JURNAL INOVATOR Jurnal Program Studi Teknik Mesin POLITEKNIK JAMBI Jurnal Inovator. Vol. No. 57Ae60 homepage: w. id/index/inovator Rancang Bangun Alat Pelubang Tanah Portabel untuk Mendukung Efisiensi Kerja Petani Hilda Porawati a, *. Mazwan a. Hotland Christian Sianipar a. Bayu Adit Bijaksono a Program Studi Teknik Mesin. Politeknik Jambi. Jln Lingkar Barat 2 Kota Jambi. Indonesia INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Diterima 02 Juni 2025 Diterima setelah direvisi 20 Juni 2025 Disetujui 22 Juni 2025 Kata kunci: Alat Pelubang Tanah Portabel Teknologi Tepat Guna Efisiensi Kerja Abstract-Hole-making for planting is a crucial step in agricultural cultivation. However, among small-scale farmers, this process is still commonly performed manually, requiring significant time and physical effort, and often leading to operator fatigue. This study aims to design and test a portable soil hole digger to improve farmers' work efficiency. The research method includes mechanical component design, fabrication, and field performance testing. Field test results showed that the tool could reduce the average hole-making time to 9. seconds per hole, representing a 57. 5% increase in efficiency compared to manual methods. Additionally, the holes produced were more uniform in size, and the operatorAos fatigue level was significantly reduced. Based on these findings, the portable soil hole digger is considered effective, ergonomic, and feasible as an appropriate technology to support small-scale agricultural mechanization. Intisari-Pembuatan lubang tanam merupakan salah satu tahap penting dalam proses budidaya tanaman. Namun, di kalangan petani skala kecil, proses ini umumnya masih dilakukan secara manual, yang membutuhkan waktu dan tenaga besar serta berpotensi menyebabkan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji alat pelubang tanah portabel yang dapat meningkatkan efisiensi kerja petani. Metode yang digunakan meliputi perancangan komponen mekanik, proses fabrikasi, dan pengujian kinerja di Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu mempercepat proses pelubangan tanah dengan rata-rata waktu 9,4 detik per lubang, meningkat 57,5% dibandingkan metode manual. Selain itu, bentuk lubang yang dihasilkan lebih seragam, dan tingkat kelelahan operator menurun. Berdasarkan hasil tersebut, alat pelubang tanah portabel ini dinilai efektif, ergonomis, dan layak digunakan sebagai teknologi tepat guna untuk mendukung mekanisasi pertanian skala kecil. Pendahuluan Sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung perekonomian di Indonesia, yang mayoritas digerakkan oleh petani skala kecil dengan dukungan alat pertanian tradisional . Salah satu kegiatan dasar dalam bercocok tanam adalah pembuatan lubang tanam, yang umumnya masih dilakukan secara manual menggunakan cangkul atau alat sederhana lainnya . Metode ini tidak hanya memerlukan tenaga yang besar, tetapi juga memakan waktu, terutama pada lahan dengan luasan yang cukup besar . Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi sederhana namun efektif untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja petani. Alat pelubang tanah portabel merupakan salah satu solusi alternatif yang dapat dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut . Dengan memanfaatkan prinsip ergonomi dan mekanisasi ringan, alat ini bertujuan untuk memudahkan petani dalam membuat lubang tanam secara lebih cepat dan konsisten, tanpa mengorbankan kenyamanan kerja di lapangan . Keunggulan utama dari alat portabel terletak pada fleksibilitas dan kemudahannya dibawa ke berbagai medan pertanian, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap alat berat . * Corresponding Author: E-mail:hildaporawati@politeknikjambi. id (Hilda Porawat. Penelitian sebelumnya oleh Hidayat, dkk. menunjukkan bahwa penggunaan alat bantu mekanik pada proses penanaman dapat meningkatkan efisiensi kerja hingga 40% dibandingkan metode konvensional . Selain itu. Rachmawati dan yusuf . juga menegaskan pentingnya pengembangan alat pertanian berskala kecil yang terjangkau dan mudah dioperasikan, khususnya bagi petani di pedesaan . Oleh karena itu, rancang bangun alat pelubang tanah yang portabel dan ergonomis diharapkan mampu menjadi kontribusi nyata dalam mendukung modernisasi pertanian skala kecil dan menengah . Peningkatan efisiensi pada tahap awal penanaman seperti pelubangan tanah tidak hanya berdampak pada penghematan waktu dan tenaga, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap percepatan musim tanam, sinkronisasi jadwal tanam, dan peningkatan intensitas tanam . Di sisi lain, alat yang mampu menghasilkan lubang tanam yang seragam juga berpengaruh pada keteraturan barisan tanaman, yang pada akhirnya dapat mempermudah proses pemeliharaan, pemupukan, dan panen . Dengan semakin terbatasnya jumlah tenaga kerja pertanian di pedesaan akibat urbanisasi dan pergeseran generasi muda ke sektor non-pertanian, maka ketersediaan alat bantu mekanik seperti ini menjadi semakin penting. Alat pelubang tanah portabel yang sederhana, murah, dan mudah Jurnal Inovator. Vol. No. 57Ae60 digunakan, diharapkan menjadi jembatan bagi petani tradisional untuk mulai mengadopsi mekanisasi secara bertahap, tanpa harus bergantung pada alat berat atau teknologi mahal yang sulit dijangkau. lunak AutoCAD dan berisi tampilan tampak depan, tampak samping, dan tampak atas dari alat. Dari Gambar 2 juga dijelaskan spesifikasi dari alat. Metodologi Diagram Alir Penelitian Penelitian yang dilakukan mengikuti diagram alir seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. Mulai Studi Literatur Studi Lapangan Gambar 2. Desain Alat 2D Gambar 3 menampilkan hasil pemodelan tiga dimensi dari alat menggunakan software SolidWorks. Model ini memberikan visualisasi bentuk akhir alat secara menyeluruh dan proporsional. Pembuatan Desain Persiapan Alat dan Bahan Proses Pembuatan Alat Pengujian Alat Tidak Gambar 3. Desain Alat 3D Alat Berfungsi? Iya Kesimpulan Tempat dan Waktu Pelaksanaan Penelitian dilaksanakan di Bengkel Mekanik Program Studi Teknik Mesin Politeknik Jambi dan pengujian dilakukan di lahan pertanian milik petani di sekitar Politeknik Jambi. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan September 2024 sampai Februari 2025. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini ditunjukkan pada Tabel 1. Selesai Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Desain Alat Gambar 2 menunjukkan rancangan teknik dua dimensi dari alat pelubang tanah portabel. Rancangan ini disusun menggunakan perangkat ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 57Ae60 Tabel 1. Alat dan Bahan Alat yang digunakan Mesin las Gerinda Mesin bor Palu Mistar baja Meteran Penggaris siku Kaca mata las Sepatu safety Sarung tangan ajaib Besi pipa Besi pipa Besi Pipa Spesifikasi Lakoni 450 watt makita 5-100 . 0 rp. Makita 12 mm Camel Mipro 30 cm Tekiro 3m Prohex 30 cm Otomatis Cheetah uk 41 Kain/kulit Ukuran 0,78 inch, tebal 1,3 mm panjang 6 m Diameter 5 inch, tebal 2 mm, panjang 6 m Diameter 2 inch, tebal 2 mm, panjang 6 m Hasil dan Pembahasan Hasil Perancangan Hasil rancangan dari rancang bangun alat ditunjukkan pada Gambar Gambar 4. Hasil Rancangan Keterangan gambar: Gagang tangkai pegangan alat. Pijakan untuk membuang tanah dalam tabung. Plat penekan tanah. Tabung pelubang tanah. Hasil Pengujian Pengujian dilakukan di lahan pertanian dengan jenis tanah lempung Pengujian meliputi beberapa parameter, yaitu waktu pembuatan lubang, kedalaman dan diameter lubang, serta kenyamanan penggunaan. Hasil pengujian dibandingkan dengan metode manual menggunakan Tabel 2. Hasil Pengujian Parameter Waktu rata-rata per lubang Jumlah lubang/10 menit Kedalaman lubang . Diameter lubang . Tingkat kelelahan . kala 1Ae. Alat Portabel Manual (Cangku. 64 lubang A 27 27 lubang A 25 Tidak seragam . Ae. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat pelubang tanah portabel mampu meningkatkan efisiensi waktu kerja sebesar 57,5% dibandingkan metode manual. Selain itu, bentuk dan ukuran lubang yang dihasilkan lebih konsisten, yang penting untuk keseragaman jarak tanam dan penetrasi akar. Gambar 5. Hasil Pengujian Pembahasan Alat pelubang tanah portabel yang dirancang dalam penelitian ini bersifat manual, tanpa menggunakan motor penggerak ataupun mata bor Sebagai gantinya, alat ini mengandalkan tekanan tangan pengguna untuk menancapkan ujung lancip alat ke tanah, yang kemudian diputar atau ditekan secara vertikal untuk membentuk lubang tanam. Ujung alat dibuat dari besi pipih atau batang logam berbentuk silinder tumpul yang telah diruncingkan, sehingga mampu menembus tanah secara manual dengan tekanan minimal. Diameter ujung pelubang disesuaikan dengan kebutuhan jenis tanaman . isalnya 4Ae6 c. , sedangkan kedalamannya sekitar 15Ae25 Proses penggunaan alat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai A Operator memegang alat menggunakan dua tangan pada bagian pegangan atas. Ujung pelubang alat diarahkan tegak lurus ke permukaan tanah pada titik yang telah ditentukan sebagai lokasi tanam. Operator menekan alat ke bawah, hingga ujung alat menembus tanah hingga kedalaman yang diinginkan. Setelah mencapai kedalaman tertentu, alat ditarik secara perlahan sambil sedikit diputar agar tanah tidak ikut terangkat secara A Langkah diulang pada titik berikutnya sesuai jarak tanam yang Pengujian di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan alat ini dapat mempercepat proses pembuatan lubang tanam dibandingkan metode cangkul atau tugal. Waktu rata-rata yang dibutuhkan per lubang adalah sekitar 11Ae13 detik, bergantung pada jenis dan kelembaban tanah. Operator juga melaporkan bahwa alat ini lebih ringan dan tidak terlalu melelahkan, karena posisi kerja dilakukan sambil berdiri, berbeda dengan metode cangkul yang mengharuskan posisi membungkuk. Dari segi efektivitas, lubang tanam yang dihasilkan lebih rapi dan Meskipun alat ini tidak secepat versi bermotor, namun tetap memberikan peningkatan efisiensi kerja sekitar 30Ae40% dibandingkan metode manual konvensional. Selain itu, alat ini lebih hemat biaya, tidak membutuhkan bahan bakar atau listrik, serta lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, alat pelubang tanah manual portabel ini cocok digunakan oleh petani skala kecil, terutama di daerah pedesaan dengan akses terbatas terhadap listrik atau mesin. Potensi pengembangan ke depan dapat dilakukan dengan menambahkan fitur pembatas kedalaman, sistem pedal injak untuk tekanan vertikal, atau bahan pelubang yang lebih tajam untuk kondisi tanah keras. ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 57Ae60 Simpulan . Penelitian ini berhasil merancang dan membangun alat pelubang tanah portabel yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi kerja petani dalam proses pembuatan lubang tanam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu mempercepat proses pelubangan tanah hingga 57,5% dibandingkan metode manual. Selain itu, alat mampu menghasilkan lubang tanam yang seragam dalam ukuran dan kedalaman, sehingga mendukung keseragaman jarak tanam dan pertumbuhan tanaman. Dari sisi ergonomi, alat ini lebih nyaman digunakan dan mengurangi tingkat kelelahan operator dibandingkan metode konvensional. Struktur alat yang ringan dan portabel juga memungkinkan penggunaannya di berbagai medan pertanian, termasuk lahan sempit dan terpencil. Secara keseluruhan, alat pelubang tanah portabel ini merupakan teknologi tepat guna yang potensial untuk diadopsi oleh petani skala kecil dan menengah. Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan adanya peningkatan pada sistem penyeimbang dan pelindung motor agar alat lebih tahan lama dan aman digunakan di berbagai kondisi lapangan. Otomatis,Ay Pros. Disem. FTI, pp. 1Ae12, 2021. Hanafie. Andrie. Muhammad, and A. Andar. AuRancang Bangun Alat Pelubang Plastik Mulsa Otomatic Berbasis Ergonomi,Ay J. Ind. Eng. Manag. , vol. 3, no. 02, pp. 36Ae41, 2023, doi: 10. 47398/justme. Referensi