IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 Sosialisasi Pelaporan Keuangan Pelaku UMKM Syariah Di Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah Himmatul Ulyah1 Prodi Akuntansi Syariah. IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Email corespondensi : himmatul_ulyah@iainsasbabel. Article History Received : 10/12/2024 Revised : 20/12/2024 Accepted : 30/12/2024 Abstract : This community service aims to provide socialization and Keywords MSME . SAK EMKM. Financial Reporting simulations related to MSME accounting guidelines so that MSMEs can prepare and report their finances in accordance with applicable financial The participants of this community service are MSME in Namang District. Central Bangka Regency. Bangka Belitung Islands Province. This method of community service is socialization and material assistance as well as a simulation of the implementation of MSME accounting guidelines. The speaker at this event was a lecturer at IAIN SAS Bangka Belitung. The result of this community service is that participants gain knowledge and knowledge about MSME accounting and participants can apply MSME accounting for their Pendahuluan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu jenis usaha yang sangat membantu menopang perekonomian Indonesia. Begitu pentingnya posisi UMKM Indonesia UMKM dilakukan secara serius, karena jenis usaha inilah yang terbukti dapat menyerap banyak lapangan kerja dan tahan terhadap gejolak perekonomian global (Amelia et al. , 2. Semakin meningkatnya jumlah UMKM maka akan semakin memperluas lapangan pengangguran (Farhan et al. , 2. Keseriusan pemerintah dalam UMKM salah satunya dilakukan memperoleh pembiayaan atau modal Saat ini hampir semua Indonesia konvensional dan syariah mempunyai program pembiayaan khusus untuk pelaku UMKM. Pembiayaan khusus ini memiliki bunga atau bagi hasil pembiayaan yang ringan dan bahkan tanpa memerlukan adanya barang Kemudahan disambut baik oleh pelaku UMKM. Akan tetapi tidak semua pelaku UMKM memudahkan dalam memperoleh pembiayaan dari perbankan diperlukan adanya pelaporan dan pencatatan keuangan UMKM itu sendiri. Banyak UMKM yang pada akhirnya gagal memperoleh pembiayaan sebesar modal yang yang diinginkan karena mereka tidak memiliki pencatatan dan pelaporan keuangan yang baik. Fungsi pelaporan keuangan sangat diperlukan dalam pengajuan pembiayaan di IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 pertimbangan kemampuan bayar dan prediksi keberlangsungan usaha dari calon nasabah. Dengan melihat pencatatan dan pelaporan keuangan calon nasabahnya, perbankan akan pembiayaan yang diberikan akan berjalan lancar atau gagal bayar karena kesulitan keuangan dimasa yang akan Penelitian penelitian yang telah dilakukan banyak mengkaji dan memotret para pelaku UMKM masih memiliki pengetahuan yang minim terhadap pencatatan dan pelaporan keuangan yang baik. Salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Yuli Rawun & Oswald Tumilaar . yang menyatakan bahwa dari 74 sampel UMKM yang diteliti tidak ada satupun UMKM yang mampu menyusun laporan keuangan. Permasalahan ini sederhana akan tetapi jika dibiarkan akan berdampak serius terhadap perkembangan UMKM di Indonesia. Tanpa pelaporan keuangan yang baik maka para pelaku UMKM akan kesulitan dalam memprediksi masa depan berkembang dan akan kesulitan dalam Kondisi inilah yang akhirnya disadari oleh Camat Kecamatan Namang di Kabupaten Bangka Tengah tentang perlunya sosialisasi dan edukasi mengenai pencatatan dan pelaporan keuangan yang baik bagi para pelaku UMKM di wilayahnya. Berdasarkan data yang terhimpun dari dinas UMKM Provinsi Bangka Belitung. Kecamatan Namang memilik sekitar 1018 pelaku UMKM yang tersebar di 8 Wawancara awal yang dilakukan dengan Camat Namang diperoleh informasi bahwa di wilayahnya belum pernah dilakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pencatatan dan pelaporan keuangan UMKM, sehingga dirasa sangat perlu dilakukan kegiatan perkembangan para pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Namang. Pengabdian Masyarakat ini Masyarakat pencatatan dan pelaporan keuangan khususnya bagi para pelaku UMKM. Diharapkan mengenai pencatatan dan pelaporan keuangan yang baik, para pelaku UMKM dapat mengaplikasikan dalam usahanya, sehingga usaha yang dijalankan dapat terus maju dan berkembang dimasa yang akan datang. Metode Pelaksanaan Metode kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi serta simulasi pencatatan transaksi dan pelaporam UMKM. Narasumber pada acara ini adalah dosen IAIN SAS Bangka Belitung. Sasaran pengabdian ini adalah pelaku UMKM di kecamatan Namang di Kabupaten Bangka Tengah sebanyak 60 peserta. Lokasi pelaksanaan pengabdian masyarakat berada di aula Kecamatan Namang. Pengabdian ini tahapan sebagai berikut : Tahap Persiapan Pada tahap persiapan dilakukan beberapa hal sebagai berikut: Melakukan dengan Camat Kecamatan Namang Melakukan persiapan terkait . erlengkapan, dan teknis acar. Tahap Pelaksanaan Pada tahapan ini peserta akan akuntansi EMKM, akuntansi IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 khusus untuk pelakuk UMKM, contoh kasus transaksi serta dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab Tahap Evaluasi Pada tahap ini, dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat kegiatan serupa di masa yang akan datang. Hasil dan Pembahasan Kecamatan Namang memiki sekitar 1018 pelaku UMKM yang tersebar di 8 desa. Berikut data penyebaran UMKM di Kecamatan Namang Tabel 1. Data UMKM Kecamatan Namang NO Kabupaten/Kota Jumlah Pesantren 1 Desa Namang 2 Desa Kayu Besi 3 Desa Jelutung 4 Desa Cambai Selatan 5 Desa Cambai 6 Desa Bukit Kijang Desa Bhaskara Bhakti Desa Belilik TOTAL Sumber : Dinas UMKM Babel . Potensi UMKM di kecamatan Namang cukup besar sehingga perlu meningkatkan performa UMKM. Salah satunya melalui sosialisasi akuntansi EMKM yakni standar akuntansi yang khusus digunakan oleh pelaku UMKM dalam mencatatat dan melaporkan keuangan usahanya. Di dalam SAK EMKM terdapat beberapa hala yang menjadi dasar pencatatan yang perlu pengukuran dan pengakuan dari masing masing akun. Terdapat 6 akun atau elemen dari laporan keuangan yang harus dipahami, diantaranya (Handriman & Anggraini, 2. Aset adalah jenis penggunaan dana yang merupakan sumber daya ekonomis yang dimiliki oleh perusahaan Utang adalah salah satu sumber perolehan dana pinjaman yang berasal dari pihak lain . , transaksi pembelian kredit atau penggunaan barang/jasa yang belum dibayar Ekuitas perolehan dana yang berasal laba/rugi dihasilkan perusahaan yang tidak dapat dibagikan ( laba Khusus bagi UMKM, ekuitas bisa bersumber dari pemerintah melalui hibah atau sumbangan lainnya Pendapatan adalah sumber perolehan dana yang berasal dari aktivitas perusahaan, baik maupun non operasional Biaya adalah jenis penggunaan pembayaran . on utan. yang dilakukan oleh perusahaan kepada pihak lain pengembalian ekuitas adalah jenis penggunaan dana untuk kepentingan pribadi . atau pengembalian ekuitas kepada pemegang saham . IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 Selain pengenalan terhadap akun akun yang biasa digunakan, di dalam SAK EMKM juga dijelaskan laporan keuangan yang harus dibuat oleh para pelaku UMKM. Terdapat minimal 3 . laporan keuagan yang harus disajikan. Laporan Posisi Keuangan (Nerac. Laporan posisi keuangan merupakan laporan keuangan yang harus dibuat oleh para pelaku UMKM kerena fungsi keuangan mengenai posisi keuangan perusahaan yang kondisi perusahaan pada masa lalu, saat ini dan masa yang akan datang (Risqya. Laporan keuangan dapat mencakup pos pos seperti : kas dan persediaan, aset tetap, utang usaha, utang bank dan ekuitas Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi adalah menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu. Laporan laba rugi menggambarkan tentang kinerja keuangan entitas untuk suatu periode. Informasi yang disajikan dalam laporan laba rugi dapat mencakup pos pos seperti : pendapatan, biaya biaya dan beban pajak Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK). Catatan keuangan disajikan dengan penjelasan atau narasi dari laporan keuangan lainnya. dalam CaLK setidaknya harus Sutau pernyataan yang laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK EMKM Ikhtisar Informasi tambahan dan rincian pos tertentu yang sehingga bermanfaat bagi Gambar 1. Sosialisasi Pelaporan Keuangan Untuk UMKM Sosialisasi Pelaporan Keuangan UMKM dilakukan di Kantor Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah dengan di hadiri oleh sekitar 60 pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Namang. Kegiatan narasumber yang berasa dari IAIN SAS Bangka Belitung yakni Ibu Himmatul Ulyah. Narasumber dalam hal ini keuangan bagi UMKM, salah satunya IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 sebagai pemberi informasi keuangan UMKM yang nantinya dapat digunakan perusahaan di masa yang akan datang. Dengan adanya pelaporan keuangan yang baik, maka UMKM dapat merancang rencana pengembangan Para peserta sangat antusias dalam menerima materi yang diskusi ketika disesi tanya jawab. itu pencatatan keuangan. Narasumber beserta pendamping dari dosen IAIN SAS Babel kegiatan simulasi untuk setiap pelaku UMKM sampai mereka memahami inti dari pencatatan dan akuntansi untuk UMKM. Materi simulasi yang diberikan mulai dari bagaimana mencatat membayar beban beban, mencatat set yang dimiliki, mencatat hutang serta mencatat modal. Selain itu juga pelaporan keuangan, seperti membuat laporan laba rugi, laporan arus kas dan Kegiatan pengabdian ini ditutup dengan melakukan evaluasi dan harapan dari para peserta. Kami diantara para pelaku UMKM sangat senang akhirnya ada yang peduli terhadap pencatatan bisnis mereka, secara khusus mereka meminta adanya pendampingan lebih insentif lagi, agar para pelaku UMKM benar benar memahami dan dapat menyusun laporan keuangan dengan baik dan Gambar 2. Pendampingan Simulasi Akuntansi UMKM Setelah penyampaian materi tentang pedoman akuntansi UMKM, selanjutnya peserta juga diajak untuk langsung mencoba penerapan dari akuntansi untuk UMKM dengan mengerjakan dan membahas bersama simulasi dari akuntansi UMKM. Dari simulasi diketahui bahwa beberapa UMKM sebenarnya telah menerapkan beberapa pencatatan, speerti mencatat uang masuk dan keluar, sedangkan beberapa yang lainnya masih sama sekali awam dan tidak mengetahui apa Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan dengan baik dan dapat memberikan pemahaman peserta tentang akuntansi UMKM dan pelaporan keuangan untuk pelaku UMKM. Dengan mengetahui akuntansi UMKM maka diharapkan pelaku UMKM dapat menyusun laporan keuangan dengan lebih mudah dan sesuai dengan standar keuangan yang IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 Saran Saran dari kegiatan pengabdian ini adalah dapat dilakukan kegiatan penyusunan laporan keuangan UMKM Daftar Pustaka