DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Pengaruh Kesadaran Merek. Promosi, dan Harga Terhadap Minat Beli Pada Showroom Liman Jaya Motor Emanuella Putri Hutabarat, 2Dini Amalia, 3Nafisah Yuliani. Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI. Jakarta. E-mail: 1emanuellaputrii12@gmail. com, 2dini1710yai@gmail. y@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh Kesadaran Merek. Promosi, dan Harga terhadap Minat Beli pada Showroom Liman Jaya Motor. Metode pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah populasi sebanyak 380 responden dan jumlah sampel akhir sebesar 77 responden. Data analisis menggunakan outer model, inner model, dan uji hipotesis. Novelty pada penelitian ini yaitu bahwa variable harga tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap minat beli. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Kesadaran Merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli pada Showroom Liman Jaya Motor, dan variabel Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli pada Showroom Liman Jaya Motor, sedangkan variabel Harga tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Minat Beli pada Showroom Liman Jaya Motor. Besarnya R-Square yang dijelaskan oleh ketiga variabel terhadap Minat Beli adalah sebesar 49,2%. Dalam penelitian ini, variabel yang memiliki pengaruh paling dominan adalah kesadaran merek, dengan nilai FA sebesar 0,381. Implikasi dari penelitian bagi perusahaan terus memperkuat kesadaran merek serta mengoptimalkan efektivitas strategi promosi yang diterapkan. Meskipun variable harga bukan merupakan faktor utama dalam meningkatkan minat beli, perusahaan tetap perlu mempertimbangkan strategi penetapan harga yang kompetitif agar tetap relevan di pasar dan mampu menarik lebih banyak pelanggan. Kata kunci : Harga. Kesadaran Merek. Minat Beli, dan Promosi. ABSTRACT This study aims to examine whether there is an influence of Brand Awareness. Promotion, and Price on Purchase Intention at Liman Jaya Motor Showroom. Using the simple random sampling method, the study involved 380 respondents with a final sample size of 77. Data analysis was performed using the outer model, inner model, and hypothesis testing. The novelty of this research lies in the finding that the price variable does not have a significant and positive effect on purchase The results of the study show that the Brand Awareness variable has a positive and significant effect on Purchase Intention at Liman Jaya Motor Showroom, and the Promotion variable has a positive and significant effect on Purchase Intention at Liman Jaya Motor Showroom, while the Price variable does not have a positive and significant effect on Purchase Intention at Liman Jaya Motor Showroom. The R-Square value explained by the three variables on Purchase Intention In this study, the most dominant variable affecting purchase intention is brand awareness, with an FA value of 0. The implications of this research for the company are to continue strengthening brand awareness and optimizing the effectiveness of the promotional strategies Although the price variable is not a major factor in increasing purchase intention, the company still needs to consider a competitive pricing strategy to remain relevant in the market and attract more customers. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Keyword : Brand Awareness. Price. Promotion, and Purchase Intention. PENDAHULUAN Liman Jaya Motor merupakan salah satu showroom penjual mobil bekas yang berada di daerah Bekasi. Showroom yang beralamat di Jl. Sultan Agung No. Kota Bks. Jawa Barat, didirikan oleh Tony dan kemudian dialihkan kepada Elizabeth pada tahun 2012. Bermula dari hanya menjual 3 unit mobil lalu mengalami peningkatan di tahun 2015 menjadi 10 unit, yang kemudian meningkat lagi menjadi diatas 15 unit di tahun 2017 hingga sekarang. Meskipun terus mengalami peningkatan. Liman Jaya Motor sempat mengalami penurunan penjualan yang drastis pada zaman Covid19. Dengan maraknya Covid- 19 pada saat itu membuat Liman Jaya Motor harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang ada, dengan mulai mempromosikan showroom tersebut di media sosial seperti Facebook. Instagram dan marketplace OLX, sebagai upaya untuk dapat terus bersaing dengan Showroom Liman Jaya Motor menjual berbagai mobil bekas dari berbagai merek. Dari Toyota, tersedia Avanza. Innova. Calya, dan Fortuner. Daihatsu menawarkan model seperti Xenia. Ayla. Sigra, dan Grand Max. Nissan menghadirkan Grand Livina, sementara Suzuki menyediakan APV. Ertiga, dan Karimun. Mitsubishi memiliki pilihan seperti L300. Xpander. Colt Diesel, dan Pajero. KIA menawarkan Picanto, sedangkan Honda memiliki beberapa model seperti BR-V. CR-V. Mobilio. Jazz, dan Civic. Namun, showroom ini tidak menjual mobil merek Eropa seperti Mercedes-Benz (Merc. dan BMW karena kurang memahami Eropa yang relatif mahal. Berdasarkan data penjualan dicatat bahwa dari tahun 2021 hingga 2024 terakhir showroom Liman Jaya Motor mengalami fluktuasi penjualan mobil bekasnya, pada tahun 2021 Liman Jaya Motor mencatat total penjualan sebanyak 85 unit. Pada tahun 2022 total angka penjualan tersebut menurun menjadi 83 Di tahun 2023 mengalami peningkatan menjadi 98 unit, lalu turun kembali menjadi 72 unit. Hal tersebut menunjukan masalah yang signifikan menandakan bahwa minat beli konsumen terhadap showroom belum stabil. Menurut (Putra et al. , 2. minat beli merupakan sesuatu yang pribadi dan berhubungan dengan sikap, individu yang berminat terhadap suatu obyek akan mempunyai kekuatan atau dorongan untuk melakukan serangkaian tingkah laku untuk mendekati atau mendapatkan objek tersebut. Minat Beli menurut Kotler dan Keller dalam (Tonda et al. , 2. adalah perilaku yang timbul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan harapan konsumen untuk melakukan Minat beli yang belum stabil di showroom Liman Jaya Motor terlihat jelas dari fluktuasi penjualan yang terjadi antara tahun 2021 hingga 2024. Ketidakstabilan konsistensi dalam pengenalan merek Liman Jaya Motor di pasar, di mana konsumen mungkin tidak sepenuhnya menyadari keberadaan atau keunggulan showroom ini dibandingkan pesaing. Selain itu, strategi promosi yang tidak merata atau kurang menarik juga dapat menyebabkan penurunan minat beli, karena konsumen mungkin merasa tidak ada insentif yang cukup untuk melakukan Kenaikan harga juga berperan penting dalam memengaruhi minat beli konsumen terhadap showroom. Jika harga kendaraan yang ditawarkan dianggap terlalu tinggi atau tidak sesuai dengan nilai yang ditawarkan, konsumen cenderung menunda keputusan pembelian Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Berdasarkan batasan masalah yang telah ditetapkan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Apakah Kesadaran Merek terhadap Minat Beli pada showroom Liman Jaya Motor? . Apakah Promosi terhadap Minat Beli pada showroom Liman Jaya Motor? . Apakah terdapat pengaruh Harga terhadap Minat Beli pada showroom Liman Jaya motor? Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk menginterpretasi dan menganalisa apakah terdapat pengaruh Kesadaran Merek terhadap Minat Beli pada showroom Liman Jaya Motor. Untuk menginterpretasi dan menganalisa apakah terdapat pengaruh Promosi terhadap Minat Beli pada showroom Liman Jaya Motor. Untuk menginterpretasi dan menganalisa apakah terdapat pengaruh Harga terhadap Minat Beli Liman Jaya Motor. LANDASAN TEORI Perilaku Konsumen Perilaku konsumen adalah proses pemilihan, pembelian, penggunaan serta pengevaluasian produk barang dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka di dalam kehidupannya (Reyes. Menurut Schiffman dan Kanuk Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 (Rohmah, konsumen merupakan proses yang dilalui seseorang dalam mencari, membeli, bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan. Dari pengertian perilaku konsumen di atas dapat disimpulkan bahwa Perilaku konsumen merupakan proses kompleks yang mencakup serangkaian tahapan aktivitas, dimulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi pasca Proses ini meliputi pencarian, pemilihan, penggunaan produk, dan refleksi akhir tentang pengalaman Bagi para pemasar, memahami dinamika perilaku konsumen merupakan tantangan signifikan karena melibatkan berbagai variabel yang saling berinteraksi beli secara dinamis. Minat Beli Minat beli menurut Kotler dan Keller yang dikutip Widodo . dalam (Mulyadi et al. , 2. yaitu perilaku yang timbul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan harapan konsumen untuk melakukan pembelian. Sehingga minat beli menjadi preferensi pelanggan sebelum melakukan pembelian atau pembelian ulang. Menurut (Hidayat & Faramitha, 2. , minat beli diperoleh dari suatu proses belajar dan proses pemikiran yang membentuk suatu persepsi dan menciptakan motivasi yang terus terekam dalam benaknya sehingga menjadi keinginan yang sangat kuat. Penelitian Akkaya (Rahmawati, 2. menegaskan bahwa minat beli merupakan suatu rencana atau tindakan terencana yang dapat menjadi perilaku pembelian aktual di masa yang akan datang. Dapat disimpulkan minat beli adalah keinginan konsumen yang muncul sebagai hasil dari proses belajar, pemikiran, dan motivasi yang membentuk preferensi terhadap suatu produk atau P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Minat ini mencerminkan harapan dan rencana yang dapat berkembang aktual di masa depan. Dimensi minat beli menurut Kotler dan Keller . dalam (Mulyati & Sudrajat, 2. , yaitu attention, interest, desire, dan action. Kesadaran Merek Menurut Kotler dan Keller . dalam (Marie et al. , 2. Kesadaran merek merujuk pada kemampuan konsumen untuk mengidentifikasi atau mengingat suatu merek dengan cukup rinci sehingga mereka dapat memutuskan untuk membelinya. Menurut Wardhana . dalam (Rahmawati, 2. Kesadaran merek yang tinggi berarti banyak konsumen mengenali merek tersebut, yang mempermudah minat beli mereka terhadap produk tersebut. Wardhana . dalam (Rahmawati, 2. menambahkan bahwa perusahaan dapat memanfaatkan kesadaran merek untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang produk mereka kepada konsumen, sehingga konsumen merasa lebih aman dan yakin dalam membeli produk yang sudah dikenal. Dapat disimpulkan bahwa sebuah produk akan dikenal dan diingat oleh masyarakat jika memiliki merek atau brand. Lalu merek tersebut juga akan memiliki karakter tersendiri bagi produk yang dipasarkan. Semakin dikenal suatu merek maka kekuatan merek tersebut akan semakin baik. Merek dapat menciptakan daya tarik masyarakat untuk membeli sebuah produk dan selanjutnya menggunakan produk tersebut secara jangka pendek maupun jangka panjang. Promosi Menurut Kotler dan Keller, . dalam (Moonik & Pomantow, 2. Promosi merupakan suatu upaya menawarkan produk atau jasa yang bertujuan untuk menarik calon konsumen agar membeli atau mengkonsumsinya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan. Menurut (Hermawan, 2. Promosi merupakan bagian dari rencana pemasaran berupa pengenalan kelebihan-kelebihan produk yang dipasarkan oleh sebuah perusahaan melalui berbagai media, baik cetak maupun elektronik, yang dilakukan sesering mungkin guna membangun kedekatan antara produk yang dipasarkan dengan konsumen yang menjadi target pasar yang pada akhirnya membuat konsumen tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan. Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa promosi adalah upaya memperkenalkan produk atau jasa kepada konsumen membangun kedekatan, menyampaikan keunggulan produk, dan membujuk konsumen agar tertarik untuk membeli Dimensi promosi Menurut Kotler, et al. , 2012 dalam (Camelia & Hartono, 2. , bauran promosi terdiri atas 5 . dimensi promosi, yaitu advertising, sales promotion, personal selling, public realtions dan direct marketing. Harga Menurut Kotler dan Amstrong dalam (Alam et al. , 2. Harga adalah sejumlah uang yang dikorbankan untuk suatu produk atau suatu jasa, nilai pelanggan yang ditukarkan untuk mendapatkan manfaat dari kepemilikan atau penggunaan suatu produk atau suatu Menurut (Fakhrudin. Roellyanti, 2022:. harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar, atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. Dimensi harga menurut Kotler dan Amstrong . dalam (Erinawati & Syafarudin. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. keterjangkauan harga, kesesuaian harga dengan kualitas produk, harga bersaing, dan kesesuaian harga dengan manfaat. Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Menurut Kotler dan Keller . dalam (Marie et al. , 2. Kesadaran merek merujuk pada kemampuan konsumen untuk mengidentifikasi atau mengingat suatu merek dengan cukup rinci sehingga mereka dapat memutuskan untuk membelinya. Dinyatakan juga (Adriano Cahyaningratri, 2. dan (Suryati. Enden. Dandi Bahtiar, 2. bahwa kesadaran merek (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli. Menurut Kotler dan Keller, . dalam (Moonik & Pomantow, 2. Promosi merupakan suatu upaya dalam menginformasikan atau menawarkan produk atau jasa yang bertujuan untuk menarik calon konsumen agar membeli diharapkan dapat meningkatkan volume Dinyatakan juga dalam penelitian (Bagus & Dharma, 2. dan (Shalsabillah & Sugiyanto, 2. bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara variabel promosi terhadap minat beli. Menurut Kotler dan Amstrong dalam (Alam et al. , 2. Harga adalah sejumlah uang yang dikorbankan untuk suatu produk atau suatu jasa, nilai pelanggan yang ditukarkan untuk mendapatkan manfaat dari kepemilikan atau penggunaan suatu produk atau suatu Dinyatakan juga dalam penelitian (Sahabuddin et al. , 2. dan (Milansari et , 2. bahwa variabel harga memilikI pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel minat beli. Dalam konteks penelitian ini, hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut: H1 Terdapat Pengaruh Kesadaran Merek terhadap Minat Beli Showroom Liman Jaya Motor. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 . H2 : Terdapat Pengaruh Promosi terhadap Minat Beli pada Showroom Liman Jaya Motor. H3 : Terdapat Pengaruh Promosi terhadap Minat Beli pada Showroom Liman Jaya Motor. METODOLOGI Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari sampel penelitian. Pengumpulan menggunakan kuesioner berbentuk GForm yang diberikan kepada responden yang sudah pernah melakukan pembelian di showroom Liman Jaya Motor. Kuesioner dalam bentuk G-form yang terdiri dari daftar pertanyaan terstruktur. Data yang sudah terkumpul kemudian diolah menggunakan aplikasi Smart-PLS Versi 4. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis uji statistic deskriptif. Uji stastistik deskriptif karakteristik variable penelitian secara detail, seperti frekuensi, mean, median, standar deviasi, dan distribusi data. Setelah uji statistik deskriptif lalu di lakukan uji model, untuk menguji hubungan antara variable independent dan Terdapat dua jenis uji model yang digunakan yaitu Uji Outer Model (Model Pengukura. yaitu untuk menilai kualitas Konstruk adalah variabel abstrak yang diukur dengan beberapa indikator . aftar pertanyaa. Tiga indikator yang diuji dalam uji Outer model adalah Uji Validitas Konvergen. Uji Validitas Diskriminan, dan Uji Reliabilitas. Selanjutnya di lakukan Uji Inner Model (Model Struktura. yaitu untuk menguji hubungan kausalitas antara variable independen dan dependen. Tiga indikator yang diuji dalam uji Inner model P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. adalah Uji R-Square Uji F-Square, dan Uji Hipotesis. Serta Uji Path Coefficient untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel independen dan variabel Setelah itu langkah selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis. Uji hipotesis adalah metode statistik yang digunakan untuk menilai apakah suatu hipotesis benar atau salah. Setelah pengujian hipotesis, hasil penelitian dianalisis dan disimpulkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan oleh peneliti mengenai pengaruh Kesadaran Merek. Promosi, dan Harga terhadap Minat Beli di Showroom Liman Jaya Motor, diperoleh hasil antara Analisis menunjukkan bahwa Kesadaran Merek memiliki pengaruh signifikan terhadap Minat Beli di Showroom Liman Jaya Motor, dengan PValue sebesar 0,00 yang berada di bawah 0,05. T-Statistik sebesar 5,085 yang juga melebihi 1,96, sehingga hipotesis 1 dapat Hasil analisis terhadap showroom Liman Jaya Motor menunjukkan bahwa kesadaran merek yang kuat memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli. Temuan ini didukung oleh dominasi indikator KM. 5, yang mengukur sejauh mana merek Liman Jaya Motor sering disebutkan pertama kali oleh konsumen. Tingginya kesadaran merek tidak hanya mendorong minat beli, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan terhadap showroom. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Suryati. Enden. Dandi Bahtiar, 2. yang menyatakan bahwa kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Namun tidak sejalan dengan penelitian (Hosfiar et al. , 2. yang menyatakan bahwa kesadaran merek terhadap minat beli. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SmartPLS versi 4. variabel Promosi memiliki pengaruh signifikan terhadap Minat Beli di showroom Liman Jaya Motor, dengan PValue sebesar 0,0327 yang berada di atas 0,05. T- Statistik sebesar 3,070 yang juga melebihi 1,96, sehingga hipotesis 2 dapat Hasil analisis terhadap showroom Liman Jaya Motor tersebut menunjukkan bahwa promosi yang efektif memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli. Temuan ini didukung oleh dominasi indikator PM. 6 yang mengukur sejauh mana staf Showroom Liman Jaya Motor dapat menangani keberatan pelanggan, seperti tentang harga atau kondisi mobil, dengan profesional. Promosi yang efektif tidak hanya meningkatkan minat beli, tetapi juga membantu membangun memberikan informasi yang jelas dan Selain itu, strategi promosi yang tepat dapat menciptakan daya tarik lebih besar terhadap produk yang ditawarkan, membedakan showroom dari pesaing, serta memperluas jangkauan Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan penelitian (Yonathan & Angreni, 2. yang menyatakan bahwa promosi berpengaruh terhadap minat beli. Namun tidak sejalan dengan penelitian (Kurnia & Edwar, 2. yang menyatakan bahwa promosi memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap minat beli. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SmartPLS versi 4. variabel Harga tidak memiliki pengaruh dan tidak signifikan terhadap Minat Beli di showroom Liman Jaya Motor, dengan P-Value sebesar 0,02 yang berada di bawah 0,05. T-Statistik sebesar 0,981 yang juga lebih kecil dari 1,96, sehingga hipotesis 3 dapat ditolak. Hasil analisis terhadap showroom Liman Jaya Motor tersebut menunjukkan bahwa faktor harga tidak berpengaruh dan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. tidak signifikan terhadap minat beli. Temuan ini didukung oleh dominasi indikator HG. 2, yang mengukur sejauh mana harga dianggap mencerminkan kualitas produk yang ditawarkan . arga tinggi = kualitas tingg. Meskipun harga yang lebih tinggi sering dikaitkan dengan kualitas yang lebih baik, hasil analisis menunjukkan bahwa faktor ini tidak menjadi pendorong utama dalam meningkatkan minat beli pelanggan. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan penelitian (Moch Altof Egan Nugroho & Ambardi Ambardi, 2. yang menyatakan bahwa harga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli. Namun tidak sejalan dengan penelitian (Tania et , 2. yang menyatakan bahwa harga KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan oleh peneliti mengenai pengaruh Kesadaran Merek. Promosi, dan Harga terhadap Minat Beli di Showroom Liman Jaya Motor, diperoleh kesimpulan antara lain. Kesadaran Merek (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli (Y). Promosi (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli (Y), dan harga (X. tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). DAFTAR PUSTAKA