Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu https://siducat. org/index. php/dawuh ISSN-ONLINE: 2722-7898 DAWUH: Vol. No. November 2023. Hal 78-87 This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International DAWUH DaAowah & Education Journal Pengaruh Minat Belajar dan Kualitas Pertemanan Sebaya Terhadap Konsep diri Remaja SMA/SMK Sederajat di Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah Devita Mahardilla1. Anissa Saputri2, wiwied Puspita Sari3 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu123 devitamahardilla@gmail. com1, anissasaputri@gmail. com2, wiwiedpuspitasari@gmail. Abstract This article aims to examine how much influence interest in learning and the quality of peer friendship on self-concept in high school / vocational students of the same level in Pondok Kelapa District. Central Bengkulu Regency. The population in this study was adolescents in SMA/SMK sub-district of Pondok Kelapa. Central Bengkulu. This research uses a quantitative approach with a descriptive type of research. The sample in this study was 130 high school / vocational students as respondents. The type of data collection used in this study is a Likert scale questionnaire or using questionnaire survey techniques by distributing targets to respondents, as many as 30 statements consisting of 10 statements from self-concept indicators, 10 statements from learning minar indicators and 10 statements from peer friendship quality indicators. The analysis techniques used are Data Normality Test. Reality Test. Correlations Test. Descriptive Statistics Test. Model Summary Test, and Anova Test thus testing is carried out testing is carried out using. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the interest in learning and the quality of peer friendship affect the self-concept of high school / vocational students in Pondok Kelapa district. Central Bengkulu district. The influence of learning interest and friendship quality on self-concept reached 16. 7%, while the remaining 83. 3% was influenced by other variables. Keywords: Interest in Learning. Quality of Friendships. Self-Concept. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar pengaruh minat belajar dan kualitas pertemanan sebaya terhadap konsep diri pada siswa dan siswi SMA/SMK sederajat di Kecamatan Pondok Kelapa, kabupaten Bengkulu Tengah. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di SMA/SMK kecamatan Pondok Kelapa. Bengkulu Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 130 siswa dan siswi SMA/SMK sebagai responden. Jenis pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan metode angket dengan Teknik Cluster Random Sampling sebanyak 30 pernyataan yang terdiri dari 10 pernyataan dari indikator konsep diri, 10 pernyataan dari indicator minar belajar dan 10 pernyataan dari indikator kualitas pertemanan sebaya. Adapun teknik analisis yang digunakan yaitu Uji Normalitas data. Uji Realibitas. Uji Correlations. Uji Descriptive Statistics. Uji Model Summary, dan Uji Anova. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa minat belajar dan kualitas pertemanan sebaya berpengaruh signifikan terhadap konsep diri siswa dan siswi SMA/SMK kecamatan Pondok Kelapa, kabupaen Bengkulu Tengah. Besar pengaruh minat belajar dan kualitas pertemanan terhadap konsep diri mencapai 16,7 %, sedangkan sisanya sebesar 83,3% di pengaruhi oleh variabel lain. Kata Kunci: Minat Belajar. Kualitas Pertemanan. Konsep Diri. PENDAHULUAN Setiap bangsa pasti menginginkan generasi muda yang mampu meneruskan cita-cita Generasi muda yang dimaksud adalah orang-orang yang berpotensi, berkualitas dan memiliki berbagai macam keterampilan dalam dirinya, agar kelak dapat berpartisipasi aktif dalam Pembangunan nasional, menjadi generasi muda yang berkualitas sesuai dengan keinginan bangsa. Namun untuk mencapai hal tersebut akan ada hambatan dan gangguan, terkhusus Setiap diri DAWUH: Vol. No. November 2023. Hal 78-87 | 79 individu memiliki karakter masing-masing yang berbeda-beda. karakter individu akan sesuai dengan cara orang itu memandang dirinya sendiri. Maka sebab itu kita butuh konsep diri untuk meningkatkan kesadaran diri individu dan kepercayaan diri terhadap dirinya sendiri. Dengan individu paham akan konsep dirinya maka semakin baik pandangan atau keyakinan diri terhadap keseluruhan dirinya baik yang menyangkut kelebihan dan kekurangan sehingga mampunyai pengaruh yang basar terhadap keseluruhan perlaku yang di tampilkan. Dampak konsep diri yang negatif akan membuat individu merasa tidak percaya diri selain itu individu akan sering bertindak dengan emosi dan tanpa memikirnya terlebih dahulu, mereka cendrung mencari pengakuan dan kepuasan diri melalui Tindakan melangar hukum atau familiar disebut sebgai kenakalan remaja. Kita ketahui bahwa kenakalan remaja sering kita jumpai, terutana di kota-kota besar di Indonesia. Menurut laporan UNICEF Indonesia tahun 2009, berdasarkan statistik kepolisian, terdapat 11. 344 insiden perilaku tidak terpuji pada remaja pada tahun 2000. Pada bulan Mei 2002, terjadi peningkatan signifikan sebanyak 4. 325 kasus, dengan kenaikan 84,2% yang melibatkan baik orang dewasa maupun remaja (Suryaningsih, 2. Data dari Komisi perlindungan anak Indonesia (Rosita & Annisa, 2. menunjukkan bahwa pada tahun 2022, terdapat peningkatan signifikan dalam kasus kenakalan remaja, di mana jumlah anak yang terlibat sebagai pelaku tindakan melanggar hukum mencapai 2. Pada tahun 2016, angkanya hanya sebanyak 539 dan meningkat menjadi 622 pada tahun berikutnya. Di kutip dari Posbelitung. com bidang ketertiban umum dan ketentraman Masyarakat merilis jumlah kenakalan remaja tahun mulai February 2023, berdasarkan data terdapat 60% dari total pelanggar merupakan remaja dan salah satu motinya adalah lingkungan sosialnya dan konsep diri yang negatif (Suhendar, 2. Dari data diatas dapat kita ketahui bahwa pentingnya konsep diri yang positif bagi para remaja guna mengurai tingkat kenakalan remaja dan menjadikanya generasi muda yang berpotensi dan berkualitas. Karena pada hakikatnya Individu dengan Konsep diri yang positif akan cendrung lebih stabil emosionalnya, memiliki control diri yang lebih baik dan lebih mungkin untuk menghindari perilaku kenakalan remaja. Pemahaman konsep diri yang positif juga akan menjadi kerangka acuan individu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Haugk (Pasaribu, 2. menyatakan bahwa terciptanya interaksi sosial yang bermakna dan mengarah ke prilaku produktif adalah bentuk dari terbukanya pintu dari konsep diri yang positif. Artinya konsep diri yang positif dapat menciptakan Interaksi sosial yang baik dan menciptakan hubungan yang harmonis dan positif anatara individu dan orang lain disekitarnya terhusus keluarga dan teman sebayanya. Calhoun dan accocela (Turmiati, 2. menyatakan bahwa teman sebaya menempati pringkat kedua dalam mempengaruhui konsep diri, apabila penerimaan dari teman sebaya telah di dapat oleh individu maka konsep diri individupun akan cendrung lebih positif. Pernyataan di atas sesuai dengan studi yang dilakukan oleh Lis Turniyati berjudul "Hubungan antara penerimaan teman sebaya dan konsep diri siswa kelas IV SD se-gugus Kusuma. Kecamatan Karanganyar. Kebumen. " Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penerimaan teman sebaya dan konsep diri siswa. Koefisien korelasi sebesar 0,743 menunjukkan bahwa korelasi antara variabel X dan Y dikategorikan sangat kuat. (Turmiati, 2. Di sisi lain, penelitian yang dilakukan oleh Selamat Pasaribu menemukan bahwa korelasi antara konsep diri dan dukungan sosial dari teman sebaya terhadap interaksi sosial mahasiswa jurusan PBI FITK UINSU mencapai 21,3%. (Pasaribu, 2. Dari kedua penelitian tersebut dapat di simpulkan bahwa kualitas pertemanan sebaya dan konsep diri ke duanya saling mempengaruhi dan hubunganya bisa sangat erat. Semakin tinggi kepercayaan dan kelekatan teman sebaya yang di bangun maka semakin tinggi konsep diri yang di miliki remaja, namun sebaliknya konsep diri remaja akan rendah apabila remaja merasa sangata terasingkan oleh teman sebayanya (Purti & Afriani. Lingkungan peretemanan yang sehat dan baik akan sangat bermanfaat untuk mendukung individu memiliki gairah dan keinginan untuk belajar atau yang disebut dengan minat belajar. Minat This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International 80 | Devita Mahardilla1. Anissa Saputri2, wiwied Puspita Sari3 belajar merupakan kecendrungan tetap untuk meberikan perhatian kepada sesuatu dan menikmati aktivitas-aktifitas tersebut (Hartuti, 2. Untuk menumbuhkan minat belajar itu sendiri secara mendalam maka di perlukan tentang pemahaman konsep diri. Melalui konsep diri ini individu akan mengetahui bagaimana tentang dirinya sendiri, sikap, keyakinan serta kualitas yang di milikinya (Nimas & Indrawati, 2. Penyataan di atas relevan dengan penelitian yang di lakukan oleh Muhammad fauzi murgani ringtonga yang berjudul Hubungan minat belajar dan konsep diri terhadap prestasi belajar siswa, dengan hasil penelitian bahwa bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara minat belajar dan konsep diri prestasi belajar siswa pada 0,553 yang berarti berkontribusi sebesar 55,3% (Ringtonga, 2. Dalam penelitian yang berjudul "Pengaruh Konsep Diri terhadap Minat Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Siswa Kelas Vi di SMPN 20 Bandar Lampung" oleh Ridho Ashari, ditemukan bahwa konsep diri memiliki pengaruh sebesar 20,73% terhadap minat belajar siswa. Sementara itu, 71,27% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain (Ashari, 2. Dari kedua penelitian tersebut dapat di simpulkan bahwa antara minat belajar dan konsep diri keduanya memiliki pengaruh yang signifikan dan saling berhubungan. Minat belajar dapat meningkatkan rasa percaya diri, hal ini dapat meningkatkan konsep diri yang positif, tidak hanya itu dengan adanya minat belajar dapat mengembangkan identitas diri, mereka mengidentifikasi diri mereka bahwa mereka suka bejalar dan hal tersebut dapat meningkatkan meningkatkan konsep diri yang postif untuk individu. Harlock (Sasmita, 2. menyatakan bahwa Kebebasan untuk memilih sesuatu yang ingin dikerjakan adalah hasil dari dorongan motivasi yang di berikan oleh minat belajar. Syah (Farid. Ahyar. Hapsari, & Isroyati, 2. Menyatakan minat adalah motivasi internal dalam diri. Minat belajar yang besar akan memudahkan individu mencapai tujuan yang di minati tanpa adanya minat sesorang mungkin tidak ingin melakukan sesuatu atau tidak tertarik untuk melakukan hal tersebut (Priyaningsih & Suyono, 2. , dampaknya mengakibatkan kemampuan individu di bidang sesuatu yang kurang diminatinya akan terhambat (Sirait, 2. Tiga aspek penting dalam pengetahuan yang di pengaruhi oleh minat menurut Hidi dan Renninger (Nurhasanah & Sobandi, 2. yaitu perhatian, tujuan dan tingkat pembelajaran. Indikator yang mempengaruhi minat belajar menurut safari (Laia. Talaumbauna, & Fau, 2. , antara lain rasa tertarik, perasaan senang, perhatian, partisipasi, keinginan/kesadaran. Pintrich dan Schunk (Saptono & Indrawati, 2. mendefinisikan minat berdasarkan pada personal interest, situasional interest dan interestas a psychological state dengan beberapa aspek meliputi perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan. Dukungan sosial adalah bantuan yang di berikan oleh orang lain atau kelompok di sekitarnya kepada sorang individu dan yang mebuatnya merasa nyaman, dicintai dan dihargai (Fitriani, 2. Dukungan sosial dalam berbagai aspek kehidupan sangat penting bagi setiap individu, mengingat manusia secara alami merupakan makhluk sosial yang selalu terlibat dalam hubungan Ketidaktersediaan dukungan sosial dapat membuat seseorang merasa tidak berarti dan terasing (Pasaribu, 2. kelompok teman sebaya menempati posisi pada peranan penting dalam membentuk perilaku dan kepribadian individu remaja, memiliki kelompok remaja yang positif dapat membantu memberi motivasi untuk mencapai kesuksesan (Turmiati, 2. , namun sebaliknya remaja akan merasa kesepian, dan memiliki keterbatasan interaksi sosial ketika remaja sering di abaikan oleh teman sebayanya (Lana & Indrawati, 2. Definisi kualitas pertemanan, menurut Parker & Asher (Rachmanie & Swasti, 2. pada tingkat kepuasan dalam hubungan persahabatan yang didasarkan pada kepedulian, kebersamaan, bantuan saling, serta berbagi informasi pribadi, sambil menghindari konflik dan De vito . uyono & Nugraha, 2. mengungkapkan kualitas komunikasi sebagai sebuah hubungan yang menentukan kualitas persahabatan. Bukowski. Hoza, dan Boivin (Purti & Afriani, 2. mengartikan kualitas pertemanan sebagai hubungan yang bermutu dengan seseorang yang dianggap sebagai teman baik, melibatkan aspek kebersamaan, konflik, pertolongan, keamanan, dan kedekatan. Keberadaan pertemanan sebaya juga menciptakan Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu DAWUH: Vol. No. November 2023. Hal 78-87 | 81 lingkungan di mana berbagai informasi mengenai dunia di luar keluarga dapat diperoleh ini merupakansalah satu fungsi teman sebaya menurut Santrock (Turmiati, 2. Menurut Calhaun dan Acocella (Sitohang & Subaryana, 2. , konsep diri merupakan pandangan individu terhadap dirinya sendiri, yang terdiri dari tiga dimensi: pengetahuan mengenai diri sendiri, harapan terhadap diri sendiri, dan penilaian terhadap diri sendiri. Hurlock (Hartuti, 2. menyatakan bahwa konsep diri mencakup gambaran seseorang terhadap dirinya, mencakup aspek keyakinan fisik, psikologis, sosial, emosional, aspiratif, dan pencapaian. Halida . menambahkan bahwa konsep diri terbentuk secara bertahap seiring dengan perkembangan kemampuan persepsi individu. Burns (Farah. Suharsono, & Prasetyaningrum, 2. membedakan konsep diri menjadi dua, yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Aspek-aspek Konsep Diri terdiri dari Perceptual atau konsep diri fisik. Conceptual atau konsep diri psikologis, dan Attitudinal yang mencakup perasaan terhadap diri sendiri, sikap terhadap keberadaan saat ini dan masa depan, serta pandangan terhadap harga diri dan Jenis-jenis Konsep Diri meliputi Konsep Diri Dasar, konsep diri sementara, konsep diri sosial, dan konsep diri ideal. adapun Factor-faktor yang memengaruhi konsep diri adalah Keadaan fisik, kondisi keluarga, reaksi orang lain terhadap individu, tuntutan orang tua terhadap anak. Orang-orang yang dekat dengan individu, keberhasilan dan kegagalan dan perbedaan jenis kelamin ras dan status sosial ekonomi (Syahraeni, 2. Oleh karena sebab itu berdasarkan uraian yang telah dipaparkan di atas dirasa penting bagi peneliti untuk melakukan penelitian tentang bagaimana pengaruh minat belajar dan kualitas pertemanan sebaya terhadap konsep diri pada siswa dan siswi SMA/SMK sederajat di Kecamatan Pondok Kelapa, kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh minat belajar dan kualitas pertemana sebaya terhadap konsep diri pada siswa dan siswi SMA/SMK sederajat di Kecamatan Pondok Kelapa, kabupaten Bengkulu Tengah. Selain itu, di harapkan juga penelitian ini dapat memberikan pengetahuan bagi setiap individu untuk mengetahui betapa pentingnya konsep diri yang positif, dari penelitian ini juga di harapkan dapat memberikan informasi dan ilmu pengetahuan dalam hal capaian Minat belajar yang tinggi, kualitas pertemanan yang sehat dan konsep diri yang positif dalam membantu remaja menjadi pribadi yang METODE PENELITIAN Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Terdapat 3 variabel dalam pemelitian ini yaitu variabel minat belajar (MB), kualitas pertemanan sebaya (KP) dan konsep diri (KD). Populasi dalam penelitian ini adalah Remaja SMA/SMK sederajat di kecamatan Pondok Kelapa, dengan jumlah sampel sebanyak 130 siswa dan siswi SMA/SMK sederajat di kecamatan Pondok Kelapa kabupaten Bengkulu Tengah. Adapun Jenis pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu dengan mengunakan metode angket dengan Teknik Cluster Random Sampling. Dalam angket terdapat 30 item pernyatan yang terdiri dari 10 item pernyataan dari indikator minat belajar (MB), 10 item pernyataan dari indicator kualitas pertemanan sebaya (KP), dan 10 item pernyataan dari indicator konsep diri (KD). Adapun Teknik analisis yang di gunakan yaitu Uji Normalitas data. Uji Realibitas. Uji Correlations. Uji Descriptive Statistics. Uji Model Summary, dan Uji Anova demikian pengujian dilakukan dengan menggunakan SPSS20. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil olah data yang telah peneliti lakukan, maka dapat di temukan hasil sebagai berikut: Tabel 1. Uji Descriptive Statistics Descriptive Statistics This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International 82 | Devita Mahardilla1. Anissa Saputri2, wiwied Puspita Sari3 Mean Std. Deviation TOTALKD TOTALMB TOTALKP Berdasarkan hasil Uji Descriptive Statistics yang telah di lakukan oleh peneliti pada tabel 1. Dapat di ketahui bahwa pada variabel Konsep Diri terdapat Standar Deviation (SD) sebesar 3. dengan mean (M) sebesar 30. 80 dengan jumlah sampel (N) 130 siswa dan siswi SMK/SMA sebagai Pada variabel Minat Belajar terdapat Standar Deviation (SD) sebesar 3. 300 dengan mean (M) sebesar 30. 25 dengan jumlah sampel (N) 130 siswa dan siswi SMK/SMA sebagai Pada variabel Kualitas Pertemanan Sebaya dapat kita ketahui bahwa nilai Standar Deviation ( SD) sebesar 5. 026 dengan mean (M) sebesar 29. 34 dengan jumlah sampel (N) 130 siswa dan siswi SMK/SMA kecamatan Pondok Kelapa sebagai responden. Tabel 2. Uji Correlations Correlations TOTALKD Pearson Correlation Sig. -taile. TOTALMB TOTALKP TOTALKD TOTALMB TOTALKP TOTALKD TOTALMB TOTALKP TOTALKD TOTALMB TOTALKP Berdasarkan Tabel 3 Uji Correlations yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat di ketahui bahwa variabel Minat Belajar (MB) mempengaruhi dependent variable Konsep diri (KD) sebesar 0,409 atau sama dengan 40,9% dengan demikian dikategorikan Lemah. Pada variabel Kualitas Pertemanan Sebaya (KP) mempengaruhi dependent variable Konsep diri (KD) sebesar 0,173 atau sama dengan 17,3% dengan demikian dikategorikan Lemah. Sementara pada Pada variabel Minat Belajar (MB) terhadap variabel Kualitas Pertemanan Sebaya (KP) mempengaruhi hingga 0,384 atau sama dengan 38,4% dengan demikian dikategorikan Lemah. Tabel 3. Uji Model Summary Model Summaryb Change Statistics Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu DAWUH: Vol. No. November 2023. Hal 78-87 | 83 Squa Adjusted R Square Std. Error of the Estimate R Square Change Chan Sig. Change Predictors: (Constan. TOTALKP. TOTALMB Dependent Variable: TOTALKD Model Summary ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel Minat Belajar (MB) dan Kualitas Pertemanan Sebaya (KP) dalam mepengaruhi Dependent Variable yaitu Konsep Diri (KD). Berdasarkan pada tabel di atas diketahui bahwa R adalah sebesar 0,409 atau sama dengan 40,9 % yang berarti terdapat hubungan pada variabel (MB) dan (KP) terhadap (KD) dan kategorikan rendah. Berdasarkan tabel Model Summary di atas dapat diketahui bahwa nilai Rsquare adalah sebesar 0,167 % atau sama dengan 16,7% artinya bahwa variabel Minat Belajar (MB) dan kualitas pertemanan sebaya (KP) mampu memengaruhi konsep diri siswa dan siswi SMK/SMK sederajat di kecamatan Pondok Kelapa sebesar 16,7 % atau di kategorikan rendah, dan sissanya di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak diikut sertakan dalam penelitian ini. Tabel Uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean 0E-7 Std. Deviation Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Kemudian untuk peneliti melakukan uji normalitas, untuk mengetahui normal atau tidaknya suatu data, hasil tersebut bisa dilihat pada tabel di atas. Berdasarkan hasil Uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test di peroleh nilai signifikansi sebesar 0,371 atau sama dengan lebih besar dari 0,1 artinya hasil tersebut dinyatakan atau didistribusi normal karena nilai nya lebih besar dari 0,1. This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International 84 | Devita Mahardilla1. Anissa Saputri2, wiwied Puspita Sari3 Tabel 4. Uji Realibitas Konsep diri Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha N of Items Based on Standardized Items Berdasarkan hasil pengujian Realibitas variabel konsep diri (KD) yang telah di lakukan oleh peneliti. Pada tabel 2 Uji Realibitas di atas diperoleh nilai CronbachAos Alpa sebesar 0,678 dari 10 item pernyataan konsep diri. Dengan demikian angket penelitian reliabel. Tabel 5. Uji Realibitas Minat Belajar Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha N of Items Based on Standardized Items Berdasarkan hasil pengujian Realibitas variabel Minat Belajr (MB) yang telah di lakukan oleh Pada tabel 3 Uji Realibitas di atas diperoleh nilai CronbachAos Alpa sebesar 0,660 dari 10 item pernyataan Minat Belajar. Dengan demikian angket penelitian reliabel. Tabel 6. Uji Realibitas Kualitas Pertemanan Sebaya Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha N of Items Based on Standardized Items Berdasarkan hasil pengujian Realibitas variabel Kualitas Pertemanan Sebaya yang telah di lakukan oleg peneliti. Pada tabel 4 Uji Realibitas di atas diperoleh nilai CronbachAos Alpa sebesar 0,884 dari 10 item pernyataan Kualitas pertemanan sebaya (KP). Dengan demikian angket penelitian reliabel. Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu DAWUH: Vol. No. November 2023. Hal 78-87 | 85 Tabel 7. Uji Anova ANOVAa Model Sum of Mean Square Sig. Squares Regression Residual Total Dependent Variable: TOTALKD Predictors: (Constan. TOTALKP. TOTALMB Berdasarkan Hasil Uji Anova yang telah dilakukan oleh peneliti di dapat nilai F-hitung sebesar Berdasarkan hasil uji analisis di atas di peroleh nilai signifikansi sebesr 0,000, nilai ini lebih kecil jika di bandingkan dengan nilai alpa yang di gunakan 0,05. Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh koefisien regresi dalam model secara Bersama-sama berpengaruh terhadap konsep diri siswa. Dalam penelitian ini peneliti mengukur variabel menggunakan beberapa teori dari para ahli, pada variabel minat belajar diukur menggunakan teori printch anad Schunk . rismawanti, 2. yang mendeinisikan minat belajar dengan aspek minat pribadi . ersonal interes. , minat situasi . ituasional interes. psychological stat. Dengan indicator persan senang, ketertarikan, ketertiban dan perhatian. Pada variabel kualitas persahabatan penelitimengkur menggunakan teori Bukowski . (Fitriani, 2. dengan aspek Closenness. Help and Acceptamce, dengan indikator saling terbuka, saling memahami, membantu dalam kesulitan, memberikan waktu dan memiliki hubungan yang baik. Dan pada variabel konsep diri peneliti mengukur menggunakan aspek keyakinan, efektif atau emosional, evaluasi, dan kecendrungan untuk memberi respon (Halida, 2. Dari hasil olah data dan uji analisis yang telah di lakukan oleh peneliti dapat di ketehui hahwa variabel minat belajar (MB) dan kualitas pertemanan sebaya (KP) berpemgaruh terhadap (KP) konsep diri siswa dan siswi SMA/SMK kecamatan Pondok Kelapa, kabupaen Bengkulu Tengah. Besar pengaruh minat belajar dan kualitas pertemanan terhadap konsep diri mencapai 16,7 %, dapat di ketahui bahwa variabel Minat Belajar (MB) mempengaruhi dependent variable Konsep diri (KD) sebesar 0,409 atau sama dengan 40,9% sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wati Arnasih (Arnasih & Hartaya, 2. dengan hasil penelitian menunjukan bawa Hasil belajar dapat di tingkatkan dengan memberikan pemahaman konsep diri dan minat belajar baik secara sendiri maupun bersama-sama, terdapat hubungan positif pada fariabel tersebut dengan koefisien korelasi ry12=0. 726 dengan persanaan regresi?=0. 092X1 0. 129x2, artinya semakin baik kualitas konsep diri dan minat belajar pada siwa dan siswi maka akan menghasilkan hasil belajar yang baik dan maksimal lebih juga. Pada variabel Kualitas Pertemanan Sebaya (KP) mempengaruhi dependent variable Konsep diri (KD) sebesar 0,173 atau sama dengan 17,3% sejalan dengan hasil penelitian yang dikukan oleh Fitriyani (Fitriani, 2. yang menyatakan bahwa dukumgam sossial teman sebaya dan konsep diri memberikan pengaruh pada prestasi belajar siswa belajar matematika siswa kelas Vi SMPN 1 This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International 86 | Devita Mahardilla1. Anissa Saputri2, wiwied Puspita Sari3 Salomekoo sebesar 16,3%, artinya dukungan teman sebaya dan konsep diri bernilai positif apabila terjadi penurunan kualitas dukungan teman sebaya dan konsep diri maka di ikuti dengan penurunan prestasi belajar begitu sebaliknya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa minat belajar dan kualitas pertemanan sebaya berpemgaruh terhadap konsep diri siswa dan siswi SMA/SMK kecamatan Pondok Kelapa, kabupaen Bengkulu Tengah. Besar pengaruh minat belajar dan kualitas pertemanan terhadap konsep diri mencapai 16,7 %, sedangkan sisanya sebesar 83,3% di pengaruhi oleh variabel lain. DAFTAR PUSTAKA