JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 IDENTIFIKASI KUALITAS KONSUMSI PANGAN IBU HAMIL BERHUBUNGAN DENGAN KONDISI KURANG ENERGI KRONIS (KEK) Oon Fatonah Akbarini1. Tessa Siswina2. Asmaurika Pramuwidya3 12Program Studi Di Kebidanan. Jurusan Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Pontianak 3Program Studi DIV Kebidanan. Jurusan Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Pontianak Jl. 28 Oktober . Siantan Hulu. Pontianak Utara. Kota Pontianak. Kalimantan Barat, 78241 fatonah78@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Masa kehamilan erat kaitannya dengan pemenuhan zat gizi, karena ibu pada masa kehamilan akan berpengaruh tidak hanya pada kesehatan ibu hamil, namun juga pada status gizi dan kesehatan bayi yang dilahirkannya nanti. Kondisi ibu dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Faktor internal diantaranya usia ibu, usia gestasional, dan jarak kehamilan yang terlalu dekat dengan kelahiran pertama. Sedangkan faktor eksternal diantaranya konsumsi pangan, pendapatan. Pendidikan, kondisi geografis wilayah. Tujuan: Menganalisis pendapatan dan kualitas konsumsi pangan ibu hamil dengan status gizi ibu hamil. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif analitik dan menggunakan desain cross sectional. Sampel sebanyak 40 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari data primer dengan menggunakan kuesioner. Metode analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian: Hasil penelitian didapat bahwa ada hubungan pendapatan terhadap status gizi ibu hamil nilai 0,002, nilai OR yaitu 25 artinya ibu hamil yang pendapatannya rendah mempunyai peluang mengalami KEK sebesar 25 kali dibandingkan dengan ibu hamil pendapatannya tinggi. Ada hubungan konsumsi Pangan terhadap status gizi ibu hamil didapatkan nilai 0,000, nilai OR yaitu 60 artinya ibu hamil yang konsumsi pangannya kurang beragam mempunyai peluang mengalami KEK sebesar 60 kali dibandingkan dengan ibu hamil yang konsumsi pangannya cukup beragam. Simpulan: Disimpulkan ada hubungan antara pendapatan dengan status gizi ibu hamil dan ada hubungan antara konsumsi Pangan terhadap status gizi ibu hamil. Kata kunci: Kualitas Konsumsi Pangan. Ibu Hamil. Kondisi Energi Kronis ABSTRACT Background: Pregnancy is closely related to the fulfillment of nutrients, because the mother during pregnancy will affect not only the health of pregnant women, but also on the nutritional status and health of the baby she was born with later. The mother's condition is influenced by internal and external factors. Internal factors include maternal age, gestational age, and pregnancy distance that is too close to the first birth. While external factors include food consumption, income, education, geographical conditions of the region. Purpose: Analyzing socioeconomic and quality of food consumption of pregnant women with nutritional status of pregnant women. Method: This research is quantitative research with descriptive type of analytics and using cross sectional design. A sample of 40 people was taken with purposive sampling techniques. The data is obtained from primary data using questionnaires. Data analysis method using univariate and bivariate analysis. Result: The results of the study found that there is an income relationship to the nutritional status of pregnant women value 0. 002, the value of OR is 25 means pregnant women with low income have a 25 times the chance of experiencing KEK compared to pregnant women with high income. There is a relationship of food consumption to the nutritional status of pregnant women obtained a value of 0. 000, the value of OR is 60 meaning that pregnant women whose food consumption is less diverse have a 60-times chance of experiencing KEK compared to pregnant women whose food consumption is quite diverse. Conclusion: It is concluded that there is a relationship between income and nutritional status of pregnant women and there is a relationship between food consumption and the nutritional status of pregnant women. Keywords: Quality of Food Consumption. Pregnant Women. Chronic Energy Conditions JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 PENDAHULUAN dan kualitas konsumsi pangan rumah tangga Kehamilan adalah proses yang terjadi (UNICEF, 1990. FAO 2. dari pembuahan sampai kelahiran, dimulai dari Kualitas konsumsi pangan ibu hamil sel telur sampai kemudian menjadi janin. secara langsung berpengaruh terhadap status Kehamilan biasanya terjadi selama 40 minggu Ibu hamil dengan kondisi kualitas dan kasus yang kebanyakan keguguran dan kecacatan lahir muncul pada periode 0-13 memiliki status gizi yang baik pula (VanderJagt minggu (Arisman, 2004. WHO, 2. Selama et al. Cheng et al. Savy et al. proses kehamilan tersebut akan terjadi proses Fowles et al. Hal ini sejalan dengan anabolik yang meliputi proses pertumbuhan dan penelitian yang dilakukan oleh (Willy et al. Masa 2. yang menyebutkan bahwa pengaruh kehamilan erat kaitannya dengan pemenuhan konsumsi pangan terhadap status gizi ibu hamil zat gizi, karena ibu pada masa kehamilan akan berpengaruh tidak hanya pada kesehatan ibu kuantitasnya saja, melainkan dengan segi hamil, namun juga pada status gizi dan kualitasnya pula. Kedir et al. , dalam kesehatan bayi yang dilahirkannya nanti penelitiannya menunjukan bahwa ibu hamil (Ramakrishan et al. Alwan et al. yang mampu memperbaiki kualitas konsumsi Ibu hamil dengan status gizi rendah cenderung mengalami kurang gizi hingga 53%. Budaya perkembangan dan pertumbuhan. (Black et al. merupakan faktor selanjutnya yang dapat Dalam penelitian Aviram et al. mempengaruhi status gizi ibu yang mengarah menyebutkan pula bahwa gizi lebih pada ibu pada kekurangan energi kronis dan anemia hamil juga membawa dampak buruk pada bayi karena masih ditemukannya masyrakat yang yang nanti dilahirkannya. Anak yang lahir pada melakukan praktik food taboo (Fischer et al. ibu hamil dengan gizi lebih berrisiko anaknya Volgyi et al. Mengesha dan Ayele mengalami obesitas, diabetes dan penyakit Kondisi Kota Pontianak didapatkan jumlah ibu hamil dengan KEK tahun 2019 sebanyak 325 ditentukan oleh berbagai faktor, baik faktor orang, sedangkan wilayah UPTD Kecamatan internal maupun eksternal. Faktor internal yang Pontianak Tenggara sebanyak 24 orang. berpengaruh terhadap ibu hamil diantaranya Mengingat pentingnya status gizi pada usia ibu, usia gestasional, dan jarak kehamilan masa kehamilan baik bagi ibu hamil maupun yang terlalu dekat dengan kelahiran pertama bagi bayi yang dikandungnya, maka peneliti (Karaoglu et al. Kotut et al. tertarik untuk melakukan kajian mendalam Sedangkan untuk faktor eksternal diantaranya mengenai kualitas konsumsi pangan ibu hamil konsumsi pangan, kondisi geografis wilayahnya dengan kondisi kurang energi kronis (KEK). Tujuan umum penelitian ini menganalisis JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 Penelitian berhubungan kondisi kurang energi kronis Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara (KEK). Tujuan khusus penelitian ini ialah Puskesmas Kampung Bangka Tahun 2020. sebagai berikut: Pengumpulan data menggunakan data primer Mengetahui gambaran karakteristik ibu dengan instrument penelitian berupa kuisioner. hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Analisis data menggunakan software SPSS. Kampung Bangka. Pertimbangan Menganalisis pendapatan dengan status penelitian ini diberi jaminan kerahasiaan gizi ibu hamil di wilayah kerja UPTD terhadap data-data yang diberikan dan berhak Puskesmas Kampung Bangka. untuk menolak menjadi responden. Sebelum Menganalisis kualitas konsumsi pangan melakukan penelitian responden terlebih dahulu ibu hamil dengan status gizi ibu hamil di diberikan informed choncent. Penelitian ini wilayah kerja UPTD Puskesmas Kampung Bangka. Penelitian Kesehatan Poltekkes Kemenkes Etik Hipotesis penelitian ini yaitu : Pontianak, dengan melalui prosedur pengajuan Ada hubungan pendapatan dengan status yang dibuktikan dengan surat keterangan gizi ibu hamil di wilayah kerja UPTD Persetujuan Komisi Etik (Ethics Committee Puskesmas Kampung Bangka. Approva. dengan nomor surat No. 312/KEPK- Ada hubungan kualitas konsumsi pangan PK. PKP/X/2020 tanggal 15 Oktober 2020. ibu hamil dengan status gizi ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kampung HASIL Bangka METODE Metode penelitian yang digunakan deskriptif analitik serta desain penelitian yang Tabel 1 Distribusi Frekuensi Umur. Pekerjaan. Pendidikan. Status Gizi. Pendapatan dan Konsumsi Pangan Ibu Hamil Variabel independent penelitian ini yaitu umur ibu, pekerjaan. Pendidikan, social ekonomi, kualitas konsumsi pangan, sedangkan untuk variabel dependen status gizi ibu hamil. Populasi penelitian seluruh ibu hamil di wilayah Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara Puskesmas Kampung Bangka. Sampel ibu hamil berjumlah 40 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampel. Variabel Umur < 20 Tahun dan > 35 Tahun 20 Ae 35 Tahun Pekerjaan Tidak Bekerja Bekerja Pendidikan Rendidikan Rendah Pendidikan Tinggi Status Gizi KEK Tidak KEK Pendapatan Rendah Tinggi Konsumsi Pangan Kurang Beragam Cukup Beragam (%) JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat kecil status gizi responden KEK sebanyak 7 bahwa hampir seluruh responden berusia 20-35 orang . ,5%), sebagian kecil pendapatan tahun sebanyak 33 orang . ,5%), sebagian rendah sebanyak 8 orang . %), dan sebagian besar responden tidak bekerja sebanyak 27 kecil konsumsi pangan responden kurang orang . ,5%), sebagian besar berpendidikan beragam sebanyak 9 orang . ,5%). rendah sebanyak 28 orang . %), sebagian Tabel 2 Hubungan Sosial Ekonomi dan Konsumsi Pangan Terhadap Status Gizi Responden Variabel Pendapatan Rendah Tinggi Konsumsi Pangan Kurang Beragam Cukup Beragam Status Gizi Tidak KEK KEK Total p-value OR . % CI 25 . Hasil analisis hubungan pendapatan Berdasarkan tabel 4. 2 nilai signifikansi pada terhadap status gizi ibu hamil diperoleh bahwa konsumsi Pangan terhadap status gizi ibu hamil ibu hamil yang pendapatan rendah mengalami didapatkan nilai 0,000 kurang dari 0,05 dimana KEK sebesar 12,5 %. Sedangkan ibu hamil HO ditolak, artinya ada hubungan antara yang pendapatan tinggi mengalami KEK konsumsi Pangan terhadap status gizi ibu hamil. sebesar 5 %. Berdasarkan tabel 2 didapatkan Adapun besar bedanya dapat dilihat dari nilai hasil bahwa dari nilai signnifikansi dari OR yaitu 60 artinya ibu hamil yang konsumsi pendapatan terhadap status gizi ibu hamil adalah 0,002 kurang dari 0,05 dimana HO peluang mengalami KEK sebesar 60 kali ditolak, atinya ada hubungan antara pendapatan dibandingkan dengan ibu hamil yang konsumsi dengan status gizi ibu hamil. Adapun besar pangannya cukup beragam. bedanya dapat dilihat dari nilai OR yaitu 25 artinya ibu hamil yang kondisi pendapatan PEMBAHASAN rendah mempunyai peluang mengalami KEK Status sebesar 25 kali dibandingkan dengan ibu hamil yang pendapatan tinggi. Apabila status gizi buruk, baik Hasil analisis hubungan konsumsi sebelum kehamilan maupun selama kehamilan pangan terhadap status gizi ibu hamil diperoleh akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan bahwa ibu yang konsumsi pangannya kurang pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi baru Sedangkan ibu yang konsumsi pangannya lahir, bayi baru lahir mudah infeksi, abortus dan cukup beragam mengalami KEK sebesar 2,5%. KEK JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 melahirkan bayi dengan BBLR (Supariasa, dkk. Saran yang terpenting memerlukan Dari 8 ibu hamil yang memiliki pendapatan dibawah UMK Kota Pontianak ada mengalami maupun yang tidak mengalami 5 ibu hamil yang mengalami KEK, sehingga faktor pendapatan berhubungan dengan status kerjasama lintas program dalam peningkatan gizi ibu hamil dimana hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Suwito,A. Susilawati tahun komunikasi, dan edukasi guna penyebarluasan informasi Kesehatan mengenai gizi ibu hamil pengetahuan. Pendidikan dan status gizi ibu dan faktor-faktor yang berhubungan dengan hamil mempengaruhi kejadian Kekurangan permasalahan kesehatan terutama bagi ibu Energi Kronik (KEK). hamil yang mengalami kekurangan energi Keragaman kronik selama masa kehamilannya. Peningkatan berhubungan degan status gizi ibu hamil keragaman konsumsi pangan ibu hamil perlu dimana hasil penelitian ini sejalan dengan dilakukan untuk dapat mencukupi kebutuhan penelitian County L, dkk tahun 2016 bahwa zat gizi selama kehamilan, terutama daging, tingkat keragaman pangan berkaitan dengan susu, sayuran hijau, serta sayur dan buah tingkat kecukupan zat gizi. Oleh sebab itu, sumber vitamin A. Selain itu, sosialisasi terkait konsumsi pangan yang beragam harus disertai pangan sumber protein hewani, zat besi, folat dengan jumlah asupan yang sesuai dengan dan vitamin C perlu disampaikan kepada ibu kebutuhan agar dapat mencapai status gizi yang hamil dan anggota keluarga lain, seperti suami. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan ibu, dan mertua yang berpengaruh terhadap penelitian Simbolon. D, dkk tahun 2018 bahwa pemilihan makanan ibu hamil. status gizi ibu hamil mempengaruhi kejadian REFERENSI