JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. Maret 2025, 13-23 Strategi Public Relations Muscle First dalam Membangun Brand Awareness Melalui Instagram Vanessa Agnes Rorencia1. Lina Sinatra Wijaya2* Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga. Indonesia sinatra@uksw. Abstract To increase Muscle First brand awareness on social media, especially Instagram. Muscle First has diligently implemented a series of strategies to increase brand awareness. This research uses descriptive qualitative research with a case study method. Regarding the research instrument, it is by conducting interviews with several sources and observations made by the author conducting research on Muscle First's Instagram social media account regarding buyer responses. This determines Muscle First's image on public. Public RelationsAo Muscle First uses strategies to increase brand awareness via Instagram via Key Opinion Leader (KOL) management. Muscle First's Key Opinion Leader (KOL) management uses a public relations strategy through four stages. The first stage is the planning stage, where market segmentation is carried out, content target planning, searching for the right Key Opinion Leader (KOL), and creating briefings. The second stage is the organizing stage, where the Key Opinion Leader (KOL) is organized, and a letter of cooperation is created. The third stage is the implementation stage, in which the key opinion leader (KOL) sends the content draft before finally uploading it to social media. The final stage is the monitoring stage, where Key Opinion Leader (KOL) management analyzes the Key Opinion Leader (KOL) Instagram insights and evaluates buyer responses to develop plans. Keywords: KOL management, public relations, brand awareness. Instagram, muscle first Abstrak Dalam Upaya meningkatkan brand awareness Muscle First di sosial media terkhusus Instagram. Muscle First telah dengan tekun melaksanakan serangkaian strategi untuk meningkatkan brand awareness. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Mengenai instrumen penelitiannya adalah dengan melakukan wawancara dengan beberapa narasumber dan observasi yang dilakukan dengan dilakukan riset di akun media sosial Instagram Muscle First terkait respon pembeli. Hal ini menentukan bagaimana citra Muscle First di mata publik. Hasil penelitian ini ialah Public Relations Muscle First menggunakan strategi peningkatan brand awareness melalui Instagram lewat Key Opinion Leader (KOL) management. Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First menggunakan strategi public relations melalui empat tahapan. Tahap pertama ialah tahap perencanaan dimana dilakukan segmentasi pasar, perencanaan target konten, pencarian Key Opinion Leader (KOL) yang tepat dan pembuatan briefing. Tahap kedua yaitu tahap pengorganisasian dimana dilakukan pengorganisasian Key Opinion Leader (KOL) dan pembuatan surat kerjasama. Tahap ketiga yaitu tahap pelaksanaan dimana Key Opinion Leader (KOL) mengirimkan draft konten sebelum akhirnya di unggah ke media Tahap terkahir yaitu tahap pengawasan dimana Key Opinion Leader (KOL) management menganalisa insight Instagram Key Opinion Leader (KOL) dan melakukan evaluasi terhadap respon pembeli untuk kemudian dilakukan pengembangan rencana kedepannya. Kata Kunci: KOL manajemen, public relations, brand awareness. Instagram, muscle first PENDAHULUAN Seiring dengan berkembangnya zaman, kita telah memasuki era digital dimana hampir semua orang menggunakan internet untuk membantu kehidupan sehari-harinya. Era digital membawa dampak positif dan negatif dimana dampak positifnya ialah kita dapat menemukan informasi dengan mudah diseluruh belahan dunia, mempercepat komunikasi, mempermudah pekerjaan dan lewat media sosial kita bisa mendapatkan hiburan. Sedangkan untuk dampak negatifnya ialah kita bisa mendapatkan informasi yang disalahgunakan atau hoax (Mulawarman dkk. , 2. Seperti yang telah Submitted: June 2024. Accepted: December 2024. Published: March 2025 ISSN: 2614-8498 . DOI: https://doi. org/10. 32509/pustakom. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. Maret 2025, 13-23 disampaikan bahwa di era digital sekarang mempermudah manusia untuk membantu menyelesaikan Begitu pula dengan praktisi Public Relations dimana para praktisi Public Relations juga menggunakan sosial media untuk membantu pekerjaannya. Jika dahulu kita mengetahui bahwa praktisi Public Relations menggunakan media massa seperti billboard, baliho, press release, press conference, radio, televisi, dan lain-lain untuk mempermudah pekerjaannya. namun sekarang seiring dengan berkembangnya zaman, praktisi Public Relations menggunakan sosial media untuk mempermudah Dikarenakan sosial media terbukti efektif untuk melakukan kegiatan public relations karena informasi yang disampaikan akan langsung sampai kepada Masyarakat (Puspitasari & Purwani, 2022:. Sosial Media adalah sarana untuk konsumen maupun penjual berbagi informasi mengenai produk yang akan dijual dalam bentuk tulisan, gambar, suara maupun video Kottler dan Keller . alam Prahendratno, dkk. : 2. Sosial Media juga memfasilitasi penggunanya dalam beraktifitas maupun berkolaborasi di dunia maya. Kita dapat beraktifitas maupun berkolaborasi dengan siapa saja yang menggunakan sosial media (Nasrullah dalam Ginting. Yulistiyono. Rauf. Manullang. Siahaan. Kussanti. Ardiansyah, dkk. , 2021:. Dari kedua pengertian ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa sosial media berfungsi untuk membagikan informasi dalam berbagai bentuk dan mefasilitasi penggunanya untuk beraktifitas maupun menciptakan kreasi . alam bentuk konte. dengan sesama pengguna media Selain informasi, sosial media juga menghadirkan hiburan bagi para penggunanya. Hiburan di sosial media berasal dari pengguna sosial media lain yang mengunggah konten. Konten adalah pokok, tipe, atau unit dari informasi digital (Simarta dalam Sarlan et al,. Instagram adalah salah satu contoh sosial media yang kerap di gunakan oleh masyarakat. Melalui platform tersebut, informasi disajikan dalam bentuk yang menarik dan unik sehingga membuat penggunanya merasa terhibur. Informasi yang disajikan dan kemudian diunggah ke media sosial disebut sebagai konten. Seseorang yang rajin mengunggah konten dan memiliki pengikut hingga ribuan dapat dikatakan sebagai seorang influencer atau Key Opinion Leader (KOL). Influencer adalah individu yang telah mendapatkan popularitas dan kepercayaan di antara audiens pengikut online yang terus bertambah dengan menjadi pengadopsi awal, inovator, atau pakar Niche di bidang minat tertentu seperti mode, kesehatan, atau teknologi (Musman, 2023:. Karena Key Opinion Leader (KOL) mempunyai ribuan hingga ratusan ribu pengikut maka dengan hadirnya Key Opinion Leader (KOL) di sosial media memberikan peluang bagi para perusahaan yang bergerak dibidang tertentu ikut menggunakan jasa Key Opinion Leader (KOL) untuk membranding atau bahkan mempromosikan produk perusahaan. Dengan adanya Key Opinion Leader (KOL) dapat membantu sebuah perusahaan untuk membentuk brand awareness dari perusahaan tersebut (Baharsyam & Wahyuti, 2. Dengan adanya suatu merek . maka akan menunjukkan image, nama dan kualitas produk, cara perusahaan menjalankan bisnis, dan bagaimana perusahaan meyakinkan konsumennya. Dengan adanya suatu merek memudahkan orang orang untuk mengenali suatu produk. Tujuan merek yaitu sebagai identitas, alat promosi, untuk mempertahankan citra dan untuk mengendalikan pasar. Selain itu tujuan merek dapat membangun kesadaran Merek (Brand Awarenes. , menciptakan koneksi emosional, membedakan produk, menciptakan kredibilitas dan kepercayaan, serta memotivasi pembelian. (Putri et al. , 2021:. Dalam penelitian terdahulu terkait Analisis Pemanfaatan Key Opinion Leader (KOL) oleh Batagor Acan sebagai Strategi Marketing Public Relations (MPR) di Instagram yang dilakukan oleh Niantiara . merupakan penelitian kualitatif dimana hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa strategi yang digunakan oleh Batagor Acan agar endorsment dapat memberikan hasil yang berdampak baik yaitu dengan mempertimbangkan Key Opinion Leader (KOL) yang tepat. Hal ini didukung dengan penelitian milik Soetristiyono & Vanel . dimana dalam penelitian ini dipertegas bahwa platform sosial media dapat membantu meningkatkan brand awareness. Dari penelitian terdahulu lebih difokuskan pada pemanfaatan Key opinion Leader dalam penerapan strategi Marketing Public Relations dalam penjualan Batagor Acan. Sedangkan penelitian ini Strategi Public Relations Muscle First dalam Membangun Brand Awareness Melalui Instagram (Vanessa Agnes Rorencia. Lina Sinatra Wijay. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. Maret 2025, 13-23 lebih difokuskan pada bagaimana strategi Public Relations Muscle First untuk pengelolaan Key Opinion Leader (KOL) dalam membangun Brand Awareness melalui Instagram. Muscle First merupakan brand suplemen fitness yang akan menemani penggunanya untuk membentuk badan yang ideal dengan berbagai variasi rasa susu protein anti-boring. Muscle First menggunakan Key Opinion Leader (KOL) untuk membantu agar penjualan dan branding Muscle First dapat meningkat. Banyak masyarakat yang terjun kedalam dunia gym mengetahui mengenai produk Muscle First. Ini menandakan bahwa Muscle First sukses dalam brand awareness-nya. Sebagai bukti bahwa Muscle First bisa dianggap sukses ialah data market share yang ditunjukkan oleh Compas di artikelnya dengan judul Au10 Top Brand Suplemen Fitness. Muscle First Berhasil Jadi Primadona Dengan Perolehan Market Share Teratas Di Shopee!Ay - Compas, n. , 2. Gambar 1. Data Market share Brand Fitness dengan produk Whey Protein (Sumber: Compas. id, 2. Dari data yang telah dicantumkan . ihat gambar . , dapat diambil kesimpulan bahwa Muscle First berhasil mencapai perolehan market share yang fantastis berkat strategi pemasaran dan komunikasi yang dilakukannya. Dibalik suksesnya brand Muscle First terdapat strategi Public Relations yang membantu untuk membuat branding melalui peran Key Opinion Leader (KOL) semakin sukses. Oleh karenanya, di penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana strategi Public Relations Muscle First untuk pengelolaan Key Opinion Leader (KOL) dalam membangun Brand Awareness Muscle First melalui Instagram, sehingga dapat dikenal dan sukses seperti sekarang. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif memiliki sifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna lebih ditonjolkan pada penelitian ini dengan landasan teori yang dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan (Ramdhan, 2. Adapun jenis penelitian kualitatif yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode studi kasus. Dimana pendekatan studi kasus adalah metode riset yang menggunakan berbagai sumber data . ebanyak mungkin dat. yang bisa digunakan untuk meneliti, menguraikan, dan menjelaskan secara komprehensif berbagai aspek individu, kelompok, suatu program, organisasi atau peristiwa secara sistematis (Kriyantono, 2. Penelitian ini menggunakan studi kasus tunggal dimana penelitian ini memfokuskan pada proses perkembangan strategi Public Relations yang digunakan (Suwendra, 2. Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kasus pada brand Muscle First dimana Muscle First merupakan obyek dalam penelitian ini. Sumber data pada penelitian diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan sejak bulan Maret 2024 dan wawancara yang dilakukan pada tanggal 9 Maret dan 16 Maret 2024. Adapun yang menjadi informan adalah CEO sekaligus Owner dari Brand Muscle First. Alasan penelitian ini memilih CEO dari Muscle First sebagai narasumber karena bisa mendapatkan data yang lebih akurat dan juga lengkap melalui beliau dan narasumber kedua ialah Lead dari KOL Management di Muscle First. Alasan Strategi Public Relations Muscle First dalam Membangun Brand Awareness Melalui Instagram (Vanessa Agnes Rorencia. Lina Sinatra Wijay. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. Maret 2025, 13-23 penelitian ini menggunakan lead KOL Management sebagai narasumber karena beliau langsung terjun dalam pengelolaan KOL di Muscle First dan data yang di berikan dapat di cross-check dengan pernyataan CEO Muscle First. Kemudian, penelitian ini memilih sepuluh narasumber yang diwawancarai secara daring yang tersebar dari beberapa tempat gym untuk mengukur brand awareness dari Muscle First. Narasumber yang diwawancarai merupakan narasumber yang berdomisili di Kota Pekalongan. Kota Salatiga dan DKI Jakarta. Alasan memilih DKI Jakarta karena ingin melihat penyebaran brand awareness Muscle First di kota dimana Muscle First didirikan, serta alasan memilih kota Pekalongan dan kota Salatiga yang berada di jawa Tengah karena jawa Tengah jauh dari kota DKI Jakarta dan ingin melihat apakah penyebaran brand awareness Muscle First sudah mencapai kota kota yang jauh dari DKI Jakarta. Kemudian, penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, dimana dilakukan wawancara beberapa narasumber untuk mendapatkan, membandingkan, dan mengecek informasi (Kriyantono. Pembahsan penelitian ini akan berisikan wawancara dari CEO Muscle First dan kemudian akan dibandingkan dengan hasil dari wawancara Lead KOL Management dari Muscle First. Sedangkan pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara singkat kepada sepuluh narasumber untuk mengetahui Tingkat penyebaran brand awareness Muscle First. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini, membahas mengenai startegi yang dilakukan oleh public relations Muscle First dalam meningkatkan brand awareness Muscle First berdasarkan hasil wawancara. Selama ini, public relations Muscle First melaksanakan strategi public relations dengan menggunakan KOL Management sebagai salah satu startegi public relations-nya. Dari hasil wawancara diketahui bahwa Muscle First membagi KOL Mangement-nya menjadi dua yaitu KOL performance dan Kol non-performance. KOL non-performance memiliki peran yang penting dalam strategi manajemen Muscle First, terutama dalam memastikan konsistensi dan kualitas konten yang dihasilkan oleh para kolaborator. Berbeda dengan KOL performance yang lebih fokus pada performa dan hasil. KOL non-performance bertanggung jawab untuk memastikan bahwa konten yang dihasilkan oleh KOL sesuai dengan standar perusahaan dan strategi komunikasi yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini akan berfokus pada KOL non-performance yang ada dalam manajemen Muscle First. Brand Awareness Muscle First Brand awareness Muscle First sekarang ini dapat dilihat dari bagaimana respon masyarakat yang melakukan kegiatan olahraga seperti gym/fitness atau sudah pernah meminum minuman suplemen gym/fitness. Beberapa narasumber terebut tersebar di berbagai kota yaitu Kota Pekalongan. Kota Salatiga, dan DKI Jakarta. Sejumlah empat orang langsung menyebutkan Muscle First, sedangkan tiga orang tidak menyebutkan Muscle First namun mengetahui mengenai produk ini, satu orang mengetahui setelah ditunjukkan packaging Muscle First dan dua orang lainnya tidak mengerti sama sekali meskipun sudah ditunjukkan logo Muscle First. Diagram Brand Awareness Muscle First Top Of Mind Brand Recall Brand Recognition Unaware of Brand Gambar 2. Diagram Brand Awareness Muscle First . umber: Data Penelitian, 2. Strategi Public Relations Muscle First dalam Membangun Brand Awareness Melalui Instagram (Vanessa Agnes Rorencia. Lina Sinatra Wijay. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. Maret 2025, 13-23 Dalam diagram . , menunjukkan bahwa sebagian besar total narasumber yang telah menyebutkan merek Muscle First pada pertanyaan pertama yaitu pada tahap pertanyaan top of mind, total narasumber yang lain menyebutkan Muscle First pada tahap pertanyaan brand recall, sebagian kecil total narasumber pada tahap brand recognition, dan sisanya, narasumber tidak mengetahui mengenai Muscle First dan berada pada tahap unaware of brand. Karena posisi brand awareness dari Muscle First belum mencapai setengah sample dari total sepuluh narasumber tersebut, maka posisi Muscle First masih berada dalam ranah brand recall dan top of mind. Dari diagram diatas dapat diketahui bahwa setidaknya Sebagian besar dari total sepuluh narasumber yang tersebar mengetahui mengenai merek Muscle First. Muscle First perlu terus meningkatkan kualitas produk dan mempertahankan nilainya serta terus mengembangkan rasa-rasa yang unik di setiap produknya. Muscle First dapat bekerjasama dengan Key Opinion Leader (KOL) di setiap kota terutama kota yang jauh jangkauannya dari ibukota untuk memasarkan produk Muscle First (Dense. Sigit, & Hadi, 2. Dalam upaya memperkuat posisi dan kehadiran Muscle First di pasar. Muscle First telah dengan tekun melaksanakan serangkaian strategi untuk meningkatkan brand awareness, antara lain dengan melakukan promosi dengan cara bekerjasama dengan Key Opinion Leader (KOL) yang sering disebut influencer dimana para influencer wajib mengunggah konten dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh public relations Muscle First untuk meningkatkan brand awareness. Ketentuan yang dimaksud antara lain, memberikan informasi terkait produk dan juga promo yang diadakan oleh Muscle First. Key Opinion Leader (KOL) wajib tag akun @musclefirstofficial setiap mengunggah konten. Key Opinion Leader (KOL) Muscle First juga dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan tren yang sedang naik di Indonesia. Key Opinion Leader (KOL) dilarang untuk memakai baju dengan logo merek lain. Key Opinion Leader (KOL) dilarang untuk menyebutkan produk lain selain Muscle First, dan Key Opinion Leader (KOL) dilarang untuk mengunggah konten berbau SARA. Muscle First juga melakukan program eksternal untuk meningkatkan brand awareness-nya yaitu program luring dan juga program daring. Program luring yang dibuat ialah menyambut hari jadi keenam Muscle First dengan nama event AuSixtreamAy, program kedua yang diadakan ialah program lari di GBK dengan nama AuRunning first by Muscle FirstAy. Sedangkan untuk program daring yang digunakan ialah dengan mengadakan giveaway dan challenge di akun sosial media Instagram Muscle First. Muscle First telah berhasil memperluas cakupan dan mendapatkan perhatian yang lebih besar di kalangan Dari apa yang telah dilakukan oleh public relations Muscle First terlihat bahwa strategi yang telah dilakukan sudah baik karena dengan menggunakan influencer, dan penekanan pada konten dan produk serta pemakaian media sosial dapat meningkatkan brand awareness (Soetristiyono & Vanel, 2. Oleh sebab itu, meskipun brand awareness Muscle First masih berada dalam tahap antara brand recall dan top of mind namun juga masih ada orang yang terjun kedalam dunia gym/fitness yang tidak mengetahui mengenai Muscle First. Dimana dalam hal ini berarti penyebaran atau promosi Muscle First tidak merata. Oleh sebab itu, penelitian ini akan lebih fokus bagaimana strategi public relations Muscle First menggunakan Key Opinion Leader (KOL)-nya dalam meningkatkan brand awareness Muscle First. Pengelolaan Key Opinion Leader (KOL) Management Key Opinion Leader (KOL) management non-performance Muscle First bertanggung jawab untuk memastikan bahwa konten yang dihasilkan oleh Key Opinion Leader (KOL) yang bekerjasama dengan Muscle First sesuai dengan standar perusahaan. Key Opinion Leader (KOL) management non-performance Muscle First melakukan empat tahapan strategi untuk menghasilkan konten yang diinginkan oleh Muscle First. Dalam empat tahapan tersebut, tahapan pertama ialah tahap perencanaan. Dimana Key Opinion Leader (KOL) management non-performance Muscle First melaksanakan upaya penelitian pasar yang menyeluruh untuk memahami tren industri kebugaran dan preferensi konsumen. Ini termasuk analisis pesaing, analisis Strategi Public Relations Muscle First dalam Membangun Brand Awareness Melalui Instagram (Vanessa Agnes Rorencia. Lina Sinatra Wijay. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. Maret 2025, 13-23 engagement rate (ER), pemetaan audiens target, dan pemahaman mendalam tentang perilaku konsumen di platform media sosial, terutama Instagram. Suatu organisasi harus memahami segmentasi pasar agar dapat memahami kebutuhan dan tren saat ini, serta memberikan apa yang diharapkan pelanggannya (Gea, 2. Dengan menggunakan segmentasi pasar. Muscle First dapat menentukan target market yang tepat. Dengan melakukan segmentasi pasar. Muscle First dapat meningkatkan penjualan mereka. Setelah melakukan segmentasi pasar. Muscle First akan mencari Key Opinion Leader (KOL) tambahan yang dapat memenuhi kriteria yang diinginkan oleh Muscle First. Key Opinion Leader (KOL) tambahan ini disebut dengan Key Opinion Leader (KOL) bulanan dan Key Opinion Leader (KOL) free Key Opinion Leader (KOL) bulanan merupakan Key Opinion Leader (KOL) yang dibayar hanya untuk melakukan rencana bulanan di bulan tertentu saja. Sedangkan Key Opinion Leader (KOL) free endorse yaitu Key Opinion Leader (KOL) dengan jumlah pengikut yang masih sekitar seribuan yang berkenan untuk bekerjasama dengan cara menukar konten mereka dengan produk dari Muscle First. Tujuan dicarinya Key Opinion Leader (KOL) tambahan ialah untuk membantu menyukseskan kampanye yang telah direncanakan oleh Muscle First dengan mempertimbangkan engagement rate (ER) dan bentuk konten dari setiap calon Key Opinion Leader (KOL) tambahan. Pemilihan Key Opinion Leader (KOL) tambahan dilihat dari insight sosial media calon Key Opinion Leader (KOL) hingga bagaimana konten dari Key Opinion Leader (KOL) ini menggerakan opini Masyarakat. Pasalnya, dengan memilih Key Opinion Leader (KOL) yang tepat akan membantu untuk meningkatkan kualitas konten (Widianti & Judisseno, 2. Setelah melakukan riset terhadap engagement rate (ER) calon Key Opinion Leader (KOL). Key Opinion Leader (KOL) management non-performance Muscle First membuat briefing untuk Key Opinion Leader (KOL) yang bekerjasama dengan Muscle First dan calon Key Opinion Leader (KOL). Muscle First menggunakan istilah briefing untuk menjelaskan mengenai keinginan Muscle First terhadap konten yang akan diunggah. Didalam wawancara dijelaskan bahwa briefing adalah kegiatan pengarahan mengenai konten yang diinginkan Muscle First. Briefing diperlukan untuk meminimalisirkan kesalahpahaman atau agar lebih jelas dengan apa yang diinginkan oleh Muscle First terhadap konten yang akan diunggah nantinya. Isi dari brief-nya adalah ringkasan mengenai rencana bulanan yang akan diberitahu secara lebih rinci mengenai konten seperti apa yang diinginkan Muscle First. Briefing disampaikan dalam bentuk presentasi yang kemudian Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First akan mengundang Key Opinion Leader (KOL) yang bekerjasama dengan Muscle First. Saat seluruh Key Opinion Leader (KOL) telah hadir. Key Opinion Leader (KOL) management akan melakukan presentasi dan menjelaskan dengan lebih rinci lagi terkait konten yang diinginkan Muscle First. Sebagai contoh, dibulan puasa Key Opinion Leader (KOL) management non-performance Muscle First memberikan brief atau arahan bahwa pada saat bulan puasa. Muscle First akan mengkampanyekan produk Pro Caseine dimana produk tersebut dapat membuat kenyang selama enam hingga tujuh jam. Dalam briefing-nya, akan dijelaskan jika konten yang diinginkan adalah Key Opinion Leader (KOL) dapat mengkonsumsi Pro Caseine untuk ide berbuka puasa atau sahur atau bahkan Key Opinion Leader (KOL) dapat membuat konten tentang storytelling yang menceritakan mereka saat mengkonsumsi pro casein saat sahur. Hal ini bertujuan agar kontennya in-line. Jadi, didalam briefing diberitahu garis besarnya harus mengatakan apa didalam konten tersebut dan Key Opinion Leader (KOL) dapat serempak dalam melaksanakan kampanye. Didalam briefing juga terdapat tenggat waktu yang harus dipenuhi oleh Key Opinion Leader (KOL) Muscle First. Briefing dilakukan untuk menyampaikan detail yang berguna demi kelangsungan hasil konten yang menarik dan sesuai dengan apa yang diinginkan Muscle First. Didalam briefing tersebut Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First sudah menyampaikan dengan detail apa yang mereka Strategi Public Relations Muscle First dalam Membangun Brand Awareness Melalui Instagram (Vanessa Agnes Rorencia. Lina Sinatra Wijay. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. Maret 2025, 13-23 Gambar 3. Briefing konten Muscle First untuk Key Opinion Leader (KOL) (Sumber: Muscle First, 2. Muscle First memberikan highlight produk yang akan di kampanyekan serta memberikan panduan hashtag untuk digunakan didalam konten Key Opinion Leader (KOL) . ihat gambar . Dari penjelasan diatas terlihat bahwa briefing sangat perlu dilakukan sebelum melakukan hal lain, karena briefing berguna untuk mendukung program perusahaan menjadi lebih baik (Wahyuni & Darmawati. Setelah perencanaan dilakukan, tahap kedua adalah tahap pengorganisasian. Hal ini mencakup pembentukan Key Opinion Leader (KOL) yang dibagi dari pengikut di instagramnya. wawancara dengan CEO Muscle First dan juga Lead Key Opinion Leader (KOL) Management, diketahui bahwa dalam Muscle First terdapat tiga jenis Key Opinion Leader (KOL) yang digolongkan yaitu Muscle First team atau yang biasa disebut sebagai brand ambassador atau Muscle First team dari Muscle First. Key Opinion Leader (KOL) bulanan dan Key Opinion Leader (KOL) free endorse. Dalam melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan Key Opinion Leader (KOL)/influencer yang memiliki pengikut yang besar dan terlibat dalam industri kebugaran, kolaborasi ini membantu Muscle First dalam meningkatkan kualitas konten tergantung dari siapa yang memasarkannya. Kolaborasi dengan Key Opinion Leader (KOL) atau influencer yang memiliki reputasi yang baik di industri kebugaran dan kesehatan dapat membantu memperkuat kredibilitas Muscle First sebagai merek yang terpercaya dan terkemuka dalam hal produk-produk nutrisi dan suplemen. dengan Key Opinion Leader (KOL) atau influencer dapat efektif dalam meningkatkan kualitas konten. Key Opinion Leader (KOL) memiliki basis pengikut yang besar dan loyal, sehingga konten yang diproduksi bersama mereka memiliki potensi untuk mencapai audiens yang lebih luas dan meningkatkan kesadaran merek (Lee & Kim, 2. Konten yang diposting oleh KOL atau influencer seringkali memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi dari pengikut mereka. Dengan demikian, kolaborasi dengan Key Opinion Leader (KOL) dapat membantu Muscle First untuk mendorong keterlibatan pengguna dengan mereknya, seperti dengan mengadakan kuis, tantangan, atau sesi tanya jawab. Kolaborasi dengan Key Opinion Leader (KOL) dapat memiliki dampak positif pada konversi, penjualan serta kualitas konten. Pengikut Key Opinion Leader (KOL) seringkali memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi dan rasa kepercayaan yang kuat terhadap mereka, sehingga rekomendasi produk atau layanan dari Key Opinion Leader (KOL) dapat mendorong pengikut untuk melakukan pembelian (Brown. Chen, & OAoDonnell, 2. Setelah menentukan dan mendapatkan ketiga jenis Key Opinion Leader (KOL) dalam Muscle First. Key Opinion Leader (KOL) management akan membuat surat kerjasama yang berisikan mengenai kewajiban dan hak yang wajib dilakukan dan didapat oleh Key Opinion Leader (KOL) Muscle First. Dengan adanya surat kerjasama. Muscle First dapat lebih mempercayai hubungan antara Muscle First dengan Key Opinion Leader (KOL) Muscle First. Muscle First membuat surat kerjasama agar kedua belah pihak dapat saling mempercayai diatas Surat kerjasama dibuat untuk memberikan syarat dan ketentuan di antara kedua belah pihak dalam kontrak kerjasama untuk menjalankan hubungan bisnis (Monica. Hamida, & Dewi Hermawan. Strategi Public Relations Muscle First dalam Membangun Brand Awareness Melalui Instagram (Vanessa Agnes Rorencia. Lina Sinatra Wijay. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. Maret 2025, 13-23 Tahap ketiga yang dilakukan oleh Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First adalah tahap Dalam tahap ini. Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First memberikan pengingat atau reminder terkait briefing yang sudah dibagikan untuk Key Opinion Leader (KOL) Muscle First. Muscle First menggunakan istilah reminder untuk mengingatkan Key Opinion Leader (KOL) Muscle First dalam pembuatan konten. Reminder berbentuk teks yang kemudian dikirimkan kepada Key Opinion Leader (KOL) Muscle First yang berisi mengenai tenggat atau batas waktu dalam sebulan untuk pengunggahan konten Muscle First. Deadline atau tenggat waktu berfungsi untuk memberikan batas akhir terkait kampanye dalam pengunggahan konten. Dengan adanya deadline membuat Key Opinion Leader (KOL) lebih fokus dalam pembuatan konten, pada tanggal 15 Key Opinion Leader (KOL) sudah harus menunggah konten mengenai promo diskon produk Muscle First. Oleh karena itu deadline membantu Key Opinion Leader (KOL) melaksanakan pekerjaan sesuai dengan briefing yang telah disusun dan dibagikan (Munfiatik & Mubarok, 2. Setelah Key Opinion Leader (KOL) Muscle First membuat konten sesuai dengan briefing yang diberikan oleh Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First, selanjutnya Key Opinion Leader (KOL) Muscle First akan memberikan draft konten kepada Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First untuk dinilai apakah telah sesuai dengan briefing yang diberikan. Jika ada hal yang tidak sesuai. Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First akan memberikan revisi terkait konten yang Tolak ukur penilaian konten adalah dari briefing yang di berikan diawal menjalin kerjasama. Memberikan draft konten ke Key Opinion Leader (KOL) management sebelum mengunggah konten merupakan SOP dalam perusahaan juga. Hal ini biasanya disebut dengan cross check atau pengecekan kembali draft konten yang diberikan kepada Key Opinion Leader (KOL) management untuk di cek apakah seudah sesuai dengan briefing yang diberikan (Mulya Asih. Muchtar, & Zaenal Abidin, 2. Jika konten yang diperiksa sudah sesuai dengan briefing yang diberikan oleh Muscle First, maka Key Opinion Leader (KOL) Muscle First diizinkan untuk mengunggah konten yang telah disetujui tadi di Instagram untuk mengkampanyekan produk Muscle First. Pentingnya kampanye di media sosial untuk memperkenalkan merek terletak pada upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai merek sebuah perusahaan. Dengan menyajikan informasi yang akurat. Muscle First dapat melaksanakan kampanye produknya (Dharmasetya. Bronson, & Mubarok, 2. Tahap terakhir yaitu tahap keempat yang dilakukan oleh Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First ialah pengawasan. Pengawasan merupakan tahap terakhir dalam manajemen strategi Public Relations melalui Instagram. Dalam tahap ini. Muscle First perlu menggunakan alat analisis data seperti Instagram insight untuk melacak metrik kinerja seperti jumlah pengikut, tingkat keterlibatan, dan pertumbuhan brand awareness dari konten-konten yang telah diunggah oleh Key Opinion Leader (KOL) Muscle First dalam sebulan terakhir. Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First meminta data Instagram insight kepada Key Opinion Leader (KOL) Muscle First untuk kemudian Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First akan akan menyusun laporan kinerja yang mencakup temuan utama, prestasi kampanye, serta rekomendasi untuk perbaikan di masa depan. Laporan ini tidak hanya memberikan gambaran tentang pencapaian kampanye, tetapi juga memberikan arahan untuk mengarahkan strategi pemasaran ke Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First dapat melihat perilaku pengguna, preferensi, dan pola interaksi dengan konten kampanye melalui analisis data. Menggunakan insight story di Instagram membantu Muscle First untuk mengerti sifat audiens dan membantu untuk merencanakan pengambilan keputusan yang lebih baik. Semakin tinggi Tingkat pemahaman terhadap insight Instagram maka semakin besar pula dampak positifnya terhadap kinerja bisnis. Memiliki pemahaman tentang Insight Instagram dapat menjadi strategi yang berguna untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan bisnis. Hal ini memberikan fondasi yang kuat untuk membangun strategi untuk membuat jenis konten yang sesuai dikemudian hari (Anindita. Annisa. Trinoviyanti, & Pramono. Strategi Public Relations Muscle First dalam Membangun Brand Awareness Melalui Instagram (Vanessa Agnes Rorencia. Lina Sinatra Wijay. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. Maret 2025, 13-23 Tidak sampai di Instagram insight. Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First juga akan mengevaluasi umpan balik dan sentimen yang diterima dari pengikut dan pelanggan. Ini dapat dilakukan melalui survei, analisis komentar, dan pesan yang diterima melalui platform media sosial. Evaluasi ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana kampanye dipercayai dan diterima oleh Salah satu bagian penting dari proses pengawasan kampanye adalah pengumpulan umpan balik audiens. Umpan balik ini dapat diperoleh melalui survei, kuesioner, atau menganalisis komentar dan pesan yang diterima melalui media sosial. Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First dapat mengevaluasi keberhasilan kampanye dengan mengetahui pandangan dan pendapat audiens mereka di Instagram (Brown et al. , 2. Muscle First menggunakan instagram insight serta melakukan evaluasi sedemikian rupa untuk menghasilkan rencana dan kualitas konten yang lebih baik lagi di bulan depannya. Dengan melakukan evaluasi dapat menganalisis mengenai konten yang telah diunggah dan memperbaiki kualits konten tersebut dikemudian hari. Dengan mengadakan evaluasi membuat Muscle First menjadi lebih mudah dalam menjalankan kampanye milik Muscle First dan meningkatkan brand awareness Muscle First itu SIMPULAN Dalam Upaya meningkatkan brand awareness Muscle First di sosial media terkhusus Instagram. Muscle First telah dengan tekun melaksanakan serangkaian strategi untuk meningkatkan brand dengan hasil wawancara singkat dan kuesioner bahwa Muscle First memiliki posisi tingkatan brand awareness diantara top of mind dan brand recall. Hal ini menunjukkan bahwa Muscle First telah berhasil menempatkan posisinya di antara pasar. Public Relations Muscle First menggunakan strategi peningkatan brand awareness melalui Instagram lewat Key Opinion Leader (KOL) management. Dalam menjalankan strateginya. Key Opinion Leader (KOL) managemnet Muscle First menggunakan strategi public relations melalui empat tahapan. Tahapan yang pertama ialah tahap perencanaan dimana dilakukan segmentasi pasar, perencanaan target konten, pencarian Key Opinion Leader (KOL) yang tepat dan pembuatan briefing. Tahap kedua yaitu pengorganisasian dimana penggolongan Key Opinion Leader (KOL) dilaksanakan untuk membantu meramaikan campaign plan dan pembuatan surat kerjasama dengan Key Opinion Leader (KOL). Tahap ketiga yaitu tahap pelaksanaan, dalam tahap ini Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First mengingatkan Key Opinion Leader (KOL) untuk tenggat waktu unggah konten dan Key Opinion Leader (KOL) nantinya akan memberikan draft konten untuk di crosscheck oleh Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First sebelum diunggah di media sosial. tahap terakhir adalah tahap pengawasan dimana Key Opinion Leader (KOL) management Muscle First menganalisa Instagram insight dan mengevaluasi survey, komentar, kuesioner untuk keberhasilan kampanye dan pengembangan rencana Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar penelitian difokuskan pada perilaku konsumen terhadap penggunaan Key Opinion Leader (KOL) atau influencer oleh perusahaan. Agar nantinya dapat mengetahui bagaimana dampak Key Opinion Leader (KOL) terhadap konsumen, serta dapat mengetahui juga bagaimana pengaruhnya terhadap keputusan pembeli, persepsi merek, dan loyalitas konsumen terhadap barang tersebut. DAFTAR PUSTAKA Anindita. Annisa. Trinoviyanti, & Pramono. Analisis Insight Instagram Business untuk Pengambilan Keputusan Bisnis yang Lebih Cerdas. MDP Student Conference 2024, 3. https://doi. org/https://doi. org/10. 35957/mdp-sc. Baharsyam. , & Wahyuti. STRATEGI PENGGUNAAN KEY OPINION LEADER (KOL) DI MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PRODUK SANIA ROYALE SOYA OIL. Jurnal Konvergensi, 3, 244Ae256. Strategi Public Relations Muscle First dalam Membangun Brand Awareness Melalui Instagram (Vanessa Agnes Rorencia. Lina Sinatra Wijay. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. Maret 2025, 13-23 Brown. Chen. , & OAoDonnell. Organizational opinion leader charisma, rolemodeling, and International Journal of Organizational Analysis, 25. , 80Ae102. https://doi. org/10. 1108/IJOA-10-2015-0924 Dense. Sigit. , & Hadi. Strategi Public Relations AuChiki TwistAy dalam Meningkatkan Brand Awareness. Jurnal Penelitian Sosial Ilmu Komunikasi, 6. , 63Ae72. Diambil dari https://journal. id/index. php/apik Dharmasetya. Bronson. , & Mubarok. Analisis Fungsi Kampanye Daring sebagai Sarana Pendidikan dan Gerakan Sosial dalam Menciptakan Kepekaan dan Respon terhadap Kekerasan Rumah Tangga. Jurnal Ilmiah Hukum, 1. Diambil https://jurnallppm. id/index. php/decisio/index Gea. Pengaruh Segmentasi Pasar Terhadap Peningkatan Volume Penjualan. Jurnal Akuntansi. Manajemen dan Ekonomi, 1. , 48Ae54. https://doi. org/10. 56248/jamane. Ginting. Yulistiyono. Rauf. Manullang. Siahaan. Kussanti. A Effendy. Etika Komunikasi dalam Media Sosial : Saring Sebelum Sharing (R. Fauzi. Ed. Cirebon: Penerbit Insania. Diambil dari https://books. id/books?id=DUIyEaQBAJ Hamida. rahma, & Hermawan. Pentingnya Perjanjian Kerjasama dalam Bisnis yang Memiliki Kekuatan Mengikat secara Hukum. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1. Kriyantono. Teknik Praktis Riset komunikasi. Jakarta: Kencana. Diambil dari https://books. id/books?id=gI9ADwAAQBAJ Lee. , & Kim. Influencer marketing on Instagram: How sponsorship disclosure, influencer credibility, and brand credibility impact the effectiveness of Instagram promotional post. Journal of Global Fashion Marketing, 11. , 232Ae249. https://doi. org/10. 1080/20932685. Mulawarman. Rahmawati. Ariffudin. Nurfitri. Munandar. Widhanarto. , & Afriwilda. Problematika Penggunaan Internet: Konsep. Dampak, dan Strategi Penanganannya . Mualwarman. Ed. Jakarta: Prenada Media. Diambil dari https://books. id/books?id=-ZLyDwAAQBAJ Mulya Asih. Muchtar. , & Zaenal Abidin. PENGELOLAAN DIGITAL PR DALAM MENGEMAS KONTEN DAKWAH DI INSTRAGRAM @masjidtrans. Jurnal Riset Komunikasi , 3. Munfiatik. , & Mubarok. Implementasi Manajemen Waktu Dalam Inovasi Pembelajaran Online Pada Mata Pelajaran PAI. Jurnal Ilmu Pendidikan & Sosial, 1. Musman. The Art of Copywriting: Cara Mudah Mendapatkan Konsumen dan Mencetak Cuan Atas Rata-rata. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia. Diambil https://books. id/books?id=ArDGEaQBAJ Niantiara. Analisis Pemanfaatan Key Opinion Leader (KOL) oleh Batagor Acan sebagai Strategi Marketing Public Relations (MPR) di Instagram. Jurnal Representamen, 8. , 1Ae13. https://doi. org/10. 30996/representamen. Prahendratno. Aulia. Erwin. Setiawan. Rijal. Rosdaliva. A Efitra. STRATEGI BISNIS DIGITAL : Optimalisasi & Otomtisasi Sebuah Bisnis Menggunakaan Media Digital. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Diambil https://books. id/books?id=9_TDEaQBAJ Puspitasari. , & Purwani. Cyber Public Relations. Yogyakarta: adipurabooks 1. Diambil dari https://books. id/books?id=9Ht8EaQBAJ Putri. Sudirman. Suganda. Kartika. Martini. Susilowati. A Handayani. BRAND MARKETING. Penerbit Widina. Diambil https://books. id/books?id=YVJFEaQBAJ Ramdhan. Metode Penelitian. Bandung: Cipta Media Nusantara. Diambil dari https://books. id/books?id=Ntw_EaQBAJ Rukmana. Me. 10 Top Brand Suplemen Fitness. Muscle First Berhasil Jadi Primadona dengan Perolehan Market Share Teratas di Shopee! - Compas. Compas. Diambil dari https://compas. id/article/10-top-brand-suplemen-fitness-muscle-first/ Strategi Public Relations Muscle First dalam Membangun Brand Awareness Melalui Instagram (Vanessa Agnes Rorencia. Lina Sinatra Wijay. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. Maret 2025, 13-23 Sarlan. Syahruddin. Mahdar. Asmurti, & Muslan. FENOMENA KOMUNIKASI DI ERA VIRTUALITAS (Sebuah Transisi Sosial Sebagai Dampak Eksistensi Media Sosia. CV. Green Publisher Indonesia. Diambil dari https://books. id/books?id=m4-_EaQBAJ Soetristiyono. , & Vanel. INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION NARUNA KERAMIK DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS PADA MASA PANDEMI. Jurnal Pustaka Komunikasi, 5. , 248Ae263. Suwendra. Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial. Pendidikan. Kebudayaan dan Keagamaan (A. Manuaba. Ed. Badung: Nilacakra. Diambil dari https://books. id/books?id=8iJtDwAAQBAJ Syahrudin. Mahdar. Sarlan. Asmurti, & Muslan. FENOMENA KOMUNIKASI DI ERA VIRTUALITAS (Sebuah Transisi Sosial Sebagai Dampak Eksistensi Media Sosia. (Komarudin. Ed. Kab. Cirebon: CV. Green Publisher Indonesia. Diambil https://books. id/books?id=m4-_EaQBAJ Vitadila. , & Vanel. Kegiatan Komunikasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Brand Awareness Kota Semarang. Jurnal Pustaka