Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025, 167-182 ISSN 2686-1836 (Prin. ISSN 2716-0742 (Onlin. Available Online at http://ejournal. id/JPKP Department of Management of Public Security and Safety. Faculty of Community Safety and Protection. Institute of Home Affairs Governance (IPDN) DOI: https://doi. org/10. 33701/jpkp. Received: 2025-12-10. Accepted: 2025-12-29. Published: 2025-12-29 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN MELALUI PEMBINAAN KELOMPOK TANI SAYURAN DI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN PROVINSI MALUKU UTARA Muhammad Sumanto Saputra1. Mulyana2,3 Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Utara Institut Pemerintahan Dalam Negeri corresponding author: mulyana@ipdn. ABSTRAK Kabupaten Halmahera Selatan menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan kebutuhan pangan lokal, dengan penurunan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) dari 85,67 pada Tahun 2021 menjadi 79,82 pada 2023. Dengan potensi lahan pertanian seluas 1. 245 hektar dan dominasi komoditas hortikultura yang masih belum optimal, pembinaan kelompok tani menjadi strategi utama yang diterapkan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian. Perkebunan, dan Ketahanan Pangan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi organisasi, struktur kelembagaan, pedoman teknis, serta penyediaan sarana prasarana telah mendukung pelaksanaan program, meskipun terbatas oleh anggaran dan jumlah sumber daya manusia . Pada dimensi interpretasi, para pelaksana memahami tujuan kebijakan dan menerapkannya melalui komunikasi rutin serta peninjauan lapangan, namun masih menghadapi kendala rendahnya kesadaran petani dan kondisi ekologis. Pada dimensi aplikasi, pembinaan dilaksanakan melalui tahapan coaching, monitoring, dan evaluasi serta diwujudkan dalam pendampingan teknis dan pemberian bantuan pertanian, meskipun peningkatan kapasitas sumber daya masih dibutuhkan. Kesimpulannya, implementasi kebijakan ketahanan pangan melalui pembinaan kelompok tani sayuran di Kabupaten Halmahera Selatan telah diselenggarakan dengan cukup baik. Kata Kunci: Ketahanan Pangan. Implementasi Kebijakan. Pembinaan Kelompok Tani. Hortikultura. Copyright . 2025 Muhammad Sumanto Saputra. Mulyana This work is licensed under the Creative Commons Attribution-Non Commercial-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 167 ABSTRACT decline in the Food Security Index (IKP) from 85. 67 in 2021 to 79. 82 in 2023. With 1,245 hectares of agricultural land and the dominance of horticultural commodities that are still not optimal, farmer group development has become the main strategy implemented by the local government through the Agriculture. Plantation, and Food Security Agency. This research method is descriptive qualitative with an inductive approach. The results show that in terms of organization, institutional structure, technical guidelines, and infrastructure provision have supported program implementation, despite limitations in budget and human resources . xtension worker. In terms of interpretation, implementers understand policy objectives and apply them through regular communication and field reviews, but still face challenges due to low farmer awareness and ecological conditions. In terms of application, guidance was carried out through coaching, monitoring, and evaluation stages and was manifested in technical assistance and agricultural aid, although capacity building was still needed. In conclusion, the implementation of food security policies through the guidance of vegetable farmer groups in South Halmahera Regency has been carried out quite well. Keywords: Food Security. Policy Implementation. Farmer Group Guidance. Horticulture. PENDAHULUAN Ketahanan Pangan menjadi salah satu isu strategis di Kabupaten Halmahera Selatan populasi terbesar di Maluku Utara yang mencapai 252,864 jiwa pada Tahun 2023 (BPS Maluku Utara. Data distribusi penduduk tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Halmahera Selatan memiliki beban tanggung jawab yang lebih besar dalam menjamin ketahanan kabupaten/kota bahwa dengan populasi mencapai 252,864 jiwa atau sekitar 18% dari total penduduk Maluku Utara, kebutuhan pangan di kabupaten ini jauh lebih tinggi. Kondisi geografis kepulauan dengan 8 kecamatan yang tersebar di Berdasarkan data tersebut, pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya menyebabkan permintaan khususnya sayuran semakin tinggi. Hal ini dapat dilihat dari tren Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kabupaten Halmahera Selatan yang mengalami fluktuasi dalam lima tahun terakhir: lainnya di Maluku Utara. Merujuk pada data BPS Provinsi Maluku Utara . Merujuk Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Selatan . Dinas Pertanian Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kab. Halmahera Selatan, dapat dilihat bahwa. IKP memprihatinkan dimana setelah mencapai Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 168 peningkatan konsisten dari Tahun 2018- Pembinaan 2021, terjadi penurunan tajam sebesar hortikultura sayuran dipilih sebagai fokus 04 poin pada Tahun 2022 dan berlanjut penelitian karena sektor ini memiliki 81 poin di Tahun 2023. Penurunan ini mengindikasikan adanya mengingat Kabupaten Halmahera Selatan permasalahan sistemik dalam pengelolaan memiliki lahan pertanian potensial seluas ketahanan pangan di kabupaten ini. Jika 1,245 hektar yang belum dimanfaatkan dibandingkan dengan standar nasional oleh pemerintah secara optimal untuk dimana IKP minimal yang diharapkan pertanian hortikultura terutama sayuran. 00, maka capaian Kabupaten Data dibawah ini menunjukkan distribusi Halmahera Selatan saat ini . berada kelompok tani berdasarkan kecamatan di jauh di bawah target. Kondisi ini semakin Kabupaten Halmahera Selatan sebagai mengkhawatirkan mengingat posisinya Merujuk Kelompok semakin tinggi mengingat posisi strategis Kabupaten Halmahera Selatan . Kabupaten Halmahera Selatan sebagai yang bersumber dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kab. terbesar di Maluku Utara yang mencapai Halmahera Selatan, bahwa persebaran 252,864 jiwa. Penurunan drastis nilai IKP kelompok tani yang tidak merata antar dari 85,67 pada Tahun 2021 menjadi 80,63 Tahun Distribusi terbesar di provinsi. Urgensi penelitian ini Tani Kecamatan menurun menjadi 79,82 pada Tahun 2023 pembinaan dan pengembangan pertanian. mengindikasikan adanya permasalahan Kecamatan Bacan Timur dengan 32 serius dalam sistem ketahanan pangan kabupaten ini. Jika tidak segera diatasi. Kecamatan Kayoa hanya 19 kelompok tani memerlukan rata-rata Rata-rata kelompok tani beranggotakan 16-17 orang, hortikultura dari produksi lokal hanya mencapai 74%, sementara 26% sisanya masih harus dipenuhi dari luar daerah. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 Hal | 169 dalam pembinaan dan pendampingan kebutuhan konsumsi masyarakat. Rata- Data Dinas Pertanian hortikultura dari produksi lokal hanya Perkebunan Ketahanan Pangan mencapai 74% sehingga 26% sisanya Selatan Kabupaten Halmahera menunjukkan tren produksi hortikultura Kabupaten Halmahera Selatan memiliki sebagai berikut: mencapai 1,245 hektar yang tersebar di Merujuk Tanaman Hortikultura Produksi Sayuran berbagai kecamatan. Kab. Penelitian Halmahera Selatan . yang mengkaji ketahanan pangan belum banyak Dinas Pertanian Sebagaimana Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kab. Simanjuntak & Erwinsyah . yang Halmahera Selatan,diketahui bahwa data ketahanan pangan. Penelitian berikutnya menunjukkan gap yang signifikan antara mengkaji ketahanan pangan rumah tangga melalui aspek strategi (Ariningsih & Kesenjangan Rachman, 2. Di sisi lain, penelitian Tingkat Kariyasa & Suryana . menyatakan pemenuhan hanya 63. 1%, diikuti cabai bahwa ketahanan pangan dapat diperkuat besar . 2%) dan kangkong . 5%). melalui pengurangan pangan yang boros. Meskipun beberapa komoditas seperti Penelitian yang dilakukan oleh Zakiya et buncis menunjukkan tingkat pemenuhan . mengkaji aspek pemanfaatan pada ketahanan pangan. Di sisi lain disebutkan pula bahwa limbah pascapanen kebutuhan masih di bawah 80%. Kondisi buah dan sayuran merupakan persoalan ini menyebabkan ketergantungan tinggi terhadap pasokan dari luar daerah yang berimplikasi pada tingginya harga dan mendukung ketahanan dan keamanan risiko kelangkaan saat terjadi gangguan pangan, keberlanjutan ekonomi, serta . 6%), rata-rata Data peningkatan produksi pada hampir semua (Rajapakshe, et. , 2. Merujuk pada komoditas, capaian ini masih jauh dari Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 170 menyatakan bahwa penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian tersebut, keterjangkauan pangan melalui integrasi pembangunan ekonomi dan pengentasan spesifik mengkaji pembinaan kelompok secara bertahap dalam strategi jangka tani sayuran. Adapun tujuan penelitian ini pendek, menengah, dan panjang pada adalah untuk menganalisis implementasi level makro, meso, dan mikro (Salasa. Di sisi lain, menurut Jones . , pembinaan kelompok tani sayuran di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi menjalankan dan menuntaskan tugas agar Maluku Utara. tujuan kebijakan dapat tercapai secara Merujuk pada berbagai pendapat KAJIAN TEORI Hortikultura ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa budidaya sayuran, buah, dan tanaman hias (Zulkarnain, 2. Berikutnya. Arifin . mengemukakan bahwa ketahanan pangan bertumpu pada tiga dimensi Pertama, ketersediaan pangan, yang mencakup produksi, distribusi, dan ketahanan pangan merupakan kondisi terjaminnya ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan stabilitas pangan yang dikelola melalui sistem produksi, distribusi, dan kebijakan terintegrasi guna secara berkelanjutan. pengolahan yang harus terjamin melalui suplai domestik, cadangan pangan, impor METODE Penelitian pelengkap, serta bantuan darurat. Kedua, aksesibilitas masyarakat, yang meliputi metode penelitian deskriptif kualitatif. akses fisik melalui infrastruktur, akses Creswell ekonomi melalui daya beli, serta akses metodologi penelitian kualitatif adalah sosial yang bebas dari diskriminasi. Ketiga, stabilitas harga pangan, yang banyak individu atau kelompok tentang pengendalian harga, pengelolaan stok, dan isu-isu yang berkaitan dengan masalah sistem logistik yang efisien. Ketahanan pangan nasional perlu diarahkan pada . Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 Teknik | 171 Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Selatan. Sekretaris Dinas Pertanian Perkebunan Ketahanan Pangan HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Kebijakan Ketahanan Pangan Melalui Pembinaan Kelompok Tani Sayuran di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Penelitian ini peneliti mengambil Halmahera Selatan. Kasubag Perencanaan data dan fakta di lapangan yang di analisis Dinas Pertanian Perkebunan Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera kebijakan oleh Jones . , yang terdiri Selatan. Kepala Bidang Tanaman Pangan Interpretasi dan Aplikasi. Uraian lebih Holtikultura. Kepala Bidang Ketersediaan dan Ketahanan Pangan. Kepala Bidang SDM Organisasi, lanjut sebagai berikut. Penyuluhan. Organisasi Penyuluh Dinas Pertanian Perkebunan dan Sumber daya manusia, struktur Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera organisasi dan juga kelengkapan sarana Selatan, dan Petani Hortikultura Sayuran. dan prasarana sangat diperlukan suatu Jumlah informan sejumlah 12 orang. organisasi terkait dalam pelaksaan suatu Kriteria pemilihan informan adalah orang- kebijakan agar dijalankan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Berdasarkan hasil Informan Pertanian. Perkebunan, dan Ketahanan Lokasi Pangan Kabupaten Halmahera Selatan. Ir. penelitian di Dinas Pertanian Perkebunan Agus Heriawan. SP. Hut. Si. IPM. Ketahanan Pangan Kabupaten Kepala Dinas Halmahera Selatan. Disamping ketersediaan pangan merupakan tanggung Analisis data dilakukan melalui reduksi, display, dan penarikan manusia yang dimiliki dinas, termasuk kesimpulan (Miles & Huberman, 1. pegawai, staf, dan penyuluh, dinilai telah Sumber pengolahan data kebutuhan petani. Namun dijumpai, terutama terkait percepatan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 172 keterbatasan lahan akibat karakteristik rempah-rempah wilayah kepulauan. Selain itu, rendahnya hortikultura sayuran, meskipun berbagai bantuan seperti pupuk dan bibit telah karena petani cenderung memilih tanaman tahunan seperti cengkeh dan pala yang tersebut mengindikasikan bahwa aspek sumber daya manusia, baik dari sisi penyuluh maupun petani, masih menjadi seperti cabai, tomat, dan bawang merah. Oleh sebab itu, peran penyuluh menjadi sangat strategis sebagai garda terdepan produksi pertanian. produksi hortikultura. Temuan Pernyataan sejalan dengan data yang penulis peroleh. Dari data yang diperoleh penulis, dapat Wawancara dengan Kepala Bidang diketahui bahwa jumlah penyuluh di SDM Penyuluhan. Salim Maswara. Kabupaten Halmahera Selatan sebanyak pada 14 Januari 2025 menunjukkan bahwa 44 orang yang tersebar di 17 kecamatan keterbatasan jumlah penyuluh menjadi saja dan 13 kecamatan lainnya hanya salah satu hambatan signifikan dalam mempunyai kelompok tani tetapi tidak pelaksanaan pembinaan petani. Dengan mempunyai penyuluh sehingga hal ini hanya 44 penyuluh yang tersebar di 17 tentunya menjadi salah satu hambatan kecamatan, bahkan beberapa kecamatan ataupun menjadi permasalahan dalam pendampingan kepada kelompok tani ketahanan pangan untuk meningkatkan Meskipun demikian, para penyuluh telah berupaya hortikultura sayuran dan juga tentunya diperlukan pengelolaan organisasi dan pemahaman, pelatihan, serta peningkatan kerjasama yang baik antar berbagai pihak keterampilan petani untuk mendorong terutama pelaksana kebijakan yang sesuai dengan tugas dan fungsinya masing- hortikultura sayuran. Hambatan lain yang masing agar program berjalan dengan optimal dan efektif. petani untuk memilih budidaya tanaman Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 173 Hasil wawancara dengan Kepala Dinas Pertanian. Perkebunan, fungsional yang berbeda, setiap bidang Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera pertukaran data dan informasi untuk Selatan serta Kepala Bidang Ketahanan memastikan tercapainya tujuan bersama. Pangan menunjukkan bahwa pelaksanaan yaitu peningkatan ketahanan pangan di kebijakan ketahanan pangan didukung Kabupaten Halmahera Selatan. Temuan antarbidang serta koordinasi yang intensif. koordinasi lintas bidang menjadi faktor Setiap penting dalam keberhasilan implementasi secara spesifik, seperti bidang tanaman kebijakan ketahanan pangan. pangan dan hortikultura yang bertanggung Dinas Pertanian Perkebunan dan jawab dalam penyediaan bibit, bantuan ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Selatan melaksanakan penyaluran bantuan bidang ketahanan pangan yang seperti sarana dan prasarana,pupuk serta memastikan ketersediaan, kualitas gizi, bibit tanaman untuk pembinaan petani dan pemasaran hasil pangan. serta bidang SDM penyuluhan yang berperan langsung Penyalurannya dapat dilihat pada tabel Meskipun masing-masing memiliki tugas Tabel 1. Data Bantuan Fisik Dinas Pertanian Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2024 Jenis Kegiatan Nama Jumlah Barang/Pengadaan 1 Pengadaan Sarana dan Prasarana Jalan Usaha tani 14 Unit Pertanian Irigasi Air Tanah 4 Unit Irigasi air tanah dalam 34 Unit 2 Pengadaan Alat Mesin Pertanian Kendaraan Roda 3 17 Unit (Via. Hansprayer Semi 205 Buah Otomatis Mesin Potong Rumput 25 Unit Mulsa 237 Ball Cultivator 23 Unit Handraktor 23 Unit Perpompaan 3 Unit TR2 7 Unit Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 174 Combine Padi Cabe rawit Pengadaan bibit/benih 2 Unit 7,5 Ton 351 Sachet Kangkung 91 Sachet Terong 80 Sachet Sawi 160 sachet Tomat 6815 Sachet Cabe Kriting 160 Sachet Pengadaan Obatobatan Pupuk High Golden 7257 Sachet Roun Up 500 Liter Monstaf 658 Botol Marshal 1037 botol Furadan 311 Bungkus Fungisida 20 Botol Herbisida 16 Botol Insectisida 20 Botol Pupuk Magnesium 50 Ton Sumber: Dinas Pertanian Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Selatan, 2024 . iolah penelit. Data di atas diperkuat juga oleh Selain itu, ketersediaan sarana menunjukkan bahwa Dinas Pertanian prasarana serta struktur program kerja Perkebunan Pangan yang jelas turut mendukung kelancaran Kabupaten Halmahera Selatan secara rutin kegiatan pertanian dan pencapaian tujuan Temuan penelitian ini sejalan prasarana pertanian, termasuk pelatihan dengan pendapat Wanimbo et al . untuk meningkatkan kompetensi petani. yang menyatakan bahwa kualitas sumber Namun, keterbatasan anggaran, kurangnya mendukung percepatan pencapaian tujuan menyebabkan distribusi bantuan belum suatu organisasi. Senada dengan hal tersebut, untuk mendukung keberhasilan efektivitas pembinaan dan pelaksanaan Ketahanan mengikuti program prioritas. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa sumber dilaksanakan pengembangan sumber daya daya manusia, terutama peran penyuluh manusia baik secara kuantitas maupun dan petani, menjadi faktor penting dalam kualitasnya (Rahmadanita et al. , 2. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 175 sisi lain, adanya sarana prasarana yang memadai pun menjadi salah satu aspek serangan hama, perubahan cuaca, serta penting dalam implementasi kebijakan. Hal tersebut diperkuat oleh Santoso & Rahmadanita . bahwa penguatan pembinaan telah berjalan baik, faktor internal petani dan kondisi ekologis tetap Temuan penting yang tidak dapat diabaikan dalam peningkatan produktivitas hortikultura. pemerintah daerah. Meskipun pelaksana Berdasarkan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan kompetensi yang memadai, ketiadaan Perkebunan Kabupaten Halmahera Selatan dan Kepala menghambat keberhasilan implementasi Bidang kebijakan (Setiawan et al. , 2. Hortikultura. Interpretasi Wawancara dengan Koordinator kelompok tani telah Penyuluh Bacan Pertanian Timur BPP Kecamatan Tanaman Pangan berjalan sesuai kerangka regulatif daerah. Dijelaskan bahwa seluruh aktivitas kelembagaan Peraturan Bupati pendampingan secara optimal melalui Halmahera Selatan Nomor 30 Tahun 2022 yang mengatur struktur organisasi, tugas, fungsi, dan tata kerja dinas. Proses keterampilan petani, meskipun masih dihadapkan pada rendahnya kesadaran peninjauan langsung di lapangan serta tanaman secara mandiri. Kondisi tersebut penyuluh, dilakukan untuk memastikan menyebabkan beberapa tanaman tumbuh kebijakan berjalan efektif dan mendukung kurang subur dan berdampak pada hasil peningkatan produksi. Berbagai upaya Sementara itu. Ketua Kelompok pembinaan dilakukan untuk mendorong Tani Desa Wayamiga mengonfirmasi produktivitas hortikultura sebagai respons bahwa pembinaan dari penyuluh telah dilakukan secara rutin dan bantuan dari masyarakat, dan seluruh kegiatan tersebut dinas sangat membantu, namun petani Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 176 tetap berpijak pada ketentuan tugas dan Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera fungsi yang berlaku. Selatan menunjukkan bahwa prosedur Berdasarkan hasil penelitian, pada kerja dalam pembinaan kelompok tani dimensi interpretasi menunjukkan bahwa para pelaksana kebijakan telah memahami berdasarkan petunjuk teknis yang menjadi Meskipun acuan bagi para penyuluh di setiap Kepala dinas menjelaskan dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran bahwa pelaksanaan pembinaan mengikuti petani dalam perawatan tanaman serta berbagai kendala ekologis yang tidak dapat sepenuhnya dikendalikan. Di sisi memastikan program berjalan sesuai alur kelembagaan, pemerintah daerah telah yang ditetapkan. Selaras dengan itu, menafsirkan dan menjalankan mandat Kepala regulatif sesuai Peraturan Bupati, melalui menegaskan bahwa seluruh proses telah dijalankan sesuai pedoman, mulai dari intensif dengan petani. Senada dengan hal pemberian pemahaman dan keterampilan tersebut, komunikasi yang efektif antara di tingkat dinas hingga pelaksanaan pemerintah dan masyarakat menjadi kunci pendampingan langsung kepada petani Bidang SDM Penyuluhan Dengan (Kalsum et al. , 2. mekanisme kerja yang berjenjang tersebut Aplikasi memperlihatkan adanya kesinambungan Hasil wawancara dengan Kepala Dinas Pertanian Perkebunan efektivitas pelaksanaan program. Tabel 2. Produksi Tanaman Hortikultura di Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2024 Jenis Tanaman Bawang Merah Cabe Besar Kangkung Cabe Rawit Tomat Bayam Ketimun Labu Siam Hasil Produksi/Ton 307,72 Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 177 Buncis Ketimun Kacang Panjang Sumber: Dinas Pertanian Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Selatan, 2024 Produksi hortikultura Kabupaten Halmahera Selatan diwujudkan dengan mendorong petani agar lebih aktif menanam komoditas kontribusi terhadap dimensi ketersediaan hortikultura, khususnya sayuran, guna pangan, namun capaian tersebut belum Di sisi lain, hasil wawancara signifikan karena pemenuhan kebutuhan dengan salah seorang petani menunjukkan lokal baru mencapai 74% dan masih bergantung pada pasokan luar daerah. membantu petanu untuk beralih dari Penurunan IKP mengindikasikan bahwa tanaman tahunan ke budidaya hortikultura persoalan aksesibilitas, keterjangkauan, yang lebih produktif. Selain edukasi dan distribusi pangan masih menjadi secara teknis, pemerintah daerah juga menyediakan bantuan sarana prasarana IKP Wawancara dengan Kepala petani merasa lebih percaya diri terhadap Bidang SDM Penyuluhan menunjukkan keberlanjutan penjualan hasil pertanian bahwa program kerja dinas dijalankan yang dimiliki. Temuan penelitian ini memperkuat pendapat Zakiya et al. yang menyatakan bahwa konsistensi sikap pangan untuk mengikuti peraturan yang peningkatan produksi, terutama mengingat tingginya kebutuhan pangan di Kabupaten Halmahera implementasi kebijakan tersebut. Selatan. Upaya Tabel 3. Jadwal Kegiatan Penyuluhan dalam Pembinaan Kelompok Tani Berdasarkan Kecamatan di Kabupaten Halmahera Selatan No. Kecamatan Bacan Bentuk dan Teknis Coaching Monitoring Evaluasi Waktu 3 kali dalam 1 bulan 3 kali dalam 1 bulan 3 kali dalam 1 semester Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 178 Obi Selatan Bacan barat Utara Bacan Selatan Bacan Timur Coaching Monitoring Evaluasi Coaching Monitoring Evaluasi Coaching Monitoring Evaluasi Coaching Monitoring Evaluasi 6 A. Coaching Bacan Timur Coaching Selatan Bacan Timur Tengah Gane Barat Gane Timur Kasiruta Timur Kayoa Bacan Barat Pulau makian Makian barat Mandioli Selatan Mandioli Utara Monitoring Evaluasi Coaching Monitoring Evaluasi Coaching Monitoring Evaluasi Coaching Monitoring Evaluasi Coaching Monitoring Evaluasi Coaching Monitoring Evaluasi Coaching Monitoring Evaluasi Coaching Monitoring Evaluasi Coaching Monitoring Evaluasi Coaching Monitoring Evaluasi Coaching Monitoring 2 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 semester 2 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 bulan 2 kali dalam 1 semester 2 kali dalam 1 bulan 2 kali dalam 1 bulan 2 kali dalam 1 semester 4 kali dalam 1 bulan 3 kali dalam 1 bulan 3 kali dalam 1 semester 2 kali dalam 1 bulan 2 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 semester 2 kali dalam 1 bulan 2 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 semester 2 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 semester 2 kali dalam 1 bulan 2 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 semester 3 kali dalam 1 bulan 2 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 semester 1 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 semester 2 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 semester 2 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 semester 1 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 semester 2 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 bulan 1 kali dalam 1 semester 2 kali dalam 1 bulan 2 kali dalam 1 bulan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 179 Evaluasi Coaching Monitoring Evaluasi 1 kali dalam 1 semester 3 kali dalan 1 bulan 2 kali dalam 1 bulan 2 kali dalam 1 semester Obi Obi Barat Obi Timur Obi Utara Kepulauan Joranga Kayoa Utara Kayoa Selatan Kayoa Barat Kasiruta Barat Gane Timur Selatan Batang Lomang Gane Timur Tengah Gane Barat Selatan 30 Gane Barat Utara Sumber: Dinas Pertanian Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Selatan, 2024 Data di atas diperkuat oleh hasil bahwa penyuluh secara rutin hadir dua Wawancara dengan Kepala hingga empat kali setiap bulan untuk Bidang SDM Penyuluhan menunjukkan memberikan pengarahan teknis, meliputi bahwa frekuensi pembinaan kelompok perawatan tanaman, penanganan hama, tani umumnya berlangsung dua hingga dan praktik budidaya hortikultura. Selain tiga kali per bulan, dengan penyesuaian pendampingan, petani juga menerima bantuan berupa pupuk, bibit, dan alat jumlah penyuluh. Pendampingan idealnya pertanian yang mendukung kelancaran dapat dilakukan setiap hari apabila sumber aktivitas usaha tani. Kecamatan Bacan Timur menyampaikan Dimensi kunjungan lapangan dinilai penting untuk bahwa pembinaan kelompok tani telah menjaga motivasi petani dan memastikan diimplementasikan melalui prosedur yang proses budidaya berjalan optimal. Hasil jelas, terstruktur, dan berkesinambungan wawancara dengan salah seorang petani di sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 180 pemerintah daerah. Pelaksanaan program daya manusia . Para pelaksana berlangsung melalui tahapan coaching, kebijakan memahami arah kebijakan dan monitoring, dan evaluasi, yang kemudian menerjemahkannya melalui komunikasi diterjemahkan dalam pendampingan rutin lapangan, pemberian materi teknis, serta rendahnya kesadaran petani dan faktor pengawasan proses budidaya. Realisasi di Pelaksanaan pembinaan telah lapangan memperlihatkan bahwa program tidak hanya berfokus pada peningkatan namun peningkatan kapasitas sumber daya kapasitas petani, tetapi juga didukung tetap diperlukan untuk mengoptimalkan dengan penyediaan sarana prasarana dan hasil produksi hortikultura. Penelitian ini fasilitasi pemasaran hasil panen. Di sisi selanjutnya dapat mengkaji ketahanan pangan secara lebih komprehensif dengan meningkatkan intensitas pendampingan mengukur efektifitas program ketahanan pangan secara kuantitatif. produksi hortikultura tersebut. Senada dengan hal tersebut, disebutkan bahwa pendampingan dapat berlangsung lebih pemberdayaan masyarakat (Nasution & Mulyana, 2. PENUTUP Implementasi kebijakan ketahanan pangan melalui pembinaan kelompok tani sayuran di Kabupaten Halmahera Selatan telah diselenggarakan dengan cukup baik. Struktur program dan dukungan sarana dibatasi oleh anggaran dan jumlah sumber DAFTAR PUSTAKA