P a g e | 23 Jurnal Ilmiah Stikes YARSI Mataram (JISYM) Vol 10 No 2. Month Juli 2020 P-ISSN : 1978-8940 Website:http://Journal. PENGARUH KOMPRES HANGAT JAHE MERAH TERHADAP SKALA NYERI LANSIA OSTEOARTHRITIS DI BALAI SOSIAL LANJUT USIA MANDALIKA MATARAM Istianah1. Windi Kurnia Lestari2. Hapipah3. Supriyadi4. Bq. Nurul Hidayati5. Harlina Putri Rusiana6 1,3,4,5,6 Program Studi Ilmu Keperawatan/Stikes Yarsi Mataram. Indonesia 2Perawat Pelaksana/UPT BLUD Puskesmas Tanjung. Indonesia Email : istianah85mataram@gmail. ABSTRACT Osteoarthritis is a disorder deseaseof the joint that cause the decrease of join motion. Pain is amajor problem in osteoarthritis patients, so the management of this disease focuses on efforts to resolve or recover from the pain. Giving a red ginger compress is an alternative to reduce joint pain in elderly who suspect of osteoarthritis. This research was conducted at BalaiSoaialLanjutUsia( BSLU )MandalikaMataram. The research design used in this research was experimental observational with one group pretest-posttest. The sampling technique used purposive sampling with a sample quantity of 14 respondents and the data collection tool in this study was the observation sheet. Data were analyzed by univariate and bivariate. The Wilcoxon test results obtained a value of 0. value <0. It can be concluded that the warm red ginger compress has an effect on reducing the pain scale in the elderly with osteoarthritis. It is hoped that the results of this study can be disseminated by providing counseling to the community where warm red ginger compresses can be used as a non-pharmacological technique to reduce pain in elderly people with osteoarthritis so that it can improve health services Keywords: Warm Compresses Of Red Ginger. Pain. Elderly. Osteoarthritis ABSTRAK Osteoarthritis merupakan penyakit kelainan pada sendi yang menyebabkan terjadinya penurunan gerak sendi. Nyeri merupakan masalah utama pada pasien dengan osteoarthritis, sehingga penatalaksanaan penyakit ini berfokus pada upaya mengatasi rasa nyeri. Pemberian kompres hangat jahe merah adalah salah satu alternatif untuk mengurangi nyeri sendi pada lansia dengan Osteoarthritis. Penelitian ini dilakukan di BLSU Mandalika Mataram. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental observasional dengan rancangan one group pretest-posttest. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 14 responden dan alat pengumpul data pada penelitian ini adalah lembar Data dianalisis secara univariat dan bivariate. Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai 0,001 . value < 0,. dapat disimpulkan bahwa kompres hangat jahe merah berpengaruh terhadap penurunan skala nyeri pada lansia dengan osteoarthritis. Diharapkan hasil penelitian ini dapat disosialisakan dengan cara memberikan penyuluhan kepada masyarakat dimana kompres hangat jahe merah dapat dijadikan sebagai tekhnik nonfarmakologi untuk Coresponding author: Istianah Email coresponing autor. istianah85mataram@gmail. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram. Vol 10 NO 2. Juli 2020 P-ISSN : 1978-8940 P a g e | 24 menurunkan nyeri pada lansia dengan osteoarthritis sehingga dapat meningkatkan pelayanan Kata kunci: Kompres hangat jahe merah, nyeri, lansia. Osteoarthritis PENDAHULUAN Fungsi fisiologis lansia mengalami penurunan sehingga penyakit tidak menular banyak terjadi pada lansia salah satunya adalah osteoarthritis (Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat, 2. Osteoarthritis adalah kelainan sendi non inflamasi yang mengenai sendi yang dapat digerakkan, terutama sendi penumpu badan, dengan gambaran patologis yang karakteristik berupa buruknya tulang rawan sendi terbentuknya tulang-tulang baru pada sub kondrial dan tepi-tepi tulang yang membentuk sendi (Digulio, 2. Badan Pusat Statistik 2010 menyatakan bahwa pada tahun 2025 jumlah lansia akan berkisar 43,22 juta jiwa hal ini akan mempengaruhi tingginya jumlah penderita Osteoarthritis di Indonesia. Hasil sensus penduduk tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk lansia di Indonesia berjumlah 18,57 juta jiwa meningkat sekitar 7,93% dari tahun 2000 yang sebanyak 14,44 juta jiwa. Diperkirakan jumlah lansia di Indonesia akan terus bertambah sekitar 000 jiwa pertahun. Dengan demikian, pada tahun 2025 jumlah penduduk lansia di Indonesia akan sekitar 43,22 juta jiwa (Badan Statistik, 2. Osteoarthritis adalah salah satu dari 12 penyakit tidak menular dengan angka kejadian sebesar 24,7% Sedangkan di NTB sendiri jumlah lansia yang mengalami osteoarthritis berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan 9,8%, osteoarthritis berdasarkan diagnosis atau gejala 23,7% (Riskesdas, 2. Data yang didapatkan, di BSLU Mandalika Mataram adalah jumlah seluruh lansia yang berada di BSLU Mandalika Mataram 71 orang lansia, diantaranya 51 lansia wanita dan 20 lansia laki-laki. Banyak masalah kesehatan yang dialami lansia yang berada di BSLU, diantaranya masalah sistem musculoskeletal, hipertensi, system pernapasandan lain-lain. Data yang diperolehdari BSLU pada bulan Juni tahun 2018, dari 71 jumlah lansia terdapat 46 orang lansia dengan osteoarthritis diantaranya 33 orang wanita dan 13 lansia laki-laki. Nyeri sendi banyak dikeluhkan oleh lansia dibagian lutut, kaki dan panggul sehingga mereka merasakan terganggu dalam melakukan aktifitas akibat rasa nyeri yang dirasakan (Damaiyanti & Siska dalam Hasim & Relawati, 2. Nyeri merupakan masalah utama pada pasien dengan Osteoarthritis, maka penatalaksannan penyakit ini berfokus pada upaya mengurangi rasa nyeri. Terapi nonfarmakologi menjadi upaya pertama dalam manajemen osteoarthritis, dan jika diperlukan terapi obat bisa diberikan. Terapi obat-obatan seperti Asetaminofen dan Non-Steroidal Anti-Inflammatrory Drugs (NSAID. menghilangkan nyeri ringan hingga sedang. Asetaminofen dianggap sebagai terapi lini pertama dan obat pilihan paling aman untuk penggunaan jangka panjang. Bila tidak berhasil atau ada kontraindikasi, maka terapi dapat diganti dengan obat-obat dari golongan NSAIDs seperti ibuprofen (Seed. Dunican, lynch, 2. Namun, obat ini sering menyebabkan efek samping yang mrugikan jika digunakan dalam jangka panjang. Efek yang paling ringan berupa mual, nyeri lambung, dispepsia sampai yang paling serius seperti timbul lesi, perdarahan, perforasi pada saluran pencernaan (Altman. Dalam membantu mengurangi efek yang merugikan tersebut dapat dilakukan terapi modalitas untuk mengurangi nyeri dengan Terapi nonfarmakologik untuk mengurangi nyeri salah satunya adalah pemanfaatan ekstrak jahe (Zingiber officinal. sebagai terapi herbal (Bachtiar, 2. Tanaman jahe merah bisa dijadikan Kompres jahe merah adalah salah satu kombinasi antara terapi hangat dan terapi Coresponding author: Istianah Email coresponing autor. istianah85mataram@gmail. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram. Vol 10 NO 2. Juli 2020 P-ISSN : 1978-8940 P a g e | 25 relaksasi yang bermanfaat bagi penderita Rimpang jahe merah mengandung senyawa zingiberin, kamfena, lemonin, zingiberen, zingiberol, gingeral dan zhogool. Jahe merah juga mengandung minyak damar, pati, asam organik, asam malat, asam aksolat, gingerin, dan oleoresin. Jahe merah berkhasiat sebagai obat pencahar, rematik, nyeri sendi, penambah stamina dan peluruh masuk angin, penambah nafsu makan, dan pelancar ASI (Putri, 2. Didalam jahe merah mengandung kadar minyak atsiri dan oleoresin yang sangat tinggi sehingga cocok untuk bahan farmasi. Minyak atsiri yang berwarna kuning kehijauan dan kental ini termasuk jenis yang dapat menguap, sedang oleoresin adalah jenis minyak yang tidak menguap. Jahe merah berbau harum dan berasa sangat pedas. Bau khas dan rasa pedas itu disebabkan adanya kandungan minyak atsiri dan oleoresin jahe. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang di lakukan peneliti pada tanggal 28 Juni 2018, dari 7 orang lansia yang di wawancarai mengatakan, jika nyeri datang yang dilakukan mengkonsumsi obat anti nyeri. Sedangkan 2 mengkonsumsi obat anti nyeri juga di lakukan kompres air hangat dan belum pernah mencoba melakukan kompres hangat jahe Hasil wawancara dengan petugas kesehatan yang ada di BSLU Mandalika Mataram, mengatakan para lansia yang mengalami nyeri akibat osteoarthritis hanya diberikan obat anti nyeri saja dan diajarkan tekhnik untuk mengatasi nyeri secara nonfarmakologik yaitu dengan cara kompres hangat pada bagian sendi yang sakit. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain pra experimental dengan rancangan one group pretest-posttest Penelitian menggunakan teknik sampling purposive sampling dengan menggunakan criteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sample berjumlah 14 orang responden. Variabel independen pada penelitian ini adalah terapi kompres hangat jahe merah sedangkan variable dependen Alat atau bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan, kompor, jahe merah, parutan, piring plastik, baskom stainless, kassa gulung, thermometer air. Instrument pada penelitian ini menggunakan lembar observasi terkait skala nyeri yang dirasakan responden dengan menggunakan skala pengukurn nyeri yaitu Numeric Rating Scale. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengukur skala nyeri sebelum dilakukan kompres, kemudian kompres dengan parutan jahe hangat diletakkan pada kain/handuk dan dikompreskan pada sendi yang mengalami nyeri selama 20 menit dengan suhu air 4050oC. Kompres diberikan 2 kali sehari selama 14 hari dan setelah itu mengukur kembali skala nyeri post intervensi. Karena data tidak berdistribusi normal makan analisa yang digunakan untuk menguji pengaruh antara dependen adalah Wilcoxon Rank Test. Uji hipotesis dikatakan ada pengaruh yang signifikan apabila nilai sg <0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun hasil penelitian tersajikan dalam tabel berikut: Hasil Analisis Karakteristik Subyek Penelitian Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Usia. Jenis Kelamin dan Lama Menderita Osteoarthritis di Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram Tahun 2018 Variabel Usia 60-74 tahun 75-76 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Lama menderita Osteo O 5 tahun >5 tahun Persentase Berdasarkan tabel 1 di atas didapatkan gambaran distribusi responden berdasarkan usia lebih banyak berada pada kelompok usia 60-74 tahun sebanyak 12 orang . ,7%) dan Coresponding author: Istianah Email coresponing autor. istianah85mataram@gmail. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram. Vol 10 NO 2. Juli 2020 P-ISSN : 1978-8940 P a g e | 26 jenis kelamin perempuan lebih banyak yaitu 9 Berdasarkan tabel 2 menunjukkan orang . ,3%), dan lama menderita bahwa rata-rata skala nyeri seblum diberikan Osteoarthritis >5 tahun sebanyak 10 orang intervensi yaitu skala nyeri 5 . yeri sedan. ,5%). dan rata-rata skala nyeri setelah diberikan Usia dapat dijadikan factor resiko intervensi yaitu skala nyeri 3 . yeri ringa. terjadinya osteo arthritis karena dengan mengalami penurunan, seperti penurunan massa otot dan kekuatan fungsi otot yang diakibatkan oleh kerusakan tulang rawan yang menyebabkan kerusakan pada sendi sehingga bisa menganggu fungsi pergerakan. Selain mempengaruhi kejadian osteoarthritis. Hasil penelitian ini didukung oleh teori Smeletzer et al . yang mengatakan bahwa pada wanita lansia yang telah berusia diatas 60 tahun dan telah mengalami menupose akan mengalami penurunan percepatan resorpsi tulang. Beberapa gangguan musculoskeletal yang sering dijumpai pada wanita lansia seperti osteoarthritis, rematoid arthritis, gout dan Osteoarthritis lebih sering terjadi pada wanita lansia karena defisiensi hormon esterogen, dimana fungsi hormone esterogen adalah untuk menjaga keseimbangan aktivitas osteoblas dan osteoklas yang mengakibatkan penurunan massa tulang menyebabkan tulang menjadi menipis, berongga, kekauan sendi sehingga akan muncul nyeri pada pesendian. Pada osteoarthritis permukaan lapisan kartilago terkikis. Hal ini menyebabkan tulang-tulang dibawah kartilago bergesek satu sama lain, menyebabkan nyeri, bengkak, dan keterbatasan gerak sendi (Dewi, 2. Pemberian kompres hangat jahe selama 20 menit mampu menurunkan rasa nyeri karena jahe mengandung enzim siklooksigenasi yang dapat mengurangi peradangan pada penderita rheumatoid arthritis selain itu jahe juga memiliki efek farmakologi yaitu rasa panas dan pedas, dimana rasa panas ini dapat meredakan rasa nyeri, kaku, spasme otot atau terjadinya vasodilatasi pembuluh darah (Susanti, 2. Pengaruh pemberian kompres hangat jahe merah terhadap penurunan skala nyeri pada lansia dengan osteoarthtitis Tabel 3 Pengaruh pemberian kompres hangat jahe merah terhadap penurunan skala nyeri pada lansia dengan osteoarthritis PretestPostest Hasil analisis variabel yang diukur Mean Ranks Sum of Ranks Negatif Ranks Positif Ranks Ties Total Tabel 3 diatas menunjukkan bahwa rank adalah 15 yang artinya ada Tabel 2: Rata-rata skala nyeri sebelum dan yang setelah diberikan setelah diberikan intervensi kompres hangat hangat jahe merah jahe merah mengalami penurunan skala nyeri dan 1 orang responden yang tidak mengalami penurunan Variabel Min Max Mean skala nyeri baik sebelum maupun setelah Skala Nyeri intervensi . ies:1 oran. Nilai p-value diatas menunjukkan ada pengaruh yang signifikan Pre Intervensi pemberian kompres hangat jahe merah Post Intervensi terhadap penurunan skala nyeri osteoarthritis . -value:0,. Coresponding author: Istianah Email coresponing autor. istianah85mataram@gmail. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram. Vol 10 NO 2. Juli 2020 P-ISSN : 1978-8940 P a g e | 27 Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Prihandhani . yang menyimpulkan kompres hangat rebusan parutan jahe berpengaruh terhadap penurunan tingkat nyeri lansia dengan Penelitian lain yang dilakukan oleh (Nyoman, 2. yang menyatakan bahwa kompres jahe adalah tindakan memberikan menggunakan cairan rebusan jahe yang mengandung zingiberol dan kurkuminoid yang mengurangi peradangan nyeri sendi. Manfaat kompres jahe yaitu mengurangi nyeri karena jahe yang sifatnya hangat meningkatkan aliran darah untuk mendapatkan efek analgesik dan relaksasi otot sehingga proses inflamasi Manfaat jahe dikemukakan oleh (Rahmani, 2. melalui hasil penelitiannya yang meyatakan bahwa kompres jahe merah adalah perpaduan antara terapi hangat dan terapi relaksasi yang mana dapat memberikan manfaat bagi penderita penderita nyeri sendi. Jahe farmakologis seperti memberikan efek rasa panas, anti inflamasi, analgesic, antioksidan, anti tumor, anti mikroba, antidiabetik, antiobesitas, antiemetik. Menurut Difa . efek farmakologi yang terdapat dalam jahe sangat bermanfaat. Jahe menghambat sintesis prostaglandin dan leukotrien, merupakan dua zat mediator atau subtansi radang yang sangat dikenal disamping histamine, bradikinin, kalidin, dan Peningkatan zat tersebut akan mengakibatkan terjadinya proses peradangan yang salah satu tandanya adalah timbulnya rasa nyeri . Hal ini juga diperkuat bahwa kandungan lain jahe ialah adanya senyawa gingerol dan shogol yang berkhasiat untuk mengurangi proses peradangan. Ransangan panas yang dihasilkan oleh kompres hangat jahe akan meningkatkan suhu local pada kulit yang akan mengakibatkan vasokonstriksi akan segera diikuti vasodilatasi sehingga timbul kemerah-merahan. Apabila terjadi dilatasi pembuluh darah kulit maka hal ini akan diteruskan oleh pebuluh darah di jaringan lebih dalam sehingga sirkulasi darah Panas tinggi yang terjadi pada kulit dapat merangsang hipotalamus menghasilkan endhorpin dalam menurunkan Hasil observasi yang ditemukan oleh peneliti, bahwa kompres hangat jahe merah dapat menurunkan skala nyeri pada lansia dengan osteoarthritis, hal ini disebabkan karena kompres hangat jahe merah dilakukan secara rutin yaitu 2 kali/hari selama 2 minggu, diberikan sesuai dosis yang dianjurkan, karena dilihat dari jenis kelamin responden yang terbanyak adalah perempuan, dimna kita tahu bahwa perempuan sifatnya lebih penurut dalam mengikuti instruksi peneliti selama prose penelitian dan karena saat melakukan intervensi responden dalam posisi yang nyaman sehingga menghindari potensi kelelahan dan ketegangan otot sehingga nyeri tidak semakin parah. Pada penelitian ini juga ditemukan 1 responden yang tidak mengalami penurunan skala nyeri, hal ini terjadi karena ketika responden telah melakukan aktivitas saat dilakukan kompres, karena durasi nyeri, responden mengatakan nyeri muncul kira-kira 4-5 menit, hal ini terjadi juga karena respon mengartikan nyeri sebagai suatu yang negative, responden mengatakan sering mengeluh dan frustasi karena nyeri pada lututnya yang mengakibatkan keterbatasan melakukan aktivitas. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tersebut terdapat pengaruh kompres hangat jahe merah terhadap penurunan skala nyeri pada lansia dengan osteoarthritis. Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat disosialisakan dengan masyarakat dimana kompres hangat jahe merah dapat dijadikan sebagai tekhnik nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri pada lansia dengan osteoarthritis sehingga disamping dapat meningkatkan pelayanan kesehatan juga dapat mengurangi pemberian obat farmakologi dan efek samping yang DAFTAR PUSTKA Coresponding author: Istianah Email coresponing autor. istianah85mataram@gmail. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram. Vol 10 NO 2. Juli 2020 P-ISSN : 1978-8940 P a g e | 28 Altman. R . Clinical Features Of Osteoarthritis. Vol 1. Badan statistic . Meningkatnya jumlah Jakarta. BPS-statistics Indonesia Difa. F . Kandungan Gingerol Dan Shaogol. Intensitas Kepedasan Dan Penerimaan Panelis Terhadap Oleoresin Jahe Gajah. Jah Emprit. Dan Jahe Merah. Vol. Direktorat Statistic Kesejahteraan Rakyat . Statistic kesejahteraan rakyat. Jakarta. Direktoratstatistik. Hasim & Relawati . Perbedaan Efektivitas Antara Kompres Jahe Merah Dan Kompres Air Hangat Untuk Menurunkan Skala Nyeri Pada Lansia. Vol. No. Hidayat . Kebutuhan Dasar Manusia . EGC: Jakarta Hidayat . Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Health Books Publishing: Surabaya. Kawiyana . Osteoporosis Pathogenesis Diagnosis Dan Penanganan Terkini. Jurnal Penyakit Dalam, 10 : 157-170. Kurnia. Dewi . Osteoarthritis Diagnosis. Penanganandanperawatan Di Rumah. Fitramaya. Jogjakarta. Nyoman. Nastiti & Dewa . Pengaruh Kombinasi Ekstrak Temulawak. Jahe. Kedelai. Dan Kulit Udang Terhadap Fungsi Hati Dan Ginjal Dibandingkan Dengan Natrium Diclofenac Pada Penderita Osteoarthritis. Vol. Nugroho. W . Keperawatan Gerontik Dan Geriatrik. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Prihandhani, sherlyna . Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Parutan Jahe Terhadap Nyeri Pada Lansia Dengan Osteoarthritis. Vol 1 Putri . Khasiat Dan Manfaat Jahe Merah. PT Sindur Press : Yogyakarta. Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. Tahun Coresponding author: Istianah Email coresponing autor. istianah85mataram@gmail. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram. Vol 10 NO 2. Juli 2020 P-ISSN : 1978-8940