ANALISIS RASIO PROFITABILITAS UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PT TIMAH Tbk SEBELUM PANDEMI COVID-19 DAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2019-2020 Musa Tandi1. Danna Solihin2. Umi Kulsum3 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : musatandi10@gmail. Keywords: ABSTRACT Financial Accounting. The purpose of this study is to analyze, and assess financial Financial Performance performance in terms of profitability ratio analysis on Return On Assets. Return And Profitability Ratios. On Equity. Net Profit Margin and Gross Profit Margin at PT Timah from 2019 This study uses a descriptive approach, which is a study that only compiles collecting, clarifying, and interprets data in order to fulfill a clear picture of the problem under study. The theoretical basis used is the theoretical basis concerning financial accounting, financial performance and profitability ratios. The analytical tool used in profitability ratio analysis consists of Return On Assets. Return On Equity. Net Profit Margin. Gross Profit Margin. The results of the analysis presented can be seen that the financial performance of PT Timah in terms of profitability ratios on Return On Assets shows poor financial performance because the company is less able to maximize large assets effectively and efficiently to generate maximum profit. Then the financial performance on Return On Equity is still below the standard average, this is due to the high costs incurred by the company so that large capital is not able to generate maximum profit. The Net Profit Margin generated by the company also shows poor performance, this means that the net profit obtained does not show a profit, on the contrary it results in a loss for the company. And financial performance on Gross Profit Margin also shows poor performance, where the company is less able to maximize profit before interest and taxes from sales due to the high costs incurred by the PENDAHULUAN Latar Belakang Peristiwa pandemi Corona Virus atau yang biasa disebut Covid-19 merupakan virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan. Republik Rakyat Tiongkok pada akhir desember tahun 2019. Adanya wabah pandemi Covid-19 ini yang menggangu kesehatan manusia membuat manusia terbatas untuk melaksanakan aktifitas seperti sebelumnya. Dampak menyebarnya Covid-19 ke Indonesia membuat perekonomian Indonesia mengalami siplus hingga terdepresiasi yang membuat perekonomian tidak stabil. Kemudian dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 ini membuat banyak masyarakat harus menjaga dan menahan diri untuk tidak berkumpul dengan jumlah yang banyak. Hal ini membuat banyak perusahaan mengambil langkah-langkah dalam mengatasi pamdemi tersebut untuk menyelamatkan perusahaan dari ancaman kerugian akibat pamdemi Covid-19 ini. Masalah tersebut berdampak besar pada kegiatan operasional perusahaan dalam menjalankan bisnisnya sehingga hal tersebut sangat berpengaruh bagi laporan keuangan perusahaan. Suatu kegiatan usaha atau bisnis yang dijalankan oleh perusahaan tentunya memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh para pemilik perusahaan ataupun manajemen perusahaan tersebut, salah satunya adalah pemilik perusahan menginginkan keuntungan yang optimal atas usaha yang dijalankan. Bagi pihak manajeman, profit atau keuntungan yang diperoleh merupakan target capaian yang telah ditentukan sebelumnya. Agar tujuan tersebut dapat dicapai, manajemen perusahaan harus mampu membuat perencanaan yang tepat dan akurat dalam menyusun dan merencanakan kerja-kerja perusahaan Kemudian, agar usaha yang dijalankan dapat dipantau perkembangannya, setiap perusahaan harus mampu membuat catatan, pembukuan, dan laporan dalam suatu periode tertentu dalam bentuk laporan keuangan. Penyampaian laporan keuangan merupakan salah satu komponen penting yang sangat bermanfaat bagi publik untuk mengetahui realisasi anggaran yang telah Kinerja keuangan merupakan suatu usaha formal untuk mengevaluasi efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dan posisi kas tertentu. Kinerja keuangan suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Pengukuran kinerja keuangan dilakukan bersamaan dengan proses analisis. Rasio profitabilitas dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur tingkat efektifitas manajemen dalam menghasilkan laba bagi perusahaan. Pengukuran rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan membandingkan antara berbagai komponen yang ada didalam laporan laba rugi dan/atau neraca. Pengukuran tersebut menggunakan rasio profitabilis dengan analisis Return On Assets. Return On Equity. Net Profit Margin dan Gross Profit Margin. Berdasarkan data yang diperoleh dari PT Timah Tbk Tahun 2019-2020, dapat dilihat data keuangan yang diringkas dari hasil penjualan dan laba bersih yang disajikan sebagai berikut : Tabel 1: Data Keuangan pada PT Timah Tbk Tahun 2019-2020 Tahun Laba Besih Setelah Pajak Penjualan Rp. Rp. Rp. Rp. Sumber : Data Keuangan PT Timah Tbk Dilihat dari tabel 1 diatas, dalam 2 tahun terakhir terdapat penuruan dari hasil penjualan yang dilakukan oleh perusahaan, hal tersebut dikarenakan aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnis selama tahun 2020 cenderung berkurang dibandingkan dengan tahun 2019 dikarenakan dampak dari Pandemi Covid-19 yang membuat penjualan dari hasil kegiatan usaha mengalami penurunan. Laba bersih yang diperoleh perusahaan pada tahun 2019-2020 juga tidak menunjukkan hasil yang positif, dimana pada tahun 2019-2020 laba bersih yang diperoleh dari hasil penjualan mengalami rugi. Hal tersebut dikarenakan biayabiaya operasional perusahaan yang dikeluarkan terlalu besar dan tidak efektif serta efisien sehingga membuat laba yang diperoleh tidak maksimal. Akuntansi Keuangan dimana menurut Martani . Akuntansi keuangan yang berorientasi pada pelaporan keuangan kepada pihak eksternal. Beragam pihak eksternal dengan tujuan spesifik bagi masing-masing pihak membuat pihak penyusun laporan keuanganmenggunakan prinsip dan asumsi-asumsi dalam penyusunan laporan keuangan. Menurut Kasmir . tujuan penggunaan rasio profitabilitas bagi perusahaan maupun bagi pihak luar antara lain : Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam 1 periode. Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang. Untuk menilai besarnyalaba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Untuk menilai perkembagan laba dari waktu ke waktu. Menurut Hery . dalam praktiknya, jenis-jenis rasio profitabilitas yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : Net Profit Margin (NPM) Rasio ini digunakan untuk menggambarkan tingkat keuntungan atau laba bersih dari penjualan yang dilakukan perusahaan. Rasio ini dihitung dengan membangi laba bersih terhadap penjualan bersih. Return On Assets (ROA) Rasio ini digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimiliki untuk mengasilkan laba setelah pajak. Rasio ini penting bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi efektifitas dan efisiensi manajemen perusahaan dalam mengelola seluruh aktiva perusahaan. Return On Equity (ROE) Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba setelah pajak dengan menggunakan modal sendiri yang dimiliki perusahaan. Rasio ini berguna untuk pemegang saham untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi pengelolaan modal sendiri yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin efisien penggunaan modal sendiri yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan. Gross Profit Margin (GPM) Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya presentase laba kotor atas penjualan bersih. Rasio ini dihitung dengan membagi laba kotor terhadap penjualan bersih. Operating Profit Margin (OPM) Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya presentase laba operasional atas penjualan bersih. Rasio ini dihitung dengan membagi laba operasional terhadap penjualan bersih. Laba operasional sendiri dihitung sebagai pengurangan antara laba kotor dengan beban operasional. Beban operasional ini terdiri atas beban penjualan maupun beban umum Kinerja keuangan menurut Rudianto . Kinerja keuangan merupakan hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh manajemen perusahaan dalam menjalankan fungsinya mengelola aset perusahaan secara efektif selama periode Kinerja keuangan sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengetahui dan mengevaluasi sampai dimana tingkat keberhasilan perusahaan berdasarkan aktivitas keuangan yang telah Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Apakah kinerja keuangan yang diukur dengan menggunakan analisis rasio profitabilitas dengan Return On Assets di PT Timah Tbk sebelum masa pandemi Covid-19 tahun 2019 dan selama masa pandemi covid-19 tahun 2020 mengalami penurunan ? Apakah kinerja keuangan yang diukur dengan menggunakan analisis rasio profitabilitas dengan Return On Equity di PT Timah Tbk sebelum masa pandemi Covid-19 tahun 2019 dan selama masa pandemi covid-19 tahun 2020 mengalami penurunan ? Apakah kinerja keuangan yang diukur dengan menggunakan analisis rasio profitabilitas dengan Net Profit Margin di PT Timah Tbk sebelum masa pandemi Covid-19 tahun 2019 dan selama masa pandemi covid-19 tahun 2020 mengalami penurunan. METODE PENELITIAN Teknik Pengumpulan Data Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Penelitian Lapangan ( field research ), penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan dengan cara observasi, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara langsung dalam perusahaan untuk mendapatkan data - data yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Penelitian kepustakaan . ebrary researc. , merupakan penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data - data laporan keuangan dan data - data pendukung yang ada kaitanya dengan penulisan laporan ini. Jangkauan Penelitian Penelitian ini memerlukan batasan-batasan untuk menghindari meluasnya pembahasan masalah dengan tujuan agar lebih mempermudah dan memperjelas pembahasan dari hasil Penelitian ini menggunakan Laporan Keuangan perusahaan sub sektor pertambangan yang terdaftar diBursa Efek Indonesia tahun 1995-2021, dan rasio yang diunakan adalah rasio rasio profitabilitas dengan alat analisis Return On Assets (ROA). Return On Equity (ROE). Net Profit Margin (NPM), dan Gross Profit Margin (GPM) yang dilaksanakan di PT Timah Tbk yang berfokus pada kinerja keuangan periode 2019-2020 yang dilaksanakan pada bulan April hingga September 2021. Rincian Data Yang Diperlukan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dimana penulis melakukan penelitian langsung diobjek penelitian rincian data yang diperlukan adalah sebagai Gambaran umum PT Timah Tbk yang meliputi Tempat, struktur organisasi, dan data yang mendukung penelitian pada tahun 2019 - 2020 . Data sekunder berupa laporan keuangan PT Timah Tbk pada tahun 2019. Laporan Neraca Keuangan PT Timah Tbk tahun 2019-2020. Laporan Laba Rugi PT Timah Tbk tahun 2019-2020. Alat Analisis Alat anaisis yang digunakan dalam penelitian ini rasio profitabilitas dengan menggunakan metode sebagai berikut : Return On Assets (ROA) Menurut Hery . : AuReturn On Assets adalah rasio yang menunjukkan besar kecilnya suatu aset dalam menghasilkan labaAy. Adapun rumus yang digunakan adalah sebsagai berikut : Return On Assets= Laba Bersih setelah pajak x 100% Penjualan Return On Equity (ROE) Menurut Hery . : AuReturn On Equity yaitu rasio yang mrngukur seberapa besar laba yang diciptakan dari setiap dana yang ditanamkan dalam ekuitasAy. Adapun rumus yang digunakan sebagai berikut : Return On Equity = Laba Bersih setelah pajak x 100% Total Aktiva Net Profit Margin (NPM Menurut Hery . : AuNet Profit Margin ialah rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya presentase laba yang diperoleh atas penjualan bersihAy. Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : Net Profit Margin = Laba Bersih setelah pajak x 100% Total Ekuitas Gross Profit Margin (GPM) Menurut Hery . : AuGross Profit Margin merupakan rasio yang digunakan untuk mrngukur besarnya hitungan presentase laba kotor atas penjualan yang dilakukanAy. Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : Gross Profit Margin = Laba Kotor x 100% Penjualan HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Return On Assets Tabel 2 : Hasil Return On Assets (ROA) pada PT Timah Tbk Tahun 2019-2020 Tahun . Laba Bersih Setelah Pajak Rp. Rp. Total Asset Rp. Rp. ROA = ( . : . ) x 100% -3% -2% Sumber : Data diolah data Keuangan PT Timah Tbk . alam jutaan rupia. Berdasarkan Tabel 2 Return On Assets PT Timah Tbk diatas, dapat diperkembangan bahwa Return On Assets pada PT Timah Tbk dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2020. Return On Assets (ROA) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Return On Assets = Laba Bersih setelah pajak x 100% Total Aktiva Tahun 2019 ROA= x 100%= Oe 3% Tahun 2020 ROA= x 100%= Oe 2% Hasil penelitian kinerja keuangan pada PT Timah berdasarkan perhitungan diatas, dapat dilihat nilai Return On Assets mengalami peningkatan pada tahun 2020 dari tahun 2019 sebesar Terlihat pada tahun 2019 mengalami penurunan yang lebih besar dari tahun 2020 yang sebesar -2%, dimana pada tahun 2019 jumlah total assets dalam hitungan persentase mengalami penurunan yaitu sebesar -3%. Return On Equity Tabel 3 : Hasil Return On Equity pada PT Timah Tbk Tahun 2019-2020 Tahun . Laba Bersih Setelah Pajak Rp. Rp. Total Ekuitas . Rp. Rp. ROE = ( . : . ) x 100% -12% -7% Sumber : Data diolah data keuangan PT Timah Tbk . alam jutaan rupia. Berdasarkan Tabel 3 Return On Equity PT Timah Tbk diatas, dapat dikembangkan Return On Equity (ROE) pada PT Timah Tbk dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2020. Return On Equity (ROE) dihitung dengan rumus : Return On Equity = Laba Bersih setelah pajak x 100% Total Ekuitas Tahun 2019 ROE= x 100%= Oe 12% Tahun 2020 ROE= x 100%= Oe 7% Hasil penelitian kinerja keuangan pada PT Timah berdasarkan perhitungan diatas, dapat dilihat nilai Return On Equity mengalami mengalami peningkatan pada tahun 2020 dari tahun 2019 sebesar 5%. Tetapi jika diliat secara keseluruhan yang terjadi ditahun 2019 dan tahun 2020 menunjukkan angka negatif yang artinya pengembalian terhadap modal perusahaan tidak baik. Namun jika dibandingkan antara tahun 2020 dengan tahun 2019 terlihat pada tahun 2019 mengalami penurunan yang lebih besar dari tahun 2020 yang sebesar -7%, dimana pada tahun 2019 jumlah total equity dalam hitungan persentase mengalami penurunan yaitu sebesar -12%. Net Profit Margin Tabel 4 : Hasil Net Profit Margin (NPM) pada PT Timah Tbk Tahun 2019-2020 Tahun Laba Bersih Setelah Pajak Penjualan NPM Rp. Rp. Rp. Rp. = ( . : . ) x 100% -3% -2% Sumber : Data diolah data keuangan PT Timah Tbk . alam jutaan rupia. Berdasarkan Tabel 4 Net Profit Margin pada PT Timah Tbk diatas, dapat perkembangan Net Profit Margin (NPM) pada PT Timah Tbk dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2020. Net Profit Margin (NPM) dihitung dengan rumus : ycAyceyc ycEycycuyceycnyc ycAycaycyciycnycu = Laba Bersih setelah pajak x 100% Penjualan Tahun 2019 NPM= x 100%=-3% Tahun 2020 NPM= x 100%=-2% Hasil penelitian kinerja keuangan pada PT Timah berdasarkan perhitungan diatas, dapat dilihat nilai Net Profit Margin mengalami peningkatan pada tahun 2020 dari tahun 2019 sebesar 1%. Namun jika dibandingkan antara tahun 2020 dengan tahun 2019 terlihat pada tahun 2019 mengalami penurunan yang lebih besar dari tahun 2020 yang sebesar -2%, dimana pada tahun 2019 jumlah penjualan terhadap pendapatan dalam hitungan persentase mengalami penurunan yaitu sebesar -3%. Gross Profit Margin Tabel 5 : Hasil Gross Profit Margin (GPM) pada PT Timah Tbk Tahun 2019-2020 Tahun Laba Bersih Sebelum Pajak Penjualan GPM Rp. Rp. Rp. Rp. = ( . : . ) x 100% Sumber : Data diolah data keuangan PT Timah Tbk . alam jutaan rupia. Berdasarkan Tabel 5 Gross Profit Margin PT Timah Tbk diatas, dapat perkembangan Gross Profit Margin (GPM) pada PT Timah Tbk dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2020. Gross Profit Margin (GPM) dihitung dengan rumus : Gross Profit Margin= Laba Bersih Sebelum Pajak x 100% Penjualan Tahun 2019 GPM= x 100%=6% Tahun 2020 GPM= x 100%=7% Hasil penelitian kinerja keuangan pada PT Timah berdasarkan perhitungan diatas, dapat dilihat nilai Gross Profit Margin mengalami kenaikan pada tahun 2019 dan tahun 2020. Namun jika dibandingkan antara tahun 2019 dengan tahun 2020 terlihat pada tahun 2020 mengalami kenaikan yang lebih besar dari tahun 2019 yang sebesar 6%, dimana pada tahun 2020 jumlah laba sebelum pajak dalam hitungan persentase mengalami kenaikan yaitu sebesar 7%. Pembahasan Hasil penelitian kinerja keuangan pada PT Timah dengan analisis rasio profitabilitas berdasarkan Return On Assets. Return On Equity. Net Profit Margin. Gross Profit Margin adalah sebagai berikut : Hasil penelitian kinerja keuangan pada PT Timah berdasarkan analisis rasio profitabilitas pada tahun 2019 hingga tahun 2020 ditinjau dari analisis Return On Assets mengalami kenaikan sebesar 1%, dimana pada tahun 2019 Return On Assets sebesar -3% dan pada tahun 2020 Return On Assets -2% mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2019. Namun secara keseluruhan untuk kinerja keuangan PT Timah Tbk tahun 2019 dan tahun 2020 dari analisis Return On Assest menunjukkan hasil yang kurang baik karena berada pada hasil yang negatif. Hal ini disebabkan karena perusahaan tidak mampu memanfaatkan aset yang ada sehingga kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih yang tidak maksimal. Menurut Hery . 8:1. semakin besar hasil pengembalian atas aset yang digunakan maka semakin besar pula jumlah laba bersih yang diperoleh dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset. Sebaliknya, jika semakin kecil atau rendah hasil pengembalian atas aset yang digunakan maka semakin rendah pula jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset. Berdasarkan hasil penelitian kinerja keuangan pada PT Timah tahun 2019- 2020 ditinjau dari analisis Return On Assets mengalami kenaikan, berdasarkan uraian diatas maka hipotesis Hasil penelitian kinerja keuangan pada PT Timah berdasarkan analisis rasio profitabilitas pada tahun 2019 hingga tahun 2020 ditinjau dari alat analisis Return On Equity menunjukkan kinerja yang kurang baik dimana total pada tahun 2019 penurunan yang dialami sebesar -12% dan pada tahun 2020 mengalami penurunan -7% mengalami penurunan. Mengacu pada standar BUMN dari hasil penelitian diatas dapat dilihat rata-rata dari Return On Equity ialah sebesar 7 skor dengan skor tertinggi 20. Dapat disimpulkan bahwa Return On Equity yang didapat PT Timah masih berada dibawah rata-rata standar BUMN. Hal tersebut terjadi karena perusahaan kurang mampu menggunakan modal secara efektif dan efisien. Menurut Rudianto . , semakin tinggi Return On Equity maka semakin baik karena memberikan tingkat pengembalian yang lebih besar kepada pemegang saham. sebaliknya, jika semakin rendah Return On Equity maka semakin buruk untuk perusahaan kedepannya, karena tingkat pengembalian yang diberikan kepada pemegang saham semakin rendah. Berdasarkan hasil penelitian kinerja keuangan pada PT Timah tahun 2019- 2020 ditinjau dari analisis Return On Equity mengalami kenaikan, berdasarkan uraian diatas maka hipotesis Hasil penelitian kinerja keuangan pada PT Timah berdasarkan analisis rasio profitabilitas pada tahun 2019 hingga tahun 2020 ditinjau dari analisis Net Profit Margin menunjukkan kinerja yang kurang baik dimana total penjualan pada tahun 2019 penurunan yang dialami sebesar -3% dan pada tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi -2% . Hal ini disebabkan karena perusahaan tidak mampu memanfaatkan aset yang ada sehingga laba yang didapat tidak maksimal. Menurut Hery . semakin besar margin laba bersih yang dihasilkan maka semakin banyak pula laba bersih yang dihasilkan dari penjualan bersih yang dilakukan Sebaliknya, jika semakin rendah margin laba bersih yang dihasilkan maka semakin kecil juga laba bersih yang diperoleh dari penjualan bersih. Berdasarkan hasil penelitian kinerja keuangan pada PT Timah tahun 2019- 2020 ditinjau dari analisis Net Profit Margin mengalami kenaikan, berdasarkan uraian diatas maka hipotesis Hasil penelitian kinerja keuangan pada PT Timah berdasarkan analisis rasio profitabilitas pada tahun 2019 dibanding tahun 2020 ditinjau dari analisis Gross Profit Margin menunjukkan kinerja yang kurang baik dimana total pada tahun 2019 hasil yang dialami sebesar 6% dan pada tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi 7%. Hal ini disebabkan karena perusahaan tidak mampu mengelola modal perusahaan sehingga beban operasional yang dibebankan terlalu Menurut Hery . semakin besar margin laba kotor berarti semakin tinggi laba kotor yang diperoleh dari penjualan bersih yang berarti akan semakin baik untuk perusahaan karena hasil penjualan memberikan laba yang maksimal pada perusahaan. Sebaliknya, semakin rendah margin laba kotor berarti semakin rendah pula laba kotor yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian kinerja keuangan pada PT Timah tahun 2019- 2020 ditinjau dari analisis Gross Profit Margin mengalami kenaikan, berdasarkan uraian diatas maka hipotesis ditolak. Berdasarkan hasil penelitian terhadap penilaian kinerja keuangan PT Timah menggunakan rasio profitabilis dengan analisis Return On Assets. Return On Equity. Net Profit Margin dan Gross Profit Margin maka dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 6 : Rasio Profitabilitas pada PT Timah Keterangan 2019 Rata-Rata Standar BUMN ( Bobot ) Return On -3% -2% -2,6% Assets Return On -12% -7% -9% Equity Net Profit -3% -2% -2,6% Margin Gross Profit 6% 6,5% Margin Sumber : Data diolah data Keuangan PT Timah Tbk (Sko. 29,75 Berdasarkan Tabel 6 hasil perhitungan Rasio Profitabilitas diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja keuangan pada PT Timah yang diukur menggunakan Rasio Profitabilitas menunjukkan kinerja yang kurang baik pada tahun 2019 dan 2020 yang dimana perusahaan mengalami kerugian. Jika hal ini terjadi terus-menerus mengalami penurunan maka bisa saja para investor akan tidak tertarik lagi dalam menanamkan modalnya diperusahaan. Tabel 7 : Penilaian Aspek Keuangan Pada PT Timah Tbk Tahun 2019-2020 Tahun Aspek Keuangan Bobot Skor Sumber : Data aspek keuangan PT Timah Tbk Berdasarkan Tabel 7 diatas dapat disimpulkan bahwa dari penilaian kinerja keuangan PT Timah Tbk dari aspek keuangan sesuai dengan SK Menteri BUMN Nomor : KEP100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2020 menunjukkan skor kurang baik dari stardart bobot yang ditetapkan dalam SK Peraturan Menteri BUMN. Ketentuan standart BUMN menetapkan bobot pada aspek keuangan sebesar 70. 00, dan aspek keuangan PT Timah Tbk pada tahun 2019 sebesar 29. 75 dan tahun 2020 sebesar 36. yang menunjukkan skor yang diperoleh PT Timah Tbk dari aspek keuangan masih berada dibawah rata-rata standart BUMN, hal ini dikarenakan perusahaan tidak mampu untuk memanfaatkan assets serta modal kerja perusahaan dengan efektif yang tidak sebanding dengan beban-beban yang dikeluarkan. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dikemukakan pada penelitian, maka kesimpulan yang didapat adalah sebagai berikut : Kinerja keuangan dengan Rasio Profitabilitas pada Return On Assets di PT Timah menunjukkan kinerja yang kurang baik sehingga perusahaan masuk dalam kategori perusahaan BUMN yang tidak sehat dalam aspek keuangan karena rata-rata penilaiannya berada dibawah standart BUMN. Hal ini disebabkan karena perusahaan tidak mampu menghasilkan laba dan juga kurang mampu menggunakan assets secara efisien sehingga mengasilkan rugi pada tahun 2019 dan 2020. Kinerja keuangan dengan analisis rasio profitabilitas pada Return On Equity di PT Timah menunjukkan kinerja yang kurang baik baik sehingga perusahaan masuk dalam kategori perusahaan BUMN yang tidak sehat dalam aspek keuangan karena rata-rata penilaiannya berada dibawah standart BUMN. Hal ini disebabkan karena perusahaan tidak mampu memanfaatkan modal dan tingkat pengembalian modal yang tidak baik menunjukkan penurunan yang berdampak pada laba yang dihasilkan. Kinerja keuangan dengan analisis rasio profitabilitas pada Net Profit Margin di PT Timah menunjukkan kinerja yang kurang baik baik sehingga perusahaan masuk dalam kategori perusahaan BUMN yang tidak sehat dalamaspek keuangan karena rata-rata penilaiannya berada dibawah standart BUMN, dimana perusahaan tidak mampu menghasilkan laba bersih secara maksimal. Tercatat bahwa perusahaan mengalami rugi pada 2 tahun terakhir yaitu pada tahun 2019 dan tahun 2020. Hal ini disebabkan karena tingginya biaya-biaya operasional seperti biaya keuangan yang dimiliki oleh perusahaan sehingga penjualan yang tinggi tidak mampu menghasilkan laba yang tinggi. Kinerja keuangan dengan analisis rasio profitabilitas pada Gross Profit Margin di PT Timah menunjukkan kinerja yang kurang baik baik sehingga perusahaan masuk dalam kategori perusahaan BUMN yang tidak sehat dalam aspek keuangan karena rata-rata penilaiannya berada dibawah standart BUMN. Hal ini disebabkan karena laba yang dihasilkan oleh perusahaan tidak sesuai dengan penjualan yang tinggi. Tingginya biaya-biaya operasional yang dimiliki perusahaan membuat laba kotor yang dihasilkan tidak maksimal. Saran Berdasarkan Hasil kesimpulan yang ada maka dari itu dapat diberikan beberapa saran sebagai Bagi pihak manajemen agar pengelolaan modal dan aset yang dimiliki dimaksimalkan secara efektif dan efisien, agar dengan modal dan aset yang dimiliki perusahaan dapat menghasilkan laba yang maksimal. Bagi pihak manajemen agar lebih memperhatikan beban-beban yang dikeluarkan untuk dikelola secara efektif sehingga lebih maksimal pendapatan bersih yang akan diterima oleh Disarankan kepada pihak perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja keuangan terhadap tingkat rasio profitabilitas yang kurang baik, sehingga kedepannya profit yang dihasilkan bisa lebih maksimal agar nantinya bisa menarik minat investor untuk berinvestasi di PT Timah sebagai modal perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya agar menjadi refrensi sumber data untuk penelitian berikutnya dan diteliti lebih lanjut dengan metode tambahan sesuai dengan fenomena yang ingin diteliti. REFERENCES