PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Volume 1 November 2023 . PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SMA NEGERI WELULI KABUPATEN BELU Isidorus Isma Mau Leon Universitas Muhammadiyah Kupang. Indonesia Corresponding Author: isidorusleon@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah . untuk mendeskripsikan dan mendalami peran kepala sekolah dalam membentuk karakter siswa di SMA Negeri Weluli, . untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat peran kepala sekolah dalam membentuk karakter siswa di SMA Negeri Weluli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan peserta didik. Adapun teknik pengumpulan data yaitu, menggunakan observasi, wawancara, dan Teknik analisis data diantaranya, tahap pengumpulan data, reduksi data dan penyajian Hasil penelitian ini menunjukan bahwa . kepala sekolah di SMA Negeri Weluli sudah melaksanakan perannya dengan baik, . Peran kepala sekolah di SMA Negeri weluli dalam membentuk karakter siswa sudah bagus, yaitu dengan mendisiplinkan dirinya sendiri, yaitu dari keteladanan kepala sekolah, seperti arahan dari kepala sekolah dan pembinaan yang dijalankan kepala sekolah terhadap guru dan peserta didik. faktor pendukung peran kepala sekolah di SMA Negeri Weluli adalah adanya pengontrolan atau pengawasan dari semua guru dan orang tua, adanya dukungan dari masyarakat sekitar sekolah, dan adanya kesadaran dari siswa itu sendiri, sedangkan faktor faktor penghambat peran kepala sekolah adalah kurangnya pengawasan dari guru dan orang tua. Kata Kunci: Kepemimpinan. Kepala Sekolah. Pendidikan Karakter ABSTRACT The purpose of this research are . to describe and explore the role of the principal in shaping the character of student at Weluli Public High School, . to describe the supporting factors and inhibiting the role of the principal in shaping the character of students at Weluli Public High School. The method used in this research is qualitative. The subjects of this research is principals, teachers and students. for data collection techniques, namely, using observation, interviews, documentation. Data analysis techniques include, the stages of data collection, data reduction and data presentation. The results of this study indicate that . the principal at Weluli Stage High School has carried out his role well, . the role of the principal at Weluli Stage High School in Shaping student character is already good, namely by disciplining himself, namely from the example of the principal such as direction from the school principal and coaching carried out by the principal for teachers and students. the supporting factors for the role of the principal at Weluli Stage High school are the control or supervision of all teachers and parents, the support from the community around the school, and the awareness of the students themselves, while the inhibiting factors for the role of the principal are the lack of supervision from teachers and parents. Keywords: Leadership. Principal. Character Education PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik, pendidikan juga suatau usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudahnya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan. Pendidikan di Indonesia mengalamai perubahan yang sangat cepat pada masa pandemi covid-19. Pemerintah dan satuan pendidikan berusaha sebaik mungkin menyiapkan proses pembelajaran yang maksimal untuk murid. Kepala sekolah memiliki peran sangat E-ISSN: 3026-6416 Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran disekolah. Kepala sekolah melalui tugasnya sebagai supervisor dan pemimpin disekolah harus memastikan bahwa murid mendapatkan pelayanan yang terbaik sesuai kebutuhannya. Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan di sekolahnya harus dapat memaksimalkan proses evaluasi pada supervisi akademik untuk bahan refleksi agar bisa menciptakan karakter belajar mengajar yang baik. Kepala sekolah merupakan komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kualitas kepala sekolah akan sangat erat sekali hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan kepala sekolah,salah satunya yang penting adalah mengenai pengembangan pendidikan karakter di sekolah. Pendidikan karakter merupakan upaya untuk membantu perkembangan jiwa baik lahir maupun batin, dari sifat kodratnya menuju ke arah peradaban yang manusiawi dan lebih baik. Penerapan nilai karakter di sekolah memerlukan peran penting kepala sekolah dalam pelaksanaan kurikulum merdeka Maka disinilah kepala sekolah harus berusaha untuk mengintegrasikan semua pihak yang terlibat dalam usaha pelaksanaan pembentukan karakter di dalam lingkungan belajar. Kepala Sekolah adalah bagian yang sangat berfungsi dalam peningkatan kualitas pendidikan, yang mempunyai tanggung jawab untuk memajukan pendidikan yang dipimpin. dalam kegiatan terlaksananya pendidikan tentu punya berbagai bagian yang mampu untuk mendorong proses keberhasilan pembelajaran. Keberhasilan itu sangat dititk beratkan pada peran kepala sekolah selaku pimpinan yang mampu menjalankan peran dan tugasnya layaknya Begitupun komponen lain, didalam hal ini guru sebagai tenaga pendidik dan siswa sebagai peserta didik yang mampu untuk mengkomunikasikan berbagai kepentingan dan kebutuhan proses mengajar. Dengan perkataan lain, kepala sekolah harus mampu memberikan suatu pengaruh terhadap keyakinan peserta didiknya dalam pelaksanaan pendidikan, karena hakikat imam baru akan sempurna jika dinyatakan dengan amaliah yang nyata. Menurut Joni . , karakter seseorang terbentuk sebagai dampak akumulatif dari pelajaran yang dipetik dari perjalanan belajar dan bekerja sepanjang hidup seseorang yang melibatkan berbagai institusi, baik pendidikan formal, informal, maaupun nonformal tempat seseorang menemukan dirinya sejak balita sampai dewasa melalui pendidikan yang tepat. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Brandsford dan Gardner . , menyatakan pendidikan yang berkualitas memerlukan ketersediaan layanan guru dan tenaga kependidikan yang profesional. Maka, seluruh generasi Indonesia akan memiliki karakter yang kuat dan menghormati keberagaman. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Masalah karakter dan disiplinnya siswa sangat penting akan majunya suatu lingkungan Di sekolah yang teratur senantiasa terciptanya proses pembelajaran yang baik. Sebaliknya, disekolah yang tidak teratur kondisinya akan jauh berbeda dari sekolah yang Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi sudah dianggap hal yang biasa dan untuk memperbaiki keadaannya tidaklah mudah. Hal ini dibutuhkan kerja keras dari beberapa pihak untuk mengubahnya, terutama kepala sekolah yang sangat berperan penting dalam membentuk karakter disekolah. Berdasarkan hasil pengamatan di SMA Negeri Weluli terlihat bahwa ada peserta didik yang berbuat pelanggaran akan tata tertip sekolah seperti : . Adanya siswa yang berkeliaran di luar sekolah pada jam pelajaran. Siswa pulang sebelum waktunya jam pulang. Masih adanya siswa yang tidak berpakaian rapi. Masih ada siswa yang merokok di . Adanya siswa yang bermain di halaman sekolah pada jam pelajaran. Dari permasalahan di atas, sebagai pemimpin kepala sekolah harus mempunyai solusi untuk mengatasi pembentukan karakter siswa yaitu . Perencanaan, yang diikuti seluruh guru dan staf dalam kegiatan rapat diantaranya strategi perencanaan dalam membentuk karakter siswa dengan membuat tata tertip dan penerapan 7S, . Pelaksanaan, dilakukan dengan penerapan pembiasaan dalam lingkungan sekolah seperti pembacaan doa sebelum pelajaran, memberi hukuman kepada siswa yang melanggar peraturan, kemudian keteladanan pada guru untuk memberikan contoh seperti berpakaian yang rapi, tidak terlambat dan berperilaku baik. Seperti kita ketahui bersama bahwa akhir-akhir ini karakter siswa mengalami beberapa Penurunan karakter pada para siswa ini dapat terjadi karena adanya beberapa faktor. Seperti masih terdapatnya guru yang tidak mencontohkan karakter yang baik di sekolah, faktor keluarga, faktor lingkungan atau faktor pergaulan. Selain itu juga banyaknya media yang dengan mudah dijumpai atau dimiliki siswa dapat menjadi salah satu penyebab menurunnya karakter pada siswa. Adanya internet selain mempunyai pengaruh positif juga mempunyai pengaruh negative. Hal ini dapat terlihat dari antusias anak menggunakan internet sebagai sarana bermain dari pada untuk sarana belajar. akibatnya karakter belajar hilang karena selalu asyik menikmati internet dan kurangnya kesadaran dari dalam dirinya untuk mengontrol Berperilaku tidak disiplin juga berpengaruh banyak terhapat menurunya prestasi Selain faktor lingkungan karakter juga biasanya mengalami penurunan karena faktor teman dekat, seperti karena kita terlalu menghargai teman sehingga sering menghabiskan waktu untuk mengobrol bersama-sama ketimbang belajar. padahal keesokan harinya akan mengahapi ujian atau ada tugas sekolah yang harus dikerjakan. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan prestasi sekolah menurun, yang nantinya akan membuat guru, dan orang tua menjadi kecewa. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Kelalaian atau ketidakdisiplinan dalam menyimak dan mengulang pelajaran seringkali membuat kita hanya akan memperkeruh keadaan,menimbulkan persoalan baru seperti sanksi dari guru atau semakin tidak mengertinya siswa terhadap suatu pembelajaran. Pentingnya penelitian dilakukan peran kepala sekolah, kepala sekolah dapat menciptakan usaha membentukkan karakter. Kepala sekolah harus memaksimalkan perannya dalam pembentukan karakter siswa, karena kurangnya kedisiplinan siswa terhadap peraturanperaturan yang berlaku di sekolah seperti tidak mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Sehubungan dengan gejala diatas, peneliti tertarik ingin mengkaji lebih dalam mengenai Peran Kepala Sekolah Dalam Membentuk Karakter siswa di SMA Negeri Weluli Kabupaten Belu. METODE Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2. Pendekatan penelitian merupakan hal yang sangat esensial sebelum seorang peneliti lebih jauh melaksanakan sebuah penelitian. Manfaat dari adanya pendekatan penelitian ini adalah ketika menjawab atau menentukan rumusan masalah, peneliti bisa terbantu atau Pendekatan penelitian harus selaras dengan keperluan dalam menentukan dan menjawab pertanyaan penelitian. Pendekatan penelitian ini umumnya dilakukan untuk memahami secara mendalam suatu fenomena yang terjadi untuk diteliti kebenarannya. Tempat dan Waktu Penelititian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Weluli yang berlokasi di Jl. Piegol Mil Weluli. Desa Dirun. Kecamatan Lamaknen. Kabupaten Belu. Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Tanggal 30 Januari 2023 Ae 07 Februari 2023. Subyek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah : Kepala sekolah SMA Negeri Weluli Kabupaten Belu. Guru SMA Negeri Weluli Kabupaten Belu. Peserta didik SMA Negeri Weluli Kabupaten Belu. Teknik Pengumpulan Data PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Pengumpulan data merupakan sesuatu yang sangat penting dalam penelitian ilmiah. Pengumpulan data merupakan prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang di perlukan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah sebagai berikut: Metode Interview (Wawancar. Interview sering disebut dengan wawancara. Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari Metode Observasi Metode Observasi yaitu metode pengumpulan data dengan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fakta-fakta yang diselidiki. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah metode penelitian untuk memperoleh keterangan dengan cara memeriksa dan mencatat laporan dokumen yang ada. Teknik Analisis Data Dalam penilaian kualitatif, data yang diperoleh dari berbagai sumber, dngan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam, dan dilakukan secara terus-menerus sampai datanya jenuh. Dalam penelitian ini terdapat beberapa tahap analisis data antara lain: Tahap pengumpulan data: Pada tahap ini, peneliti berusaha mencari dan mengumpulkan data penelitian sebanyak mungkin dari berbagai sumber melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Reduksi Data: Proses reduksi data berarti membaca, mempelajari, melaah ulang data-data yang telah diperoleh di tahap sebelumnya kemudian membuat rangkuman yang inti, proses, dan pernyataan-pernyataan yang perlu di jaga tetap berada di dalamnya. Penyajian Data: Pada tahap ini, data-data yang telah dirangkum kemudian disusun dalam satuan-satuan yang memiliki makna. Verifikasi dan kesimpulan: Pada tahap ini, peneliti berusaha memeriksa keabsahan data kemudian menarik kesimpulan dari data-data yang telah dikumpulkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Kepala Sekolah dalam Membentuk Karakter Siswa Peran menurut Koentrajaraningrat, berarti tingkahlaku individu yang memutuskan suatu kedaan tertentu, dengan demikian konsep peran menunjuk kepada pola perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memiliki status tertentu dalam oraganisasi atau sistem. Kepala Sekolah memiliki beberapa peran utama, yaitu: pendidik, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator. Dari peranan di atas peneliti mendefinisikan beberapa peran yang berkaitan dengan karakter siswa, seperti: PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Peran Kepala Sekolah Sebagai Pendidik Seorang kepala dilembaga pendidikan terutama sekolah dalam menjadi pendidik harus mencakup dua hal yaitu. Sebuah sasaran ataupun kepada siapa saja perilaku sebagai pendidik akan diarahkan, . Bagaimana peran untuk menjadi pendidik itu dapat dilaksanakan (Purwanti. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah menjelaskan bahwa sebagai seorang pemimpin harus mampu memberi pengetahuan, dorongan, dan arahan kepada guru dalam membentuk karakter pada siswa akan mendorong sifat dan perilaku baik dan positif pada siswa itu sendiri dengan cara mengarahkan seluruh guru, karyawan dan siswa untuk selalu mengucap salam ketika masuk kelas atau ruangan, membaca doa sebelum pembelajaran dimulai dan selesai pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara diatas kepala sekolah SMA Negeri Weluli sudah melalukan perannya seperti mendorong dan mengarahkan seluruh staf sekolah seperti guru dalam mengembangkan karakter peserta didik. Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Kepala sekolah menjadi supervisor mempunyai tugas mengatur semua bidang kurikulum berlaku didalam sekolah agar bisa memberikan hasil yang sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya. Bidang-bidang kurikulum yang senantiasa harus dikuasai oleh seorang kepala sekolah sebagai supervisor yaitu materi pelajaran, proses belajar mengajar, evaluasi kurikulum, pengelolaan kurikulum, dan pengembangan kurikulum (Rusmawati, 2. Hasil wawancara dengan kepala sekolah SMA Negeri Weluli mengatakan bahwa sudah banyak hal yang dilakukan dalam kegiatan supervisornya, antara lain : . Melakukan kunjungan kelas untuk melihat sudah terlaksananya atau belum kegiatan pembentukan karakter di setiap kelas yang dilakukan secara berkala ditiap kelas, . Memberikan arahan terhadap para tenaga pengajar dan siswa yang melaksanakannya mulai dari salam, mebaca doa sebelum dan sesudah KBM . egiatan belajar mengaja. Berdasarkan hasil wawancara diatas kepala sekolah sudah melakukan perannya dengan baik seperti melakukan pengecekan dalam kelas terhadap guru dan siswa. Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator Peran kepala sekolah sebagai motivator yaitu kepala memberi dorongan terhadap seluruh guru atau pegawai agar selalu aktif serta bisa menjalankan pekerjaannya sesuai dengan beberapa metode dan prosedur sesuai yang ditetapkan, sebab dengan adanya motivasi dari kepala sekolah maka seluruh guru dan seluruh pegawai akan memiliki rasa bahwa dirinya mendapatkan dorongan maupun semangat dari seorang pemimpin (Purwati, 2. Hasil wawancara dengan kepala sekolah SMA Negeri Weluli mengatakan bahwa saya sebagai kepala sekolah selalu bersabar dalam memberikan motivasi karena dalam pendidikan siswa memiliki PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. sifat dan perilaku serta pikiran yang tidak sama yang berbeda antara satu dengan yang lain. Selain itu saya juga memberi motivasi dan dorongan terhadap siswa dalam membentuk karakter dengan memberikan contoh atau tauladan seperti berdoa bersama sebelum pembelajaran dimulai. Berdasarkan hasil wawancara diatas sebagai seorang pemimpin harus mampu memberikan motivasi dan dorongan kepada siswa agar para siswa dapat membentuk karakter mereka dengan baik. Peran Kepala Sekolah dalam Membentuk Karakter Siswa di SMA Negeri Weluli Sebelum peneliti memaparkan data mengenai peran Kepala Sekolah dalam membentuk karakter siswa, pengertian kepala sekolah adalah penanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga pendidikan lainnya, pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasaran juga sebagai supervisor . pada sekolah yang Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi yang dilakukan oleh peneliti, dengan menggunakan teknik wawancara ke berbagai narasumber yang menyebutkan bahwa sesuai yang dijelaskan oleh Guru di SMA Negeri Weluli sebagai berikut: kepala sekolah itu bertugas untuk membina, mengatur dan mengawasi di dalam Lembaga sekolah. Kepala sekolah juga berperan sebagai pemimpin di suatau sekolah. Kepemimpinan di sekolah dan di perusahaan itu jelas berbeda karena kepemimpinan di sekolah di dalamnya ada nilai karakter, kepala sekolah di SMA Negeri Weluli menurut saya sudah menjadi kepala sekolah yang baik, bisa kita lihat dari hasil kenyataanya mengenai membina, mengatur, dan mengawasi itu sudah berjalan dengan baik, kemudian program sekolah juga sudah berjalan dengan baik, dibuktikan dengan adanya proses KBM di sekolah. Manajemen Sekolah dan Kepemimpinan kepala Sebagaimana yang dijelaskan dalam data hasil wawancara yang di dukung data observasi tersebut menunjukkan bahwa peran kepala sekolah yang baik itu sangat di butuhkan oleh sekolah, dengan adanya kepala sekolah yang baik maka seluruh anggota warga sekolah termasuk : Guru & staff, siswa, dan karyawan juga akan baik karena kepala sekolah adalah suri tauladan/contoh pertama di lingkungan sekolah. Hal itu juga di dukung oleh penjelasan dari Kepala Sekolah sebagai berikut: Peran kepala sekolah di suatu sekolah itu sebagai pemimpin atau sebagai manajer di dalam sekolah, dan yang mengendalikan seluruh kegiatan yang ada di Data di atas merupakan bukti lain tentang peran kepala sekolah di dalam sekolah yang dijawab oleh kepala sekolah selaku pemimpin di sekolah. Hal ini menegaskan bahwa sudah ada perencanaan yang disusun oleh pihak sekolah berupa mendisiplinkan diri terlebih dahulu agar pencapaian karakter siswa bisa menjadi lebih baik, bertoleransi, dan bermoral. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Hasil wawancara dengan kepala sekolah SMA Negeri Weluli mengatakan bahwa peran kepala sekolah dalam membentuk karakter siswa mempunyai dua pilar pokok yaitu : . kepala sekolah sebagai manajer yang artinya kepala sekolah sebagai penentu kebijakan yang mampu mengakomodir seluruh kebutuhan siswa terkait pendidikan karakter. kepala sekolah sebagai pemimpin harus memberikan petunjuk dan pengawasan dan kemampuan dalam mengambil keputusan (Wawancara, tanggal 07 februari 2. Berdasarkan hasil wawancara diatas sebagai kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam menentukan suatu kebijakan yang mampu memberikan petunjuk dan pengawasan terkait dengan pendidikan karakter. Perencanaan dalam membentuk karakter siswa sebagai pemimpin, kepala sekolah sangat berperan penting dalam membentuk karakter siswa di lingkungan sekolah. Hasil wawancara dengan kepala sekolah SMA Negeri Weluli Ibu Maria Fatima Berek mengatakan bahwa: Saya sebagai kepala sekolah, sejauh ini saya sudah adakan pelaksanaan sosialisasi dalam membentuk karakter siswa, dengan cara pendekatan langsung dengan siswa, memberi motivasi, survei lingkungan belajar, melihat perkembangan siswa, menanyai setiap permasalahan siswa secara langsung agar pencapaian pembentukan karakter lebih efektif . awancara, tanggal 07 februari 2. Berdasarkan hasil wawancara diatas kepala sekolah sangat berperan penting dalam membentuk karakter siswa. Sebagai pimpinan sekolah dalam membentuk karakter siswa, perlu adanya pendekatan secara langsung dengan siswa, agara pencapaian karakter siswa bisa menjadi lebih baik, bertoleransi, dan bermoral. Hal ini sebagai salah satu catra dalam mengatasi membentuk-Nya karakter siswa. Berdasarkan hasil observasi, dan wawancara di atas bahwa pelaksanaan dalam membentuk karakter siswa di sekolah SMA Negeri Weluli, sejauh ini kepala sekolah sudah berusaha membentuk karakter siswa dengan cara melakukan sosialisasi. Hasil wawancara dengan siswa Brigita Ernawati Bau kelas XII Sosial-3 mengatakan bahwa: Menurut saya halhal yang dilakukan Bapak/Ibu guru dalam membentuk karakter yaitu : Dengan mengadakan tata tertib sekolah dimana didalamnya ada poin-poin pelanggaran agar siswa-siswi dapat mengikuti peraturan yang diadakan di sekolah. (Wawancara, tanggal 08 februari 2. Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa, dengan adanya tata tertib sekolah yang diadakan para guru, siswa-siswi harus mematuhi peraturan tersebut untuk membentuk karakter siswasiswa dengan lebih baik. Hasil wawancara dengan siswa Norbertus Edison Erwin Loe kelas XII Soial-5 mengatakan bahwa: Menurut saya sejauh ini Bapak/Ibu guru sudah sanagat baik dalam membentuk karakter kami walaupun teman-teman yang lain tidak merasakannya saya sebagai siswa saya merasakan pembentukan karakter yang dilakukan oleh guru, dengan pembentukan karakter saya menjadi lebih baik lagi (Wawancara, tanggal 08 februari 2. Berdasarkan hasil PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. wawancara tersebur dalam membentuk karakter di lingkungan sekolah sudah menjadi kewajiban untuk para guru dalam membina dan membentuk karakter yang baik agar setiap peserta didik dapat menerapkan karakter yang baik di lingkungan sekolah. Hasil wawancara dengan siswa Cresensia Putri Insan Tuan kelas XII sosial I bahwa: Harapan saya bapak, ibu guru kedepannya bisa membentuk karakter siswa tidak dengan kekerasan baik itu secara fisik melainkan dengan cara yang baik selayaknya orang tua kandung. (Wawancara, tanggal 08 februari 2. Berdasarkan hasil wawancara di atas ketika membentuk karakter seseorang tidak harus dengan kekerasan karena memberikan hukuman fisik tidak akan mendapatkan dampak positif malah memberikan dampak yang negatif tetapi dengan cara yang baik agar dapat membetuk karakter yang baik. Hasil wawancara dengan siswa Erin Dwi Panca Febrianti Talo kelas XII IPAbahwa: Menurut saya kalau bertanya sudah sejauh mana Bapak/Ibu guru dalam membentuk karakter siswa sudah sangat baik dalam membentuk karakter siswa dan sudah banyak perubahan salah satunya dengan membuat aturan poin pelanggaran, siswa/siswi lebih disiplin, bertanggung jawab, jujur dan tertib (Hasil wawancara, tanggal 08 februari 2. Berdasarkan hasil wawancara diatas sebagai guru atau yang mempunyai wewenang dalam wilayah sekolah harus lebih memahami apa itu karakter dalam membuat suatu peraturan sekolah agar siswa dapat menaati suatu peraturan yang sudah dibuat. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara bersama siswa-siswa SMA Negeri Weluli bahwa evaluasi terkait membentuk karakter siswa di sekolah sudah dilaksanakan dan berupaya agar bisa membentuk karakter yang lebih baik. KESIMPULAN Kepala sekolah menjadi pendidik yaitu kepala sekolah melakukan tanggung jawab dalam membentuk karakter siswa dengan cara pendekatan langsung dengan siswa. Maka peneliti dapat mengambil simpulan yakni Kepala sekolah telah melaksanakan perannya sebagai seorang pemimpin dalam membentuk karakter siswa. Peran kepala sekolah sebagai leader dalam membentuk karakter siswa yaitu dengan melakukan pembinaan rutin, seperti memberikan sosialisasi atau motivasi pada saat menjadi pembina upacara dan pada saat pelaksana kegiatankegiatan lainnya, kemudian kepala sekolah memberikan contoh teladan yang baik kepada guru, staf dan peserta didik dengan cara selalu datang tepat waktu dan selalu berkata sopan baik di depan guru, staf maupun peserta didik. Dalam melaksanakan perannya. Kepala sekolah sudah menerapkan gaya kepemimpinan bersifat demokratis, lugas, dan terbuka sehingga dapat terwujudnya generasi muda ke arah yang lebih baik, bertanggung jawab, mandiri, dan disiplin dalam peraturan yang sudah ditetapkan. Terdapat faktor pendukung dan penghambat yang PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. diterapkan oleh kepala sekolah dalam membentuk karakter siswa. Adapun faktor pendukung yaitu, . adanya sarana dan prasarana, . adanya kerja sama antara pihak sekolah dan orang Sedangakan faktor penghmbatnya antara lain, . Minimnya perhatian dari orang tua, . pengaruh lingkungan sekitar dan masyarakat, . keterbatasan waktu. (Maswi. Syahrul, & Datuk, 2022. Syahrul, 2018. Syahrul. Arifin, & Datuk, 2021. Syahrul. Yusuf. Julyyanti. Nautu, & Arifin, 2023. Syahrul & Datuk, 2020. Syahrul & Wardana, 2017. Zahrawati. Aras. Syahrul. Jumaisa, & Nzobonimpa, 2. (Allen & Bull, 2018. Baehr, 2017. Bates, 2019. Efendi & Lien, 2021. Imul, 2023. McGrath. Han. Brown, & Meindl, 2021. Muhtar & Dallyono, 2020a, 2020b. Pattaro, 2016. Peterson, 2019. Qoyyimah, 2016. Walker. Roberts, & Kristjynsson, 2014. Watson, 2. (Klaran, 2023. Malaifani, 2. DAFTAR PUSTAKA