Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Pengembangan Media Berbasis Artsteps Sebagai Layanan Informasi Untuk Mencegah Perilaku Bullying Pada Peserta Didik SMA Negeri 3 Palangka Raya Nurul Asti Seftiana1. Fendahapsari Singgih Sendayu2. Nonsihai3. Herda Fitri Br. Ginting4 SMA Negeri 3 Palangka Raya. Jl. Obos. No. Kel. Menteng. Kec. Jekan Raya. Kota Palangka Raya. Kalimantan Tengah Prodi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Madiun. Jl. Damang Salilah No. 17, 74874. Palangka Raya Email: astiseftianaa03@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media berbasis Artsteps sebagai layanan informasi untuk mencegah perilaku bullying. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (RnD) dengan model Borg and Gall yang disederhanakan menjadi tiga tahapan yakni yang pertama tahap prapengembangan yang di dalamnya terdiri dari tahap Research and information colleting, kedua, tahap pengembangan yang berisi tahapan Develop Preliminary Form of Product, ketiga pascapengembangan terdiri dari tahapan Pleliminary Field Testing dan Main Product revision. Subjek penelitian dan pengembangan uji produk dilakukan oleh 1 Ahli media, 1 Ahli Bimbingan dan Konseling, dan 2 Ahli Praktisi sebagai validator yang dianalisis menggunakan AikenAos V. Hasil penilaian dari uji ahli media sebesar 1. 00, ahli bimbingan dan konseling 08, dan uji ahli praktisi sebesar 1. 18 yang masing Ae masing menunjukkan tingkat relevansi tinggi. Akumulasi ini dihitung berdasarkan nilai koefisien pada masing Ae masing aspek. Hasil menunjukan bahwa media aplikasi Artsteps dapat dinyatakan layak untuk digunakan sebagai layanan informasi untuk mencegah perilaku bullying berdasarkan pada aspek Ae aspek dalam akseptabilitas. Kata Kunci : Layanan Informasi. Media Artsteps. Perilaku Bullying Abstract This study aims to develop Artsteps-based media as an informational service to prevent bullying behavior. The research adopts a Research and Development (RnD) approach using the Borg and Gall model, which has been simplified into three stages: the pre-development stage, which includes Research and Information Collecting. development stage, which involves the Development of a Preliminary Form of Product. and the post-development stage, consisting of Preliminary Field Testing and Main Product Revision. The subjects of the product testing and development were evaluated by one media expert, one Guidance and Counseling expert, and two practitioner experts as validators, analyzed using AikenAos V. The evaluation results from the media expert were 1. 00, the Guidance and Counseling expert 1. 08, and the practitioner experts 1. 18, each indicating a high level of relevance. These scores were calculated based on the coefficient values of each aspect. The results demonstrate that the Artsteps application media is suitable for use as an informational service to prevent bullying behavior based on aspects of acceptability. Keywords : Information Services. Artsteps Media. Bullying Behavior PENDAHULUAN Pendidikan adalah aspek penting dalam kehidupan manusia, karena menjadi modal utama dan prioritas dalam menghadapi tuntutan zaman yang semakin berkembang. Negara dengan tingkat pendidikan yang tinggi mampu menghasilkan tenaga kerja berkualitas yang didasarkan pada pengetahuan dan keterampilan. Pendidikan harus memiliki dampak holistik dan signifikan terhadap pembentukan kepribadian manusia, terutama pada peserta didik. (Manurung dkk, 2. Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan. Dalam lingkungan ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay pendidikan, semua pihak termasuk staf sekolah, peserta didik, dan guru diharapkan memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik. Namun kenyataannya, berbagai perilaku menyimpang termasuk bullying, masih sering terjadi di sekolah. Bullying adalah bentuk tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dan disengaja oleh sekelompok teman sebaya, yang menciptakan ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban. Saat ini, bullying telah menjadi bagian dari kehidupan remaja. Bullying atau intimidasi oleh teman sebaya mengacu pada bentuk kekerasan fisik dan psikologis yang dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap orang lain (Pebriany, 2. Bullying berasal dari kata serapan bahasa Inggris AubullyAy yang berarti menindas atau mengganggu. Selanjutnya menurut Kamila dalam (Wulandari & Ningsih, 2. bullying adalah segala bentuk perilaku yang melanggar hukum atau hak asasi manusia dan melibatkan kerugian fisik atau psikologis terhadap orang atau kelompok orang yang rentan. Data yang dihimpun oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menunjukkan bahwa anak-anak masih merasa khawatir terhadap bullying di Berdasarkan data tersebut, terdapat 226 kasus bullying pada tahun 2022, 53 kasus pada tahun 2021, dan 119 kasus pada tahun 2020. Jenis bullying yang paling sering dialami oleh korban adalah bullying fisik . ,5%), bullying verbal . ,3%), dan bullying psikologis . ,2%) (Restu, 2. Data dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), yang dihimpun oleh Republika, menunjukkan bahwa 16 kasus bullying terjadi di sekolah dari Januari hingga Agustus 2023. Selain itu. FSGI mencatat bahwa jumlah korban bullying di sekolah selama paruh pertama tahun ajaran 2023 mencapai 43 orang, dengan 41 korban di antaranya merupakan peserta didik dan dua lainnya adalah guru. Data ini hanya mencakup kasus yang tercatat, sementara kita tahu bahwa bullying sering terjadi di berbagai tempat. Dampak bullying perlu mendapat perhatian serius. Upaya pencegahan bullying sangat diperlukan untuk meminimalkan kasus-kasus bullying. Sekolah menengah harus mampu memberikan edukasi sebagai upaya preventif atau pencegahan sekaligus mengatasi tindakan bullying di lingkungan sekolah. Sesuai yang tertuang dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 pada tanggal 31 Desember 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, pencegahan adalah tindakan, cara, atau proses yang diterapkan untuk mencegah seseorang atau sekelompok orang melakukan kekerasan di lingkungan Pendidikan (Fauziah et al. , 2. Hasil observasi yang dilakukan di SMA Negeri 3 Palangka Raya, masih banyak kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah. Dari kasus bullying ini menyebabkan peserta didik melanggar aturan seperti sering tidak hadir sekolah, menyendiri serta ingin pindah kelas akibat sering di bullying oleh teman Ae teman di kelasnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru BK di SMA Negeri 3 Palangka Raya, kasus bullying ini masih sering terjadi di lingkungan sekolah, perilaku bullying ini seperti melontarkan kata Ae kata yang tidak pantas, mengejek, menghina dan lain sebagainya. Dalam penanganan kasus ini, pihak sekolah tidak hanya tinggal diam. Pihak sekolah memberikan layanan informasi serta teguran untuk menanganin kasus bullying ini. Dalam kondisi ini guru BK memberikan pemahaman seperti sosialisasi yang bersifat masih konvensional dalam memberikan layanan informasi. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi, semua pendidik abad ke-21 harus memiliki keterampilan untuk memasukkan teknologi ke dalam proses pendidikan mereka, khususnya program layanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. Dalam hal ini guru BK memegang peranan yang sangat penting dalam membantu peserta didik untuk mencapai perkembangan diri yang optimal, mandiri, sukses, sejahtera, dan bahagia dalam kehidupannya. Oleh karena itu, guru Bimbingan dan Konseling harus memiliki keterampilan dan kompetensi agar dapat mengikuti perkembangan teknologi abad ke-21. Agar layanan dapat disampaikan dengan efektif, diperlukan media yang inovatif dan menarik yang sesuai dengan permasalahan peserta didik (Fauziah et al. , 2. Media tidak lepas ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay dari perkembangan teknologi saat ini seperti internet, komputer, dan website. Media bimbingan dan konseling mencakup segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan bimbingan dan konseling, yang mampu merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan motivasi siswa dalam memahami diri, mengarahkan diri, membuat keputusan, serta menyelesaikan masalah yang dihadapinya (Pamintarso et al. , 2. Artsteps adalah multiplatform web global untuk membuat dan menavigasi Pameran dan Ruang Virtual 3D, dengan kemampuan bercerita yang sangat memotivasi dan interaktif. Artsteps. com adalah salah satu platform digital yang dapat dimanfaatkan untuk menghargai seni rupa dengan mengadakan pameran virtual (Wahyu et al. , 2. Aplikasi ini dipilih karena mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan serta menstimulasi penerapan pembelajaran yang mendorong motivasi diri. Dengan Artsteps, peneliti akan menggunakan VR (Virtual Realit. sebagai media pembelajaran alernatif yang mendukung berbagai jenis pembelajaran yang mencakup gaya belajar auditori, visual, dan Peneliti akan membuat media BK dengan berbantuan aplikasi berbasis Artsteps yang lebih menarik dengan tampilan melalui foto atau gambar dengan bantuan canva serta video pembelajaran sehingga mempermudah penyampaian deskripsinya yang lebih interaktif. Penelitian ini menggunakan media aplikasi berbasis Artsteps sebagai layanan informasi karena salah satu teknologi layanan informasi yang paling umum digunakan untuk menyampaikan informasi adalah penggunaan berbagai media seperti alat bantu visual, dokumen, poster, permainan, gambar, dan media elektronik seperti film, televisi, radio, dan rekaman suara digunakan (Zahra & Setyaputri, 2. Dengan pengembangan media berbasis Artsteps ini peneliti akan mengembangkan media BK lebih menarik dan interaktif dengan memuat gambar, foto, video serta permainan sebagai wadah informasi mengenai perilaku bullying. Dengan demikian peneliti terinspirasi untuk mengembangkan media BK dengan judul AuPengembangan Media Berbasis Artsteps Sebagai Layanan Informasi Untuk Mencegah Perilaku Bullying Pada Peserta Didik SMA Negeri 3 Palangka RayaAy. Sehingga, diharapkan dapat digunakan sebagai media BK dalam upaya memberikan pemahaman mengenai pencegahan perilaku bullying pada peserta didik. METODE Jenis Penelitian Jenis penelitian ini yaitu Research and Development (R&D). Menurut Sugiyono . dalam bukunya menjelaskan bahwa metode penelitian dan pengembangan atau R&D merupakan metode yang digunakan guna menghasilkan suatu produk tertentu serta menguji keefektifan produk yang model yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model pengembangan Borg & Gall. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 3 Palangka Raya di jalan G. Obos. No. Kelurahan Menteng. Kecamatan Jekan Raya. Palangka Raya. Kalimantan Tengah. Penelitian ini akan dilakukan pada awal semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024. Target/Subjek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi sasaran produk media berbasis Artsteps yaitu guru BK dan peserta didik di SMA Negeri 3 Palangka Raya. ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Prosedur Prosedur pengembangan dengan model utama Borg and Gall yang dimodifikasi dari model pengembangan Sukmadinata dalam (Nopitasari, 2. yaitu tahapan prapengembangan (Research and information colletin. , tahap pengembangan (Develop Preliminary Form of Produc. dan pascapengembangan (Pleliminary Field Testing dan Main Product revisio. Data. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu wawancara, observasi, kuesioner atau angket dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur dengnan guru BK dan peserta didik untuk mengetahui bagaimana pemberian layanan BK serta pemahaman peserta didik mengenai perilaku bullying. Peneliti melakukan dokumentasi sebagai bukti dalam pelaksanaan uji validasi oleh ahli media, ahli BK dan ahli praktisi. Instrument penilaian yang digunakan untuk pengumpulan data dari uji ahli berupa skala aksetabilitas yang meliputi kriteria kegunaan, kelayakan dan ketepatan. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penilaian media aplikasi Artsteps sebagai layanan informasi untuk mencegah perilaku bullying dilakukan secara deskriptif dengan data yang berupa komentar, saran, dan kritik. Data deskriptif ini digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk merevisi dan menyempurnakan media serta panduan penggunaan. Sementara itu, data kuantitatif yang diperoleh dari penilaian akseptabilitas melalui uji ahli dianalisis menggunakan AikenAos V. Menghitung rata-rata penilaian ahli dengan rumus sebagai berikut. Sumber : (Nopitasari, 2. s = Jumlah nilai dari n ahli n = Jumlah ahli 1o = Angka penilaian validitas terendah . ada pengembangan ini . c = Angka penilaian validitas tertinggi . ada pengambangan ini . Kriteria koefisien kesepakatan dalam interpretasi hasil dari perhitungan pada indeks uji ahli dengan menggunakan rater AikenAos berada dalam rentang angka 0,00 Ou 1,00 yang akan menentukan kesepakatan terhadap kelayakan produk. Tabel 1. Tabel kategori koefisien kesepakatan rater ususlan Aiken ISSN Koefisien kesepakatan 0,81 Ou 1,00 Kriteria Tinggi 0,41 Ae 0,80 0,00 Ae 0,41 Sedang Rendah Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay HASIL DAN PEMBAHASAN Desain Produk Media pembelajaran Artsteps dapat diakses melalui tautan link https://w. com/yang dapat diakses oleh semua kalangan. Untuk masuk dalam media aplikasi Artsteps bisa klik link ini https://w. Artsteps. com/view/657af2037a8dc6b3d05a5806 atau scan barcode dibawah ini. Gambar 1. Barcode Media Artsteps Pada awal masuk dalam media Artsteps disambut dengan kata AuSelamat Datang di Layanan Informasi STOP BULLYING Bimbingan dan Konseling Universitas Palangka RayaAy. Produk media Artsteps dapat diliahat pada gambar 2. Gambar 2. Tampilan Media Artsteps. Tampilan desain layout Artsteps. Tampilan pintu masuk Artsteps. Tampilan akhir Artsteps Validasi Desain Produk ini divalidasi oleh empat orang validator ahli yaitu 1 ahli media. 1 ahli bimbingan dan 2 ahli praktisi media aplikasi Artsteps. Berikut hasil penilaian dari masing Ae masing ahli. Tabel 2. Hasil Validasi Ahli Media ISSN Aspek Akseptabilitas Koefisien Kriteria Kegunaan 1,00 Tinggi Kelayakan 1,00 Tinggi Ketepatan 1,00 Tinggi Kepatutan 1,00 Tinggi Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Jika diakumulasikan nilai kelayakan produk media aplikasi Artsteps sebagai layanan informasi dan panduan penggunaan dari ahli media sebesar 1. 00, dengan tingkat relevansi tinggi. Akumulasi ini dihitung berdasarkan nilai koefisien pada masing masing aspek. Dalam hal ini hasil analisis ahli media menunjukan dari aspek kegunaan sebesar 1. 00, dari aspek kelayakan sebesar 1. 00, dari aspek ketepatan 00 serta dari aspek kepatutan sebesar 0. Penilaian ahli media atas bentuk aplikasi dan panduan menunjukkan bahwa aplikasi Artsteps dan panduannya telah memenuhi unsur kelayakan yang akan digunakan seagai media layanan BK. Hasil Validasi Ahli Materi Tabel 3. Hasil Validasi Ahli Materi Aspek Akseptabilitas Koefisien Kriteria Kegunaan 1,02 Tinggi Kelayakan 1,11 Tinggi Ketepatan 1,11 Tinggi Kemenarikan 1,11 Tinggi Perolehan hasil uji kelayakan terhadap media aplikasi Artsteps sebagai layanan informasi dan panduan penggunaan dari satu orang ahli BK secara akumulatif mendapatkan nilai koefisien sebesar 08 dengan tingkat relevansi tinggi. Akumulasi ini dihitung berdasarkan nilai koefisien pada masing Ae masing aspek. Dalam hal ini hasil analisis validasi ahli Bimbingan dan Konseling menunjukan dari aspek kegunaan sebesar 1. 02, aspek kelayakan sebesar 1. 11, aspek ketepatan sebesar 1. 11, serta aspek kemenarikan sebesar 1. Penilaian ahli BK diatas bentuk aplikasi dan panduan menunjukkan bahwa aplikasi Artsteps dan panduannya telah memenuhi unsur kelayakan yang akan digunakan seagai media layanan BK. Hasil Validasi Ahli Praktisi Tabel 4. Hasil Validasi Ahli Praktisi Aspek Akseptabilitas Koefisien Kriteria Relevansi 1,20 Tinggi Kejelasan 1,12 Tinggi Kelayakan 1,16 Tinggi Ketepatan 1,27 Tinggi Selanjutnya perolehan hasil uji kelayakan terhadap format isi aplikasi dan panduan dari dua orang ahli Praktisi secara akumulatif mendapatkan nilai koefisien sebesar 1. 18 dengan tingkat relevansi tinggi. Dalam hal ini hasil analisis validasi ahli praktisi pada aspek relevansi sebesar 1. 20, aspek kejelasan 12, aspek kelayakan 1. 16 serta aspek ketepatan sebesar 1. Penilaian ahli praktisi diatas bentuk aplikasi dan panduan menunjukkan bahwa aplikasi Artsteps dan panduannya telah memenuhi unsur kelayakan yang akan digunakan seagai media layanan BK. PEMBAHASAN Hasil dari penelitian pengembangan ini didasarkan pada proses uji kelayakan dan revisi dari para ahli dengan mempertimbangkan proses penelitian dan subtansi teoritik. Hasil uji kelayakan aplikasi dan panduan dari ahli media, ahli BK dan ahli praktisi berupa bentuk dan desain dari aplikasi dan juga ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Jika diakumulasikan nilai kelayakan produk media aplikasi Artsteps sebagai layanan informasi dan panduan penggunaan dari ahli media sebesar 1. 00, dengan tingkat relevansi tinggi. Perolehan hasil uji kelayakan terhadap media aplikasi Artsteps sebagai layanan informasi dan panduan penggunaan dari satu orang ahli BK secara akumulatif mendapatkan nilai koefisien sebesar 1. 08 dengan tingkat relevansi Selanjutnya perolehan hasil uji kelayakan terhadap format isi aplikasi dan panduan dari dua orang ahli Praktisi secara akumulatif mendapatkan nilai koefisien sebesar 1. 18 dengan tingkat relevansi tinggi. Akumulasi ini dihitung berdasarkan nilai koefisien pada masing masing aspek. Sehingga dapat dinyatakan bahwa media aplikasi Artsteps memenuhi akseptabilitas maka dapat dikatakan layak guna. KESIMPULAN Berdasarkan evaluasi peneliti, dapat dinyatakan bahwa produk telah memenuhi standar kelayakan dalam aspek visual dan konten yang terdapat dalam ruang virtual. Selain itu, evaluasi terhadap aspek visual dan konten produk juga telah melibatkan penilaian dari validator ahli Bimbingan dan Konseling, ahli media, ahli praktisi serta didukung oleh data yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Peneliti telah melakukan penyesuaian terhadap tampilan produk agar sesuai dengan kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling, yakni untuk menarik minat dan mendorong partisipasi peserta didik. Hasil dari 3 uji ahli menyatakan bahwa media aplikasi Artsteps sebagai layanan informasi memenuhi kriteria akseptabilitas dengan nilai koefisien akumulasi sebesar 1,086 yang artinya media aplikasi Artsteps sebagai layanan informasi layak guna. DAFTAR PUSTAKA