Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Inklusi Keuangan Dan Literasi Keuangan Terhadap Kinerja Dan Keberlangsungan Umkm Di Kota Denpasar Ida Ayu Agung Idawatia*. I Gede Surya Pratamab a,b Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Warmadewa *Corresponding author e-mail: dayuagung84@gmail. ABSTRACT Micro. Small and Medium Enterprises (MSME. are creative industries that tend to have a short-term orientation in their business decision making. The long-term performance of MSMEs engaged in the creative industry tends to be stagnant and not well directed. Generally. MSME players do not have organized information about financial conditions, market share, competition dynamics and management track records. Bali is one of the provinces with a large number of MSMEs and has the potential to improve the Indonesian economy. This study was conducted to analyze the effect of financial inclusion and financial literacy on the performance and sustainability of the MSME sector in Denpasar City. This research is a quantitative research with financial inclusion and financial literacy as independent variables and performance and sustainability as dependent variables. Data collection using questionnaires that are distributed directly to the object of research. The sample in this study was 100 MSMEs. Data analysis techniques use structural equation models based on partial least square. The results of this study show that the variables of financial inclusion and financial literacy partially have a positive and significant effect on the performance of MSMEs. Financial inclusion variables have a positive and significant effect on the sustainability of MSMEs, while financial literacy variables do not affect the sustainability of MSMEs in Denpasar City. Keywords : Financial Inclusion. Financial Literacy. MSMEs. Performance. Sustainability ABSTRAK Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan industri kreatif yang cenderung memiliki orientasi jangka pendek dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Kinerja jangka panjang UMKM yang bergerak pada industri kreatif cenderung stagnan dan tidak terarah dengan baik. Umumnya pelaku UMKM tidak memiliki informasi yang terorganisir tentang kondisi keuangan, pangsa pasar, dinamika kompetisi dan jejak rekam manajemen. Bali merupakan salah satu provinsi dengan jumlah UMKM yang cukup banyak dan memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan dan literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan sektor UMKM yang terdapat di Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan inklusi keuangan dan literasi keuangan sebagai variable independen serta kinerja dan keberlangsungan sebagai variable dependen. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar langsung kepada objek penelitian. Sampel pada penelitian ini adalah 100 UMKM. Teknik analisis data menggunakan model persamaan structural berbasis partial least square. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel inklusi keuangan dan literasi keuangan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Variabel inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlangsungan UMKM sedangkan variabel literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan UMKM di Kota Denpasar. Kata kunci : Inklusi Keuangan. Keberlangsungan. Kinerja. Literasi Keuangan. UMKM PENDAHULUAN Pertumbuhan ekonomi suatu negara selalu menjadi perhatian utama bagi pemerintahan negara yang bersangkutan. Suatu kewajiban untuk terus memantau pertumbuhan ekonomi karena pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan suatu indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 3 tahun terakhir ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Perekonomian Indonesia tahun 2019 sebesar 5,02 Tahun 2020 perekonomian Indonesia mengalami penurunan sebesar 2,07 persen. Hal ini disebabkan karena badai pandemic Covid-19 yang mempengaruhi perekonomian dunia. Namun demikian, tahun 2021 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 3,70 persen dan tahun 2022 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,31 persen Terlihat bahwa perekonomian nasional terus menunjukkan Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 resiliensi dan beranjak pulih dengan cepat dan tetap kuat. Ekonomi Indonesia tumbuh impresif, menjadi salah satu yang terbaik diantara sepuluh negara G20 lainnya. Indonesia berada si peringkat kedua dengan angka 5,72% YoY. Arah Pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh berbagai sektor. Salah satu sektor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia adalah sektor Usaha Mikro Kecil Menengah yang biasa disebut UMKM. UMKM pada umumnya berbasis pada sumber daya ekonomi lokal dan tidak bergantung pada impor, serta hasilnya dapat diekspor karena Oleh karena itu, pengembangan UMKM diyakini dapat memperkuat perkembangan ekonomi nasional (Setyawati, 2. Peranan UMKM sejak krisis moneter 1998 dapat dikatakan sebagai penyelamat dalam proses pemulihan perekonomian nasional, baik dalam hal mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan juga dalam hal penyerapan tenaga kerja (Ningsih, 2. UMKM merupakan sumber mata pencaharian bagi orang banyak dan mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang berpendidikan dan berketerampilan rendah serta mampu mengurangi kemiskinan (Agyapong, 2. Sampai saat ini pun. UMKM dianggap sebagai cara yang efektif dalam menaikkan tingkat perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM di Indonesia hingga saat ini mencapai 64 juta unit usaha. Angka tersebut mencapai 99,9 persen dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia. Peran UMKM sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) adalah sebesar 60,5 persen dan terhadap penyerapan tenaga kerja adalah 96,9 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional. UMKM merupakan industri kreatif yang cenderung memiliki orientasi jangka pendek dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Hal ini terlihat dari tidak adanya konsep inovasi yang berkelanjutan dan aktivitas inti bisnis yang tidak konsisten (Hilmawati & Kusumaningtias, 2. Pada akhirnya kinerja jangka panjang UMKM yang bergerak pada industri kreatif cenderung stagnan dan tidak terarah dengan baik (Manurung & Barlian, 2. Demi meningkatkan kinerja dan keberlangsungan UMKM untuk jangka panjang, diperlukan pembentukan upaya-upaya strategis, seperti: memperkaya pengetahuan pelaku UMKM tentang pengelolaan keuangan dan (Oduntan, 2. mengemukakan kelemahan UKM adalah: . Ketidakmampuan akses Keuangan, . ketersediaan Infrastruktur yang tidak memadai, . Ketiadaan informasi, . Keterampilan Wirausaha yang Rendah, . Buruknya implementasi kebijakan. Dibutuhkan pengetahuan yang cukup untuk mengakses layanan keuangan (Bongomin. Ntayi. Mpeera. Munene, & Nkote Nabeta, 2. , karena pemilik usaha . akan menganalisa kelebihan dan kekurangan terlebih dulu sebelum memutuskan mengambil pembiayaan (DeliN. KurtoviN, . Peterka. Cini. Pfeifer, 2. Namun jika tidak tersedia akses layanan keuangan, maka hal tersebut akan menjadi sia-sia belaka. Pada umumnya, hal tersebut terjadi karena rendahnya tingkat literasi keuangan dan kurangnya kepercayaan pada lembaga keuangan (Ibadoghlu, 2. Bali merupakan salah satu provinsi yang memiliki jumlah UMKM yang cukup banyak. Hingga tahun 2022 jumlah UMKM di Bali Per Mei tahun 2022 tercatat sebesar 440. 069 unit. Jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 28. 344 UMKM atau sekitar 6,4 persen jika dibandingkan tahun 2021 yang jumlahnya sebesar 412. 265 UMKM. UMKM yang mendominasi adalah industri kerajinan, kuliner dan busana. Apabila dilihat dari daerah yang menonjol akibat adanya UMKM ini, salah satunya adalah kota Denpasar. Total UMKM yang ada di Kota Denpasar hingga Desember tahun 2022 tercatat sebanyak 126. 274 UMKM. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 120,00% 100,00% 80,00% 60,00% 40,00% 20,00% 0,00% Sumatera Utara Riau Kalimantan Timur Kalimantan Utara Inklusi Keuangan Bangka Belitung DKI Jakarta NTB BALI Literasi Keuangan Gambar 1. Perbandingan Indeks Inklusi dan literasi Keuangan Provinsi Bali Tahun 2013-2022 Berdasarkan gambar di atas, indeks inklusi keuangan Provinsi Bali berada di angka 92,21 Angka ini terbilang cukup tinggi namun masih berada di bawah provinsi lain, seperti Sumatera Utara. Kalimantan Timur dan DKI Jakarta. Tingkat literasi keuangan Provinsi Bali adalah sebesar 57,66 persen. Angka ini berada di bawah provinsi Riau. Kalimantan Utara. NTB dan Bangka Belitung. Pemahaman serta pengetahuan mengenai inklusi dan literasi keuangan sangat penting dimiliki oleh pelaku UMKM. Hal tersebut dikarenakan inklusi dan literasi keuangan berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan yang akan memberikan dampak terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM (Desiyanti, 2. Oleh karena itu. UMKM memerlukan upaya-upaya strategis untuk mencapai kinerja yang unggul dan bisnis yang berkelanjutan. Berdasarkan rilis otoritas jasa keuangan, inklusi keuangan untuk lembaga pembiayaan meningkat namun tidak signifikan. Pada survei tahun 2013, inklusi keuangan untuk lembaga pembiayaan sebesar 6. 33%, sedangkan di tahun 2016 meningkat menjadi 11. 85% (OJK, 2016. Ini mengindikasikan masih rendahnya akses keuangan masyarakat pada lembaga pembiayaan. Sejalan dengan literasi keuangan yang masih rendah, maka hal ini perlu mendapatkan perhatian. Ketersediaan modal usaha merupakan dasar dan menjadi penentu bagi langkah perusahaan. Bagi perusahaan yang berskala kecil, modal memang tidak terlalu banyak dibutuhkan, namun lain halnya dengan perusahaan yang besar. Perusahaan besar akan membutuhkan banyak modal dari internal maupun eksternal perusahaan karena banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar kewajiban-kewajiban perusahaan. Kondisi ini . juga dirasakan oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) membutuhkan bantuan pembiayaan untuk dua tujuan dasar, yaitu: . pembiayaan siklus produksi. pengeluaran modal dalam pengembangan bisnis saat ini, menciptakan yang baru, atau hanya berfokus pada pemeliharaan (World Bank, 2. Sebagian besar UKM mengandalkan pembiayaan internal atau kredit jangka pendek dari pemasok, dan beberapa produk keuangan khusus (World, n. Menurut (Prisca, 2. literasi keuangan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja usaha kecil dan menengah. Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh (Eresia-Eke & Raath, 2. yaitu literasi keuangan pemilik pada UMKM di Provisi Gauteng. Afrika Selatan, tidak berhubungan dengan kinerja dan pertumbuhan UMKM. Penelitian oleh (Sanistasya et al. , 2. mengatakan bahwa literasi keuangan dan inklusi keuangan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja usaha kecil. Namun hasil tersebut berbanding terbalik dengan hasil penelitian oleh (Dermawan, 2. yang menjelaskan bahwa inklusi keuangan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Berdasarkan permasalahan di atas, tujuan penelitian ini adalah: Menganalisis pengaruh inklusi keuangan terhadap kinerja bisnis UMKM. Menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja bisnis UMKM. Menganalisis pengaruh inklusi keuangan terhadap keberlangsungan UMKM. Menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap keberlangsungan UMKM. KAJIAN PUSTAKA Teori RBV (Resource Based Vie. Gagasan utama dalam teori RBV menyebutkan bahwa suatu perusahaan bisa mencapai suatu keunggulan kinerja dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan apabila memperoleh sumber daya yang bernilai, memiliki kemampuan berharga yang tidak ada substansinya dan tidak dapat ditiru, serta perusahaan harus memiliki kemampuan dalam menyerap dan menerapkannya (Barney, 1. Resource Based View Theory ini mengemukakan bahwa sumber daya berwujud maupun sumber daya yang tak berwujud dalam perusahaan maupun organisasi dapat mendorong suatu perusahaan maupun organisasi dalam menyusun strategi guna mewujudkan keunggulan bersaing (Sari, 2. Teori RBV dalam penelitian ini menjadi dasar yang menjelaskan bahwa inklusi keuangan dan literasi keuangan yang merupakan sumber daya internal perusahaan memiliki suatu nilai dan potensi dalam mendukung berjalannya suatu bisnis untuk mencapai suatu keunggulan bersaing dan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan. Inklusi Keuangan Inklusi Keuangan merupakan kajian yang menyeluruh guna menghilangkan berbagai macam hambatan terkait penggunaan dan pemanfaatan layanan jasa lembaga keuangan oleh masyarakat (Yanti, 2. Selain itu. Strategi Nasional Keuangan Inklusif Bank Indonesia (SNKI) mendefinisikan inklusi keuangan sebagai hak bagi setiap individu dalam mengakses dan mendapatkan layanan maksimal dari lembaga keuangan secara informatif dan tepat waktu, dengan biaya terjangkau, serta tetap memperhatikan kenyamanan dan hormat terhadap harkat dan Penelitian ini menggunakan indicator dimensi akses, dimensi kualitas, dan dimensi penggunaan untuk mengukur inklusi keuangan. Literasi Keuangan Literasi keuangan merupakan suatu kesatuan dari sebuah intuisi, kemampuan, pengetahuan, sika, serta tindakan yang dibutuhkan dalam mengambil keputusan terkait keuangan sehingga dicapai suatu kesejahteraan finansial seorang individu (OECD, 2. Selain itu. Otoritas Jasa Keuangan mengartikan literasi keuangan sebagai bentuk peningkatan kualitas dalam mengambil keputusan serta mengelola keuangan untuk mencapai kesejahteraan menggunakan suatu pengetahuan, keterampilan, serta keyakinan yang yang diterapkan dalam sikap dan perilaku The Association of Chartered Certified Accountants menyebutkan bahwa komponen literasi keuangan yakni termasuk didalamnya wawasan tentang konsep dari keuangan, pemahaman mengenai komunikasi tentang suatu konsep keuangan, kemampuan pengelolaan keuangan baik pribadi maupun dalam suatu perusahaan, serta kecakapan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan keuangan dalam setiap situasi (Aribawa, 2. Kinerja UMKM Kinerja UMKM dianalisis menggunakan konsep balance scorecard dalam mengukur suatu tingkat kinerja usaha mikro kecil menengah, baik dalam hal kinerja keuangan maupun non Kinerja tersebut diukur menggunakan pendekatan non cost performance measures yang mana pengukuran kinerja dilakukan menggunakan persepsi (Kaplan & Norton, 2. Perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pengetahuan dan pertumbuhan merupakan perspektif yang akan digunakan dalam mengukur kinerja. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Keberlangsungan UMKM Keberlanjutan usaha . usiness sustainabilit. suatu UMKM dapat diketahui dengan melihat tingkat keberhasilan suatu bisnis dalam melakukan inovasi, mewujudkan kesejahteraan karyawan dan pelanggan, dan mengenai return on equity bisnisnya. Hal ini akan menunjukkan bagaimana perusahaan memiliki peluang untuk berkembang dan mampu berinovasi secara berkelanjutan (Hudson et al. , 2. Indikator yang digunakan dalam mengukur keberhasilan UMKM diantaranya pertumbuhan keuangan, pertumbuhan strategi, pertumbuhan struktural, dan pertumbuhan organisasional (Wickham, 2. PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pengaruh Inklusi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM Inklusi keuangan dibutuhkan para pelaku UMKM untuk mendapatkan kemudahan dalam setiap proses bisnisnya. Salah satu faktor pendukung suatu bisnis adalah permodalan. (Istiyana. Hasiah. Irmawati, 2. menyebutkan bahwa masalah yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM yakni terkait permodalan dan proses pemasaran. Permasalah tersebut dapat diatasi dengan cara mempermudah akses terhadap layanan keuangan. Kemudahan akses terhadap layanan lembaga keuangan akan mempermudah masyarakat dan para pelaku bisnis dalam mendapatkan permodalan untuk menjalankan setiap proses bisnisnya (Alimi, 2. Penelitian oleh (Yanti, 2. menunjukkan bahwa apabila inklusi keuangan ditingkatkan, maka inklusi keuangan akan mampu memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan suatu bisnis. Selain itu, (Sanistasya et al. , 2. juga menyebutkan bahwa inklusi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis usaha kecil. H1: Inklusi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja bisnis UMKM Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM Literasi keuangan diperlukan para pelaku UMKM terlebih dalam proses penyusunan laporan keuangan bisnisnya. Seorang pemilik usaha membutuhkan suatu pengetahuan keuangan untuk mempermudah dalam melakukan pengontrolan keuangan sehingga kinerja usaha akan bisa lebih optimal (Dahmen & Rodryguez, 2. Menurut (Dienillah & Anggraeni, 2. Literasi keuangan secara langsung memiliki pengaruh terhadap pola pikir seseorang yang selanjutnya akan mempengaruhi cara seseorang dalam mengambil keputusan terkait keuangan dan cara Penelitian oleh (Rahayu & Musdholifah, 2. mengatakan bahwa kinerja UMKM akan meningkat seiring dengan peningkatan literasi keuangan yang dimiliki pelakunya. Tingkat literasi yang tinggi/baik membuat para pelaku bisnis lebih berhati-hati dalam operasionalnya dan lebih mudah dalam melakukan pengelolaan sehingga kinerja usaha dapat (Aribawa, 2. juga mengatakan bahwa keputusan yang yang diambil para pelaku UMKM terkait keuangan harus disertai dengan literasi keuangan yang baik. Suatu usaha akan berkembang ke arah yang lebih baik dari waktu ke waktu dengan pengambilan keputusan yang H2: Literasi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja bisnis UMKM Pengaruh Inklusi Keuangan Terhadap Keberlangsungan UMKM Keberlanjutan usaha . usiness sustainabilit. suatu UMKM dapat diketahui dengan melihat tingkat keberhasilan suatu bisnis dalam melakukan inovasi, mewujudkan kesejahteraan karyawan dan pelanggan, dan mengenai return on equity bisnisnya. Hal ini akan menunjukkan bagaimana perusahaan memiliki peluang untuk berkembang dan mampu berinovasi secara berkelanjutan (Hudson et al. , 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemudahan akses keuangan memiliki pengaruh dan berperan penting dalan proses pertumbuhan UMKM secara keberlanjutan. (Beck. , & Demirguc-kunt, 2. mengatakan bahwa inklusi keuangan memungkinkan para pelaku UMKM mengembangkan usaha dan menerapkan investasi yang lebih produktif. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 memanfaatkan teknologi terbaru yang akan meningkatkan daya saing dan menciptakan inovasi. Selain itu, dalam penelitian (Davidsson, 2. juga menyebutkan bahwa suatu organisasi yang tidak memiliki cukup akses terhadap layanan lembaga keuangan mamiiki peluang yang cukup besar untuk mengalami kemerosotan kinerja. H3: Inklusi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap keberlangsungan UMKM Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Keberlangsungan UMKM (Hudson et al. , 2. menyebutkan bahwa keberlangsungan usaha . usiness sustainabilit. dapat diketahui dari tingkat keberhasilan suatu usaha dalam memanfaatkan peluang untuk melakukan inovasi, mewujudkan kesejahteraan para karyawan dan pelanggannya, serta keberhasilan mencapai BEP dalam usahanya. Hal tersebut akan menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan memiliki peluang untuk dapat berkembang secara berkelanjutan. Literasi keuangan yang baik akan mempermudah para pelaku bisnis dalam proses pengambilan keputusan yang tepat di berbagai situasi. (Bayrakdaro. , & Botan, 2. dalam penelitiannya yang membahas kemampuan manajer untuk menggunakan instrument pasar keuangan dalam UMKM di Turki mengatakan bahwa tingkat literasi keuangan manajer meningkat dengan pelatihan keuangan. Partisipasi yang lebih besar ditunjukkan oleh para pelaku usaha dengan tingkat literasi keuangan yang tinggi. Mereka memiliki andil besar di pasar keuangan karena mampu mengurangi kendala informasi yang ada. H4: Literasi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap keberlangsungan UMKM METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan pada Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Denpasar karena kota Denpasar sebagai pusat kota dan kota metropolitan di Bali. Selama Pandemi berlangsung, penurunan jumlah UMKM di Kota Denpasar tidak terlalu signifikan. Sampel penelitian ini berjumlah 100 responden yang akan disebar secara acak pada UMKM di Kota Denpasar. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner penelitian mencakup beberapa pertanyaan mengenai variable-variabel inklusi keuangan, literasi keuangan, kinerja dan keberlangsungan UMKM. Skala pengukuran variable menggunakan skala likert 5 poin. Adapun makna 5 skala likert adalah . sangat tidak setuju, . tidak setuju, . netral, . setuju, . sangat setuju. Penelitian ini menggunaakan metode analisis data model persamaan structural berbasis partial least square (PLS). Software Smart PLS 3. digunakan untuk membantu menganalisis hubungan antar variabel. Model Penelitian Gambar 2. Model Penelitian Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir dan jenis UMKM. Berikut adalah hasil rekapan data kuesioner mengenai karakteristik Tabel 1. Karakteristik Responden No Variabel Klasifikasi Jumlah . Jenis Kelamin Laki-laki Jumlah Usia . <30 >50 Jumlah Pendidikan Terakhir SMP SMA/Sederajat Diploma Sarjana Jumlah Jenis UMKM Industri kerajinan 30 Jumlah Persentase Sumber: Data primer diolah . Berdasarkan hasil di atas, dapat dilihat bahwa pemilik UMKM berjenis kelamin laki-laki mendominasi di kota Denpasar dengan jumlah persentase 77% . dibandingkan pemilik UMKM yang berjenis kelamin perempuan hanya sebesar 23 % . Usia pemilik UMKM rata-rata usia produktif yaitu dari usia 30 hingga 50 tahun. Sekitar 87 orang atau 87% pemilik UMKM berada di kisaran usia ini. Pendidikan terakhir pemilik UMKM didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Atas atau sederajat, yaitu sebanyak 65 orang atau sekitar 65%. Terdapat tiga sektor UMKM yang menjadi sampel dalam penelitian ini, yaitu sektor industri kerajinan, kuliner dan busana. Kuesioner disebar secara acak kepada tiga sektor ini. Pengukuran Model (Outer Mode. Model pengukuran . uter mode. digunakan untuk menguji validitas konstruk dan reliabilitas Berikut ini adalah hasil skema model program PLS yang diujikan: Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Gambar 3. Outer Model Convergent Validity Untuk menguji convergent validity digunakan nilai outer loading atau loading factor. Suatu indikator dinyatakan memenuhi convergent validity dalam kategori baik apabila nilai outer loading > 0,7. Berikut adalah nilai outer loading dari masing-masing indikator pada variabel penelitian: Tabel 2. Outer Loading Variabel Inklusi Keuangan (X. Literasi Keuangan (X. Indikator X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Outer Loading Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 X2. X2. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Kinerja UMKM (Y. Keberlangsungan UMKM (Y. Sumber: Hasil Olah data SmartPls 3, 2023 Berdasarkan tabel 2 data diatas, diketahui bahwa masing-masing indikator variabel penelitian banyak yang memiliki nilai outer loading > 0,7. Namun, masih terdapat indikator yang memiliki nilai outer loading, yaitu indikator penurunan pariwisata (Y2. 7 = 0. Menurut Chin seperti yang dikutip oleh Imam Ghozali, nilai outer loading antara 0,5 Ae 0,6 sudah dianggap cukup untuk memenuhi syarat convergent validity (Ghozali, 2. Data diatas menunjukkan tidak ada indikator variabel yang nilai outer loading-nya di bawah 0,5, sehingga semua indikator dinyatakan layak atau valid untuk digunakan dalam penelitian dan dapat dianalisis lebih lanjut. Discriminat Validity Uji discriminant validity menggunakan nilai cross loading. Suatu indikator dinyatakan memenuhi discriminant validity apabila nilai cross loading indikator pada variabelnya adalah yang terbesar dibandingkan pada variabel lainnya (Ghozali, 2. Tabel 3. Cross Loading Indikator X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. Inklusi Keuangan (X. Variabel Literasi Keuangan (X. Kinerja UMKM (Y. Keberlangsungan (Y. UMKM Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Sumber: Hasil Olah data SmartPls 3, 2023 Berdasarkan tabel 3 di atas, dapat diketahui bahwa masing-masing indikator pada variabel penelitian memiliki nilai cross loading terbesar pada variabel yang dibentuknya dibandingkan dengan nilai cross loading pada variabel lainnya. Selain melalui nilai cross loading, discriminant validity juga dapat diketahui melalui metode lainnya, yaitu dengan melihat nilai average variant extracted (AVE) untuk masing-masing indikator yang dipersyaratkan nilainya harus > 0,5 untuk model yang baik (Ghozali, 2. Tabel 4. Average Variant Extracted (AVE) Variabel Inklusi Keuangan (X. AVE Literasi Keuangan (X. Kinerja UMKM (Y. Keberlangsungan UMKM (Y. Sumber: Hasil Olah data SmartPls 3, 2023 Berdasarkan tabel 4 di atas, dapat diketahui bahwa nilai AVE variabel inklusi keuangan (X. , literasi keuangan (X. , kinerja UMKM (Y. dan keberlangsungan UMKM (Y. > 0,5. Hasil ini menyatakan bahwa setiap variabel telah memiliki discriminant validity yang baik. Composite Reliability Composite Reliability merupakan bagian yang digunakan untuk menguji nilai reliabilitas indikator-indikator pada suatu variabel. Suatu variabel dapat dinyatakan memnuhi composite reliability apabila memiliki nilai composite reliability > 0,6. Berikut ini adalah nilai composite reliability dari masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini: Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Tabel 5. Composite Reliability Variabel Inklusi Keuangan (X. Literasi Keuangan (X. Kinerja UMKM (Y. Keberlangsungan UMKM (Y. Composite Reliability Sumber: Hasil Olah data SmartPls 3, 2023 Berdasarkan data tabel 5 di atas, dapat diketahui bahwa nilai composite reliability semua variabel penelitian > 0,6. Hasil ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel telah memenuhi composite reliability sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Cronbach Alpha Uji reliabilitas dengan composite reliability dapat diperkuat dengan menggunakan nilai cronbach alpha. Suatu variabel dapat dinyatakan reliabel atau memenuhi cronbach alpha apabila memiliki nilai cronbach alpha > 0. Berikut adalah nilai cronbach alpha dari masing-masing Tabel 6. CronbachAos Alpha Variabel Inklusi Keuangan (X. Literasi Keuangan (X. Kinerja UMKM (Y. Keberlangsungan UMKM (Y. CronbachAos Alpha Sumber: Hasil Olah data SmartPls 3, 2023 Berdasarkan data tabel 6 di atas, dapat diketahui bahwa nilai cronbach alpha dari masingmasing variabel penelitian > 0,7. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masing-masing variabel penelitian telah memenuhi persyaratan nilai cronbach alpha, sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Pengujian Model Struktural (Inner Mode. Model struktural dalam PLS dievaluasi dengan menggunakan R2 untuk variabel dependen dan nilai koefisien path untuk variabel independen yang kemudian dinilai signifikansi berdasarkan nilai t-statistic setiap path. Adapun model struktural penelitian ini dapat dilihat pada gambar Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Gambar 3. Inner Model Uji Path Coefficient Evaluasi path coefficient digunakan untuk menunjukkan seberapa kuat efek atau pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Sedangkan coefficient determination (R-Squar. digunakan untuk mengukur seberapa banyak variabel endogen dipengaruhi oleh variabel lainnya. Chin menyebutkan hasil R2 sebesar 0,67 ke atas untuk variabel laten endogen dalam model struktural mengindikasikan pengaruh variabel eksogen . ang mempengaruh. terhadap variabel endogen . ang dipengaruh. termasuk dalam kategori baik. Sedangkan, jika hasilnya sebesar 0,33 Ae 0,67 maka termasuk kategori sedang, dan jika hasilnya sebesar 0,19 Ae 0,33 maka termasuk dalam kategori lemah (Ghozali, 2. Berikut tabel hasil path coefficient yang diperoleh dari output SmartPLS: Tabel 7. Path Coefficients Ie Original Sample Estimate Mean of Sub Standard TDeviatio Statistic Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Ie Sumber: Hasil Olah data SmartPls 3, 2023 Berdasarkan data tabel 7 di atas, dapat diketahui bahwa nilai path coefficient pengaruh inklusi keuangan terhadap kinerja UMKM sebesar 4. 352, sedangkan nilai path coefficient pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM sebesar 4. Nilai path coefficient untuk pengaruh inklusi keuangan terhadap keberlangsungan UMKM adalah sebesar 2. 369 sedangkan nilai path coefficient untuk pengaruh literasi keuangan terhadap keberlangsungan UMKM adalah Hasil tersebut menunjukkan bahwa keseluruhan variabel dalam model ini memiliki nilai path coefficient dengan angka yang positif. Semakin besar nilai path coefficient pada satu variabel independen terhadap variabel dependen, maka semakin kuat pula pengaruh antar variabel independen terhadap variabel dependen tersebut. Uji Kebaikan Model (Goodness of Fi. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakan program smartPLS 3. 0, diperoleh nilai R-Square sebagai berikut: Tabel 8. Nilai R-Square Variabel Nilai R-Square Kinerja UMKM (Y. Keberlangsungan UMKM (Y. Sumber: Hasil Olah data SmartPls 3, 2023 Berdasarkan data tabel 8 dapat diketahui bahwa nilai R-Square untuk variabel kinerja UMKM adalah sebesar 0. Perolehan nilai tersebut menjelaskan bahwa presentase besarnya kinerja UMKM dapat dijelaskan oleh inklusi keuangan dan literasi keuangan sebesar 54. 2 persen. Untuk nilai R-Square yang diperoleh variabel keberlangsungan UMKM adalah sebesar 0. Perolehan nilai tersebut menjelaskan bahwa presentase keberlangsungan UMKM dapat dijelaskan oleh inklusi keuangan dan literasi keuangan sebesar 15. 1 persen. Penilaian goodness of fit diketahui dari nilai Q-Square. Nilai Q-Square memiliki arti yang sama dengan coefficient determinasi (R-Squar. pada analisis regresi, dimana semakin tinggi QSquare, maka model dapat dikatakan semakin baik atau semakin fit dengan data. Adapun hasil perhitungan nilai Q-Square adalah sebagai berikut: Q-Square = 1 Ae [. Ae R. Ae R. ] = 1 Ae [. Ae 0,. Ae 0,. ] = 1 Ae . ,458 x 0,. = 1 Ae 0,389 = 0,611 Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diperoleh nilai Q-Square sebesar 0,611. Hal ini menunjukkan besarnya keragaman dari data penelitian yang dijelaskan oleh model penelitian adalah sebesar 61,1 persen. Sedangkan sisanya sebesar 38,9 persen dijelaskan oleh faktor lain yang berada di luar model penelitian ini. Hasil tersebut menyatakan bahwa model penelitian ini telah memiliki goodness of fit yang baik. Pengujian Hipotesis Uji hipotesis pada penelitian ini dilakukan dengan melihat hasil nilai T-Statistic dan nilai P-Values. Hipotesis penelitian dapat dinyatakan diterima apabila nilai P-Values < 0,05 (Yamin. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Sofyan dan Kurniawan, 2. Berikut ini adalah hasil uji hipotesis yang diperoleh dalam penelitian ini melalui inner model: Tabel 9. T-Statistic dan P-Values Hipotesis Pengaruh TStatistic PValues Hasil Inklusi Keuangan Ie Kinerja UMKM Diterima Literasi Keuangan Ie Kinerja UMKM Diterima Inklusi Keuangan Ie Keberlangsungan 2. UMKM Diterima Literasi Keuangan Ie Keberlangsungan 0. UMKM Tidak Diterima Sumber: Hasil Olah data SmartPls 3, 2023 Berdasarkan data tabel 9 di atas, dapat diketahui bahwa dari empat hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini, tiga hipotesis, yaitu hipotesis 1, 2 dan 3 dapat diterima karena masing-masing pengaruh yang ditunjukkan memiliki nilai P-Values < 0,05. Sehingga dapat dinyatakan variabel independent inklusi keuangan dan literasi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen Kinerja UMKM dan variable independen inklusi keuangan berpengaruh signifikan terhadap keberlangsungan UMKM). Namun, hipotesis keempat, yaitu literasi keuangan berpengaruh terhadap keberlangsungan UMKM tidak dapat diterima. Nilai t-statistic hipotesis pertama yaitu pengaruh inklusi keuangan terhadap kinerja UMKM adalah sebesar 4. 352, nilai t-statistic untuk hipotesis kedua, yaitu pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM adalah sebesar 4. Nilai t-statistic hipotesis ketiga yaitu pengaruh inklusi keuangan terhadap keberlangsungan UMKM adalah sebesar 2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketiga hipotesis dapat diterima karena nilai t-statistic masing-masing variabel > 1,96 . -tabe. Sedangkan nilai t-statistic hipotesis keempat yaitu pengaruh inklusi keuangan terhadap keberlangsungan UMKM adalah sebesar 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis keempat tidak dapat diterima karena nilai t-statistic sebesar 0. 717 < 1,96 . -tabe. Pengaruh Inklusi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai P-Values yang membentuk pengaruh inklusi keuangan terhadap kinerja UMKM adalah sebesar 0,000 dan nilai T-statistic yang positif . Hasil ini menunjukkan bahwa variabel inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Berarti, semakin baik inklusi keuangan akan meningkatkan kinerja UMKM di Kota Denpasar, demikian pula sebaliknya. Semakin rendah inklusi keuangan maka kinerja UMKM di Kota Denpasar pun akan semakin menurun. Hal ini dikarenakan inklusi keuangan merupakan salah satu factor penunjang UMKM dalam aspek penambahan modal. Modal menjadi aspek penting bagi pertumbuhan dan pengembangan usaha, khususnya UMKM. Oleh karena itu, meningkatnya inklusi keuangan akan memberikan dampak baik bagi kinerja UMKM di Kota Denpasar. Penelitian ini didukung oleh beberapa penelitian terdahulu yaitu penelitian dari (Sanistasya et al. , 2. yang menyatakan bahwa variable inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap usaha kecil di Kalimantan Timur. Hasil yang serupa ditunjukkan oleh penelitian dari (Nindy Febriana dan Muhammad Sulhan, 2. dan (Saputro et al. , 2. yang menunjukkan bahwa variable inklusi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap kinerja UMKM Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai P-Values yang membentuk pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM adalah sebesar 0,000 dan nilai T-statistic yang positif . Hasil ini menunjukkan bahwa variabel literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Berarti, semakin tinggi tingkat literasi keuangan yang dimiliki oleh para pelaku UMKM, maka semakin meningkat pula kinerja UMKM tersebut. Keberhasilan ataupun kegagalan suatu usaha tentu merupakan hasil dari kemampuan dan keterampilan pelaku usaha dalam melakukan proses kewirausahaan. Pengelolaan keuangan merupakan salah satu aspek yang penting dalam menunjang kinerja dan perkembangan usaha. Sehingga, hal ini perlu menjadi perhatian bagi pelaku usaha, khususnya UMKM di Kota Denpasar. Para pelaku UMKM perlu memperhatikan, mengkaji pengetahuan sumber daya manusia (SDM) yang terkait dalam pengelolaan keuangan usahanya. SDM dengan kemampuan literasi keuangan yang baik akan melakukan pengelolaan keuangan dengan optimal guna menunjang peningkatan kinerja usahanya. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian terdahulu dari (Jumady et al. , 2. yang menyatakan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja usaha kecil di Kota Makassar. Beberapa penelitian lain menunjukkan hasil yang sama adalah penelitian dari (Lubis, 2. dan (Muhamad Lutfi Ramdhani et al. , 2. yang menyatakan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Pengaruh Inklusi Keuangan Terhadap Keberlangsungan UMKM Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai P-Values yang membentuk pengaruh inklusi keuangan terhadap keberlangsungan UMKM adalah sebesar 0,018 dan nilai T-statistic yang positif . Hasil ini menunjukkan bahwa variabel inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlangsungan UMKM. Berarti, semakin baik tingkat inklusi keuangan pelaku UMKM akan memberikan dampak yang semakin baik terhadap keberlangsungan UMKM. Para pelaku UMKM yang kekurangan permodalan melakukan upaya untuk mendapatkan bantuan permodalan dari berbagai pihak dan mengupayakan restrukturisasi pinjaman di Lembaga perbankan, sehingga UMKM bisa terus melanjutkan usahanya karena upaya tersebut. Tingkat inklusi keuangan yang baik pada para pelaku UMKM membuat keputusan pengelolaan keuangan menjadi semakin efisien. Penelitian ini mengonfirmasi penelitian terdahulu, yakni penelitian (Permata Sari et al. yang menyatakan bahwa variable inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlangsungan usaha UMKM. Penelitian Ae penelitian lain yang memberkan hasil serupa adalah penelitian (Maulana et al. , 2. dan (Kusuma et al. , 2. yang menunjukkan hasil bahwa inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlangsungan usaha UMKM. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Keberlangsungan UMKM Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai P-Values yang membentuk pengaruh literasi keuangan terhadap keberlangsungan UMKM adalah sebesar 0,473 dan nilai T-statistic yang positif . Hasil ini menunjukkan bahwa variabel literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap keberlangsungan UMKM. Berarti, literasi keuangan bukanlah factor utama yang memengaruhi keberlangsungan UMKM di Kota Denpasar. Banyaknya jumlah UMKM di Kota Denpasar menimbulkan persaingan yang kompetitif. Oleh karenanya, para pelaku UMKM dituntut untuk memiliki pengetahuan akan pengelolaan keuangan yang baik guna keberlangsungan usahanya. Para pelaku UMKM di Kota Denpasar harus secara cermat dan tanggap dalam melihat peluang dan pengambilan keputusan berkaitan dengan Hasil ini mengindikasikan bahwa, para pelaku UMKM di Kota Denpasar sebagian besar Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 belum cukup memahami tentang produk-produk keuangan, fitur serta risiko yang dihadapi. Selain itu, para pelaku UMKM di Kota Denpasar belum mampu menyikapi perkembangan dunia usaha untuk menjaga keberlangsungan usahanya. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian dari (Naufal & Purwanto, 2. , (Mila et al. , 2. dan (Kusuma et al. , 2. yang menyatakan bahwa variable literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap keberlanjutan UMKM. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi dan literasi keuangan secara parsial terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Kota Denpasar. Responden pada penelitian ini adalah 100 orang pemilik UMKM di bidang industry kerajinan, fashion dan kuliner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel inklusi keuangan dan literasi keuangan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Variabel inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlangsungan UMKM sedangkan variabel literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan UMKM di Kota Denpasar. Penelitian ini memiliki keterbatasan, sehingga untuk peneliti selanjutnya bisa mengembangkan konsep penelitian terkait kinerja dan keberlangsungan UMKM. Wilayah Indonesia yang cukup luas memungkinkan peneliti selanjutnya untuk mengkaji tidak hanya pada satu wilayah saja terkait variabel lain yang memengaruhi kinerja dan keberlangsungan UMKM. DAFTAR PUSTAKA