Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 442-455 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Implementasi Pendidikan Islam Merdeka Belajar Berbasis Media Sosial Monik Andriani1. Betty Mauli Rosa Bustam2 1,2 Universitas Ahmad Dahlan 2207052019@webmail. id, betty. rosa@bsa. ABSTRACT. The existence of technological advances requires educators to be able to adapt in implementing social media-based learning. However, in practice there are still educators who do not understand how to implement social media as a supporting tool in the process of learning Therefore, the importance of education regarding the implementation of social media in learning. The aim is to find out how to implement social media-based Islamic education learning in independent learning. This research is a qualitative research using descriptive analysis techniques with library research. Through this literature review, the researcher tries to describe existing phenomena, which are taking place now or in the past and are sourced from various sources that have theoretical depth from experts. The results of this study show that in implementing Islamic Education learning in the era of independent learning it is very necessary because in accordance with independent learning students and teachers are given freedom in implementing learning, this is very much needed for the role of social media in supporting the learning process of independent learning. The results of this study have implications for the use of social media for teachers in supporting teaching and learning activities in the era of independent learning. Keywords: Social media. Islamic Education. Freedom to learn ABSTRAK. Adanya kemajuan teknologi menuntut pendidik untuk dapat beradaptasi dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis media sosial. Namun, pada pelaksananya masih terdapat pendidik yang kurang mengerti dalam mengimplementasikan media sosial sebagai alat pendukung dalam proses kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, pentinganya edukasi mengenai implementasi media sosial dalam pembelajaran. Tujuan mengetahui bagaimana pengimplementasian pembelajaran pendidikan islam berbasis media sosial dalam merdeka Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif dengan kajian kepustakaan . ibrary researc. Melalui kajian literatur ini peneliti berusaha menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat yang lampau serta bersumber dari berbagai sumber yang memiliki kedalaman teori dari para ahli. Hasil penelitian ini bahwasannya dalam pengimplementasian pembelajaran Pendidikan Islam di era merdeka belajar sangat diperlukan karena sesuai dengan merdeka belajar siswa dan guru diberikan kebebasan dalam pelaksanaan pembelajaran, hal ini sangat dibutuhkan adanya peran media sosial dalam mendukung proses pembelajaran merdeka belajar. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pemanfaatan media sosial bagi guru dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di era merdeka belajar. Kata kunci: Media sosial. Pendidikan Islam. Merdeka belajar 442 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 442-455 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PENDAHULUAN Perkembangan zaman yang begitu pesat pada saat ini berpengaruh dalam perkembangan dunia Pendidikan. Adanya kemajuan teknologi dan media sosial dapat menuntut pendidik untuk beradaptasi dalam melaksanakan belajar mengajar berbasis media sosial. Namun, pada pelaksananya masih terdapat pendidik yang kurang mengerti dalam mengimplementasikan media sosial sebagai alat pendukung dalam proses kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penting nya edukasi mengenai implementasi media sosial dalam pembelajaran Pendidikan Islam sesuai dengan kurikulum yang diterapkan saat ini yaitu Merdeka Belajar. Merdeka belajar memberikan kemudahan pada setiap unit Pendidikan, dalam mengkreasikan konsep ini harus sesuai dengan keadaan merdeka belajar dalam proses belajar mengajar, baik dalam sisi budaya, kearifan local, sosial ekonomi maupun instruktur. Kurikulum Pendidikan di Indonesia sudah mengalami perubahan mulai dari 1947 hingga Dimana sekarang telah menggunakan pembelajaran berbasis kurikurum merdeka belajar. 1 Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 pasal 1 mengenai sistem pendidikan nasional bahwa Pendidikan yaitu usaha sadar dan terencana agar terwujudnya suasana belajar dan proses belajar mengajar. Dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 2 Pendidikan nasional mempunyai tugas yaitu mempersiapkan sumber daya manusia yang baik dan berguna bagi masa depan, baik untuk individu, bangsa dan juga negara. Sedangkan Pendidikan Agama Islam memiliki tujuan agar dapat menjadi sarana dalam mengarahkan, membina, memantau, serta memberi masukan dalam proses perkembangan diri peserta didik. Tidak bisa dipungkiri bahwa pada zaman yang canggih ini perkembangan teknologi sangat tinggi di berbagai negaasalah satunya yaitu di Indonesia. Hal ini dapat kita lihat dari beberapa kodisi masyarakat yang telah memanfaatkan gadget, computer dan internet, guna mengakses sosial media di dalam nya. Perkembangan tersebut sudah memasuki di berbagai kalangan baik itu tua muda dan anak-anak. Dengan teknologi yang canggih dan didukung dengan adanya sosial dapat mempermudah akses bagi masyarakat yang memilikijarak yang cukup jauh. Dampak pada penggunaan media teknologipun dapat merubah kondisi. Namun dengan peningkatannya teknologi kini menggiring manusia memasuki era kemajuan yang semakin canggih, dimana semua menjadi bagian dari manusia itu sendiri. Pada era ini sosial media atau internet bukan hanya digunakan manusia untuk berbagi informasi akan tetapi sebagai media untuk menjalani kehidupan. Manusia sebagai komponen utama dan mampu mewujudkan nilai baru melalui perkembangan sosial media tersebut, sehingga dapat meminimalisir dan memudahkan seluruh pengguna baik di Romelah Hasmiza1,Auislam melalui media youtube di smp nurul,Ay Journal. Development Education, 8, no. : hlm. 354Ae362. Ibnu habibi. Auimplementasi pembelajaran pendidikan agama islam berbasis daring . hatsapp group, google classroom dan zoom meetin. ibnu habibiAy 12, no. : 161Ae177. 443 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 442-455 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. bidang ekonomi dan komunikasi. Dengan demikian adanya merdeka belajar juga salah satu pendukung dalam memanfaatkan sosial media menjadi pengaruh baik dan memanfatkan nya dengan menampilak hal-hal positif untuk masa mendatang nanti. Merdeka Belajar yaitu suatu kebijakan yang baru di rancang oleh Kemendikbud RI, merdeka belajar juga di devinisikan sebagai kemerdekaan berfikir bafi siswa dan guru. Medeka belajar mendorong terbentuk nya karakter jiwa merdeka dimana guru dan siswa dapat secara leluasa dalam mengespreaikan dan menyampaikan pendapat nya, mengeksplorasi pengetahuan, sikap dan keterampilan Dengan merdeka belajar imi dapat mendorong siswa belajar dan mengembangkam dirinya, membentuk sikap pedulu pada lingkungan sekitar, siswa juga dapat mendorong kepercayaan diri dan keterampilan siswa serta beradaptasi dengan lingkungan masyarakat. 4 Kebijakan-Merdeka Belajar merupakan usaha Kemendikbud untuk mengembangkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan lembaga pendidikan pada skala nasional maupun global. Penelitian terdahulu yang berjudul AuMedia Pembelajaran Agama Islam Berbasis Media Sosial Pada Generasi Z yang ditulis oleh Nurzazin dan Muhammad Zaim dalam penelitian ini menjelaskan bahwa bagi generasi-ZAy pada penelitian ini menyatakan bahwa mediasosial adalah media pembelajaran agama Islam yang relevan dalam mendidik generasi-Z. 5 Perbedaan penelitian yang dibahas dalam jurnal di atas yaitu mengenai bagaimana hubungan nya kurikulum merdeka dengan media sosial di era perkembangan zaman yang semakin canggih serta penerapan nya oleh pendidik dalam proses belajar mengajar. Penelitian terdahulu yang berjudul AuKompetensi Guru dalam Mengembangkan Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi di Sekolah DasarAy yang ditulis oleh norjanah dkk. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kopetensi guru sudah cukup baik tetapi perlu untuk lebih ditingkatkan lagi. Dengan adanya faktor pendukung dalam mengembangkan pemahaman siswa memudahkan dalam menerapkan nya diantaranya adalah kurikulum, serta sekolah yang dapat dikondisikan. Adapun faktor penghambatnya yaitu fasilitas sekolah yang belum lengkap. 6 Sedangkan penelitian yang di dibahas dalam jurnal ini lebih memfokuskan bagaimana peran kemajuan teknologi dalam Pendidikan terutama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Nur Rahmi. Auimplementasi media pembelajaran visual gerak terhadap hasil belajar siswa pelajaran pendidikan agama islam kelas ii di sdn 65 parangloe kabupaten bantaengAy . : hlm. Evi Hasim. AuPenerapan Kurikulum Merdeka Belajar Perguruan Tinggi Di Masa Pandemi Covid-19,Ay Prosiding Webinar Magister Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo AuPengembangan Profesionalisme Guru Melalui Penulisan Karya Ilmiah Menuju Anak Merdeka Belajar,Ay 2020, 68Ae74. Nur Zazin And Muhammad Zaim. AuMedia Pembelajaran Agama Islam Berbasis Media Sosial Pada Generasi-Z | Zazin | Proceeding Antasari International Conference,Ay Proceeding Antasari Internationa Conference: Local And Global In The Fourth Industrial Revolution, 2019. Salamah Salamah. AuPeran Guru Pai Dalam Pembentukan Karakter Siswa Di Era Revolusi Industri 4. 0,Ay SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme 2, no. : 26Ae36, 444 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 442-455 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Dari permasalahan di atas maka tujuan penulisan artikel ini adalah menjawab bagaimana implementasi merdeka belajar berbasis media sosial. Oleh karena itu penulisan artikel ini akan mengetahui bagaimana pengimplementasian pembelajaran pendidikan islam berbasis media sosial dalam merdeka belajar. Penulis menganggap hal ini penting untuk dibahas, karena pada saat ini masih banyak pendidik yang masih menggunakan metode pembelajaran yang terkesan monoton, sehingga dengan berkembangnya Pendidikan dan teknologi mengarah ke hal-hal positif dan sesuai dengan kurikulum merdeka pada saat ini. Permasalahan pendidikan yang ada saat ini respon baik dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan mengeluarkan kebijakan-Merdeka Belajar. Nadiem Makarim selaku Kemendikbud secara tegas menyebutkan bahwa konsep Merdeka Belajar yang digagasnya merupakan usaha untuk mewujudkan kemerdekaan dalam berpikir. Kebijakan ini dimulai dengan perbaikan standar mutu pendidik. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif menggunakan teknik analisis deskriptif dengan kajian kepustakaan . ibrary researc. Pada kajian literatur ini peneliti berusaha menggambarkan fenomena-fenomena yang terjadi, yang berlangsung saat ini atau saat yang lampau serta bersumber dari berbagai sumber yang memiliki kedalaman teori dari para ahli. 8 Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang dalam mendapatkan suatu hasil temuannya tidak menggunakan cara olah data tetapi menggunakan teknik pengumpulan data yaitu dengan mencari sumber data yang relevan, mencatat dan membaca temuan data, melakukan pengumpulan data, dan di susun dalam bentuk laporan. Tekhnik pengumpulan data diperoleh melalui tinjauan literatur berupa jurnal, artikel, tesis dan sumber lain nya. Teknik menganalisis data pada penelitian kali ini dengan reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Merdeka Belajar Berbasis Media Sosial Merdeka belajar yaitu suatu kebijakan yang dirancang oleh Menteri Pendidikan dan Budaya, konsep merdeka belajar terjadi karena adanya keinginan, agar terciptanya suasana belajar yang menyenangkan tanpa membebani siswa dengan pencapaian nilai yang telah di tentukan. Merdeka belajar juga diartikan dengan kemerdekaan dalam berfikir. Adanya konsep tersebut system belajar mengajar akan berubah yang tadinya belajar di wajibkan untuk dilaksanakan di ruangan tetapi pada merdeka belajar ini siswa dibebaskan untuk belajar dimana saja dengan pantawan pendidik. Dengan demikian siswa menjadi lebih nyaman dalam Tri Astutik Haryati. AuModernitas Dalam Perspektif Seyyed Hossein Nasr,Ay Jurnal Penelitian 8, no. : 65Ae78. Norjanah Norjanah. Muhammad Nasir, and Nida Mauizdati. AuKompetensi Guru Dalam Mengembangkan Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di Sekolah Dasar,Ay Jurnal Basicedu 6, no. : 5130Ae37. 445 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 442-455 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. melakukan pembelajaran dengan baik karena tempat dan suasana yang mendukung dan sudah menjadi pilihan siswa tersebut. merdeka belajar juga membebaskan siswa untuk berpendapat. Proses belajar mengajar akan lebih menarik dan aktif jika dijalankan dengan senang hati, merdeka belajar membebaskan siswa berpendapat seperti diskusi, belajar dengan menggunakan ounting class, melatih anak agar lebih mendiri, berani, berfikiran luas dan berkarakter. Pada saat ini media sosial banyak digunakan di kalangan pelajar, karena dengan adanya sosial media dapat memudahkan dalam berkomunukasai dengan jarak sejauh apapu dan tujuan manapun. Bagi para pelajar media sosial tempat mereka mencari informasi yang menarik baik itu pelajaran maupun keterampilan tidak hanya dikalangan remaja saja bahakan lansia juga memiliki sosial media, bahkan juka dikalangan remaja yang tidak memiliki sosial media dianggap jadul. Media sosial bagi para pelajar biasanya di gunakan untuk mengekspresikan diri, berbagai segala tentang dirinya kepada banyak orang terutama teman-teman dan media sosial juga bisa di jadikan sebagai tempat untuk menghasilkan uang. Maka dari itu seorang pendidik juga harus bisa memanfaatkan media sosial dalam melakukan proses belajar mengajar atau penugasan agar pelajar memanfaatkan media sosial dengan baik dan bermanfaat. Pendidikan memiliki sistem yang lebih berfokus pada porsi pengajaran, porsi Pendidikan cenderung dengan porsi peningkatan, kemampuan, ketrampilan dan kecerdasan siswa. Sedangkan urusan yang bersangkutan dengan pembentukan kepribadian dan budaya pada saat ini belum terlalu diperhatikan secara mendasar. Hal ini yang mengakibatkan beberapa masalah Pendidikan, sebaiknya hal tersebut di setarakan dan di tangani lebih cepat agar tidak mengganggu upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan mutu Pendidikan. Kebanyakan masalah yang di alami yaitu efektivitas, efisiensi dan standarisasi pengajaran. 11 Pada saat ini keadaan pasca Covid-19 Merdeka belajar dibutuhkan karena sistem pendidikan yang awalnya dilakukan secara daring harus dilakukan secara luring Kembali di sekolah, dengan kebiasaan anak anak yang melakukan pembelajaran kurang maksimal karena dilakukan secara daring, dengan adanya merdeka belajar anak tidak merasakan perbedaan yang sangat jauh karena dengan merdeka belajar tersebut pembelajaran akan terasa menjadi asik dan tidak bosan dengan adanya kebebasan dalam proses Oleh karena itu sebagai pendidik pendidik kita harus mengerti apa saja yang menjadi kebutuhan anak dalam belajar, seperti menggunakan pembelajaran dengan memanfaatkan media sosial agar lebih asik dan menarik. Memberikan keleluasaan bagi pendidik dan peserta didik dalam melakukan proses belajar Titania Widya Prameswari. AuMerdeka Belajar : Sebuah Konsep Pembelajaran Anak Usia Dini Menuju Indonesia Emas 2045 PENDAHULUAN Baru-Baru Ini Menteri Pendidikan Indonesia Nadiem Makariem . Membuat Sebuah Terobosan Baru Sebagai Sebuah Solusi Yang Ditawarkan Untuk Mengatasi Belajar KuaAy 1 . : 76Ae86. Dindin Alawi et al. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka Pasca Pandemi Covid-19,AyEdukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 4, no. : 5863Ae73. 446 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 442-455 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. 12 Memberikan keleluasaan bagi pendidik dan peserta didik dalam melakukan proses belajar mengajar. Generasi milenial lahir sebagai digital native. Dalam artian begitu mereka lahir sudah berkembang nya pemanfaatan media sosial dan sudah tersedia dengan semestinya dan siap pakai. Hal tersebut berbeda dengan manusia yang lebih tua disebut juga dengan digital migrant. 13 Guru mempunyai kebebasan memilih beberapa bahan ajar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar mengajar. Keberhasial suatu Pendidikan di sekolah dapat dinilai dari cara guru menyampaikannya, karna guru memiliki peran yang penting untuk proses perkembangan anak dan kemajuan Maka dari itu guru dituntut untuk dapat mengjerjakan tugas nya agar tercapainya tujuan sekolah, dengan adanya program kelas berbasis proyek membantu guru untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila yang dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang telah ditetapkan pemerintah. Kelas berbasis proyek ini tidak diwajibkan untuk memiliki target pembelajaran tertentu, sehingga tidak berpatokan dengan tema pembelajaran. 14 Pemanfaatan sosial media di dalam dunia Pendidikan dianggap penting karena Pendidikan dengan jenjang yang lebih tinggi memanfaat kan media sosial dan bagian dalam dunia sudah berjaringan sosial, bahkan dalam diri mereka sudah menjadi saatu bagian dalam sebuah jaringan yang luas. Media sosial pada masa kini banyak digunakan pada proses Pendidikan berjarak jauh . -learnin. dengan proses belajar mengajar yang tidak lagi memiliki Batasan pada ruang kelas, jarak dan waktu. Sosial media mempunyai ketertarikan sendiri diberbagai kalangan baik itu orang dewasa dan remaja. Ketertarikan media sosial inilah yang memegang peranan penting dalam membangun kemampuan berkomunikasi seseorang. Remaja saat ini begitu peka dengan perubahan yang terjadi dalam teknologi sosial, mereka mengikuti perkembangan tersebut dan menguasainya dengan proses belajar menggunakan metode AuTrials and ErrorAy. Contoh penggunaan media sosial yang digunakan dalam merdeka belajar seperti siswa diberikan kebebasan untuk mengerjakan tugas dengan aturan tidak boleh mengerjakan tugas dikamar, mengerjakan tugas sesuai dengan waktu yang di tentukan, dan terdapat istilah cekin dan cekout hal ini digunakan untuk presensi dan seorang guru memanfaatkan whatsap sebagai media komunikasi dan pemantauan peserta didik. Dengan menggunakan aplikasi whatsapp pembelajaran dapat berlangsung dengan efisien serta dapat mempermudah pendidik serta peserta didik pada saat proses belajar mengajar. Tidak hanya itu saja, whatsapp grup juga memudahkan pendidik dalam memberi motivasi dan tugas kepada peserta didik, peserta didik juga bebas untuk menyampaikan pendapatnya masing-masing, memberi pertanyaan dan menyanggah jawaban peserta didik lainnya, bisa juga digunakan untuk video call dalam pembelajaran tatap muka melalui daring, pada saat ini whatsapp sudah diperbaharui tidak ada Batasan untuk melakukan video call grup. Ibid Syuaeb Kurdie. AuPendidikan Agama Islam Berbasis Literasi Digital Bagi Generasi Milenial,Ay SOSFILKOM : Jurnal Sosial. Filsafat Dan Komunikasi13,no. :48Ae62. Anisa Fathul Aziz. AuUniversitas Islam Negeri Raden Intan Lampung 1439 H / 2018 M Penerapan Teknik Probing-Promting Untuk 1439 H / 2018 M,Ay 2018. 447 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 442-455 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Adanya whatsapp group membuat pendidik dapat memantau aktivitas peserta didik dengan cepat, dapat mempermudah pendidik dan peserta didik berkomunikasi dan memberikan informasi secara cepat mengenai tugas dan hal lainnya. Siswa dan Guru Merdeka Perlu disadari bahwa siswa bukanlah sebuah miniatue yang dapat kita manfaatkan begitu saja, tetapi siswa juga mempunyai dunia sendiri, memiliki masa masa perkembangan dan pertumbuhan. Pendidik dan siswa sama sama makhluk ciptaan tuhan yang memiliki perbedaan di setiap individunya karena adanya factor lingkungan sekitar, siswa juga memiliki unsur utama yaitu rohani dan jasmani. Unsur jasmani yaitu kekuatan fisik, spiritual, akal, hati Nurani dan nafsu. Peserta didik juga mempunyai sifat dan potensi yang berbeda-beda, sebagai pendidik harus dapat memposisikan siswa agar terlatih mandiri dengan cara sebagai berikut: menjadikan nya sebagai sumber pelajaran dan pembelajaran, melatih siswa agar bisa dapat membuat keputusan, dalam pelatihan mengambil keputusan ini termasuk dari unsur dalam proses merdeka belajar. Tanggung jawab seorang pendidik begitu besar, karena pendidik tidak hanya berkewajiban untuk mentransfer ilmu, tetapi juga harus menjaga dan melestarikan aspek fisik dan spiritual siswa. Sekarang, proses evaluasi sepenuhnya dikembalikan ke sekolah. Dalam Merdeka Belajar tidak adalagi evaluasi yang digeneralisasi, melainkan diambil dari prestasi dan kemampuan peserta didik dalam menyerap materi. Pelaksanaan merdeka belajar dapat berjalan dengan baik apabila guru juga dibekali dengan materi-materi yang menarik dengan bahan ajar yang menarik pula. Tidak hanya itu saja tetapi guru juga harus dibekali pengetahuan mengenai pengembanganteknologi dan cara pemanfatan nya, karena kebanyakan guru pada saat ini kurang mengetahui bagaimana caranya untuk memanfaatkan media sosial dengan baik, guru juga dapat memanfaatkan media sosial dengan hal-hal yang positif, memberikan sumber informasi positiuf pula, media sosial seperti watsaap menjadi jembatan untuk siswa dan guru berkomunikasi, saling tukar fikiran dan saling memberikan informasi yang sedang terjadi atau popular saat ini, hal tersebut juga dapat dikaji dan dijadikan pembelajaran baru bagi siswa. Terdapat beberapa model tugas yang diberikan kepada siswa untuk menentukan hasil belajar, ada yang berupa soal pilihan ganda menggunaka gogle form, ada juga yang memberikan esai juga, dengan memanfaatkan google form memudahkan guru untuk memantau siswa dan memudahkan untuk merekap nilai siswa. Pembelajaran pendidikan Islam berbasis media sosial Di zaman era perkembangan teknologi yang semakin canggih ini, sistem pembelajaran di tuntut untuk dapat beradaptasi dengan teknologi, terutama dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, hal ini sangat penting adanya peran media 15Miftahudin Marliani. Siagian. AuKajian Konsep Merdeka Belajar Dari Perspektif Pendidikan Islam,Ay Jurnal Pendidikan Dan Konseling 4, no. : 1349Ae58. 16Ibid 448 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 442-455 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. pembelajaran berbasis media sosial, sehingga membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami oleh siswa dan lebih efektif dan efesien. Tidak hanya pendidikan akan tetapi semua guru dan siswa serta masyakarat lainnya akan hidup dengan lingungan yang serba digital yang dapat diakses secara cepat dan akurat. Dengan adanya media sosial memudahkan guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar dikelas, dapat menghidupkan budaya literasi bagi siswa. Penerapan literasi bagi siswa sangat didukung dengan hadirnya kemajuan teknologi yang semakin canggih ini, yang mana sumber literasi bukan hanya diterapkan di pembelajaran Pendidikan Agama Islam saja akan tetapi diterapkan di pembelajaran umum pula. dengan kemajuan teknologi siswa dalam membaca buku tidak hanya menggunakan media cetak namun dapat membaca melalui media sosial yang semakin canggih. Hadirnya kemajuan teknologi yang semakin canggih merupakan momentum yang pas dalam mengimplementasikan merdeka belajar. Pembelajaran merdeka belajar ialah sistem pembelajaran yang di rancang dengan memberikan kemerdekaan bagi guru dan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di kelas. Merdeka belajar yakni memberikan kebebasan bagi siswa memilih tempat ternyaman selama proses pembelajaran, proses pembelajaran diatur dengan menggunakan sistem belajar diluar kelas. Seiring perkembangannya teknologi bukan hanya pembelajaran yang menggunakan media sosial akan tetapi semua aktivitas manusia akan bergantung pada teknologi. Terdapat banyak sekali manfaat kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran salah satunya memberikan informasi secara cepat. Selain itu, sebagai guru dituntut untuk dapat menggunakan berbagai macam media sosial guna mendukung berjalannya kegiatan pembelajaran, dengan menggunakan teknologi pula dapat meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Dan siswa akan merasa senang untuk belajar karena mendapat pengalaman baru dalam melakukan pembelajaran. Media sosial yaitu menjadi penghubung dan alat yang digunakan pada masa kini di dunia maya, media sosial juga digunakan untuk saling berkomunikasi dan intraksi, seperti mengirim pesan, gambar dan menjaga silaturahmi. Media sosial juga diartikan dengan media online yang sangat mendukung suatu suatu komunikasi antar dua orang atau lebih dengan menggunakan teknoligi yang berbasis online, yang akan mendukung sebuah komunikasi jarak dekat dan jarak jauh. Media sosial juga banyak berpengaruh dalam keadaan masakini baik itu buruk dan pengaruh baik slah satunya adalah: Adapun pengaruh positif nya yaitu, 1. Memudahkan dalam bersosialisasi dan berintraksi pada masyarakat, 2. Memudahkan mencari sumber informasi dan memberikan umpan balik bagi orang lain, baik itu menerima informasi atau memberi Dengan media sosial memudahkan untuk mengerjakan tugas dimanapun dan kapan pun, dapat saling menatap wajah walaupun hanya di media sosial. hasna sofa Tsuroya. AuStrategi Pembelajaran Guru PAI Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay 2018. Syibran Mulasi. AuProblematika Pembelajaran Pai Pada Madrasah Tsnawiyah Di Wilayah Barat Selatan Aceh,Ay Jurnal Ilmiah Islam Futura 18, no. : 269, . Aulia Siti Aisjah and Yuyun Tajunnisa. AuTaksonomi & Tujuan PembelajaranAy 4, no. February . : 24Ae26. 449 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 442-455 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan, jarak tedak lagi menjadi masalah besar dalam kehidupan, dengan adanya media sosial semua berita dan peristiwa dapat di sebar luaskan dalam waktu yang singkat. Pada masakini dengan adanya satelit pembuatan komunikasi memudahkan semua yang membutuhkan nya, dengan adanya hal tersebut juga memudahkan para pandidik untuk mengkreasikan proses pembelajaran menggunakan jaringan internet dan sosial media. Karena pada masakini masyarakat sudah banyak mengenal internet dan sosial media terutama peserta didik, mereka lebih tertarik melakukan kegiatan menggunakan sosial media seperti tiktok, watsaap dan Instagram. Sekolah merupakan pencipta generasi baru yang akan menggantikan seorang pendidik maka dari itu sebagai pendidik harus memiliki kepedulian yang tinggi dengan perkembangan yang terjadi pada siswa. Jika tidak siswa pun akan tertinggal di bidang nya masing-masing seperti tertinggalnya di perkembangan zaman yang sangat pesat ini. Perkembangan informasai dan komunikasiini tidak memiliki keringanan, terdapat dua pilihan dalam hal ini yaitu mempu beradaptasi atau tertinggal kebelakang. Terdapat beberapa manfaat teknologi salah satunya yaitu memudahkan untuk mencari informasi terkait pembelajaran. Guru sebagai jembatan informasi bagi siswa nya dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial guru akan lebih mudah untuk mendapatkan dan menyampaikan informasi tersebut. Guru juga dapat mengakses informasi mengenai pembelajaran yang menarik dan tidak membosan kan, sehingga dapat menerapkan nya kepada siswa, baik itu dalam penyampaian dan menanamkan pada siswa, dengan hal ini penyampaian materi akan menjadi lebih Tidak hanya itu informasi yang di dapat juga terbaru dan uptodate dan real time, didukung dengan komunikasi yang baik walaupun tidak berhadapan secara langsung tetapi pendudik msih dapat menggunakan media sosial untuk berdiskusi dan komunikasi, bisa menggunakan zoom meting dan google meet, agar terciptanya forum diskusi dan memulai nya secara online, sehingga pembelajaran tidak terbatas dengan tempat dan waktu. Pada saat ini dalam pembelajaran tidak hanya teknologi saja yang memberikan kemudahan dalam proses belajar mengajar, melainkan kurikulum juga sebagai faktor pendukung dalam proses pembelajaran. Seperti yang kita lihat pada masa kini kurikulum yang digunakan yaitu kurikulum merdeka, kurikulum merdeka ini memberi kemudahan bagi pendidik dan pendidik dalam melakukan proses pembelajaran, memberikan kebebasan kepada peserta didik agar dapat berkreasi dan menunjuk kan kemampuan yang dimiliki, pendidik juga lebih bisa memantau dalam proses belajar mengajar. Sebagai seorang pendidik harus bisa memanfaatkan kecanggihan zaman dan menjadikan nya hal-hal positif dan baik. Sehingga dengan adanya sosial media saat ini tidak di salah gunakan. Media sosial juga sangat dibutuhkan dalam proses Prameswari. AuMerdeka Belajar : Sebuah Konsep Pembelajaran Anak Usia Dini Menuju Indonesia Emas 2045 pendahuluan Baru-Baru Ini Menteri Pendidikan Indonesia Nadiem Makariem . Membuat Sebuah Terobosan Baru Sebagai Sebuah Solusi Yang Ditawarkan Untuk Mengatasi Belajar Kua. Ay Adi wibowo. Aupenggunaan media sosial sebagai trend media dakwah pendidikan islam di era digital,Ay jurnal islam nusantara 03, no. : 339Ae56. 450 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 442-455 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. pembelajaran, tidak hanya dibutuhkan untuk mendapatkan ilmu saja melainkan dapat di manfaatkan juga sebagai alat untuk melatih siswa mengembangkan ilmu, merdeka belajar berbasis media sosial juga sangat efektif jika di lakukan dalam proses Bermanfaat bagi siswa untuk mengembangkan ilmu pengetahuan Baik itu pembelajaran umum dan pelajaran PAI. Tidak hanya mendapatkan ilmu yang bermanfaat saja melainkan melatih siswa untuk mengembangkan ilmu pengetahuan nya dalam sosial media tidak hanya ilmu umum saja melainkan pendidikan agama Islam juga. 22 Pembelajaran PAI pada saat ini tidak hanya didapat dari buku saja, melainkan bisa di akses melalui media social seperti, youtube. Instagram, modul dan buku dalam bentuk aplikasi. Pada masa kini guru di tantang untuk menjadikan keselarasan dengan berkembangnya informasi dan komunikasi. Dimulai dari proses belajar mengajar yaitu, penyampaian materi dan pengondisian kelas itu harus di sesuaikan dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, maka dari itu pendidik harus memiliki kreatifitas yang tinggi dan pemikiran yang luas untuk bisa mengikuti perkembangan Adapun pengelolaan kelas yang baik salah satunya yaitu berbasis ICT . nformation comunication technolog. akan menunjang daya adaptasi dan adopsi siswa terhadap kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan adanya kurikulum merdeka sangat mendorong pendidik dan peserta didik agar lebih maju dalam menggunakan teknologi, dan mengasah anak agar lebih memanfaat kan Mengarah ke hal positif seperti yang kita rasakan saat ini, banyak cara yang digunakan oleh para pendakwah untuk menyebarluasakan dakwahnya dengan memanfaatkan media sosial, tidak hanya berdakwah bil-kitabah ataupun bil-kalam tapi juga menggunakan metode audiovisual gambar, suara ataupun ceramah hal ini tergantung pada Passion atau trend masa kini. 24 Media sosial atau internet merupakan suatu cara yang digunakan oleh masyarakat untuk mendapatkan Jika zaman dahulu informasi susah di dapat, tidak hanya informasi untuk saling berkabar dan menjalin silaturahmi pun sulit jika jarak jauh. Bisa kita lihat pada masa kini perkembangan media sosial sangat pesat dan selalu ada hal baru didalam Hal tersebut ditandai oleh akses media online yang tersebar di berbagai platform media sosial. 25 Kemajuan ini memudahkan pengguna untuk menjalin hubungan antara satu sama lain, dan berguna juga sebagai bahan ajar yang mnarik tanpa ada batas ruang dan waktu haltersebut bisa tetap digunakan, pada era ini disebut juga dengan era informasi et al. AuAnalisis Manajemen Pembelajaran Online Berbasis Media Sosial WhatsApp Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Materi Sistem Pencernaan,Ay Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah 9, no. : 22Ae33. Syibran Mulasi. AuProblematika Pembelajaran Pai Pada Madrasah Tsnawiyah Di Wilayah Barat Selatan Aceh,Ay Jurnal Ilmiah Islam Futura 18, no. : 269, . Adi wibowo. Aupenggunaan media sosial sebagai trend media dakwah pendidikan islam di era digital,Ay jurnal islam nusantara 03, no. : 339Ae56. 451 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 442-455 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Implementasian merdeka belajar dalam Pendidikan Agama Islam berbasis media sosial Pendidikan agama Islam dengan versi merdeka belajar harus lebih memperhatikan siswa terhadap kemampuan dan keterampilan dalam berintraksi kepada guru, sehingga nantinya siswa diharapkan dapat berkolaborasi dan membangun rasa percaya diri siswa terhadap dirinya sendiri. Keberhasilan dalam pembelajaran dapat dilihat dari tingkat kemampuan siwa yang memiliki cara berfikir krtitis dan kreatif. Berfikir kritis siswa dilatih dengan memiliki kefokusan terhadap materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Pembelajaran merdeka belajar menuntut guru dan siswa unyuk mempunyai kreatifitas yang dapat menghasilkan suatu karya dan memiliki banyak pemgalaman dan pengetahuan sehingga dapat dijadikan tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis merdeka belajar. Siswa yang mempunyai kemampuan baik dalam beradaptasi dengan hal baru adalah siswa yang membiasakan diri dengan kegiatan positif terhadap kemajuan dan pekembangan zaman, siswa diharapkan mampu beradaptasi dari berbagai macam bentuk pembelajaran yang menyenangkan. Adapun tujuan terakhir yakni siswa memiliki rasa percaya diri yang tinggi atas semua tanggung jawab sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan adanya tujuan Pendidikan agama Islam memperlihatkan dengan jelas mengenai segala prilaku siswa, dengan harapan siswa dapat memahami dan berfikir positif guna mencapai tujuan dari Pendidikan agama Islam, untuk mencapai tujuan tersebut guru diharapkan memberikan materi yang sesuai dengan kemampuan siswa dan memanfaatkan perkembangan zaman seperti media sosial. Dengan tujuan agar siswa memiliki minat dan ketertarikan yang mudah dipahami dan di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari Pembelajaran Pendidikan agama Islam dijadikan sebagai panutan dalam melakukan Tindakan yang sesuai dengan ajaran Islam. Pembelajaran Pendidikan agama Islam yakni bukan hanya mengajarkan tentang pengetahuan saja akan tetapi, juga diajarkan dalam membentuk sikap dan karakter siswa yang mampu mengamalkan seluruh ajaran agama Islam. Dalam pembelajaran agama Islam yakni mengupayakan terciptanya siswa yang merdeka dalam belajar, yang dimaksud dari kata merdeka iyalah mendapatkan materi pembelajaran yang sesuai dan merdeka dalam mengutamakan lingkungan sekolah dan masyarakat. Ada beberapa yang menjadi prioritas dalam pembelajaran Pendidikan agama Islam dalam merdeka belajar yaitu. pemerintah mewajibkan setiap Pendidikan memiliki guru agama yang sesuai dengan keyakinan masing-masing siswa. Adanya guru agama disekolah diharapkan dapat menguatkan akhlak dan ilmu agama sehingga nantinya dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini pemerintah berkolaborasi dengan Pendidikan dan sekolah untuk mebentuk kurikulum agar tercapainya proses kemerdekaan belajar bagi siswa. Kemajuan teknologi yang semakin pesat, mempermudah segala aktivitas manusia terutama dalam kegiatan pembelajaran menggunakan teknologi yang Meylan Saleh. AuMerdeka Belajar Di Tengah Pandemi Covid-19,Ay Prosiding Seminar Nasional Hardiknas 1 . : 51Ae56. 452 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 442-455 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. semakin canggih. Sebagai guru dituntut untuk dapat menggunakan berbagai macam media sosial sebagai alat pendukung belajar mengajar. Guru dapat menggunkan media pembelajaran berbasis media sosial yang sudah maju. Peran media sosial dalam mengakses informasi sangat dibutuhkan dalam pembelajaran guna meningkatkan kualiatas sekolah. Memanfaatkan media sosial bukan hanya mempermudah guru saja akan tetapi mempermudah semua elemen sekolah baik siswa, guru, kepala sekolah maupun masyarakat dan lingkungan sekitar. Media sosial berperan penting dalam membentuk pembelajaran yang lebih efektif dan efesien. Implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis media sosial contohnya, memberikan tugas kepada peserta didik yang dibuat sekreatif mungkin dan semenarik mungkin, dengan memanfaatkan media sosial yang sedang digemari oleh peserta didik dan masyarakat seperti Tiktok dan Instagram. Bentuk penilaian merdeka belajar yakni dilakukan pada pertengahan pada tingkat pendidikan dengan beberapa aspek penilaian yaitu aspek literasi, numerik, karakter, dan lain-lain. Peniaian berdasarkan pada model penilaian standar Peserta didik memiliki kebebasan dalam pembuatan suatu rencana pelaksanaan pembelajaran ( RPP ). Dalam penyusunan nya pendidik memiliki msalah besar dari kurikulum 2013 yang holistic dan kaku. Pada penyusunan rencana pelaksanaan (RPP) dan pada kurikulum 2013 memberikan beban beban besar terhadap pendidik. Analisis pada setiap komponen tersebut dianggap menguras tenaga dan waktu untuk Menyusun dan mempersiapkan kegiatan pembelajaran dan mengevalusi kegiatan. Kemudian Kemedikbud memberi kebebasan bagi pendidik untuk mendesain RPP secara mandiri dengan komponen yang wajib dengan tujuan, isi kegiatan dan penilaian yang cukuo dengan satu halaman. Pada masa kini semakin maju teknologi kurikulum K13 juga sudah mengalami perubahan menjadi kurikulum merdeka, hal itu dikarenakan kurikulum K13 dianggap kurang efektif dalam proses belajar mengajar dikarenakan pada masa itu masih pandemic, dan pasca pandemic ini sudah mulai diterapkan yaitu kurikulum merdeka belajar dimana peserta didik mempunyai kebebasan dalam belajar dan guru-guru lebih memanfaatkan teknologi yang maju pada saat ini. Tetapi tidak sedikit guru-guru yang masih gaptek dan minim pengetahuan teknologi. Tidak hanya itu tidak sedikit juga guru-guru yang sudah berusia lanjut minim pengetahuan terhadap penggunaan teknologi seperti laptop computer dan aplikasi-aplikasi yang terdapat didalam nya. Sebaik mungkin bisa diadakan pelatihan dan wajib di ikuti oleh bapak ibu tenaga pendidik, dengan cara demikian bapak/ibu tenaga pendidik dapat memahami sedikit banyak nya mengenai teknologi zaman sekarang yang sangat mudah untuk mengkreasikan pembelajaran di dalam nya dan untuk meningkatkan semangat siswa dalam belajar, terutama dalam pelajaran Pendidikan agama Islam. Siti BaroAoah. AuKebijakan Merdeka Belajar Sebagai Peningkatan Mutu Pendidikan,Ay Jurnal Tawadhu 4, no. :63Ae73. 28Ibid . 453 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 442-455 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. KESIMPULAN DAN SARAN Merdeka belajar adalah adanya kebebasan dalam berfiki, merdeka belajar merupakan system pembelajaran yang dilakukan diluar kelas, dengan adanya merdeka belajar proses belajr mengajar akan menjadi lebih rileks dan nyaman karena lebih banyak melakukan diskusi dengan guru dan melatih daya berfikir siswa untuk lebih berani berfikir kritis, cerdik dan berakhlak. Dimasa saat ini yang memiliki perkembangan teknologi yang canggih ini guru dapat memanfaat kan beberapa sosial media yang dapat membangun semangat siswa dengan tidak membuat siswa tertekan dengan apa yang telah di terapkan karena menggunakan konsep kurikulum merdeka. Penerapan merdeka belajar pada Pendidikan agama Islam pada saat ini sering digunakan yaitu aplikasi yang dapat memudahkan proses pembelajaran dan menggunakan alat elektronik yang sekarang berkembang maju seperti laptop, gadget yang semakin lama semakin canggih. Peneliti memahami terdapat banyak kekurangan dalam penulisan jurnal ini, oleh karena itu peneliti selanjutnya diharapkan dapat lebih mengembangkan pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran terutama pada Pendidikan berbasis merdeka belajar yang diharapkan dapat mampu meningkatkan mutu dan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing secara global dengan kemajuan teknologi yang semakin cepat. DAFTAR PUSTAKA