NUR EL-ISLAM: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan DOI: https://doi. org/10. 51311/nuris. ISSN: 2337-7828. EISSN: 2527-6263 https://ejurnal. id/index. php/nurelislam/article/view/632 Eksistensi Religius dan Tantangan Zaman Tradisi Mandi Penimbul Dalam Ritual Pengobatan Pada Masyarakat Mendahara. Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Provinsi Jambi Wandi Institut Islam Al-Mujaddid Sabak Email: huseinwandi220@gmail. Syukri Ismail Institut Agama Islam Yasni Bungo Email: m. syukriismail@iaiyasnibungo. Arif Musthofa Institut Islam Al-Mujaddid Sabak Email: 7ariefherio@gmail. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya kegelisahan penulis mengenai pudarnya tradisi dalam kehidupan sehari-hari akibat perkembangan globalisasi khususnya tradisi mandi penimbul di daerah Mendahara. Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Provinsi Jambi. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripiskan bagaimana sejarah tradisi mandi penimbul di Mendhara, bagimana proses pelaksanaan ritual mandi penimbul, serat apa makna filosofis yang terkandung dalam tradisi mandi penimbul di Mendahara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian budaya, kualitatif dan deskriptif, yaitu mendeskripsikan dan menceritakan apa yang penulis alami dengan cara menggambarkannya secara tertulis, dalam acara mandi adat mandi penimbul di Mendahara. Tanjung Jabung Timur. Provinsi Jambi. Hasilnya adalah sejarah mandi penimbul yang ada di Mendahara merupakan suatu dialektika kebudayaan yang bukan terdiri dari satu latar belakang kebudayaan saja melainkan banyak faktor yang mempengaruhinya salah satunya masih melekatnya tradisi nenek moyang terdahulu, dahulu masyrakat sering sakit tidak serta merta langsung kedokter melainkan mempercayakan kesembuhannya ke dukun, disamping itu tentunya menggantungkan harapannya pada Allah, proses tradisi mandi penimbul juga tidak terlalu rumit melainkan hanya membutuhkan beberapa perlatan dan upacara tradisi, yang keseluruhan proses tersebut mempunyai nilai makna dan tujuan yang mendalam yaitu: nilai kebersamaan, nilai ketelitian, nilai gotong-royong, nilai kehati-hatian, nilai keselamtan dan nilai religious. Kata Kunci: Mandi Penimbul. Tradisi. Makna Abstract This research is motivated by the author's anxiety about the fading of traditions in everyday life due to the development of globalisation, especially the tradition of mandi penimbul in the Mendahara area. East Tanjung Jabung Regency. Jambi Province. The purpose of the research is to describe how the history of the tradition of mandi penimbul in Mendhara, how the process of implementing the mandi penimbul ritual, what fibre is the philosophical meaning contained in the tradition of mandi penimbul in Mendahara. The type of research used in this research is cultural, qualitative and descriptive research, which describes and tells what the author experiences by describing it in writing, in the traditional bath penimbul bath event in Mendahara. East Tanjung Jabung. Jambi Province. The result is that the history of the bath penimbul in Mendahara is a cultural dialectic that does not consist of one cultural background alone but many factors that influence it, one of which is still attached to the traditions of previous ancestors, in the past, people often got sick and did not immediately go to the doctor but entrusted their recovery to the shaman, besides that of course depending on God, the process of the bath penimbul tradition is also not too complicated but only requires some traditional equipment and ceremonies, which the whole process has a deep meaning and purpose, namely: the value of togetherness, the value of rigour, the value of mutual cooperation, the value of prudence, the value of safety and religious values. Keywords: Mandi Penimbul. Tradition. Meaning Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri daripada banyak pulau dan mempunyai pelbagai etnik, bahasa, adat resam atau yang sering kita panggil budaya. Kepelbagaian budaya yang terdapat di Indonesia menjadi bukti bahawa Indonesia merupakan negara yang kaya dengan budaya1. Tidak dapat dinafikan bahawa budaya lokal menjadi faktor utama penubuhan budaya yang lebih global, yang biasa kita panggil budaya kebangsaan. Maka atas dasar itu, segala bentuk budaya lokal akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kebudayaan negara, begitu juga sebaliknya, budaya kebangsaan yang bersumberkan budaya lokal, juga akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap budaya lokal. Budaya merupakan aset yang sangat berharga kerana Zulfikar Ahmad. Agama dan Kebudayaan (Jambi: IAI Sulthan Thaha Press, 2. , 30. Volume 11. Nomor 1. April 2024 selain menjadi ciri sesuatu wilayah, ia juga merupakan lambang keperibadian sesuatu bangsa atau wilayah2. Oleh karena itu kebudayaan merupakan kekayaan dan ciri khas suatu daerah, maka menjaga, memelihara, dan melestarikan kebudayaan merupakan tanggung jawab setiap individu, dengan kata lain kebudayaan merupakan kekayaan yang patut dilindungi dan dilestarikan oleh setiap suku bangsa. Ketika kita berbicara tentang kebudayaan, kita dihadapkan pada penafsiran yang berbeda-beda dan beragam mengenai apa itu kebudayaan, dari mana asalnya, dan siapa yang membawanya. Jauh sebelum manusia memeluk agama, mereka berpedoman pada adat istiadat atau budaya, adat istiadat biasanya mampu mengantarkan mereka menuju pintu gerbang kehidupan rukun, terkoneksi, tenteram, aman dan sejahtera. Ada pula adat istiadat yang menimbulkan rasa bahagia. khususnya di bidang spiritual3. Begitu juga dengan adat budaya lokal yang akan penulis kaji dalam penelitian ini yaitu tradisi pengobatan dalam adat budaya Melayu Mendahara. Bahkan kita ketahui rumpun melayu adalah ras tertua yang ada di Provinsi Jambi bahkan sebagian besar masyarakat Sumatera juga didiami oleh ras tertua tersebut, banyak sumber menyebut bahwa ras atau rumpun melayu yang ada di Sumatera atau Jambi termasuk Proto Malay (Melayu Tu. Secara historis. Mendahara merupakan daerah terpencil pada zaman dahulu dan sulit dijangkau, minimnya sekolah, minimnya rumah sakit atau puskesmas, dan minimnya fasilitas pemerintahan. Kondisi kehidupan masyarakatnya masih sangat tradisional, mereka menghabiskan hidupnya di sawah atau kebun untuk mendapatkan penghasilan guna bertahan hidup. Tentunya jika masyarakat ini menderita suatu penyakit maka proses penyembuhannya hanya akan dilakukan melalui cara tradisional yaitu dengan melakukan ritual Koentijaningrat. Metode-Metode Masyarakat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1. Khadziq. Islam dan Budaya Lokal (Yogyakarta: Teras, 2. , 85. Muchlas Munawir. Sedikit Tentang Kehidupan Suku Anak Dalam (Orang Kub. di Provinsi Jambi (Jambi: Kanwil Depsos Provinsi Jambi, 1. , 20. Volume 11. Nomor 1. April 2024 pengobatan yang diyakini mampu menyembuhkan penyakit tersebut. Saat ini masyarakat di Mendahara. Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Provinsi Jambi sedang mengikuti ritual penyembuhan yang sering diingat masyarakat namun jarang dilakukan. Pengobatan di Masyarakat Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung. Salah satu ritual penyembuhan yang ada di masyarakat ini adalah mandi Penimbul. Metodologi Penelitian Kajian ini merupakan kajian kritis terhadap sejarah sosial. Berbekal data lapangan dan beberapa pustaka, serta dibantu dengan kajian sejarah lisan sebagai pelengkap materi dokumenter, kami memperoleh fenomena-fenomena sosial yang terjadi pada masyarakat Mendahara, khususnya yang berkaitan dengan keberadaan umat Eksistensi tradisi mandi Pemimbul dalam ritual penyembuhan masyarakat Pada Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode sejarah, yaitu seperangkat prinsip dan kaidah sistematis untuk mengumpulkan sumber-sumber sejarah secara efektif, mengevaluasinya secara kritis, dan menyajikannya secara sistematis dalam bentuk laporan tertulis5. Landasan Teori Ada beberapa teori yang tepat untuk disandingkan dalam pembahasan permasalahan tulisan ini, penulis mencoba memakai teori struktur yang di gagas oleh Malinowski ia mengatakan salah satu pendekatan yang digunakan dalam analisis masyarakat umat manusia adalah pendekatan fungsionalisme dan fungsionalisme struktural. Pendekatan ini muncul berdasarkan pemikiran bahwa manusia sepanjang hidupnya dipengaruhi oleh pemikiran dan tindakan orangorang disekitarnya, sehingga manusia tidak pernah mampu melakukan Louis Gottschalk. Mengerti Sejarah (Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia, 1. , 32. Volume 11. Nomor 1. April 2024 hal tersebut secara utuh. menentukan pilihan tindakan, sikap, atau perilaku seseorang tanpa mempertimbangkan orang lain6. Perspektif struktur fungsional memandang bahwa masyarakat adalah suatu sistem sosial yang terdiri atas bagian-bagian atau unsurunsur yang saling berkaitan dan terpadu secara seimbang. Perubahanperubahan yang terjadi merupakan asumsi dasar dari perspektif ini bahwa setiap bagian atau struktur dalam suatu sistem sosial bersifat fungsional relatif terhadap bagian-bagian lain dari struktur tersebut. Tentunya jika struktur atau bagian lainnya tidak berfungsi, maka lambat laun struktur tersebut akan hilang dengan sendirinya7. Dari teori ini penulis coba untuk menganalisis bagaimana sebenarnya struktur dan fungsional dalam Eksistensi Religius dan Tantangan Zaman Tradisi Mandi Penimbul Dalam Ritual Pengobatan Pada Masyarakat Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Provinsi Jambi. Pembahasan Sejarah Tradisi Mandi Penimbul di Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Provinsi Jambi Pada umumnya suku melayu yang ada di desa Mendahara bermukim atau tinggal di pinggiran sungai yang disebut sungai Batanghari yang membelah desa Mendahara, dan desa Sinar Kali Mantan. Biasanya mereka tinggal di daratan rendah atau rawa di tepi sungai yang mengalir yang disebut pasang surut di sungai Batanghari Mendahara Ilir, mereka memilih hidup ditepian sungai bukan tanpa alasan dikarenakan mata pencaharian mereka rata-rata adalah nelayan disamping itu sungai sudah menjadi sarana transportasi dan sebagai sumber kehidupan bagi mereka. Orang melayu yang melaksanakan tradisi mandi penimbul ini adalah mayoritas pemeluk agama Islam. Ia melaksanakan tradisi nenek moyang tanpa harus membenturkan nilai Islam didalamnya, artinya tradisi ini tidak sama sekali mengandung sisi negatif dan Sulasman. Teori-teori Kebudayaan (Bandung: Pustaka Setia, 2. , 110. Ibid. , 111. Volume 11. Nomor 1. April 2024 bertolak belakang dengan hukum-hukum Islam didalamnya, malah jika dikaji dalam sisi kebudayaan ini adalah tradisi kearifan lokal yang harus tetap dilestarikan agar tidak hilang tergerus oleh zaman. Jika kita lihat menurut para pakar dan prediksi dalam penelitian ini, mandi Penimbul dan tradisi Islam adalah suatu hal yang saling berkaitan yang satu berasal dari kebudayaan bisa dikatakan tradisi leluhur nenek koyang satunya lagi konsepsi Islam yang mereka terima setalah Islam masuk di desa Mendahara, artinya ada akulturasi budaya didalamnya, sebelum terlibat lebih jauh mari kita lihat apa pengertian akulturasi menurut para ahli. Robert Redfield. Ralph Linton, dan Melville Herskowitz menjelaskan bahwa akulturasi merupakan akibat ketika dua kelompok budaya saling bertukar perbedaan budaya sebagai akibat dari berlanjutnya pertemuan pertama. Dimana terjadi perubahan pola budaya asli kedua kelompok tersebut. Akulturasi dapat diartikan sebagai suatu proses adaptasi dan perolehan budaya asli oleh orang asing, yang kemudian menjadi Asimilasi adalah bentuk akulturasi tertinggi yang secara teori dimungkinkan. Bagi sebagian besar orang asing . , asimilasi mungkin menjadi hal yang selalu mereka cita-citakan dalam hidup di tempat baru. Akulturasi juga dapat diartikan sebagai proses sosial yang terjadi ketika suatu kelompok sosial yang memiliki budaya tertentu bertemu dengan unsur budaya asing. Seiring berjalannya waktu, budaya asing tersebut akan terserap ke dalam budaya sendiri, namun hal ini tidak mengakibatkan hilangnya orisinalitas budaya sendiri. Dari beberapa pengertian menurut para ahli diatas menunjukkan bahwa tradisi mandi penimbul yang ada di Mendahara mengalami akulturasi budaya yang mana menurut penulis tidak jd masalah asal tidak bertentang dengan syariAoat Islam. Dalam tradisi kehidupan suku melayu pesisir Mendahara, hubungan kekerabatan mereka sangat baik, contohnya dalam tradisi mandi penimbul apabila ada diantara kerabat mereka sakit mereka berbondong bondong menolong dan mempersiapkan prosesi acara mandi tersebut, ini juga bisa terlihat dalam acara perkawinan dan Volume 11. Nomor 1. April 2024 kematian, rasa tolong menolong mereka termasuk besar. Sama seperti suku lain hak dan kewajiban diatur berdasarkan umur atau usia, bahkan ilmu yang diperoleh, biasanya orang-orang yang melakukan tradisi mandi penimbul ini adalah orang yang dipercayai warga setempat yang mampu menerawang roh jahat atau disebut orang pintar dan sebagainya. Mandi penimbul merupakan ritual mengusir roh jahat pada anak usia 3 sampai 7 tahun yang dilakukan oleh masyarakat tertentu yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai adat daerahnya demi melestarikan dan menjaga budaya tersebut. Masyarakat tertentu disini maksudnya adalah masyarakat adat. Yang dimaksud dengan masyarakat adat dalam buku referensi budaya Khaziq adalah sebagai berikut: AuMasyarakat adat adalah kesatuan manusia yang terorganisasi, menetap di suatu daerah tertentu, mempunyai penguasa dan mempunyai kekayaan materiil maupun immateriil, yang anggotaanggota tiap kesatuan itu merasakan kehidupan bermasyarakat sebagai suatu hal yang lumrah menurut kodrat alamnya dan tidak ada satupun anggotanya yang mempunyai pemikiran atau kecenderungan. untuk membubarkan ikatan yang telah tumbuh atau meninggalkannya dalam arti melepaskan diri dari ikatan itu selamanya8. Ay Melihat kutipan di atas dapat dijelaskan bahwa masyarakat adat pada umumnya mempunyai ikatan yang erat satu sama lain, sehingga tradisi-tradisi yang ada pada masyarakat tersebut tetap melekat dan diwariskan secara turun-temurun. Meski tidak semua masyarakat mengetahui dari mana tradisi ini berasal, namun mereka tetap Berdasarkan hasil wawancara hasil observasi diketahui bahwa hanya orang-orang tertentu seperti tokoh adat desa mendahara ilir yang mengetahui asal usul mula diselenggarakannya tradisi mandi penimbul ini, menurut bapak Kitung,beliau adalah pemangku adat tradisi mandi penimbul bahwa: AuTradisi mandi penimbul ini memang sudah ada sejak zaman dahulu kala yaitu sekitar tahun 1880an pada awalanya,didesa Khadziq. Islam dan Budaya Lokal, 15. Volume 11. Nomor 1. April 2024 mendahara ilir ini dahulunya pernah terjadi tragedi yaitu seorang anak menangis tidak henti-henti selama tiga hari tiga malam, dan orang tuanya sangat sulit untuk membujuk anak Kemudian ada seorang pendatang dari kota Kalimantan pada waktu itu berinisiatif untuk mengobati anak tersebut yang dinamakan mengobati sawan atau lebih dikenal tradisi mandi penimbulAy9 Dinamakan AusawanAy, menurut bahasa melayu yang artinya Jadi maksudnya adalah seorang anak menangis tanpa sebab tetapi tidak mau berhenti. Tidak banyak data-data yang penulis dapat dari wawancara tentang sejarah mandi penimbul dikarenakan kurangnya data-data seperti tulisan dan manuskrip yang berkaitan dengan itu ini sesuai dengan penjelasan para ahli bahwa. AuSalah satu kesulitan untuk merekontruksi sejarah bangsa ini adalah minimnya bukti tertulisAy. Ini bisa terlihat memang bahwa sangat sulit untuk mencari bukti tertulis mengenai sejarah mandi penimbul ini, namun penulis mengambil opsi untuk mengumpulkan cerita-cerita rakyat melalui wawancara orang-orang tua yang bisa dianggap valid datanya, meskipun masyarakat Mendahara sendiri bisa dikatakan lebih kental aroma mitos dan tidak ilmiah, tetapi sebagai peneliti penulis mencoba menggali lebih dalam mengenai bagaimana sejarah mandi penimbul ini, karena kasus ini memang benar-benar terjadi di masyarakat suku melayu Mendahara, terlepas dari data yang penulis dapat kebanyakan cerita rakyat yang dikumpulkan menjadi satu, dan coba penulis untuk jabarkan diatas. Faktor Yang Menyebabkan Masih Dilakukan Tradisi Mandi Penimbul Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Provinsi Jambi. Wujud kebudayaan itu sendiri berupa benda-benda ciptaan manusia sebagai makhluk kebudayaan berupa pola tingkah laku, bahasa, perlengkapan hidup, organisasi kemasyarakatan, agama, seni dan lain sebagainya. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat Wawancara dengan bapak Ridwan selaku ketua adat desa Mendahara Volume 11. Nomor 1. April 2024 hidup bermasyarakat. Jadi, kebudayaan bisa didapat dari mana saja, baik dalam pelajaran di sekolah maupun di lingkungan sosial. Orang biasanya belajar banyak dari apa yang mereka lihat sehari-hari, mereka mempunyai kebiasaan yang umumnya sama dengan orangorang disekitarnya. Kebudayaan muncul secara tidak sengaja dalam masyarakat dan secara tidak langsung disetujui oleh masyarakat tersebut, namun biasanya dianut dan diyakini dalam suatu Sama seperti tradisi mandi penimbul awal mulanya tidak langsung diterima oleh masyarakat setempat apalagi orang yang melaksanakan tradisi ini biasa disebut dukun, mereka sering memasukkan kata-kata mantra didalamnya secara tidak langsung pemikiran seperti ini ditentang oleh pemuka-pemuka agama yang ada di Mendahara Ilir, tapi selanjutnya sang dukun memasukan sholawatsholawat sebelum melakukan tradisi itu. AuDahulu upaca mandi penimbul ini dilakukan dengan seorang dukun, dukun itu selalu membaca mantra saat prosesi acara tersebut, sembari menyiapkan alat-alat yang digunakan saat acara pemandian, namun sekarang dukun itu juga memasukan sholawat atau pujian-pujian kepada nabi guna untuk meminta pertolongan keselamatan oleh nabi, imbuh pak Madjid saat penulis wawancarai. Tradisi mandi penimbul ini merupakan warisan nenek moyang yang ada sejak dahulu kala. Tradisi merupakan akar dari lahirnya budaya nasional. Kebudayaan tidak mempengaruhi seorang individu saja melainkan membentuk karakter bagi suatu kelompok sehingga akan menjelma menjadi kepribadian yang akan menjelma lagi menjadi kepribadian bangsa dan negara. Seperangkat nilai baik itu tentunya harus terus diwariskan dari satu generasi kegenerasi selanjutnya sebagai karakter bangsa dan jati diri bangsa, sehingga akan menjadi bangsa yang bermatabat diantara bangsa-bangsa lainnya. Dari sifat turun temurun yang memungkinkan nilai budaya tidak akan hilang dalam waktu yang sangat lama. Menurut tokoh agama setempat Sulasman. Teori-teori Kebudayaan, 30. Volume 11. Nomor 1. April 2024 Auada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa tradisi tersebut masih dilakukan dimasyarakat, yaitu masih melekatnya kepercayaan warga terhadap tradisi nenek moyang dimana tradisi tersebut merupakan dari zaman hindu-budha yang masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme, adapun keinginan warga untuk melestarikan tradisi tersebut karena merupakan salah satu kekayaan bangsa, adanya nilai-nilai yang terkadung dalam pelaksaan upacara tradisi tersebut, yaitu nilai adat budaya,nilai sosialAy11 Maka dari itu, sebagai manusia yang berbudaya kita harus ikut melestarikan kebudayaan positif yang diwariskan pada leluhur dan mewariskannya lagi kepada anak cucu kita, sehingga budaya nasional indonesia akan tetap ada hingga kapanpun. Dalam hal lain juga faktor yang menyebabkan masih terselenggarakan tradisi ini yang berdasarkan hasil wawancara oleh salah seorang tokoh ulama desa setempat yaitu bapak guru Aroni, pada awalnya beliau menolak mengikuti dan juga tidak menyetujui untuk menyelenggarakan tradisi tersebut, alasan bapak tersebut takut menduakan tuhan dan dikatakan musyrik, selain itu yang menjadi sebab mengapa beliau tidak mengikuti dan juga tidak menyetujui upacara tersebut,karena pada proses upacara itu hanya dipenuhi dengan mantra mantra saja tidak menyebut kalimat Allah. Kebudayaan adalah bagian dari suatu masyarakat. Masyarakat yang tinggal di suatu daerah tertentu pasti mempunyai budaya atau tradisi yang diyakini dan dianutnya. Budaya dan tradisi biasanya diyakini diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat yang tinggal di dalamnya. Tradisi diturunkan dari orang tua kepada anaknya dengan harapan anak-anaknya akan mewarisi atau meneruskan tradisi yang sama. Kebudayaan adalah bagian dari suatu masyarakat. Masyarakat yang tinggal di suatu daerah tertentu pasti mempunyai budaya atau tradisi yang diyakini dan dianutnya. Secara umum diyakini bahwa budaya dan tradisi diturunkan dari generasi ke generasi oleh Wawancara dengan bapak Rahmad selaku tokoh Agama Mendahara Volume 11. Nomor 1. April 2024 masyarakat yang menghuninya. Tradisi diturunkan dari orang tua kepada anak dengan harapan anak-anaknya akan mewarisi atau meneruskan tradisi yang sama. Hemat penulis ada beberapa faktor yang menyebabkan masih tetap dilestarikannya tradisi mandi penimbul ini salah satunya keyakinan masyarakat yang kuat akan mitos yang beriontasi pada kesembuhan anak, kedua masih enggannya orang-orang tua membawa anak ke dokter, mungkin akibat dari rendahnya pemahaman masyarakat akan pentingnya kesehatan, maka dari itu menurut penulis penting diberikannya pendidikan kesehatan bagi masyarakat Mendahara, bila tradisi mandi penimbul tidak bisa lagi diharapkan dalam kesembuhan anak, berikut adalah tujuan pendidikan kesehatan menurut beberapa pakar: Tujuan pendidikan kesehatan merupakan domain yang akan dituju oleh pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan mempunyai beberapa tujuan, antara lain: Mewujudkan perubahan perilaku individu, keluarga, dan masyarakat dalam meningkatkan dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat, serta berperan aktif dalam upaya mencapai kesehatan yang optimal. Terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga, dan masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik jasmani, rohani, dan sosial, guna menurunkan angka kesakitan dan kematian. Menurut WHO, tujuan pendidikan kesehatan adalah untuk mengubah perilaku individu dan/atau masyarakat di bidang Tujuan utama pendidikan kesehatan adalah agar masyarakat mampu menerapkan permasalahan dan kebutuhannya sendiri, memahami apa yang dapat mereka lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan sumber daya yang tersedia dan dukungan eksternal, serta mampu memutuskan kegiatan yang tepat. Ferry Effendi dan Makhfudli. Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktek Dalam Keperawatan (Jakarta: Salemba Medika, 2. , 24. Volume 11. Nomor 1. April 2024 untuk meningkatkan taraf hidup sehat dan kesejahteraan Oleh karena itu, tujuan pendidikan kesehatan adalah untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya kesehatan untuk mencapai perilaku sehat sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan jasmani, rohani, dan sosial sehingga produktif secara ekonomi dan sosial. Sebenarnya antara kesehatan masyarakat dan tradisi mandi penimbul adalah keduanya saling berkaitan, yaitu sama-sama menginkan kesembuhan untuk anak meskipun berbeda cara, tetapi tetap menginkan keridhoan Allah. Serta upacara mandi penimbul ini juga belum terlalu jelas dan mengalami kekaburan sejarah mengenai dari mana asal usul dan datangnya tradisi ini yang masih dilakukan oleh sebagian masyarakat Mendahara. Di dalamnya selain terdapat ucapan doaAo memohon kesembuhan anak dan ada pula interaksi sosial antara penduduk desa dengan manusia lainnya, interaksi antara manusia dengan Tuhannya, dan interaksi antara manusia dengan dunia lain yang hidup berdampingan dengan manusia, seperti roh dan roh leluhur. Berikut beberapa tujuan mandi penimbul menurut hemat penuli: Sebagai perwujudan syukur kepada tuhan bahwa kita masih diberi kesehatan dan kekuatan. Untuk menjaga keselamatan warga khususnya anak-anak dari gangguan hal-hal ghaib atau supranatural. Sebagian masyarakar juga percaya dengan mandi penimbul mereka terhindar dari penyakit, keamanan bahkan bencana Untuk saran membersihkan desa dari musibah dan tolak balak dari kesegsaraan dan mengharapkan desa Mendahara Ilir menjadi aman. Di awala tulisan ini penulis sedikit menyinggung tentang salah satu penyebab pudarnya mandi penimbul adalah pengaruh globalisasi Mubarak. Promosi Kesehatan Sebuah Pengamatan Proses Belajar Mengajar dalam Pendidikan (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2. , 56. Volume 11. Nomor 1. April 2024 khusunya dalam bidang kebudayaan, serta tidak dapat di pungkiri perkembangan yang paling menonjol di era globalisasi adalah globalisasi informasi, begitu pula di bidang sosial seperti gaya busana, gaya bicara, dan gaya hidup. Hal ini dapat dipicu dengan mendukung arus informasi di seluruh dunia melalui siaran televisi, akses internet yang dapat menyebabkan terlupakannya tradisi mandi penimbul di desa masyarakat Mendahara. Hal ini menyebabkan kearifan yang ada di masyarakat mulai Masyarakat mempunyai adat istiadat yang dikenal dengan istilah kedaerahan . earifan loka. yang menjadi simbol kebangsaan, namun saat ini hampir tidak mempunyai makna lagi di era globalisasi. Sulit bagi kita untuk menarik batas yang jelas antara budaya lokal dan budaya Barat14. Kesimpulan Berdasarkan sumber yang diperoleh selama penelitian ini. Sejarah tradisi mandi Penimbul Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Merupakan dialektika budaya yang tidak sekedar terdiri dari konteks budaya saja, namun banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah masih melekatnya tradisi nenek moyang terdahulu, dahulu masyrakat sering sakit tidak serta merta langsung kedokter melainkan mempercayakan kesembuhannya ke dukun, disamping itu tentunya menggantungkan harapannya pada Allah. Daftar Pustaka