PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Volume 9. Issue 5. Pages 921-928 Mei 2024 e-ISSN: 2654-4385 p-ISSN: 2502-6828 https://journal. id/index. php/pengabdianmu/article/view/4362 DOI: https://doi. org/10. 33084/pengabdianmu. Pengembangan AuDesa Wisata Kampung KoiAy Latukan sebagai Upaya Penguatan BUMDesa melalui Pengembangan Kelompok Pembudidaya dan BUMDesa Latukan. Kabupaten Lamongan Empowerment of Latukan "Koi Village" as an Effort to Strengthen BUMDesa through the Development of Fish Farmers and BUMDesa Latukan Village. The Regency of Lamongan Maftuch 1* Abstrak Fahreza Okta Setyawan 1 Melalui Program Desa Berdaya. Desa Latukan berupaya membangun ikon desa melalui pembangunan AuKampung KoiAy Latukan. Meskipun demikian, konsep desain yang utuh terkait pengembangan Desa Latukan sebagai Desa Wisata Kampung Koi belum terbentuk dengan optimal, meskipun potensi pendukung telah tersedia. Oleh karena itu, penting untuk menyiapkan langkah strategis pengembangan yang meliputi elemen Budidaya Ikan Koi. Pengelolaan Pasca Panen dan Transportasi. Manajemen Pemasaran, pembentukan taman rekreasi dan edukasi serta pengembangan SDM yang dalam hal ini adalah Kelompok Pembudidaya Ikan Koi dan Kelompok Pengelolaan hasil panen. Solusinya adalah membuat desain pengembangan Desa Wisata Kampung Koi sebagai bagian unit usaha BUM Desa. Untuk itu, tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya mendesain suatu kegiatan untuk membangun Ikon Desa Latukan yang semakin kuat dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian terdiri dari identifikasi status masalah dan perencanaan solusi, pembentukan kelompok pembudidaya ikan koi dan pembuatan kolam pemijahan portable, penguatan peran BUMDesa, pemerintah desa kan kelompom pembudidaya melalui focus goup discussion dan studi banding pada mitra professional, pelatihan budidaya dan pembibitan ikan koi. Seluruh kegiatan telah dilaksanakan dan disusun dalam publikasi ilmiah dan media massa. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini akan melibatkan lima mahasiswa dengan konsentrasi pada budidaya perikanan dan teknologi hasil perikanan. Retno Tri Astuti 2 1Department of Fisheries and Marine Sciences. Faculty Fisheries and Marine Sciences. Brawijaya University. Malang. East Java. Indonesia Department of Fisheries Product Technology. Faculty of Fisheries and Marine Science. Brawijaya University. Malang. East Java. Indonesia email: maftuch@ub. Kata Kunci Latukan. BUMDesa. Berdaya. Kampung Koi Abstract Keywords: Latukan. BUMDesa. Empowerment. Koi Village Received: November 2023 Accepted: April 2024 Published: May 2024 Through the Empowered Village Program. Latukan Village seeks to build a village icon by constructing the Latukan AuKoi VillageAy. However, the complete design concept regarding the development of Latukan Village as a Kampung Koi Tourism Village has not yet been formed optimally. Therefore, it is essential to prepare strategic development steps, which include elements of Koi Fish Cultivation. Post-harvest Management. Transportation. Marketing Management, the establishment of recreational and educational parks, as well as human resource development, in this case, the Koi Fish Cultivator Group and the Harvest Management Group. The solution is to create a development design for the Kampung Koi Tourism Village as part of the BUM Desa business unit. For this reason, the Brawijaya University Community Service team designed an activity to build a stronger and more sustainable Latukan Village Icon. Service activities consist of identifying the status of the problem and planning solutions, forming a koi fish cultivator group and making portable spawning ponds, strengthening the role of BUMDesa, village government, and cultivators through focus group discussions and comparative studies, and koi fish cultivation and breeding All activities have been conducted and compiled in scientific publications and mass media. In its implementation, this activity involved five students concentrating on fisheries cultivation and fishery product technology. A 2024 Maftuch. Fahreza Okta Setyawan. Retno Tri Astuti. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CCBY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). DOI https://doi. org/10. 33084/pengabdianmu. How to cite: Maftuch. Setyawan. Astuti. Pengembangan AuDesa Wisata Kampung KoiAy Latukan sebagai Upaya Penguatan BUMDesa melalui Pengembangan Kelompok Pembudidaya dan BUMDesa Latukan. Kabupaten Lamongan. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 9. , 921-928. https://doi. org/10. 33084/pengabdianmu. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat. Vol 9 No 5. Mei 2024. Pages 921-928 p-ISSN:2502-6828. e-ISSN:2654-4385 PENDAHULUAN Desa Latukan merupakan salah satu Desa diantara 18 . elapan bela. Desa/Kelurahan yang berada diwilayah Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan. Secara geografis Desa Latukan Kecamatan Karanggeneng berbatasan dengan: Sebelah Utara berbatasan dengan desa Desa Sonoadi. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Desa Kental Ae Kemlagi. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Desa Sunge geneng. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Desa Bantengputih. Jarak Desa Latukan ke ibu kota kabupaten adalah 23 Km dengan waktu tempuh A 45 menit sedangkan jarak ke ibu kota kecamatan adalah 7 Km dengan waktu tempuh A 14 menit. Sedangkang jarak Desa Latukan dengan Universitas Brawijaya adalah 156 Km dengan waktu tempuh A 3 jam. Secara geografis Desa Latukan terletak disebelah barat laut Kota Lamongan yang memiliki dua dusun yakni Dusun Latukan Utara dan Dusun Latukan Selatan serta terdapat 15 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 4. 953 jiwa. orang atau 48,5% penduduk desa latukan berprofesi sebagai petani. Komoditi unggulan adalah padi, semangka, garbis, dan satu jenis tanaman yang dikembangkan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapokta. yang diberi nama Sunris. Musim tanaman desa latukan terbagi menjadi tiga musim, yakni musim tanam pertama yaitu berkisar pada bulan April hingga Agustus . ahan persawahan ditanami tanaman pad. , musim kedua pada bulan september sampai Desember . itanami buah semangka dan sunri. , sedangkan di musim ketiga bulan Januari sampai Maret . itanami buah garbi. Berdasarkan skor Indeks Desa Membangun (IDM). Desa Latukan termasuk dalam kategori Desa Mandiri. Data tersebut menunjukkan bahwa Desa Latukan berada pada status Puncak Sebagai Desa Mandiri dalam sekala penilaian Indek Desa Membangun Kementrian Desa 2020. Pada Tahun 2021 Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur memberikan reward bagi desa dengan status Mandiri sebagai apresiasi Progres Status IDM. DPMD Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan LPPM-UB mendesign Program Desa Berdaya bagi Desa berstatus AuMandiriAy dengan memberikan reward Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sejumlah 100 juta bagi desa yang telah diusulkan oleh Kabupaten (Dinas PMD Provinsi Jawa Timur, 2. Desa Latukan dicanangkan sebagai salah satu sararan Program Desa Mandiri Menuju Desa Berdaya pada tanggal 12 Januari 2022. Untuk itu perlu adanya upaya Desa Latukan dalam memetakan potensi desa, merumuskan langkahlangkah inovatif untuk membangun ikon desa yang akan didorong menjadi ekonomik branding, dengan produk unggulan kegiatan AuDesa Wisata Kampung Koi LatukanAy. Sebelum kampung Koi terbentuk, mata pencaharian utama dari penduduk Desa Latukan adalah petani, peternak dan beberapa sudah memiliki kolam budidaya lele, bandeng dan Kampung koi latukan akan dikembangkan untuk menjadi keunggulan desa dan meningkatkan iklim usaha dan ekonomi daerah. Kampung koi latukan terbilang masih baru dan dirintis pada masa pandemi yang penuh dengan Maka dari itu melalui program pengabdian masyarakat ini diajukan di bawah naungan universitas Brawijaya, untuk mengatasi permasalahan mitra, sebagai salah satu kontribusi nyata akademisi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Lamongan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini akan melibatkan empat mahasiswa dengan konsentrasi pada penanganan dan transportasi hasil perikanan, budidaya perikanan, sosial ekonomi Dalam program ini dapat meningkatkan soft skill mahasiswa. Aktifitas mahasiswa ini dipercaya akan meningkatkan keahlian mahasiswa di bidang terkait serta mempersiapkan mahasiswa dalam dunia kerja dan METODE Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam kurun waktu lima bulan yaitu dari bulan Juli hingga November 2022. Kegiatan pelatihan bertempat di Desa Latukan Kabupaten Lamongan. Astro Koi Blitar dan Laboratorium Budidaya Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Kegiatan pengabdian dirancang dengan pendekatan partisipatif, yaitu dengan menggali dan menempatkan pertimbangan dan masukan dari mitra sebagai faktor penting Maftuch. Setyawan. Astuti. Empowerment of Latukan "Koi Village" as an Effort to Strengthen BUMDesa through the A sekaligus pelaku program. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan dapat mencapai tujuan yang memiliki orientasi praktis, tepat sasaran dan berkelanjutan (Suwarni et al. , 2. Tim pengabdian berasal dari dosen dan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, dengan bidang keahlian yang beragam untuk mewadahi kebutuhan dan permasalahan masyarakat mitra. Adapun rincian kegiatan adalah sebagai berikut : Survey lokasi dan perencanaan kegiatan Perumusan status dan masalah mitra Pelaksanaan kegiatan pengabdian Penguatan Kelompok Budidaya dan Pembangunan Kolam Portabel Studi Banding Penguatan Kelompok Budidaya dan BUMDesa Pelatihan Budidaya dan Pembibitan Ikan Koi Monitoring dan evaluasi HASIL DAN PEMBAHASAN Survey lokasi dan perencanaan kegiatan Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan dalam dalam kurun waktu bulan Agustus hingga Desember 2022. Sosialisasi dan koordinasi awal dilakukan dengan menghadirkan perwakilan BUMDesa dan Pemerintah Desa termasuk pihak BPD yang nantinya bersama-sama mengawal pembuatan desain pengembangan Desa Wisata Kampung Koi dan sekaligus memberikan penguatan aspek kelembagaan. Gambar 1. Survey lokasi, perencanaan kegiatan dan sosialisasi pengabdian masyarakat di Desa Latukan. Lamongan. Perumusan status dan masalah mitra Dalam upaya mengukur status perkembangan desa sebagai bahan menyusun rekomendasi yang diperlukan. Pemerintah memprakarsai pengukuran status yang disebut Indeks Desa Membangun (IDM). Desa diklasifikasi ke dalam dalam lima status, yakni: . Desa Sangat Tertinggal. Desa Tertinggal. Desa Berkembang. Desa Maju. Desa Mandiri. Indikator yang digunakan untuk mengukur IDM meliputi 3 dimensi, yakni: Ketahanan Sosial. Ketahanan Ekonomi dan Ketahanan Lingkungan atau Ekologi. Masing-masing dari 3 dimensi tersebut memiliki variabel-variabelnya yang jika diukur dan dihitung dari kondisi desa mendapatkan hasil akhir untuk menunjukkan Status Kemajuan Desa yang terbagi menjadi 5 status, yakni: Desa Sangat Tertinggal ( < 0,. Desa Tertinggal ( > 0,491 dan < 0,599 ). Desa Berkembang ( > 0,599 dan < 0,707 ). Desa Maju ( > 0,707 dan < 0,815 ). Desa Mandiri ( > 0,815 ). Berdasarkan 3 dimensi tersebut dan melihat total skornya, kondisi IDM Desa Latukan dapat digambarkan dalam grafik sebagai berikut. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat. Vol 9 No 5. Mei 2024. Pages 921-928 p-ISSN:2502-6828. e-ISSN:2654-4385 Gambar 2. IDM Desa Latukan 2020 ( idm. Dari data di atas, skor IDM Desa Latukan yakni 0,893, masuk dalam kategori Desa Mandiri. Data tersebut menunjukkan bahwa Desa Latukan berada pada status Puncak Sebagai Desa Mandiri dalam sekala penilaian Indek Desa Membangun Kementrian Desa 2020. Pada Tahun 2021 Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur memberikan reward bagi desa dengan status Mandiri sebagai apresiasi Progres Status IDM. DPMD Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan LPPM-UB mendesign Program Desa Berdaya bagi Desa berstatus AuMandiriAy dengan memberikan reward Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sejumlah 100 juta bagi desa yang telah diusulkan oleh Kabupaten (Dinas PMD Provinsi Jawa Timur, 2. Maksud Program Desa Berdaya adalah untuk pemulihan dan memperkuat perekonomian desa dengan pengembangan desa tematik . melalui economic branding, dalam rangka mempertegas legalisasi, potensi dan sumberdaya desa untuk mewujudkan desa berdaya. Program Desa Berdaya memiliki tujuan sebagai berikut: Menumbuhkan inovasi yang mampu menggerakkan perekonomian desa berbasis potensi dan sumberdaya yang dimiliki secara kreatif dan berkelanjutan. Memunculkan ikon desa yang khas melalui economic branding berbasis inovasi. Mengoptimalkan penggunaan Dana Desa untuk mendorong pertumbuhan ikon desa yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa. Menciptakan praktik keteladanan . ood practice. sehingga mampu menginspirasi desa-desa yang lain. Dengan Program Desa Berdaya diharapkan Desa mampu unjuk inovasi, unjuk potensi, unjuk kreatifitas yanag dapat dibanggakan sebagai Desa dengan Status Mandiri. Keberhasilan pemberdayaan dicapai dengan penerapan pendekatan berbasis aset lokal, peran aktor lokal dalam mendorong kesadaran partisipasi pemuda dan dalam mengidentifikasi potensi desa secara kolaboratif. Tujuan dari pengabdian pada desa Latukan dalam mendorong potensi desa adalah mendukung didorongnya inovasi bidang perikanan dan kelautan melalui lokus-lokus Desa dalam kerangka meningkatkan pengelolaan sumberdaya, untuk meningkatkan kemandirian Desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa. Sebuah forum focus group discussion dilakukan untuk memetakan kondisi mitra yang selanjutnya dirumuskan melalui analisis strength, weakness, opportunity and threat (SWOT) seperti dinyatakan dalam Tabel 1. Maftuch. Setyawan. Astuti. Empowerment of Latukan "Koi Village" as an Effort to Strengthen BUMDesa through the A Tabel I. Analisis analisis strength, weakness, opportunity and threat (SWOT) Desa Latukan. Lamongan MITRA Pemerintah Latukan Desa Kelompok Pembudidaya Ikan dan UMKM Produsesn Makanan MANFAAT Mendapatkan pemberdayaan masyarakat di bidang pengembangan Kawasan Desa Wisata Kampung Koi sebagai unit usaha BUM Desa. Dapat merancang kelanjutan bentuk program pengembangan Kelompok Pembudidaya ikan Koi dan Kelompok UMKM Produsen Makanan yang mendukung Wisata Kampung Koi yang selanjutnya menjadi Lembaga Produktif. LUARAN Pengetahuan dalam melakukan program pembinaan dan praktik pemberdayaan masyarakat, khususnya berkenaan dengan pengembangan Kawasan Desa Wisata Kampung Koi sebagai unit usaha BUM Desa. Pemerintah desa dapat menuangkan program yang lebih berkelanjutan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan Desa (RPJM Desa danRKP Des. Mendapatkan pengetahuan sebagai bagian dari pengelola unit usaha BUM Desa dalam hal tata kelola lembaga secara efektif dan berdaya guna. Terbentuk Kelembagaan Kelompok Pembudidaya Ikan Koi dan Kelompok UMKM Produsen Makanan yang mapan dalam lingkup tata kelola unit usaha BUM Desa. Pelaksanaan kegiatan pengabdian Penguatan Kelompok Budidaya dan Pembangunan Kolam Portabel Pengembangan kelompok pembudidaya ikan dilakukan dengan membentuk dua kelompok pembudidaya dengan masing-masing delapan anggota. Dengan difasilitasi oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Brawijaya dan dukungan perangkat desa, akan memformulasikan kembali peran Kelompok Budidaya Ikan Koi menjadi bagian dari ide-ide pembangunan desa oleh pemerintah Desa Latukan. Penguatan Kelompok Pembudidaya ikan Koi disini meliputi implementasi peran pelaku kelompok masyarakat dalam organisasi BUM Desa yangmencakup aspek kelembagaan, manajemen pengelolaan dan peningkatan sistem budidaya. Dalam upaya ini, tim pengabdian memberikan fasilitas berupa kolam ikan portabel untuk menunjang kegiatan pembibitan. Masing-masing kelompok budidaya menerima tiga set kolam kolam pembenihan dengan ukuran diameter 3x3 meter dan tinggi 120 cm. Bersama dengan tim pengabdi, mitra pengabdian berpartisipasi aktif dalam pembuatan kolam pembibitan portabel, dan melakukan praktek pembibitan ikan. Gambar 3. Pembuatan kolam pembibitan portable sebagai upaya memperkuat dan memperluas cakupan kegiatan kelompok pembudidaya ikan koi. Beberapa hal yang diidentifikasi dari pembudidaya koi yang ada masih mempunyai keterbatasan pengetahuan terkait dengan mengatur masa panen agar tidak sampai berlebihan pada suatu waktu, dan kekurangan Koi pada saat yang lain. Pengorganisasian pengadaan pakan Koi masih berjalan sendiri-sendiri dan model Budidaya masih tradisional. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat. Vol 9 No 5. Mei 2024. Pages 921-928 p-ISSN:2502-6828. e-ISSN:2654-4385 Keterbatasan tersebut meliputi tidak adanya kemampuan mengorganisir sesama pembudidaya Koi agar jadwal panen bisa terjadwal dengan baik, kurangnya kemampuan manajemen pengorganisasian kelembagaan Pembudidaya Koi dalam menunjang konsep pengembangan budidaya Koi yang memiliki sisi rekreatif bagi masyarakat, dan yang terakhir adalah kurangnya kemampuan menciptakan peluang ekonomi taktis yang relevan dengan gagasan pengembangan destinasi Kampung Koi dan sekaligus dapat menopang kebutuhan ekonomi anggota Kelompok Pembudidaya Koi. Hal ini yang kemudian didiskusikan dalam kegiatan studi banding bersama perangkat dan BUMDesa, nnarasumber dan tim pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, ilmu mengenai sistem budidaya yang tepat dan metode pemijahan dan pembenihan ikan koi dijelaskan dalam kegiatan pelatihan. Studi Banding Penguatan Kelompok Budidaya dan BUMDesa Kegiatan studi banding dilakukan pada bulan November 2020 di pelaku budidaya ikan koi profesional. Astro Koi Blitar. Dalam kegiatan ini, tim pengabdian beserta mitra melihat langsung system budidaya dan bisnis ikan koi di Astro Koi. Pemberian materierta diskusi dilakukan dengan pemilik Astro Koi Blitra. Bapak Hendy Fahruroji, yang telah menggeluti dunia Koi sejak puluhan tahun sebelum Koi viral dan menarik banyak perhatian di Indonesia. Materi dan diskusi seputar usaha pembesaran koi mulai dari persiapan dan jenis kolam, kualitas air dan lingkungan, pakan, penyakit ikan koi hingga pemasaran dan pengiriman ikan koi. Gambar 4. Kegiatan studi banding ke Astro Koi Blitar dan diskusi dengan narasumber. Pelatihan Budidaya dan Pembenihan Maftuch. Setyawan. Astuti. Empowerment of Latukan "Koi Village" as an Effort to Strengthen BUMDesa through the A Gambar 5. Kegiatan pelatihan pemijahan dan budidaya di Laboratorium Budidaya Ikan. Universitas Brawijaya. Untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan kelompok pembudidaya, dilakukan pelatihan budidaya dan pemijahan di Laboratorium Budidaya Ikan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Dalam kegiatan ini, dilakukan praktek dan cara peemijahan ikan koi mulai dari persiapan indukan, pengecekan kematangan gonad hingga Beberapa hasil penelitian atau pengabdian terdahulu diimplementasikan pada pengabdian ini yaitu konsep pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa ekowisata yang telah dirintis di Desa Semare (Maftuch dkk. Selain itu, beberapa penelitian terkait budidaya dan penanganan penyakit pada ikan telah dilakukan dan menjadi salah satu materi transfer ilmu kepada mitra (Adam et al. , 2013. Adam & Maftuch, 2. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan untuk mengembangkan Kampung Koi sebagai ikon desa Latukan. Kabupaten Lamongan. Pengembangan Desa Wisata Kampung Koi merupakan bagian unit usaha BUM Desa serta bertujuan untuk memperkuat kelembagaan Kelompok Pembudidaya. Pengelola Hasil Paska Panen dan Pengelola taman rekreasi dan edukasi. Kegiatan pengabdian terdiri dari . identifikasi status masalah dan perencanaan solusi, . pembentukan kelompok pembudidaya ikan koi dan pembuatan kolam pemijahan portable, . penguatan peran BUMDesa, pemerintah desa kan kelompom pembudidaya melalui focus goup discussion dan studi banding pada mitra professional, . pelatihan budidaya dan pembibitan ikan koi. Seluruh kegiatan telah dilaksanakan dan direncanakan untuk dilakukan secara berkelanjutan, sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dan akademisi kepada masyarakat. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada LPPM Universitas Brawijaya dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah menyetujui dan memberikan dana bagi pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat SimlitabmasRistekdikti tahun 2022 dengan nomor perjanjian 1261. 2 /UN10. C10lPMl2022. REFERENSI