Volume Vi. No. Juli 2018 ISSN: 1979-6943 Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan merupakan jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan yang berisi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) serta Kajian Pendidikan interdisipliner di Perguruan Tinggi yang diterbitkan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Artikel hasil PTK dan PTS serta kajian pemikiran pendidikan ditulis oleh para Guru dan Kepala Sekolah serta Dosen dalam mengujicobakan metode dan strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan baik SD/MI. SMP/MTs dan SMA/MA/SMK serta Perguruan Tinggi. Artikel PTK dan PTS fokus pada mata pelajaran di sekolah/madrasah, seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Imu Pengetahuan Sosial (IPS). Matematika. Fisika. Kimia, bahkan teknik, seperti Teknik Mesin. Elektro. Informatika dan lain sebagainya. Sementara itu, artikel Kajian Pendidikan merupakan penelitian interdisipliner dan multidisipliner yang dilakukan Dosen di Perguruan Tinggi terhadap khasanah keIslaman. Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan adalah jurnal terbuka yang versi softfile-nya bisa dibaca dan diakses secara gratis, sementara versi print out/ hardcopy dapat diperoleh dengan menghubungi distributor di alamat serial tajdidukasi. Sof-file keseluruhan artikel yang diterbitkan dapat diakses melalui Tajdidukasi Open Access Juornal di w. Pimpinan Editor Suyadi. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Indonesia Anggota Editor Arif Budi Raharjo. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Indonesia Achmad Muhammad. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia Hendro Widodo. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Mundzirin Yusuf. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia Sumedi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia Sukamto. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Indonesia Sumarsono. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Indonesia Sarjilah (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidika. Yogyakarta Fathur Rahman. Si. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Indonesia Editor Pelaksana Suryanto. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Indonesia Suyatno. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Farid Setiawan. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Alamat Redaksi: Kantor Majelis Pendidikan Dasar dan MeneAngah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D. Yogyakarta Jl. Gedongkuning No. 130B Yogyakarta Kode Pos : 55171 Telephone : . 377078 Facsimile : . 371718 Website : w. E-Mail : tajdidukasi@dikdasmenpwmdiy. UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI MEDIA GAMBAR DI SMP MUHAMMADIYAH 1 BAMBANGLIPURO Ade Heryani Guru SMP Muhammadiyah 1 Bambanglipuro Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris dengan menggunakan media gambar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif. Desain yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis & McTaggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus 1 terdiri dari tiga tindakan dan Siklus 2 terdiri dari tiga tindakan. Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahap meliputi perencanaan, tindakan dan observasi, dan refleksi. Data yang dilkumpulkan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif didapatkan melalui observasi kelas dan catatan lapangan. Data kuantitatif diambil dari nilai keterampilan berbicara siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian ini adalah media gambar dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas 9A SMP Muh 1 Bambangluipuro. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan rata Ae rata keterampilan berbicara siswa pada setiap siklusnya. Data hasil observasi partisipasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II Rata Ae rata hasil tes siklus 1 66. 00 dan rata Ae rata siklus 2 75. 58 mengalami peningkatan sebesar 9. Kata Kunci: keterampilan Berbicara. Media Gambar, bahasa Inggris PENDAHULUAN Keterampilan berbahasa mencakup empat aspek yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat aspek tersebut selalu berkaitan erat. Keterampilan berbicara menunjang keterampilan menyimak, membaca, dan menulis. Dari segi bahasa, menyimak dan berbicara dikategorikan sebagai keterampilan berbahasa lisan (Munawaroh, 2. Seseorang membutuhkan keterampilan ber- bicara sebagai sarana komunikasi, baik yang sifatnya satu arah maupun timbal Seseorang yang memiliki keterampilan berbicara yang baik, akan memiliki kemudahan di dalam menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain, baik dirumah, di kantor maupun di tempat lain, karena penguasaan keterampilan berbicara yang baik akan memudahkan seseorang dalam menyampaikan pesan. Pesan yang disampaikannya akan mudah T a j d i d u k a s i . Volume Vi. No. 2 Juli 2018 dipahami, sehingga terjadi komunikasi yang efektif. Oleh karena itu, kerampilan berbicara penting untuk mempermudah berkomunikasi dengan orang lain. Seseorang yang memiliki keterbatasan dalam keterampilan berbicara makaakan menggangu kelangsungan proses berkomunikasi antara pemberi pesan dan penyimak . rang yang menerima Dengan berbicara yang baik dan benar maka tujuan pesan yang ingin disampaikan pemberi pesan dapat diterima dengan baik oleh penyimak. Keterampilan berbicara tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan perlu dilatih secara berkala agar berkembang dengan maksimal. Menurut Henry Guntur Tarigan . menyatakan keterampilan hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan praktik dan banyak latihan. Kemampuan berbicara ini dilatih dengan tujuan untuk mempermudah memahami maksud yang disampaikan oleh orang lain dalam berkomunikasi. Melatih keterampilan berbicara dimulai sejak dini di lingkungan sekolah tempat siswa belajar. Dalam proses belajar bahasa di sekolah, anakanak mengembangkan kemampuan secara vertikal dan horizontal (Ahmad RofiAouddin & Darmiyati Zuhdi, 1. Kemampuan berbicara tidak diperoleh dengan sendirinya. Kemampuan ini dikembangkan lewat jalur sekolah, melalui program yang direncakan secara khusus dan latihan-latihan (Mudini Salamat Purba, 2. Keterampilan berbicara jika dikembangkan secara berkala makin lama semakin sempurna dalam arti strukturnya menjadi benar, pilihan katanya semakin tepat, kalimatkalimatnya semakin bervariasai, dan Sejalan dengan latar belakang di atas, keterampilan berbicara siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Bambanglipuro masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari dokumen guru berupa nilai ulangan harian siswa. Nilai rata-rata aspek berbicara siswa kelas IX pada Ulangan Harian ke - 2 tahun pelajaran 2017/2018 adalah 50,8 dibawah KKM SMP Muhammadiyah 1 Bambanglipuro Sedangkan ketuntasan belajar klasikal adalah 25%, dibawah target sekolah yaitu 75%. Peneliti menganggap bahwa hal tersebut adalah sebuah masalah yang harus diatasi. Saat ini, tidak sedikit siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Bambanglipuro belum dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris secara lisan. Di antara faktor yang mempengaruhinyaadalahsiswa malu untuk mengucapkan kalimat dalam bahasa Inggris karena struktur kalimat yang berbeda dan juga pengucapan kata dan kalimat tidak sesuai dengan tulisannya. Bahkan ada siswa yang mengatakan bahwa pengucapan kata dalam bahasa Inggris itu sangat sulit karena sangat jauh berbeda dengan bahasa ibu mereka. Kosakata yang diberikan sulit dipahami dan pelafalannya juga sulit ditirukan. Oleh karena itu, peneliti mengadakan pengamatan lebih lanjut untuk mengetahui perilaku siswa selama pembelajaran bahasa Inggris berlangsung. Ade Heryani - Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Melalui Media Gambar . Berikut ini beberapa masalah dalam pembelajaran bahasa Inggris pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Bambanglipuro: . Siswa cenderung diam kalau ditanya dalam bahasa Inggris, . Apabila ada siswa yang bertanya memakai bahasa Inggris teman Ae temannya memperolok Ae oloknya, . Beberapa siswa tidak mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh guru apabila disampaikan dalam bahasa Inggris, . Kurangnya dukungan dari lingkungan siswa termasuk dari gurunya sendiri, . Kurangnya minat dan motivasi siswa untuk belajar berbicara dalam bahasa Inggris dalam kehidupan sehari Ae hari, . Kurangnya motivasi siswa dalam mengembangkan ide Ae ide untuk mengungkapkan sesuatu dengna cara berbicara dalam bahasa Inggris. Guru kurang mengembangkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran sehari Ae hari, . Kurangnya memberdayakan kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Inggris dalam pembelajaran, . Kurangnya guru menggunakan bahasa Inggris ketika menyampaikan materi pembelajaran dikelas, . Kurangnya guru memberi motivasi siswa dalam belajar berbicara bahasa Inggris. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti berusaha mengatasi permasalahan itu dengan mencoba menggunakan media yang belum pernah digunakan pada kegiatan pembelajaran sebelumnya yaitu Media Gambar. Media gambar merupakan salah satu dari media pembelajaran. Media gambar dapat digunakan oleh guru dan lebih menarik bagi siswa dalam pembelajaran bahkan dapat menambah semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran karena siswa lebih cenderung menyukai gambar daripada Media gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual kedalam bentuk dua dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bentuknya bermacam-macam seperti lukisan, potret, slide, film, strip, opaque projektor (Hamalik, 1994:. Demikian pula Sadiman Arief S. menyatakan bahwa media gambar adalah suatu gambar yang berkaitan dengan materi pelajaran yang berfungsi untuk menyampaikan pesan dari guru kepada siswa. Media gambar ini dapat membantu siswa untuk mengungkapkan informasi yang terkandung dalam masalah sehingga hubungan antar komponen dalam masalah tersebut dapat terlihat dengan lebih jelas. Media gambar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perwujudan lambang dari hasil peniruan-peniruan benda-benda, pemandangan, curahan pikir atau ide-ide yang divisualisasikan kedalam bentuk dua dimensi. Bentuknya dapat berupa gambar situasi dan lukisan yang berhubungan dengan pokok bahasan berhitung. Media gambar merupakan salah satu media yang digunakan dalam pembelajaran berbicara sehingga sangat tepat digunakan untuk mengembangkan ide Ae ide berdasarkan gambar Ae gambar yang ditawarkan. Media gambar juga bisa membantu siswa dalam mengembangkan kosa kata sehingga lebih mudah untuk mengungkapkan kalimat dengan menggunakan T a j d i d u k a s i . Volume Vi. No. 2 Juli 2018 bahasa Inggris. Pembelajaran dengan menggunakan media gambar merupakan pembelajaran yang dapat merangsang siswa untuk mengemukakan ide Ae ide mereka dengan melihat gambar yang disajikan. Langkah Ae langkah pembelajaran melalui media gambar sebagia berikut: . diawal pembelajaran guru melatihkan tentang pronounciation kata dan kalimat yang biasa muncul dalam teks yang berbentuk lampau. guru memberikan sebuah contoh teks dan siswa mencari kata kerja bentuk kedua. setelah siswa bisa mengidentifikasi kata kerja bentuk kedua, guru memberikan beberapa gambar dan siswa menceritakan tentang gambar yang disajikan. tahap berikutnya adalah guru menyediakan beberapa gambar berseri dan siswabercerita sesuai dengan gambar yang disajikan. siswa melafalkan kata dan kalimat yang dipakai dalam cerita tersebut karena tujuannya adalah keterampilan berbicara. tiap siswa harus bisa bercerita di depan kelas sesuai dengan cerita yang ada dalam gambar. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris melalui media gambar siswa Kelas 9A SMP Muhammadiyah 1 Bambanglipuro tahun pelajaran 2017/2018. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian penelitian tindakan kelas, menggunakan model penelitian Kemmis dan Taggart (Parjono, 2. Penelitian ini dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan Penelitian dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 1 Bambanglipuro. Subjek penelitian adalah siswa Kelas IXA tahun pelajaran 2017/2018sebanyak 26 siswa. Metode pengumpulan datanya menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Gambar 1: Model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) oleh Kemmis dan Taggart. ( sumber : Suharsimi Arikunto. Suhardjono. Supardi . 7: . Keterangan: Planning (Perencanaa. Action (Pelaksanaan Tindaka. Observation (Pengamata. Reflection (Refleks. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Data kualitatif Ade Heryani - Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Melalui Media Gambar . dan kuantutatif dianalisa dan dilanjutkan dengan refleksi sebagai bahan penyusunan rencana selanjutnya kemudian membandingkan perubahan perilaku siswa pada siklus 1 dan siklus II. Prosedur penelitian ini adalah peneliti membagi dalam 2 siklus. Setiap siklus didampingi kolaborator untuk mengamati tingkah laku siswa dan guru dengan cara memberikan . pada lembar observasi yang telah disiapkan. Indikator Keberhasilan dalam penelitian ini adalah terjadinya peningkatan keterampilan berbicara siswa dalam bahasa Inggris setelah diterapkan pembelajaran dengan menggunakan media Penelitian dinyatakan berhasil apabila keterampilan berbicara siswa mencapai 75%. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan dari mulai tanggal10 Januari sampai dengan 9 Februari 2018. Materi yang diberikan adalah teks Narrative. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus. Siklus 1 dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Siklus 1 dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan dan 1 kali pertemuan di akhir siklus dilaksanakan untuk tes dengan materi teks Narrative tentang falk tale, dan pada siklus kedua masih tetap dengan materi falk tale tapi dengan cerita yang berbeda. Adapun waktu pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris kelas IXA SMP Muhammadiyah 1 Bambanglipuro dijabarkan sebagai berikut: Tabel 6. Jadwal pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris Bahasa Inggris Kelas IXA. Siklus Hari/Tanggal Rabu, 10 Januari 2018 JumAoat, 12 Januari JumAoat, 19 Januari 2018 Rabu, 31 Januari 2018 JumAoat 02 Februari 2018 Rabu, 06 Februari 2018 Waktu Materi 50 WIB Cara membuat kalimat lampau berdasarkan gambar 50 WIB Membuat sebuah cerita berdasarkan 50 WIB Membuat sebuah cerita berdasarkan gambar dan pengambilan nilai untuk Membuat sebuah cerita berdasrkan Membuat sebuah cerita berdasarkan gambar yang di buat oleh siswa sendiri Membuat sebuah cerita bebas teks narrative dan pengambilan nilai siklus 2. T a j d i d u k a s i . Volume Vi. No. 2 Juli 2018 Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus penelitian. Siklus 1 dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan, dengan alokasi waktu 2x40 menit, dan di akhir pertemuan diadakan tes siklus. Siklus II dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan, dengan alokasi waktu 2 x 40 menit, dan di akhir siklus diadakan tes Siklus 2 dilaksanakan setelah ada perbaikanAeperbaikan dan refleksi pada siklus 1. Deskripsi pelaksanaan penelitian 2 siklus tersebut, diuraikan sebagai berikut: Siklus 1 . Perencanaan Kegiatan yang dilakukan pada perencanaan siklus 1 adalah menyusun instrument penelitian, seperti menyusun Perangkat pembelajaran berupa RPP siklus 1 dengan menerapkan media gambar, menyiapkan materi pelajaran, membuat lembar kerja siswa untuk kerja kelompok ataupun individu, membuat lembar kerja siswa untuk pengambilan nilai siklus 1, membuat lembar observasi dan catatan lapangan untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa selama pembelajaran siklus 1. Tindakan pada siklus 1 akan dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Pelaksanaan Pertemuan 1 siklus 1 Peneliti bertanya pada siswa tentang apa yang mereka lakukan sebelum berangkat ke sekolah. Peneliti ingin tahu kemampuan awal siswa untuk menentukan kegiatan pembelajaran pada saat Guru mulai menerangkan tentang kata kerja bentuk kedua dengan cara menayangkan gambar di monitor dan siswa menceritakan tentang gambar tersebut dengan kata kerja bentuk lampau secara berpasangan. Siswa berlatih mengucapkan kata - kata yang sesuai dengan gambar Selanjutnya guru membagikan modeling of text dan siswa mencermati bentuk kata kerja ke Ae 2 dan berlatih cara pengucapannya dengan pronounciation yang benar. Setelah mereka berlatih secara berpasangan kemudian guru mengecek pronounciation siswa tetapi masih banyak dari mereka yang belum benar cara pengucapannya sehingga guru harus berulang Ae ulang Hasil dari pertemuan 1 siklus 1 diketahui bahwa masih banyak siswa yang belum bisa berbicara secara lancar dalam bahasa Inggris dan masih banyak kesalahan Ae kesalahan terutama dalam pronounciation ketika berbicara dengan menggunakan kata kerja bentuk ke-2. Dan aktifitas siswa belum mencapai target baru mencapai 66%. Masih ada 7 orang yang belum mencapai katagori aktif atau sekitar 26. Dari hasil uaraian diatas dapat diketahui bahwa masih banyak siswa yang belum mampu untuk bercerita sesuai dengan gambar yang disajikan. Pertemuan 2 Peneliti memulai pelajaran dengan menanyakan tentang bagian Ae bagian teks Narrativedan kata apa saja yang Ade Heryani - Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Melalui Media Gambar . biasa digunakan dalam bercerita. Selanjutnya guru meminta siswa berkelompok maksimal 4 orang. Setiap kelompok di berikan gambar berseri dan mendiskusikan bersama kelompoknya. Setelah selesai berdiskusi guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bercerita sesuai dengan gambar yang Setiap kelompok maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dengan cara satu sebagai pembicara dan satu orang sebagai operator dan yang anggota lainnya menambahkan apa yang kurang dan belum disampaikan oleh yang bercerita. Hasil tindakan diketahui bahwa siswa sudah mulai berani tampil didepan kelas bercerita sesuai gambar dan adanya peningkatan pada pronounciation sudah semakin membaik. Aktifitas siswa mulai meningkat sudah mulai serius memperhatikan apa yang guru sampaikan dan aktifitas dikelompok sudah meningkat terutama dalam hal kerjasama meskipun masih ada siswa yang belum memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Aktifitas siswa mulai terlihat kondusif siswa yang aktif ada 20 siswa atau sekitar 76. 92% dan siswa yang pasif berkurang menjadi 6 orang atau sekitar 22. Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui adanya peningkatan keterampilan berbicara dengan menggunakan media gambar meskipun masih perlu latihan tentang pronounciation nya Pertemuan 3 Pada pertemuan ketiga ini guru memulai dengan memutarkan video tentang sebuah teks narrative dan siswa menyimak tentang apa video tersebut. Guru menekankan pada siswa untuk melihat gambar dari video tersebut dan menjadi acuan ketika bercerita. Setelah selesai siswa berlatih mengucapkan kata dan kalimat yang biasa muncul pada teks narrative, selanjutnya guru meminta siswa berkelompok dan guru memberikan beberapa gambar pada setiap kelompok. Setiap kelompok mempresentasikan hasil dari kelompoknya dan diambil sebagai nilai siklus 1. Pada pertemuan ketiga siswa sudah lebih berani maju mempresentasikan hasil dari kelompok mereka dan semua dari kelompoknya bercerita secara bergantian dan salah satu dari mereka bergantian menjadi operator menayangkan gambar di monitor. Semua kelompok harus mempresentasikan hasil kerjanya karena pertemuan itu akan diambil nilainya sebagai nilai siklus 1. Hasil dari pertemuan 3 dapat diketahui aktifitas siswa meningkat menjadi 61% atau sekitar 22 siswa aktif dan siswa pasif ada 4 orang atau sekitar dan untuk hasil nilai keterampilan berbicara ada sekitar 4 orang yang sudah mencapai target dan nilai rata Ae rata siklus adalah 66. Hasil ini belum sesuai dengan yang ditetapkan yaitu 75. Dari uraian diatas dapat diketahui adanya peningkatan pada aktifitas siswa 69% tetapi pada nilai keterampilan berbicara belum mencapai target yang ditentukan yaitu rata Ae rata 75. T a j d i d u k a s i . Volume Vi. No. 2 Juli 2018 Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan 1 diawali dengan pemutaran video sebuah dongeng dengan media gambar berjalan dan guru meminta siswa mencermati gambar berjalan sebagai acuan untuk membuat cerita berdasarkan gambar. Guru meminta siswa berlatih mengucapkan kata dan kalimat dengan pronounciation yang benar. Selanjutnya guru meminta siswa berkelompok paling banyak 4 orang. Setiap kelompok mendapatkan gambar berseri dan mendiskusikannya dalam kelompok mereka masing Ae masing. Setelah selesai mereka harus mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Setiap kelompok menunjuk perwakilannya untuk maju kedepan mempresentasikan hasil mereka. Hasil dapat diketahui bahwa aktifitas 61% ini berarti masih ada 4 orang siswa yang dikategorikan pasif atau sebesar 15. Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa aktifitas siswa masih sama dengan pertemuan keAe 3 pada siklus 1 sehingga belum ada peningkatan. Dan menurut pengamatan guru dan observer bahwa kemampuan siswa pada keterampilan berbicara masih belum maksimal masih perlu banyak latihan Ae latihan terutama pada pronounciationnya. Pertemuan 2 Pertemuan ke Ae 2 diawali dengan penjelasan guru tentang bagian Ae bagian teks Narrative karena banyak siswa yang ketika bercerita berdasarkan gam118 bar siswa belum memperhatikan tentang bagian Ae bagian teks narrative karena dalam bercerita harus memperhatikan bagian Ae bagian dari sebuah cerita. Selanjutnya diputarkan lagi sebuah video tentang sebuah cerita bergambar yang sudah sesuai dengan bagian Ae bagian Siswa memperhatikan dengan Setelah selesai guru meminta siswa menceritakan kembali dengan bahasa mereka sendiri dengan memperhatikan gambar yang muncul. Setelah ada 2 orang siswa yang berani bercerita kemudian guru meminta siswa untuk membuat kelompok paling banyak 4 Kemudian guru membagikan gambar berseri tentang sebuah dongeng falk tale dan siswa harus menyusun sebuah cerita dengan alur yang sesuai dengan teks narrative. Setelah selesai mereka harus mempresentasikan apa yang telah didiskusikan dengan teman Mereka harus saling melengkapi diantara anggota kelompoknya. Siswa sudah mulai lancar dan sudah lebih berani meskipun masih sesekali lihat catatan kecil yang mereka Pronounciation sudah lebih fasih lagi isi cerita sudah sesuai dengan alur cerita dan kejelasan isi sudah hampir mendekati bagus. Hasil dapat diketahui bahwa aktifitas siswa pada pembelajaran ada peningkatan menjadi 92. 31% atau skitar 2 siswa yang masih pasif. Keterampilan berbicara ada peningkatan pada pronounciation, content dan accuracy semakin bagus. Secara keseluruhan pembelajaran pada pertemuan ke Ae 2 Ade Heryani - Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Melalui Media Gambar . pada siklus ke Ae 2 mengalami peningkatan pada aktifitas siswa dan pada keterampilan berbicara siswa semakin lebih baik. Pertemuan 3 Pertemuan ke Ae 3 adalah pertemuan terakhir pada siklus ke Ae 2 dan ini waktunya untuk pengambilan nilai pada siklus ke Ae 2. Pada pertemuan ini siswa harus maju sendiri Ae sendiri atau secara berdialog secara berpasangan dan gambar harus mereka buat sendiriAe Pembelajaran pada siklus keAe 3 diawali dengan berlatih mengucapkan kataAekata yang biasa muncul pada sebuah cerita dan mengidentifikasi kata kerja keAe2 yang sering digunakan pada teks narrative. Guru memberikan waktu 10 menit untuk persiapan mereka maju mempresentasikan hasil yang mereka buat. Semua siswa maju ke depan bercerita dengan gambar yang mereka buat ada yang sendiri Ae sendiri tapi ada juga yang berdialog. Setelah semuan maju ke depan guru memberikan penguatan pada aspek yang mereka kuasai dan memberikan bimbingan pada aspek yang belum bisa. Guru memberikan penjelasan bahwa dari pronounciation meskipun masih ada yang belum benar secara keseluruhan tapi pada umumnya sudah berjalan dengan baik. Adanya peningkatan hampir disemua aspek. Dilihat dari hasil observasi pada pertemuan ke Ae 3 pada siklus 2 menunjukan adanya peningkatan pada aktifitas siswa yaitu siswa yang aktif 96. atau kira Ae kira 2 orang siswa yang masih pasif. Hasil dari keterampilan berbicara mengalami kenaikan dari nilai rata Ae rata kelas 66. 00 menjadi 75. sudah mencapai target yang ditentukan Hasil observasi siklus 1 dan 2. Berdasarkan observasi, siswa selalu berdiskusi dan bekerjasama saat mengerjakan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Siswa tidak langsung bertanya pada guru tapi mendiskusikannya dulu dalam kelompoknya. Sebagian besar dari mereka kesulitan merangkai kata - kata menjadi sebuah kalimat dan kurangnya kosa kata menjadi kendala dan siswa sudah berani presentasi didepan kelas meskipun masih banyak Dibawah ini adalah tabel aktifitas siswa pada pembelajaran siklus 1 dan 2. T a j d i d u k a s i . Volume Vi. No. 2 Juli 2018 Tabel 1. Rekap Hasil Observasi Keaktifan Siswa siklus 1 dan siklus 2 Siklus Pertemuan Persentase Rata Ae rata Aktifita Siswa 08% . siswa pasi. 78% . siswa pasi. 61% . siswa pasi. 61% . siswa pasi. 31% . siswa pasi. 15% . siswa pasi. Aktifitas siswa pada siklus 1 menunjukan adanya peningkatan pada siklus II, hal ini bisa dilihat dari lembar observasi siswa dari setiap pertemuan siswa yang pasif semakin lama semakin berkurang. Pada pertemuan 1 pada siklus 1 masih ada 7 siswa yang masih pasif. Berdasarka indikator yang ada pada lembar observasi siswa Ae siswa tersebut masih belum meperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru dan belum menyelasaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Sehingga pada pertemuan 1 pada siklus 1 siswa yang aktif baru mencapai sekitar 73. 08% dan yang tidak aktif ada sekitar 26. Sedangkan pada pertemuan kedua pada siklus pertama siswa yang pasif sudah mulai berkurang dari 7 orang berkurang menjadi 6 orang siswa yang Pada pertemuan ke-2 ini masih didominasi siswa yang tidak mendengarkan penjelasan guru dan belum bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Pada ertemuan ke Ae 2 keaktifan siswa sudah meningkat dari pertemuan pertama menjadi 80. 78% dan yang tidak aktif ada sekitar 23. Pada pertemuan Rata - Rata Kategori Baik Sangat baik ke Ae 3 dari siswa yang pasif 6 orang berkurang menjadi 4 orang. Tetapi permasalahan masih sama yaitu belum memperhatikan penjelasan guru dan tidak menyelesaikan pekerjaan tepat Pada pertemuan ke Ae 3 ini adalah pertemuan di akhir siklus dan diambil nilai untuk keterampilan berbicara untuk setiap individu . Keaktifan pada pertemuan ke Ae 3 ini sekitar 84. dan tidak aktif 15. Pada siklus ke Ae 2 pada pertemuan ke Ae 2 tidak ada peningkatn aktifitas Siswa yang aktif ada sekitar 22 orang yaitu 84. 61% tidak ada peningkatan apabila di bandingkan dengan pertemuan Dan tentu saja siswa yang pasif masih tetap 4 oarang dan siswa yang pasif ada sekitar 15. Pada pertemuan ke Ae 2 pad siklus 2 terjadi peningkatan aktifitas siswa dai siswa yang pasif 4 orang berkurang menjadi 2 orang. Siswa yang aktif sekitar 92. 31% dan siswa yang belum aktif 7. Peningkatan yang sangat baik dari pertemuan yang Pada pertemuan ini indikator yang dilaksanakan oleh siswa yang tidak aktif yaitu: tidak menyumbangkan pada Ade Heryani - Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Melalui Media Gambar . Hasil Tes kemampuan Berbicara Nilai Siklus 1 Tes yang diberikan pada akhir siklus 1 ini berupa tes dalam bentuk lisan dengan media gambar. Gambar disedikan oleh guru tetapi siswa harus membuat cerita berdasarkan gambar yang disajikan. Hasil tes inilah yang digunakan untuk melihat nilai dan hasil belajar pada Di bawah ini grafik analisis hasil tes siklus 1 pembelajaran bahasa Inggris aspek Keterampilan berbicara. Grafik 1. Hasil Tes Keterampilan Berbicara siklus I TANTOA YOGI DWIA ROBBANIA NUGROHOA HABIBAHA MUHAMMADA FAQIH AULIAA LINA BERTY P ARUM AISYAHA DWI PRIYANTO AGUNGA Nilai Keterampilan Berbicara Siklus 1 ANIS VIVIA Hasil Refleksi Secara umum pembelajaran bahwa Inggris dengan menggunakan Media Gambar, sudah sesuai RPP yang telah Namun demikian, terdapat hambatan yang muncul disetiap pertemuan: Masih ada siswa yang datang terlambat sehingga ketika masuk mengganggu pembelajaran yang sudah Dan ini perlu mendapat perhatian yang lebih dari guru. Kesulitan siswa merangkai kata menjadi sebuah kalimat yang padu. Latihan merangkai kata perlu ditambah porsinya dengan memperbanyak gambar. Kosa kata yang dikuasai siswa belum memadai untuk bercerita sehingga perlu melatihkan dulu kosa kata yang akan muncul sebagai kata kuncinya. Menambahkan satu kata kunci di bawah gambar untuk memudahkan siswa mengembangkannya menjadi kalimat. Penguasaan intonasi yang masih belum sesuai dengan tata bahasa Inggris sehingga masih seperti ketika berbicara dalam bahasa Indonesia. Banyak latihan mengucapkan kata atau kalimat. Berlatih mengucapan kata Ae kata perlu diberi porsi yang banyak karena tesnya menyangkut keterampilan berbicara sehingga sangatlah penting tentang pengucapan kata Ae kata dengan ucapan yang benar. Perlu memperbanyak latihan mngucapkan kalimat Ae kalimat yang memakai bentuk past tense karena teks yang dipakai adalah teks Narrative sehingga penguasaan bentuk Past Tense sangatlah diperlukan. ADE IRFAN NRA kelompoknya dan tidak menyelesaikan pekerjaannya tidak selesai dengan waktu yang telah ditentukan ole guru peneliti. Pertemuan terakhir pada siklus 2 menunjukan aktifitas siswa hampi seratus persen tetapi ada siswa yang tidak aktif atau masih berkisar 96. 15% dan siswa yang tidak aktif hanya 1 orang atau sekitar Pada pertemuan terakhir disiklus 2 diambil nilainya untuk nilai pada siklus 2. Nilai Keterampilan Berbicara Siklus 1 Menurut grafik di atas bahwa rata Nilai Keterampilan berbicara Siklus 2 YOGI DWIA ROBBANIA TANTO HARTANTO NUGROHOA LINA BERTY P MUHAMMADA FAQIH AULIA ARBI HABIBAH DIVARANTI ANIS VIVIA DWI PRIYANTO ARUM AISYAH PUTRI ADE IRFAN NR SANDI T a j d i d u k a s i . Volume Vi. No. 2 Juli 2018 AGUNG KURNIAWAN Ae rata nilai keterampilan siswa baru mencapai nilai 66. Sehingga belum mencapai target yaitu 75. Sehingga perlu meneruskan ke siklus ke Ae 2 supaya nilai rata Ae rata bisa mencapai nilai target yaitu 75. nampilkan nilai pada grafik dibawah ini: Nilai Siklus 2 Dibawah ini adalah hasil tes keterampilan berbicara pada siklus 2. Tes yang diberikan pada akhir siklus ll ini berupa tes dalam bentuk gambar dan siswa berbicara sesuai dengan gambar tokoh yang mereka punya. Mereka membuat sendiri teksnya dan membuat gambar sendiri. Sebelum presentasi mereka berdiskusi dulu dengan teman pasangannya untuk bercerita sesuai dengan gambar yang mereka punya. bawah ini adalah grafik analisis hasil tes siklus ll pembelajaran bahasa Inggris. Nilai Keterampilan berbicara Siklus 2 Grafik 2. Hasil tes menulis siklus 2 Nilai Keterampilan berbicara Siklus 2 YOGI DWIA ROBBANIA TANTO HARTANTO NUGROHOA LINA BERTY P MUHAMMADA FAQIH AULIA ARBI HABIBAH DIVARANTI ANIS VIVIA DWI PRIYANTO ARUM AISYAH PUTRI ADE IRFAN NR SANDI AGUNG KURNIAWAN Nilai Keterampilan berbicara Siklus 2 TANTOA YOGI DWIA ROBBANIA NUGROHOA MUHAMMADA HABIBAHA LINA BERTY P FAQIH AULIAA ANIS VIVIA DWI PRIYANTO ARUM AISYAHA AGUNGA ADE IRFAN NRA Dilihat dari grafik rata Ae rata nilai siswa pada pembelajaran keterampilan berbicara pada siklus 2 yaitu mencapai rata Ae rata 75. berarti sudah menca90 80pai target yang sudah ditentukan yaitu Peneliti membandingkan Nilai Keterampilan Berbicara Siklus 1 10tes siklus 1 dan siklus 2 dengan meNilai Keterampilan berbicara Siklus 2 Grafik 3. Hasil Rekap Tes Keterampilan Berbicara Siklus I dan II TANTOA YOGI DWIA ROBBANIA NUGROHOA LINA BERTY P MUHAMMADA HABIBAHA FAQIH AULIAA DWI PRIYANTO ANIS VIVIA ARUM AISYAHA AGUNGA Nilai Keterampilan Berbicara Siklus 1 ADE IRFAN NRA Beradasrkan data rekap nilai di atas diketahui bahwa adanya peningkatan nilai dari siklus 1 dan siklus 2. Ini membuktikan bahwa pembelajran dengan media gambar bisa meningkatkan pembelajaran keterampilan berbicara sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Sadima . dan Hamalik . dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media yang tepat dapat mengatasi kepasifan siswa dalam belajar bahasa. Kesimpulan Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: . Media gambar dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa berbahasa Inggris siswa kelas 9A SMP 1 Bambanglipuro. Peningkatan kompetensi keterampilan berbicara dapat ditunjukan dengan adanya peningkatan rata Ae rata nilai bahasa Inggris dari nilai 66. 00 pada siklus 1 menjadi 75. 58 pada siklus II sehingga terjadi kenaikan sekitar 9. Penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas 9A SMP Muhammadiyah Ade Heryani - Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Melalui Media Gambar . 1 Bambanglipuro mempermudah siswa mengembangka ide ide. Prosentase rata Ae rata keaktifan siswa pada siklus 1 49% dan pada siklus II adalah Kenaikan prosentasi siswa dari siklus 1 ke siklus ll sebanyak 12. DAFTAR PUSTAKA