Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Analisis Kandungan Klorofil Pada Beberapa Jenis Sayuran Hijau Sebagai Alternatif Bahan Dasar Food Suplement Analysis of Chlorophyll Content in Several Types of Green Vegetables as an Alternative to Food Supplement Istri Mirah Dharmadewi FKIP Biologi Universitas Mahadewa Indonesia Pos-el : mirahdharmadewi@gmail. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kadar klorofil pada beberapa jenis sayuran hijau diantaranya bayam (Amaranthus tricolor L. ), selada (Lactuca sativa L. ) dan daun singkong (Manihot esculent. serta untuk mengkaji potensi sayuran tersebut sebagai sumber suplemen makanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) yang terdiri dari 3 jenis tanaman dengan 3 kali ulangan. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengekstrak 0,1 g masing-masing daun sayuran dalam 10 mL aseton 85%. Ekstrak disaring menggunakan kertas Whatman No. diukur absorbansinya menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometr. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Varians (ANOVA) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada tingkat kepercayaan 95%. Bila hasil ANOVA menunjukkan perbedaan nyata, analisis dilanjutkan dengan menggunakan uji DuncanAos New Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Jumlah rata-rata kandungan klorofil tertinggi terdapat pada daun singkong (Manihot esculent. yaitu sebesar 18,141 mg/l, daun bayam (Amaranthus tricolor L. ) dan daun selada (Lactuca sativa L. ) sebesar 1,83 mg/l. Dari ketiga jenis tanaman tersebut ketiga jenis tanaman sayuran tersebut berpotensi sebagai bahan dasar food supplement dimana kandungan klorofil tetinggi terdapat pada daun singkong (Manihot esculent. dan terendah terdapat pada daun selada (Lactuca sativa L. Kata-Kata Kunci : Klorofil . daun singkong (Manihot esculent. bayam hijau (Amaranthus tricolor L. ) selada (Lactuca sativa L. ) . AAS Abstract. This study aims to determine the amount of chlorophyll content in several types of green vegetables including spinach (Amaranthus tricolor L. ), lettuce (Lactuca sativa L. ) and cassava leaves (Manihot esculent. and to assess the potential of these vegetables as a source of dietary supplements. The method used in this study is an experimental method using a randomized block design (CRD) consisting of 3 types of plants with 3 replications. This research was conducted by extracting 0. 1 g of each vegetable leaf in 10 mL of 85% acetone. The extract was filtered using Whatman No. 1, the absorbance was measured using an AAS (Atomic Absorption Spectrophotometr. The analysis used was Analysis of Variance (ANOVA) with Completely Randomized Design (CRD) at the 95% confidence level. If the ANOVA results show a real difference, the analysis is continued using Duncan's New Multiple Range Test (DMRT) at a 95% confidence level. The results showed that the highest average amount of chlorophyll content was found in cassava leaves (Manihot esculent. , namely 18. mg / l, spinach leaves (Amaranthus tricolor L. ) and lettuce leaves (Lactuca sativa L. ) of 1. 83 mg / l. Of the three types of plants, the three types of vegetable plants have the potential as basic ingredients for food supplements where the highest chlorophyll content is found in cassava leaves (Manihot esculent. and the lowest is in lettuce (Lactuca sativa L. Key Words : Chlorophyll. cassava leaves (Manihot esculent. green spinach (Amaranthus tricolor L. ) lettuce (Lactuca sativa L. AAS Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. sayuran yang digemari oleh semua lapisan masyarakat, karena rasanya yang gurih dan memiliki kandungan gizi yang tinggi untuk dijadikan Ketiga tanaman sayuran tersebut termasuk kelompok tanaman sayuran semusim, berumur pendek memerlukan area yang luas untuk Hal memungkinkan untuk dibudidayakan pada daerah perkotaan yang umumnya mempunyai lahan pekarangan terbatas. Kandungan klorofil di dalam sayuran daun merupakan salah satu kriteria penting untuk menentukan kandungan zat gizi sayuran daun. Klorofil diketahui berperan sebagai antioksidan bagi tubuh. Oleh karena itu, kini klorofil diekstrak dan dikonsumsi Berdasarkan penelitian Iriyani dan Nugrahani, menunjukkan bahwa hasil pengukuran kadar klorofil sayuran bayam yang berasal dari daerah Bangkingan klorofil yang paling tinggi dibandingkan tanaman sayuran kangkung dan sawi. Kandungan klorofil bayam yaitu sebesar 3,046 mg/g yang berbeda nyata dengan kandungan klorofil sayuran kangkung sebesar 2,356 mg/g dan sayuran sawi yang berkisar 1,163 mg/g. 7 Dari penelitian Setiari dan Nurchayati juga menjelaskan bahwa kandungan klorofil tanaman bayam lebih tinggi daripada kandungan klorofil daun kangkung. Pada penelitian ini, kandungan klorofil total sayuran bayam adalah 23,022 mg/g, sedangkan kandungan klorofil total pada sayuran kangkung 16,7667. Dari latar belakang diatas maka Kandungan Klorofil Beberapa Jenis Sayuran Hijau Sebagai Alternatif Food Suplement. PENDAHULUAN Klorofil termasuk salah satu pigmen yang terdapat dalam tubuh tumbuhan berdistribusi untuk proses kehidupan tumbuhan dengan mengubah energi cahaya menjadi energi kimia. Dalam proses fotosintesis, pigmen dan molekul lainya mengambil energi dari sinar matahari untuk membentuk ATP dan koenzim NADPH yang kemudian membentuk karbohidrat dari karbon dioksida dan air . Sel-sel mesofil yang terdapat di daun banyak mengandung Di dalam kloroplas terdapat klorofil . at hijau dau. Di dalam kloroplas tidak hanya terdapat klorofil yang menjadi zat penyebab warna hijau daun. Tetapi di dalam kloroplas terdapat juga pigmenpigmen warna yang lain yaitu MasingAemasing memiliki warna yang berbedabeda dan di setiap daun mempunyai satu jenis Daun mengandung klorofil, karena itulah daun berwarna hijau. Sebagian besar klorofil terdapat di daun, namun pada bagian-bagian tanaman lain seperti akar, batang, buah, biji, dan bunga juga terdapat klorofil dengan jumlah Distribusi klorofil pada daun berbeda-beda. Klorofil di pangkal daun akan berbeda dengan klorofil di bagian ujung, tengah, dan tepi daun. Perbedaan jumlah klorofil ini akan menunjukkan perbedaan warna daun. Semakin hijau warna daun maka semakin tinggi kandungan klorofilnya. Tanaman bayam (Amaranthus tricolor L. Selada (Lactucasativa L. ) dan daun singkong (Manihot esculent. merupakan jenis Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. (OD . Klorofil total = 0. 79 (OD 076 (OD . Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis kandungan klorofil adalah Analisis Varians (ANAVA) dengan rancangan acak lengkap (RAL) pada tingkat kepercayaan 95%. Bila hasil ANAVA menunjukkan perbedaan nyata, analisis dilanjutkan dengan menggunakan uji DuncanAos New Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kepercayaan Parameter yang dianalisis adalah kandungan klorofil total dari ketiga jenis sayuran hijau. METODE Penelitian Laboratorium Analitik Universitas Udayana. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu daun bayam, selada dan daun singkong sedangkan bahan penelitian yang digunananlarutan aseton, akuades, kertas saring, kertas label. Alat yang digunakan meliputi alat menanam, alat gelas, cuvet, mortar, spektofotometer UV Vis dan neraca. Daun tanaman sayur yang diteliti diperoleh dari perkebunan sayuran didaerah Bedugul Selanjutnya dipilih daun urutan 2, 3 atau 4 secara acak kemudian ditimbang dengan berat 0,1 mg. Sampel daun selanjutnya diekstrak dengan larutan perbandingan berat sampel dan aseton adalah 1 : 100. Ekstrak yang diperoleh disaring dengan kertas saring dan spektrofotometer UV Vis pada panjang gelombang 644 nm dan 663 nm. Penghitungan kandungan klorofil . g/L) ditentukan dengan rumus : Klorofil a = 1. 07 (OD . Ae 0. 094 (OD Klorofil b = 1. 77 (OD . Ae 0. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Data hasil pengamatan terhadap pengukuran kadar klorofil beberapa jenis tanaman sayuran yang berpotensi sebagai bahan dasar food suplement (Manihot esculent. , bayam hijau (Amaranthus tricolor L. ) dan selada (Lactuca sativa ) menunjukkan bahwa adanya perbedaan jumlah klorofil yang terkandung pada bagian daun dari tanaman sayuran tersebut. Dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 5. 1 Hasil Analisis Kandungan Klorofil Beberapa Jenis Sayuran Hijau Jenis Tanaman Kandungan klorofil Total Rata-Rata . 18,5 17,7 18,0 54,43 18,141 Daun Singkong 10,7 11,2 11,2 33,24 11,075 Daun Bayam 1,60 2,00 1,89 5,499 1,833 Daun Selada tertinggi terdapat pada daun singkong dengan rata-rata kandungan klorofil 18,141 mg/l, kemudian yang terendah terdapat pada daun selada dengan ratarata kandungan klorofil 1,833 mg/l. Data diatas dapat ditunjukan dalam Tabel 5. 1 diatas menunjukan kandungan klorofil pada daun singkong (Manihot esculent. , daun bayam (Amaranthus tricolor L. ) dan daun selada (Lactuca sativa L. ) memiliki kandungan yang berbeda-beda. Jumlah klorofil total Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. bentuk grafik pada gambar 5. 2 dibawah Tanaman sayuran yang diuji pada penelitian ini adalah tanaman hasil panen yang siap dikonsumsi, yang kebanyakan berumur lebih dari 1 bulan. Sebagai contoh, daun bayam merupakan sayuran yang dipetik ketika berumur A 3 bulan, sedangkan daun singkong dan ketikatanaman telah berumur lebih dari 3 bulan. Grafik 5. Rata-rata Kandungan Klorofil pada Beberapa Jenis Sayuran Hijau PEMBAHASAN Dari hasil penelitian diatas maka dapat dilihat ketiga jenis tanaman sayuran tersebut berasal dari divisio yang sama, yaitu Magnoliophyta. Akan tetapi genus masing-masing tersebut tidak sama meskipun berasal dari divisio yang sama. Oleh karena itu. Kemampuan biosintesis klorofil tidak sama antar spesies. Biosintesis klorofil dibawakan oleh gen-gen tertentu di dalam kromosom. Gen-gen tersebut menyandi enzim yang akan berperan dalam jalur biosintesis tetrapirol . nti porpiri. sebagai pusat struktur dari Kandungan klorofil di dalam sayuran daun merupakan salah satu kriteria penting untuk menentukan kandungan zat gizi sayuran daun. Klorofil diketahui berperan sebagai antioksidan bagi tubuh. Ketersediaan klorofil yang tinggi di alam serta khasiat biologis yang dimilikinya menjadi peluang untuk dikembangkan sebagai bahan suplemen pangan atau pangan fungsional (Rahmawati,2. Kemampuan (Manihot esculent. dalam menangkap energi radiasi cahaya lebih efisien daripada bayam hijau (Amaranthus tricolor L. ) dan selada (Lactuca sativa Sehingga laju fotosintesis tanaman singkong lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman lainnya. Klorofil a dan b berperan dalam proses fotosintesis Dari Grafik diatas dapat dilihat bahwa daun singkong (Manihot esculent. , memiliki kandungan klorofil tertinggi yaitu 18,141 mg/L dan terendah yaitu pada daun selada dengan rata-rata kandungan klorofil 1,833 mg/l. sehingga dari ketiga tanaman sayuran diatas tanaman yang paling berpotensial sebagai food supplement yaitu daun dibandingkan bayam dan selada. Hasil klorofil menunjukkan bahwa semua sampel tanaman yang diuji memiliki kandungan klorofil yang cukup tinggi. Bahkan, bila dibandingkan Eksplorasi Kandungan Klorofil dengan jenis-jenis legum yang dianalisis pada penelitian Hastuti dkk . , maka kandungan klorofil tanaman sayuran tersebut menunjukkan hasil yang lebih tinggi. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa legum yang telah diuji berumur 1 bulan setelah penanaman. yakni kacang tunggak yang ditanam di dataran rendah pada ketinggian 316 m dpl mempunyai kandungan klorofil lebih banyak . ,15 mg/. daripada alfalfa . ,04 mg/. pada ketinggian yang Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Klorofil b berfungsi sebagai antena fotosintetik yang mengumpulkan cahaya kemudian ditransfer ke pusat reaksi (Yunia, 2. Faktor kandungan klorofil pada suatu tanaman adalah umur tanaman, morfologi daun serta faktor genetik. Umur daun dan tahapan fisiologis suatu tanaman merupakan faktor yang menentukan kandungan klorofil. Tiap spesies dengan umur yang sama memiliki kandungan kimia yang berlainan dengan jumlah genom yang berlainan pula. Hal ini terjadi juga berlainan terkait dengan Kemampuan daun singkong (Manihot esculent. dalam menangkap energi radiasi cahaya lebih (Amaranthus tricolor L. ) dan selada (Lactuca sativa L. Distribusi klorofil pada daun berbeda-beda, salah satunya dipengaruhi warna daun. Semakin hijau warna daun maka semakin tinggi kandungan klorofilnya. Perbedaan kadar klorofil pada tanaman ini disebabkan karena kadar pigmen lain yang ada pada daun tersebut lebih dominan atau disebabkan oleh adanya faktor adaptasi pada suatu Hal ini dapat dilihat pada morfologi daun tanaman singkong (Manihot esculent. yang memiliki warna hijau tua sedangkan daun selada (Lactuca sativa L. ) berwarna hijau muda, sehingga kandungan klorofil pada daun daun singkong lebih tinggi dibandingkan daun selada (Lactuca sativa L. Luas permukaan daun juga akan mengefisiensikan penangkapan energi cahaya untuk fotosintesis secara normal pada kondisi intensitas cahaya Morfologi daun yang lebar pada penangkapan cahaya yang optimal. Selain itu, ketebalan daun dapat mempengaruhi kandungan klorofil. Morfologi daun yang tipis umumnya mudah layu ketika dipetik sehingga klorofilnya mudah terdegradasi. Hal ini dapat dilihat bahwa daun selada (Lactuca sativa L. ) morfologi daun yang tipis. Klorofil a dan b berperan dalam proses fotosintesis tanaman. Klorofil b berfungsi sebagai antena fotosintetik yang mengumpulkan cahaya kemudian ditransfer ke pusat reaksi. Pusat reaksi tersusun dari klorofil a. Energi cahaya akan diubah menjadi energi kimia di pusat reaksi yang kemudian dapat digunakan untuk proses reduksi dalam fotosintesis (Eko, 2. Peningkatan kandungan klorofil b pada tanaman berkaitan dengan peningkatan protein klorofil sehingga akan meningkatkan efisiensi fungsi Light Harvesting Complex II (LHC II). Penyesuaian lingkungan dengan radiasi yang rendah juga dicirikan dengan membesarnya II. Membesarnya antena untuk fotosistem pemanenan cahaya (Ika,2. Berdasarkan penelitian Iriyani dan Nugrahani . , menunjukkan bahwa hasil pengukuran kadar klorofil sayuran bayam yang berasal dari daerah Bangkingan klorofil yang paling tinggi dibandingkan tanaman sayuran kangkung dan sawi. Kandungan klorofil bayam yaitu sebesar 3,046 mg/g yang berbeda nyata dengan kandungan klorofil sayuran kangkung sebesar 2,356 mg/g dan sayuran sawi yang berkisar 1,163 mg/g. 84 Dari penelitian Setiari dan Nurchayati juga menjelaskan bahwa kandungan klorofil Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. tanaman bayam lebih tinggi daripada kandungan klorofil daun kangkung. Sebagian besar klorofil terdapat di daun, namun pada bagian tanaman lain seperti batang terdapat klorofil dengan jumlah Hastuti. Nurchayati. Setiari. Pemetaan Kandungan Klorofil Tanaman Leguminosae Pada Ketinggian Berbeda Sebagai Bahan Dasar Food Suplement. Laporan Penelitian. Universitas Diponegoro. Ghisi. Davi. Vinicius. Tavares. Rainwater harvesting in petrol stations in Brasilia: Potential for potable water saving and investment feasibility ana Limantara L. Mujarab Bagi DB Kanker http://impossible. com/posts/cat_1_TanpaKateg 6 Juli 2008. Limantara L. Mengapa Kita Butuh Makanan Tambahan / Food Suplemen http://pengobatan. com/20 07/04/14/mengapa-kita-butuhmakanantambahanfood-suplemen/ 6 Juli 2008. Nio Song Ai dan Micheal. AiKonsentrasi Klorofil Daun Sebagai Indikator Kekurangan Air pada TanamanAn. Jurnal Ilmiah Sains. Vol. 11 No. Nurma. Yunita. Pengembangan Modul. Surakarta: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Rahmawati. Lina. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Banda Aceh: Press SIMPULAN Adapun simpulan dari penelitian ini Jumlah rata-rata kandungan klorofil singkong (Manihot esculent. yaitu sebesar 18,141 mg/l, daun bayam (Amaranthus tricolor L. ) dan daun selada (Lactuca sativa L. ) sebesar 1,83 mg/l. Dari ketiga jenis tanaman tersebut ketiga jenis tanaman sayuran tersebut berpotensi sebagai bahan dasar food klorofil tetinggi terdapat pada daun singkong (Manihot esculent. dan terendah terdapat pada daun selada (Lactuca sativa L. DAFTAR RUJUKAN Biber. Evaluating a Chlorophyll Content Meter on Three Coastal Wetland Plant Species. Journal of Agricultural. Food and Environmental Sciences. Volume 1. Issue 2. Dewi. Anatomi Ocimum Tanaman Obat Indonesia. http://toiusd. com/journal/ite m/110/ Ocimum_sanctum068114098. 25 Februari 2009. Dwi Iriyani dan angesti Nugrahani. AiKandungan Klorofil. Karetonoid, dan Vitamin C Beberapa Jenis Sayuran Daun pada Pertanian Peniurban di Kota SurabayaAn. Jurnal Matematika. Sain, dan Teknologi. Vol. No. Yunia Banyo. AiKonsentrasi Klorofil Daun sebagai Indikator Kekurangan Air pada TanamanAn. Jurnal Ilmiah Sains. Vol. No. Yusri dan Arman. AiAplikasi Pemupukan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Bayam (Amaranthus sp. )An. Jurnal Agrium. Vol. No.