Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 237-246 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN TRANSDERMAL PATCH EKSTRAK BIJI RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wista. SEBAGAI ANALGETIK Srie Rezeki Nur Endah*. Elin. Ali Nofriyaldi Prodi Farmasi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas PerjuanganTasikmalaya Email: srierezeki@unper. Artikel diterima: 18 Agustus 2024. Disetujui: 23 Oktober 2024 DOI: https://doi. org/10. 36387/jiis. ABSTRAK Indonesia kaya akan bahan alam yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional, salah satunya tanaman rambutan (Nephelium lappaceum ) yang secara empiris mempunyai sifat anti nyeri. Biji rambutan banyak mengandung bahan kimia primer yang mempunyai efek analgesik, antara lain flavonoid, tanin, dan saponin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas analgetik dari sediaan patch transdermal ekstrak biji rambutan dan mengetahui dosis yang paling efektif terhadap tikus putih jantan (Rattus norvegicus strain Metode penelitian dengan ekstraksi biji rambutan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Pengujian aktivitas analgetik dilakukan menggunakan tikus putih jantan sebanyak 25 ekor yang dibagi 5 kelompok, dimana kelompok 1 sebagai kontrol negatif ditempelkan patch Na-CMC 1%. Kelompok II sebagai kontrol positif atau pembanding ditempelkan Salonpas Pain Relief Patch 10%. Kelompok i sebagai dosis uji I ditempelkan patch ekstrak biji rambutan dengan konsentrasi 1%. Kelompok IV sebagai dosis uji II ditempelkan patch ekstrak biji rambutan dengan konsentrasi 2%. Kelompok V sebagai dosis uji i ditempelkan patch ekstrak biji rambutan dengan konsentrasi 4%. Pemberian sediaan uji secara transdermal sedangkan pemberian asam asetat 1% secara intraperitonial 15 menit setelah pemberian sediaan uji. Diamati proses geliatnya tiap 5 menit selama 60 Hasil Penelitian pada aktivitas analgetik dosis uji berturut-turut sebesar 83,50%, 93,81% dan 42,26%. Hasil ini menunjukkan dosis yang paling efektif yakni dosis II dengan konsentrasi 2%. Kata Kunci: Analgetik. Biji rambutan. Ekstrak. Nyeri. Tikus. ABSTRACT Indonesia is rich in natural substances that have the potential to be utilized as traditional medicinal plants, one of which is the rambutan plant (Nephelium lappaceum L. ), which has anti-pain characteristics based on empirical evidence. Pain is a distressing sensory and emotional reaction caused by tissue injury. Flavonoids, tannins, and saponins, which are known to have analgesic effect, are found in rambutan seeds. The purpose of this study was to assess the analgesic effectiveness of rambutan seed extract transdermal patch formulation and the most effective dose for male white rats (Rattus norvegicus strain Wista. The maceration process with 70% ethanol is used to extract rambutan seeds for the research. Srie Rezeki Nur Endah, dkk | 237 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 237-246 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Analgesic activity testing was performed on 25 male white mice divided into five groups, with group 1 serving as a negative control and receiving a 1% Na-CMC Group II, as a positive control or comparison, was applied with Salonpas Pain Relief Patch 10%. Group i: As a test dose. I was attached to a patch of rambutan seed extract with a concentration of 1%. Group IV, as test dose II, had a patch of rambutan seed extract with a concentration of 2% applied to it. Group V, as test dose i, had a patch of rambutan seed extract with a concentration of 4% applied to it. The test preparation was administered transdermally, while 1% acetic acid was administered intraperitoneally 15 minutes after administration of the test Observe the stretching process every 5 minutes for 60 minutes. The research results on the analgesic activity of the test doses were 83. 50%, 93. 26%, respectively. These results show that the most effective dose is dose II with a concentration of 2%. Keywords: Analgesic. Extract. Pain. Rambutan Seeds. Rats PENDAHULUAN Rambutan (Nephelium lappaceum L. ) merupakan salah satu dalam reaksi sensorik juga emosional tanaman yang mengandung senyawa yang menyusahkan yang disebabkan flavonoid yang memiliki manfaat oleh cedera jaringan. Menurut data Survei Pemeriksaan Kesehatan dan berbagai penyakit, termasuk asam urat Gizi Nasional, sekitar 55,7% orang di dan nyeri, membantu menekan enzim seluruh dunia pernah mengalami nyeri siklooksigenase yang menyebabkan dan didiagnosis menderita nyeri kronis rasa sakit (Sadino, 2. Penelitian (Fadilah et al. , 2. Analgesik Fadilah . Nyeri menghilangkan atau menekan rasa analgesik atau anti nyeri. Berdasarkan sakit pada dosis terapeutik (Abdillah et al. , 2. Terapi menggunakan rambutan pada dosis 37,5 mg/20 g BB bahan kimia dilihat dari segi efek mencit, 75 mg/20 g BB mencit, dan samping seperti nyeri lambung, mual, 150 mg/20 g BB mencit menunjukkan muntah, konstipasi serta toksisitasnya. aktivitas analgesik sebesar 102%. Alternatif , dan 54%, masing-masing. Berdasarkan dihasilkan, mencit dosis II 75 mg/20 g analgetik opioid dan non opioid yaitu BB memberikan efek analgesik paling dengan obat herba (Utami et al. , 2. efisien (Fadilah et al. , 2021. diperlukan untuk mengatasi efek Srie Rezeki Nur Endah, dkk | 238 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 237-246 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Rute oral memiliki keterbatasan. HPMC (Bratache. PVP (DPH), seperti obat mengalami metabolisme Propilengikol lintas pertama di hati dan degradasi (DPH), enzimatik di saluran cerna, sehingga (Bratache. Amoniak (Bratache. , patch transdermal digunakan sebagai Mayer. Wagner. Dragendorf. Etanol Transdermal 70% (Bratache. Magnesium. HCl. FeCl3 1%. NaCl 10%. Air Suling. H2SO4, (DPH). Asam Asam PEG Oleat. Liebermann-Burchar. senyawa obat yang diikatkan pada Kode Etik Hewan Uji Kloroform (Reagen kulit untuk melepaskan zat aktif dalam Pengajuan protokol kode etik dosis tertentu ke dalam aliran darah hewan uji tikus putih jantan yang melalui kulit (Nurmesa et al. , 2. Universitas Bhakti Tunas Husada penulis tertarik untuk melakukan Tasikmalaya dengan nomor sertifikasi penelitian tentang, formulasi dan uji NO. 006/E. 02/KFPK-BTH/VII/2023 efektifitas sediaan patch transdermal Pembuatan Simplisia Dan Ekstrak Berdasarkan Rambutan Sampel yang digunakan pada (Nephelium lappaceum L) terhadap penelitian ini yaitu Biji rambutan yang tikus putih jantan. masih baik dan segar. Biji rambutan Biji METODE PENELITIAN kemudian menimbang sebanyak 5 kg. Alat dan Bahan kemudian dilakukan proses sortasi Instrumen digunakan adalah evaporator, pH perajangan, dan pengeringan, hingga sortasi kering, kemudian penghalusan analitik, blender, toples, penangas air, menjadi serbuk simplisia. Serbuk mortir stemper, sonde, cetakan patch simplisia disimpan dengan wadah tertutup rapat baik terlindung dari alat-alat cahaya matahari (Supriningrum & Bahan Handayani, 2. penelitian ini yaitu Biji Rambutan. Srie Rezeki Nur Endah, dkk | 239 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 237-246 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Proses Dilakukan Tambalan tersebut kemudian dibuat sebagai pelarut dengan perbandingan dengan cara menggembungkan HPMC 1:10. Serbuk simplisia dimasukkan ke dalam maserator, direndam dalam PVP dilarutkan dalam larutan etanol 96%, ditutup dengan propilen glikol dalam wadah terpisah. alumunium foil dan sesekali diaduk. Ekstrak dicampur dengan HPMC dan Bahan yang telah direndam disaring digerus hingga homogen. Setelah itu melalui kertas saring setelah 3 hari, ditambahkan campuran metil PVP dan dan hasil maserasi dikentalkan dengan propilen glikol, dilanjutkan dengan alat evaporator hingga diperoleh PEG 400 yang digerus perlahan ekstrak kental (Mentari & Putri, 2. hingga homogen untuk menghindari Skrining Fitokimia aerasi dan menjaga patch transparan. Untuk membuat patch, larutkan Skrining fitokimia dilakukan Terakhir ditambahkan sisa aquadest pada serbuk simplisia dan ekstrak hingga 10 gram. Setelah membentuk dengan pengujian senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tannin, tuangke dalam cetakan berukuran 2 cm y 2 cm dan pengeringan pada oven bersuhu 50AC selama 5 jam (Buang et Formulasi Sediaan Patch , 2. Transdermal Tabel 1. Formula Sediaan Patch Transdermal Bobot Bahan . Bahan Ekstrak Biji Rambutan 0,1 g 0,2 g 0,4 g HPMC 0,9 g 0,9 g 0,9 g PVP 0,5 g 0,5 g 0,5 g Propilenglikol 0,6 g 0,6 g 0,6 g PEG 400 1 ml 1 ml 1 ml Asam Oleat 1 ml 1 ml 1 ml Aquadest Ad 10 g Ad 10 g Ad 10 g Sumber : (Buang et al. , 2. Evaluasi Sediaan Evaluasi mutu sediaan patch Srie Rezeki Nur Endah, dkk | 240 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 237-246 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 keseragaman bobot, uji ketebalan, dan Hasil determinasi dilakukan di uji ketahanan lipat (Amelia et al. Laboratorium Taksonomi Tumbuhan Jurusan Biologi FMIPA UNPAD, menunjukkan bahwa tanaman yang Hewan Uji Sindangwangi Hewan Uji Kampung Desa Neglasari Kabupaten Tasikmalaya merupakan Biji Rambutan (Nephelium dipuasakan selama 6 jam dan diberi Lappaceum L). Hasil kode etik yang Sampel dibagi menjadi lima dilakukan di Universitas Bhakti Tunas kelompok secara acak dengan rumus Husadah Tasikmalaya, menunjukkan Federer (Milasari et al. , 2. bahwa hewan uji yang digunakan Uji Analgesik layak etik sesuai 7 . standar Hewan uji diberi 0,1 mL asam WHO 2011. asetat secara intraperitoneal sebagai Ekstrak kental diperoleh dengan penggeliat reaksi motorik. Tambalan cara maserasi bubuk biji rambutan (F1-F3, kontrol negatif, dan kontrol menghasilkan rendemen sebesar 6,7%. mencit yang bulunya telah dicukur. Kajian metabolit sekunder bubuk Tikus pada kelompok kontrol positif diberikan parasetamol secara oral. kandungan flavonoid, tanin, saponin. Selama 6 jam, tikus diamati dan dan alkaloid, sedangkan ekstraknya jumlah gerakannya dihitung setiap 15 mengandung tanin, flavonoid, dan menit (Hendriati et al. , 2. Analisis Data Data Uji dengan cara mengamati warna, aroma dan bentuk sediaan secara langsung aplikasi computer SPSS metode uji sediaan transdermal patch (Wardani Analysis of Variance (Fadilah et al. & Saryanti, 2. Adanya perbedaan pada fisik sediaan disebabkan adanya perbedaan konsentrasi ekstrak etanol HASIL DAN PEMBAHASAN Semakin Srie Rezeki Nur Endah, dkk | 241 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 237-246 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 konsentrasi ekstrak akan semakin ketebalan paling sedikit. Formula 0 pekat warna yang di hasilkan. Formula memiliki ketebalan yang lebih tinggi Patch dibandingkan formula 2, karena Na- didapatkan hasil pH 4,98 pada kontrol CMC dapat membentuk ikatan gel 6,40 pada F1. 6,19 pada F2. yang kuat sehingga pelarut sulit dan 6,24 pada F3 dimana pH tersebut menguap selama proses pengeringan sesuai dengan keadaan fisiologis kulit. sehingga menghasilkan berat dan Dari hasil uji keseragaman bobot ketebalan yang rendah. lebih besar. formula 0, formula 1, formula 2, dan Hasil uji ketahanan lipat keempat formulasi yang dikembangkan sudah keterulangan dengan nilai RSD <5%. baik karena tidak pecah setelah dilipat Kekentalan sediaan patch analgesik lebih dari 200 kali (Hendriati et al. ekstrak biji rambutan dipengaruhi oleh Transdermal proses pembuatan patch. Formula 0 Formula Tabel 2. Hasil Evaluasi Sediian Transdermal Patch Ekstrak Etanol biji rambutan (Nephelium lappaceum L. Parameter evaluasi Bentuk Patch Patch Patch Patch Aroma Khas Khas Khas Khas Bening Bening Kekuningan Kekuningan Warna 4,98 6,40 6,19 6,24 Keseragaman Bobot . 2,16 2,34 2,60 3,14 Ketebalan Film . 0,44 0,58 0,80 0,85 Ketahanan Lipat . >200 >200 >200 >200 Keterangan : F0 : Formulasi tanpa Ekstrak Biji Rambutan FI : Formulasi dengan Konsentrasi Ekstrak Biji Rambutan 0,1 . FII : Formulasi dengan Konsentrasi Ekstrak Biji Rambutan 0,2 . Fi : Formulasi dengan Konsentrasi Ekstrak Biji Rambutan 0,4 . Hasil Aktivitas Analgetik Transdermal Patch Tikus berpuasa selama 18 jam dengan tetap menerima air tanpa diberi penyerapan obat yang merupakan upaya untuk mempercepat munculnya efek pengobatan pada hewan uji (Murina dan Meilani. makanan, karena dapat mengganggu Srie Rezeki Nur Endah, dkk | 242 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 237-246 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Penggunaan asam asetat 1,8 CMC 1%. Kelompok kontrol positif mL/180 g BB menghasilkan refleks menggeliat yang baik pada tikus yang Patch. Metode uji daya analgetik dimulai dalam 5 menit pertama dengan metode Sigmud . karena Salonpas Pain Relief memberikan efek evaluasi yang cepat peritoneum melalui siklooksigenase pada jenis analgetik (Sentat et al. (COX) (Siregar et al. , 2. Untuk mengevaluasi peningkatan analgesia pengamatan jumlah geliat tiap 5 dapat pada pengujian, diperlukan kelompok dilihat pada Tabel 7. Hasil kontrol negatif diberi suspensi NaTabel 7. Hasil Rata Ae rata Geliat Tikus tiap 5 menit selama 60 menit Kelompok Perlakuan Kontrol Negatif Kontrol Positif Formula I Formula II Formula i 19 A 0 11 A 0 20 A 0 15 A 5 21 A 0 17 A 1 Rata-Rata Jumlah Geliat Tikus Ke20 12 A 0 15 A 0 9A0 7A0 4A0 4A0 2A1 2A1 3A1 3A1 3A0 3A1 3A1 2A1 6 A1 7A0 4A1 5A1 Berdasarkan rata-rata jumlah mengurangi ketidaknyamanan yang wrth selama 60 menit, jumlah wrth ditimbulkan oleh pemberian asam pada pemberian kontrol negatif paling Sedangkan paling efektif. Grafik di bawah ini persiapan tes. Hal ini disebabkan menggambarkan temuan observasi yang dilakukan saat menyelidiki efek Kontrol negatif hanya menerima 1% analgesik ekstrak biji rambutan. Geliat Na-CMC untuk Kontrol Negatif Kontrol Positif Formula I Jumlah Tikus Formula II Formula i Waktu . Gambar 1. Grafik Rata-Rata Jumlah Geliat Tikus Tiap 5 Menit Selama 60 Menit Hasil pengamatan jumlah geliat pada menit Srie Rezeki Nur Endah, dkk | 243 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 237-246 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 15 seluruh kelompok hewan uji sampai ke-60. Hal ini memungkinkan sebagian besar masih menunjukkan peningkatan efek analgetik belum bekerja secara dominan. efeknya dapat dilihat pada menit ke 50 sampai menit mengetahui efektivitas analgetik rata- ke 60 terjadi penurunan geliat, tetapi rata dilakukan dengan perhitungan tidak berlaku untuk kontrol negatif persentase proteksi rangsang nyeri karena tidak mempunyai pengaruh. antar kelompok uji varian formula Pada kelompok formula uji I. II, i menunjukkan efek analgetik berupa pembanding dan hasil yan terbaik dari penurunan geliat pada menit ke-50 uji ini yaitu formula 2. Kemudian Tabel 8. Hasil Presentase proteksi terhadap induksi nyeri asam asetat Kelompok Perlakuan Jumlah Geliat 60 menit % Proteksi Kontrol Negatif Kontrol Positif 75,19 Formula 1 62,79 Formula II 70,54 Formula i 31,78 Hasil sehingga belum menunjukkan efek persentase proteksi geliat paling besar analgetik yang baik dibandingkan ditunjukkan pada kelompok formula II dengan kontrol positif dan dosis uji Sedangkan pada dosis II yang 75,19% paling rendah pada kelompok Formula i sebesar 31,78%, hal ini dapat 10,5/200g BB Tikus merupakan dosis terjadi karena kurangnya konsentrasi yang efektif untuk terikat dengan atau jumlah ekstrak yang terikat Tabel 9. Persentase Efektivitas Analgetik Kelompok Uji Terhadap Asam Asetat Kelompok Perlakuan % Proteksi % Efektivitas Analgetik Kontrol Positif 75,19 Formula 1 62,79 83,50 Formula II 70,54 93,81 Formula i 31,78 42,26 Hasil uji efektivitas analgetik 42,26% menunjukkan bahwa formula kelompok uji terhadap asam asetat 83,50%, analgetik lebih tinggi dibandingkan formula II 93,81%, dan formula i dengan yang lain. Semakin tinggi Srie Rezeki Nur Endah, dkk | 244 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 237-246 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Perjuangan Tasikmalaya persentase efektivitas analgetik maka penelitian ini dilakukan. semakin besar pula efek analgetiknya. DAFTAR PUSTAKA (Fadilah et al. , 2. Abdillah. Ismail Abdul Rahman, . Nugrahini. Islamiyah. & Tasmin. Penggunaan Kombinasi Obat Analgetika Pada Pasien Pasca Operasi Di Rumah Sakit X Jakarta. Jurnal Farmasi Kryonaut, 1. , 7Ae13. Amelia. Trinovita. Patricia. & Handayani. Efektivitas Sediaan Patch Ekstrak Daun Sirih Merah. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi Dan Kesehatan. Buang. Andriana. , & Sapra. Optimasi Kombinasi Hpmc Dan Pvp Sebagai Polimer Terhadap Mutu Fisik Patch Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubru. Journal Kesehatan Yamasi Makassar, 4. , 104Ae112. Fadilah. Nofriyaldi. , & Fatwa. Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Biji Rambutan (Nephelium Terhadap Mencit Putih Jantan. Health Information: Jurnal Penelitian, 13. , 1Ae12. Fadilah. Nofriyaldi. , & Fatwa. Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Biji Rambutan (Nephelium Terhadap Mencit Putih Jantan. Health Information: Jurnal Penelitian, 13. , 1Ae12. Hendriati. Sahrial Hamid. Widodo. Hermandanie Surya, . Ekacahya Wahyudi. , & Damayanti Rasdianto. Aktivitas Analgesik Patch Transdermal Ekstrak Etanol Buah Piper nigrum L Dengan Beberapa Peningkat Transpor Pada Mencit. Hasil Data Analisis Data Berdasarkan hasil Uji LSD dapat positif menunjukan ada perbedaan terhadap kontrol negatif. Sedangkan kelompok dosis uji tidak memiliki perbedaan bermakna. Kelompok dosis uji mempunyai perbedaan bermakna dengan kelompok kontrol negatif, hal ini menunjukkan adanya aktivitas analgetik yang terdapat pada biji KESIMPULAN Ekstrak biji rambutan dapat diformulasikan menjadi sediaan patch transdermal dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 4%. Terdapat aktivitas (Nephelium lappaceum L. ), dilihat dari jumlah geliat yang dihasilkan menunjukkan bahwa dosis II dengan konsentrasi 2% memberikan efek analgetik yang paling efektif. UCAPAN TERIMA KASIH