PENELITIAN ASLI ANALISIS COST. VOLUME. PROFIT SEBAGAI STRATEGI PENDAPATAN LABA PADA PABRIK TAHU PT SAPUTRA KOTA MEDAN Santi Elyana Silaban1. Natanael Sitorus Pane1. Dody Tambunan1. Andi Rostua Bakkara1. Hamonangan Siallagan1 Manajemen & Universitas HKBP Nommensen Medan. Sumatera Utara,2025,Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Dalam analisis suatu cost-volume -profit seringkali Tanggal Dikirim: 28 Juli 2025 hanya digambar sebagai titik impas. Tetapi ,juga Tanggal Diterima: 29 Juli 2025 mencakup elemen penting dalam menyusun strategi Tanggal Dipublish: 30 Juli 2025 perencanaan dalam laba. Penelitian ini dilakukan di PT Saputra Kota Medan, yang dipilih karena Kata kunci: Titik impas. perusahaan menghadapi kesulitan dalam mencapai Margin kontribusi. Biaya target keuntungan akibat kurang optimalnya strategi tetap dan variabel. keuangan yang diterapkan. Tujuan dari penelitian ini Tahu antara lain: . untuk menilai sejauh mana titik impas berperan dalam membantu proses perencanaan Penulis Korespondensi: menganalisis kontribusi margin terhadap Santi Elyana Silaban pencapaian laba perusahaan, serta . menganalisis Email: dampak biaya tetap serta biaya variabel terhadap santielyana@student. proses perencanaan keuntungan perusahaan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan wawancara,yang mencakup data primer Berdasarkan perusahaan mencapai titik impas sebesar RP. Jurnal Mutiara Akuntansi e-ISSN: 2579-7611 Vol. 10 No. 1 Juni 2025 (Hal 32-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JMA DOI: https://doi. org/10. 51544/jma. How To Cite: Silaban. Santi Elyana. Natanael Sitorus Pane. Dody Tambunan. Andi Rostua Bakkara, and Hamonangan Siallagan. AuAnalisis Cost. Volume. Profit Sebagai Strategi Pendapatan Laba Pada Pabrik Tahu Saputra Kota Medan. Ay Jurnal Mutiara Akuntansi . 32Ae38. https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/jma. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BYSA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Perusahaan yang beroperasi di sektor produksi umumnya memiliki tujuan utama yaitu memperoleh laba. Oleh karena itu,pihak manajemen perlu merancang strategi yang tepat agar perencanaan laba dapat dilakukan secara efisien dan optimal. Seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan harus dioptimalkan agar tujuan laba bisa Analisis keterkaitan antara biaya,volume,dan laba (CVP analysi. sangat berperan dalam memberikan informasi bagi manajemen,seperti pemilihan produk,strategi pemasaran, serta penetapan harga dan volume penjualan. Pendekatan ini sangat berguna bagi manajer untuk menyusun rencana bisnis jangka pendek maupun panjang. Dengan menerapkan analisis ini,manajemen dapat memproyeksikan laba dan mengevaluasi kinerja perusahaan secara lebih terukur. Dala konteks ini,PT Saputra Kota Medan yang merupakan pabrik tahu,diniliai memiliki potensi pasar yang menjanjikan namun menghadapi kendala dalam perencanaan keuangan. Berdasarkan hasil wawancara dengan manajemen perusahaan yang dilakukan pada 26 Mei 2025, diketahui bahwa perusahaan menyadari pentingnya penerapan analisis biaya-volume-laba untuk merancang strategi bisnis yang lebih terarah dan realistis. Pabrik tahu ini beroperasi setiap hari senin hingga sabtu,sementara hari minggu dan hari libur nasional dijadikan waktu untuk menghentikan produksi. Dalam proses produksinya,pemilik pabrik hanya memperhitungkan biaya baahan baku seperti kacang kedelai,cuka,air,serta biaya lainnya. Padahal,dalam praktiknya,biaya produksi seharusnya mencakup seluruh komponen seperti gas,sewa lahan,penyusutan gedung dan alat,serta biaya perawatan aset tetap. Oleh karena itu, perusahaan perlu menghitung biaya secara komprehensif agar penetapan harga jual produk menjadi tepat dan sejalan dengan tujuan pencapaian lab. Pabrik Tahu PT Saputra Kota Medan menargetkan pencapaian laba bulanan sebesar Rp. Metode Konsep Analisis Biaya-volume-laba Dalam kosnsep analisis biaya menurut Garrison. yang berpendapat,bahwa dasar yang kuat dalam memahami konsep dan penggunaan analisis biaya dalam konteks manajemen. Garrison menekankan bahwa pemahaman terhadap biaya sangat penting bukan hanya untuk pelaporan keuangan,tetapi terutama untuk pengambilan keputusan manajerial yang efektif. Menurut Garrison . ,analisis biaya,volume,dan laba berfungsi sebagai sarana yang efektif dalam memahami keterkaitan antar elemen daalam suatu Pendekatan ini menitik beratkan pada interaksi antara lima faktor utama,yaitu harga jual,volume penjualan,biaya variabel,biaya tetap,dan laba yang Menurut Horngren . pendekatan ini juga dapat digunakan untuk memahami perilaku biaya dalam kaitannya dengan keputusan manajerial. Salah satu fokus pentingnya adalah Mengklasifikasikan biaya tetap,biaya variabel,dan biaya campuran untuk memahami bagaimana perubahan volume aktivitas mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Berdasarkan berbagai pendapat tersebut,dapat disimpulkan bahwa pendekatan biaya-volume-laba adalah metode yang berguna bagi manajer dalam menilai pengaruh harga jual,tingkat penjualan,dan struktur biaya terhadap laba yang doperoleh perusahaan. Fungsi Analisis Hubungan Biaya. Volume. Laba Analisis biaya, volume, dan laba bermanfaat untuk menentukan batas minimum penjualan yang perlu dicapai agar perusahaan terhindar dari kerugian. Selain itu,pendekatan ini memfasilitasi pihak manajemen dalam menghitung jumlah unit yang haru dijual demi mencapai laba yang ditargetkan keuntungan tertentu, dan juga memperkirakan bagaimana perubahan pada harga jual,volume produksi,biaya tetap,serta biaya variabel memengaruhi laba yang diperoleh. Dengan pemahaman atas informasi ini,manajemen mampu merancang strategi penjualan dan pengendalian biaya secara efektif agar dapat memperoleh laba sesuai harapan. Perencanaan laba Keberhasilan pencapaian laba dalam suatu perusahaan sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam merancang strategi dan memanfaatkan peluang yang ada. Oleh sebab itu,perencanaan laba memiliki peran penting dalam proses pengambilan keputusan strategis perusahaan. Perencanaan laba membantu perusahaan dalam menetapkan target keuangan,mengevaluasi peluang,dan mengarahkan kegiatan bisnis sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Dengan menetapkan proyeksi laba yang jelas,manajemen dapat mengontrol biaya,menetapkan harga jual yang tepat,serta menjada efesiensi Menurut Wells,Hilton Gorden . bahwa: Auperencanaan laba yang baik menjadi pedoman dalam mengelola aktivitas perusahaan agar dapat sejalan dengan sasaran jangka pendek maupun jangka panjang. Manfaat Perencanaan Laba Dala manfaat perencanaan laba adalah suatu manfaat yang banyak manfaatnya, antara lain sebagai pedoman dalam menyusun kegiatan operasional perusahaan, sebagai dasar pertanggungjawaban manajemen, serta sebagai alat koordinasi untuk memastikan seluruh bagian organisasi berjalan selaras. Selain itu, perencanaan laba juga dapat berfungsi sebagai alat evaluasi kinerja dan motivasi bagi manajer untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan manfaat yang signifikan tersebut, penting bagi manajemen untuk memastikan perencanaan laba dilakukan secara tepat agar tidak menimbulkan keraguan dalam pelaksanaannya. Analisis Titik Impas Analisis titk impas adalah sebuah pendekatan yang digunakan berdasarkan asumsi asumsi tertentu. Jika terdapat perubahan dalam komponen biaya atau volume penjualan,maka posisi titik impas akan mengalami penyesuaian, yang pada akhirnya akan memengaruhi tingkat keuntungan perusahaan. Oleh karena itu,penting bagi perusahaan untuk mengetahui jumlah unit produk yang harus dijual gar tidak mengalami kerugian. Dengan kata lain,perusahaan yang bergerak dibidang produksi harus mengetahui titik dimana total biaya sama dengan total pendapatan dari hasil penjualan. Pada titik keuntungan,sehingga menjadi acuan penting dalam proses perencanaan laba. Pengertian Titik Impas Titik Impas menurut Prastowo Darminton merupakan konsi di mana jumlah biaya total setara dengan jumlah penerimaan. Henry simamora juga menjelaskan bahwa titk impas merupakan situasi dimana pendapatan dari penjualan setara dengan total biaya yang ditanggung. Sementara itu,Bambang Riyanto menyatakan bahwa analisis BEP merupakan metode yang digunakan untuk memahami keterkaitan antara biaya tetap,biaya berubah,serta jumlah penjualan. Tujuan Titik Impas Tujuan pokok dari analisis titik impas yakni untuk mengidentifikasi jumlah penjualan minimum yang diperlukan agar perusahaan terhindar dari kerugian. Titik ini digunakan oleh manajer sebagai dasar dalam perencanaan keuangan dan pemgambilan keputusan produksi atau pemasaran. Dengan menganalisis titik impas, manajemen dapat memperkiraka besarnya biaya yang akan timbul dan menentuka jumlah unit produk yang perlu dijual agar perusahaan berbeda pada posisi impas antara total biaya dan pendapatan. Dasar Asumsi dalam Analisis Titik Impas Dalam penggunaanya, analisis titik impas mengasumsikan bahwa struktur pengeluaran operasional dan harga jual bersifat tetap selama periode tertentu. Jika terjadi perubahan dalam salah satu variabel, maka posisi titik impas akan berubah. Oleh karena itu,analisis ini lebih efektif diterapkan dalam kondisi stabil,di mana fungsi pendapatan dan biaya dapat digambarkan secara linear. Beberapa pakar seperti Hansen dan Mowen menyatakan bahwa analisis titik impas didasarkan pada indentifikasi pengeluaran tetap dan pengeluaran yang berubah ubah secara akurat,juga harga jual produk yang konsisten. Hasil Kerangka pemikiran yang menggambarkan hubungan antara analisis hubungan antara biaya,volume,laba dengan penyusunan strategi laba di PT Saputra Kota Medan dapat disajikan dalam bagan berikut ini: Elemen Biaya Harga Pokok Produksi Harga Jual Titik Impas Sasaran Laba Metode yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif,melalui pendekatan analisis aktivitas untuk menilai pencapaian sasaran laba. Rumus yang pakai dalam proses analisis ini dapat dijabarkan sebagai Biaya Tetap Total BEP . = Margin Kontribusi per Unit Margin Kontribusi per Unit = Harga Jual per Unit - Biaya Variabel per Unit Biaya Tetap Total BEP (R. = Rasion Margin Kontribusi Margin Kontribusi per Unit Rasio Margin Kontribusi = Harga jual per Unit Dalam merencanakan laba,penting untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan,termasuk pengaruh variabel-variabel tertentu terhadap besar kecilnya laba yang ingin dicapai. Analisis sensivitas digunakan untuk mengkaji dampak perubahan variabel,seperti harga jual,biaya tetap,atau biaya variabel terhadap hasil yang diinginkan. Ketiga alternatif tersebut tidak dapat diterapkan secara bersamaan. Oleh karena itu,perhitungan ini hanya difokuskan pada alternatif pertama,yaitu menurunkan harga jual per unit tahu sebesar Rp. RP. Total Biaya Tetap = Rp. = Rp. Margin Kontribusi Per Unit = Rp. 000- Rp. 653 = Rp. Rp. BEP ( Unit ) = Rp. = Rp. Rp. BEP (Rp. ) = Rp. 0,4087 = Rp. Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa pada tahun 2025 Pabrik Tahu dapat mencapai titik impas pada saat jumlah produksi dan hasil penjualan mencapai Rp. Evaluasi Kebijakan dan Intpretasi Harga Sebagai Instrumen Perencanaan Laba Dalam merancang strategi laba,pihak manajemen harus mempertimbangkan sejumlah opsi kebijakan untuk meraih target keuntungan yang telah ditetapkan. Salah satunya adalah pengaturan harga jual produk. Berikut ini adalah dua skenario simulasi yang dianjurkan peneliti untuk pabrik Tahu PT Saputra. Pertama,Harga jual dinaikan 10% Harga jualan Contribution Margin Target Laba Total Biaya Tetap Total penjualan BEP (Uni. Mula- Mula Rp. Rp. 44,99 Rp. Rp. Rp. Peningkatan sebesar 10% RP. Rp. 49,45 Rp. Rp. Rp. Rp. 112 unit Rp. 561 unit Peningkatan harga jual 10% menyebabkan penurunan jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai target laba,yaitu dari Rp. 112 unit menjadi Rp. 561 unit. Kedua, biaya variabel turun 10% Mula-Mula Harga Jual Biaya Variabel Margin Contribution Target Laba Biaya Tetap BEP (Rp. Maka Titik Impas Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 112 unit Penurunan sebesar10% Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Ketiga, kenaikan biaya tetap sebesar 10% Harga jualan Biaya Variabel Contribution Margin Biaya Tetap Target Laba Total Penjualan Mula-Mula Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Maka Titik Impas Rp. 112 unit Peningkatan sebesar 10% Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 425 unit Berdasarkan hasil simulasi dari ketiga skenario dari kebijakan yang dianalisis,peneliti menyimpulkan,bahwa kebijakan yang paling efektif bagi pabrik Tahu PT Saputra Kota Medan dalam mencapai target laba sebesar Rp. adalah dengan simultan menurunkan biaya variabel dan harga jual masing masing sebesar 10%. Kombinasi kebijakan ini memungkinkan pabrik tahu untuk menjual produk dengan jumlah yang paling sedikit yaitu Rp. 499 unit,guna mencapai target laba yang telah ditentukan. Simpulan Dari hasil analisis dan pembahasan, disimpulkan bahwa untuk mencapai titk impas (Break Event Point/BEP) pabrik Tahu PT Saputra Kota Medan perlu memproduksi Rp. 347unit dengan total penjualan mencapai Rp. Sementara itu,untuk mencapai target laba Rp. 000, perusahaan harus menjual Rp. 499unit produk menghasilkan total penjualan sebesar Rp. Dari keseluruhan hasil tersebut,peneliti menyarankan bahwa strategi yang paling optimal yang dapat diambil oleh pabri Tahu PT Samputra Kota Medan untuk mencapai target laba adalah: Mengurangi harga jual per unit dari Rp. 000 menjadi Rp 23. Mengurangi biaya variabel sebesar 10%. Kombinasi dari kedua strategi tersebut memungkinkan perusahaan untuk tetap mmencapai target laba dengan jumlah unit penjualan yang lebih rendah,yaitu sebanyak Rp. 499 unit tahu. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama proses penyusunan karya ilmiah secara khusus,penulis menyampaikan apresiasi kepada : AuSanti Elyana Silaban. Natanael Sitorus Pane. Dody Tambunan. Andi Rostua Bakkara. serta Dosen pembimbing Dr. Hamonangan Siallagan SE. Si, atas arahan dan bimbingan yang sangat berharga. Referensi