Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK https://jbe -upiyptk. org/ojs Vol. No . Hal: 416-422 ISSN: 2502-6275 Pengaruh Kepemimpinan. Lingkungan Kerja dan Konpensasi Terhadap Kinerja Dosen dengan Motivasi debagai Variabel Intervening di STKIP Widyaswara Indonesia Mandra Adrika Putra 1A. Zefriyenni 2. Lusiana 3 1,2,3 Progrm Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Putra Indonesia YPTK Padang cmandraadrikaputra@gmail. Abstract This study aims to determine and analyze: The influence of leadership, work environment, and compensation on improving the performance of lecturers at STKIP Widyaswara Indonesia. The influence of leadership, work environment, and compensation on increasing the motivation of lecturers at STKIP Widyaswara Indonesia. The effect of motivation on improving the performance of lecturers at STKIP Widyaswara Indonesia. The influence of leadership, work environment, and compensation on the performance of lecturers at STKIP Widyaswara Indonesia through motivation as an intervening This research was conducted using a descriptive and causal research design and the sample was taken with a nonprobability selling sample design with a purposeful sampling technique. In this study, the population was 31 people. While the research instrument is a questionnaire using a Likert scale. The data analysis technique in this study uses Structural Equation Modeling (SEM) analysis. The results show that leadership does not have a significant effect on lecturer work motivation, while work environment and compensation have a significant effect on lecturer work motivation. Leadership, work environment, and compensation have no significant effect on lecturer performance. Motivation has a significant effect on lecturer performance. Leadership has no significant effect on lecturer performance through motivation, while work environment and compensation have a significant effect on lecturer performance through motivation. Keywords: Leadership. Work Environment. Compensation. Performance. Motivation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis : Pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja dan kompensasi terhadap peningkatan kinerja Dosen pada STKIP Widyaswara Indonesia. Pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja dan kompensasi terhadap peningkatan motivasi Dosen pada STKIP Widyaswara Indonesia. Pengaruh motivasi terhadap peningkatan kinerja Dosen pada STKIP Widyaswara Indonesia. Pengaruh kepemimpinan. Lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kinerja Dosen pada STKIP Widyaswara Indonesia melalui motivasi sebagai variabel intervening. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian deskriptif dan kausal dan sampel diambil dengan rancangan sampel non probability silling dengan teknik pengambilan porposive sampling. Pada penelitian ini jumlah populasi sebanyak 31 orang. Sedangkan instrumen penelitian ini berupa kuesioner dengan menggunkan skala likert. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisi Structural Equation Modeling (SEM) Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak berpengatuh signifikan terhadap motivasi kerja dosen, sedangakan lingkungan kerja dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja dosen. Kepemimpinan, lingkungan kerja dan kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen. Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen. Kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen melalui motivasi, sedangkan lingkungan kerja dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen melalui motivasi. Kata kunci: Kepemimpinan. Lingkungan Kerja. Kompensasi. Kinerja. Motivasi. Jurnal Ekobistek is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. Pendahuluan Kinerja merupakan sebuah hasil kerja yang dapat dinilai secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai . Faktor yang mempengaruhi kinerja pada dasarnya didasari oleh kemampuan dan motivasi . Menurut Greffin dan Elbrt . 9, h. dalam Bahwa Kepemimpinan . kinerja merupakan sebuah proses yang didorongi oleh rasa dalam memotivasi orang lain dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan . Pada dasarnya kinerja dapat mempengaruhi hasil kinerja berdasarkan lingkungan kerja. Lingkungan kerja tersebut mencakup hubungan kerja yang terbentuk antara sesama pegawai. hubungan kerja antar bawahan dan atasan, serta lingkungan fisik tempat pegawai bekerja . Selain lingkungan kinerja, konpensasi juga dapat di jadikan faktor yang mempengaruhi kinerja. Kompensasi merupakan semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai immbalan atas jasa yang diberikan kepada organisasi. Penelitian sebelunya menjelaskan bahwa motivasi Diterima: 09-09-2022 | Revisi: 17-09-2022 | Diterbitkan: 30-09-2022 | doi: 10. 35134/jbeupiyptk. Mandra Adrika Putra, dkk kerja merupakan suatu dorongan agar karyawan bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan . Pemberian motivasi terhadap karyawan dapat meningkatkan kinerja sehingga mempunyai semangat kerja yang tinggi dalam bekerja dan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pimpinan . Perguruan Tinggi tingkat Nasional pada tahun 2025Ay. (Buku Pedoman Akademik dan Kemahasiswaan STKIP Widyaswra Indonesia, 2. Terwujudnya visi ini harus didukung partisipasi seluruh aktivitas akademika di STKIP Widyaswra Indonesia, salah satunya adalah pendidik . Didasari penelitian terdahulu yang menjelaskan hubungan pengaruh lingkungan kerja, motivasi dapat mempengaruhi kinerja dari seseorang sehingga berpengaruh terhadap kinerja lainnya . Lebih lanjut penelitian yang sama menjelaskan bahwa motivasi, lingkungan kerja dan kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru . Lingkungan kerja dan Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi . Lebih lanjut penelitian yang menjelaskan faktor kepemimpinan dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan . Sebagai seorang pendidik, dosen juga harus memiliki kemampuan lebih dalam berbagai bidang, seperti melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, menulis artikel ilmiah dan menulis buku Hal itu sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pengajaran. Penelitian. Pengabdian pada masyarakat . Melalui penelitian, dosen dapat mengembangkan pengetahuan bam dan mengaplikasikannya dalam berbagai fenomena yang terjadi, sehingga hasil penelitian akan memperkaya khasanah keilmuan dosen dan meningkatkan kualitas pengajaran dosen dikelas . Proses aktivitas perkuliahan pada STKIP Widyaswara Indonesia berjalan dengan baik meskipun masih ada masalahmasalah mendasar. Masalah-masalah mendasar di antaranya pada kinerja yang kurang memuaskan dari Dosen. Observasi dilakukan pada STKIP Widyaswara Indonesia pertanyaan kepada mahasiswa berupa kuesioner dalam bentuk geogle from. Observasi bertujuan untuk melihat dan menilai kinerja dosen. Observasi ini dilakukan karena tidak ada data sekunder yang menjadi penilaian kinerja yang didapatkan. Adapun hasil observasi pertanyaan yang dilakukan kepada mahasiswa adalah sebagai berikut : Berdasarkan penejelasan sebelumnya, pengukuran kinerja akan dilakukan pada sebuah organisasi pendidikan yakni kampus STKIP Widyaswra Indonesia. STKIP Widyaswra Indonesia merupakan salah satu penyelenggara pendidikan tinggi yang berkepentingan dengan kinerja seluruh pegawainya baik dosen sebagai tenaga pengajar maupun karyawan. Tugas utama STKIP Widyaswra Indonesia adalah mencetak lulusan-lulusan terbaik sesuai dengan Visi: AuMenjadi salah satu institusi yang unggul, berkarakter dan berbudaya dalam melaksanakan Tridharma Tabel 1. Evaluasi Perkuliahan Dosen STKIP Widyaswara Indonesia Semester Ganjil dan Genap Tahun Akademika 2021/2022 Pelaksanaan Perkuliahan Penyerahan Soal Ujian Penyerahan Nilai Jumlah Smtr Sebelum Uts Sebelum Uas Uts Uas Dosen Ttw Ttw Ttw Ttw Ttw Ganjil Genap Sumber : LPMI STKIP Widyaswara Indonesia Berdasarkan Tabel 1 di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat kinerja dosen Pada STKIP Widyaswara Indonesia belum optimal. Persoalan yang terkait dengan kinerja akan selalu dihadapi oleh pihak manajemen suatu instansi. Oleh karena itu manajemen instansi wajib mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai akan membuat manajemen instansi dapat mengambil berbagai arah menghasilkan serta meningkatkan kinerja pegawai, agar sesuai dengan harapan. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kinerja Dosen belum optimal, disinyalir disebabkan oleh kepemimpinan, lingkungan kerja dan kompensasi melalui motivasi. Berdasarkan pemaparan yang talah dijelaskan sebelumnya maka permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja dengan menggunakan faktor kepemimpinan, motivasi, lingkungan kerja serta konpensasi pada dosen yang ada di STKIP Widyaswara Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pengukuran terhadap kompensasi, kepemimpinan, motivasi terhadap peningkatan kinerja Dosen pada STKIP Widyaswara Indonesia. Dengan dilakukan pengukuran tersebut maka manfaat yang dapat dirasakan nantinya mampu dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam MSDM juga sebagai bahan pertimbangan untuk pimpinan STKIP Widyaswara Indonesia dalam melakukan pengambilan keputusan untuk tercapainya tujuan dari organisasi. Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan Pada dasarnya desain ini merupakan sebuah metode penelitian deskriptif yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri atau lebih Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mandra Adrika Putra, dkk . tanpa membuat perbandingan atau menggabungkan antara variabel satu dengan yang lain . Penelitian kausal atau penelitian perbandingan sebab/akibat yaitu peneliti berupa menentukan penyebab atau alasan perbedaan perilaku atau kelompok . 1 Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari . Populasi dalam penelitian ini adalah Dosen STKIP Widyaswara Indonesia yang berjumlah 31 Dosen. Sampel adalah bagian atau jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut . Dalam penelitian ini, sampel diambil dengan rancangan sampel non probability silling dengan teknik pengambilan porposive sampling, yaitu metode yang menggunakan kriteria yang telah di pilih oleh peneliti dalam memilih sampel. Pada penelitian ini, jumlah populasi sebanyak 31 orang. Dikarenakan populasi tidak lebih dari 100 orang maka peneliti menjadikan seluruh populasi menjadi sampel 2 Metode Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yang akan dilakukan ini adalah sebagai Penelitian Lapangan (Field Researc. Yaitu penelitian yang didasarkan pada peninjauan langsung dilapangan untuk memperoleh data yang pengamatan, mengajukan pertanyaan dan kombinasi dari semua cara diatas Kuesioner atau Angket Menurut . Kuisioner pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Penelitian Perpustakaan (Library Researc. Yaitu data yang diperoleh melalui studi pustaka yang dilakukan dngan cara membaca buku-buku literatur yang relevan dengan permasalahan yang diteliti untuk mendapatkan landasan teoritis 3 Teknik Analisis Data 1 Analisis Structural Equation Modeling (SEM) Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan program partial least square (PLS). PLS merupakan pendekatan berbasis komponen untuk pengujian model persamaan struktural atau biasa disebut SEM. PLS didasarkan pada gagasan yang memiliki dua prosedur iteratif yang menggunakan estimasi kuadrat terkecil untuk model tunggal dan multi-komponen. Dengan menerapkan prosedur, algoritma ini bertujuan untuk meminimalkan varians dari semua variabel dependen, oleh karena itu penyebab dan arah antara semua variabel perlu didefinisikan secara jelas. PLS terbagi atas model pengukuran dan model struktural. PLS merupakan metode yang powerfull oleh karena tidak didasarkan banyak asusmsi. Data tidak harus berdistribusi normal multivariate . ndikator dengan skala kategori, ordinal, interval sampai ratio dapat digunakan pada model yang sam. PLS juga lebih efisien dengan perhitungan alogaritma yang mampu mengestimasi model yang lebih besar dan komplek dengan ratusan variabel laten dan ribuan indikator . 2 Uji Model Pengukuran (Outer Mode. Di dalam teknik analisis data dengan menggunakan Smart PLS ada tiga kriteria untuk menilai outer model yaitu Convergent Validity. Discriminant Validity dan Composite Reliability. Convergent validity dari model pengukuran dengan refleksif indikator dinilai berdasarkan korelasi antara item score atau component score yang diestimasi dengan Soflware PLS. Indikator dianggap mempunyai reliabilitas yang baik jika memiliki nilai diatas 0,7. Namun demikian pada riset tahap pengembangan skala, loading factor 0,5 sarnpai 0,6 rnasih dapat diterirna. Angka ini dapat kita lihat dengan merujuk pada tabel Outer Loading pada SmartPLS . Pada pengujian composite reliability ini terdapat dua tabel yang harus diamati yaitu nilai yang terdapat pada tabel Composite reliability dan Cronbachs Alpha yang nilai nya harus lebih besar dari 0,6. Untuk pengujian Disriminant Validity dapat dilihat pada nilai cross Nilai korelasi indikator terhadap konstruknya harus lebih besar dibandingkan nilai korelasi antara indikator dengan konstruk lainnya. Terdapat cara lain untuk menguji Disriminant Validity dengan membandingkan nilai akar dari Avrage Variance Extracted (AVE) setiap konstruk dengan korelasi antara konstruk dengan konstruk lainnya. 3 Pengujian Model Struktural (Inner Mode. Pengujian inner model atau model struktural dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel, nilai signifikansi dan R-square dari model penelitian . Penilaian model dengan PLS dimulai dengan melihat R-square untuk setiap variabel laten dependen. Perubahan nilai R-square dapat digunakan untuk menilai pengaruh variabel laten independen tertentu terhadap variabel laten dependen apakah menpunyai pengaruh yang substantif. 4 Pengujian Hipotesis Menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian ini yaitu pengaruh konstruk laten eksogen tertentu dengan konstruk laten endogen tertentu baik secara langsung Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mandra Adrika Putra, dkk maupun secara tidak langsung melalui variabel mediasi . Pengujian hipotesis pada penelitian ini, dapat dinilai dari besarnya nilai t-statistik atau t-hitung dibandingkan dengan t-tabel 1,96 pada alpha 5%. Jika t-statistik/t-hitung < t-tabel 1,96 pada alpha 5%, maka Ho ditolak dan Jika t-statistik/t-hitung > t-tabel 1,96 pada alpha 5%, maka Ha diterima . Model struktural dalam PLS dievaluasi dengan menggunakan R2 melihat besarnya pengaruh yang diterima konstruks endogen dari konstruk eksogen. Nilai R2 juga digunakan untuk mengukur tingkat variasi perubahan variabel eksogen terhadap variabel Pengujian terhadap model struktural dapat dilakukan dengan melihat nilai R-Square yang merupakan uji goodness-fit model dan melihat signifikansi dengan melihat nilai koefisien parameter dan nilai signifikansi statistik. Hasil dan Pembahasan 1 Analisis Data Penelitian Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan metode SEM berbasis Partial Least Square (PLS) memerlukan 2 tahap untuk penilaian dari sebuah model penelitian yaitu outer model dan inner Tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut : Menilai Outer Model atau Measurement Model Terdapat tiga kriteria di dalam penggunaan teknik analisa data untuk menilai outer model yaitu Convergent Validity. Discriminant Validity dan Composite Reliability. Dalam penelitian batasan nilai nilai convergent validity di atas 0,6. Adapun gambaran model dapat disajikan pada Gambar 1. Gambar. 1 Outer Loadings Dari hasil diatas sehingga penelitian ini memenuji batasan nilai nilai convergent validity yaitu di atas 0,6. Selain gambar diatas untuk melihat nilai Outer Loadings yang valid. Adapun untuk melihat hasil tersebut dapat dilihat pada Tabel 2. Variabel Kinerja Tabel 2. Outer Loadings Kode Item Loading Factor 0,903 P10 0,866 Kepemimpinan X1. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. 0,662 0,871 0,933 0,895 0,831 0,928 0,877 0,872 0,863 Mandra Adrika Putra, dkk Lingkungan Kerja Kompensasi X1. P10 X1. P11 X1. P12 X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. 0,793 0,723 0,769 0,691 0,725 0,821 0,792 0,691 0,803 0,739 0,760 0,846 0,667 0,839 0,937 0,833 0,728 0,928 0,865 0,880 0,699 0,801 X3. X3. X3. X3. X3. Motivasi Penilaian Average Variance Extracted (AVE) Kriteria validity suatu konstruk atau variabel juga dapat dinilai melalui nilai Average Variance Extracted (AVE) dari masing-masing konstruk atau variabel. Konstruk dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika nilainya berada diatas 0,50. Pengujian nilai Average Variance Extracted (AVE) pada Tabel 3. Tabel 4. 4 Report Hasil Pengujian AVE Cronbach's Composite Alpha0,936 Reliability 0,941 0,944 Variabel Kepemimpinan (X. Lingkungan Kerja (X. Kompensasi (X. Kinerja (Y) Motivasi (Z) 0,824 0,796 0,736 0,905 0,758 0,903 0,663 0,875 0,923 0,899 0,799 0,857 0,867 0,936 0,920 0,962 0,944 0,943 0,924 0,966 0,950 Berdasarkan tabel 4. 4 diatas dapat disimpulkan bahwa semua konstruk atau variabel di atas memenuhi kriteria validitas yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Average Variance Extracted (AVE) di atas 0,50 sebagaimana kriteria yang direkomendasikan. Penilaian Reliabilitas 0,948 0,935 0,968 0,954 Average Variance Extracted (AVE) 0,586 0,697 0,644 0,751 0,726 Setelah diketahui tingkat kevalitan data, maka langkah berikut adalah mengetahui tingkat keandalan data atau tingkat reliabel dari masing-masing konstruk atau Penilaian ini dengan melihat nilai composite reliability dan nilai crombach alpha. Nilai suatu konstruk dikatakan reliabel jika memberikan nilai composite reliability > 0,70. Adapun hasil pengujian pada Tabel 4. Tabel 4. Report Hasil Construct Reliability and Validity Variabel Kepemimpinan (X. Lingkungan Kerja (X. Kompensasi (X. Kinerja (Y) Motivasi (Z) Cronbach's Alpha 0,936 0,936 0,920 0,962 0,944 2 Pengujian Inner Model (Structural Mode. Proses pengujian selanjutnya adalah pengujian inner model atau model struktural yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar konstruk sebagaimana yang telah dihipotesiskan. Model struktural dievaluasi 0,941 0,943 0,924 0,966 0,950 Composite Reliability 0,944 0,948 0,935 0,968 0,954 dengan memperhatikan nilai R-Square untuk konstruk endogen dari pengaruh yang diterimanya dari konstruk Berikut model struktural hasil uji disajikan pada Gambar 2. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mandra Adrika Putra, dkk Gambar 2. Struktural Model Inner Berdasarkan Gambar 4. 2 model struktur diatas dapat dibentuk Persamaan Model sebagai Model Persamaan I, merupakan gambaran besarnya pengaruh konstruk kepemimpinan, lingkungan kerja dan kompensasi terhadap motivasi dengan koefisien yang ada ditambah dengan tingkat error yang merupakan kesalahan estimasi atau yang tidak bisa dijelaskan dalam model penelitian Z = 0,242 X1 3,041 X2 3,012 X3 e1. Model Persamaan II, merupakan gambaran besarnya pengaruh konstruk kepemimpinan, lingkungan kerja, kompensasi dan motivasi terhadap kinerja dosen dengan masing-masing koefisien yang ada untuk masing-masing konstruk ditambah dengan error yang merupakan kesalahan estimasi Y = 0,890 X1 0,537 X2 0,408 X3 2,743 Z e2. Berikutnya sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya penilaian inner model akan dievaluasi melalui nilai R-Squared, untuk menilai pengaruh konstruk laten eksogen tertentu terhadap konstruk laten endogen apakah mempunyai pengaruh yang substantive. Adapun hasil nilai R Square juga dapat dilihat pada Tabel 5. Tebel 5. R Square Variabel R Square R Square Adjusted Kinerja (Y) 0,983 0,981 Motivasi (Z) 0,986 0,984 Pada gambal 2 dan tabel 5, terlihat nilai R-Square konstruk peningkatan kinerja dosen sebesar 0,0,983 atau sebesar 98,3%, yang mengambarkan besarnya pengaruh yang diterimanya oleh konstruk peningkatan kinerja dosen dari konstruk kepemimpinan, lingkungan kerja, kompensasi. Dan motivasi. Sementara nilai RSquare untuk konstruk kompensasi sebesar 0,986 atau 6% menunjukkan besarnya pengaruh yang diberikan oleh kepemimpinan, lingkungan kerja, dan kompensasi dalam mempengaruhi motivasi. 7 Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis bertujuan untuk menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian ini yaitu pengaruh konstruk laten eksogen tertentu dengan konstruk laten endogen tertentu baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui variabel Pengujian hipotesis pada penelitian ini, dapat dinilai dari besarnya nilai t-statistik atau t-hitung dibandingkan dengan t-tabel 1,96 pada alpha 5%. Jika t-statistik/t-hitung < t-tabel 1,96 pada alpha 5%, maka Ho ditolak dan Jika t-statistik/t-hitung > t-tabel 1,96 pada alpha 5%, maka Ha diterima. Adapun hasil uji hipotesis dapat dilihat pada Tabel 6. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mandra Adrika Putra, dkk Tabel 6. Hasil Uji Hipotesis Variabel Kepemimpinan (X. -> Motivasi (Z) Lingkungan Kerja (X. -> Motivasi (Z) Kompensasi (X. -> Motivasi (Z) Kepemimpinan (X. -> Kinerja (Y) Lingkungan Kerja (X. -> Kinerja (Y) Kompensasi (X. -> Kinerja (Y) Motivasi (Z) -> Kinerja (Y) Original Sample 0,009 (O) 0,506 0,485 0,032 0,133 0,073 0,762 Sample Mean (M) 0,010 0,537 0,453 0,033 0,150 0,060 0,757 Standard Deviation 0,036 (STDEV) 0,166 0,161 0,036 0,248 0,180 0,278 T Statistics (|O/STDEV|) 0,242 3,041 3,012 0,890 0,537 0,408 2,743 Values 0,809 0,002 0,003 0,374 0,592 0,683 0,006 Sosial Kota Palembang,Ay J. Bisnis. Manajemen, dan Ekon. , vol. 1, no. 2, pp. 74Ae92, 2020. Periansya. Rahman, and I. Satriawan. AuThe Effect of Leadership. Competence. Compensation on Work Motivation and its Implication on Private LecturerAos Performance in Palembang,Ay 2018. Suprapti. Astuti. SaAoadah. Rahmawati. Astuti, and Y. Sudargini. AuThe effect of work motivation, work environment, work discipline on employee satisfaction and public health center Kesimpulan performance,Ay J. Ind. Eng. Manag. Res. , vol. 1, no. 153Ae172, 2020. Dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa Tidak . Amir. Wahyuddin, and I. Susila. AuPengaruh Kompensasi. Kepemimpinan, dan Lingkungan Kerja terdapat pengaruh yang signifikan kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai PT PLN (PERSERO) UITterhadap motivasi. Terdapat pengaruh yang signifikan JBTB UPT Madiun dengan Motivasi sebagai Variabel lingkungan kerja terhadap motivasi. Terdapat pengaruh Intervening. Ay Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang signifikan lingkungan kerja terhadap motivasi. Tidak signifikan . Aryono. AuPengaruh Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. KAI DAOP Kepemimpinan terhadap terhadap Kinerja dosen. Tidak 6 Yogyakarta dengan variabel Motivasi sebagai terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan kerja Ay Universitas Islam Indonesia, 2017. terhadap kinerja dosen. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan kompensasi terhadap kinerja dosen. Terdapat . Silitonga. AuEffect Of Work Environment On Employee Performance Through Motivation At pengaruh yang signifikan motivasi terhadap kinerja Starbucks Coffee Cibubur Branch,Ay Dinasti Int. pegawai dosen Tidak terdapat pengaruh yang signifikan Educ. Manag. Soc. Sci. , vol. 3, no. 2, pp. 188Ae203, kepemimpinan terhadap kinerja melalui motivasi. Terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan kerja . Yani. AuEffect Of Compensation. Environment and terhadap kinerja melalui motivasi. Terdapat pengaruh Leadership Style On Employee Spirit and Performance Through Motivation,Ay JBMP (Jurnal Bisnis. Manaj. yang signifikan kompensasi terhadap kinerja melalui dan Perbanka. , vol. 7, no. 1, pp. 1Ae20, 2021. Wibowo. Manajemen Kinerja. Jakarta: PT. Daftar Rujukan Rajagrafindo Persada, 2016. Pengukuran Kinerja Berbasis . Mangkunegara. Manajemen Sumber Daya . Moeheriono. Kompetensi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2017. Manusia. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2016. Mahmudi. Manajemen Kinerja Sektor Publik. Jakarta: Mulyadi. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bogor: STIE. YKPN, 2016. In Media, 2017. Edison. Anwar, and I. Komariyah. AuManajemen . Sidanti. AuPengaruh lingkungan kerja, disiplin kerja Sumber Daya Manusia: Strategi dan perubahan dalam dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai negeri sipil rangka meningkatkan kinerja pegawai dan organisasi,Ay di sekretariat dprd kabupaten madiun,Ay J. Jibeka, vol. 1, pp. 44Ae53, 2015. Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Robbins & Coutler. Human Resources Management. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2016. Jakarta: Bumi Aksara, 2016. Harahap and H. Khair. AuPengaruh Kepemimpinan . Priansa. Perencanan & Penegembangan SDM. Dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Melalui Bandung: Alfabeta, 2016. Motivasi Kerja. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister . Widarti. AuPengaruh Lingkungan Kerja dan Manajemen, 2 . , 69Ae88. Ay 2019. Kompensasi terhadap Kinerja Guru dengan Motivasi Berdasarkan hasil pengujian SmartPLS pada gambar 4 dan tabel 4. 8 terlihat hasil pengujian hipotesis penelitian dimulai dari hipotesis pertama sampai A. dengan hipotesis ketujuh yang merupakan pengaruh langsung konstruk kepemimpinan, lingkungan kerja dan kompensasi terhadap motivasi dan pengaruh . kepemimpinan, lingkungan kerja dan kompensasi terhadap peningkatan kinerja dosen sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada . Marjaya and F. Pasaribu. AuPengaruh Kepemimpinan. Yayasan Al Bahri Prima Nusantara Bekas. ,Ay Indikator. Motivasi. Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai,Ay 4, no. 2, p. Maneggio J. Ilm. Magister Manaj. , vol. 2, no. 1, pp. Ariestianah. Zunaidah, and O. Hendro. AuPengaruh 129Ae147. Kepemimpinan. Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Yang Berdampak Pada Kinerja Pegawai Dinas Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No.