Fitri Dewi Andani At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 1 No. Maret 2024 Hal: 12-18 Efektivitas Model Pembelajaran Flipped Classroom dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas i di MI Hidayatul Muflihin Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto Fitri Dewi Andani STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto e-mail: fitridewiandani1993@gmail. ABSTRACT The objectives of this research are . To find out what the flipped classroom learning model is like. To find out what factors are obstacles and supporters in implementing online learning, and . To find out the effectiveness of the flipped classroom learning model in increasing students' understanding of Grade 3 Indonesian Language Subjects at MI Hidayatul Muflihin. Kutorejo District. Mojokerto Regency. This research is qualitative research with descriptive analysis techniques. Analysis of research data obtained from the process of systematically searching and compiling data obtained from observations, interviews and the field, namely data collection, data reduction, data presentation, conclusions and verification. The research results show that, . The application of the flipped classroom learning model in class i is by utilizing several types of applications, using one-sheet lesson plans and evaluating written worksheets which can be taken and submitted directly to school. Inhibiting and supporting factors in implementing online learning, namely, lack of effectiveness and time efficiency, lack of student enthusiasm and lack of student understanding of the material. And the supporting factors for online learning are, schools facilitate wifi for teachers at schools, and students are given free internet quota. the effectiveness of student learning outcomes has decreased since the Covid-19 pandemic. Keywords: Flipped Classroom Learning Model. Student Understanding ABSTRAK Tujuan penelitian ini, yaitu . Untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran flipped . Untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung dalam penerapan pembelajaran daring, dan . Untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran flipped classroom dalam meningkatkan pemahaman siswa mata Pelajaran Bahasa Indonesia keals 3 di MI Hidayatul Muflihin Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis Analisis data hasil penelitian diperoleh dari proses mencari dan menyusun secara sistematis, data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan lapangan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, . Penerapan model pembelajaran flipped classroom pada kelas i yaitu dengan memanfaatkan beberapa macam aplikasi, penggunaan RPP satu lembar dan evaluasi lembar kerja tertulis yang dapat diambil dan dikumpulkan langsung ke sekolah. Faktor penghambat dan pendukung dalam penerapan pembelajaran daring yaitu, kurangnya efektifitas dan efisiensi waktu, minimnya antusias siswa dan minimnya siswa akan pemahaman materi. Dan Faktor pendukung pembelajaran daring yaitu, sekolah memfasilitasi wifi untuk guru di sekolah, dan siswa diberikan kuota internet gratis. efektivitas Hasil belajar siswa mengalami penurunan sejak adanya pandemi covid-19. Kata Kunci: Model Pembelajaran Flipped Classroom. Pemahaman Siswa Hal 12 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fitri Dewi Andani PENDAHULUAN Pembelajaran dengan Model Flipped Classroom adalah model pembelajaran melalui tatap muka dan virtual/online yang mengkombinasikan antara pembelajaran singkron dengan pembelajaran mandiri yang asinkron. Pembelajaran sinkron biasanya terjadi secara real time di Sedangkan pembelajaran asinkron adalah pembelajaran yang sifatnya lebih mandiri. Dalam penerapan metode flipped classroom ini ada 3 kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan yaitu sebelum kelas dimulai, saat kelas dimulai dan setelah kelas berakhir. Flipped classroom menurut Astri Pratiwi dkk adalah model dimana dalam proses belajarnya siswa mempelajari materi pelajaran dari video pembelajaran di rumah sebelum kelas dimulai dan kegiatan belajar belajar mengajar di kelas berupa tugas, dan diskusi tentang materi atau masalah yang belum dipahami siswa. (Astri Pratiwi dkk, 2. Menurut Cockrum dalam Halimatus Syakdiyah dengan pembelajaran flipped classroom, guru dapat memberikan perhatian kepada siswa yang kesulitan dan penilaian untuk kebutuhan Guru mempunyai fleksibilitas untuk memberikan alternatif penilaian pada tingkat individu, serta memiliki waktu waktu berdiskusi lebih dengan siswa untuk membantu Jika terdapat siswa yang ketinggalan pembelajaran, guru dapat mengulang kembali pelajaran yang tidak dimengerti. (Halimatus Syakdiyah, dkk. , 2. Adapun kegiatannya adalah . Sebelum pembelajaran dimulai, siswa sudah mempelajari materi yang akan dibahas sebelumnya secara mandiri. Pada tahap ini, kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik adalah mengingat dan mengerti materi. Dengan demikian pada saat pembelajaran di kelas berlangsung, siswa sudah siap untuk mengaplikasikan dan menganalisis materi melalui berbagai kegiatan interaktif di kelas. Tentunya dengan bimbingan yang dilakukan oleh guru seperti mengobservasi atau mengawasi kegiatan belajar siswa juga memberikan feedback atas pekerjaan yang telah dikerjakan siswa sebagai bahan perbaikan atau kemajuan belajar siswa. Kemudian dilanjutkan dengan mengevaluasi dan mengerjakan tugas berbasis projek tertentu sebagai kegiatan setelah kelas Untuk mengecek pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari oleh siswa selama pelajaran yang diberikan oleh guru. Dengan model pembelajaran ini, dapat membekali kemampuan peserta didik untuk berfikir kritis, bekerja sama, kemampuan berkomunikasi dan berfikir kreatif dan inovatif dapat kita laksanakan dengan baik. Guru tidak mendominasi di kelas, interaksi guru dengan peserta didik semakin baik dan menyenangkan. Keberhasilan penerapan pembelajaran Metode Flipped Classroom di Kelas 3 dapat dikatakan belum berhasil maksimal, dikarenakan ada beberapa hambatan yang ada. Metode Flipped Classroom menerapkan pembelajaran siswa yang mandiri Hal 13 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fitri Dewi Andani dan guru sebagai pemberi umpan. Sedangkan di kelas 3, peserta didik masih ada yang belum bisa membaca dengan lancar sehingga belum bisa memahami materi secara mandiri. Selain itu juga, kebiasaan penggunaan metode pembelajaran ceramah di kelas sebelumnya membuat peserta didik masih terbiasa pasif dan hanya menjadi pendengar. Sehingga masih dibutuhkan pembiasaan dan latihan-latihan untuk dapat menerapkan Metode Pembelajaran Flipped Classroom di kelas 3. Model Flipped classroom adalah proses pembelajaran yang membalik antara aktifitas belajar di sekolah dengan aktivitas belajar di luar sekolah (Shohib dan Yeni Anistyasari, 2. Adapun desain proses pembelajaran flipped classroom secara umum menurut Sihaloho dalam Pipit adalah pembelajaran diawali dengan menonton video pembelajaran secara mandiri dirumah ditemani dengan LKPD pendamping video untuk memastikan peserta didik mengikuti pembelajaran mandiri non tatap muka. Pembelajaran tatap muka dikelas berupa tanya jawab mengenai soal-soal yang ada di LKPD pendamping video dan dilanjutkan dengan diskusi dengan LKPD yag lain yang memuat kegiatan percobaan, pengamatan, dan latian soal. (Sihaloho, dkk, 2. Atas dasar latar belakang di atas, peneliti ingin melaksanakan penelitian dengan judul AuEfektivitas Model Pembelajaran Flipped Classroom dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 3 di MI Hidayatul Muflihin Kecamatan Kutorejo Kabupaten MojokertoAy. METODE Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang temuantemuannya tidak diperoleh melalui prosedur kuantifikasi, perhitungan statistik, atau bentuk cara-cara lainnya yang menggunakan angka. Penelitian kualitatif prinsipnya untuk memahami obyek yang diteliti secara mendalam. Tujuan penelitian kualitatif pada umumnya mencakup informasi tentang fenomena utama yang dieksplorasi dalam penelitian, partisipan penelitian dan lokasi penelitian. Sumber data adalah kumpulan informasi atau bahan yang didapat melalui suatu metode pengumpulan data yang kemudian diolah dan dilakukan analisis yang pada akhirnya menghasilkan temuan baru. Sumber data adalah dari mana data penelitian tersebut diperoleh. Sumber utama data dalam metode penelitian kualitatif yaitu kata-kata dan aktivitas, adapun selain itu seperti dokumen, berkas, tulisan merupakan data tambahan. Sumber data yang diperoleh dapat berupa sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer, yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti dari sumber pertamanya. Adapun yang Hal 14 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fitri Dewi Andani menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, dan guru kelas i MI Miftahul Ulum. Sedangkan sumber data sekunder, yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang darii sumber yang pertama. Dapat juga dikatakan data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen, dan dalam penelitian ini dokumentasi merupakan sumber data sekunder. Adapun prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: pertama, observasi adalah kegiatan pengamatan . engambilan dat. untuk memotret seberapa Dengan mendokumentasikan dan merefleksi secara sistematis terhadap kegiatan dan interaksi subjek Observasi yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan mewawancarai kepala sekolah dan guru kelas i di MI Miftahul Ulum, kemudian mendokumentasi kegiatan untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Kedua, wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksi makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang memungkinkan informan memberikan jawaban secara luas. Pertanyaan diarahkan 35 pada mengungkap kehidupan informan, respon, persepsi, peranan, kegiatan dan peristiwa-peristiwa yang dialami berkenaan dengan fokus yang diteliti. Dalam wawancara tersebut peneliti akan mewawancarai kepala sekolah dan guru kelas i di MI Miftahul Ulum, kemudian mendokumentasikan kegiatan tersebut untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Ketiga, dokumentasi data yang diperoleh dari analisis dokumen dapat digunakan sebagai data pendukung dan pelengkap bagi data primer yang diperoleh melalui observasi dan Dokumen merupakancatatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Peneliti menggunakan teknik ini untuk observasi, wawancara kepala sekolah dan guru kelas i, serta memperoleh data dan profil sekolah di MI Miftahul Ulum. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan,dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari,serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti menggunakan teknik analisis data deskriptif dalam menganalisis data hasil penelitiannya yang diperoleh dari proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan lapangan. Hal 15 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fitri Dewi Andani Data penelitian kualitatif harus mengungkap kebenaran yang obyektif. Karena itu keabsahan data dalam sebuah penelitian kualitatif sangat penting. Melalui keabsahan data kredibilitas . penelitian kualitatif dapat tercapai. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Adapun triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Triangulasi adalah sumber dan teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Data diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi, dokumentasi, atau kuesioner. Kuesioner dilakukan untuk menguji valid atau tidak nya pertanyaan tersebut. Uji validitas tersebut digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan . Sebelum tatap muka guru memberikan materi dalam bentuk video pembelajaran . Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai . Guru menyampaikan secara garis besar materi yang akan dipelajari . Memberi tugas siswa untuk membuat rangkuman dari video yag diberikan oleh guru . Kegiatan di kelas . Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 orang siswa . Membahas video yang telah ditontn siswa dengan diskusi dan tanya jawab. Melalui tanya jawab dengan siswa guru menguatkan konsep. Guru memberikan latihan pemecahan masalah melalui LKS . Siswa berdiskusi dengan kelompoknya untuk menyelesaikan masalah. Peran guru saat diskusi adalah menfasilitasi siswa agar mampu menuliskan ide atau gagasanya terkait masalah yang diberikan . Salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan yang lain menanggapinya . Guru memberikan tes untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa . Memberikan video untuk pertemuan selanjutnya. Faktor pendukung dalam pembelajaran ini adalah . guru sangat mendukung dalam proses kegiatan belajar mengajar. guru sering mengajak diskusi dan memberi saran untuk perbaikan pembelajaran, . guru memantau perkembangan belajar mengajar . Madrasah memberikan fasilitas seperti buku-buku, internet, dan segala fasilitas lainnya, . Peserta didik akrab dengan guru baik di dalam maupun di luar kelas. Sedangkan faktor penghambat adalah . Kurangnya buku pegangan yang sesuai dengan Kurikulum 2013 sehingga peserta didik kesulitan mengikuti pelajaran sehingga guru perlu membuat Lembar Kerja Siswa, . Pada beberapa kelas, peserta didik masih gaduh. Hal 16 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fitri Dewi Andani sehingga dibutuhkan pengelolaan kelas yang maksimal, . Pada beberapa kelas peserta didik masih pasif sehingga sulit untuk dapat menerapkan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Upaya untuk mengatasi faktor penghambat adalah . guru memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada untuk menunjang pembelajaran, . guru berusaha memilih metode pembelajaran yang mengacu pada students-centered, dengan media yang sifatnya dapat menstimulasi pikiran peserta didik, . guru memberikan motivasi di tengah-tengah pelajaran, sehingga membangkitkan semangat peserta didik untuk tidak mudah menyerah dan menyelesaikan tugas. Efektivitas hasil belajar siswa sebelum menggunakan model pembelajaran flipped Data efektivitas hasil belajar siswa merupakan hasil dokumentasi dari prosentase ketuntasan belajar siswa sebelum menggunakan metode pembelajaran flipped classroom. Adapun hasilnya adalah terlihat pada tabel 1. 1 di bawah: Tabel 1. Prosentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Sebelum Menggunakan Metode Pembelajaran Flipped Classroom Keterangan Tuntas Tidak Tuntas Prosentase Ketuntasan Prosentase Tidak Tuntas Hasil Tabel 1. Prosentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Setelah Menggunakan Metode Pembelajaran Flipped Classroom Keterangan Tuntas Tidak Tuntas Prosentase Ketuntasan Prosentase Tidak Tuntas Keterangan Keefektifan Hasil Sangat Efektif Dari tabel 1. 1 di atas, dapat diketahui hasil belajar siswa sebelum menggunakan menggunakan metode pembelajaran flipped classroom. Prosentase ketuntasan 48% dan prosentase tidak tuntasan 52% artinya, hanya 13 siswa yang mampu mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 14 siswa masih belum mampu mencapai ketuntasan. Setelah itu siswa diberi perlakuan berupa menggunakan metode pembelajaran flipped classroom dan diambil hasilnya seperti pada tabel 1. 2 di atas bahwa, prosentase ketuntasan meningkat menjadi 81% dan prosentase tidak tuntas berjumlah 19%, artinya 22 siswa yang Hal 17 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fitri Dewi Andani mampu mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 5 siswa masih belum mampu mencapai KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran flipped classrom jika diterapkan, kemungkinan besar akan memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, diperkirakan peserta didik akan menjadi pribadi yang lebih baik, aktif, dan bertanggung jawab dalam berkelompok untuk memecahkan masalah. Dan selalu ada saluran ide-ide baru kemungkinan juga meningkat. Penerapan model pembelajaran flipped classroom pada kelas i yaitu dengan memanfaatkan beberapa macam aplikasi, penggunaan RPP satu lembar dan evaluasi lembar kerja tertulis yang dapat diambil dan dikumpulkan langsung ke sekolah. Faktor penghambat dan pendukung dalam penerapan pembelajaran daring yaitu, kurangnya efektifitas dan efisiensi waktu, minimnya antusias siswa dan minimnya siswa akan pemahaman materi. Faktor pendukung pembelajaran daring yaitu, sekolah memfasilitasi wifi untuk guru di sekolah, dan siswa diberikan kuota internet gratis. efektivitas hasil belajar siswa mengalami penurunan sejak adanya pandemi covid-19. DAFTAR PUSTAKA