Journal of Elemantary School (JOES) Volume 6. Nomor 2. Desember 2023 e-ISSN : 2615-1448 p-ISSN : 2620-7338 DOI : https://doi. org/10. 31539/joes. PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD Meti Nur Fajri Sari. Aren Frima. Candres Abadi. Universitas PGRI Silampari metifajri3@yahoo. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa kelas V Negeri Al Ilmu Lubuklinggau setelah menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu kategori one group pre-test and post-test group. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes berbentuk pilihan ganda. Teknik analisis data terdiri dari teknik prasyarat analisis dan pengujian hipotesis. Teknik pengujian prasyarat analisis menggunakan uji normalitas sedangkan hipotesis yang digunakan adalah uji-z satu sampel. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pre-test diperoleh 46,15 dengan persentase ketuntasan 0% atau tidak ada siswa yang tuntas sedangkan rata-rata post-test 84,15 dengan persentase ketuntasan 88,40% atau 23 siswa yang tuntas. Hasil analisis uji-z diperoleh nilai zhitung . Ou ztabel . Kesimpulan, bahwa penerapan model Kooperatif Tipe Jigsaw pada hasil belajar IPS siswa kelas V signifikan tuntas. Kata Kunci : Penerapan. Model Kooperatif Tipe Jigsaw. Hasil Belajar IPS ABSTRACT This study aims to determine the completeness of the learning outcomes of fifth grade students of Negeri Al Ilmu Lubuklinggau after using the Jigsaw Type Cooperative learning model. The method used is a quantitative research method with a quasi-experimental research design in the one group pre-test and post-test group category. The sampling technique used is saturated sampling technique. Data collection techniques using multiple choice tests. Data analysis techniques consist of prerequisite analysis techniques and hypothesis testing. The analysis prerequisite testing technique uses the normality test while the hypothesis used is the onesample z-test. The results showed that the pre-test average was 46,15 with a completeness percentage of 0% or no students passed while the post-test average was 84,15 with a completeness percentage of 88. 40% or 23 students who passed. The results of the z-test analysis obtained zcount . Ou ztable . The conclusion is that the application of the Jigsaw Cooperative Type model to the social studies learning outcomes of fifth grade students is significant. Keywords: Application. Jigsaw Type Cooperative Model. Social Studies Learning Outcomes Journal of Elemantary School (JOES)6. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu usaha yang kompleks, melalui pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dengan kualitas sumber daya yang ada, manusia akan berusaha mengembangkan potensi yang dimilikinya, serta mengubah tingkah laku ke arah yang lebih baik. Menurut Tirtaraharjda . Pendidikan yaitu merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat berperan aktif dan positif pada masa sekarang dan masa yang akan datang, keberhasilan suatu pendidikan dapat dilihat dari proses pembelajaran dan pengajaran. Pembelajaran di SD diharapkan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, memotivasi peserta didik serta mampu meningkatkan prestasi dan dapat mengembangkan kemampuan kognitif pada siswa. Sapriati . mengatakan bahwa keterampilan kognitif seharusnya diarahkan pada berbagai aspek pada lingkungan pelajar, dalam keterampilan kognitif mengarah pada perubahan tingkah laku peserta didik itu sendiri pada pengendalian tingkah laku yang lebih baik. Kognitif itu juga adalah bagian dari hasil belajar yang berada pada domain pengetahuan yang meliputi kemampuan memahami, mengetahui, menghafal, menafsirkan, menterjemahkan, membedakan, menyusun serta memberi penilaian. Salah satu pembelajaran yang ada di sekolah dasar yaitu pembelajaran IPS. Mata pelajaran IPS merupakan bagian dari mata pelajaran di sekolah dasar. Secara umum permasalahan yang terjadi pada pembelajaran IPS yaitu pendekatan Teacher Centered, mengajar berdasarkan buku teks, evaluasi yang berorientasi pada kognitif tingkat rendah dan masih banyak yang menganggap IPS cenderung kurang menarik, membosankan serta banyak materi yang membutuhkan penalaran, pemahaman dan butuh hafalan. Menurut Kristin, . bahwa IPS adalah perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial yang merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi, budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi, dan ekologi manusia yang diformulasikan untuk tujuan intruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari dan berkaitan dengan berbagai aspek dalam kehidupan peran manusia dimasyarakat dan lingkungannya. Berdasarkan Observasi yang dilakukan peneliti di kelas V SD Al-Ilmu Lubuklinggau pada tanggal 12 Oktober 2022, ditemukan beberapa permasalahan antara lain hasil belajar IPS yang masih rendah, minat siswa dalam mengikuti pelajaran tidak tampak. Para siswa jarang sekali mengajukan idenya walaupun guru berulang kali meminta agar siswa bertanya jika ada hal-hal yang belum paham, suasana kelas yang kurang kondusif terhadap kegiatan belajar Siswa menggangap bahwa IPS merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan dan kurangnya keterlibatan siswa dalam kelas karena tidak tertarik dengan pembelajaran Keadaan ini didasarkan oleh beberapa penyebab, yaitu. Pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru, guru belum menggunakan model pembelajaran . pada pelaksanaan pembelajaran IPS, guru belum menerapkan model pembelajaran inovatif dan masih terfokus pada kegiatan siswa yang berupa mencatat, serta menghafal materi pelajaran. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata ulangan harian siswa yang masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan oleh sekolah untuk mata pelajaran IPS adalah 70. Dari kegiatan observasi dan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada wali kelas V SD Al Ilmu, diketahui bahwa hasil belajar Journal of Elemantary School (JOES)6. 455-460 siswa kelas V SD Al Ilmu memang rendah. Persentase yang tuntas sebesar 30,8% sebanyak 8 siswa dari 26 jumlah siswa serta persentase siswa yang belum tuntas sebesar 69,2% atau 18 siswa dari jumlah siswa 26 orang siswa. Berdasarkan persentase di atas maka proses pembelajaran di SD Al Ilmu Lubuklinggau harus betul-betul diperhatikan oleh pihak sekolah, agar dapat memaksimalkan dan meminimalisir permasalahan yang terjadi. Pelaksanaan pembelajaran tidak boleh dilakukan asal-asalan, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai guru harus mempertimbangkan pemilihan model pembelajaran yang efektif dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswanya Sari, . Salah satu model pembelajaran yang efektif untuk mengatasi masalah diatas adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Menurut Muslimin . bahwa pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah model pembelajaran yang memprioritaskan siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan mengarahkannya bekerjasama untuk mencapai pemahaman yang benar terhadap materi suatu pelajaran. Model jigsaw ini memiliki keunggulan yaitu mampu menarik minat belajar siswa karena dalam pembelajaran jigsaw, siswa memperoleh kesempatan untuk mengungkapkan pengetahuannya tentang informasi yang dipelajari dalam kelompok, baik kelompok asal maupun kelompok ahli. Siswa terlibat dalam kerja sama kelompok sehingga siswa yang berkemampuan kurang memiliki tanggung jawab yang sama terhadap kesuksesan hasil kerja, hal itu akan membuat siswa berkerja keras mengerjakan tugasnya untuk memberikan hasil terbaik bagi kelompoknya. Pembelajaran kooperatif model jigsaw memiliki berbagai pengaruh positif terhadap perkembangan anak Rusman, . Pengaruh positif tersebut adalah: a. Meningkatkan hasil belajar b. Meningkatkan daya ingat c. Dapat digunakan untuk mencapai taraf penalaran tingkat tinggi. Mendorong tumbuhnya motivasi intrinsik . esadaran individ. Meningkatkan hubungan antarmanusia yang Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPenerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw Dalam Pembelajaran IPS Kelas V SD Al-Ilmu LubuklinggauAy. METODE PENELITIAN Jenis metode yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalan penelitian kuantitatif. Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti maka jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu yaitu eksperimen yang hanya menggunakan satu kelas dengan tidak adanya kelas pembanding. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest-Posttest Design. Dengan sampel dan populasi seluruh siswa kelas V SD Al Ilmu Lubuklinggau. Dengan Teknik pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian berbentuk tes yang digunakan dalam rangka melaksanakan kegiatan pengukuran, yang di dalamnya terdapat berbagai pertanyaan, atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh peserta didik untuk mengukur aspek perilaku peserta didik. Tes dalam penelitian ini dilakukan secara dua kali, yaitu sebelum materi dijelaskan . re-tes. dan sesudah materi dijelaskan . ost-tes. , tes dilakukan dengan menggunakan soal pilihan ganda yang berjumlah 20 soal. Dan di dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan yaitu menentukan nilai rataAerata dan simpangan baku, melakukan uji normalitas data dan melakukan uji hipotesis dipenlitian ini penelitian menggunakan uji-z. uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel Journal of Elemantary School (JOES)6. 455-460 didalam penelitian berdidtribusi normal atau tidak sedangkan uji hipotesis digunakan untuk mengetahui Apakah Setelah diterapkannya Model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Hasil Belajar Siswa kelas V SD Al Ilmu Lubuklinggau signifikan tuntas. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Al Ilmu Lubuklinggau tahun ajaran 2022/2023, dimulai dari tanggal 13 Mai sampai dengan 13 Juni 2023. Adapun jumlah seluruh siswa kelas V yaitu sebanyak 26 siswa. Uji instrumen dilakukan pada tanggal 15 Mei 2023, peserta uji instrumen adalah kelas VI yang berjumlah 20 siswa. Uji instrumen tersebut dilakukan untuk memahami atau mengetahui kualitas soal yang akan digunakan sebagai intrumen pengambilan data pada proses penelitian. Peneliti melaksanakan penelitian dengan jumlah pertemuan sebanyak 4 kali, dengan rincian satu kali pertemuan pre-test, dua kali pertemuan pembelajaran dengan penerapan model Kooperatif Tipe Jigsaw, dan satu kali pertemuan post-test. Pre-test dilaksanakan pada pertemuan pertama, pelaksanaan pre-test dilakukan pada tanggal 6 Juni 2023 di kelas V yang diikuti 26 siswa. untuk mengetahui kemampuan awal siswa mengenai Tema 9 Subtema 1 Pembelajaran 1 (Benda Tunggal dan Campura. Setelah hasil pre-test didapatkan, lalu dilanjutkan dengan memberikan perlakuan dalam pembelajaran IPS dengan menerapkan model Kooperatif Tipe Jigsaw . Tabel 1 Rekapitulasi Data Hasil Pre-test ycuI Nilai Tertinggi Nilai Terendah Siswa yang Tuntas 46,15 0 orang . %) Siswa yang Belum Tuntas 26 orang . %) dapat dilihat bahwa tidak ada siswa yang mendapatkan nilai lebih atau sama dengan nilai KKM dan rata-rata nilai secara keseluruhan sebesar 46,15. Jadi, secara deskriptif dapat disimpulkan bahwa kemampuan awal siswa kelas V SD Al Ilmu Lubuklinggau sebelum pelaksanaan pembelajaran IPS dengan menerapkan model Kooperatif Tipe Jigsaw belum Post-test dilaksanakan pada pertemuan terakhir, pelaksanaan post-test dilakukan pada tanggal 19 Juni 2023 di kelas V SD Al Ilmu Lubuklinggau yang di ikuti 26 siswa. Post-test dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa mengenai Tema 9 Subtema 1 Pembelajaran 1 (Benda Tunggal dan Campura. Setelah hasil post-test didapatkan, lalu dilanjutkan dengan memberikan perlakuan dalam pembelajaran IPS dengan menerapkan model Kooperatif Tipe Jigsaw. Soal post-test yang digunakan berbentuk pilihan ganda yang terdiri dari 17 soal. Dapat dilihat pada tabel 2. Journal of Elemantary School (JOES)6. 455-460 Tabel 2 Rekapitulasi Data Hasil Post-Test ycuI Nilai Tertinggi Nilai Terendah Siswa yang Tuntas 84,15 23 orang . ,4%) Siswa yang Belum Tuntas 3 orang . ,53%) Dapat dilihat bahwa nilai rata-rata post-test sebesar 84,15 dan 23 siswa atau 88,4% sudah tuntas. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas V SD SD Al Ilmu Lubuklinggau sudah dapat dikatakan tuntas karena nilai rata-rata yang didapat dari tes akhir mencapai atau melebihi nilai KKM yaitu 70. Berdasarkan tabel di atas secara deskriptif dapat disimpulkan bahwa kemampuan akhir siswa pada kelas V SD Al Ilmu Lubuklinggau tahun 2022/2023 sesudah pelaksanaan pembelajaran IPS dengan menggunakan model Kooperatif Tipe Jigsaw dalam kategori signifikan tuntas. Hasil perhitungan nilai rata-rata dan simpangan baku tes awal . re-tes. dan tes akhir . ost-tes. dikelas dapat dilihat pada tabel 3. Tes Pre-test Post-test Tabel 3 Nilai Rata Ae rata dan Simpangan Baku Nilai Rata-rata Simpangan Baku 46,15 10,99 84,15 10,88 Dapat dilihat bahwa nilai rata-rata pre-test sebesar 46,15 dan simpangan baku sebesar 10,99. Sedangkan nilai rata-rata post-test sebesar 84,15 dan simpangan baku sebesar 10,88. Untuk mengetahui kenormalan data, digunakan uji normalitas dengan uji kecocokan yue 2 . hi Berdasarkan ketentuan mengenai uji normalitas data dengan taraf signifikan yu = 0,05. Jika yueEaycnycycycuyci O yueycycaycayceyco maka masing-masing data berdistribusi normal. Rekapitulasi hasil perhitungan uji normalitas Post-test dapat dilihat pada tabel 4. Data Post-test Tabel 4 Hasil Uji Normalitas 3,2149 11,070 Kesimpulan Normal Dari tabel 4. 4 menunjukkan bahwa nilai e2hitung data post-test sebesar 3,2149 dan nilai tabel untuk data post-test sebesar 11,070. Berdasarkan ketentuan pengujian normalitas dengan menggunakan uji e2 . hi kuadra. dapat disimpulkan bahwa data post-test berdistribusi normal . 2hitung O e2tabe. dengan signifikansi 5% (=0,. dan derajat kebebasan . = n-1 = 5. Hipotesis penelitian ini merupakan hasil belajar IPS siswa Kelas V SD Al Ilmu Lubuklinggau setelah dilakukan penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw secara signifikan tuntas. Diketahui data hasil tes akhir . ost-tes. berdistrubusi normal dan simpangan baku diketahui, maka dalam hal ini dilanjutkan dengan hipotesis . Data Hipotesis statistik yang di uji dalam penelitian ini sebagai berikut. Ha : AA0 Ou 70 : Rata-rata hasil belajar IPS siswa kelas V SD Al Ilmu Lubuklinggau setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw lebih besar atau sama dengan 70 atau secara signifikan tuntas. e2 Ho : AA0 < 70: Rata-rata hasil belajar IPS siswa kelas V SD Al Ilmu Lubuklinggau setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw lebih besar atau sama dengan 70 atau secara signifikan tuntas. Journal of Elemantary School (JOES)6. Berdasarkan hasil perhitungan uji-z hipotesis data post-test dapat dilihat pada tabel 5 Data Post-test Zhitung 6,64 Tabel 4. Hasil Uji-Z Hipotesis Ztabel Kesimpulan 1,64 Zhitung Ou Ztabel. Ha diterima Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh Zhitung = 6,64. Selanjutnya membandingkan Zhitung dengan Ztabel pada daftar distribusi z dengan taraf signifikan ( = 5%) diperoleh Ztabel 1,64. Kriteria pengujiannya jika Zhitung Ou Ztabel, maka Ho ditolak dan Ha Jika Zhitung < Ztabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh Zhitung Ou Ztabel . ,64 Ou 1,. maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan kata lain hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, artinya AuHasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Al Ilmu Lubuklinggau Setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw secara signifikan tuntas. Setelah dilakukannya penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw yang dimana di dalam penelitian ini melakukan tes awal . re-tes. dilanjutkan dengan melakukan perlakuan . setelah itu dilakukan tes akhir . ost-tes. maka diperoleh data pre-test dan post-test yang dimana peneliti melakukan uji normalitas untuk mengetahui apakah data distribusi normal atau tidak. Sehingga didapatkan yueAEaycnycycycuyci = 3,2149 yccycaycu yue 2 ycycaycayceyco = 11,070. Karena yueAEaycnycycycuyci < yueAycycaycayceyco maka data berdistribusi normal pada taraf signifikan 5% ( = 0,. Selanjutnya untuk menarik kesimpulan dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji-z, sehingga diperoleh Zhitung = 6,64 dan Ztabel = 1,64 hal ini menunjukkan bahwa Zhitung Ou Ztabel yaitu 6,64 Ou 1,64 sehingga dapat dinyatakan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Al Ilmu Lubuklinggau Setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw lebih besar atau sama dengan 70 signifikan tuntas. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPS Siswa Kelas V SD Al Ilmu Lubuklinggau setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw secara signifikan tuntas. Ditunjukkan dengan hasil analisis uji-z nilai Post-test pada taraf signifikan ( = 0,. , diperoleh Zhitung Ou Ztabel yaitu 6,64 Ou 1,64 dan ratarata hasil belajar IPS siswa setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw sebesar 84,15. DAFTAR PUSTAKA