EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 1. Januari 2023 DOI: https://doi. org/10. 31933/eej. Received: 3/01/2023. Revised: 10/01/2023. Publish: 20/01/2023 UPAYA KEPALA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) 3 PESISIR SELATAN UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Resna Murni Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Pesisir Selatan, resnamurni@gmail. Abstrak Peran kepala madrasah sebagai pemimpin pendidikan di sebuah madrasah adalah menciptakan situasi yang memungkinkan guru dan peserta didik dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik. Terkait dalam upaya meningkatkan profesionalitas guru, kepala madrasah berperan penting dalam mendorong guru untuk melaksanakan penelitian. Penelitian tindakan kelas atau yang biasa disingkat dengan PTK sebenarnya berasal dari bahasa Inggris, yaitu Classroom Action Research. PTK dapat diartikan sebagai penelitian yang dilakukan oleh seorang guru di dalam kelasnya melalui sebuah tindakan dengan tujuan memperbaiki kualitas pembelajaran dan meningkatkan kinerja sebagai guru. Upaya meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan secara kuantitas dan kualitas penelitian pendidikan yang juga harus ditingkatkan. Hal ini dikarenakan apabila kita menginginkan pendidikan kita maju dan berkembang maka penelitian pendidikan harus dilakukan guna mengatasi masalah-masalah yang terjadi dalam dunia pendidikan. Kata kunci: Upaya Kepala Madrasah. Profesionalitas Guru. Penelitian Tindakan Kelas PENDAHULUAN Kepala madrasah adalah jabatan pemimpin yang tidak bisa di isi oleh orangorang tanpa didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan. Siapa pun yang diangkat menjadi kepala madrasah harus ditentukan melalui prosedur serta persyaratan-persyaratan tertentu seperti: latar belakang pendidikan, pengalaman, usia, pangkat, dan integritas. Oleh sebab itu, kepala madrasah pada hakikatnya adalah pejabat formal, sebab pengangkatannya melalui suatu proses atau prosedur yang didasarkan atas peraturan yang berlaku. (Wahjosumidjo, 2005:. Kegiatan utama pendidikan di madrasah dalam adalah mewujudkan kegiatan pembelajaran yang baik dan terarah. Seluruh aktivitas organisasi madrasah bermuara pada pencapaiaan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Oleh sebab itu dibutuhkan kerjasama dari Page 1 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 1. Januari 2023 kepala madrasah bersama guru dan staf pendidikan di madrasah tersebut demi terciptanya proses belajar mengajar yang sesuai dengan amanat undang-undang. Guru profesional hendaknya memiliki empat kompetensi guru yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen yaitu, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Oleh karena itu, selain mengajar, seorang guru juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupaka sebuah penelitain yang dilaksanakan oleh tenaga pendidik . sebagai upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran di kelasnya melalui suatu kajian yang dalam terhadap apa yang terjadi dan dirasakan oleh guru di dalam kelasnya tersebut. Saat ini PTK bukan merupakan sesuatu yang baru lagi bagi guru. PTK guru diawali dengan kesadaran adanya permasalahan dalam pembelajaran yang dirasakan mengganggu. Selain itu juga dianggap menghalangi pencapaian tujuan pendidikan sehingga berdampak kurang baik terhadap proses atau hasil belajar peserta PEMBAHASAN Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Madrasah Tugas Fungsi dan Tanggungjawab Kepala Madrasah berdasarkan PMA No. 58 Tahun 2017 yang merupakan pengganti dari PMA No. 29 Tahun 2014. Tugas Kepala Madrasah (Pasal . Kepala Madrasah melaksanakan tugas manajerial, yaitu mengembangkan kewirausahaan, dan melakukan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. Kepala Madrasah dapat Melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan untuk memenuhi kebutuhan guru Madrasah. Fungsi Kepala Madrasah (Pasal . Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. Kepala Madrasah mampu menyelenggarakan fungsi perencanaan, pengelolaan, supervisi, dan evaluasi. Tanggung jawab Kepala Madrasah (Pasal . Dalam menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. Kepala Madrasah bertanggung jawab: Menyusun rencana kerja jangka menengah untuk masa 4 . Menyusun rencana kerja tahunan. Mengembangkan kurikulum. Menetapkan pembagian tugas dan Pendayagunaan guru dan tenaga kependidikan. Menandatangani ijazah, surat Keterangan hasil ujian akhir, surat keterangan pengganti ijazah, dan dokumen akademik lain. Mengembangkan nilai kewirausahaan. dan Melakukan penilaian kinerja guru dan tenaga kependidikan. Page 2 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 1. Januari 2023 Suatu sekolah/madrasah akan berkualitas atau tidak berkualitas sangat bergantung pada leadership dari kepala sekolah/madrasah. Hal ini dikarenakan kepala sekolah/madrasah adalah pimpinan tertinggi di sekolah/madrasah itu, yang bisa mengambil keputusan dalam segala hal, baik tentang guru yang direkrut, penugasan guru, rotasi guru, pembinaan guru, dan bahkan promosi kepangkatan guru. Kepala sekolah/madrasah memiliki otoritas yang sangat besar untuk pengadaan sarana prasaran dengan mengajukan anggaran pembiayaan pada pemerintah atau pemerintah daerah bagi satuan pendidikan negeri, atau ke yayasan bagi satuan pendidikan Kemudian kepala sekolah juga memiliki kewenangan untuk mengatur waktu belajar siswa, antara full day school atau part day school, dan bisa berkomunikasi secara eksternal pada pemerintah atau pemerintah daerah, pada tokoh masyarakat, atau pada apapun yang bisa berpartisipasi dalam pengembangan sekolah/madrasah. Sejalan dengan hal tersebut. Nasib . 8: . menjelaskan ada enam upaya yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam upaya meningkatkan kinerja guru, yaitu: Kepala madrasah harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap peningkatan Madrasah, fokus pada pengembangan kurikulum, memfasilitasi dan mendukung guru dalam pengembangan kompetensinya. Kepala madrasah dapat mengarahkan guru supaya mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk memperbaiki kompetensinya, misalnya, mengikuti seminar atau workshop, melibatkan guru pada kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Musyawarah Guru Pembimbing (MGP), dan Kelompok Kerja Guru (KKG). Peran yang dapat dilakukan oleh kepala Madrasah dalam upaya meningkatkan kinerja guru adalah dengan mengalokasikan agaran untuk peningkatan kompetensi guru. Kepala Madrasah harus mampu menyusun anggaran yang sesuai dengan kebutuhan Madrasah termasuk kebutuhan dalam pengembangan profesionalismeguru. Melalui opimalisasi dana untuk pengembangan kompetensi guru, maka proses pendidikan dan pelatihan serta kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan profesionalisme guru dapat berjalan dengan lancar. Training lanjutan kepada guru. Kepala Madrasah harus menciptakan budaya organisasi madrasah yang kondusif supaya kinerja guru dan tenaga kependidikan tidak terganggu. Kepala Madrasah juga harus mampu menciptakan budaya organisasi di madrasah sekondusif mungkin sehingga prestasi belajar siswa dan kinerja guru dapat meningkat. Kepala madrasah dapat menciptakan pembaruan, keunggulan, komparatif, dan memanfaatkan berbagai peluang supaya proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Pemberian penghargaan atas prestasi yang diperoleh guru haruslah menjadi budaya di Artinya, kepala madrasah harus memberikan perhatian serius terhadap pencapaian-pencapaian yang sudah diperjuangkan oleh guru. Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru akan termotivasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul, yang disertai dengan usaha meningkatkan Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dalam iklim kerja yang kondusif, kepala madrasah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut Page 3 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 1. Januari 2023 (Wahjosumidjo, 2005:. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan . Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para guru sehingga mereka mengetahui tujuanya bekerja, para guru juga dapat dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut, . Para guru selalu diberitahu pada setiap pekerjaannya. Pemberian hadiah lebih baik dari hukuman, namun sewaktu-waku hukuman juga . Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru, sehingga memperoleh Guru Profesional Sebagai orang yang bertugas mengajar dan mendidik, guru melaksanakan berbagai kegiatan artinya memainkan banyak fungsi yaitu sebagai pembimbing dan pengajar. Guru adalah salah satu komponen penting dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Guru merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Dalam hal ini guru tidak semata-mata sebagai pengajar yang melakukan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pendidik yang melakukan transfer nilai-nilai sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahkan dan menuntun siswa dalam belajar. Profesionalisme guru merupakan kondisi, arah, nilai, tujuan dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang yang menjadi mata pencaharian. Dengan demikian, guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan Kompetensi di sini meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan profesional, baik yang bersifat pribadi, sosial maupun akademis. Suatu pekerjaan profesional menurut Ali (Kunandar, 2007:. memerlukan persyaratan khusus, yakni menuntut adanya keterampilan berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam, menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang , menuntut adanya tingkat pendidikan yang memadai, adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakannya dan memungkinkan sejalan dengan dinamika kehidupan. Ciri-cirinya sebagai berikut: Mengidenfikasi kekurangan, kelemahan, kesulitan, atau masalah dialami dirinya. Menetapkan program peningkatan kemampuan guru dalam mengatasi kekurangan, kelemahan, kesulitanya. Merumuskan tujuan program pembelajaran. Menetapkan serta merancang materi dan media pembelajaran. Menetapkan bentuk dan mengebangkan instrumen penilaian. Page 4 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 1. Januari 2023 . Menyusun dan mengalokasikan program pembelajaran. Melakukan penilaian. Malaksanakan tindak lanjut terhadap siswa. Ciri-ciri guru profesional, antara lain: Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah siswanya. Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang di ajarkannya serta cara mengajarkannya kepada siswa. Bagi guru hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat . Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui teknik evaluasi. Mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar. Mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya, dan belajar dari Artinya, harus selalu ada waktu untuk guru guna mengadakan refleksi dan koreksi terhadap apa yang telah dilakukannya. Guru seyogiannya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya, misalnya kalau di Indonesia. PGRI dan organisasi lainnya. (Jamil, 2013:. Menurut Kunandar . 7:61- . , ada lima ciri-ciri guru yang dikatakan profesional . Guru yang waspada secara profesional. Ia terus berusaha untuk menjadikan masyarakat, sekolah menjadi tempat yang paling baik bagi anak-anak muda. Mereka yakin akan nilai dan manfaat pekerjaannya. Mereka terus berusaha memperbaiki dan meningkatkan mutu pekerjaannya. Mereka tidak mudah tersinggung oleh larangan-larangan dalam hubungannya dengan kebebasan pribadi yang dikemukakan oleh beberapa orang untuk menggambarkan profesi keguruan. Mereka secara psikologis lebih matang, sehingga rangsanganrangsangan terhadap dirinya dapat ditaksir. Mereka memiliki seni dalam hubungan-hubungan manusiawi yang diperolehnya dari pengamatannya tentang bekerjanya psikologi, biologi, dan antropologi cultural di dalam kelas. Mereka berkeinginan untuk terus tumbuh. Mereka sadar bahwa dibawah pengaruhnya, sumbersumber manusia dapat berubah nasibnya. Upaya untuk meningkatkan profesionalitas guru adalah: Menempuh pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi sesuai kualifikasi akademik. Hal ini berdasarkan Undang-Undang Guru dan Dosen bahwa guru untuk mendapatkan kompetensi profesional harus melalui pendidikan profesi dan guru juga dituntut untuk memiliki kualifikasi akademik minimal S-1 atau D4. Apalagi pada saat sekarang ini, perkembangan dunia pendidikan dan sistem pendidikan semakin Dengan melanjutkan tingkat pendidikan diharapkan guru dapat menambah pengetahuannya dan memperoleh informasi-informasi baru dalam pendidikan sehingga guru tersebut mengetahui perkembangan ilmu pendidikan. Page 5 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 1. Januari 2023 . Melalui Program Sertifikasi Guru Salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah melalui sertifikasi dimana dalam sertifikasi tercermin adanya suatu uji kelayakan dan kepatutan yang harus dijalani seseorang, terhadap kriteria-kriteria yang secara ideal telah ditetapkan. Dengan adanya sertifikasi akan memacu semangat guru untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ilmu, dan profesionalisme dalam dunia pendidikan. Memberikan Diklat dan pelatihan bagi guru Diklat dan pelatihan merupakan salah satu teknik pembinaan untuk menambah wawasan / pengetahuan guru. Kegiatan diklat dan pelatihan perlu dilaksanakan oleh guru dengan diikuti usaha tindak lanjut untuk menerapkan hasil Ae hasil diklat dan pelatihan. Gerakan Guru Membaca (G2M). Guru hendaknya mempunyai kesadaran akan pentingnya membaca untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuannya. Tidak lucu bukan kalau guru menyuruh muridmuridnya rajin membaca sedangkan gurunya enggan untuk membaca. Kita sebagai guru harus lebih serba tahu dibandingkan peserta didik. Untuk itu perlu digalakkan Gerakan Guru Membaca. Dalam hal ini guru bisa memanfatkan buku-buku atau media masa yang tersedia diperpustakaan, sekolah ataupun toko buku, atau bisa juga dengan mengakses internet tentang hal-hal yang berhubungan dengan spesialisasinya ataupun pengetahuan umum yang dapat menambah wawasannya. Melalui Organisasi KKG (Kelompok Kerja Gur. Salah satu wadah atau tempat yang dapat digunakan untuk membina dan meningkatkan profesional guru sekolah dasar di antaranya melalui KKG. KKG adalah wadah kerja sama guruAeguru dan sebagai tempat mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan kemampuan profesional, yaitu dalam hal merencanakan, melaksanakan dan menilai kemajuan siswa. Senantiasa Produktif dalam Menghasilkan Karya-karya Di Bidang Pendidikan. Guru hendaknya memiliki kesadaran untuk lebih banyak menulis, terutama mengenai masalah-masalah pendidikan dan pengajaran. Hal ini termasuk salah satu metode untuk dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menuangkan konsepkonsep dan gagasan dalam bentuk tulisan. Setiap guru harus sadar dan mau melatih diri jika ia Terkait dalam hal tersebut, seorang guru dapat melaksanakannya melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Melalui pelaksanaan PTK, guru bisa mengukur sejauh mana keberhasilan dari pembelajaran yang telah dilakukan. PTK juga sangat berperan bagi guru dalam upaya meningkatkan profesionalitas dan kualitas pembelajaran. Pentingnya Guru Melaksanakan PTK Menurut Suharsimi . Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Lima prinsip dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menurut Suharsimi Page 6 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 1. Januari 2023 . Kegiatan nyata dalam Situasi Rutin Penelitian Tindakan Kelas dilakukan oleh guru . tanpa mengubah situasi rutin, karena kalau diubah akan menjadikan situasi belajar tidak wajar, oleh karena itu PTK tidak memerlukan waktu khusus, tidak mengubah jadwal pelajaran yang sudah ada. Hal yang dilaksanakan dalam PTK adalah yang terkait dengan profesi guru. Adanya Kesadaran Diri unuk Memperbaiki Kinerja Penelitian Tindakan Kelas dilakukan karena adanya dorongan dan keinginan guru untuk selalu melakukan perbaikan atau peningkatan diri karena menyadari adanya kekurangan pada diri, tidak ada paksaan dari orang lain, tetapi harus atas dasar sukarela dan dengan senang hati. SWOT sebagai dasar berpijak Penelitian tindakan hendaknya dimulai dari analisis kekuatan S- (Strengt. , kelemahan-W (Weaknesse. , kesempatan-O (Opportunit. , dan ancaman-T (Treat. Empat hal tersebut dilihat dari sudut guru yang melaksanakan dan siswa yang dikenai tindakan. Guru melihat kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri sebagai peneliti dan subjek tindakan diidentifikasi dengan cermat sebelum mengidentifikasi yang lain. Sedangkan kesempatan dan acaman diidentifikasi dari luar diri guru dan siswa apakah ada resiko-resiko yang akan dihadapi jika penelitian dilakukan. Upaya Empirik dan Sistematik Prinsip ini merupakan penerapan dari prinsip ketiga, dengan telah melakukan SWOT berarti sudah melakukan prinsip empirik . erkait dengan pengalama. dan sistematik, berpijak pada unsur-unsur yang terkait dengan keseluruhan sistem pembelajaran . bjek yang sedang digara. SMART Ketika guru menyusun rencana tindakan, hendaknya mengingat hal - hal yang terkandung dalam SMART. S-spesifik: khusus, permasalahan tidak terlalu M-manageble, dapat dikelola, dilaksanakan. Penelitian tindakan kelas hendaknya tidak sulit, baik dalam menentukan lokasi, mengumpulkan hasil, mengoreksi, atau kesulitan dalam bentuk lain. A-Acceptable. artinya dapat diterima, dalam konteks ini dapat diterima oleh subjek yang dikenai tindakan, artinya siswa tidak mengeluh gara-gara guru memberikan tindakan-tindakan tertentu dan juga lingkungan tidak terganggu. R-Realistic, operasional, tidak di luar jangkauan. Penelitian tindakan kelas tidak menyimpang dari kenyataan dan jelas bermanfaat bagi diri guru dan siswa. T-Time-bound, diikat oleh waktu, terencana, artinya tindakantindakan yang dilakukan terhadap siswa sudah tertentu jangka waktunya. Batasan waktu ini penting agar guru mengetahui betuk hasil yang diberikan kepada PTK dapat memberikan manfaat sebagai inovasi pendidikan yang tumbuh dari bawah, karena guru adalah ujung tombak pelaksana lapangan. Melalui PTK guru menjadi lebih mandiri yang ditopang oleh rasa percaya diri, sehingga secara keilmuan menjadi lebih berani mengambil prakarsa yang patut diduganya dapat memberikan manfaat perbaikan. Rasa percaya diri tersebut tumbuh sebagai akibat guru semakin banyak mengembangkan sendiri pengetahuannya berdasarkan pengalaman praktis. Dengan secara kontinyu melakukan PTK, guru sebagai pekerja profesional tidak akan cepat berpuas diri lalu diam di zona nyaman. Page 7 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 1. Januari 2023 melainkan selalu memiliki komitmen untuk meraih hari esok lebih baik dari hari sekarang. Dorongan ini muncul dari rasa kepedulian untuk memecahkan masalah-masalah praktis dalam Manfaat lainnya, bahwa hasil PTK dapat dijadikan sumber masukan dalam rangka melakukan pengembangan kurikulum. Proses pengembangan kurikulum tidak bersifat netral, melainkan dipengaruhi oleh gagasan-gagasan yang saling terkait mengenai hakikat pendidikan, pengetahuan, dan pembelajaran yang dihayati oleh guru di lapangan. PTK dapat membantu guru untuk lebih memahami hakikat pendidikan secara empiris. Upaya Kepala Madrasah dalam Mendorong Guru untuk Melaksanakan PTK Adapun upaya yang dapat dilakukan kepala madrasah dalam mendorong guru untuk melaksanakan PTK sebagai berikut: Kepala madrasah perlu mengikutsertakan guru-guru dalam setiap kesempatan penataran dan latihan, tanpa melihat sisi kedekatan dan kekeluargaan secara personal dari kepala Kepala madrasah memberikan dorongan kepada guru untuk senantiasa memperkaya ilmu pengetahuan yang dapat menunjang pekerjaan sebagai guru Kepala madrasah membantu guruguru yang mengalami kesulitan dalam mengelola proses belajarmengajar. Kepala madrasah memberikan contoh yang baik kepada guru yang menunjukkan bahwa pembuatan PTK merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan guru. Kepala madrasah hendaknya selalu meningkatkan supervisi kepada para guru agar lebih memahami fungsi dan perannya sebagai pendidik, terutama pemahaman para guru tentang kinerja dalam mengajar. Hal ini perlu karena dari kinerja seorang guru akan membawa nama baik sekolah dan akan tercapai tujuan yang telah ditentukan. Kepala madrasah harus profesional dalam memberikan tugas pada guru, seperti memberikan mata pelajaran yang sesuai dengan bidangnya karena ini akan menghasilkan kinerja yang baik. KESIMPULAN Kepemimpinan kepala madrasah merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seorang tenaga fungsional yaitu guru yang berupa tugas untuk memimpin suatu lembaga atau sekolah guna untuk menggerakkan segala sumber yang ada pada suatu lembaga atau madrasah sehingga dapat digunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam artian ini, maka pemimpin berperan penting terhadap apa yang dipimpinnya. Seperti halnya kepala madrasah, maju atau mundurnya kualitas sekolah tergantung siapa yang memimpin. Dalam hal ini, pemimpin perlu lah memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Sehingga kepemimpinan kepala madrasah yang konsisten akan mempengaruhi mutu sekolah itu sendiri. Karena, setiap kepala madrasah akan dihadapkan dengan problematikaproblematika yang menuntut akan majunya kualitas sekolah tersebut. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Researc. , sesuai dengan namanya maka ada tiga kata yang masing-masing kata mempunya pengertian. Adapun pengertian tiap kata Page 8 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 1. Januari 2023 tersebut yaitu: Penelitian-merupakan kegiatan ilmiah dengan menggunakan metode yang berdasarkan fakta untuk menemukan, membuktikan, mengembangkan dan mengevaluasi suatu pengetahuan, dalam hal ini dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Tindakan-sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu, yang dalam penelitian berbentuk rangkaian langkah-langkah . yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang terus mengalir menghasilkan siklus baru sampai penelitian tindakan kelas Kelas-sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama. REFERENSI