Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 2, Februari 2024 ISSN: 27342488 META-ANALISIS PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PUISI Indriyana Dian Ndaru Anjarwati1, Nur Afidah Al Muzakiyah2, Wulan Saidah3 Email: indrynadian@gmail.com1 , 292020023@student.uksw.edu2, 292020151@student.uksw.edu3 Univeritas Kristen Satya Wacana ABSTRAK Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis model pembelajaran bahasa Indonesia terhadap kemampuan membaca puisi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari 10 jurnal dengan topik yang diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah meta analisis deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan membaca puisi dengan model pembelajaran yang efektif. Dalam penelitian ini meta analisis digunakan untuk mengelompokkan objek penelitian terpilih yang hasilnya berupa model pembelajaran yang sesuai untuk kemampuan membaca puisi. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran bahasa Indonesia yang sesuai dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan membaca puisi. Adapun hasil penelitian model pembelajaran bahasa Indonesia dalam membaca puisi bertujuan untuk menguji keefektifan pembelajaran dengan presentasi 60%, model pembelajaran SAVI dan TTW efektif digunakan untuk jenjang kelas tinggi maupun rendah. Desain penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan persentase 60% dan teknik pengumpulan data bentuk observasi dengan persentase 50%. Kata Kunci: Model Pembelajaran Bahasa Indonesia, Kemampuan Membaca Puisi, Meta-Analisis. 91 PENDAHULUAN Bahasa Indonesia merupakan pembelajaran yang bertujuan agar peserta didik mempunyai keterampilan berbahasa yang baik. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia peserta didik diharuskan untuk memiliki 4 keterampilan berbahasa yaitu: berbicara, membaca, menulis, dan menyimak, empat keterampilan tersebut harus dimiliki peserta didik dikarenakan hal tersebut memiliki hubungan yang berkaitan. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD memiliki tujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif dan efisien sesuai dengan etika, baik secara lisan maupun tulisan. Dalam cara meningkatkan kemampuan berkomunikasi peserta didik salah satunya dengan keterampilan membaca. Menurut Khoiroh, Ghufron, Nafiah & Hartatik (2021) Membaca adalah salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan secara langsung. Melalui kegiatan membaca seseorang akan berusaha memahami isi yang terkandung dalam sebuah teks yang dibacanya. Membaca merupakan salah faktor penting dalam kehidupan, karena dalam penyebaran informasi zaman modern ini disajikan dalam bentuk tertulis dan dapat dipahami melalui membaca. Salah satu keterampilan membaca sastra di sekolah dasar dapat dilakukan dengan membaca puisi. Membaca puisi merupakan salah satu bentuk apresiasi dalam karya sastra karena pada dasarnya pembelajaran bahasa Indonesia mengarahkan kepekaan perasaan pada peserta didik. Selain itu Puisi dikenal sebagai bahasa yang sangat indah yang diungkapkan melalui diksi tertentu. Maka dalam membaca puisi diperlukan Teknik ataupun tata cara yang tepat, menurut Siti Salmah (dalam Piliang, Fatmawati, Ningsih, & Febria, 2023), menjelaskan bahwa dalam membaca puisi terdapat beberapa teknik yaitu (1) memahami isi puisi, (2) memberikan tanda jeda yang tepat, (3) memperhatikan intonasi, rima dan pelafalan, serta (4) memperhatikan mimik wajah. Sebagai seorang guru, harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengajarkan puisi kepada peserta didik. Banyak model pembelajaran yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca puisi. Sebagai guru selain harus mampu menyederhanakan teori agar mudah dipahami peserta didik, juga harus mampu mendampingi peserta didik dalam pembelajaran, serta menjadi figur teladan dan sumber motivasi. Model pembelajaran merupakan suatu sarana yang dibuat dengan tujuan memudahkan guru dalam proses pembelajaran, maka dengan menerapkan pembelajaran yang menarik dan inovatif dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik agar pembelajaran dapat mencapai tujuan. Terdapat 10 artikel yang akan dianalisis dalam kurun waktu 2020-2023 mengenai modelmodel pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan membaca puisi, antara lain: 1) Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi Menggunakan Model Pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual, dan Intellectual), 2) Kemampuan Komunikasi Membaca Puisi Siswa Kelas IV SD Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think, Talk, Write (TTW), 3) Pengaruh Penggunaan Reward Sticker Picture terhadap Kemampuan Membaca Puisi Siswa di Sekolah Dasar, 4) Penerapan Model Pembelajaran Somatic, Auditory, Visual, And Intellectual (SAVI) Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi Siswa Kelas IV SD, 5) Pengaruh Metode Suggestopedia Terhadap Keterampilan Membaca Puisi Pada Siswa Kelas 4 SDN Ciwalet, Tasikmalaya, 6) Pengaruh Metode Demonstrasi Berbasis Sosiodrama dengan Musikalisasi Puisi Terhadap Kemampuan Berekspresi dalam Membaca Puisi pada Pembelajaran Bahasa Indonesia, 7)Pengaruh Media Pembelajaran Video Tutorial untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Puisi Siswa Sekolah Dasar, 8) Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi Melalui Penerapan Pembelajaran Kontekstual Siswa Kelas V SDN 1 Langori, 9) Penerapan Metode Modeling Berbantuan Media Gambar untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Puisi Siswa Kelas IV SDN Tampirkulon 2 Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang, 10) 92 Pengaruh Strategi Modelling The Way Disertai Metode Demonstrasi Terhadap Keterampilan membaca Puisi Dan Keterampilan literasi Pada Siswa Sekolah Dasar. Meta analisis model pembelajaran terhadap keterampilan membaca puisi perlu dilakukan untuk mengetahui apakah model pembelajaran yang lebih cocok diterapkan untuk untuk meningkatkan keterampilan membaca puisi pada peserta didik? Model Pembelajaran apa yang paling efektif diterapkan pada peserta didik? Penelitian meta analisis ini bertujuan 1)untuk mendeskripsikan model pembelajaran yang lebih efektif diterapkan untuk meningkatkan keterampilan membaca puisi. 2) membandingkan model pembelajaran yang lebih efektif untuk melatih peserta didik dalam membaca puisi. Model pembelajaran yang efektif dapat meningkatkan kreativitas dan minat peserta didik dalam membaca puisi. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan artikel jurnal nasional mengenai model pembelajaran terhadap kemampuan membaca puisi. Proses pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan mencari dan menelusuri artikel jurnal yang ada di dalam jurnal online melalui Google Scholar. Dari proses pencarian yang dilakukan oleh peneliti, menggunakan 10 sampel artikel jurnal. Metode penelitian ini menggunakan metode meta analisis deskriptif. Dengan menggunakan meta analisis ini, dapat diketahui seberapa jauh pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan membaca puisi. Metode meta analisis deskriptif dapat membandingkan model pembelajaran yang sudah diuji dalam berbagai jenis penelitian sebelumnya. Model pembelajaran memiliki peran penting dalam menumbuhkan keterampilan peserta didik dalam membaca puisi, maka penelitian meta analisis ini dilakukan dengan mengacu pada artikel-artikel yang sesuai. Namun, dalam penelitian ini hanya berfokus pada model pembelajaran jenjang sekolah dasar. Langkah - langkah penelitian meta analisis ini menurut David B. Wilson dan George A Kelley (dalam Iskandar, 2021) yaitu: menentukan dan menetapkan permasalahan atau topik yang akan diteliti. Untuk masalah yang akan diteliti adalah pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan membaca puisi; menentukan periode artikel yang akan digunakan dalam penelitian ini. Hasil-hasil penelitian yang akan dijadikan sumber data dalam penelitian merupakan artikel terkait perihal pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan membaca; mencari artikel-artikel atau laporan yang berkaitan dengan topik yang hendak akan diteliti. Mencari artikel - artikel ilmiah yang mendukung penelitian; membaca judul dan abstrak yang dicantumkan dalam artikel, kemudian melakukan seleksi artikel yang sesuai dengan topik yang akan dibahas; menetapkan artikel-artikel yang akan digunakan untuk studi meta analisis; menganalisis artikel-artikel yang sudah ditetapkan dengan memperhatikan jenis penelitian, desain penelitian, waktu dan tempat penelitian, populasi dan contoh, teknik pengolahan data dan hasil penelitian; mengkategorikan artikel sesuai dengan ketentuan yang digunakan dalam penelitian ini; menganalisis dan mengolah data yang ditemukan; menarik kesimpulan dari data yang sudah diperoleh. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan mengenai penelitian meta analisis pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan membaca puisi merupakan hasil analisis dari beberapa artikel yang meiliki topik penelitian yang sama. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen Human Instrument. Setelah memperoleh data dari artikel yang dicari kemudian dikembangkan menjadi sebuah penelitian sederhana dengan cara membandingkan kembali data pada artikel yang ditemukan. Dalam penelitian meta analisis ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran yang efektif digunakan dalam membaca puisi, dan juga bertujuan untuk membandingkan secara deskriptif model pembelajaran yang digunakan, mengembangkan model pembelajaran, serta mendeskripsikan model pembelajaran yang sesuai dengan keterampilan membaca puisi. 93 Berdasarkan analisis terhadap 10 artikel penelitian yang memiliki fokus penelitian sama, dapat dihasilkan data sebagai berikut: No Tujuan penelitian Frekuensi Presentase 1. Menguji keefektifan 6 60% 2. Mendeskripsikan 3 30% 3. Meningkatkan kemampuan 1 10 % Tujuan penelitian hasil dari sepuluh peneliti dengan tema yang sama, namun memiliki tujuan yang berbeda antara lain, bahwa terdapat 60% atau 6 penelitian memiliki tujuan penelitian menguji keefektifan penggunaan model pembelajaran yang berbeda. Perbedaan penggunaan model pembelajaran tersebut memiliki tingkat keefektifan yang berbeda dari setiap model yang digunakan, namun dalam setiap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang berbeda tersebut menghasilkan keefektifan pembelajaran bagi peserta didik di tempat yang diteliti. Tujuan penelitian dengan mendeskripsikan hasil penelitiannya terdapat 30% atau 3 penelitian. Sedangkan tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan peserta didik berjumlah 10% atau 1 penelitian, dalam meningkatkan kemampuan peserta didik dilihat dari penggunaan media pembelajaran. Dalam hal ini peneliti berusaha mengembangkan pembelajaran yang lebih efektif guna meningkatkan kemampuan membaca puisi dengan menggunakan media pembelajaran yang inovatif, menurut Joyce & Weil yang dikutip Rusman (dalam Yulianti & Gunawan, 2019), dalam berpendapat bahwa model pembelajaran merupakan suatu rencana yang digunakan untuk merancang pembelajaran dan membimbing pembelajaran di lingkungan belajar, dengan tujuan dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mencapai pembelajaran yang sudah ditentukan. Secara keseluruhan dari hasil meta analisis dari sepuluh penelitian memiliki keefektifan dalam pembelajaran sekitar 60%. Penelitian yang digunakan dalam analisis model pembelajaran terhadap keterampilan membaca puisi menggunakan beberapa desain penelitian yaitu, Penelitian Tindakan Kelas (PTK). deskriptif kuantitatif dan kualitatif, Eksperimen dengan Quasi Experimental Design, Eksperimen dengan true experimental, posttest only control design dan Pre Experimental (One-Group Pretest-Posttest Design). Berdasarkan kajian terhadap 10 penelitian mengenai model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi, maka desain penelitian yang digunakan dapat dilihat dari tabel dibawah ini: No Desain Penelitian Frekuensi Presentase 1. Eksperimen 6 60% 2. Penelitian Tindakan Kelas 3 30% 3. Deskriptif 1 10% Dalam sebuah penelitian diperlukan sebuah desain, yang bertujuan sebagai acuan bagaimana penelitian tersebut harus dilakukan. Hasil dari sepuluh artikel yang dianalisis memiliki desain penelitian yang berbeda yaitu: menggunakan desain eksperimen sebanyak 60%, PTK 30%, dan deskriptif 10%, dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian desain yang sering digunakan yaitu eksperimen dengan jumlah 60%. Populasi maupun sampel dari penelitian yang dianalisis terkait dengan peningkatan kemampuan membaca puisi berpusat pada peserta didik Sekolah Dasar (SD) dari berbagai tingkatan kelas. Berdasarkan kajian terhadap penelitian mengenai topik sejenis, tingkatan kelas peserta didik dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: 94 No Populasi/sampel Frekuensi Persentase 1. Kelas II 1 10% 2. Kelas IV 6 60% 3. Kelas V 1 10% 4. Kelas VI 1 10% Model atau Teknik pembelajaran yang digunakan dalam sepuluh penelitian terhadap model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi yaitu: metode Tes, Observasi, dan Wawancara. Berdasarkan kajian yang diperoleh dari 10 penelitian tersebut maka teknik pengumpulan data yang digunakan dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: No Teknik Pengumpulan Data Frekuensi Presentase 1. Observasi 5 50% 2. Tes 4 40% 3. Wawancara 1 10% Dari hasil meta analisis, dapat disimpulkan bahwa dalam menggunakan model pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan membaca puisi peserta didik dalam mengembangkan bakat, minat, serta kreativitas dalam membaca puisi, guru dan peserta didik dapat mengukur keterampilan dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai. Berdasarkan hasil penelitian juga terdapat faktor-faktor yang dapat menghambat keterampilan peserta didik dalam membaca puisi, faktor-faktor tersebut antara lain: masih banyak peserta didik yang belum mengikuti latihan dengan baik, kurangnya pengontrolan kelas oleh guru, belum terciptanya posisi yang membuat peserta didik nyaman pada saat belajar, peserta didik sama sekali belum mempunyai pengalaman belajar membacakan puisi secara intensif, sarana yang masih terbatas, dan waktu yang sering tertunda dan terpakai oleh kegiatan di sekolah. Dari hasil penelitian, secara umum didapatkan beberapa hasil data bahwa dengan adanya model- model pembelajaran bahasa Indonesia dalam membaca puisi dapat memberikan dampak positif dalam diri peserta didik antara lain: peserta didik mampu mengembangkan bakat, minat, serta kreativitas dalam membaca puisi, peserta didik mampu meningkatkan rasa percaya diri dalam membaca puisi menggunakan model pembelajaran yang inovatif , dan peserta didik dapat termotivasi untuk bisa mengembangkan kemampuan yang ada dalam dirinya. Pembahasan Dalam meningkatkan kemampuan yang ada dalam diri peserta didik dalam membaca puisi maka diperlukan model-model pembelajaran yang inovatif untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Pemanfaatan model pembelajaran yang inovatif dapat menumbuhkan minat dan juga motivasi peserta didik untuk belajar. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia keterampilan membaca menjadi salah satu dari 4 elemen penting yang perlu dikuasai oleh peserta didik. Namun banyak peserta didik yang malas untuk membaca terutama puisi karena kurangnya minat dan motivasi dalam pembelajaran. Menurut Hodgson (dalam Alpian & Yatri, 2022), membaca merupakan suatu proses yang dilakukan oleh pembaca guna mendapatkan pesan ataupun informasi yang diberikan oleh penulis melewati media bahasa tertulis. Senada dengan pendapat Dalman (dalam Munthe & Sitinjak, 2018) membaca adalah suatu proses kognitif yang berusaha menemukan berbagai informasi yang terkandung dalam sebuah kegiatan kalimat. Melalui membaca, siswa 95 memperoleh informasi, memperkaya kosakata, dan mengembangkan berbagai wawasan dan pengetahuan. Menurut Biman (2020), membaca adalah suatu kemampuan yang penting dan harus dimiliki sedeorang, namun pada kenyataannya tidak mudah untuk menjelaskan hakikat membaca. Karena membaca bukan hanya mengucapkan secara lisan namun juga harus menanggapi dan memahami isi bacaan. Selain peserta didik dalam pembelajaran seorang guru juga harus memiliki kompetensi, Menurut Firdaus (2020), seorang guru wajib memiliki kompetensi guru karena hal tersebut merupakan seperangkat penguasaan kemampuan yang wajib ada dalam diri guru agar dapat menciptakan kinerja dengan efektif. Seorang guru juga harus mampu menguasai dan mengembangkan pembelajaran agar peserta didik mampu meningkatkan kualitas yang ada dalam dirinya sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Senada dengan pendapat Arlita, Ahyani, & Missriani (2020), kompetensi Profesional guru merupakan kemampuan yang harus dimiliki seorang guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Guru memiliki tugas untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik guna mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, maka seorang guru harus mampu menyampaikan bahan pelajaran dengan baik. Model yang digunakan dalam pembelajaran membaca puisi terdapat model pembelajaran kontekstual yang dirancang secara matang dan dilaksanakan secara tepat dengan tujuan dapat mendorong peserta didik untuk dapat meningkatkan persiapan dalam menerima pelajaran. selanjutnya terdapat model demonstrasi dalam model tersebut selama kegiatan pembelajaran melibatkan peragaan dalam menjelaskan suatu pengertian atau untuk memperlihatkan konsep tertentu pada peserta didik. Model pembelajaran inovatif terdapat model SAVI (Somatic, Auditory, Visual, And Intellectual). Rahman & Pagarra (2023), model pembelajaran SAVI dapat diartikan sebagai belajar melalui pemanfaatan gerakan tubuh, (hands on, aktivitas fisik) dimana dalam pembelajaran dimaknai dengan melakukan dan mengaktualkan kemampuan analisis dalam memecahkan masalah. Kemudian terdapat juga model TTW (Think, Talk, Write) model yang menekankan peserta didik untuk mengkomunikasikan pemikiran mereka sendiri. Dalam penelitian ini akan menerapkan model pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam membaca puisi. Untuk rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) adakah perbedaan kemampuan peserta didik dengan model SAVI dan TTW (2) bagaimana perbedaan keefektifan penggunaan model SAVI dan TTW dalam pembelajaran membaca puisi peserta didik berdasarkan minat belajar sastra yang tinggi dan rendah. KESIMPULAN Melalui hasil meta analisis dengan menggunakan 10 penelitian dapat disimpulkan bahwa model-model pembelajaran bahasa Indonesia yang digunakan dalam membaca puisi yang dapat mengembangkan keefektifan pembelajaran diperoleh persentase 60%. Model pembelajaran SAVI dan TTW dalam membaca puisi lebih efektif digunakan di tingkat kelas rendah maupun tinggi, dengan menggunakan metode eksperimen dengan persentase 60%, selain itu model pembelajaran bahasa Indonesia dalam membaca puisi lebih tepat digunakan dengan metode atau teknik observasi dengan persentase 50%. Dapat disimpulkan juga bahwa model pembelajaran bahasa Indonesia dalam meningkatkan kemampuan membaca puisi, dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dapat meningkatkan kemampuan membaca puisi peserta didik dalam mengembangkan bakat, minat, serta kreativitas dalam membaca puisi, guru dan peserta didik. DAFTAR PUSTAKA Alpian, V. S., & Yatri, I. (2022). Analisis Kemampuan Membaca Pemahaman pada Siswa Sekolah 96 Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(4), 5573-5581. Anggara, R. W. (2021). Penerapan Metode Demonstrasi untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7(3), 1012-1018. Arlita, S. E., Ahyani, N., & Missriani, M. (2020). Pengaruh Kompetensi Akademik dan Motivasi Guru Terhadap Kinerja Guru. Attractive: Innovative Education Journal, 2(3), 8-14. Anggraeni, A. (2021). Pengaruh Penggunaan Metode Sosiodrama Terhadap Kemampuan Membaca Puisi Siswa SD (Pre Eksperimen Terhadap Siswa Kelas V SD Negeri Banjar Agung 4 Cipocok Jaya Kota Serang) (Doctoral dissertation, UIN SMH BANTEN). Biman. 2020. “Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran PQ4R Di Kelas V SD.” Jurnal Guru Kita, 4(2):58– 62. Dasar, J. P. G. S. MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL SISWA KELAS V SDN 1 LANGORI. Eliza, M., Malta, M., & Junaidi, J. (2023). PENGARUH STRATEGI MODELLING THE WAY DISERTAI METODE DEMONSTRASI TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PUISI DAN KETERAMPILAN LITERASI PADA SISWA SEKOLAH DASAR. Dharmas Education Journal (DE_Journal), 4(2), 910-921. Fatikasari, A. N., Purnanto, A. W., & Pradana, A. B. A. (2022). Penerapan Metode Modeling Berbantuan Media Gambar untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Puisi Siswa Kelas IV SDN Tampirkulon 2 Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang. Paedagogie, 17(1), 11-16. Firdaus, D. F. (2020). Pengaruh Persepsi Siswa tentang Kompetensi Profesional Guru dan Kompetensi Sosial Guru terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA N 1 Kuningan. Syntax Idea Vol. 2 No, 3 Iskandar, A. M., Nurfadiah, D., Yuli, W. I., dan Desnita. (2021). Meta-Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 7 (1), 48-58 Khoiroh, K. W., Ghufron, S., Nafiah, N., & Hartatik, S. (2021). Pengaruh Penggunaan Reward Stiker Pictured terhadap Kemampuan Membaca Puisi Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 3167-3178. Munthe, A. P., & Sitinjak, J. V. (2018). Manfaat serta kendala menerapkan flashcard pada pelajaran membaca permulaan. Jurnal Dinamika Pendidikan, 11 (3), 210–228 Nur, Hidayatun. 2017. PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACAKAN PUISI SISWA KELAS X.1 SMA NEGERI 3 KAMPAR DENGAN MODEL SANGGAR SASTRA. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Universitas Islam Riau. Educhild, Vol. 6 No. 1 Piliang, W. S. H., Fatmawati, F., Ningsih, R., & Febria, R. (2023). Pelatihan Teknik Membaca Puisi Mahasiswa Universitas Islam Riau. Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan, 2(2), 275-282. Rahman, A., & Pagarra, H. (2023). Penerapan Model Pembelajaran Somatic, Audiotory, Visual, and Intellectual (SAVI) dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi Siswa Kelas IV SD. Jurnal Metafora Pendidikan (JMP), 1(1), 1-9. Romandon, M., & Andreastya, V. H. (2022). PENGARUH METODE DEMOSTRASI BERBASIS SOSIODRAMA DENGAN MUSIKALISASI PUISI TERHADAP KEMAMPUAN BEREKSPRESI DALAM MEMBACA PUISI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA. Al-Adawat: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 1(02), 121-126. Sihombing, E. T., Asri, S. A., & Ulfa, M. (2021). Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi Menggunakan Model Pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual, dan Intellectual). In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara III (pp. 53-60). Srirahayu, P., Pratiwi, A. S., & Sunanih, S. (2020). PENGARUH METODE SUGGESTOPEDIA TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PUISI PADA SISWA KELAS 4 SDN CIWALET, TASIKMALAYA. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 8(2), 159-169. Suciwati, H. (2021). Kemampuan Komunikasi Membaca Puisi Siswa Kelas IV SD Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think, Talk, Write (TTW). Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial, 5(1), 67-78. Yulianti, E., & Gunawan, I. (2019). Model pembelajaran problem based learning (PBL): Efeknya 97 terhadap pemahaman konsep dan berpikir kritis. Indonesian Journal of Science and Mathematics Education, 2(3), 399-408. 98