Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at:http://ejournal. stia-lk-dumai. id/index. php/pesat/index Vol. No. Agustus 2022, pp. PEMBERDAYAAN PERAN PERKUMPULAN IBU RUMAH TANGGATERHADAP PERMASALAHAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN TANJUNG PALAS Maznah Hijeriah1. Sri Handayani2. Sisnawati3. Novitasari4 1234Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang kuning Email: hijeriah. jir@gmail. com1 Srihandayani@gmail. Sisnawati@gmail. Novitasari@gmail. Abstrak KEYWORDS Pemberdayaan. Lingkungan. Perkumpulan Ibu Rumah Tangga Peranan UMKM yang sangat besar mampu memberikan penjabaran bahwa UMKM harus dapat ditingkatkan lebih baik lagi. UMKM akan mampu bertahan dan bersaing apabila mampu menerapkan pengelolaan manajemen secara baik. Pengelolaan manajemen secara umum mencakup bidang pemasaran, produksi, sumber daya manusia (SDM), dan keuangan. Konsep dan perancangan tertentu di tingkat strategi merupakan faktor kunci keberhasilan. Analisis mengenai pasar, pelanggan dan produk merupakan suatu hal yang sangat penting dalam dunia yang kompleks. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu Negara ataupun suatu daerah, tidak terkecuali di Indonesia. Pengembangan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) memberikan makna tersendiri pada usaha peningkatan pertumbuhan ekonomi serta dalam usaha menekan angka kemiskinan suatu Pertumbuhan dan pengembangan sektor UMKM sering diartikan sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan, khususnya bagi negara-negara yang memiliki income perkapita yang rendah. Latar Belakang Isu tentang kesetaraan gender sampai saat ini masih menjadi topik hangat dalam salah satu objek pembangunan nasional (N. Hildawati. Hal ini terlihat dalam sejumlah kebijakan pemerintah dalam mendorong peran perempuan baik dalam pemerintahan maupun dalam hal-hal lain seperti karier. Bahkan secara khusus Negara perempuan dan perlindungan anak yang salah satu kesetaraan jender tersebut. perempuan dituntut dapat ikut berkarya membangun bangsa tidak hanya dari perannya dalam rumah tangga tetapi mampu secara aktif dapat terlibat dalam pemerintahan atau politik serta karier. (H. Hildawati, 2. Dalam hal politik bahkan telah ada aturan tentang batas minimal keikut sertaan perempuan dalam kepengurusan partai yang mana hal ini masih sangat di dominasi oleh kaum pria. Keistimewaan perempuan juga nampak pada dibentuknya unit atau lembaga khusu sang menangani permasalahan Unit atau lembaga khusus tersebut seperti unit perlindungan perempuan dan anak oleh Polri, serta komnas perempuan (Afrizal, n. Halhal tersebut merupakan upaya Negara dalam mendorong kaum perempuan untuk juga mampu berperan dalam berbagai bidang untuk kemajuan Budaya terkadang masih menjadi penghambat dalam upaya mewujudkan kesetaraan jender tersebut. (H. Hildawati & Suri, 2. perempuan sebagai istri atau ibu rumah tangga masih sering dianggap cukup menangani urusan rumah tangga semata. Berpijak dari pandangan tersebut, banyak keluarga yang sering kali masih bersikap deskriminasi terhadap anak lakilaki dengan perempuan (Theovanni Yolanda, 2. Banyak keluarga yang mendukung anak laki-laki mendapatkan pendidikan yang lebih baik Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at:http://ejournal. stia-lk-dumai. id/index. php/pesat/index Vol. No. Agustus 2022, pp. disbanding perempuan, bahkan yang lebih ironis adalah adanya deskriminasi dalam hal gizi. Mungkin tanpa disadari hal tersebut dilakukan oleh ibu kepada anaknya. (Kota Dumai Hildawati & Meirina Suri, 2. Dari gambaran ini terlihat kompleksnya permasalahan pembangunan jender yang terjadi. Suatu yang mustahil dirasa ketika ibu atau perempuan sendiri juga turut dalam tindakan diskriminasi terhadap anak perempuannya. Ibu rumah tangga dalam budaya jawa identik dengan istilah tiga R, yaitu dapur, sumur, dan kasur. Anggapan tersebut menggambarkan bagaimana rendahnya pandangan masyarakat terhadap peran seorang Ibu Rumah Tangga. Ibu Rumah Tangga dianggap tidak akan mampu mengurusi hal-hal lain di luar 3 urusan Istilah tersebut tidaklah relevan lagi pada sosok perempuan maupun istri di kota besar, salah satunya di Surabaya. (L. Maznah Hijeriah, )Walapun demikian. Ibu Rumah Tangga dalam menjalani peranannya dalam masyarakat umumnya menyesuaikan budaya setempat. Berdasarkan peran antara pria dan perempuan, memiliki persamaan peran dalam ranah domestik, publik, dan sosial, tetapi dalam kenyataannya, peran domestik lebih umum dilakukan oleh perempuan Perempuan telah mampu berperan dalam hal ekonomi maupun karier. Hal ini terlihat dari adanya perempuan yang menduduki jabatan strategis dalam berbagai bidang (Y. Variza Aditya, n. Surabaya sendiri dipimpin oleh walikota perempuan yang memiliki prestasi yang tidak kalah dengan kepala daerah laki-laki. Pada sektor ekonomipun telah banyak kehadiran perempuan yang mampu menjalankan perusahaan sebagai direktur. Apa yang telah terjadi tersebut layak mendapatkan apresiasi. (L. Variza Aditya, n. ) Namun, apabila menengok demografi masyarakat Indonesia saat ini, tentu hal tersebut dirasa masih perlu ditingkatkan. Kemunculan tokoh-tokoh perempuan yang mampu berperan dalam pemerintahan maupun karier sejajar dengan pria telah mampu menginspirasi para perempuan untuk lebih berani mengeklorasi potensi dirinya. (M. aRISKA nASUTION Variza Aditya, n. )Walaupun demikian, ternyata kehadiran tokoh perempuan inspiratif tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan peran perempuan dalam urusan pemerintahan atau politik untuk mewujudkan kehidupan sosial yang lebih baik. Peran perempuan untuk terlibat dalam keputusan yang menyangkut lingkungan pemerintahan terkecil yaitu rukun tetangga belum terlihat. Umumnya kaum Laki - laki atau suami yang dapat terlibat aktif dalam keputusan tingkat rukun tetangga. Problem lain dalam kehidupan bermasyarakat di perkotaan adalah dinamika kehidupan yang penuh dengan kesibukan (R. Variza Aditya, n. Hal ini juga terjadi pada kehidupan bermasyarakat pada warga di Kelurahan Tanjung Palas Kota Dumai. Padatnya aktivitas membuat interaksi antar warga sangat minim. Hampir semua keputusan terkait permasalahan lingkungan dipercayakan kepada pengurus RT. Sistem seperti ini seringkali menjadi masalah mengingat terkadang keputusan yang diambil tidak sepenuhnya memenuhi harapan setiap warga. Hal seperti inilah yang memunculkan kasak-kusuk antar warga yang membuat kenyamanan lingkungan Bertolak dari permasalahan yang ada pada Kelurahan Tanjung Palas Kota Dumai, maka sangat perlu untuk diadakan forum komunikasi warga untuk mempererat ikatan kekeluargaan dan menjembatani aspirasi yang belum tersampaikan. maka dilaksanakan rintisan pemberdayaan peran perkumpulan ibu rumah tangga terhadap permasalahan lingkungan. Peran perkumpulan rumah tangga di Kelurahan Tanjung Palas Kota Dumai dilakukan dengan upaya perencanaan rintisan pertemuan rutin Ibu rumah tangga atau yang lazim disebut arisan. Strategi yang dilakukan selanjutnya dengan inisiasi, pendampingan, dan penjaminan kontinuitas pelaksanaan program pemberdayaan peran perkumpulan ibu rumah tangga dalam penanganan permasalahan lingkungannya (E. Maznah Hijeriah. Metode Kegiatan ini pelaksanaanya di Kelurahan Tanjung Palas Kota Dumai. Kegiatan pengabdian masyarakat penyuluhan Aupemberdayaan peran perkumpulan ibu rumah tangga terhadap permasalahan lingkungan di kelurahan tanjung palasAy ini dilaksanakan selama satu hari. Kegiatan penyuluhan Au pemberdayaan peran perkumpulan ibu rumah tangga terhadap permasalahan lingkungan di kelurahan tanjung palasAy dilaksanakan pada: Hari/Tanggal : Rabu, 19 Mei 2021 Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at:http://ejournal. stia-lk-dumai. id/index. php/pesat/index Vol. No. Agustus 2022, pp. Lokasi Dumai : Kelurahan Tanjung Palas Kota Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu: Presentasi (Cerama. Simulasi Partisipasi Masyarakat. Tanya Jawab. Hasil dan Pembahasan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan UMKM Kota Dumai pada hari Rabu, 19 Mei 2021 dengan peserta perkumpulan ibu rumah tangga di Tanjung Palas. Program dukungan seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, ibu-ibu di PKK juga diundang untuk mulai memperkuat peran serikat ibu dalam mengatasi masalah lingkungan. Selain itu, program dapat dilaksanakan dengan lancar dalam bentuk pertemuan rutin bulanan. Dalam tiga implementasi, dukungan diberikan untuk melanjutkan proses komunikasi upaya Asosiasi Ibu Rumah Tangga dan mendistribusikan kepada orang-orang terdekat Kami membuat kemajuan yang baik berkat dukungan banyak orang. Melalui forum Arisan para ibu rumah tangga mampu meningkatkan nilai yang seharusnya ada dalam pergaulan masyarakat. Anda dapat mengirimkan permintaan yang ada dan mencari solusi. Pengambilan keputusan tidak hanya dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu saja, tetapi semua kalangan terlibat, termasuk Perkumpulan Ibu Rumah Tangga sebagai bagian integral dari masyarakat sipil. Perhatian dan penanganan terhadap permasalahan yang muncul di dapat dilakukan secara memadai melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat termasuk Ikatan Ibu Rumah Tangga. Foto kegiatan PKM di Tanjung Palas Susunan Acara Tahapa Wak Pembu Men Kegiatan Substansi Materi Pembuka Sambutan Lurah Doa Perkenala Narasumb Penjelasa n tujuan Penyampaian Materi oleh Narasumber Penyaji Materi Men Simula Narasumber dan Peserta Tanya Jawab Men Men Penutu Men Pemecahan Kasus Penutupan Ramah Tamah Foto Bersama Tanya Jawab Berbagi Pengalaman Sasaran Eo Menjawab Salam Eo Mendengar Eo Menyimak Eo Mendengar Eo Memahami Eo Atraktif Audiens Eo Tanya Jawab Eo Berbagi Pengalama Eo Interaksi Eo Dokument Simpulan dan Saran Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini telahmemberikan wawasan dan informasi baru kepada masyarakat tentang pentingnya penguatan manajemen pada organisasi termasuk pada Ibu Rumah Tangga. Sikap kooperatif Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at:http://ejournal. stia-lk-dumai. id/index. php/pesat/index Vol. No. Agustus 2022, pp. dan antusius yang ditunjukkan oleh seluruh peserta penyuluhan/pelatihan selama mengikuti kegiatan secara interaktif, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang kontruktif kepada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Tanjung Palas Kota Dumai sehingga dapat menjalankan perannya sebagai penggerak dan motivator dalam keluarganya di lingkungan kelurahan. Disarankan hendaknya Pihak Pihak Kelurahan untuk dapat meningkatkan kapasitas internal organisasi melalui penguatan manajemen dan lebih memperhatikan aktifitas kelompok perempuan di lingkungan kelurahan agar mampu berperan menjadi motivator positif bagi Daftar Pustaka