Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI DI DESA LETBAUN KECAMATAN SEMAU KABUPATEN KUPANG (Income and Feasibility of Rice Farming at Desa Letbaun. Kecamatan Semau. Kabupaten Kupan. Oleh: Ermi I Kollan. I Wayan Nampa. Santhy Chamdra. Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendana Alamat E-mail Korespondensi: ermiholbala@gmail. Diterima : 28 Mei 2023 Disetujui : 07 Juli 2023 ABSTRACT This research was carried out in Letbaun Village. Semau District. Kupang Regency. In August-September The research aims to determine . the size of farmers' income and . the feasibility of rice farming in Letbaun Village. Semau District. Kupang Regency. Data was collected by interviewing 60 farmers (Censu. Data analysis was carried out in a quantitative descriptive manner. The results showed that the average income of the respondent,s pet rice farming in Letbaun village. Semau district was of IDR . 6,488 148. 75, while the income per hectare received by respondent farmers was of IDR. Rice farming in Letbaun Village. Semau District. Kupang Regency worth cultivating with and R/C Ratio Rice production is greater than BEP production . 97 kg > 21,080k. and the rice price of IDR 7,000/kg is above the BEP price of IDR. 1,924/kg. And the results of the research, rice farming in Letbaun Village. Semau District. Kupang Regency, is feasible to work on. Keywords: rice farming, income, farming feasibility ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Letbaun Kecamatan Semau. Kabupaten Kupang, bertujuan untuk mengetahui . besarnya pendapatan petani dan . kelayakan usahatani padi di Desa Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan rata-rata pendapatan per responden dalam usahatani padi di Desa Letbaun Kecamatan Semau sebesar Rp. 548,75. Sedangkan pendapatan per Ha yang diterima petani responden sebesar Rp. Usahatani padi di Desa Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang layak diusahakan dengan R/C Rasio sebesar 3,64. Produksi padi lebih besar dari BEP produksi . ,697 kg > 21,080 k. dan harga padi sebesar Rp 7. 000/kg berada di atas BEP harga sebesar Rp. 924/kg. Dari hasil penelitian maka usahatani padi di Desa Letbaun. Kecamatan Semau. Kabupaten Kupang, layak untuk di usahakan. Kata kunci : usahatani padi, pendapatan, kelayakan usahatani PENDAHULUAN Padi merupakan tanaman pangan yang menjadi sumber pendapataan sebagian besar penduduk di berbagai daerah Indonesia termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur sehingga diperlukan adanya penanganan yang serius dalam upaya peningkatan produktivitas. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik . menunjukkan bahwa produksi padi di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami fluktuasi, dimana pada Tahun 2020 luas panen sebesar 181. 691 ha, dengan produksi 024 ton GKG. Sedangkan pada tahun 2021 luas panen sebesar 174. 900 ha, dengan produksi sebanyak 724. 387 ton GKG. (BPS, 2. Data diatas diperoleh dari hasil penjumlahan produksi di semua kabupaten yang ada di NTT. Salah satu kabupaten yang menjadi penyuplai padi di NTT adalah Kabupaten Kupang. Berdasarkan data BPS . , produksi padi di kabupaten Kupang pada tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu sebanyak 55,8 ton Kollan, et al. Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi di Desa Page 129 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 dari tahun 2020 yang hanya sebanyak 52,1 ton. Kecamatan Semau merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Kupang dengz an luas wilayah 246,66 km2 dan jumlah penduduk sebanyak 12. 776 jiwa. Kecamatan Semau merupakan salah satu kecamatan yang berpotensi sebagai daerah penghasil padi di Kabupaten Kupang. Berdasarkan data BPS Kabupaten Kupang . , produktivitas padi di Kecamatan Semau mencapai 3,8 ton/ha, data diatas diperoleh dari hasil penjumlahan produksi di semua desa yang ada di Kecamatan Semau dibandingkan dengan produktivitas Padi di beberapa kecamatan di Kabupaten Kupang, yaitu Kecamatan Semau Selatan dengan produktivitas 3,0 ton/ha. Kecamatan Kupang Barat 3,5 ton/ha. Kecamatan Amarasi Barat 3,0 ton/ha. Kecamatan Sulamu 3,5 ton/ha. Kecamatan Fatuleu Tengah 1,1 ton/ha. Kecamatan Amfoang Selatan 2,7 ton/ha. Kecamatan Amfoang Barat Daya 2,4 ton/ha, dan Kecamatan Amfoang Utara 2,4 ton/ha. Data-data ini memperlihatkan bahwa produksi padi di Kecamatan Semau cukup tinggi namun belum menjamin dapat memberikan pendapatanyang tinggi. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa petani padi di Kecamatan Semau, khususnya di Desa Letbaun pada penelitian pendahuluan, narasumber mengatakan bahwa rata-rata pendapatan yang diperoleh dari penjualan padi untuk satu kali musim tanam sebesar Rp. Merujuk pada masa produksi padi selama tiga bulan diasumsikan pendapatan perbulan petani padi hanya sebesar Rp. Pendapatan ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai Upah Minimum Regional (UMR) di Kabupaten Kupang. Berdasarkan Data BPS . UMR di Kabupaten Kupang pada tahun 2021 sebesar Rp. 000/bulan. Rendahnya nilai pendapatan petani padi di Desa Letbaun perlu diteliti lebih lanjut apakah pendapatan ini hanya berdasarkan biaya yang dikeluarkan atau sudah termasuk biaya yang diperhitungkan. Salah satu cara agar mendapatkan keuntungan yang besar adalah para petani harus mampu mengembangkan unit produksi kedalam satu usahatani secara keseluruhan, dengan demikian petani dapat menghitung biaya dalam Pendapatan menjadi sarana utama yang mendorong satu pengembangan dalam p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 kegiatan berusahatani (Mubyarto, 1. Melihat gambaran di atas usahatani padi sangat memegang peranan penting namun besar pendapatan yang diperoleh petani padi di Desa Letbaun dilihat dari penggunaan faktor lahan, modal, tenaga kerja, maupun penggunaan sarana produksi secara keseluruhan belum di ketahui. Pendapatan yang diperoleh petani sangat menentukan kelayakan usahatani melalui besarnya rasio penerimaan terhadap biaya usahatani, pendapatan petani yang tinggi kelayakan usahatani padi di Desa Letbaun. Berdasarkan uraian diatas maka dianggap perlu melakukan penelitian mengenai pendapatan dan kelayakan usahatani padi di Desa Letbaun Kecamatan Semau. Kabupaten Kupang. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Letbaun Kecamatan Semau. Kabupaten Kupang. Penentuan lokasi ini dilakukan secara sengaja . , dengan pertimbangan bahwa Desa Letbaun berpenduduk 634 Orang, yang bermata pencaharian sebagai petani 125 Pengambilan data telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 Ae September 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari petani responden dan data sekunder dari BPS. Metode Analisis Data Data yang telah diperoleh dari lapangan diolah dan ditabulasikan ke dalam bentuk tabel sesuai dengan kebutuhan analisis. Metode yang digunakan untuk tujuan penelitian pertama yaitu pendapatan usahatani padi dilakukan analisis dengan tahapan sebagai Biaya Total Biaya total dapat dirumuskan sebagai berikut. TC=FC VC Keterangan: TC (Total Cos. = Biaya Total FC (Total Fixed Cos. = Total Biaya Tetap VC (Total Variabel Cos. = Total Biaya Variabel Kollan, et al. Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi di Desa Page 130 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 Penerimaan dalam usahatani adalah nilai yang diterima dari produk penjualan. (Soekartawi, 2. dapat dirumuskan sebagai TR= Yx P Keterangan: TR = Total Revenue ( Total Penerimaan ) Y = Total Produksi Padi P = Price (Harga Jual Pad. Pendapatan usahatani adalah selisih (Soekartawi, 2. Pd= TR-TC Keterangan: Pd = Pendapatan Usahatani TR = Total Revenue (Total Penerimaa. TC = Total Cost (Biaya Tota. Metode yang digunakan untuk tujuan penelitian kedua yaitu menganalisis kelayakan usahatani padi di daerah penelitian. Metode yang digunakan yaitu Break Even Point (BEP) dan R/C Ratio. Break Event Point (BEP) Break Event Point (BEP) merupakan titik impas dalam suatu usaha. BEP dapat terbagi atas titik impas produksi dan titik impas harga. Perhitungan BEP produksi usahatani padi diperoleh dari perbandingan antara biaya total usahatani dengan harga jual padi. BEP volume produksi digunakan untuk melihat pada volume produksi ke berapa usahatani tersebut balik Sedangkan perhitungan BEP harga biaya total usahatani dengan produksi total padi. Berikut rumus untuk menghitung BEP volume produksi dan harga produksi menurut (Soekartawi, 2. BEP Volume Produksi = BEP Harga Produksi = Analisis R/C ratio Analisis R/C ratio ini digunakan untuk melihat perbandingan total penerimaan dengan total pengeluaran atau biaya usaha. Secara matematis. R/C ratio dapat dirumuskan sebagai p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 R/C ratio = Usaha dikatakan layak apabila R/C ratio bernilai lebih besar dari satu (R/C >. yang berarti setiap tambahan biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan tambahan penerimaan yang lebih besar dari pada tambahan biaya yang dikeluarkan, atau secara sederhana kegiatan usaha ini meguntungkan. Apabila R/C ratio bernilai lebih dari 1 (R/C > . , artinya usahatani dalam keadaan menguntungkan atau layak, jika R/C ratio bernilai kurang dari 1 (R/C < . , artinya usahatani dalam keadaan tidak menguntungkan atau tidak layak (Soekartawi, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Usahatani Padi Di Desa Letbaun Pada umumnya petani di Desa Letbaun mengusahakan lebih dari satu tanaman. Petani setempat melakukan diversifikasi tanaman sebagai upaya untuk ketahanan pangan dan resiko kegagalan panen. Luas lahan petani yang digunakan untuk usahatani padi di Desa Letbaun adalah 38,2 Ha, petani menanam Padi dengan teknik budidaya yang sederhana mulai dari pembersihan lahan, penanaman, penyiangan dengan menggunakan alat-alat sederhana seperti Benih yang ditanam merupakan benih jenis Ciherang yang dibeli ketika musim tanam. Karakteristik Petani Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 orang petani. Petani di lokasi penelitian berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, luas lahan, dan produksi dapat diperoleh data sebagai berikut : Umur Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pendapatan (Cahyono,1. Umur produktif berkisar antara 15-64 tahun yang merupakan umur ideal bagi para pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar umur petani responden di Desa penelitian berada pada kateogori tenaga kerja produktif yaitu 51 orang dengan persentase 85,00% dan Kollan, et al. Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi di Desa Page 131 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 yang berada pada kategori usia tidak produktif yaitu 9 orang dengan persentase 15,00%. Hal ini menunjukkan petani responden yang berumur produktif lebih banyak dari pada petani responden yang berumur tidak produktif. Responden yang memiliki umur tidak produktif bukan berarti mereka tidak lagi bekerja di bidang pertanian, namun terlihat bahwa petani responden yang berumur tidak produktif terus berusaha bekerja demi mencukupi kebutuhan hidup dari anggota keluarga tani tersebut. Jenis Kelamin Karakteristik petani responden berdasarkan jenis kelamin paling banyak di Desa Letbaun adalah petani laki-laki yang berjumlah 35 orang dengan persentase 58,30 % dan petani responden perempuan berjumlah 25 orang dengan persentase 41,70 %. Hal ini menunjukan bahwa laki-laki bertanggungjawab dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala keluarga untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhan hidup keluarganya Tingkat pendidikan Tingkat pendidikan formal petani responden tertinggi adalah responden tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan jumlah 27 orang dengan persentase 45% dan tingkat responden yang tidak mengenyam pendidikan formal dengan jumlah 1 orang dengan Sehingga dapat dikatakan bahwa petani responden memiliki pengetahuan dasar untuk mengembangkan usahataninya. Tanggungan keluarga Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar petani responden memiliki tanggungan keluarga yang relative kecil (<4 oran. , yaitu sebanyak 83,3%. memiliki tanggungan keluarga sedang . -7 oran. sebanyak 13% dan petani dengan tanggungan keluarga tinggi (>7 oran. hanya 3,33%. Keadaan demikian sangat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan keluarga untuk kebutuhannya, sehingga petani berusaha untuk p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Pengalaman Berusahatani Menunjukkan bahwa pengalaman petani responden tertinggi adalah 6-10 tahun sebanyak 34 orang dengan persentase 57% dan jumlah pengalaman terkecil adalah 1-5 tahun dengan jumlah 18 orang . ,0%). Hal ini menunjukkan bahwa petani sudah cukup berpengalaman dalam berusahatani padi. Jika petani mempunyai pengalaman yang relatif berhasil dalam Biasanya keterampilan yang lebih baik dibandingkan dengan petani yang kurang berpengalaman. Namun jika petani selalu mengalami kegagalan dalam mengusahakan usahatani tertentu, maka dapat menimbulkan rasa enggan untuk mengusahakan usahatani tersebut (Syafruddin. Luas Lahan Rata-rata luas lahan yang digunakan petani Padi di Desa penelitian adalah 0,6 ha luas lahan ini merupakan luas lahan yang diusahkan untuk tanaman padi. Besarnya luas lahan >1 ha dimiliki oleh 1 petani responden dengan persentasi 2 %, luas lahan yang lebih banyak adalah 0,6-1 Ha, hal ini menunjukan bahwa tingkat kemampuan petani dalam mengolah lahan berada pada skala menengah. Dan dari hasil wawancara dengan petani responden status kepemilikan lahan yang dikelola oleh petani responden semuanya merupakan milik pribadi dengan total luas lahan 38,20 ha. Analisis Pendapatan Usahatani Padi di Desa Letbaun Analisis Pendapatan dalam penelitian ini digunakan untuk menjawab tujuan pertama yaitu mengetahui besarnya pendapatan yang di peroleh petani responden pada usahatani padi di Desa Letbaun. Besarnya Pendapatan yang di peroleh petani responden dapat diketahui dengan terlebih dahulu menghitung besarnya tingkat penerimaan yang diperoleh serta biaya-biaya yang Biaya Tetap Merupakan biaya yang di keluarkan oleh petani yang sifatnya tetap, tidak bergantung dari besar kecilnya produksi atau dengan kata lain Kollan, et al. Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi di Desa Page 132 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 jumlah biaya ini tidak di pengaruhi oleh peningkatan atau penurunan hasil tanaman padi yang di produksi. Komponen biaya tetap yang dikeluarkan pada usahatani padi di Desa penelitian terdiri dari biaya penyusutan peralatan dan pajak . ajak bumi dan banguna. Total biaya tetap yang dikeluarkan sebesar Rp. 175 permusim tanam atau senilai dengan Rp. 088/Ha. Biaya variabel Biaya variabel merupakan biaya yang dikeluarkan petani yang habis terpakai dalam satu periode produksi dan tidak dapat digunakan berulang kali. Komponen biaya variabel pada usahatani padi antara lain biaya benih, urea. NPK. Roundup. Antracol. Tenaga Kerja dalam keluarga dan tenaga kerja luar keluarga. Biaya yang dikeluarkan akan mempengaruhi besar kecilnya tingkat produksi. Biaya total usahatani padi Biaya total adalah seluruh pengeluaran untuk membiayai proses produksi dalam usahatani, baik untuk pengadaan produksi , pengadaan alat, biaya sewa tanah maupun biaya operasional dan biaya lainnya. Biaya total yang di perhitungkan dalam penelitian ini adalah meliputi biaya tetap . ixed cos. dan biaya tidak tetap . ariable cos. luar keluarga. Biaya yang dikeluarkan akan mempengaruhi besar kecilnya tingkat produksi. untuk biaya total yang dikeluarkan selama satu kali musim tanam yaitu sebesar Rp. yang terdiri atas biaya tetap sebesar Rp. 175 dan biaya variabel sebesar Rp. sedangkan total biaya yang dikeluarkan perhektarnya sebesar Rp. yang terdiri dari biaya tetap Rp. 088/ha dan biaya variabel Rp. 897/ha Penerimaan Usahatani Padi Penerimaan adalah perkalian antara produksi dengan harga jual. Besarnya penerimaan yang diterima oleh petani untuk setiap rupiah yang dikeluarkan dalam kegiatan produksi usahatani dipengaruhi oleh jumlah produksi. Semakin tinggi jumlah produksi dan harga satuan produksi yang dihasilkan maka (Soekartawi, 1. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Penerimaan dalam penelitian ini pada tahun 2021 sebesar Rp 536. 000 kg per musim tanam dengan harga jual sebesar Rp. 000, sehingga total penerimaan petani padi per musim tanam adalah sebesar Rp. Pendapatan usahatani padi Pendapatan usahatani merupakan selisih antara total penerimaan usahatani dengan total pengeluaran petani dalam satu kali produksi. pendapatan usahatani padi di daerah penelitian menguntungkan dengan total pendapatan permusim tanam Rp. 925 sedangkan perhektar Rp. 439/ha. Analisis Kelayakan Usahatani Padi R/C rasio (Revenue cost rati. Menurut Munawir . , analisis R/C ratio adalah perbandingan antara total penerimaan dengan biaya. Semakin besar nilai R/C maka semakin besar pula keuntungan dari usaha tersebut. Selanjutnya Suastina dan Kayana . R/C rasio adalah jumlah rasio yang digunakan untuk melihat keuntungan relative yang didapatkan dalam sebuah usaha. Dalam penelitian ini, analisis R/C rasio merupakan gambaran tentang keberlanjutan usahatani padi yang dilakukan termasuk kategori layak atau tidak layak. Apabila nilai R/C rasio > 1 maka usahatani layak untuk diusahakan. Untuk lebih jelasnya, berikut disajikan data R/C rasio usahatani Padi di Desa Letbaun pada tabel 1. Tabel 1 Nilai R/C Rasio Usahatanani Padi di Desa Letbaun Uraian 1 Total Penerimaan (Rp/h. 2 Total biaya (Rp/h. R/C Rasio 3,64 Sumber: data primer diolah, 2022 R/C rasio adalah penerimaan total usahatani padi dibagi dengan seluruh biaya yang dikeluarkan atau total pengeluaran. Dengan memperbesar penerimaan total usahatani dan menekan biaya total usahatani, maka petani akan memperoleh nilai R/C rasio yang besar. Nilai Kollan, et al. Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi di Desa Page 133 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 R/C rasio yang semakin besar akan memberikan keuntungan semakin besar juga kepada peta ni dalam melakukan usahataninya. Berdasarkan 11 dapat dilihat bahwa nilai R/C lebih besar dari satu, berdasarkan kriteria kelayakan usahatani padi dengan perhitungan R/C > 1 maka usahatani padi dikatakan layak untuk Break event point usahatani padi Break event point (BEP) adalah nilai titik impas dari usahatani padi. Keadaan impas tercapai pada saat penerimaan total sama dengan biaya total. BEP dapat terbagi atas titik impas produksi dan titik impas harga. Titik impas produksi adalah jumlah produksi dari usahatani padi pada saat tidak memperleh keuntungan ataupun mengalami kerugian. Perhitungan BEP produksi usahatani padi diperoleh dari perbandingan antara biaya total usahatani dengan harga jual padi. Perhitungan BEP harga diperoleh dari perbandingan antara biaya total usahatani dengan produksi usahatani padi. Berikut ini disajikan perhitungan titik impas usahatani padi. Tabel 2 Break Event Point Usahatani Padi di Desa Letbaun Uraian BEP Produksi (K. BEP Harga (Rp/K. Sumber: data primer diolah, 2022 21,080 Berdasarkan tabel 2 menunjukan produksi padi lebih besar dari BEP produksi . 075kg >21,080k. sehingga usahatani menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Nilai titik impas produksi (BEP produks. mempunyai arti bahwa usahatani padi tidak mengalami keuntungan ataupun kerugian . eadaan impa. Usahatani padi telah melewati titik impas harga atau harga jual padi lebih besar dari BEP harga (Rp. 000> Rp 1. sehingga usahatani Padi menguntungkan dan layak untuk KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Dari hasil penelitian yang dilakukan tentang p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 pendapatan dan kelayakan usahatani padi di Desa Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang, maka dapat disimpulkan bahwa: Rata-rata pendapatan per responden dalam usahatani padi di Desa Letbaun Kecamatan Semau Rp. 548,75. Sedangkan pendapatan per Ha yang diterima petani responden ssebesar Rp. Usahatani padi di Desa Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang layak diusahakan dengan R/C>1, yakni sebesar 3,64. Produksi padi lebih besar BEP produksi. >21,080 k. dan harga padi sebesar Rp 000/kg berada di atas BEP harga sebesar Rp. 924/kg. Dari hasil penelitian maka usahatani padi di Desa Letbaun. Kecamatan Semau. Kabupaten Kupang, layak untuk di usahakan. 2 Saran Peningkatan jumlah produksi padi oleh petani terus dilakukan setiap tahunnya agar memberikan keuntungan yang jauh lebih besar. Sehingga para petani lainya usahatani padi sebagai salah satu alternatif pangan lokal demi mendukung ketahanan pangan. Kepada semua pihak yang terkait program pengembangan ketahanan pangan dalam hal ini pemerintah maupun swasta agar terus mendampingi para petani dan memberikan inovasi DAFTAR PUSTAKA