolaan keuangan. Dalam hal ini, literasi keuangan memainkan peran sentral sebagai fondasi utama dalam membentuk perilaku finansial yang sehat. Aini dan Rahayu . menegaskan bahwa faktor-faktor seperti love of money, locus of control, dan literasi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi, bahkan dalam konteks pelaku UMKM. Jika konteks ini ditarik ke dalam dunia mahasiswa, maka semakin jelas bahwa pemahaman tentang pengelolaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan pendapatan atau pengeluaran semata, melainkan juga menyangkut aspek psikologis dan pengetahuan dasar tentang keuangan. Oleh karena itu, model TVM yang menekankan pentingnya nilai waktu terhadap uang dapat menjadi alat yang efektif untuk membantu mahasiswa merancang tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang secara lebih rasional dan terukur. Masalah lain yang tidak kalah penting adalah minimnya pendidikan formal mengenai perencanaan keuangan dalam kurikulum pendidikan tinggi. Sebagian besar mahasiswa tidak mendapatkan pembekalan secara sistematis tentang bagaimana mengatur anggaran pribadi, menabung, berinvestasi, atau mengelola utang secara Padahal, seperti yang disampaikan oleh Dewi dan Listiadi . , pendidikan pengelolaan keuangan keluarga memiliki korelasi yang positif terhadap manajemen keuangan pribadi, yang dalam konteks ini dapat diterjemahkan sebagai kebutuhan akan pembelajaran finansial sejak tingkat pendidikan menengah atas bahkan hingga perguruan tinggi. Dengan kata lain, mahasiswa yang memiliki latar belakang 4000 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3999 Ae 4007 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. pendidikan pengelolaan keuangan cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyusun strategi keuangan pribadinya. Pendekatan kuantitatif melalui model TVM dapat menjadi media pembelajaran yang aplikatif karena mahasiswa akan diajak untuk memproyeksikan nilai uang mereka di masa depan, sehingga muncul kesadaran akan pentingnya menabung, berinvestasi, dan merencanakan keuangan sedini mungkin. Tidak hanya itu, pendekatan ini juga memiliki dimensi psikologis yang menarik untuk dikaji. Love of money atau sikap terhadap uang sering kali menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan keuangan seseorang. Sebagaimana dijelaskan oleh Fathurrahman. Icih, dan Kurniawan . , sikap love of money bersama dengan literasi keuangan dan pengetahuan laporan keuangan memiliki pengaruh yang nyata terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Mahasiswa yang terlalu mencintai uang cenderung mengambil keputusan finansial yang impulsif dan spekulatif, yang bisa mengarah pada ketidakseimbangan keuangan. Namun, dengan pemahaman akan TVM, mahasiswa dapat memahami bahwa uang bukan hanya alat untuk memenuhi kebutuhan saat ini, melainkan juga aset yang harus direncanakan penggunaannya secara bijak agar memberikan manfaat optimal di masa depan. Model TVM menekankan pentingnya perhitungan terhadap nilai sekarang . resent valu. dan nilai masa depan . uture valu. , sehingga keputusan finansial dapat diambil berdasarkan proyeksi yang realistis. Selain faktor individu, aspek organisasi atau lingkungan institusional tempat mahasiswa belajar juga berperan dalam membentuk kesadaran dan perilaku finansial Institusi pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung literasi keuangan mahasiswa. Fitrianingrum. Lusyana, dan Lellyana . menyatakan bahwa penataan organisasi yang efektif dapat meningkatkan kebahagiaan dan produktivitas individu dalam lingkup ASN, yang dalam konteks mahasiswa dapat ditransformasikan menjadi kebijakan kampus yang mendukung peningkatan kesejahteraan dan kemandirian mahasiswa secara Misalnya, penyediaan program pelatihan keuangan pribadi, seminar tentang investasi dan tabungan, serta integrasi materi TVM dalam mata kuliah kewirausahaan atau manajemen keuangan pribadi dapat menjadi langkah konkret dalam menciptakan generasi muda yang cerdas secara finansial. Dengan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan mampu merencanakan masa depannya secara lebih matang. Secara keseluruhan, latar belakang masalah ini menggambarkan betapa pentingnya perencanaan keuangan pribadi bagi mahasiswa di era modern. Dalam konteks ini, literasi keuangan, gaya hidup, pendidikan finansial, dan pendekatan analisis kuantitatif seperti TVM saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan yang utuh dalam menciptakan manajemen keuangan pribadi yang efektif. Mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan harus dibekali dengan pemahaman dan keterampilan finansial yang memadai agar dapat membuat keputusan yang tepat dan bijak dalam mengelola sumber daya ekonominya. Dengan demikian, penelitian ini 4001 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3999 Ae 4007 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. menjadi sangat relevan untuk menggali lebih dalam bagaimana mahasiswa merencanakan keuangan pribadinya melalui pendekatan TVM dan bagaimana pendekatan ini dapat membantu mereka dalam mengelola keuangan secara optimal di tengah tantangan ekonomi yang dinamis dan kompleks. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk mengkaji perencanaan keuangan pribadi mahasiswa melalui model Time Value of Money (TVM). Pendekatan kuantitatif dipilih karena mampu mengukur hubungan antar variabel secara objektif dan sistematis menggunakan data numerik. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif dari berbagai program studi di perguruan tinggi yang telah memiliki penghasilan tetap atau tidak tetap, seperti beasiswa, pekerjaan paruh waktu, atau usaha mandiri. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria mahasiswa yang minimal berada pada semester tiga dan memiliki pengalaman dalam mengelola keuangannya Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert, yang mencakup indikator literasi keuangan, pemahaman terhadap konsep TVM, dan praktik perencanaan keuangan pribadi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier berganda untuk melihat pengaruh signifikan antara variabel independen seperti literasi keuangan, gaya hidup, dan pemahaman TVM terhadap variabel dependen yaitu efektivitas perencanaan keuangan pribadi mahasiswa. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji terlebih dahulu untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan akurat dan Penelitian ini juga memperhatikan aspek etika penelitian, di mana seluruh responden diberikan informasi mengenai tujuan dan manfaat penelitian serta dijamin kerahasiaan identitasnya. Dengan metode ini, diharapkan hasil penelitian dapat memberikan gambaran empiris yang kuat mengenai pentingnya literasi keuangan dan pemahaman konsep TVM dalam membentuk perilaku keuangan mahasiswa yang rasional dan berorientasi masa depan. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Uji Validitas Item R hitung 4002 | Volume 7 Nomor 11 2025 R tabel Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3999 Ae 4007 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Diolah Penulis, 2025 Seluruh item memiliki nilai R hitung > R tabel . , sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pertanyaan dalam instrumen ini valid dan layak digunakan dalam pengumpulan data. Tabel 2. Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber: Diolah Penulis, 2025 Berdasarkan dari tabel 2 di atas, bahwa dengan nilai cronbach alpa > 0,6. Maka item tersebut dinyatakan reliabel dan layak untuk dilakukan analisis data lebih Uji Normalitas Gambar 1. Normal P-Plot Berdasarkan histogram dan normal probability plot, data membentuk kurva lonceng dan titik-titik menyebar mengikuti garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa data distribusinya normal dan telah memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Tabel 3. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model (Constan. 4003 | Volume 7 Nomor 11 2025 Collinearity Statistics Tolerance VIF Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3999 Ae 4007 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Sumber: Diolah Penulis, 2025 Nilai VIF < 10 dan nilai Tolerance > 0. 10 menunjukkan tidak terjadi multikolinearitas, sehingga asumsi ini terpenuhi. Uji Heteroskedastisitas Gambar 2. Scatterplot Dari scatterplot residual, terlihat sebaran titik berada di atas dan di bawah nol secara acak dan tidak membentuk pola tertentu. Hal ini mengindikasikan tidak adanya gejala heteroskedastisitas, sehingga model regresi memenuhi asumsi ini. Uji Hipotesis Tabel 4. Uji Hipotesis Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Dependent Variable: Y Sumber: Diolah Penulis, 2025 Berdasarkan Tabel 4, variabel pengetahuan tentang Time Value of Money (TVM) memiliki tingkat signifikansi sebesar 0. 000 (< 0. , yang berarti variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap perencanaan keuangan pribadi Sementara itu, variabel perilaku perencanaan keuangan memiliki tingkat signifikansi sebesar 0. 545 (> 0. , sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ini tidak berpengaruh signifikan terhadap perencanaan keuangan pribadi mahasiswa. Pembahasan Berdasarkan Tabel 4, variabel pengetahuan tentang Time Value of Money (TVM) memiliki tingkat signifikansi sebesar 0. 000 (< 0. , yang berarti variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap perencanaan keuangan pribadi 4004 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3999 Ae 4007 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Sementara itu, variabel perilaku perencanaan keuangan memiliki tingkat signifikansi sebesar 0. 545 (> 0. , sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ini tidak berpengaruh signifikan terhadap perencanaan keuangan pribadi mahasiswa. Menurut Dewi dan Listiadi . , literasi keuangan merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan berbagai keterampilan keuangan secara efektif, termasuk penganggaran, pengelolaan tabungan, dan investasi. Pengetahuan ini memungkinkan individu membuat keputusan keuangan yang lebih baik dan lebih Mahasiswa yang memahami konsep Time Value of Money cenderung lebih mampu menilai nilai uang di masa depan dan masa kini, serta mempertimbangkan risiko dan manfaat dalam mengambil keputusan keuangan, termasuk tabungan, pinjaman, dan investasi. Oleh karena itu, pengetahuan tentang TVM dapat meningkatkan efisiensi perencanaan keuangan jangka panjang mahasiswa. Studi yang dilakukan oleh Aini dan Rahayu . juga mendukung temuan Mereka menemukan bahwa literasi keuangan memiliki hubungan signifikan dengan kemampuan pengelolaan keuangan pribadi, bahkan di kalangan pelaku UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan keuangan, termasuk pemahaman mengenai konsep nilai waktu uang, penting untuk semua kalangan, termasuk mahasiswa. Ketika mahasiswa memahami bahwa uang memiliki nilai yang berubah seiring waktu, mereka akan lebih berhati-hati dalam membuat keputusan finansial yang akan berdampak jangka panjang, seperti mengambil pinjaman pendidikan atau melakukan investasi sejak dini. Lebih lanjut. Fathurrahman et al. menegaskan bahwa pengetahuan tentang laporan keuangan dan sikap terhadap uang . ove of mone. berpengaruh terhadap perilaku keuangan individu. Dalam konteks mahasiswa, perilaku terhadap uangAiapakah mereka menghargainya sebagai alat produktif atau hanya untuk konsumsiAiakan mempengaruhi bagaimana mereka menyusun perencanaan keuangan mereka. Pengetahuan tentang TVM dapat menggeser orientasi jangka pendek menjadi jangka panjang, yaitu dari sekadar memenuhi kebutuhan saat ini menjadi merancang strategi keuangan masa depan. Namun demikian, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa perilaku perencanaan keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap perencanaan keuangan pribadi secara parsial. Hal ini dapat dijelaskan melalui penelitian Dewi et . yang menunjukkan bahwa gaya hidup hedonis dapat mengganggu pengelolaan keuangan mahasiswa, meskipun mereka memiliki tingkat literasi keuangan yang baik. Hedonisme menyebabkan mahasiswa lebih memprioritaskan kepuasan sesaat daripada kestabilan finansial jangka panjang, sehingga perilaku perencanaan mereka tidak selalu mencerminkan manajemen keuangan yang Selain itu. Fitrianingrum et al. menjelaskan bahwa struktur organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kebahagiaan individu. Dalam konteks mahasiswa, hal ini bisa dianalogikan bahwa lingkungan pendidikan dan struktur 4005 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3999 Ae 4007 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. eperti bimbingan keuangan kampu. dapat menjadi faktor eksternal yang memengaruhi efektivitas perilaku perencanaan keuangan. Jika mahasiswa tidak mendapatkan dukungan yang memadai untuk mengembangkan kebiasaan keuangan yang sehat, maka pengetahuan dan niat baik mereka dalam merencanakan keuangan pribadi mungkin tidak membuahkan hasil yang signifikan. Pengetahuan mengenai TVM tidak hanya berfungsi sebagai alat matematis, tetapi juga membentuk kerangka berpikir logis dan prospektif dalam mengelola uang. Aini dan Rahayu . menekankan bahwa sikap terhadap uang sangat berkaitan erat dengan bagaimana seseorang memandang masa depan finansialnya. Jika seseorang memahami bahwa nilai uang hari ini berbeda dengan masa depan, maka ia akan cenderung menunda konsumsi untuk memperoleh manfaat yang lebih besar kemudian hari. Dalam konteks mahasiswa, hal ini dapat berarti memilih untuk menabung atau berinvestasi dibandingkan menghabiskan uang untuk keinginan Di sisi lain, perilaku keuangan yang tidak didukung oleh pemahaman yang kuat terhadap prinsip-prinsip ekonomi dan finansial dapat mengakibatkan keputusan yang tidak efektif. Fathurrahman et al. menunjukkan bahwa pengetahuan finansial berperan sebagai dasar dalam membentuk sikap dan perilaku Tanpa dasar pengetahuan yang baik, perilaku perencanaan mungkin hanya bersifat simbolis atau sekadar ikut-ikutan, tanpa benar-benar memahami manfaatnya dalam jangka panjang. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa dalam penelitian ini perilaku perencanaan keuangan tidak memberikan kontribusi signifikan secara parsial terhadap perencanaan keuangan pribadi. Dari sisi psikologis, pengelolaan keuangan juga dipengaruhi oleh locus of control, yakni sejauh mana individu merasa mampu mengendalikan kehidupannya. Aini dan Rahayu . menyatakan bahwa individu dengan internal locus of control cenderung lebih percaya diri dalam membuat keputusan keuangan karena merasa bertanggung jawab atas hasil yang akan mereka peroleh. Dalam dunia mahasiswa, mereka yang memiliki locus of control internal cenderung akan lebih aktif menyusun rencana keuangan, menetapkan tujuan keuangan pribadi, dan mengevaluasi pengeluaran mereka. Hal ini akan semakin diperkuat jika didukung oleh pemahaman terhadap TVM. Sebaliknya, mahasiswa dengan external locus of control mungkin akan lebih bergantung pada bantuan orang tua, beasiswa, atau nasib. Mereka tidak merasa perlu menyusun perencanaan keuangan yang matang karena merasa pengelolaan keuangan mereka tergantung pada faktor luar. Sikap seperti ini bisa menjadi penghambat dalam menciptakan budaya keuangan yang sehat di kalangan 4006 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3999 Ae 4007 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan tentang Time Value of Money berpengaruh signifikan terhadap perencanaan keuangan pribadi mahasiswa, sementara perilaku perencanaan keuangan tidak berpengaruh secara signifikan secara parsial. Namun secara simultan, kedua variabel tersebut berkontribusi terhadap kemampuan mahasiswa dalam merencanakan keuangan. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan, khususnya pemahaman konsep dasar seperti nilai waktu uang, perlu ditanamkan melalui pendidikan formal maupun non-formal. DAFTAR PUSTAKA