Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pembelajaran Al Quran Model Cinta Konsep CIRC Pondok Ilmu Amaliyah1. Muhamad Merdeka2 Universitas Pamulang. Indonesia dosen01610@unpam. id1, muhamadmerdeka08@gmail. Submitted: 27th March 2024 | Edited: 24th June 2024 | Issued: 01st July 2024 Cited on: Amaliyah. , & Merdeka. Pembelajaran Al Quran Model Cinta Konsep Circ Pondok Ilmu. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 4. , 201-212. ABSTRAK Al-Qur'an yang diturunkan oleh Allah Swt merupakan petunjuk dan pedoman untuk Hal itu karena AI-Quran memiliki nilai-nilai pedoman, petunjuk, dan kemuliaan pada zat-Nya yang kesemua itu harus dipelihara dan dijaga dengan baik. Seseorang tidak boleh melupakan Al-Qur'an apalagi membelakanginya atau Al-QurAoan mengandung beberapa hakikat seperti kalaamullaah, mukjizat, diturunkan kepada hati nabi, disampaikan secara mutawtir dan membacanya adalah ibadah. Sehingga al-QurAoan memberikan cahaya bagi para pembaca. Untuk dapat menghasilkan pembelajaran yang berhasil, pondok ilmu menggunakan model cinta konsep CIRC, dimana diharapkan memenuhi capaian merasakan kemukjizatan al-qurAoan saat membacanya, merasakan energi yang masuk ke akal, hati & jasmani, merasakan syifa . untuk jasmani & rohani, cahaya al-qurAoan untuk way of life di dunia. Kata Kunci: Belajar. Al Quran. Konsep CIRC ABSTRACT The Qur'an revealed by Allah SWT is a guide and guidance for humans. This is because the AI-Quran has the values of guidance, guidance and glory in its substance, all of which must be maintained and guarded properly. A person must not forget the Koran, let alone turn his back on it or abandon it. The Qur'an contains several essences such as kalaamullaah, miracles, was revealed to the heart of the prophet, was conveyed mutawtir and reading it is worship. So that the Qur'an provides light for readers. To be able to produce successful learning, the Islamic boarding school uses the CIRC concept of love model, which is expected to fulfill the achievement of feeling the miracle of the Koran when reading it, feeling the energy that enters the mind, heart & body, feeling syifa . for the body & spiritual, the light of the Qur'an for a way of life in the Keywords: Learning. Al Quran. CIRC Concept PENDAHULUAN Secara makro pendidikan Islam membentang dalam dua kategori dengan istilah yang sering disebut dengan al-Aoulum al-naqliyah dan al-ulum al-Aoaqliyah. Menurut Azra, perjalanan keduanya menjadi tidak seimbang karena salah satu menjadi dominan terhadap yang lain. Al-Aoulum al-naqliyah berkembang lebih cepat di banding al-Aoulum al-Aoaqliyah bahkan dalam batas tertentu malah membentengi perkembangan al-Aoulum al- Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Namun demikian supremasi ilmu naqliyah . ini termasuk ilmu humaniora dengan mengorbankan ilmu-ilmu profan, dalam batas tertentu mengandung implikasi positif. Lebih lanjut Azra mengungkapkan bahwa, ilmu-ilmu non agama atau keduniaan . , khususnya ilmu-ilmu alam dan eksakta yang merupakan akar-akar pengembangan sains dan teknologi. Pada dasarnya Islam tidak membedakan nilai agama dan ilmu-ilmu non agama. (Azra, 2. Konsepsi pendidikan berkaitan erat dengan manusia sebagai subyek dan obyek dari proses pendidikan. Seperti hal-nya yang sudah dijelaskan dalam surat al alaq ayat 1-5, komprehensifitas kandungannya meliputi berbagai macam persoalan manusia dan alam semesta. Salah satu aspek dari komprehensifitas al quran tersebut tercermin dari isyarat konsep pendidikan atau aspek edukasi dalam al quran. Hubungan konsep pendidikan dengan unsur manusia, yang bisa kita perhatikan dari unsur yang dimiliki manusia yaitu jasmani, ar ruh, al nafs, al qalb, al aql. Para ahli banyak yang mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan yang hanya terbatas pada apa yang diukur oleh beberapa test intelegensi (Intellectual Intelligensi /IQ). Kemudian muncul kecerdasan yang berkenaan dengan kemampuan menempatkan diri dalam jangkauan wilayah kosmos yang terjauh tak terbatas dan menempatkan diri sendiri dalam ciri manusiawi yang paling eksistensial, yang terkenal dengan kecerdasan emosional (Emotional intelligence/ EQ). Kedua konsep kecerdasan tersebut dirasa kurang menjawab permasalahan manusia berkaitan dengan permasalahan kecendrungan pada keimanan sehingga muncul konsep kecerdasan spiritualitas. Di era kebijakan saat ini, menuntut manusia menjadi insan humanisme dalam ber- amar maruf nahi mungkar, sehingga terwujud rahmatan lil aalaamiin. Cara utama untuk mencapai hal tersebut yaitu dengan mempelajari al Quran. AlQurAoan diturunkan oleh Allah Swt, memiliki sejumlah nama yang diantaranya adalah Al-Huda . Al-Furqan . embeda antara yang hak dan yang bati. Al-Burhan . ukti kebenara. Al-Dzikr atau Al-Tadzkirah . Al-Syifa . bat penyembu. Al-MauAoidhah . asihat, pelajara. Al-Rahmah . Juga Al-Nur . AlBayan . Al-Balagh . eterangan yang cuku. Al-Bashair . ukti atau keterangan yang jela. Al-Busyra . erita gembir. Al-Basyir . embawa kabar gembir. , dan Al-Nadzir . emberi peringata. (Jalaludin, 2008. Widiana, et al. , 2. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Perbincangan tentang Al-Quran dengan berbagai pendekatan metodologis menjadi sebuah diskursus yang begitu dinamis dan bernilai tinggi. Sebab al-QurAoan dengan tingkat sakralitasnya telah menghadirkan pemahaman tanpa batas. Pemahaman ini bisa dilacak berdasarkan sejumlah peristiwa yang berkembang dalam konteks sosial masyarakat, dan konteks tersebut tampaknya begitu terikat dengan tanda-tanda . empiris, seperti manusia terkadang siap menerima sesuatu yang memiliki kebenaran . atau terkadang siap menolak sebagai kepalsuan . Dua bentuk ini dapat dianggap sebagai rahmat dan obat penawar bagi manusia. Bahkan tanda-tanda yang dimaksudkan dalam al-QurAoan, yang oleh Allah merupakan ungkapan kongkret bertujuan membimbing . manusia ke jalan yang benar, dan bukan sebagai laknat bagi hambanya. Lebih dari sebagai penawar berbagai permasalahan hati dan obat penenang jiwa dalam jasmani . yifa al-Qulub wa alSakina. Pondok Ilmu sebagai lembaga pendidikan yang memberikan pembelajaran Al Quran yang berada di wilayah pondok labu. Jakarta Selatan. Eksistensi membangun masyarakat dalam menciptakan generasi cinta Al Quran, sejak tahun 2012. Dalam pembelajaran Al Quran menggunakan pendekatan santri, dan menumbuhkan jiwa pembelajar pada santri dengan model cinta. METODE Pondok ilmu menggunakan model cinta dengan pembelajaran konsep CIRC (Cooperative. Integrated. Reading, and Compositio. Pembelajaran ini menjadi pembelajaran yang menyeluruh dan memudahkan santri mendapatkan capaian pembelajaran target baca tulis hafal serta inti sari makna nilai-nya. Cooperative Integrated CIRC Reading Composition Gambar 1. Konsep CIRC Maksudnya adalah komposisi terpadu antara membaca dan menulis secara Model pembelajaran CIRC biasanya digunakan khusus mata pelajaran Bahasa Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Indonesia dalam rangka membaca dan menemukan ide pokok, pokok pikiran atau,tema sebuah wacana/kliping. Dan konsep CIRC dalam model cinta pada pembelajaran al quran merupakan pembelajaran terpadu. Dimana hal tersebut dapat dikelompokkan dalam tiga fase, antara lain: Tabel 1. Tahapan Konsep CIRC Merupakan konsep satu Merupakan konsep antar Merupakan konsep dalam disiplin ilmu, yang bidang studi, yang meliputi lintas siswa. meliputi connected sequenced . , shared . , nested . , webbed . , . aring laba-lab. , theabed . , integreted . Sumber: Marzuki & Hakim, 2018 Adapun langkah dalam pembelajaran sebagai berikut: Pembelajaran dalam bentuk kelompok. Pada santri pondok ilmu diklasifikasikan menjadi 3 kelompok yaitu kelas ilmu, kelas iman, kelas amal. Memberikan materi sesuai pada tingkatan topik pembelajarran. Pada santri pondok ilmu memberikan materi sesuai jenjang kompetensi santri. Santri bekerja sama, terutama pada santri yang sudah mahir, akan mendapat tugas sebagai tutor teman sebaya. Mempresentasikan membaca dan menulis sesuai target materi pembelajaran. Guru membuat kesimpulan dalam setiap kenaikan materi atau jenjang pembelajaran al quran. Penutup. Prinsip pembelajaran terpadu dalam pembelajaran al quran metode cinta dengan konsep CIRC pomdok ilmu sejalan dengan empat pilar pendidikan UNESCO dalam kegiatan pembelajaran. Empat pilar itu adalah Aybelajar untuk mengetahui . earning to kno. , belajar untuk berbuat . earning to d. , belajar untuk menjadi diri sendiri . earning to b. , dan belajar hidup dalam kebersamaan (Learning to live togethe. , (Depdiknas, 2. Beberapa hal signifikan kegiatan pembelajaran di pondok ilmu ini: Pertama. Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran al quran, menciptakan sistem komunikasi dan kolaborasi, membentuk karakter siswa sesuai dengan ajaran agama dan etika yang baik. Kedua. Melalui kegiatan pembelajaran model cinta CIRC santri dapat Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. memberikan dampak sosial yang berkelanjutan, melalui pembelajaran terpadu. Ketiga. Menghasilkan lulusan santri yang berilmu, beriman, beramal. Alur model pelaksanaan kegiatan pembelajaran model cinta konsep CIRC, digambarkan pada skema di bawah ini: Gambar 2. Alur Model Cinta Konsep Circ Adapun pelaksanaan pembelajaran di pondok ilmu, dilakukan dengan tiga fase antara lain persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tabel 2. Tahapan Pelaksanaan Pembelajaran Persiapan Pelaksanaan Evaluasi Dalam pembelajaran Guru dan santri pilihan Guru kelas melakukan evaluasi model cinta konsep CIRC, melakukan pendidikan kegiatan yang dilakukan selama yang dan pelatihan dengan proses kegiatan, dimulai dari adalah model cinta konsep persiapan, pelaksanaan dan menganalisis kompetensi CIRC. awal santri. pembelajaran santri. PEMBAHASAN Pondok Ilmu merupakan pendidikan membaca al quran, yang ikut serta aktif dalam kiprah membangun masyarakat, seimbang antara kematangan mental spiritual dan fisik material. Pondok Ilmu terus berusaha mencerdaskan masyarakat dengan ilmu dan pengetahuan. DaAowah yang dilakukan secara bijaksana . teruji mampu membangun kepercayaan . Pondok Ilmu dalam menerapkan model pembelajaran Cinta konsep CIRC, sebagaimana keterangan dari Ustadzah Uci dan Ustadzah Tina, bahwa pelaksanaan model cinta konsep CIRC, pembelajaran dapat terlihat dengan baik. Dari setiap fase tersebut di atas dapat kita perhatikan dengan jelas sebagai berikut: Fase Pertama. Pengenalan konsep. Pada fase ini guru mulai mengenalkan tentang suatu konsep atau materi baru yang mengacu pada hasil penemuan selama eksplorasi. Pengenalan bisa didapat dari keterangan guru, buku paket, atau media lainnya. Santri pondok ilmu melakukan pembelajaran aktif dan mandiri secara berjenjang. Dengan menggunakan kitab IqraAo, dengan pembelajaran reading pada setiap pengenalan materi Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. dilakukan maksimal adalah 3x, dan apabila santri sudah mampu dapat dilakukan penaikan materi baru. Juga dilakukan pembelajaran writing, dimana santri akan menulis di tempat yang sesuai dengan capaian materi dalam reading. Proses pada fase pertama, selain dilakukan oleh guru, juga dilakukan oleh santri pilihan yang memiliki kompetensi mumpuni untuk menjadi tutor teman sebaya. Hal tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan kooperatif/ saling bekerjasama diantara para santri. Selanjutnya pada fase kedua. Eksplorasi dan Fase ini memberikan peluang pada siswa untuk mengungkap pengetahuan awalnya, mengembangkan pengetahuan baru. Pada pengembangan santri pondok ilmu melakukan pembelajaran dengan cara menghafal. Gambar 3. Aktivitas Santri Membaca dan Menulis Pada dasarnya, tujuan fase kedua ini untuk membangkitkan minat, rasa ingin tahu serta menerapkan konsepsi awal siswa terhadap kegiatan pembelajaran dengan memulai dari hal yang kongkrit. Selama proses ini santri belajar melalui tindakan-tindakan mereka sendiri dan reaksi-reaksi dalam situasi baru yang masih berhubungan, juga terbukti menjadi sangat efektif untuk menggiring santri merancang eksperimen, demonstrasi untuk diujikannya. Terakhir adalah fase ketiga, publikasi. Pada fase ini Siswa mampu mengkomunikasikan hasil temuan-temuan, membuktikan, memperagakan tentang materi yang dibahas. Penemuan itu dapat bersifat sebagai sesuatu yang baru atau sekedar membuktikan hasil pengamatan pemahaman dalam pembelajarannya. Pada fase ini, santri pondok ilmu belajar makna arti dari materi yang dipelajari. Yaitu terjemah dari ayat, atau arti dari hadits-hadits dan doa-doa yang diajarkan pada santri pondok ilmu, sehingga santri pondok ilmu dapat memiliki capaian yang diharapkan capaian Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. membaca tartil, mampu menulis bahasa arab dan memahami makna materi yang Gambar 4. Tutor teman . akak santr. | Guru menyimak bacaan tartil quran Selanjutnya pimpinan pondok ilmu. Dr. Amaliyah menjelaskan bahwa model cinta dalam pembelajaran Al Quran, secara komprehenship menuju insan kamil, dalam bagan dan keterangan di bawah ini. Merasakan Kemukjizatan Al Quran Cahaya Al Quran untuk way of life MODEL CINTA Merasakan energi Akal. Hati dan Jasmani Merasakan Syifa (Oba. Untuk Jasmani & Rohani Gambar 5. Model Cinta Indahnya Merasakan Kemukjizatan Al-QurAoan Saat Membacanya Bagian penting dalam Ulym al-QurAoyn membahas tentang kemukjizatan alQurAan. Mukjizat dibagi menjadi dua macam yaitu pertama adalah mukjizat hissiyah atau jenis mukjizat yang bisa diindrawiyah oleh panca indera, yang terjadi pada zaman nabi-nabi terdahulu dan kedua adalah mukjizat maknawiyyah, mukjizat ini bersifat lebih hebat dan lebih tahan lama, dapat diperoleh dengan dirasakan, direnungi dan di hayati. kemukjizatan maknawi hanya bisa diperoleh oleh perenungan yang mendalam dan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. dampaknya pada semua umat manusia Kemukjizatan al-QurAoan dapat diklasifikasikan ke dalam 3 . hal, yaitu Aspek Kebahasaan Berita Ghaib Isyarat Ilmiah Indahnya Merasakan Energi Yang Masuk Ke Akal. Hati & Jasmani Hubungan jasmani, akal dan hati bagi manusia sangat signifikan dalam membangun kehidupan manusia yang seutuhnya yaitu insan al-kamil. Kombinasi antara akal dan hati mempunyai konsekuansi yang sangat signifikan dalam perkembangan akhlaq, karena dengan kesatupaduan potensi yang dimiliki keduanya diintegrasikan secara sinergis ternyata dapat berimplikasi besar terhadap penanaman moral manusia. Selain itu, dalam ranah pendidikan, sangat dikedepankan untuk melakukan pendidikan yang bermotif aqliyyah dan qolbiyyah yang keduanya sangat dibutuhkan sekali guna menuntun masyarakat pendidikan untuk selalu mengedepankan sisi moralitas. (Ibrahim. Setelah sinergi akal dan hati yang terpadu yang baik maka akan berdampak pada jasmani yang baik pula, karena manifestasi akal dan hati muncul pada apa yang dilakukan oleh jasmani. Kekuatan, kesehatan, kreatifitas dan beberapa kemampuan lainnya akan muncul melalui jasmani manusia. Indahnya Merasakan Syifa (Oba. Untuk Jasmani & Rohani Dalam kajian al-QurAoan seputar pembahasan metode pengobatan . terdapat dua pentuk pengobatan, pertama: pengobatan untuk penyakit yang terdapat dalam hati manusia . , maksud dari penyakit yang terdapat dalam hati yaitu penyakit aqidah yang rusak dan keragu-raguan dalam hati manusia yakni penyakit yang terdapat dalam hati . manusia seperti ragu, dengki, takabur dan semacamnya. (Bahrun, 2. Kedua: pengobatan bagi penyakit tubuh manusia . yaitu segala sesuatu yang mengakibatkan terganggunya fisik manusia, dan tidak sempurnanya perbuatan atau karya seseorang bahkan apabila kebutuhannya telah sampai pada tingkat kesulitan. Indahnya Cahaya Al-QurAoan Untuk Way Of Life Di Dunia Al-QurAoan sebagai pedoman hidup umat Islam sebagai pandangan hidup . ay of lif. mempunyai ajaran yang menjamin keselamatan dunia akhirat,bahkan eksistensinya diperadaban manusia sebagai rahmatan lil Aoalamin. Hal ini termanifestasi dalam Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. berbagai bidang kehidupan baik sosial, politik, ekonomi, budaya, pendidikan dan Oleh karena itu, penerjemahan ajaran Islam akan terus berkembang sesuai dengan percepatan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dalam tataran ini pemberdayaan dalam berbagai bidang tersebut mutlak sangat diperlukan. (Suroso. Pada model cinta dalam pembelajaran yang dilakukan pondok ilmu, dimana proses diterapkan oleh santri secara individu dan kelompok, pada proses pembelajaran membaca al Quran. Bahwa kompetensi santri memunculkan lima kecerdasan yang saling berkaitan diantara kecerdasan tersebut. Pertama, kecerdasan intelektual, dimana proses kecerdasan ini bisa dilakukan dengan melatih makhorijul huruf secara baik dan benar. Mengapa ? karena kita ketahui makhorijul huruf adalah tempat-tempat keluarnya huruf pada waktu huruf itu Di dalam membaca Al-QurAoan kita harus membunyikan huruf sesuai dengan makhrajnya. Baik dari Al-Jauf . ongga mulu. Halaq . Lisan . Pangkal lidah dan langit-langit mulut bagian belakang. Pangkal lidah bagian tengah dan langit-langit mulut bagian tengah. Tengah-tengah lidah. Pangkal tepi lidah. Ujung tepi lidah. Ujung lidah. Ujung lidah tepat. Kulit gusi atas. Runcing lidah. Gusi. Asy-Syafatain . ua bibi. Khaisyum . angkal hidun. , dalam makhorijul huruf sudah merupakan senam lidah terlengkap. Kita ketahui dari penelitian Ilmu Kedokteran, bahwa syaraf lidah berhubungan dengan Otak Besar, menggerakan lidah dengan Senam Lidah, akan men Stimulasi ( memberi kejutan positive ) Otak Besar, mencegah Otak Mengecil, dan mencapai tujuan sehat tubuh kita. Jadi pada makhorijul huruf proses kecerdasan intelektual dimulai, ketika otak sering mendapat rangsangan maka daya tanggap akalnya pun cepat. Kedua. Kecerdasan emosional, pada kecerdasan ini dimulai dari proses belajar Seperti yang kita ketahui bahwa membaca al quran haruslah secara tartil maka adanya konsep tajwid/ tahsin. Tentunya kita tidak bisa terburu-buru dalam membaca tetapi harus dengan melatih emosional. Dimana dalam tahsin, kita harus mengerti panjang pendek bacaan, serta tajwidnya. Termasuk juga sifat-sifat huruf hijaiyah baik A( eN UAJAHAR) = Jelas, aA(Na eIAHAMAS) = Samar. UA( a acASIDDAH) = Kuat. UAa a aOA (Rakhawa. = Lunak. ea eEa UAISTIAoLAA. = Terangkat. ea UEAISTIFAL) = turun. Dari sinilah munculnya sebuah proses terjaganya emosional akal dan nafsu. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Ketiga, kecercadasan fisik, seperti kita tahu bahwa dalam membaca al quran kita harus menata nafas dengan teratur dan tempo yang seimbang. Ilmu pernafasan dengan tehnik dasar tarik nafas,simpan dada, turun perut, dada, lepas dan seterusnya merupakan tekhik dasar latihan pernafasan pengambilan energy murni dari alam. Adapun manfaatnya seperti meningkatkan ketenangan batin . Meningkanya daya tahan tubuh dan kesehatan tubuh. Meningkatkatnya kemamuan dan kapasitas vital paru-paru. Tekanan cenderung menuju Paru-paru Memperlancar peredaran darah. Meningkatkan elastisitas urat-urat pembuluh darah. Nafas Longgar. Meningkatkan Membakar timbunan lemak yang ada diperut. Menjadi lebih tenang dalam menghadapi masalah apapun. Tubuh menjadi lebih segar dan sehat. auh dari penyaki. Mempermudah pembuangan sisa-sia pembakaran. Jauh dari perasaan stress, murung maupun emosi. Menjadi lebih percaya diri dalam setiap tindakan. Pribadi mejadi lebih santun dan shaleh . ni terbukti dari sebagian orang yang melakukan latihan pernafasan secara ruti. Dalam membaca al Quran kita memakai pernafasan untuk bisa menyesuaikan aturan dari tahsin. Keempat. Kecerdasan social, yaitu ketika individu tersebut telah bisa merangkai bacaan al quran dengan baik. Di pastikan bahwa individu tersebut memiliki kepekaan terhadap lingkungan sosialnya dengan baik. Kelima, kecerdasan Hati. Pada kecerdasan ini adalah kecerdasan yang membungkus empat konsep kecerdasan baik intelektual, emosional, fisik, social. Dimana individu mulai memahami makna yang terkandung di dalam al quran dan memancarkannya dalam pikiran dan tindakan yang disandarkan pada Allah SWT. Pondok Ilmu menghasilkan santri-santri yang memiliki kompetensi menyeluruh, meski dalam capaian individu tentu harus dilalui sesuai tahapan dalam proses secara kontinyu dan terpadu. KESIMPULAN Pembelajaran model cinta konsep CIRC sangat bagus dipakai, karena dengan menggunakan model ini santri dapat memahami secara materi yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Dalam model cinta konsep CIRC, dapat dikatakan sebagai pembelajaran terpadu, dimana setiap santri bertanggung jawab terhadap tugas Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Setiap anggota kelompok saling mengeluarkan ide-ide untuk memahami suatu konsep dan menyelesaikan tugas . , sehingga terbentuk pemahaman yang dan pengalaman belajar yang lama. Model cinta konsep CIRC ini mendidik siswa berinteraksi sosial dengan lingkungan. Pembelajaran di pondok ilmu memberi model pembelajaran yang berbeda, karena bukan hanya mendayagunakan kognitif, afektif, psikomotorik, akan tetapi lebih dari hal Dimana santri diharapkan mampu meningkatkan secara karakter Al Quran dan jiwa keimanan. Terdapat beberapa hal kelebihan pada model cinta konsep CIRC antara lain pengalaman dan kegiatan belajar santri akan selalu relevan dengan tingkat perkembangan santri, kegiatan yang dipilih sesuai dengan dan bertolak dari minat santri dan kebutuhan santri, seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi santri, sehingga hasil belajar santri akan dapat bertahan lebih lama, pembelajaran terpadu dapat menumbuh-kembangkan keterampilan berpikir santri, pembelajaran terpadu menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis . sesuai dengan permasalahan yang sering ditemuai dalam lingkungan santri, pembelajaran terpadu dapat menumbuhkan motivasi menumbuhkembangkan interaksi sosial santri seperti kerjasama, toleransi, komunikasi dan respek terhadap gagasan orang lain, membangkitkan motivasi belajar, memperluas wawasan dan aspirasi guru dalam mengajar (Saifulloh, 2. DAFTAR PUSTAKA