Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 143 - 150 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. Analisis Dan Evaluasi Media E- Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Imam SyafiAoi1. Indah Azhari 2 . Lisa Novita Sari3. Nadia Puspita4 Abstrak Internet dapat dijadikan cara untuk transfer pengetahuan dari guru kepada Pembelajaran yang memanfaatkan internet salah satunya adalah media pembelajaran e-learning. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis: . perencanaan pembelajaran. proses pembelajaran. evaluasi pembelajaran. hasil proses pembelajaran PAI dengan elearning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA di Kab. Langkat yang telah menggunakan media pembelajaran e- learning. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa perencanaan pembelajaran PAI dengan elearning tidak jauhberbeda dengan tidak menggunakan e-learning. Proses pelaksanaan pembelajaran PAI dengan e-learning dilakukan dengan metode ceramah yang dibantu dengan media pembelajaran e-learning sebagai pusat sumber belajar siswa. Evaluasi pembelajaran PAI dengan e-learning dilakukan pada saat setelah sub bab materi telah dipelajari oleh siswa dengan sistem otomatis pada e-learning. Hasil proses pembelajaran PAI dengan elearning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Pengaruh tersebut hanya dialami pada kompetensi pengetahuan saja, sedangkan sikap dan keterampilan tidak ada korelasinya. Kata Kunci: E-learning. Media Pembelajaran. Pendidikan Agama Islam Abstract The Internet can be used as a way to transfer knowledge from teacher to student. Elearning is one of learning media which uses internet. The purpose of this research is to describe and analyze: . the learning . the learning process. the learning evaluation. the learning process results of Islamic Education learning with e- learning. This research uses qualitative approach and descriptive method. The data collection technique are interviews, observation, and study of This research was conducted in one of SMA in Kab. Langkat who have used e-learning as a learning media. Based on the STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai, imamsyafiih720@gmail. STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai, indahazhari866@gmail. STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai, nisanisa@gmail. STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai, nadiapuspita082@gmail. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 143 - 150 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. results of the research, it was found that the learning planning of Islamic Education learning with e-learning is not much different with no use of elearning. The learning implementation process of Islamic Education learning with e-learning is conducted by the method of lecture that assisted with e-learning as a students learning resource centre. Learning evaluation of Islamic Education learning with e-learning is done in the moment after the sub chapter materials have been studied by students with automated systems in e-learning. The results of the learning process of Islamic Education learning with e-learning effect on student learning The influence is only experienced on the competence of knowledge, while attitude and skills there is no correlation. Keywords: : E-learning. Learning Media. Islamic Education learning PENDAHULUAN Pada dasarnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi. Komunikasi belajar mengajar di kelas merupakan kegiatan komunikasi tersendiri di mana guru dan siswa saling bertukar pikiran dengan tujuan mengembangkan ide dan pengertian. Penyimpangan-penyimpangan komunikasi sering timbul dan terjadi pada saat kegiatan proses belajar mengajar sehingga akan terjadi komunikasi yang tidak efektif dan efisien antara lain disebabkan oleh adanya kecenderungan guru yang belum mampu menciptakan media pembelajaran yang efektif dan adanya kecenderungan siswa yang kurang siap. Salah satu usaha untuk mengatasi keadaan adalah penggunaan media secara terintegrasi dalam proses belajar mengajar, karena fungsi media dalam kegiatan tersebut di samping sebagai penyaji stimulus informasi dan sikap juga untuk meningkatkan keserasian dalam penerimaan informasi. Dalam dunia pendidikan, internet dapat dijadikan sebuah pembelajaran. ini berupa electroniclearning atau yang lebih dikenal dengan istilah elearning. Munadi . 0, hal. mengemukakan e-learning dapat diartikan sebagai jenis bahan belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet atau media jaringan komputer Secara ideal guru PAI harus mampu menggunakan dan memanfaatkan media pembelajaran e-learning yang telah disediakan oleh sekolah sesuai dengan kebutuhan siswa agar materi PAI yang disampaikan Dalam dunia pendidikan, internet dapat dijadikan sebuah pembelajaran. pembelajran ini berupa electronic learning atau yang lebih dikenal dengan istilah e-learning. Munadi . 0, hal. mengemukakan e-learning dapat diartikan sebagai jenis bahan belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahanajar ke siswa dengan menggunakan media internet atau media jaringan komputer Secara ideal guru PAI harus mampu menggunakan dan memanfaatkan media pembelajaran e-learning yang telah disediakan oleh sekolah sesuai dengan kebutuhan siswa agar materi PAI yang disampaikan. Beberapa permasalahan di atas, maka peneliti tertarik untuk melihat penggunakan media Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 143 - 150 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. pembelajaran E-learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di salah satu SMA di Kab. Langkat. KAJIAN TEORI E-Learning sebagai pusat sumber belajar mempunyai tujuan dan fungsi Tujuan secara umum menurut Mudhoffir dalam Hamid . 5, hal. bahwa pusat sumber belajar bertujuan meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan proses belajar-mengajar melalui pengembangan sistem instruksional. Di SMA Kab. Langkat pada pembelajaran PAI dengan media pembelajaran elearning seringkali e-learning menjadi pusat sumber belajar. Guru PAI meencantumkan materi pembelajaran PAI pada e-learning. Materi pembelajaran PAI yang dicantumkan adalah materi yang sudah di komparasikan dari berbagai sumber yakni internet, buku dan multimedia. Maka dari itu, e-learning sebagai pusat sumber belajar akan mengefektifkan siswa dalam memahami materi yang tidak perlu lagi siswa untuk mengkomparasikan. METODE PENELITIAN Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yakni bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian (Moleong, 2012, hal. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif. Menurut Nazir . 9, hal. metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitan deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifatsifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. HASIL DAN PEMBAHASAN Model pembelajaran berbasis teknologi informasi dengan menggunakan elearning berakibat pada perubahan budaya belajar dalam kontek Menurut Rohmah . 6, hal. setidaknya ada empat komponen penting dalam membangun budaya belajar dengan menggunakan model e-learning di sekolah, keempat komponen itu ialah . Peserta didik dituntut secara mandiri dalam belajar dengan berbagai pendekatan yang sesuai agar siswa mampu mengarahkan, memotivasi, mengatur dirinya sendiri dalam . Pendidik mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, memfasilitasi dalam pembelajaran, memahami belajar dan hal-hal yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Tersedianya infrastruktur yang memadai . Adanya administrator yang kreatif serta penyiapan infrastrukur dalam memfasilitasi pembelajaran. Pembelajaran yang efektif terus diupayakan oleh SMA Kab. Langkat Menurut Sagala . 6, hal. bahwa pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 143 - 150 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan, pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. Pernyataan di atas menunjukkan bahwa pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah Komunikasi belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru dan siswa bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian. Untuk mewujudkan komunikasi yang efektif maka SMA tersebut membangun sistem pembelajaran e-learning. E- learning adalah media pembelajaran, suatu media pembelajaran menurutMunadi . 0, . harus mempunyai fungsi yaitu . media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar . fungsi semantik dan . fungsi manipulatik. Kedua analisis fungsi yang didasarkan pada penggunanya . nak didi. terdapat dua fungsi yakni . fungsi psikologis dan . fungsi sosio- kultural. Maka teori tersebut menjadi pertimbangan sekolah dalam membangun e-learning. SMA Kab. Langkat beranggapan bahwa e-learning dapat dikatakan sebagai media pembelajaran yang fleksibel dan mempermudah proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan teori manfaat e-learning menurut Rohmah . 6, hal. dengan adanya e-learning maka dapat mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis . E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan materi, . Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengankondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran . Dengan e-learning proses pengembangan pengetahuan tidak hanya terjadi di dalam ruangan kelas saja, tetapi dengan bantuan peralatan komputer dan jaringan, para siswa dapat secara aktif dilibatkan dalam proses belajar-mengajar. Media pembelajaran e-learning di SMA Kab. Langkat sudah menjadi kebijakan sekolah hanya saja e-learning belum diwajibkan oleh guru untuk diterapkan hanya sebatas menganjurkan. Hal tersebut karena kendala pada kualitas SDM yaitu guru yang seluruhnya belum bisa menyesuaikan teknologi. Hal tersebut disayangkan terhadap profesionalisme guru yang belum dipenuhi oleh sebagian guru. Menurut Kusnandar . 1, hal. bahwa guru profesional adalah guru yang senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan dalam interkasi belajar mengajar yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, serta senantiasa mengembangkan kemampuannya secara berkelanjutan, baik dalam segi ilmu yang dimilikinya maupun Namun guru PAI di SMA Kab. Langkat, beliau menggunakan media pembelajaran e-learning, maka dari itu, guru PAI di SMA Kab. Langkat dapat dikategorikan sebagai guru yang profesional. Pembelajaran PAI dengan menggunakan media pembelajaran e-learning di SMA Kab. Langkat dilakukan secara campuran yang sebagian besar proses pembelajarannya menggunakan e-learning. Namun terkadang dilakukan secara keseluruhan menggunakan e-learning, hal itu dilakukan pada saat guru tidak bisa Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 143 - 150 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. masuk ke kelas. Hal ini sejalan dengan teori yang disebutkan oleh Eli Rohaeti dalam Rokhman, dkk. 5, hal. bahwa proses pembelajaran secara elearning dapat diselenggarakan dalam berbagai cara berikut . Proses pembelajaran secara konvensional . ebih banyak face to face meetin. dengan tambahan pembelajaran melalui media interaktif komputer melalui internet atau menggunakan grafik interaktif komputer. Dengan metode campuran, yakni sebagian besar proses pembelajaran dilakukan melalui komputer, namun tetap juga memerlukan face to face meeting untuk kepentingan tutorial atau mendiskusikan bahan ajar. Metode pembelajaran yang secara keseluruhan hanya dilakukan secara online, metode ini sama sekali tidak ditemukan face to face meeting. Metode diatas menunjukkan bahwa media pembelajaran e-learning bukan sebagai pengganti pembelajaran konvensional, melainkan sebagai alat bantu Karena Menurut Hartanto . 6, hal. pembelajaran yang memanfaatkan Learning Management System Efront sebagai medianya merupakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dalam pembelajaran ini guru berperan sebagai fasilitator dan guru bukan merupakan satu-satunya sumber belajar. Peserta didik dapat saling berdiskusi dan bertukar informasi dari sumber yang ada. Dalam pembelajaran ini. Learning Management System Efront dapat dikatakan sebagai VLE singkatan dari Virtual Learning Environment atau lingkungan belajar maya. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran PAI dengan menggunakan e-learning di SMA Kab. Langkat seringkali guru menjelaskandi depan kelas, kemudian siswa memperhatikan dan memahami materi yang terdapat dalam e-learning. Hal yang dilakukan oleh guru PAI di SMA Kab. Langkat adalah benar, siswa perlu adanya arahan pembelajaran bukan semata-mata siswa dilepaskan untuk belajar mandiri, meskipun pembelajarantersebut menggunakan strategi student centre learning. Kemudian,pembelajaran PAI dapat dilakukan tanpa kehadiran guru, apabila guru tersebut berhalangan hadir. Masalah tersebut dapat diatasi dengan media pembelajaran e-learning. sistem e-learning akan menghitung lamanya belajar siswa awal sampai akhir. Hal tersebut selaras dengan yang dikatakan oleh Hartanto . 6, hal. bahwa peserta didik dapat belajar selayaknya dikelas nyata pada saat pembelajaran konvensional, selain itu Learning Management System Efront juga berperan sebagai media berbagi, berdiskusi, dan belajar bersama dengan memanfaatkan berbagai fitur dan fasilitas pendukung yang ada. Di SMA Kab. Langkat sering terjadi demikian, terutama pada semester 2 yang kerap banyak kegiatan di luar sekolah yang berakibat guru tidak bisa hadir ke Tetapi ada kendala dengan sistem pembelajaran seperti itu, diantaranya guru tidak bisa secara langsung mengamati siswa ketika proses pembelajaran, ini adalah kelemahan besar terhadap pembelajaran PAI yang semestinya menjunjung nilai-nilai akhlak. Hartanto . 6, hal. dalam pengembangan suatu aplikasi e-learning bahwa harus memperhatikan teknik evaluasi kemajuan peserta didik dan penyimpanan data kemajuan peserta didik. Keberadaan e147 Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 143 - 150 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. learning di SMA Kab. Langkat sangat berarti ketika proses penilaian, karena elearning mempunyai sistem otomatis tersendiri. Hal tersebut dapat mempermudah guru PAI untuk melihat kemajuan peserta didik dan penyimpanan data kemajuan peserta didik. Dalam e-learning, evaluasi dapat dipakai ketika satu sub bab materi selesai dipelajari oleh siswa. Sistem e-learning dapat mengagalkan siswa untuk melanjutkan materi selajutnya apabila tidak mengerjakan soal yang terdapat pada setiap sub bab materi. Dalam realitas pendidikan yang terjadi di Indonesia terutama di sekolah, elearning tidak bisa meniadakan unsur hubungan pedagogis antara guru dan Karena bilamana ini terjadi, dikhawatirkan proses pembelajaran menjadi kehilangan makna esensialnya yang mencakup berbagai dimensi baik kognitif, afektif dan psikomotorik (Rohmah, 2016, hal. Hal tersebut sejalan dengan yang terjadi di lapangan. SMA Kab. Langkat tidak sepenuhnya mengandalkan elearning sebagai pembelajaran. Guru tidak mampu melihat perkembangan sikap dan keterampilan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran PAI yang syarat dengan pendidikan nilai, maka tidak mungkin dilaksanakan pembelajaran sepenuhnya melalui fasilitas web. Penyelenggaraan e-learning adalah sebagai suplemen atau komplemen terhadap pembelajaran yang dilaksanakan secara regular di kelas dalam rangka meningkatkan kualitas Teknik penilaian dalam menggunakan media pembelajaran elearning di SMA Kab. Langkat tergantung dengan kompetensinya. Yang dapat dilakukan evaluasi pada media pembelajaran elearning adalaha kompetensi pengetahuan. Kompetensi sikap dan keterampilan dapat dilakukan secara langsung. Menurut Yuni. 7, hal. bahwa Learning Management System memiliki beberapa ciri, di antaranya manajemen isi pelajaran, manajemen proses pembelajaran, evaluasi dan ujian yang dilakukan secara online yang mempunyai banyak teknik evaluasi, serta administrasi mata pelajaran, chatting, dan diskusi. Maka Learning Management System tidak mampu memperhatikan secara langsung terkait dengan prilaku yang peserta didik lakukan. Mudhoffir dalam (Munadi, 2010, hal. menyebutkan bahwa sumber belajar pada hakikatnya merupakan komponen sistem instruksional, yang meliputi pesan, orang, bahan, teknik, dan lingkungan yang mana hal itu dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Tidak semua siswa akan mendapatkan sumber belajar yang seharusnya mereka dapatkan. Misalnya ketika siswa ada yang tidak memiliki buku sebagai sumber belajar, maka siswa tersebut akan sulit untuk melakukan pembelajaran secara mandiri. Media pembelajaran e-learning sebagai solusi terhadap permasalahan tersebut. SMA Kab. Langkat sudah mengevaluasi terhadap pengaruh yang terjadi pada kompetensi pengetahuan siswa dan hasilnya bahwa media pembelajaran elearning mampu mempengaruhi hasil belajar siswa. Menurut Rohmah . 6, . bahwa E-learning dapat membawa suasana baru dalam ragam pengembangan pembelajaran. Pemanfaatan e-learning dengan baik dapat meningkatkan hasil pembelajaran dengan maksimal. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 143 - 150 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pengolahan data, dapat dikemukakan simpulan sebagai berikut: Proses pembelajaran PAI dengan media pembelajaran e-learning di dapat dikatakan sudah baik. Penerapan media pembelajaran e-learning dapat dilakukan dengan tiga cara, dan di SMA Kab. Langkat sudah pernah semuanya dan tergantung terhadap materi pembelajaran. Maka media pembelajaran elearning bukan sebagai pengganti pembelajaran konvensional, melainkan sebagai alat bantu pembelajaran. Kemudian media pembelajaran e-learning perlu adanya fasilitator yang mengarahkan siswa, dalam hal ini guru, meskipun media pembelajaran e-learning seringkali menggunakan strategi student centre Tetapi dengan media pembelajaran e-learning akan membantu guru pada saat guru tidak dapat hadir ke kelas. Pembelajaran tetap bisa berlangsung dengan mediapembelajaran e-learning. Evaluasi pembelajaran dengan media pembelajaran e-learning di SMA Kab. Langkat dapat dikatakan sudah baik, seperti fitur yang terdapat pada e- learning terutama aplikasi LMS Efront salah satunya adalah evaluasi pelajaran. Evaluasi pelajaran tersebut dimanfaatkan oleh SMA Kab. Langkat. Evaluasi yang dilakukan berupa evaluasi produk dan evaluasi pembelajaran. SARAN