IMPLEMENTASI SAPTA PESONA DI OBJEK WISATA MENGKARANG PURBA DESA BEDENG REJO KECAMATAN BANGKO BARAT KABUPATEN MERANGIN Joko Susanto. Yasi Usman. Eva Marlina. Zepa Anggraini. Chotib ABSTRACT Submitted Revised Inisiated Publish : 02-03-2021 : 09-04-2021 : 24-04-2021 AFFILIATION: Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Setih Setio Muara Bungo. Jambi Co-Responding E-mail: jokosusantoo251@gmail. yasiusman21@gmail. evamarlin@gmail. zepaanggraini@gmail. chotib@gmail. Diterbitkan oleh: Pusat Kajian Administrasi Publik Program Studi Administrasi Publik Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur berkolaborasi dengan Indonesia Association of Public Administration Jawa Timur Merangin Regency has various tourist objects that are rich in cultural heritage, special food and beautiful natural scenery that deserves to be visited, both Natural Tourism Objects and Artificial Tourism Objects, not only its beautiful natural charm. However. Merangin Regency also has a world heritage site with various types of fossils known as the Merangin Goepark which is a conservation and educational area that has become an icon of Merangin Regency. One of the locations of the Goepark tourist attraction in Merangin Regency which has a collection of various fossils from leaves, wood, roots, animals, and shellfish is the area of the Ancient Mengkarang Tourism object. The purpose of this study was to determine the implementation of Sapta Pesona in the tourism object of mengkarang ancient in Bedeng Rejo Village. West Bangko District. Merangin Regency and the obstacles and efforts to overcome these obstacles. The research method used a descriptive method through a qualitative approach, while the sample in this study were 7 people with a purposive sampling technique. The results showed that the implementation of sapta charm with seven elements of safe, orderly, clean, beautiful, cool, friendly and memorable in the ancient composing tourist attraction of Bedeng Rejo Village has not been carried out well, this is because there are several obstacles. The obstacles faced in implementing the seven elements of sapta charm in ancient composing tourist objects are that the safe elements have not been implemented to minimize the risk of accidents in the use of public facilities. On the element of cleanliness, there is no special clothing available for cleaning officers as well as the appearance of officers who are On the element of memory, namely the unavailability of various souvenirs and culinary Efforts made to overcome these obstacles include working together with the local community to repair damaged roads, provide uniforms to pokdarwis members and provide local handicrafts. Keywords: Implementasi. Sapta Pesona. Objek Wisata. Mengkarang Purba ABSTRAK Kabupaten Merangin memiliki berbagai objek wisata yang kaya akan cagar budaya, makanan khas serta keindahan panorama alam yang patut untuk dikunjungi baik itu Objek Wisata Alami maupun Objek Wisata Buatan, tak hanya pesona alamnya saja yang indah. Namun Kabupaten Merangin juga mempunyai situs warisan dunia dengan berbagai macam jenis fosil yang dikenal dengan Goepark Merangin yang merupakan Sebuah kawasan konservasi, dan edukasi yang menjadi ikon dari Kabupaten Merangin. Salah satu lokasi objek wisata Goepark di Kabupaten Merangin yang memiliki koleksi berbagai Fosil dari daun, kayu, akar, hewan, dan juga kerang-kerangan adalah kawasan objek Wisata Mengkarang Purba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Sapta Pesona di Objek Wisata Mengkarang Purba Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin serta Hambatan dan Upaya mengatasi Hambatan Tersebut. Metode penelitian dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif, sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 7 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sapta pesona dengan tujuh unsur aman, tertib, bersih, indah, sejuk, ramah tamah dan kenangan di objek wisata mengkarang purba Desa Bedeng Rejo belum terlaksana dengan baik, hal ini dikarenakan ada beberapa hambatan. Adapun hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan tujuh unsur sapta pesona di objek wisata mengkarang purba adalah belum terlaksananya unsur aman untuk meminimalkan resiko kecelakaan dalam penggunaan fasilitas publik. Pada unsur bersih belum tersedianya pakaian khusus untuk petugas kebersihan serta penampilan petugas yang seadanya. Pada unsur kenangan, yaitu belum tersedianya aneka cendera mata dan tempat kuliner. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut adalah dengan melakukan gotong royong bersama masyarakat setempat untuk memperbaiki jalan yang rusak,memberikan seragam kepada anggota pokdarwis dan menyediakan kerajinan lokal. Kata Kunci: Implementasi. Sapta Pesona. Objek Wisata. Mengkarang Purba. Implementasi Sapta Pesona Di Objek Wisata Mengkarang Purba A Susanto J. Usman Y. Marlina E. Anggraini Z. Chotib H. M . PENDAHULUAN Berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi No. 98 Tahun 1987, objek wisata adalah semua tempat atau keadaan alam yang memiliki sumber daya wisata yang dibangun dan dikembangkan sehingga mempunyai daya tarik dan diusahakan sebagai tempat yang dikunjungi wisatawan. Objek wisata dapat berupa wisata alam seperti gunung, danau, sungai, pantai, laut, atau berupa objek bangunan seperti museum, benteng, situs peninggalan sejarah, dan lain-lain. Salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Jambi yang kaya akan tempat wisata dengan berbagai keindahan Panorama alam yang tersedia adalah Kabupaten Merangin, dengan luas wilayahnya 7. 61 km. dengan populasi 335. 000 jiwa. Ibu kotanya ialah Bangko. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Sarolangun-Bangko dan terbagi menjadi 24 kecamatan yang terbagi lagi menjadi 10 kelurahan dan 205 desa. (Wikipedia. org, 2. Selain itu. Kabupaten Merangin juga memiliki berbagai objek wisata yang kaya akan cagar budaya, makanan khas serta keindahan panorama alam yang patut untuk dikunjungi baik itu Objek Wisata Alami maupun Objek Wisata Buatan, tak hanya pesona alamnya saja yang indah. Namun Kabupaten Merangin juga mempunyai situs warisan dunia dengan berbagai macam jenis fosil yang dikenal dengan Goepark Merangin yang merupakan Sebuah kawasan konservasi, dan edukasi yang menjadi ikon dari Kabupaten Merangin. Goepark Merangin merupakan situs warisan peninggalan zaman purba yang ada di Kabupaten Merangin. Goepark ini memiliki koleksi berupa fosil-fosil dari daun, kayu, akar, hewan, dan juga kerang-kerangan. Fosil tersebut diperkirakan berumur lebih dari 300 juta tahun dan tersebar di sepanjang aliran Sungai Batang Merangin dan Sungai Mengkarang. Berbagai aneka fosil yang telah membatu dan berusia ratusan juta tahun bisa dijumpai di kawasan ini. Uniknya, tak hanya fosil saja, wisatawan juga akan disuguhkan pemandangan alam yang masih asri dan lestari. Kanal pengetahuan. Goepark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi di mana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya. Istilah Goepark merupakan singkatan dari AuGeological ParkAy yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Taman Geologi atau taman bumi. Salah satu lokasi objek wisata Goepark di Kabupaten Merangin yang memiliki koleksi berbagai Fosil dari daun, kayu, akar, hewan, dan juga kerang-kerangan adalah kawasan objek Wisata Mengkarang Purba. Mengkarang Purba adalah sebuah kawasan DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 Goepark yang terdapat di Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin, kawasan ini merupakan tempat adanya fosil yang hanya ada di beberapa tempat didunia salah satunya adalah Indonesia. Dengan lokasi yang strategis serta dekat dari kota Bangko objek wisata ini sangat bagus untuk dikunjungi karena menawarkan berbagai tempat wisata Goepark dengan Fosil dari daun, kayu, akar, hewan, dan juga kerang-kerangan yang terdapat disepanjang Sungai Mengkarang, selain untuk berwisata juga bisa menambah ilmu pengetahuan tentang geologi. Objek wisata ini juga bisa digunakan untuk berolah raga seperti olah raga Tubing dengan aliran yang deras di sepanjang sungai mengkarang dengan jeram yang menantang. Untuk menuju lokasi tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun dengan roda empat dengan waktu tempuh A27 menit atau berjarak A24Kilo meter (K. dari kota Bangko dengan dimulaimelewati jalan Lintas Bangko-Kerinci dan memasuki jalan lintas antar kecamatan yakni Kecamatan Bangko Barat -Kecamatan Jangkat Timur yang dimulai dari desa Pulau Rengas Kecamatan Bangko Barat. Secara geografis Goepark Merangin terletak di sepanjang kawasan aliran Sungai Batang Merangin dan aliran Sungai Mengkarang di Desa Bedeng Rejo. Untuk menuju lokasi Goepark, dari desa Bedeng Rejo pengunjung dapat melewati jalan tanah sepanjang A4 Kilo meter (K. yang mana kiri kanannya terdapat kebun Karet dan Sawit Masyarakat. Untuk menikmatinya dapat dilakukan di sepanjang Sungai Mengkarangyang dimulai dari Air Terjun Gedang dan diakhiri di muara Sungai Mengkarang yakni di sungai batang Merangin dan akan didampingi oleh pemadu wisata, dalam hal ini wisatawan cukup membayar biaya Rp. 000,-dan ini sudah termasuk makanan ringan. Cofee Break serta makan siang. Objek Wisata Mengkarang Purba ini didirikan pada hari senin tanggal 6 April 2015 dan diresmikan pada bulan desember tahun 2018 oleh peltu Gubernur Jambi Dr. Drs. Fachrori Umar,M. Hum, yang melatar belakangi adalah dikarenakan sepanjang daerah aliran sungai Mengkarang yang berhulu di sungai Tandoi dan bermuara ke Batang Merangin merupakan bagian dari kawasan Goepark Merangin, dimana disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) mengkarang terdapat Fosil Flora dan Fauna purba diantaranya fosil batu daun dan fosil hewan laut dari jenis kerang-kerangan. Ada rasa kebanggaan kami warga masyarakat Desa Bedeng Rejo akan hal tersebut, dan adalah menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga dan melestarikan kawasan tersebut untuk menjadi pusat penelitian geologi bahkan menjadi destinasi wisata yang secara tidak langsung akan memberikan dampak positif bagi kami masyarakat Desa Bedeng Rejo. Objek wisata ini awalnya adalah daerah perkebunan milik masyarakat setempat, namun sejak ditemukan fosil yang menempel di batu Implementasi Sapta Pesona Di Objek Wisata Mengkarang Purba A Susanto J. Usman Y. Marlina E. Anggraini Z. Chotib H. M . Goepark maka kawasan tersebut berangsur menjadi daerah tujuan wisata serta menjadi lokasi Walaupun Objek wisata Mengkarang Purba sudah menjadi objek tujuan wisata di Kabupaten Merangin, namun semuanya itu tidak akan berarti kalau tidak dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik mungkin, namun jika pengelolaan dilaksanakan dengan baik maka objek wisata tersebut akan bertambah maju dan berkembang serta akan semakin terkenal dikalangan para wisatawan. Hal ini tentu akan membuat minat para wisatawan untuk selalu mengunjunginya kembali dan sudah tentu ini akan menjadi salah satu andalan utama pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam jumlah yang cukup besar serta dengan memperhitungkan sebagai sumber Pendapatan Daerah untuk masamasa yang akan datang. Untuk menarik minat kunjungan para wisatawan tentu saja tidak mudah karena semua ini tidak saja cukup hanya mengandalkan ketersediaan keunggulan objek-objek wisata saja, namun Pemerintah Daerah khususnya Pemerintahan Desa Bedeng Rejo yang sudah menjadi Desa Wisata serta peran serta masyarakat desa Bedeng Rejo harus bisa menjadi tuan rumah yang baik dan bersahabat untuk mendukung proses perkembngn kepriwistn yng dimiliki dengan penuh keramahan, penuh persahabatan dan senyuman maka situasi keamanan dan kenyamanan yang diinginkan oleh para wisatawan bisa terwujud sehingga pandangan negatif terhadap situasi dan kondisi objek wisata tersebut bisa ditepiskan. Selain itu masyarakat setempat juga harus bisa mempersiapkan diri serta menyediakan segala fasilitas serta kualitas pelayanan yang baik yang akan diberikan kepada parawisatawan, selain itu untuk meningkatkan kualitas obyek wisata dalam hal ini Pemerintah Daerah harus berperan aktif dalam memberi dukungan demi kemajuan obyek wisata agar terkenal dan semakin banyak minat wisatawan nutuk mengunjunginya. Namun jika hal ini diwujudkan maka minat kunjungan para wisatawan akan semakin meningkat, namun jika masyarakat disekitar lokasi objek wisata kurang bersimpati dan kurang bersahabat akan kehadiran wisatawan tentu kenyamanan yang diinginkan oleh para wisatawan akan sulit untuk bisa terwujud dampaknya akan menimbulkan kekecewaan bagi Hal ini tentu akan merugikan Desa Bedeng Rejo karena berkurangnya keinginan wisatawan untuk mengunjunginya kembali karna pandangan negatif terhadap situasi dan kondisi objek wisata tersebut yang menjadi permasalahannya. Untuk mendirikan suatu tempat wisata harus memperhatikan hal-hal yang penting dalam dunia pariwisata yaitu sapta pesona. Sapta pesona terdiri dari 7 . unsur yaitu. aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan. DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 Berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata Nomor :PM04/VM00l/MKP/2008 Tentang Sadar Wisata. Pengembangan pariwisata memerlukan peran dan kontribusi dari semua pihak, baik dari unsur pemerintah, swasta maupun masyarakat. Masing-masing pihak memiliki peran dan kontribusi menurut fungsi dan kapasitasnya masing-masing. Pemerintah secara khusus akanlebih berkonsentrasi sebagai fasilitator dan regulator, sementara pihak swasta akan berperan sebagai pelaku dan ujung tombak pengembangan yang berhubungan langsung dengan produk dan pasar. Selanjutnya masyarakat sebagai bagian penting dalam kegiatan pembangunan perlu juga dikembangkan fungsi dan kapasitasnya sehingga masyarakat dapat berperan strategis tidak saja sebagai penerima manfaat pengembangan, namun sekaligus menjadi pelaku yang mendorong keberhasilan pengembangan kepariwisataan di wilayahnya masing-masing. Salah satu aspek penting dan mendasar bagi keberhasilan pengembangan pariwisata adalah dapat diciptakannya iklim kondusif bagi berkembangnya keparwisataan di suatu lklim kondusif tersebut khususnya terkait dengan dukungan dari pihak-pihak terkait untuk dapat secara serius dan bersama-sama bekerjasama mengembangkan sektor pariwisata. Dukungan tersebut mencakup dukungan keseriusan dan komitmen pemerintah . aik di tingkat pusat maupun daera. untuk menggarap sektor kepariwisataan di daerahnya, dukungan dari sektor swasta/pelaku industri pariwisata dalam mengembangkan dan produknya maupun dukungan dan penerimaan masyarakat pengembangan pariwisata di daerahnya masing-masing. Objek Wisata Mengkarang Purba Desa Bedeng Rejo seharusnya bisa menjadi percontohan oleh pemerintah Daerah dalam pelaksanaan Sadar Wisata dan Sapta Pesona, namun kenyataannya Objek Wisata tersebut yang telah terkenal sampai keluar negeri serta menjadi destinasi andalan tujuan wisata di Kabupaten Merangin saat ini belum banyak diminati oleh wisatawan, karena pada kenyataannya pelaksanaan Sapta Pesona dengan 7 . unsur-unsur yang ada di dalamnya masih ada yang belum terpenuhi sebagaimana yang Unsur sapta yang belum sesuai dengan harapan yaitu seperti akses jalan yang belum memadai, seperti jalan penghubung yang berjarak A 4 km dari Desa Bedeng Rejo kelokasi Objek Wisata Mengkarang Purba, kondisinya masih jalan tanah yang berlobang dengan sebagian dari sepanjang jalan tersebut sudah sempit karena sudah ditutupi tumbuhan liar dikiri dan kanan jalan sehingga menyulitkan untuk dilewati serta bisa membahayakan wisatawan saat melewati jalan tersebut serta kurangnya perawatan terhadap jalan setapak yang menghubungkan dari area parkir kelokasi fosil-fosil Goepark, karena saat ini Implementasi Sapta Pesona Di Objek Wisata Mengkarang Purba A Susanto J. Usman Y. Marlina E. Anggraini Z. Chotib H. M . disepanjang jalan tersebut sudah banyak yang ditutupi rumput dan tumbuhan liar sehingga menghambat para wisatawan untuk menuju lokasi fosil Goepark. Selain itu. Akibat penambangan emas tanpa izin (PETI) di hulu aliran sungai mengkarang membuat sungai mengkarang jadi keruh sedangkan sungai tersebut menjadi lokasi rute untuk tubing . lah raga menelusuri aliran sunga. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dalam penelitian ini, penulis mengangkat tema mengenai AuImplementasi Sapta Pesona di Objek Wisata Mengkarang Purba Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat Kabupaten MeranginAy. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian terkait dengan Implementasi Sapta Pesona di Objek Wisata Mengkarang Purba Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin, ini merupakan penelitian baru, namun penelitian terkait dengan judul yang sejenis sudah dilakukan oleh beberapa penelitian sebelumnya. Oleh karena itu, peneliti mencantumkan penelitian sebelumnya sebagai pembanding terhadap penelitian yang akan dilakukan. Pertama penelitian yang dilakukan oleh Faizal Hamzah dan Eko Tri Utomo . yang berjudul Implementasi Sapta Pesona Pada Museum Mandala Wangsit siliwangi Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sapta pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah atau wilayah di negara kita. Sementara itu kondisi yang terlihat saat ini 7 . unsur sapta pesona tersebut belum terwujud secara maksimal pada Museum Mandala Wangsit Siliwangi, masih ada beberapa unsur dalam sapta pesona yang belum diwujudkan oleh pengelola museum sehingga mempengaruhi daya tarik wisatawan hingga saat ini. Beberapa unsur yang belum maksimal penerapannya yaitu indah dan kenangan. Maka dan pemugaran tata ruang pada Museum Mandala Wangsit berdasarkan 7 . unsur dari sapta pesona. Implementasi sapta pesona dilakukan agar dapat menarik wisatawan dan meningkatkan tingkat Kedua, peneiltian yang dilakukan oleh Wisnu Hadi. Heni Widyaningsih . yang berjudul Implementasi Penerapan Sapta Pesona Wisata Terhadap Kunjungan Wisatawan Di Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Desa Sambirejo khususnya di obyek wisata Tebing Breksi telah melakukan implementasi penerapan program Sapta Pesona sudah berjalan dengan baik. Fakta di lapangan dari data obseravasi dan kuesioner dari wisatawan DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 bahwa penerapan Sapta Pesona Pariwisata berjalan secara sinergis antara satu dengan yang lain, yang dimana Sapta Pesona Pariwisata memiliki 7 aspek yaitu adalah: 1. Aman, 2. Tertib. Bersih, 4. Sejuk, 5. Indah, 6. Ramah, 7. Kenangan dan Pemerintah Desa Sambirejo memiliki kebijakan dimana kebijakan tersebut adalah menjadikan Tebing Breksi sebagai aset wisata yang vital dikelola secara profesional dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sehingga berkaitan dengan pengembangan objek wisata yang berdasarkan pada Program Sapta Pesona sebagai acuan. Pemerintah dan masyarakat desa Sambirejo dapat memahami pentingnya penerapan Sapta Pesona Pariwisata dilakukan secara baik karena dampaknya memberikan keuntungan yaitu kesejahteraan ekonominya. Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Asri Nurul Utami. Amni Zarkasyi Rahman . yang berjudul Pelaksanaan Progam Kampanye Sadar Wisata dan Sapta Pesona melalui Pelestarian Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis ) di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunung pati Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan telah berjalan dengan baik sesuai dengan juknis kegiatan, meskipun hasil yang dicapai kurang Faktor-faktor yang menjadi demotivasi adalah pencapaian derajat perubahan, ketersediaan sumber daya khususnya kuantitas dan anggaran sumber daya manusia, termasuk tingkat loyalitas dan respon kelompok sasaran. Saran penulis diperlukan untuk pemanfaatan lapangan yang tersedia, anggaran alokasi khusus dan peringatan tegas kepada anggota pokdarwis yang menuruti peran tersebut. Kerangka Teori Kebijakan Publik Menurut Thomas R dalam (Sahya Anggara. AuPublic Policy is whatever the government choose to do or not to doAy . ebijakan publik adalah apa pun pilihan pemerintah untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuat. Menurut Dye, apabila pemerintah memilih untuk melakukan sesuatu, tentu ada tujuannya karena kebijakan publik merupakan AutindakanAy pemerintah. Apabila pemerintah memilih untuk tidak melakukan sesuatu, juga merupakan kebijakan publik yang ada tujuannya. Analisis kebijakan ialah proses atau kegiatan mensintesa informasi, termasuk hasil-hasil penelitian, untuk menghasilkan rekomendasi opsi desain kebijakan publik. Kebijakan publik ialah keputusan atau tindakan pemerintah yang berpengaruh atau mengarah pada tindakan individu dalam kelompok masyarakat. (Imania Hadianti, dkk, 2. Implementasi Sapta Pesona Di Objek Wisata Mengkarang Purba A Susanto J. Usman Y. Marlina E. Anggraini Z. Chotib H. M . Implementasi Perkembangan implementasi kebijakan, terdapat dua pendekatan guna memahami implementasi kebijakan, yakni pendekatan Top-Down dan Bottom -Up. Pendekatan yang bersifat top-down dipakai untuk mengklasifikasikan para peneliti yang menggunakan logika berfikir dari AatasA kemudian melakukan pemetaan Ake bawahA untuk melihat keberhasilan atau kegagalan implementasi suatu kebijakan (Diana Hertati, 2. Salah satu penentu keberhasilan dari kebijakan publik terdapat pada langkah pelaksanaannya di lapangan, atau dengan kata lain implementasi yang baik akan menghasilkan kinerja kebijakan yang baik. Walaupun sebuah kebijakan diformulasikan dengan sempurna, tanpa implementasi yang baik, maka kebijakan tersebut belum menjadi kebijakan yang berdampak bagi masyarakat (Intiah & Arimurti, 2. Menurut Van Meter dan Van Horn dalam (Budi Winarno, 2. Implementasi adalah tindakanAetindakan yang dilakukan oleh individu/pejabat atau kelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan yang telah digariskan dalam keputusan Sedangkan menurut Ripley dan Franklin dalam (Budi Winarno, 2. , implementasi adalah apa yang terjadi setelah undang-undang yangditetapkan yang memberikan otoriter program, kebijakan, keuntungan . , atau suatu jenis keluaran yang nyata . angible outpu. Menurut (Mulyadi, 2. , implementasi mengacu pada tindakan untuk mencapai tujuan-tujuan Tindakan ini berusaha untuk mengubah keputusan-keputusan tersebut pola-pola perubahan-perubahan besar atau kecil sebagaimana yang telah diputuskan sebelumnya. Implementasi pada hakikatnya juga merupakan upaya pemahaman apa yang seharusnya terjadi setelah program Pengertian Sapta Pesona Sapta Pesona menurut Rafi dkk dalam (Faizal Hamzah. Eko Tri Utomo, 2. , sapta pesona adalah suatu kondisi yang diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau wilayah tertentu di Negara Indonesia meliputi unsur-unsur diantaranya aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Tujuan Sapta Pesona Berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata. Pos dan Telekomunikasi Nomor : 5/UM. 209/MPPT-89 Tujuan diselenggarakannya program Sapta Pesona adalah untuk meningkatkan kesadaran, rasa tanggung jawab segenap lapisan masyarakat, baik pemerintah. DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 swasta maupun masyarakat luas untuk mampu bertindak dan mewujudkannya dalam perikehidupan sehari-hari. Unsur Sapta Pesona Berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor:PM. 04/VM00l/MKP/2008. Tentang Sadar Wisata. Sapta Pesona merupakan jabaran konsep Sadar Wisata khususnya yang terkait dengan dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata, metalui perwujudan unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan unsur kenangan. Jabaran masing-masing unsur Sapta Pesona tersebut adalah sebagai berikut: Aman Suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata/ daerah tujuan wisata yang rnemberikan rasa tenang, bebas dari rasa takut dan kecemasan bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Bentuk aksi yang perlu diwujudkan, antara lain: Sikap tidak mengganggu kenyamanan wisatawan dalam kunjungannya. Menolong dan melindungi wisatawan. Rasa bersahabat terhadap wisatawan. Memelihara keamanan lingkungan. Membantu memberi informasi kepada wisatawan. Menjaga lingkungan yang bebas dari bahaya penyakit menular. Meminimalkan resiko kecelakaan dalam penggunaan fasilitas publik. Tertib Suatu kondisi lingkungan dan pelayanan di destinasi pariwisata/daerah tujuan wisata yang mencerminkan sikap disiplin yang tinggi dan profesional, serta kualitas fisik dan layanan yang teratur maupun efesien sehingga memberikan rasa nyaman bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Bentuk aksi yang perlu diwujudkan, antara lain: Mewujudkan budaya antri. Memelihara lingkungan dengan mentaati peraturan yang berlaku. Disiplin waktu/tepat waktu. Serba teratur, rapi dan lancar. Semua sisi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat yang menunjukkan keteraturan yang tinggi Bersih. Suatu kondisi lingkungan serta kualitas produk dan pelayanan di destinasi pariwisata/ daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang bersih dan sehat higienes sehingga memberikan rasa nyaman dan senang bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Implementasi Sapta Pesona Di Objek Wisata Mengkarang Purba A Susanto J. Usman Y. Marlina E. Anggraini Z. Chotib H. M . Bentuk aksi yang perlu diwujudkan, antara lain: Tidak membuang sampah/ limbah Turut menjaga kebersihan lingkungan objek dan daya tarik wisata serta sarana prasarana pendukungnya. Menjaga lingkungan yang bebas dari polusi udara . kibat asap kendaraan atau rokok, bau lainny. Menyiapkan sajian makanan dan minuman yang Menyiapkan perlengkapan penyajian makanan dan minuman yang bersih. Pakaian dan penampilan petugas bersih dan rapi Sejuk. Suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata/ daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang sejuk dan teduh yang akan memberikan perasaan nyaman dan "betah" bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Bentuk aksi yang perlu diwujudkan antara lain: Melaksanakan penghijauan dengan menanam Memelihara penghijauan di lingkungan objek dan daya tarik wisata serta jalur wisata. Menjaga kondisi sejuk dalam area publik/ fasilitas umum. penginapan, restoran dan sarana prasarana dan komponen/fasilitas kepariwisataan lainnya Indah Suatu mencerminkan keadaan yang indah dan menarik yang akan memberikan rasa kagum dan kesan yang mendalam bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut, sehingga mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas dan potensi kunjungan ulang. Bentuk aksi yang perlu diwujudkan, antara lain: Menjaga keindahan objek dan daya tarik wisata dalam tatanan yang alami dan harmoni. Menata lingkungan dan tempat tinggal secara teratur, tertib dan serasi serta menjaga karakter kelokalan. Menjaga keindahan vegetasi, tanaman hias dan peneduh sebagai elemen estetika lingkungan yang bersifat alami. Ramah - Tamah Suatu kondisi lingkungan dan sikap masyarakat di destinasi pariwisata/daerah tujuan wisata yang mencerminkan suasana yang akrab, terbuka dan penerimaan yang tinggi yang akan memberikan perasaan nyaman, diterima dan "betah" . eperti di rumah sendir. bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Bentuk Aksi yang perlu diwujudkan, antara lain: Bersikap sebagai tuan rumah yang baik dan rela membantu wisatawan. Memberi informasi tentang adat istiadat secara sopan. Menunjukkan sikap menghargai dan toleransi terhadap wisatawan. Menampilkan senyum dan keramah-tamahan yang tulus Kenangan DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 Suatu bentuk pengalaman yang berkesan yang diperoleh wisatawan di destinasi pariwisata/ daerah tujuan wisata yang akan memberikan rasa senang dan kenangan indah yang membekas bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut, sehingga mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas dan potensi kunjungan ulang. Bentuk Aksi yang perlu diwujudkan, antara lain:Menggali dan mengangkat keunikan budaya loka. Menyajikan makanan dan minuman khas lokal yang bersih, sehat dan menarik. Menyediakan cinderamata yang menarik, unik/ khas serta mudah dibawa. METODE PENELITIAN Metode Penelitian Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Metode diskriptif data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Hal itu disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu, semua yang dikumpulkan berkemungkunan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti. (Lexi J. Moloeng, 2. Penelitian Kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya prilaku, persepsi, motivasi tindakan secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkanberbagai metode ilmiah (Lexi J. Moloeng, 2. Lokasi Penelitian Adapun lokasi penelitian ini adalah di Objek Wisata Mengkarang Purba Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas dan seluruh pegawai Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpor. Kabupaten Merangin. Kepala Desa Bedeng Rejo beserta jajarannya. Ketua Pok Darwis dan seluruh Anggota, serta Masyarakat. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang dengan teknik pengambilan sampel dengan porposive dan random sampling. Teknik Pengumpulan Data Studi Pustaka. Yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Studi lapangan. Dalam penelitian kualitatif, seorang peneliti sangat mengandalkan hasil penelitiannya melalui observasi yang didukung oleh wawancara dan dokumentasi yang Implementasi Sapta Pesona Di Objek Wisata Mengkarang Purba A Susanto J. Usman Y. Marlina E. Anggraini Z. Chotib H. M . dikumpulkan di lapangan (Mukhtar, 2. Observasi Yaitu Proses keterlibatan peneliti dalam situasi sosial, kemudian dia mengungkapkan seluruh apa yang dilihat, dialami dan dirasakan langsung oleh peneliti. Adapun yang diobservasi dalam penelitian ini adalah berupa tempat peneltian ataupun kondisi di tempat penelitian dan semua aktifitas yang dilakukan baik dari pihak objek wisata maupun aktifitas masyarakat setempat. Wawancara Yaitu Proses tanya jawab antara peneliti dengan subjek penelitian atau informen dalam dalam satu situasi sosial. Wawancara menggunakan seperangkat daftar pertanyaan yang sudah disiapkan oleh peneliti sesuai dengan rumusan masalah dan pertanyaan penelitian yang akan dijawab melalui proses wawancara. Adapun kegiatan wawancara dalam penelitian ini dilakukan selama dua bulan, yaitu pada bulan Agustus dan September Tahun 2020 yang bertempat di Objek Wisata Mengkarang Purba Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin. Adapun informan yang diwawancarai terkait dengan penelitian ini Bapak Sukoso selaku Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin Bapak Nanang selaku Kepala Bidang Kepariwisataan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin. Bapak Suryana Adi selaku Kepala Seksi Pembinaan Masyarakat Kepariwisataan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin. Bapak Asrizal selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata Mengkarang Purba. Bapak Sukani selaku Pemandu Wisata Mengkarang Purba. Anggi selaku Wisatawaan Objek Wisata Mengkarang Purba. Rumiyati selaku pedagang Bakso di desa Bedeng Rejo. Dokumentasi Dokumentasi menurut (Sugiyono, 2. adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang Dokumentasi untuk mengumpulkan data kemudian ditelaah. Dokumentasi digunakan dalam penelitian ini meliputi laporan, pembukuan, tulisan angka dan gambar sebagai keterangan dalam mendukung data dan informasi penelitian dan profil Objek Wisata Mengkarang Purba Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat Kabupaten DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 Merangin. Teknik Analisis Data Analisis data menurut (Moleong, 2. adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceriterakan pada orang lain. (Miles & Huberman, 2. menyebutkan bahwa teknik analisis data dalam peneltian kualitatif meliputi: Pengumpulan Data Mengolah dan mempersiapkan data untuk dianalisis. Langkah ini melibatkan transkrip wawancara, mengetik data lapangan atau memilah-milah dan menyusun data tersebut ke dalam jenis-jenis yang berbeda tergantung pada sumber informasi. Reduksi data (Data Reductio. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tak perlu dan mengorganisasikan data-data yang telah di reduksi memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan menjadi tema. Penyajian Data (Data Displa. Penyajian data merupakan analisis dalam bentuk matrik, network, cart, atau grafis. Pada penelitian kualitatif, penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, tabel, bagan dan hubungan antar kategori. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, dan tersusun sehingga akan semakin mudah dipahami. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing/Verivicatio. Kesimpulan merupakan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah apabila tidak ditemukan buktibukti kuat yang mendukung tahap pengumpulan berikutnya. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Sapta Pesona di Objek Wisata Mengkarang Purba Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin Berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata. Pos dan Telekomunikasi Nomor : KM. 5/UM. 209/MPPT-89 Tujuan diselenggarakannya program Sapta Pesona adalah untuk meningkatkan kesadaran, rasa tanggung jawab segenap lapisan masyarakat, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat luas untuk mampu bertindak dan mewujudkannya dalam Implementasi Sapta Pesona Di Objek Wisata Mengkarang Purba A Susanto J. Usman Y. Marlina E. Anggraini Z. Chotib H. M . perikehidupan sehari-hari. Sapta pesona memiliki 7 unsur yang harus tertanam di objek wisataYaituAman. Tertib. Bersih. Sejuk. Indah. Ramah tamah dan Kenangan. Tingginya minat masyarakat untuk mengunjung suatu objek wisata sudah tentu objek wisata tersebut memiliki berbagai sarana dan prasarana yang mendukung. Namun hal terpenting yang harus dilaksanakan di objek wisata adalah dengan menerapkan tujuh unsur sapta pesona. Berkaitan dengan sapta pesona dalam hal inipeneliti ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan 7 unsur sapta pesona dilokasi objek Wisata Mengkarang Purba sebagai berikut: Aman Suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata/ daerah tujuan wisata yang memberikan rasa tenang, bebas dari rasa takut dan kecemasan bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Adapun bentuk aksi yang perlu diwujudkan, antara lain: Sikap tidak mengganggu kenyamanan wisatawan dalam kunjungannya. Menolong dan melindungi wisatawan. Rasa bersahabat terhadap wisatawan. Memelihara keamanan lingkungan. Membantu memberi informasi kepada wisatawan. Menjaga lingkungan yang bebas dari bahaya penyakit menular. Meminimalkan resiko kecelakaan dalam penggunaan fasilitas publik. Untuk menunjang situasi yang aman di Objek wisata mengkarang purba, kelompok sadar wisata terus berbenah dalam membangun sarana dan prasarana yang mendukung untuk terlaksananya situasi yang aman bagi pengunjung serta menempatkan petugas jaga dilokasi objek wisata. Berdasarkan hasil wawancara: Aurencana akan dibuat posko tapi kendala kami para tamu tidak masuk setiap hari karena ini wisata minat khusus jadi orang-orang yang benar-benar berminat yang datang kesituAy (Asrizal. Ketua Kelompok Sadar Wisata Mengkarang Purba. Pada 03 Agustus 2. Secara umum Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin bertanggung jawab dalam rangka pengembanganobjek wisata di Kabupaten Merangin, untuk itu Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin menjalin kerjasama dengan masyarakat dalam membantu memajukan objek wisata yang ada di daerah. Berdasarkan hasil AuDalam objek wisata ada beberapa unsur untuk memajukan kepariwisataan pertama objek itu sendiri kedua masyarakat, jadi perpanjangan tangan kami dimasyarakat untuk membina objek-objek wisata yang ada di daerah itu ada namanya kelompok sadarwisata DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 mengimplementasikan unsur-unsur aman itu, jadi rasa aman inikan bagaimana wisatawan itu merasa betah ditempat yang dikunjungi, jadi bagaimana langkah-langkah kita disini tentu kami sebagai pembimbing pertama kali yang kami lakukan itu tentu membina perpanjangan tangan kami yaitu dari pokdarwis nuntk menciptakan rasa aman didaerahnya masing-masingAy. (Suryana Adi. Kepala Seksi Pembinaan Masyarakat Kepariwisataan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin. Pada 03 September 2. Untuk mewujudkan situasi dan kondisi yang aman di ObjekWisata Mengkarang Purba perlu dilakukan aksi-aksi agar setiap pengunjung yang datang bisa merasakan situasi dan kondisi yang aman dari segala macam bahaya yang tidak diinginkan. Untuk menciptakan rasa aman dilokasi objek wisata tentu tak lepas dari peran pokdarwis yang bekerjasama dengan masyarakat setempat. Berdasarkan hasil wawancara: AuAdapun aksi-aksi yang mereka lakukan salah satunya kami meganjurkan kepada mereka untuk menciptakan rasa aman, contohnya dengan menciptakan sistim poskamling kedua menghimbau kepada kelompok masyarakat kalau ada wistawan yang berkunjung kesana mari kita bantu dengan baik supaya mereka merasa betah dan tidak boleh mengganggu mereka selagi berbuat yang positifAu . (Suryana Adi. Kepala Seksi Pembinaan Masyarakat Kepariwisataan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin. Pada 03 September 2. Rasa Aman menjadi faktor penentu bagi setiap wisatawan yang akan berkunjung ke setiap objek wisata tanpa terkecuali objek wisata Mengkarang Purba yang mana objek wisata ini merupakan wisata alami dengan kondisi alam yang masih asri, namun objek wisata ini masih memilika hambatan dalam menciptakan rasa aman bagi wisatawan yang akan berkunjung ke objek wisata tersebut rasa tidak aman ini terjadi bukan karna adanya gangguan dari orangorang yang tidak bertanggung jawab yang sengaja menciptakan situasi yang tidak nyaman dilokasi agar keberadaan wisatawan jadi terganggu maupun ancaman dari binatang buas yang selalu mengintai saat kita lengah, akan tetapi rasa kurang aman ini muncul karna kondisi jalan penghubung dari desa Bedeng Rejo menuju lokasi objek wisata sampai saat ini masih berupa jalan tanah yang belum beraspal Dengan kondisi jalan yang naik turun dan akan licin jika diguyur hujan dan ini tentu menimbulkan resiko kecelakaan bagi wisatawan maupun penduduk setempat yang melewati jalan tersebut hal ini membuat wisatawan yang datang merasa kurang aman dan kecewa dengan kondisi jalan tersebut. Berdasarkan hasil wawancara: AuSejujurnya saya tidak merasa aman terutama terhadap jalan menuju objek wisata. Implementasi Sapta Pesona Di Objek Wisata Mengkarang Purba A Susanto J. Usman Y. Marlina E. Anggraini Z. Chotib H. M . jalan yang dilalui seperti jalan kekebun pada umumnya jadi sebagai pengunjung saya merasa kecewa karena ini dapat berakibat buruk bagi wisatawan kalau tidak diperhatikanAy (Anggi. Wisatawaan Objek Wisata Mengkarang Purba. Pada 26 Agustus Berdasarkan hasil wawancara dengan informan, dapat diketahui bahwa terkait dengan pelaksanaan sapta pesona pada unsur aman belum terlaksana dengan baik, karena kondisi tidak aman bisa terjadi akibat kondisi jalan yang menuju objek wisata mengkarang purba masih berupa jalan tanah yang belum beraspal dengan rute naik bukit turun bukit serta sebagian dari jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan jika diguyur hujan maka jalan tersebut akan sulit untuk dilewati karena kondisi jalan tersebut menjadi licin dan ini tentu sangat beresiko bagi masyarakat maupun wisatawan yang melewati jalan tersebut, karena bisa menimbulkan resiko kecelakan,namunkondisi objek Wisata Mengkarang Purbapada dasarnya Aman untuk dikunjungi karena pihak pengelola dalam hal ini adalah kelompok sadar wisata desabedeng rejo telah menyediakan pemandu wisata yang bisa diajak oleh para pengunjung untuk mengelilingi objek wisata tersebut. Tertib Suatu kondisi lingkungan dan pelayanan di destinasi pariwisata/daerah tujuan wisata yang mencerminkan sikap disiplin yang tinggi dan profesional, serta kualitas fisik dan layanan yang teratur maupun efesien sehingga memberikan rasa nyaman bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Adapun bentuk aksi yang perlu diwujudkan, antara lain: Mewujudkan budaya antri. Memelihara lingkungan dengan mentaati peraturan yang berlaku. Disiplin waktu/tepat waktu. Serba teratur, rapi dan lancar. Semua sisi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat yang menunjukkan keteraturan yang tinggi. Dalam pelaksanaan unsur tertib di Objek Wisata Mengkarang Purba pihak mengelola sangat memperhatikan ketertiban bagi setiap pengunjung. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan: AuTertib ini juga ada kaitannyanya dengan kebersihan, kita menginginkan pengunjung ini tertib dalam upaya menjaga destinasi atau objek wisata supaya tidak membuang sampah sembaranganAy. (Sukoso. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin. Pada 28 agustus 2. Menghormati kearifan lokal objek Wisata Mengkarang Purba adalah hal yang patut dilakukan oleh para wisatawan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh wisatawan karena objek Wisata Mengkarang Purba mempunyai mitos yang patut untuk Berdasarkan hasil wawancara dengan informan: DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 AuKalau untuk mitos karena kita masih satu area dengan teluk uang setiap ada pengunjung darah palembang pasti ada hal yang nggak diduga ntah itu tenggelam ntah itu hilang, kalau dulu ada mahasiswa unsri pasti darah palembang banyak saya kasih himbauan siapa yang darah palembang tolong jangan jauh-jauh dari pemandu, ya kita mungkin kita jaga-jaga, ntah itu nanti tenggelam ntah itu hilang ntah kemana, mitosnya seperti itu karna dulunya mungkin orang teluk uang yang lebih tau detilnyaAy. (Sukani. Pemandu Wisata Mengkarang Purba. Pada 25 agustus 2020. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan, dapat diketahui bahwa terkait dengan unsur Tertib bahwa pelaksanaan unsur Tertib dilokasi objek Wisata Mengkarang Purbasudah terlaksana dengan baik. Pihak Mengkarang Purba selalu memberikan himbauan kepada setiap pengunjung agar menghormati kearifan lokal dan ketertiban yang diterapkan di Objek wisata Mengkarang Purba sehingga kejadian yang tidak terduga dapat dihindari. Bersih. Suatu kondisi lingkungan serta kualitas produk dan pelayanan di destinasi pariwisata/ daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang bersih dan sehat higienes sehingga memberikan rasa nyaman dan senang bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Adapun bentuk aksi yang perlu diwujudkan, antara lain: Tidak membuang sampah/ limbah sembarangan. Turut menjaga kebersihan lingkungan objek dan daya tarik wisata serta sarana prasarana pendukungnya. Menjaga lingkungan yang bebas dari polusi udara . kibat asap kendaraan atau rokok, bau lainny. Menyiapkan sajian makanan dan minuman yang higienis. Menyiapkan perlengkapan penyajian makanan dan minuman yang bersih. Pakaian dan penampilan petugas bersih dan rapi. Dalam pelaksanaan unsur Bersih di Objek Wisata Mengkarang Purba. Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah raga Kabupaten Merangin sangat peduli dengan kondisi kebersihan dilokasi objek wisata walaupun tidak semuanya bisa terlaksanakan karena faktor alam. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan: AuKita sediakan tempat pembuangan sampah di Objek wisata tapi belum disemua objek karna saat ini kita masih tahap pemenuhan sarana prasarana di Objek wisata ituAy. (Sukoso. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin. Pada 26 agustus 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan, dapat diketahui bahwa terkait dengan unsur bersih bahwa pelaksanaan unsur bersih dilokasi objek Wisata Mengkarang Purba belum terlaksana dengan baik. Walaupun pihak Mengkarang Purba selalu memberikan himbauan kepada setiap pengunjung agar selalu menjaga kebersihan di Objek wisata namun Implementasi Sapta Pesona Di Objek Wisata Mengkarang Purba A Susanto J. Usman Y. Marlina E. Anggraini Z. Chotib H. M . faktor alam tetap menjadi hambatan dalam pelaksanaan kebersihan seperti sampah daun yang Sejuk. Suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata/ daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang sejuk dan teduh yang akan memberikan perasaan nyaman dan "betah" bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Adapun bentuk aksi yang perlu diwujudkan antara lain: Melaksanakan penghijauan dengan menanam pohon. Memelihara penghijauan di lingkungan objek dan daya tarik wisata serta jalur wisata. Menjaga kondisi sejuk dalam area publik/ fasilitas umum. restoran dan sarana prasarana dan komponen/fasilitas kepariwisataan lainnya. Objek wisata Mengkarang Purba bukanlah objek wisata buatan namun objek wisata alami yang terbentuk secara alami karena itu dengan dikelilingi dan ditumbuhi oleh pohon yang besar dan rindang, maka kesejukan dilokasi objek wisata ini masih tetap terjaga. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan: Aurata-rata destinasi kita destinasi alami, saya pikir untuk kesejukan tidak jadi masalah karna kondisi dibjek wisata kita masih hijau. Bentuk aksi yang perlu dilakukan, antara lain Kita sampaikan kepada pengunjung agar tidak usil, tidak menebang pohon tidak corat coret dipohon yang bisa menyebabkan pepohon disekitar objek bisa matiAy. (Sukoso. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin. Pada 28 agustus 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan, dapat diketahui bahwa terkait dengan unsur sejuk bahwa pelaksanaan unsur sejuk dilokasi objek Wisata Mengkarang Purba sudah terlaksana dengan baik karena objek wisata Mengkarang Purba merupakan objek wisata alam yang terbentuk secara alami dengan pepohonan yang rindang dilokasi di Objek wisata Indah Suatu mencerminkan keadaan yang indah dan menarik yang akan memberikan rasa kagum dan kesan yang mendalam bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut, sehingga mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas dan potensi kunjungan ulang. Adapun bentuk aksi yang perlu diwujudkan, antara lain: Menjaga keindahan objek dan daya tarik wisata dalam tatanan yang alami dan harmoni. Menata lingkungan dan tempat tinggal secara teratur, tertib dan serasi serta menjaga karakter Menjaga keindahan vegetasi, tanaman hias dan peneduh sebagai elemen estetika DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 lingkungan yang bersifat alami. Objek wisata Mengkarang Purba bukanlah objek wisata buatan, namun objek wisata alami yang terbentuk secara alami. Oleh karna itu keindahan yang ada di objek wisata juga tercipta secara alami namun untuk menambah keindahannya maka perlu dilakukan pemeliharaan agar keindahan yang sudah ada tetap bisa terjaga dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan: AuKalau unsur keindahan yang alami tinggal kita memolesnya dengan pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di objek wisata itu. Untuk menjaga keindahan yang terdapat di Objek wisata maka perlu dilakukan aksi-aksi seperti kita berikan himbauan kepada pengunjung agar tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak keindahan agar tetap terjagaAy. (Sukoso. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin. Pada 26 agustus 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan, dapat diketahui bahwa terkait dengan unsur Indah bahwa pelaksanaan unsur Indah dilokasi objek Wisata Mengkarang Purba sudah terlaksana dengan baik karena objek wisata Mengkarang Purba merupakan objek wisata alam yang terbentuk secara alami dengan keindahan yang terbentuk secara alami dilokasi di Objek wisata tersebut. Ramah - Tamah Suatu kondisi lingkungan dan sikap masyarakat di destinasi pariwisata/daerah tujuan wisata yang mencerminkan suasana yang akrab, terbuka dan penerimaan yang tinggi yang akan memberikan perasaan nyaman, diterima dan "betah" . eperti di rumah sendir. bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Adapun bentuk Aksi yang perlu diwujudkan, antara lain: Bersikap sebagai tuan rumah yang baik dan rela membantu wisatawan. Memberi informasi tentang adat istiadat secara sopan. Menunjukkan sikap menghargai dan toleransi terhadap wisatawan. Menampilkan senyum dan keramahtamahan yang tulus. Objek wisata Mengkarang Purba terletak di daerah pemukiman penduduk. Oleh karena itu dukungan dari masyarakat setempat sangat penting untuk kelangsungan objek wisata Berdasarkan hasil wawancara dengan informan: AuKita libatkan masyarakat dan pokdarwis supaya tahu bagaimana melayani tamu yang datang bisa jadi adab dan etika perlu dilatih. Dalam meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata dalam hal ini peran masyarakat setempat sangatlah penting dalam mendukung kemajuan objek wisata dengan menjadi tuan rumah yang baik dengan bentuk aksi-aksi yang dilakukan seperti saat datang wisatawan tentu kita harus Implementasi Sapta Pesona Di Objek Wisata Mengkarang Purba A Susanto J. Usman Y. Marlina E. Anggraini Z. Chotib H. M . beramah tamah misalnya seperti diawali dengan senyum memberikan ucapan selamat datang. Kita selenggarakan pelatihan dengan masyarakat dan pokdarwis setempatAy. (Sukoso. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin. Pada 26 agustus 2. Peran serta masyarakat sangatlah penting dalam menyambut kedatangan wisatawan dengan menjadi tuan rumah yang baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan: AuKalau kita nyambut tamu itukan harus ramah kalau kita punya air minumpasti kita akansuguhkan kalau ada makanan juga akan kita suguhkan karnakita harus ramah dengan orang harus sopan santun kan gituAy. (Rumiyati, pedagang Bakso didesa Bedeng Rejo. Pada 05 agustus 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan, dapat diketahui bahwa terkait dengan unsur Ramah-Tamah bahwa pelaksanaan unsur ramah-tamah dilokasi objek Wisata Mengkarang Purba sudah terlaksana dengan baik karena objek wisata Mengkarang Purba terletak didesa bedeng rejo yang mana mayoritas warganya adalah suku jawa maka sopan santun dan ramah tamah memang selalu diutamakan. Kenangan Suatu bentuk pengalaman yang berkesan yang diperoleh wisatawan di destinasi pariwisata/ daerah tujuan wisata yang akan memberikan rasa senang dan kenangan indah yang membekas bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut, sehingga mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas dan potensi kunjungan ulang. Adapun bentuk Aksi yang perlu diwujudkan, antara lain: Menggali dan mengangkat keunikan budaya loka. Menyajikan makanan dan minuman khas lokal yang bersih, sehat dan menarik. Menyediakan cinderamata yang menarik, unik/ khas serta mudah Dalam hal menarik minat wisatawan pihak pengelola objek Wisata Mengkarang Purba selalu mengutamakan pelayanan kepada pengunjung yang datang dengan harapan nantinya pengunjung tersebut akan datang lagi untuk berkunjung ke objek wisata. Sedangkan untuk dilokasi Tubing sedapat mungkin pemandu wisata akan memberikan pelayanan yang maksimal yang akan diberikan kepada wisatawan. Berdasarkan hasil wawancara dengan AuKenangan khususnya olah raga tubing . enelusuri aliran sunga. kita sebisa mungkin melaksanakan tugas kita supaya tidak ada hal-hal kedepannyaAy. (Sukani, pemandu wisata di mengkarang purba. Pada 29 Agustus 2. Setiap objek wisata identik dengan ciri khas dengan kerajinan tangan daerah setempat DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 yang dijadikan cendramata untuk kenang-kenangan wisatawan saat berkunjung, namun di objek wisata mengkarang purba belum Berdasarkan hasil wawancara dengan AuKalau kenangan secara ikatan emosional ada tapi kenangan yang lain seperti cendera mata itu belum ada, belum begitu banyak kalaupun ada seperti gantungan kunci, baju saya pikir ini yang belum tapi memang sudah dirintis tapi masih belum berkembangAy. (Nanang. Kepala Bidang Kepariwisataan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin. Pada 26 agustus 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan, dapat diketahui bahwa terkait dengan Pelaksanaan Sapta Pesona dilokasi objek Wisata Mengkarang Purba pada Unsur Kenangan sudah terlaksana dengan baik walaupun adahambatan seperti belum tersedianya cendera mata yang menarik yang bisa jadi kenang-kenangan bagi wisatawan. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan, peneliti dapat mengetahui bahwa terkait dengan Pelaksanaan Sapta Pesona dilokasi objek Wisata Mengkarang Purba sudah terlaksana dengan baik walaupun ada beberapa faktor penghambat seperti unsur Aman, unsur Bersih dan Unsur Kenangan. Hambatan yang di hadapi dalam Implementasi Sapta Pesona di Objek Wisata Mengkarang Purba Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin Pelaksanaan sapta pesona di Objek wisata mengkarang purba pada dasarnya sudah berjalan dengan baik akan tetapi dalam pelaksanaannya ada beberapa hambatan yang dihadapi seperti: Aman Hambatan yang dihadapi dalam unsur aman adalah belum maksimalnya dalam meminimalkan resiko kecelakaan dalam penggunaan fasilitas publik. Rasa Aman menjadi faktor penentu bagi setiap wisatawan yang akan berkunjung ke setiap objek wisata tanpa terkecuali objek wisata Mengkarang Purba yang mana objek wisata ini merupakan wisata alami dengan kondisi alam yang masih asri, namun objek wisata ini masih memiliki hambatan dalam menciptaka rasa aman bagi wisatawan yang akan berkunjung ke objek wisata tersebut rasa tidak aman ini terjadi bukan karna adanya gangguan dari orangorang yang tidak bertanggung jawab yang sengaja menciptakan situasi yang tidak nyaman dilokasi agar keberadaan wisatawan jadi terganggu maupun ancaman dari binatang buas yang selalu mengintai saat kita lengah, akan tetapi rasa kurang aman ini muncul karena kondisi Implementasi Sapta Pesona Di Objek Wisata Mengkarang Purba A Susanto J. Usman Y. Marlina E. Anggraini Z. Chotib H. M . jalan penghubung dari desa bedeng rejo menuju lokasi objek wisata dengan jarak tempuh A 4 km sampai saat ini masih berupa jalan tanah yang belum beraspal, dengan kondisi jalan yang naik turun dan akan licin jika diguyur hujan dan ini tentu menimbulkan resiko kecelakaan bagi wisatawan maupun penduduk setempat yang melewati jalan tersebut hal ini membuat wisatawan yang datang merasa kurang aman dan kecewa dengan kondisi jalan tersebut. Dapat diketahui bahwa terkait dengan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan sapta pesona pada unsur aman dilokasi objek Wisata Mengkarang Purba bahwa selain kondisi jalan dari desa bedeng rejo menuju lokasi dalam kondisi rusak dan sebagian dari sepanjang jalan tersebut telah ditutupi tumbuhan liar di kiri kanannya, ketersediaan anggaran juga hambatan karena kurangnya anggaran akan mengahambat pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di objek wisata mengkarang purba. Bersih Hambatan yang dihadapi dalam unsur bersih adalah belum tersedianya pakaian dan penampilan petugas yang bersih dan rapi. Lingkungan yang bersih serta petugas yang berpakaian yang bersih dan rapi menjadi faktor penentu bagi setiap wisatawan agar betah untuk berkunjung keobjek wisata. Pada dasarnya pelaksanaan sapta pesona pada unsur bersih di Objek weisata mengkarang purba sudah berjalan dengan baik dengan adanya kerjasama kelompok sadar wisata dengan masyarakat setempat dalam menjaga lingkungan yang bersih, akan tetapi para petugas kebersihan dilokasi objek wisata belum memiliki seragam khusus saat bertugas. Kenangan Faktor penghambat dalam unsur Kenangan di Objek Wisata di Mengkarang Purba adalah belum tersedianya Kuliner, kerajinan tangan seperti cendera mata karna penduduk setempat bermata pencarian bertani bukan pengrajin sehingga tidak mudah bagi masyarakat dalam merubah pola mata pencarian mereka. Kuranganya tempat kuliner menjadi hambatan dalam menciptakan suatu kenangan di Objek wisata mengkarang purba. Tersedianya cendera mata yang unik merupakan salah satu yang paling dicari bagi setiap wisatawan jika mengunjung suatu objek wisata namun dilokasi objek wisata mengkarang purba belum ada menyediakan cendera mata dan ini tentu menjadi salah satu hambatan dalam pelaksanaan sapta pesona pada unsur kenangan karna jadi pengrajin belum tentu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat . berdasarkan hasil wawancara dengan informan: AuKendala orang itu kalau mereka fokus jadi pengrajin putaran uang kecil karna harus menunggu tamu yang datang jadi mereka lebih fokus keproduk harian seperti pisau untuk nyada karet dengan parang untuk kekebon karna kalau mereka tekuntidak bisa DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 untuk mencukupi kebutuhan keluargta karna tidak sebanding dengan wisatawan yang datang tapi kemaren waktu musim batu kami bawa ke merangin expo delapan puluh persen habis karna kualitas pembuatannya memang bagus, tapi kalau wisatawan datang sama banyak dengan pengunjung yang ada di objek wisata lain kan bisa diangkatAy. (Asrizal. Ketua Kelompok Sadar Wisata Mengkarang Purba. Pada 06 september 2. Dapat diketahui bahwa terkait dengan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan sapta pesona pada unsur kenangan dilokasi objek Wisata Mengkarang Purba adalah belum tersedianya kuliner, kerajinan tangan seperti cendramata, hal ini disebabkan karena menjadi pengrajin cenderamata bukan pilihan utama karna belum bisa untuk meningkatkan perekonomian keluarga karna jumlah tamu yang datang masih sedikit. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan Implementasi Sapta Pesona di Objek Wisata Mengkarang Purba Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin Dalam upaya mengoptimalkan pelaksanaan sapta pesona di Objek wisata Mengkarang Purba secara keseluruhan ada beberapa hambatan yang dihadapidan ini tentu memerlukan upaya dalam mengatasinya adapun upaya yang telah dilakukan adalah: Pertama. Kelompok sadar wisata mengkarang purba melakukan gotong royong bersama masyarakat setempat untuk memperbaiki jalan yang rusak. Untuk meminimalkan resiko kecelakaan saat melewati jalan dari desa bedeng rejo yang menuju objek wisataagar tetap aman dilewati oleh masyarakat maupun wisatawan agar tidak terjadi kecelakaan yang bisa menimbulkan korban jiwa dalam hal inianggota pokdarwis dan masyarakat selalu bekerjasama untuk memperbaiki dan membersihkan jalan yang rusak maupun pohon yang Dalam menciptakan situasi dan kondisi yang aman dilokasi onjek wisata Mengakarang Purba pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merangin selalu menjalin kerjasama denga pihak keamanan. Kedua, dengan menupayakan memberikan seragam kepada anggota pokdarwis. Untuk mengatasi hamabatan sapta pesona dalam unsur bersih dalam hal ini upaya yang telah dilakukan oleh kelompok sadar wisata mengkarang purba adalah memberikan pakaian khusus Sedangkan upaya yang dilakukan adalah telah membuat seragam operasional. Ketiga, mengupayakan dengan menyediakan kerajinan lokal. Upaya hambatan unsur Kenangan pada sapta pesona di objek wisata mengkarang purba, yaitu pihak Implementasi Sapta Pesona Di Objek Wisata Mengkarang Purba A Susanto J. Usman Y. Marlina E. Anggraini Z. Chotib H. M . pengelola menjalin kerjasama dengan instansi lainnya serta meningkatkan pelatihan kepada masyarakat setempat terkait dengan pembuatan cindera mata dan kenangan lainnya. Dapat diketahui bahwa terkait dengan apa upaya yang dilakukan dalam mengatatasi hambatan dalam Implementasi Sapta Pesona pada unsur Aman. Bersih dan Kenangan di Objek Wisata Mengkarang Purba Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin peneliti berkesimpulan bahwa kelompok sadar wisata dan Pemerintah Daerah dalam Hal ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah raga yang bekerjasama denga instansi lain seperti Dinas Koperasi dan perdagangan Kebupaten merangin selalu melakukan pelatihan dan bimbingan sehingga unsur kenangan di Objek Wisata Mengkarang Purba bisa terlaksana dengan baik. KESIMPULAN Secara keseluruhan, implementasi sapta pesona dengan tujuh unsur aman, tertib, bersih, indah, sejuk, ramah tamah dan kenangan di objek wisata mengkarang purba Desa Bedeng Rejo belum terlaksana dengan baik hal ini dikarenakan ada beberapa hambatan. Adapun hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan tujuh unsur sapta pesona di objek wisata mengkarang purba adalah: pada unsur aman, belum terlaksananya untuk meminimalkan resiko kecelakaan dalam penggunaan fasilitas publik, seperti sarana jalan penghubung yang menuju lokasi objek wisata masih jalan tanah seadanya dengan kondisi sebagian dari sepanjang jalan tersebut sudah banyak ditutup tumbuhan liar, hal ini tentu membahayakan bagi wisatawan dan masyarakat yang melewatinya. Pada unsur bersih belum tersedianya pakaian khusus untuk petugas kebersihan serta penampilan petugas yang seadanya dalam berpakaian sewaktu menemani pengunjung. Lingkungan yang bersih serta petugas berpakaian bersih dan rapi menjadi faktor penentu bagi setiap wisatawan agar betah dalam berkunjung ke objek wisata. Pada unsur kenangan, belum tersedianya aneka cendera mata dan tempat kuliner hal ini tentu membuat para pengunjung belum memiliki kesan yang memberikan rasa senang dan kenangan indah yang membekas bagi wisatawan saat saat berkunjung. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan dalam implementasi sapta pesona di objek wisata mengkarang purba adalah: pertama, kelompok sadar wisata mengkarang purba melakukan gotong royong bersama masyarakat setempat untuk memperbaiki jalan yang rusak. Kedua, mengupayakan dengan memberikan seragam kepada anggota pokdarwis. Ketiga, dengan mengupayakan untuk menyediakan kerajinan lokal. DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 SARAN Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin agar membangun jalan beraspal pada jalan penghubung dari desa bedeng rejo menuju lokasi objek wisata mengkarang purba. Kepada anggota kelompok sadar wisata mengkarang purba agar memakai pakaian yang bersih dan rapi saat melakukan tugasnya di lokasi objek wisata mengkarang purba. Kepada masyarakat desa bedeng rejo agar bisa memanfaatkan peluang usaha dalam meningkatkan perekonomian keluarga sehingga bisa membuka lapangan kerja baru Kepada anggota kelompok sadar wisata dan masyarakat desa bedeng rejo agar mempromosikan keunggulan-keunggulan yang ada di objek wisata mengkarang purba agar banyak diketahui oleh masyarakat luas. DAFTAR PUSTAKA