Jurnal Manajemen. Bisnis & Akuntansi Vol. No. Oktober 2025. Hal 120-132 e-ISSN : 3089-3313 https://jurnal. com/index. php/wlb/index ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) DENGAN METODE ANALISIS COMMON-SIZE : STUDI KASUS PADA PT. GoTo GOJEK TOKOPEDIA Tbk Iyan Setiawan1. Ahmad Dani Arifin2. Annisa Nur Wahyuningsih3. Endang Widhowati Singgih4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Musamus, setiawan@gmail. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Musamus, arifinahmad2@gmail. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Musamus, ningsih@gmail. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Musamus, widhowati@gmail. Riwayat Artikel: Received: 2/10/2025 Revised: 16/10/2025 Accepted: 30/10/2025 Publlished: 30/10/2025 Abstract: Corresponding Author: Nama: Iyan Setiawan Email: setiawan@gmail. proportional evaluation of financial statement components to total This study aims to analyze changes in the company's financial structure after conducting an Initial Public Offering (IPO) using the common-size This assets or sales, thus facilitating comparisons between periods. The object of the study is PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, with financial statement data for the period 2022 to 2024. The results of the analysis show that after the IPO, there was a significant change in the asset structure, from the dominance of non-current assets to current assets, as well as an increase in the proportion of short- A 2025 The Authors. This open access article is distributed under a (CC-BY Licens. term liabilities. Although the company still recorded losses, the downward trend in the percentage of losses indicates an improvement in operational efficiency. These findings indicate that an IPO can encourage healthier financial restructuring, but further strategies are needed to achieve long-term profitability. Keywoards: Initial Public Offering (IPO), financial performance, common-size analysis, financial statement structure, operational efficiency. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan struktur keuangan perusahaan setelah melakukan Initial Public Offering (IPO) dengan menggunakan metode analisis common-size. Metode proporsional komponen laporan keuangan terhadap total aset atau penjualan, sehingga memudahkan perbandingan Vol. No. Oktober 2025 antar periode. Objek penelitian adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, dengan data laporan keuangan periode 2022 hingga 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa setelah IPO, terjadi perubahan signifikan pada struktur aset, dari dominasi aset tidak lancar menjadi aset lancar, serta peningkatan proporsi liabilitas jangka pendek. Meskipun perusahaan masih mencatatkan kerugian, tren penurunan persentase kerugian menunjukkan perbaikan efisiensi operasional. Temuan ini mengindikasikan bahwa IPO dapat mendorong restrukturisasi keuangan yang lebih sehat, namun diperlukan strategi lanjutan untuk mencapai profitabilitas jangka panjang. Kata kunci: Initial Public Offering (IPO), kinerja keuangan, analisis common-size, struktur laporan keuangan, efisiensi operasional. PENDAHULUAN Analisis common-size digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan IPO dengan cara mengubah nilai absolut dalam laporan keuangan menjadi persentase dari total penjualan atau total aset. Teknik ini memungkinkan perbandingan antar perusahaan atau antar periode tanpa terpengaruh oleh ukuran perusahaan. Common-size analysis membantu dalam mengidentifikasi tren pertumbuhan, efisiensi operasional, dan distribusi biaya secara proporsional (Wild. Subramanyam, & Halsey, 2. Dengan demikian, analisis ini sangat berguna untuk mengevaluasi posisi keuangan perusahaan yang baru melakukan penawaran saham perdana. Mengevaluasi Struktur Laporan Keuangan Perusahaan IPO Melalui Analisis Common-Size. Analisis common-size memungkinkan evaluasi struktur laporan keuangan dengan menyoroti proporsi masing-masing akun terhadap total Untuk neraca, setiap akun dinyatakan sebagai persentase dari total aset, sementara untuk laporan laba rugi, setiap pos pendapatan dan beban dinyatakan sebagai persentase dari total penjualan Fraser. , & Ormiston. Evaluasi ini penting bagi perusahaan IPO karena dapat mengungkap kelemahan struktural seperti tingginya beban bunga atau ketergantungan pada utang jangka pendek, yang dapat berdampak pada risiko likuiditas. Memberikan Rekomendasi Perbaikan Kualitas Laporan Keuangan Perusahaan IPO. Berdasarkan hasil analisis common-size, perusahaan IPO dapat meningkatkan kualitas laporan keuangannya melalui beberapa strategi. antaranya adalah peningkatan transparansi dalam pengungkapan informasi keuangan, konsistensi dalam penyajian data lintas periode, dan penguatan struktur modal untuk mencapai rasio keuangan yang lebih sehat (White. Sondhi, & Fried, 2. Setiawan, dkk: Analisis Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan indikator krusial dalam menilai kesehatan dan keberlanjutan suatu perusahaan, terutama bagi perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO). Kinerja keuangan yang baik mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya secara efektif dan efisien, serta memberikan gambaran tentang prospek pertumbuhan perusahaan di masa depan. Bagi perusahaan yang melakukan IPO, kinerja keuangan menjadi faktor penentu yang memengaruhi keputusan investor untuk menanamkan Laporan keuangan yang transparan dan akurat menjadi dasar bagi investor dalam menilai potensi keuntungan dan risiko yang mungkin timbul dari investasi mereka (Gumanti, 2007. Kim & Ritter, 1999 dalam Gumant. Namun, menyusun laporan keuangan yang memadai saat IPO bukanlah tugas yang mudah. Perusahaan dihadapkan pada tantangan untuk memenuhi standar akuntansi yang ketat, serta menyajikan informasi keuangan yang komprehensif dan dapat dipercaya. Proses IPO mengharuskan perusahaan untuk menyediakan prospektus yang berisi informasi keuangan dan non-keuangan, termasuk laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan penjelasan atas laporan keuangan (Broude, 1997. Sulistyanto & Wibisono, 2003 dalam Gumant. Informasi ini harus disajikan secara transparan dan akurat untuk memastikan bahwa investor dapat membuat keputusan investasi yang Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa laporan keuangan mereka memenuhi prinsip full disclosure, yang mengharuskan perusahaan untuk mengungkapkan semua informasi material yang relevan bagi investor (Fakhruddin, 2. Salah satu masalah yang sering terjadi dalam proses IPO adalah ketidaktransparanan laporan keuangan. Beberapa perusahaan mungkin cenderung menyajikan informasi yang terlalu optimis atau bahkan menutupi kerugian yang terjadi, terutama pada perusahaan startup yang masih dalam tahap pertumbuhan. Ketidaktransparanan ini dapat berdampak negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan setelah IPO, karena investor mungkin kehilangan kepercayaan terhadap perusahaan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga saham dan likuiditas pasar. Selain itu, ketidakakuratan laporan keuangan dapat menyebabkan perusahaan menghadapi tuntutan hukum atau sanksi dari regulator pasar modal. Sebagai contoh, beberapa perusahaan startup yang melakukan IPO menunjukkan laporan keuangan yang negatif sebelum IPO, namun tetap menarik minat investor karena prospek pertumbuhan ekonomi digital di masa depan. Masalah lain yang sering muncul adalah ketidakstabilan kinerja keuangan perusahaan setelah IPO. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang melakukan IPO sering mengalami penurunan kinerja keuangan dalam beberapa tahun setelah IPO, terutama dalam hal rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas (Telambanua & Kurniasih, 2022. Arif & Marsoem, 2. Misalnya, penelitian terhadap perusahaan sub-sektor makanan dan minuman yang melakukan IPO pada tahun 2021 menunjukkan bahwa rasio likuiditas seperti Current Ratio (CR) dan Quick Ratio (QR) mengalami fluktuasi yang signifikan setelah IPO, dengan tren penurunan pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun perusahaan berhasil mengumpulkan dana melalui Vol. No. Oktober 2025 IPO, mereka mungkin menghadapi tantangan dalam mempertahankan kinerja keuangan yang stabil setelah menjadi perusahaan publik. Penelitian ini memiliki urgensi dalam memahami dinamika kinerja keuangan perusahaan sebelum dan setelah IPO, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan kinerja tersebut. Bagi praktisi, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam menyusun strategi keuangan yang lebih baik saat menghadapi proses IPO, serta meningkatkan transparansi dan akurasi laporan Sementara itu, bagi regulator, penelitian ini dapat memberikan masukan dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk memastikan bahwa perusahaan yang melakukan IPO memenuhi standar pelaporan keuangan yang ketat, sehingga dapat melindungi kepentingan investor dan menjaga stabilitas pasar modal (Harahap, 2011. Fakhruddin, 2. TABEL. LAPORAN LABA RUGI PT. GoTo GOJEK TOKOPEDIA Keterangan Penjualan pendapatan usaha Beban pokok penjualan Laba kotor Beban penjualan Beban Beban Pendapatan lainnya Beban lainnya Laba sebelum pajak Beban pajak Laba bersih 11,349,167 14,785,492 15,894,462 5,479,970 5,869,197 14,087,664 22,111,161 5,093,179 9,692,313 6,430,776 13,540,507 7,413,392 8,481,070 2,849,934 7,872,010 232,863 369,285 494,053 126,223 103,787 40,544,556 136,064 40,408,492 635,780 207,726 90,634,418 115,692 90,518,726 736,449 505,891 5,275,830 189,025 5,464,855 Berdasarkan laporan laba rugi PT GoTo Gojek Tokopedia pada tahun 20222024 diperoleh hasil bahwa pendapatan perusahaan meningkat dari Rp11,349 miliar di tahun 2022 menjadi Rp14,785 miliar di tahun 2023, dan terus naik menjadi Rp15,894 miliar pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa PT GoTo Gojek Tokopedia berhasil meningkatkan volume penjualan atau nilai transaksi secara konsisten. Namun, meskipun pendapatan meningkat, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan signifikan di tahun 2024, yaitu dari Rp5,093 miliar menjadi Rp7,413 miliar. Kenaikan ini berdampak pada menurunnya laba kotor perusahaan di tahun 2024 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selanjutnya laba kotor meningkat cukup tajam dari tahun 2022 ke 2023, yaitu dari Rp5,869 miliar menjadi Rp9,692 miliar. Namun, pada tahun 2024, terjadi penurunan menjadi Rp8,481 miliar. Penurunan ini tampaknya dipengaruhi oleh kenaikan beban pokok penjualan yang cukup besar, meskipun pendapatan masih naik. Hal yang menarik adalah efisiensi beban operasional yang terlihat jelas di seluruh komponen. Beban penjualan turun drastis dari Rp14,087 miliar pada 2022 menjadi hanya Rp2,849 Setiawan, dkk: Analisis Kinerja Keuangan miliar pada 2024. Begitu juga dengan beban umum dan administrasi, yang awalnya mencapai Rp22,111 miliar di tahun 2022, berhasil ditekan hingga Rp7,872 miliar pada 2024. Penurunan beban ini menunjukkan bahwa perusahaan telah melakukan langkah efisiensi yang signifikan, baik dari sisi pemasaran maupun operasional internal. Sementara itu, pendapatan lainnya mengalami peningkatan dari Rp126 juta di tahun 2022 menjadi Rp736 juta di tahun 2024. Ini menunjukkan adanya tambahan pendapatan di luar aktivitas utama perusahaan, seperti dari investasi atau penjualan aset. Namun, beban lainnya juga mengalami kenaikan tajam pada tahun 2024, dari Rp207 juta menjadi Rp505 juta, yang perlu dikaji lebih lanjut karena bisa berdampak langsung pada laba Laba sebelum pajak mengalami lonjakan luar biasa pada tahun 2023, yaitu mencapai Rp90,634 miliar dari sebelumnya hanya Rp40,544 miliar di tahun Namun, angka ini kemudian anjlok drastis di tahun 2024 menjadi Rp5,275 Meskipun beban pajak relatif kecil dan tidak banyak berubah, hal ini tetap berdampak pada laba bersih. Laba bersih perusahaan mencerminkan dinamika Dari Rp40,408 miliar di tahun 2022, naik pesat menjadi Rp90,518 miliar di 2023, kemudian turun drastis ke Rp5,464 miliar pada tahun 2024. Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan besar pada profitabilitas perusahaan, kemungkinan disebabkan oleh kombinasi kenaikan beban pokok penjualan dan beban lainnya, meskipun efisiensi beban operasional telah dilakukan. Secara keseluruhan, laporan laba rugi PT GoTo Gojek Tokopedia menunjukkan bahwa perusahaan berhasil meningkatkan pendapatan dan melakukan efisiensi operasional dengan sangat baik. Namun, tantangan baru muncul pada tahun 2024, di mana peningkatan beban pokok penjualan dan beban lainnya menggerus laba bersih secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu memperkuat pengendalian biaya produksi dan strategi jangka panjang dalam menjaga profitabilitas. Dalam konteks ini, penelitian ini akan fokus pada perusahaan-perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan menggunakan data laporan keuangan sebelum dan setelah IPO. Dengan menganalisis kinerja keuangan melalui metode common-size, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pemahaman tentang dampak IPO terhadap kinerja keuangan perusahaan, serta memberikan rekomendasi bagi perusahaan, investor, dan regulator dalam menghadapi tantangan dan peluang yang muncul setelah IPO. METODE Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Tujuannya adalah untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) dengan menggunakan metode analisis commonsize. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang melakukan IPO dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam tiga tahun terakhir. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria sebagai berikut. Perusahaan telah melakukan IPO dalam periode yang ditentukan. Tersedianya laporan keuangan tahunan yang lengkap selama minimal dua tahun sebelum dan sesudah IPO. Vol. No. Oktober 2025 Dalam penelitian ini, yang dijadikan sampel adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, yang telah memenuhi kriteria tersebut dengan laporan keuangan tersedia untuk periode 2022 hingga 2024. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang diperoleh dari. Laporan keuangan tahunan perusahaan sebelum dan setelah IPO dan Data IPO berasal dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan teknik analisis common-size untuk mengevaluasi struktur laporan keuangan, baik neraca maupun laporan laba rugi. Dalam analisis neraca, setiap komponen diubah menjadi persentase dari total aset dan Dalam laporan laba rugi, setiap komponen dinyatakan sebagai persentase dari total penjualan. Selain itu, analisis tren dilakukan untuk menilai perkembangan kinerja keuangan dari tahun ke Alat bantu yang digunakan dalam pengolahan dan analisis data adalah perangkat lunak Microsoft Excel. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Perhitungan Analisis Common Size AuAktivaAy PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Tabel 1. 1 Aktiva PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Aktiva Jumlah Jumlah tidak lancer Total aktiva Sumber: laporan keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Jumlah aset lancar tahun 2022 ycNycaEaycycu 2022 = y 100% = 24,55% Artinya jumlah aset lancar tahun 2022 yaitu 24,55% dari jumlah aktiva dengan kata lain bahwa setiap Rp 1 aktiva di investasikan kedalam aset lancar sebesar Rp 0,2455. Jumlah aset lancar tahun 2023 ycNycaEaycycu 2023 = y 100% = 62,14% Artinya jumlah aset lancar tahun 2023 yaitu 62,14% dari jumlah aktiva dengan kata lain bahwa setiap Rp 1 aktiva di investasikan kedalam aset lancar sebesar Rp 0,6214. Jumlah aset lancar tahun 2024 ycNycaEaycycu 2024 = y 100% = 60,95% Artinya jumlah aset lancar tahun 2024 yaitu 60,95% dari jumlah aktiva dengan kata lain bahwa setiap Rp 1 aktiva di investasikan kedalam aset lancar sebesar Rp 0,6095. Jumlah aset tidak lancar tahun 2022 ycNycaEaycycu 2022 = y 100% = 75,44% Setiawan, dkk: Analisis Kinerja Keuangan Artinya jumlah aset tidak lancar tahun 2022 yaitu 75,44% dari jumlah aktiva dengan kata lain bahwa setiap Rp 1 aktiva di investasikan kedalam aset lancar sebesar Rp 0,7544. Jumlah aset tidak lancar tahun 2023 ycNycaEaycycu 2023 = y 100% = 37,85% Artinya jumlah aset lancar tahun 2023 yaitu 37,85% dari jumlah aktiva dengan kata lain bahwa setiap Rp 1 aktiva di investasikan kedalam aset lancar sebesar Rp 0,3785. Jumlah aset tidak lancar tahun 2024 ycNycaEaycycu 2024 = y 100% = 39,04% Artinya jumlah aset lancar tahun 2024 yaitu 39,04% dari jumlah aktiva dengan kata lain bahwa setiap Rp 1 aktiva di investasikan kedalam aset lancar sebesar Rp 0,3904. Perhitungan Analisis Common Size AuPasivaAy PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Tabel 1. 2 Pasiva PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Pasiva Liabilitas Jangka 12. Pendek Liabilitas Jangka 4. Panjang Jumlah Liabiliatas 16. Jumlah Ekuitas Jumlah Pasiva Sumber: laporan keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Jumlah Liabilitas Jangka Pendek Tahun 2022 ycNycaEaycycu 2022 = y 100% = 8,73% Artinya jumlah liabilitas jangka pendek tahun 2022 berjumlah 8,73% dari jumlah pasiva atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pasiva dibiayai dengan jumlah liabilitas jangka pendek sebesar Rp. 0,0873. Jumlah Liabilitas Jangka Pendek Tahun 2023 ycNycaEaycycu 2023 = y 100% = 23,70% Artinya jumlah liabilitas jangka pendek tahun 2023 berjumlah 23,70% dari jumlah pasiva atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pasiva dibiayai dengan jumlah liabilitas jangka pendek sebesar Rp. 0,2370. Jumlah Liabilitas Jangka Pendek Tahun 2024 ycNycaEaycycu 2024 = y 100% = 23,24% Artinya jumlah liabilitas jangka pendek tahun 2024 berjumlah 23,24% dari jumlah pasiva atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pasiva dibiayai dengan jumlah liabilitas jangka pendek sebesar Rp. 0,2324. Jumlah Liabilitas Jangka Panjang Tahun 2022 ycNycaEaycycu 2022 = y 100% = 3,11% Vol. No. Oktober 2025 Artinya jumlah liabilitas jangka panjang tahun 2022 berjumlah 3,11% dari jumlah pasiva atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pasiva dibiayai dengan jumlah liabilitas jangka panjang sebesar Rp. 0,0311. Jumlah Liabilitas Jangka Panjang Tahun 2023 ycNycaEaycycu 2023 = y 100% = 10,26% Artinya jumlah liabilitas jangka panjang tahun 2023 berjumlah 10,26% dari jumlah pasiva atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pasiva dibiayai dengan jumlah liabilitas jangka panjang sebesar Rp. 0,1026. Jumlah Liabilitas Jangka Panjang Tahun 2024 ycNycaEaycycu 2024 = y 100% = 6,83% Artinya jumlah liabilitas jangka panjang tahun 2024 berjumlah 6,82% dari jumlah pasiva atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pasiva dibiayai dengan jumlah liabilitas jangka panjang sebesar Rp. 0,0683. Jumlah Liabiliatas Tahun 2022 ycNycaEaycycu 2022 = y 100% = 11,84% Artinya jumlah liabliatas tahun 2022 berjumlah 11,84% dari jumlah pasiva atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pasiva dibiayai dengan jumlah liabilitas sebesar Rp. 0,1184. Jumlah Liabiliatas Tahun 2023 ycNycaEaycycu 2023 = y 100% = 33,97% Artinya jumlah liabliatas tahun 2023 berjumlah 33,97% dari jumlah pasiva atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pasiva dibiayai dengan jumlah liabilitas sebesar Rp. 0,3397. Jumlah Liabiliatas Tahun 2024 ycNycaEaycycu 2024 = y 100% = 29,63% Artinya jumlah liabliatas tahun 2024 berjumlah 29,63% dari jumlah pasiva atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pasiva dibiayai dengan jumlah liabilitas sebesar Rp. 0,2963. Jumlah Ekuitas Tahun 2022 ycNycaEaycycu 2022 = y 100% = 88,15% Artinya jumlah ekuitas tahun 2022 berjumlah 88,15% dari jumlah pasiva atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pasiva dibiayai dengan jumlah ekuitas sebesar Rp. 0,8815. Jumlah Ekuitas Tahun 2023 ycNycaEaycycu 2023 = y 100% = 66,02% Artinya jumlah ekuitas tahun 2023 berjumlah 66,02% dari jumlah pasiva atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pasiva dibiayai dengan jumlah ekuitas sebesar Rp. 0,6602. Jumlah Ekuitas Tahun 2024 ycNycaEaycycu 2024 = y 100% = 70,36% Setiawan, dkk: Analisis Kinerja Keuangan Artinya jumlah ekuitas tahun 2024 berjumlah 70,36% dari jumlah pasiva atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pasiva dibiayai dengan jumlah ekuitas sebesar Rp. 0,7036. Perhitungan Analisis Common Size AuPasivaAy PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Tabel 1. 2 Laporan Laba Rugi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Laporan laba rugi Pendapatan Laba usaha . Laba sebelum pajak . Laba tahun berjalan . ,518,. ,408,. Sumber: laporan keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Laba usaha tahun 2022 . ycNycaEaycycu 2022 = y 100% = . ,24%) Artinya laba usaha tahun 2022 berjumlah . ,24%) dari jumlah pendapatan atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pendapatan terkandung Rp. -2,6724 laba usaha. Laba usaha tahun 2023 . ycNycaEaycycu 2023 = y 100% = . ,25%) Artinya laba usaha tahun 2023 berjumlah . ,25%) dari jumlah pendapatan atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pendapatan terkandung Rp. -0,6925 laba Laba usaha tahun 2024 . ycNycaEaycycu 2024 = y 100% = . ,09%) Artinya laba usaha tahun 2024 berjumlah . ,09%) dari jumlah pendapatan atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pendapatan terkandung Rp. -0,1409 laba Laba sebelum pajak penghasilan tahun 2022 . ycNycaEaycycu 2022 = y 100% = . ,48%) Artinya laba sebelum pajak penghasilan tahun 2022 berjumlah . ,48%) dari jumlah pendapatan atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pendapatan terkandung Rp. -0,4648 laba sebelum pajak penghasilan. Laba sebelum pajak penghasilan tahun 2023 . ycNycaEaycycu 2023 = y 100% = . ,99%) Artinya laba sebelum pajak penghasilan tahun 2023 berjumlah . ,99%) dari jumlah pendapatan atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pendapatan terkandung Rp. -6,1299 laba sebelum pajak penghasilan. Laba sebelum pajak penghasilan tahun 2024 . ycNycaEaycycu 2024 = y 100% = . ,08%) Vol. No. Oktober 2025 Artinya laba sebelum pajak penghasilan tahun 2024 berjumlah . ,08%) dari jumlah pendapatan atau dengan kata lain bahwa setiap Rp. 1 pendapatan terkandung Rp. -2,5508 laba sebelum pajak penghasilan. Laba tahun berjalan tahun 2022 . ycNycaEaycycu 2022 = y 100% = . ,15%) Artinya laba tahun berjalan tahun 2022 berjumlah . ,15%) dari jumlah pendapatan atau dengan kata lain setiap Rp. 1 pendapatan terkandung Rp. 0,4815 laba tahun berjalan. Laba tahun berjalan tahun 2023 ,518,. ycNycaEaycycu 2023 = y 100% = . ,21%) Artinya laba tahun berjalan tahun 2023 berjumlah . ,21%) dari jumlah pendapatan atau dengan kata lain setiap Rp. 1 pendapatan terkandung Rp. 6,1221 laba tahun berjalan. Laba tahun 2024 ,408,. ycNycaEaycycu 2024 = y 100% = . ,23%) Artinya laba tahun berjalan tahun 2024 berjumlah . ,23%) dari jumlah pendapatan atau dengan kata lain setiap Rp. 1 pendapatan terkandung Rp. 2,5423 laba tahun berjalan. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis common-size terhadap laporan keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk selama periode 2022 hingga 2024, dapat disimpulkan bahwa struktur keuangan perusahaan mengalami perubahan yang cukup signifikan setelah pelaksanaan IPO. Pada sisi aktiva, terjadi pergeseran proporsi antara aset lancar dan aset tidak lancar. Tahun 2022 menunjukkan dominasi aset tidak lancar . ,44%), sedangkan pada tahun 2023 dan 2024 proporsi aset lancar meningkat secara signifikan hingga mencapai lebih dari 60%. Hal ini menunjukkan adanya perubahan strategi perusahaan dalam mengelola asetnya, dengan kecenderungan mengalihkan investasi pada aset jangka pendek untuk meningkatkan likuiditas. Pada sisi pasiva, struktur pembiayaan perusahaan juga mengalami Pada tahun 2022, perusahaan lebih banyak dibiayai oleh ekuitas . ,15%), namun pada tahun-tahun berikutnya terjadi peningkatan porsi Meskipun Setiawan, dkk: Analisis Kinerja Keuangan peningkatan ketergantungan pada utang, yang dapat berimplikasi pada risiko likuiditas dan solvabilitas perusahaan ke depan. Dari laporan laba rugi, terlihat bahwa meskipun pendapatan meningkat dari tahun ke tahun, perusahaan masih mencatatkan rugi yang signifikan. Namun demikian, tren negatif ini menunjukkan perbaikan, terbukti dari penurunan persentase kerugian baik pada laba usaha, laba sebelum pajak, maupun laba tahun berjalan. Misalnya, laba usaha yang pada tahun 2022 tercatat -267,24% dari pendapatan menurun drastis menjadi -14,09% pada tahun 2024. Ini mengindikasikan efisiensi operasional mulai tercapai pasca-IPO, meskipun perusahaan belum mencapai profitabilitas. Secara keseluruhan, analisis menunjukkan bahwa IPO memberikan dampak terhadap perubahan struktur keuangan dan arah kebijakan manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, khususnya dalam hal perbaikan efisiensi operasional dan pengelolaan struktur modal. Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan untuk mencapai kinerja keuangan yang stabil dan positif dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih fokus pada peningkatan pendapatan yang berkelanjutan dan efisiensi biaya untuk memperbaiki profitabilitas di masa mendatang. SIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk sebelum dan setelah melakukan Initial Public Offering (IPO) dengan menggunakan metode analisis common-size. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi perubahan struktur keuangan yang signifikan pasca-IPO, baik dari sisi aktiva, pasiva, maupun laporan laba rugi. Dari sisi aktiva, perusahaan mengalami pergeseran fokus dari aset tidak lancar ke aset lancar, yang mengindikasikan strategi peningkatan likuiditas jangka pendek. Sementara dari sisi pasiva, proporsi pembiayaan oleh liabilitas meningkat, meskipun ekuitas tetap mendominasi. Hal ini mengindikasikan peningkatan ketergantungan perusahaan terhadap utang, khususnya jangka pendek, yang dapat berpengaruh terhadap risiko keuangan perusahaan di masa Vol. No. Oktober 2025 Pada laporan laba rugi, meskipun pendapatan meningkat secara bertahap, perusahaan masih mengalami kerugian. Namun, tren kerugian mengalami penurunan, yang menandakan adanya upaya perbaikan efisiensi operasional. Dengan kata lain, meskipun IPO tidak serta-merta menghasilkan profitabilitas langsung. IPO membuka ruang bagi perusahaan untuk memperbaiki struktur keuangan dan operasionalnya. Secara common-size mengevaluasi perubahan proporsi dan struktur laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini juga menegaskan bahwa IPO merupakan langkah penting yang harus diikuti dengan strategi keuangan yang matang agar memberikan dampak positif terhadap kinerja jangka panjang. DAFTAR PUSTAKA